46 PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK. ABMIX. DAN PUPUK KOMPOS CAIR MELALUI MEDIA TANAM AEROPONIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA KERITING (Lactuca sativa L). N Putri Sumaryani dan Gek Wisky Ari Jurusan pendidikan biologi FPMIPA IKIP PGRI Bali Email: sumaryaniputri@yahoo. ABSTRACT Effect of Fertilizer Npk. Abmix, and Liquid Compost Aeroponics Through Growing Media on Growth Plants Lettuce (Lactuca sativa L). The use of aeroponics system is one alternative for horticultural growing vegetables such as curly lettuce. This study used three types namely NPK fertilizer. AB mix and liquid This study aimed to determine the effect of NPK fertilizer. ABmix and liquid compost through aeroponic growing media on plant growth curly lettuce (Lactuca sativa L) and to know which is better fertilizer for plant growth curly lettuce (Lactuca sativa L). The formulation of the hypothesis proposed in this study is the alternative hypothesis (H. which says that there is influence of NPK fertilizer. ABmix and liquid compost through aeroponic growing media on plant growth curly lettuce (Lactuca sativa L). This type of research experiments conducted with the use of a pattern of "The Post Test Only Control Group Design" is implemented with three fertilizer NPK fertilizer. AB mix and liquid compost through aeroponic planting medium with five repetitions. The population in this study is a curly lettuce plants (Lactuca sativa L) of 500 plants and 300 samples of each treatment plant where there are 15 keriting. Data lettuce plants collected in this study is data on the number of curly lettuce plant fresh weight. The data obtained in this study was processed using analysis of variance (ANOVA) with the F test and significance level of 5% and 1%, if there are significant differences among treatment followed by LSD test. The results obtained by analysis of F for curly lettuce plant fresh weight was 225. 98 while the limit for rejection of H0 at significance level of 5% and 1% by dk between groups = 3, dk in groups = 56 respectively are 2. 77 and 4. The most optimal wet weight obtained at AB fertilizer mix. Keywords: Fertilizers. Media Plant. Plant Growth Lettuce PENDAHULUAN Saat ini tanaman hortikultura seperti sayuran, buah dan tanaman hias sangat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat Bali terhadap sayuran sangat tinggi mengingat manfaat sayuran bagi tubuh sangat baik untuk kesehatan kita. Salah satu sayuran yang paling diminati dimasyarakat yaitu sayuran selada keriting yang sering ditemukan pada makanan-makanan cepat saji seperti burger, hot dog, salad dan makanan yang Selain digunakan untuk bahan makanan, selada keriting ini juga bernilai jual tinggi karena permintaan pasar yang semakin meningkiat. Tanaman selada keriting tergolong sayuran daun yang memiliki banyak Dalam kehidupan manusia, selada memiliki fungsi ganda, selain sebagai bahan pangan yang sehat, selada juga memiliki . (Samadi. Untuk memenuhi kebutuhan selada yang terus meningkat, maka perlu dilakukan upaya penyediaan produksi melalui usaha budidaya intensif. Tanaman selada keriting tanah,karena ketersediaan tanah dan lahan berkurang, cuaca juga mulai tidak menentu, perlu dicari alternatif dalam pembudidayaan tanaman hortikultura, khususnya tanaman selada Aeroponik merupakan salah satu cara alternatif dalam pembudidayaan tanaman selada keriting. Aeroponik berasal dari kata aero yang berarti udara dan ponus yang berarti daya, jadi aeroponik adalah (Lingga. Aeroponik merupakan salah satu tipe dari hidroponik karena air yang berisi larutan hara disemprotkan dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman. Beberapa kelebihan dari bertanam secara aeroponik antara lain: tanaman dapat dibudidayakan di segala tempat, risiko kerusakan tanaman karena banjir, kurang air, dan erosi tidak ada, tidak perlu lahan yang terlaluluas, pertumbuhan tanaman lebih cepat, bebas dari