Jurnal Adi Dharma (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. p-ISSN : e-ISSN : Volume : 1 Nomor : 1 Halaman : 21 -26 MENGEMBANGKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA SMP YPU BANDUNG MELALUI KEGIATAN PUBLIC SPEAKING Muhammad Fahmi Abdulah1. Iin Surtiah2. Rahmat Santa3. Sunandie Eko Ginanjar4 Program Studi Ilmu Administrasi Publik STIA Bagasasi Bandung Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis STIA Bagasasi Bandung Program Studi Ilmu Administrasi Publik STIA Bagasasi Bandung Program Studi Ilmu Administrasi Publik STIA Bagasasi Bandung deenha16@gmail. com1, iinsurtiah22@gmail. com2, santa. yesanta@gmail. com3, sunandie17@gmail. Abstract Self-confidence as a form of self-recognition of the abilities that exist in the individual. Community service activities carried out by the STIA Bagasasi Bandung lecturer team are about developing student confidence through public speaking at SMP YPU Bandung. The results of observations and interviews with the student affairs department of SMP YPU Bandung that students in grades 7, 8 and grade 9 in communication, delivering presentations or speaking in front of classmates still experience speech anxiety and lack of confidence. The community service activity (PKM) aims to provide explanations to students about the ways and techniques of speaking in public and to improve the public speaking skills of students of SMP YPU Bandung City. PKM is carried out through the following stages. PKM activities go through three pase, namely, the preparation pase, the implementation pase and the evaluation pase. The evaluation of the training seen from the results of the pre-test participants' knowledge of public speaking techniques is still not understanding in its delivery. The results of the post test, participants were able to speak in public, with various versions of participants. The presence of notes for subsequent activities in preparation, completeness of the material. The training went well and all participants were enthusiastic about participating in the activity and wanted to try to explain ideas in public. Keywords: self-confidence, public speaking, student junior high school Abstrak Kepercayaan diri sebagai bentuk pengakuan diri terhadap kemampuan yang ada pada individu. Aktivitas pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen STIA Bagasasi Bandung yaitu tentang mengembangkan kepercayaan diri siswa melalui public speaking di SMP YPU Bandung. Hasil observasi dan wawancara dengan bagian kesiswaan SMP YPU Bandung bahwa siswa kelas 7, 8 dan kelas 9 dalam komunikasi, penyampaian presentasi atau berbicara dihadapan teman kelas masih mengalami kecemasan berbicara dan kurang percaya diri. Kegiatan pengabdian kepada masayarkat (PKM) bertujuan untuk memberikan penjelasan kepada siswa mengenai cara dan teknik berbicara didepan umum dan untuk meningkatkan kemampuan public speaking siswa SMP YPU Kota Bandung. PKM dilakasanakan melalu tahapan sebagai berikut. Kegiatan PKM melalui tiga pase yaitu, pase persiapan, pase pelaksanaan dan pase evaluasi. Evaluasi pelatihan dilihat dari hasil dari pre Test pengetahuan peserta tentang teknik public speaking masih kurang memahami dalam penyampaiannya. Hasil post test, peserta mampu berbicara dihadapan umum, dengan berbagai versi peserta. Adanya catatan untuk kegiatan selanjutnya dalam persiapan. JURNAL ADI DHARMA (JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) VOLUME 1 NOMOR 1. SEPTEMBER 2022 Jurnal Adi Dharma (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. p-ISSN : e-ISSN : Volume : 1 Nomor : 1 Halaman : 21 -26 kelengkapan materi. Pelatihan berjalan lancer dan seluruh peserta mempunyai antusias untuk mengikuti kegiatan serta ingin mencoba menjelaskan gagasan dihadapan umum. Kata kunci : kepercayaan diri, public speaking, siswa SMP Corresponding author : sunandie17@gmail. PENDAHULUAN Kemampuan peranan penting yang memudahkan untuk Kemampuan dihadapan publik memerlukan kepercayaan diri, semakin berlatih akan semakin terampil serta mampu mengelola audience. Memiliki kemampuan public speaking merupakan tuntutan yang harus dimiliki di era global seperti sekarang, tidak terkecuali bagi seorang seorang peserta didik. Lingkungan masyarakat, orang- orang cenderung menghargai dan menerima individu yang mampu menyampaikan berbagai ide dalam bahasa yang dimengerti oleh publik. Pernyataan membuktikan bahwa kemampuan komunikasi, khususnya public speaking, menjadi kemampuan yang mutlak harus dimiliki setiap individu agar mampu bersaing di zaman yang semakin dinamis. Komunikasi sebagai alat interaksi antar individua atau kelompok. Kebanyakan orang belum memahami pentingnya teknik berbicara dihadapan khalayak