ISLAMICA : Journal Of Islamic Education Research E-ISSN: 3090-773X Editorial Address: Jl. Rawa Sakti. Tibang Syiah Kuala. Banda Aceh Received: 01-08-2. Accepted: 03-09-2. Published: 23-12-2025 RELIGIUSITAS TAREKAT SEBAGAI SUATU PENDEKATAN KESHALEHAN Iskandar Jurusan Psikologi. Fakultas Kedokteran. Kota Banda Aceh *Alamat email koresponden: isibram@usk. ABSTRACT Religiosity is an awareness of practicing religion holistically, which serves as the main spiritual motivation of followers of a arqa (Sufi orde. Knowledge of the aspects of the arqa is closely related to the development of religious awareness, which is understood as a manifestation of piety. Piety within the arqa is regarded as the primary aspiration for attaining salvation from God and the Prophet. Historically, arqa have also occupied a distinctive position in promoting iusAn as a model of pious practice in Aceh. This paper seeks to examine how arqa-based religiosity along the northern coast of Aceh continues to attract followers to this day. The topic is relevant to socio-religious studies, particularly in revealing the functions that activate and sustain arqa This qualitative study employs a case study approach. The main research sites include Abu Kuta Krueng. Mudi Mesra. Samalanga. Tu Sop. Abu Bate Lhee, and Abu Karimuddin in Panton Labu. Data were collected through observation, interviews, and participant involvement, with the primary data sources being arqa leaders at the research locations. The field findings indicate that key aspects of the arqa include discipline in performing prayers and dhikr, arqa doctrines of religiosity, the role of spiritual guides, and a strong focus on piety. From a psychological perspective, these findings are relevant in enhancing awareness of religious beliefs and practices. Keywords: Religiosity. Tareqa. Righteousness ABSTRAK Religiusitas adalah kesadaran untuk beragama secara holistik yang menjadi semangat utama pengikut tarekat. Pengetahuan tentang aspek tarekat mempunyai hubungan dengan kesadaran religiusitas yang akan dicapai sebagai waujud keshalehan. Keshalehan dalam tarekat menjadi harapan utama untuk mendapat keselamatan dari Allah dan Nabi. Tarekat juga menempati posisi khusus dalam sejarah mempromosikan ihksan sebagai model pendekatan keshalehan di Aceh. Paper ini untuk menjawab bagaimana religiusitas tarekat di pesisir utara Aceh yang masih diminati hingga hari ini. Topik ini mempunyai relevansi terhadap sosial keagamaan dalam mengungungkapkan fungsi yang mengaktifkan religiusitas tarekat. Penelitian kualitatif ini menggunkan pendekatan cased study. Penelitian utama pada lokasi Abu Kuta Krueng. Mudi Mesra. Samalanga. Tu Sop. Abu Bate Lhee dan Abu Karimuddin. Panton Labu. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan partisipan. Sumber data utama para pemimpin tarekat di lokasi Temuan lapangan memperlihatkan bahwa aspek aspek tarekat seperti disiplin dalam menjalankan shalat dan zikir, dotrin religiusitas tarekat, peran pembimbing keruhanian dan fokus Dari perspektif psikologi temuan ini relevan dalam meningkatkan kesadaran terhadap keyakinan dan praktik religiusitas. Kata kunci :Religiusitas. Tarekat. Keshalehan Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Iskandar Keagamaan Takhta Sufi PENDAHULUAN Religiusitas merupakan aspek signifikan dalam praktik tarekat sebagai fenomena keagamaan yang masih dipersoalkan di kalangan akademisi (Mulyati, 2. Para peneliti mempersolakan sumber perdebatan tentang hubungan religiusitas dengan tarekat dalam memperkuat religiusitas secara metodologis (Ibrahim, 1. Perdebatan mengenai aspek religiusitas tarekat masih berlangsung hingga hari ini. Paper ini menjawab tentang eksistensi aspek religiusitas dalam tarekat yang banyak diminati umat Islam di pesisir utara Aceh. Topik ini mempunyai relevansi dengan perspektif yang menyatakan peran tarekat tidak signifikan dalam memperkuat religiusitas. Perspektif akademik menggunakan pendekatan ilmiah dalam studi terhadap pengertian, konsep dan dimensi tarekat dalam penguatan religiusitas di Samalanga. Kajian akademik ini berlangsung ditengah perbedaan perspektif ulama Islam tentang praktik tarekat. ulama yang mendukung maupun yang menetang tarekat sebagai media pengutan religiusitas (Kurdi, 2. Perdebatan tentang perspektif antara pihak