hama, hasilnya berkualitas dan berkuantitas tinggi, hemat biaya perawatan. Unsur hara yang diperlukan oleh tanaman selada keritingadalah pupuk NPK. AB mix dan kompos cair. Pupuk NPK merupakan pupuk buatan yang berbentuk cair atau padat yang harautama nitrogen, fosfor,dan kalium. Pupuk AB mixadalah nutrisi yang diformulasikan dari garam-garam mineral yang larut dalam airmengandung unsurunsur hara penting yang diperlukan tanaman bagi tumbuh dan berkembang. Pupuk Kompos merupakan sisa bahan organik yang berasal dari tanaman, hewan, dan limbah organik yang telah mengalami proses dekomposisi atau fermentasi. Kompos Cair atau pupuk organik cair adalah pupuk berfasa cair yang dibuat dari bahan-bahan organik melalui proses pengomposan. Dari penjelasan di atas untuk memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tanaman selada keriting maka dilakukan penelitian dengan judul Pengaruh Pemberian Pupuk NPK. AB mix. Dan Pupuk Kompos Cair Melalui Media Tanam Aeroponik Terhadap Pertumbuhan Tanaman Selada Keriting (Lactuca sativa L). Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalahuntuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK. ABmix, dan pupuk kompos cair melalui media tanamaeroponik terhadap pertumbuhan tanaman selada keriting (Lactuca sativa L) dan untuk mengetahui pupuk manakah yang lebih baik bagi pertumbuhan tanaman selada keriting (Lactuca sativa L). METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen yaitu penelitian yang bertujuan untuk meneliti kemungkinan adanya hubungan sebab akibat dengan pemberian perlakuan pada kelompok eksperimen. Disain penelitian yang digunakan adalah AuThe Post Test Only Control Group DesignAy yang dapat digambarkan dengan bagan sebagai berikut: Sumber :Sugiyono, 2014 Keterangan : R = Menunjukkan dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random . X = Perlakuan O = Observasi Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan bagan sebagai berikut Ulangan Perlakuan i menggunakan pupuk NPK menggunakan pupuk AB mix menggunakan pupuk kompos cair Populasi dalam penelitian ini adalah tanaman selada keriting yang telah berumur tujuh hari yang ditanam pada tempat persemaian yang diambil dari 15gr biji selada keriting yang didapat dari pertanian Desa Batunya. Kecamatan Baturiti. Tabanan. Jumlah sampel Keterangan : : banyaknya perlakuan : banyaknya ulangan : angka standar dari balai besar pertanian Bogor Dari rumus di atas, maka dalam penelitian ini dilakukan lima Dimana tiap satu kali ulangan digunakan 15 sampel yang dibagi menjadi empat kelompok sampel perlakuan, tiap-tiap Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemberian pupuk yaitu pupuk NPK. AB mix, dan kompos cairdan variabel terikatnyaadalah pertumbuhan tanaman selada keriting (Latuca sativa L). Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data tentang pertumbuhan tanaman selada keriting dalam bentuk berat basah tanaman selada keriting yang tumbuh pada media aeroponik yang menggunakan jenis pupuk yang berbeda. Dilihat dari sifatnya Keterang :kelomp tanaman selada keriting yang mempunyai ketentuan yang sama diambil sampel Kategori kecambah yang siap tanam berumur dua minggu yang sudah memiliki akar yang kuat untuk di tanam pada media tanam aeroponik. Menurut Soedyanto, dalam Dewi menentukan banyak pengulangan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. T . Ou15 kelompok perlakuan terdiri atas 15 Adapun empat kelompok sampel tersebut adalah sebagai berikut. 