umum. Keterampilan mereproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak, kebutuhan perasaan, dan keinginan kepada orang lain (Iskandar dan Dadang. Pada dasarnya kemampuan berbicara sebagai penyampai informasi, sering kali terjadi pada individu dalam menyampaikan informasi mengalami Dilingkungan kerja, kemampuan memperoleh kesuksesan, karena kemampuan berbicara akan menunjang pekerjaan serta menjadi nilai lebih dalam pencapaian peningkatan kinerja. Individu yang mempunyai kemampuan komunikasi yang baik akan memperoleh nilai lebih, nilai lebih sangat menunjang peran dan tugas. Individu merasa takut dengan public speaking, berbagai alasan untuk menghindari berbicara dihadapan umum. Merasa gugup, bingung untuk memulai percakapan, takut salah mengucapkan atau demam panggung. Public speaking sebagai keterampilan bahasa, khususnya berbicara. Keterampilan tidak akan pernah datang begitu saja kepada pelakunya, tetapi butuh proses. dilatih dan diasah secara berlanjut Teknik berbicara didepan umum akan semakin lancar dan percaya diri. Kepercayaan perkembangan yang perlu distimulus untuk menigkatkan kapabilitas dalam memahami hasil karya yang diciptakan sebagai harga yang Kepercayaan diri sebagai cerminan tentang pemahaman diri untuk mengenali diri Stimulus siswa untuk melatih kepercayaan diri dapat dilatih atau diasah dengan berbagai media. Latihan untuk mengasah kemampuan public speaking dapat distimulus sejak dini, kemampuan public speaking bukan suatu bakat lahir, namun diperlukan latihan. Public speaking dapat dipelajari suatu skill yang mampu dipelajari siapapun, dimanapun dan kapanpun. Public speaking dapat digunakan untuk pidato. MC . aster of ceremon. , pembawa acara atau Teknik-teknik yang dapat dilakukan yaitu berupa kesiapan mental dalam public speaking, mengendalikan rasa gugup atau JURNAL ADI DHARMA (JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) VOLUME 1 NOMOR 1. SEPTEMBER 2022 Jurnal Adi Dharma (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. p-ISSN : e-ISSN : Teknik pernapasan. Teknik vocal. Teknik penyampaian materi, persiapan materi yang disampaikan harus dikuasi terlebih dahulu, tata cara pembukaan dan penutupan setelah menyampaikan materi. Manfaat public speaking meliputi Dipicu karena tuntutan zaman dan teknologi yang ada sekarang serta memaksa individu untuk dapat bersaing meningkatkan kualitas diri. Hasil observasi dan wawancara dengan bagian kesiswaan SMP YPU Bandung bahwa siswa kelas 7, 8 dan kelas 9 dalam komunikasi, penyampaian presentasi atau berbicara dihadapan teman kelas masih mengalami kecemasan berbicara dan kurang percaya diri. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian kepada masayarkat (PKM) penjelasan kepada siswa mengenai cara dan teknik berbicara didepan umum dan untuk meningkatkan kemampuan public speaking siswa SMP YPU Kota Bandung. PKM dilakasanakan melalu tahapan sebagai berikut. Kegiatan PKM melalui tiga pase yaitu, pase persiapan, pase pelaksanaan dan pase evaluasi. Pase 1 Perencanaan Pase 2 Pelaksanaan Pase 3 Evaluasi Volume : 1 Nomor : 1 Halaman : 21 -26 dilakukan untuk menginventarisir kebutuhan untuk pelaksanaan, membuat jadwal, materi serta mempersiapkan proyektor, screen, laptop, daftar hadir pemateri dan peserta. Pase kedua pelaksanaan kegiatan yaitu mengembangkan potensi diri siswa melalui public speaking di SMP YPU Bandung. Metode yang digunakan pada pelaksanaan yaitu menggunakan metode ceramah untuk memberikan pengetahuan awal tentang public Metode kedua, siswa mendiskusikan apa yang akan disampaikan didepan ruang kelas kepada teman sekelas. Selanjutnya metode praktek, siswa mempraktekan kegiatan public speaking didepan teman kelas. Pase ketiga Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kesalahan dan kelemahan pada pelaksanaan kegiatan. Evaluasi memberikan feedback untuk perbaikan dikemudian hari. Evaluasi diberikan kepada siswa untuk mengetahui penerimaan materi agar siswa lebih mengembangkan potensi diri serta mampu lebih percaya diri. HASIL PELAKSANAAN Analisis permasalahan dilakukan untuk kemampuan berbicara didepan umum. Kebutuhan siswa perlu dipenuhi untuk menunjang perkembangan kematangan siswa sesuai pase perkembangan usianya yang dilihat dari segi apektif, koginitif dan psikomotor. Gambar 1. Pase Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Pase pertama yaitu persiapan, melakukan kunjungan ke SMP YPU Bandung menemui kepala sekolah. Pengumpulan data awal dilakukan observasi untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada dilingkungan SMP YPU Bandung. Dilanjutkan mewawancara kesiswaan dan kurikulum sekolah untuk detail mengetahui permasalahan. Pada pase persiapan Gambar 2. Analisis kebutuhan siswa