15 sampel berkode P0 = Kelompok sampel kontrol 15 sampel berkode P1 = Kelompok sampel dengan menggunakan pupukNPK 15 sampel berkode P2=Kelompok sampel dengan menggunakan pupuk AB mix 15 sampel kerkode P3 = Kelompok sampel dengan menggunakan pupukkompos cair data ini dapat dikategorikan sebagai data Sedangan dilihat dari sumbernya, data ini tergolong data primer karena data langsung diperoleh melalui penimbangan menggunakan Neraca Ohaus. Penimbangan hanya dilakukan satu kali pada akhir Prosedur penelitian meliputi beberapa tahapan antara lain tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pengumpulan data. Tahap persiapan Alat yang akan digunakan yaitu :Semprotan, steroform, bak kayu. Polybag, dokumentasi/kamera, kalkulator, alatalat tulis. Bahan yang akan digunakan:Air, bibit, pupuk NPK. AB mix, kompos Tahap pelaksanaan Penelitian ini dilakukan di Ds. Angantiga. Kec. Petang. Kab. Badung karena suhu yang dibutuhkan tanaman selada keriting cocok dengan suhu di daerah tersebut untuk menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik, pemelitian dilakukanselama emam minggu dari tanggal 11 februari sampai 17 maret. Untuk menghindari tanaman terkena cahaya matahari langsung diberikan atap plastik transparan . embus cahay. Persiapan Bibit Semua biji selada keriting yang dijadikan bibit akan dibeli di penjual biji selada di Ds. Batunya. Kec. Baturiti. Tabanan. Pembuatan Bibit Tanaman selada diperbanyak secara generatif, yaitu melalui biji. Biji . selada umumnya dapat secara langsung ditanam di kebun/lahan tanam. Akan tetapi tidak akan memberikan hasil yang Dalam penelitian ini benih atau biji akandisemaikan terlebih dahulu sekitar dua minggu hingga berkecambah dan akarnya sudah cukup kuat untuk di tanam pada media tanam aeroponik. Sebelum disemai benih selada direndam dengan air terlebih dahulu tujuannya adalah untuk mengetahui benih yang berkualitas dan mempercepat tumbuhnya benih. Benih yang disemaikan dan benih yang mengambang di buang karena benih tersebut kurang baik untuk bibit. Persemaian dilakukan pada media rockwool yang sudah dibasahi dan sudah dilubangi sesuai ukuran biji, biji dimasukan pada rockwooltersebut. Tutup media semai yang sudah ditanami biji dengan plastik diamkan selama tiga hari sampai benih berkecambah. Pesemaian harus terletak pada lokasi yang strategis karena memerlukan penanganan khusus agar memperoleh bibit yang berkualitas. Proses perkecambahan benih hingga siap pindah tanam, memerlukan penanganan khusus agar dapat tumbuh dengan baik dan Sirkulasi udara dan pengaturan sinar matahari harus benar-benar diperhatikan mengingat kondisi bibit yang masih Penyemaian harus ditangani secara baik agar tidak terjadi keterlambatan dalam Pembuatan Media Tanam Media tanam yang digunakan dalam penelitian ini adalah aeroponik yaitu Aeroponik berasal dari kata aero yang berarti udara dan ponus yang berarti daya. Jadi Dengan menggunakan media tersebut diharapkan tanaman selada ini dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan kualitas yang Media tersebut menggunakan bak yang terbuat dari kayu dan steroform yang permukaannya diberi lubang untuk tempat menanam selada. Pemindahan Bibit Pemindahan bibit dilaksanakan pada hari ke 15 setelah tanaman ditumbuhkan di tempat penyemaian. Pengambilan bibit dari tempat penyemaian dilakukan secara random setelah dilakukan penyortiran terlebih Jumlah seluruh sampel untuk setiap eksperimen adalah 60 sampel ini dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok yang disemprotkan dengan pupuk NPK. AB mix, kompos cair, dan control. Jumlahnya masing-masing 15 sampel. Pemberian Perlakuan Agar semua sampel memperoleh peluang yang sama untuk dalam media aeroponik, maka semua perlakuan diacak Masing-masing sampel diberi perlakuan sebagai berikut. P0 = Kelompok sampel kontrol P1 = Kelompok sampel dengan menggunakan pupuk NPK dengan konsentrasi 0,2% atau 2ml cairan pupuk dicampurkan dengan 1liter air. P2 =Kelompok sampel dengan menggunakan pupuk AB mix dengan 0,2% atau 2ml cairan pupuk dicampurkan dengan 1liter air. P3 = Kelompok sampel dengan menggunakan pupuk kompos cair dengan konsentrasi 0,2% atau 2ml cairan pupuk dicampurkan dengan 1liter air. Tahap Pemeliharaan Tahap penyiraman dan pemupukan. Penyiraman Penyiraman dilakukan dua jam sekali dengan cara menyemprotkan pupuk ke masing-masing perlakuan. Pemupukkan Pemupukan dalam kultur aeroponik dikenal dengan istilah pemberian nutrient. Pemberian nutrient dilakukan setiap dua jam Dan pada sore hari menjelang malam haripolybagdiangkat agar lebih dekat dengan akar tanaman sehingga penyemprotan pada sore hari pupuk tersebut tergenang pada polybagdekat akar tanaman dan menjaga kelembaban roockwooldan tanaman juga tetap memperoleh nutrisi. Hal ini tidak dilakukan pada pagi dan siang hari karena pada pagi dan siang hari tanaman lebih cepat menyerap nutrisi maka dari itu harus disemprot dua jam sekali. Tahap Akhir Fration A Dalam pengamatan terhadap pertumbuhan selada keriting pada berbagai jenis pupuk yang Pengamatan dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari. Sedangkan penimbangan dilakukan satu kali pada akhir percobaan yaitu pada minggu ke i setelah pemindahan tanaman ke media tumbuh dengan mencabut tanaman selada dari media tumbuh dengan hati-hati agar akar tanaman tidak ada yang tertinggal di dalam Keseluruhan tanaman meliputi akar, batang, dan daun ditimbang dengan menggunakan timbangan. Teknik Pengumpulan Data Untuk mendapatkan data tentang pertumbuhan pada selada, maka digunakan metode observasi. Hal-hal yang diobservasi dalam penelitian ini adalah kesuburan tanaman selada pada masing-masing pemberian pupuk yang berbeda. Pengamatan dilakukan setiap hari pada pagi hari dan siang hari. Sedangkan penimbangan hanya dilakukan satu kali pada akhir penelitian dengan menggunakan timbangan. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dari hasil penimbangan berupa berat basah tanaman selanjutnya dianalisis dengan menggunakan Sedangkan untuk menguji hipotesis (ANAVA) satu jalur dengan rumus : MK ant MK dal Sumber : Sugiyono2013 Keterangan: Fratio = angka-angka perbandingan antara Mkant dengan MKdal MKant = mean kuadrat antar kelompok yakni variabilitis antara kelompok MKdal = mean kuadrat dalam kelompok yakni variabilitas dalam kelompok Kriteria yang berlaku untuk menguji hipotesis pada taraf signifikansi 5% adalah : jika F-ratio yang diperoleh lebih besar atau sama dengan F-ratio dalam tabel, maka hipotesis nol ditolak dan berlaku hipotesis Ini berarti jenis arang yang berbeda memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman selada keriting. Sedangkan F-ratio diperoleh dalam perhitungan lebih kecil dari Ftabel, maka hipotesis nol diterima dan menolak hipotesis alternatif. Ini berarti jenis arang yang berbeda tidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman selada Dalam pengujian hipotesis digunakan taraf signifikansi 5%. Apabila F hitung < F table, maka H0 diterima dan H1 ditolak ini berarti Aupupuk AB mix tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman selada keriting melalui media tanam aeroponikAy. Apabila F Hitung > F Tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima ini berarti Aupupuk AB mix dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman selada keriting melalui media tanam aeroponikAy hasilnya diperlukan lagi uji lanjutan dengan metode Uji Beda Terkecil (BNT). Uji BNT yang dilakukan baik pada taraf signifikansi 5%. MenurutGaspersz dalam Mertayasa . rumus yang digunakan untuk menentukan uji beda nyata terkecil (BNT) dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. BNT= ttabelx Keterangan : BNT = Uji Beda Nyata Terkecil Ttabelx = Banyaknya perlakuan KTG = Kuadrat Tengah Galat = Banyaknya ulangan Tabel 3. Model Matrik Selisih Nilai Rata-rata Berat Basah Tanaman Selada Keriting Perlakuan Nilai ratarata Y1 (Y. Y2 (Y. Y3 (Y. Y4 (Y. Y1 (Y. Y2 (Y. Y3 (Y. Y4 (Y. BNT 5% BNT 1% HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian yang disajikan meliputi data berat basah tanaman selada keriting . alam gra. yang diperoleh dari tanaman selada keriting yang berumur 35 hari dan dari masing-masing pengulangan (I. II, i. IV. V). Data hasil penelitian dianalisis secara statistik dengan Analisis Varian (ANAVA) satu jalur. Tabel 4. Rata Aerata berat basah tanaman selada keriting berumur 35 hari setelah tanam. Kelompok Ulangan . Berat Basah . Tanaman Selada Keriting Jumlah 15,87 31,57 40,44 23,47 111,35 15,21 30,25 37,79 24,85 i 13,92 30,71 38,66 24,47 107,76 14,63 32,73 38,76 24,23 110,35 16,17 30,07 38,85 23,29 108,38 Total 155,33 168,63 545,94 Rata-rata 15,16 31,07 33,73 109,19 Sumber: Data primer diolah, 2015 Keterangan: : kelompok sampel kontrol menggunakan pupuk NPK menggunakan pupuk AB mix menggunakan pupuk kompos cair I,II,i,IV,V = Jumlah ulangan Dari tabel 4. 