JURNAL ADI DHARMA (JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) VOLUME 1 NOMOR 1. SEPTEMBER 2022 Jurnal Adi Dharma (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. p-ISSN : e-ISSN : Volume : 1 Nomor : 1 Halaman : 21 -26 Observasi dan wawancara dengan pihak sekolah, mengumpulkan berbagai informasi untuk merumuskan kebutuhan siswa untuk mengembankan potensi diri. Table 1. Materi tersampaikan No. Materi Kepercayaan Diri Pentingnya Komunikasi Praktik Public Speaking Pelaksanaan masyarakat dapat dilaksanakan sesuai rencana. Awal kegiatan peserta diberikan pre-test terlebih dahulu untuk mengetahui pemahaman siswa sebelum mendapatkan materi yang Siswa diberikan pemahaman tentang kepercayaan diri agar mampu menghilangkan rasa cemas untuk berbicara. Kepercayaan diri merupakan sikap yakin pada kemampuan diri sendiri, merasakan kebebasan berekspresi. Kepercayaan diri bentuk dari kemandirian belajar siswa dari perkembangan aspek perilaku, aspek nilai dan aspek emosi (Ginanjar. Pernyataan tersebut menjelaskan cara berbicara dihadapan umum harus mempunyai perilaku yang menunjukan keyakinan pada diri sendiri. Mempunyai nilai yang berarti, kewibawaan dalam penyampaian informasi. Penyampaian yang tidak tergesa-gesa menujukan aspek emosional yang tinggi sehingga penyampaian informasi tidak jelas. kepercayaan diri . elf-confidenc. adalah keyakinan yang membentuk pemahaman dan perasaan siswa tentang kemampuannya dalam aspek-aspek keyakinan kemampuan diri, optimis, objektif, bertanggung jawab serta berpikir rasional dan realistis (Yulianto. Gambar 3. Melatih kepercayaan diri siswa sebelum menerima materi. Siswa diarahkan untuk maju kedepan peserta berbicara tentang pengalaman perjalanan menuju sekolah sebelum mengisi Penyampaian siswa masih gugup, kurang terstruktur untuk menyampaikan cerita, tergagap dan kaku. Siswa laki-laki dan siswa perempuan untuk mengilustrasikan berbicara dihadapan peserta. Selanjutnya siswa diberikan pretes untuk mengetahui kemampuan awal materi public speaking. Pretest dibagikan kepada peserta tentang pemaham serta persepsi peserta untuk materi public speaking. Gambar 4. Siswa Mengisi Pretest Setelah selesai mengisi pretest, siswa menerima materi komunikasi, materi public speaking dan praktek public speaking. dihadapan umum. Mengapa komunikasi dianggap perlu, komunikasi sebagai proses penyampaian pesan kepada komunikator sebagai bentuk informasi berupa tulisan atau lisan yang disampaikan secara jelas. Kemapuan individu untuk menyampaikan dihadapan JURNAL ADI DHARMA (JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) VOLUME 1 NOMOR 1. SEPTEMBER 2022 Jurnal Adi Dharma (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. p-ISSN : e-ISSN : umum perlu untuk terus distimulus secara Volume : 1 Nomor : 1 Halaman : 21 -26 Hasil Pre Test dan Post Test Materi 1 Materi 2 Pre Test Gambar 5. Penyampaian Materi Public speaking. Penyampaian materi public speaking disampaikan secara terperinci, peserta mulai memahami proses public speaking. Setelah mengimplikasikan public speaking, meski peserta masih merasa gugup, grogi tetapi masih Materi 3 Post Test Gambar 7. Hasil Pre Test dan Post Test Pelatihan Evaluasi pelatihan dilihat dari hasil dari pre Test pengetahuan peserta tentang teknik public speaking masih kurang memahami dalam Hasil post test, peserta mampu berbicara dihadapan umum, dengan berbagai versi Adanya catatan untuk kegiatan selanjutnya dalam persiapan, kelengkapan materi. Pelatihan berjalan lancer dan seluruh peserta mempunyai antusias untuk mengikuti kegiatan serta ingin mencoba menjelaskan gagasan dihadapan umum. Gambar 6. Praktek Publik speaking Gambar 8. Praktek Vlog Peserta awal yang tidak berani berbicara dihadapan umum setelah diberikan materi dan stimulus untuk kepercayaan diri mampu memberanikan diri untuk bercerita tentang bagaimana proses untuk membuat nasi Goreng. Hasil pre test dan post test dijelaskan pada tabel 1, yaitu. Antusias peserta yang menunjukan kemampuan terhadap kepercayaan diri. Peningkatan menunjukan kemampuan peserta dari yang tidak mampu menjadi mampu, dari yang mampu semakin percaya diri. KESIMPULAN DAN SARAN Pengembangan kepercayaan diri untuk melatih public speaking masih sangat perlu distimulus, memberikan pemahaman dan melatih teknik berbicara dihadapan umum. JURNAL ADI DHARMA (JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) VOLUME 1 NOMOR 1. SEPTEMBER 2022 Jurnal Adi Dharma (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. p-ISSN : e-ISSN : Volume : 1 Nomor : 1 Halaman : 21 -26 Kegiatan perlu dilakukan secara berkala agar kepercayaan diri siswa dalam menyampaikan informasi, komunikasi agar lebih baik dan menjadi berkembang. DAFTAR PUSTAKA