1 dapat dilihat bahwa pada kelompok eksperimen yaitu P1 . elompok sampel dengan menggunakan pupuk NPK). P2 . elompok sampel dengan menggunakan pupuk AB mi. P3 . elompok sampel dengan menggunakan pupuk kompos cai. rata-rata nilai berat basah tanaman selada keriting lebih tinggi dibandingkan rata-rata nilai berat basah tanaman selada keriting pada kelompok kontrol yaitu pada P0 . elompok sampel contro. pada tiap-tiap ulangan baik I. II, i. IV maupun V. Dari tabel tersebut dapat juga dilihat bahwa P2 . elompok sampel dengan menggunakan pupuk AB mi. menunjukkan rata-rata nilai berat basah tanaman selada keriting paling tinggi dibandingkan dengan P0 . elompok sampel contro. P1 . elompok sampel dengan menggunakan pupuk NPK). P3 . elompok sampel dengan menggunakan pupuk kompos cai. , dengan nilai P2 = 38,9. P0 = 15,16. P1 = 31,07. P3 = 33,73. Kontrol NPK AB mix Kompos cair Kontrol NPK AB mix Kompos cair Sumber: Data primer diolah, 2015 Gambar 6 Grafik Berat Basah Tanaman Selada Keriting Umur 35 Hari Dilihat dari gambar 6, menunjukkan bahwa berat basah tanaman selada keriting rata-rata pada P0 . yaitu 15,16, pada P1 . elompok sampel dengan menggunakan pupuk NPK) yaitu 31,07, pada P2 . elompok sampel dengan menggunakan pupuk AB mi. yaitu 38,9 dan pada P3. elompok sampel dengan menggunakan pupuk kompos cai. yaitu 33,73. Dari gambar 6 juga dapat mempengaruhi tanaman selada melalui media tanam aeroponik yaitu pupuk AB mix. Dari hasil analisis data. F-hitung dari penelitian lebih besar dari pada F-tabel. Ini berarti hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. Dengan demikian berarti ada pengaruh pemberian pupuk NPK. ABmix, dan pupuk kompos cair melalui media tanam aeroponik terhadap pertumbuhan tanaman selada keriting (Lactuca sativa L)Ay diterima. Berat basah tanaman selada keriting diperoleh dari penanaman selada keriting melalui media tanam aeroponik dengan perlakuan P0 yaitu sebagai kontrol menyiram tanaman selada keriting tanpa pupuk. P1 yaitu menyiram tanaman selada keriting pupuk NPK dengan konsentrasi 0,2% atau 2ml cairan pupuk dicampurkan dengan 1liter air. P2 yaitu menggunakan pupuk AB mix dengan konsentrasi 0,2% atau 2ml cairan pupuk dicampurkan dengan 1liter air. P3 yaitu menyiram tanaman selada keriting dengan pupuk kompos cair dengan konsentrasi 0,2% atau 2ml cairan pupuk dicampurkan dengan 1liter air. Morfologi tanaman selada keriting masing-masing perlakuan adalah sebagai Tanaman selada keriting yang tidak menggunakan pupuk/kontrol (P. daun selada keriting berwarna hijau kekuningan, tidak begitu renyah dan mudah patah. Daun selada keriting pada perlakuan ini memiliki jumlah daun 5 helai daun, lebar daun 5cm dan panjang 8 Ae 10cm. Diameter batang tanaman selada keriting berkisar 0,3 Ae 1cm, panjang akar tanaman selada keriting yaitu 4 Ae 8cm. Air tanpa perlakuan digunakan sebagai kontrol dapat digunakan untuk menanam tanaman selada keriting, namun hasilnya kurang maksimal karena tanaman selada keriting (Lactuca sativa L) memerlukan unsur hara untuk membantu pertumbuhannya seperti pupuk agar hasilnya lebih maksimal. Tanaman menggunakan pupuk NPK (P. daun selada keriting berwarna hijau sedikit kuning dan Daun selada keriting pada perlakuan ini memiliki jumlah daun 9 -11 helai daun, lebar daun 12cm dan panjang 13 Ae 19cm. Diameter batang tanaman selada keriting berkisar 0,6 Ae 1,5cm, panjang akar tanaman selada keriting yaitu 8 Ae 11cm. Tanaman menggunakan pupuk AB mix (P. daun selada keriting berwarna hijau muda dan Daun selada keriting pada perlakuan ini memiliki jumlah daun 11-13 helai daun, lebar daun 14cm dan panjang 15 Ae 19cm. Diameter batang tanaman selada keriting berkisar 0,8 Ae 1,9cm, panjang akar tanaman selada keriting yaitu 9 Ae 12cm. Tanaman menggunakan pupuk kompos cair(P. daun selada keriting berwarna hijau kekuningan dan tidak begitu renyah. Daun selada keriting pada perlakuan ini memiliki jumlah daun 9 11 helai daun, lebar daun 11cm dan panjang 12 Ae 18cm. Diameter batang tanaman selada keriting berkisar 0,4 Ae 1,2cm, panjang akar tanaman selada keriting yaitu 5 Ae 10cm. Perolehan berat basah tanaman selada yang paling baik dan kategori tanaman selada siap panen terlihat pada perlakuan P2 dengan pemberian pupuk AB mix dengan ciri-ciri jumlah daun lebih banyak, ukuran daun lebih besar, berkembang dengan baik, warna daun lebih terang, renyah, dan rasa yang manis sudah bisa dikonsumsi atau dipanen. Biasanya tanaman selada keriting yang memiliki ciri-ciri seperti pada perlakuan P2 dengan pemberian pupuk AB mixmerupakan salah satu permintaan diminatimasyarakat mulai dari kalangan menengah ke atas, di pasar modern, restoran dan hotel. Dari penjelasan diatas menunjukkan bahwa pada penelitian ini pupuk yang paling baik untuk pertumbuhan selada keriting melalui media aeroponik adalah pupuk AB SIMPULAN DAN SARAN Semua pupuk berpengaruh terhadap tanaman selada keriting, namun pupuk yang paling baik bagi pertumbuhan tanaman selada keriting adalah pupuk AB mix karena pupuk AB mix memiliki unsur-unsur yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman selada keriting. Unsur-unsur yang dimiliki pupuk AB mix yaitu unsur makro yaitu: N. Ca. Mg. S, unsur mikro yaitu: Fe. Mn. Bo. Zn. Cu. Mo. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah diuraikan di atas, maka ada beberapa saran yang disampaikan yaitu sebagai berikut. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut di lapangan agar hasil penelitian ini dapat diaplikasikan dimasyarakat. Bertitik tolak dari hasil penelitian ini, maka disarankan kepada para petani dan masyarakat dalam usaha mempercepat pertumbuhan tanaman selada keriting mulalui media tanam aeroponik hendaknya menggunakan pupuk AB mix. Hasil penelitian ini dapat digunakan pengalaman yang praktis dalam menerapkan konsep biologi, terutama mengenai budidaya selada keriting dan pemberian pupuk terhadap tanaman sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Bagi para petani diharapkan untuk kembali kepada pertanian organik agar sumber daya alam seperti tanah terjaga kesuburannya dan tetap lestari dimasa yang akan datang. DAFTAR RUJUKAN Alfarabi. Azizul. JurnalPengaruhTekanan Pompa Dan UmurBibitTerhadapPertumbuhanSelad (Lectuca Sativ. PadaSistemBudidayaAeroponik. Cahyono. Bambang. Teknik Budi Dayadan Analisis Usaha TaniSelada. Semarang. Aneka Ilmu. Dewi. KomangKartika. PengaruhBerbagaiJenis TanamDalamKulturHidroponikTerhad ap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Kacang Tanah (Arachishypogeae Denpasar. Skripsi IKIP PGRI Bali Emzir. Metodologi Penelelitian Pendidikan Kuantitatif & Kualitatif. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada. MasAoud. Hidayati. JurnalSistemHidroponikDenganNutrisi Dan Media TanamBerbedaTerhadapPertumbuhan Dan HasilSelada. Irawan. Agus. HidroponikBercocokTanamTanpa Media Tanah. Bandung. M2S Irmaningtyas. Biologiuntuk SMA/Ma Kelas X BerdasarkanKurikulum 2013. Jakarta. Erlangga Lingga. Pinus. Hidroponik Bercocok Tanam Tanpa Tanah. Jakarta. Penebar Swadaya. Lingga. Pinus. Marsono. PetunjukPenggunaanPupuk. Cibubur. Jakarta Timur. PenebarSwadaya. Mertayasa. Gusti Agung Kade. Pengaruh Skarifikasi Mekanis yang Berbeda Terhadap Perkecambahan Biji Kakao (Theobroma cacao. L) Mulyani. Sutedjo. Mul. Pupuk Dan Cara Pemupukan. Jakarta. RinekaCipta. Samadi. Budi. RahasiaBudidayaSeladaTeknikBudiday aPertanian Organik Dan Anorganik. Jakarta. Pustaka Mina.