yang menentang memfatwakan haram praktik tarekat (Azra, 2. dengan pihak yang mendukung aspek religiusitas tarekat masih berlangsung hingga Laporan kualitatif ini berkontribusi dalam mengungkap aspek religiusitas tarekat di pesisir utara Aceh. Fokus kepada aspek tarekat dalam mengaktifkan fungsi religiusitas. Sedangkan signifikansi tulisan untuk melihat pendekatan tarekat dalam memproteksi tujuan ikhsan. METODE Penelitian kualitatif ini mengumpulkan data dari pemuka dan pengikut Tarekat Naqsyabandiyah dan Tarekat Mufarridiyyah melalui observasi, interview, studi dokumentasi dan partisipan. Pemuka terekat Abu Kuta Kreung di Pidi Jaya. Abu Mudi di Samalanga. Tu Sop di Jeunib. Teungku Boy Haqqi di Lhoksukon dan Baba di Panton Analisa data menggunakan teori Annemarie Schimmel dan Julian Baldick tentang struktur religiusitas tarekat. Terhadap dokumen teks tarekat menggukan pendekatan content analysis mencakup klasifikasi simbol-simbol tarekat sebagai objek kajian (Rakhmat. Suyanto. guna mengetahui religiusitas tarekat (Sabarguna. LITERATUR REVIEW Sajaroh menemukan bahwa tarekat ke Aceh mlalui pelancong Arab. Parsi dan India. Penyebaran tarekat terlibat peran pengikut haji dan pelajar dari Nusantara yang membawa tarekatbersama mereka kembali ke Nusantara (Sajaroh, 2. Penelitian tentang religiusitas tarekat sebagai pendekatan keshalehan terus berlangsung di bidang Djamaan Nur melakukan dokumentasi terhadap Tarekat Naqsyabandiyyah pimpinan Kadirun Yahya membaha religiusitas tarekat melalui zikir dan wirid. Badal meneliti tentang religiusitas tarekat sebagai pendekatan keshalehan dalam kitab Jam Jawami` al-Mushannafat oleh Muhammad bin Ahmad al-Khatib . (Badal. Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Iskandar Keagamaan Takhta Sufi Muhammad Hasan Krueng Kalee . April 1. , ulama dayah pertama yang memperkenalkan Tarekat Al-Haddadiyah di Aceh yang langsung diambil dari gurunya di Makkah. Dayah pimpimnya di Kecamatan Darussalam. Aceh Besar banyak melahirkan ulama shaleh yang berpengaruh di Aceh (Razali. Menurut Abu Bakar, ulama tarekat mempunyai format religiusitas tarekat tersendiri dalam menjaga keshalehan pengikutnya untuk mencapai tingkatan ruhaniyah yang lebih tinggi (Atjeh. Sehat Ihsan Shadiqin mempublikasikan hasil penelitiannya tentang sejarah, ritual, dan politik tarekat syattariah di pantai barat pada jurnal ar-raniry (Sehat Ihsan Shadiqin, 2. Pembahasan tentang hubungan keshalehan dengan religiusitas masyarakat lokal. Pemikiran Nuruddin Ar-Raniry dan Syeikh Abdur Ra`uf tentang tarekat berbeda, namun mereka sependapat tentang pentingnya religiusitas tarekat (Anwar, 2. Dari perspektif sejarah, tulisan tentang tarekat sebagai jalan religiusitas Islam telah banyak ditulis oleh peneliti (Alfian, 2. Uraian tarekat pada penelitian di atas lebih menekankan pada pendekatan historis, pemikiran dan doktrin keruhanian (Atjeh, 1. belum menonjolkan aspek religiusitas. HASIL DAN PEMBAHASAN Diskusi tentang religiusitas tarekat dan aspek aspek nya guna menemukan kontribusinya dalam keshalehan (Louis Massignon, 2. didukung oleh konsep konsep Anne Marie Schimmel dan Julian Baldick. Panduan kedua teori mistik tersebut guna memperjelas pemahaman terhadap hubugan religiusitas terekat dengan keshalehan Religuitas Religiusitas berarti pengabdian terhadap agama yang mengikat hubungan dengan Tuhan dan mengikat kebersamaan dengan manusia. Religiusitas merupakan ekspresi sistem keyakinan, sistem nilai, sistem hukum dan ritual. Religiusitas hasil dari proses internalisasi yang merefleksikan keberagamaan (Suryadi & Hayat, 2. Religiusitas merupakan komitmen terhadap jalan kebenaran yang sakral. Menurut Majid religiusitas adalah tingkah laku manusia yang dibentuk oleh kepercayaan kepada alam gaib. Religiusitas merupakan perilaku . berdasarkan penghayatan terhadap dimensi keyakinan, praktik agama, pengalaman, pengetahuan dan konsekuensi (Glock and Stark. Dimensi keyakinan merupakan doktrin yang membedakan suatu tarekat dengan keyakinan tarekat yang lain. Praktik agama mencakup tata cara beribadah sebagai refleksi dari keyakinan. Pengalaman yang diperoleh dari kesadaran bertuhan membentuk prasangka yang mempengaruhi rasa dan emosi. Dapat disimpulkan bahwa religiusitas merupakan ketaatan dalam melaksanakan ajaran agama bukan gerakan keruhanian semata. Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Iskandar Keagamaan Takhta Sufi Tarekat Misi utama tarekat mengundang manusia ke jalan religiusitas. Tarekat berati jalan, cara, metode, model (Sunarto, 2. yang mempunyai hubungan dengan aspek aspek Dalam kontek lokal, pengertian tarekat adalah jalan, petunjuk melakukan suatu ibadat yang sambung menyambung dari mursyid ke tabiin ke shahabat hingga Rasulullah (Abubakar, 1. Tarekat jalan religiusitas di bawah panduan syaikh (Wafa, 2. Tarekat merupakan perjalanan kesadaran ruhani. Tarekat menghabiskan waktu untuk berzikir, mujahadah, mengosongkan diri dari sifat tercela dan menghiasi diri dengan sifat terpuji (Umar Ibrahim. Annemarie Schimmel menyimpulkan tarekat adalah langkah-langkah yang membawa salik ke hadirat Tuhan (Schimmel, 1. Dapat ditarik kesimpulan bahwa tarekat adalah metode yang diajarkan oleh mursyid untuk memperkuat religiusitas dengan shalat, zikir, wirid dan warid. Tarekat di Aceh Di Aceh, tarekat telah menjadi fenomena religiusitas. Minat masyarakat tumbuh mengikuti tarekat karena promosi religiusitas dari sejumlah pemuka tarekat yang menerangkan keutamaan mengikuti warisan para-Nabi. Di pesisir utara Aceh, pemuka tarekat pada umumnya dari aliran Naqsyabandiyyah sekaligus pemimpin dayah. Kedudukan mereka sebagai pengikut orang shaleh mendorong masyarakat lokal untuk mengikuti religiusitas tarekat. Orang shaleh di sini adalah para pemimpin tarekat yang diyakini telah memenuhi kriteria keshalehan yang mencapai derajat auliya. Masyarakat Aceh pada masa itu amat menyanjungi ulama tarekat terutama mereka yang dalam dianggap mempunyai tahap kerohanian di tahap auliya yang dipercayai mendapat kelebihan dari Tuhan. Masyarakat Acheh amat mengharapkan bantuan daripada keberkahan Nama para aulia itu disebut secara meluas dalam pelbagai ketika seperti ketika memulai doa, menggunakan senjata, kesenian, perawatan atau menolak bala (Hurgronje. Kepercayaan tentang adanya keramat auliyasama ada semasa hidup ataupun selepas wafat masih boleh kita temui di pesisir utara Aceh. Ini terbukti dengan masih terdapatnya aktiviti membayar nazar oleh beberapa pengnjung yang mencuci kepala . hah ule. di kubur yang dianggap keramat. Masyarakat Aceh secara umum mempercayai adanya auliya, orang yang mempunyai hubungan khususdekat dengan Allah. Hurgronje juga melaporkan bahawa amalan Islam mistik berkembang dan diterima secara luas di sana pada akhir abad Muhammad Muda Waly dipandang sebagai penyebar model religiusitas tarekat yang menyebar hampir di seluruh Aceh pada abad ke-20. Religiusitas tarekat Muhammad Muda Waly sebelum ke Aceh terlebih dahulu berkembang pada beberapa tempat lain di Nusantara seperti di Banten. Pontianak. Madura. Riau dan Minagkabau. Muhammad Muda Waly membawa tarekat masuk ke Aceh lewat Sumatra Barat, ia terlebih dahulu menerima tarekat dari Abdul Ghani al-Kamfari di Padang. Setelah kepulangannya ke Aceh . ia mendirikan tempat tarekat di dayahnya, darul muttaqin. Dari darul muttaqin, melalui murid-muridnya tarekat berkembang ke seluruh Aceh (Badal. Tarekat di Pesisir Utara Aceh Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Iskandar Keagamaan Takhta Sufi Di pesisir utara Aceh, tarekat yang berkembang dari usaha Muhammad Thaeb. Praktik tarekat yang dimulai dari dayah Darut Thaibah di Lhoksukon telah melahirkan lebih dari 20 cabang baru. Dalam tarekat terdapat struktur kepemimpinan tatapi penggunaan istilah berbeda antara satu tarekat dengan tarekat lainnya. Dalam Tarekat Naqsyabandiyyah jenjang kepemimpinan dari atas ke bawah dimulai dari Mursyidul Am. Mursyid. Munafidz dan Khalifah sebagai kedudukan terendah. Sedangkan dalam Tarekat Mufarridiyyah sistem tersebut tidak di kenal. Dalam Tarekat Mufarridiyyah di gunakan istilah guru bagi mereka yang telah mendapat restu dari syaikh untuk mengembangkan Sedangkan untuk para pembatu syaikh digunakan istilah petugas. Para petugas ini menjalankan tugasnya hanya sebatas wewenang yang telah diberikan syaikh kepada Tugas tugas tersebut hanya berlaku semasa syaikh masih hidup, namun setelah syaikh tiada urusan tersebut dikembalikan ke dalam musyawarah. Kedudukan khalifah dalam Naqsyabandiyyah dapat di setarakan dengan kedudukan guru dalam Tarekat Mufarridiyyah. Adapun wewenang tersebut sebagaimana tercantum di bawah ini: Tugas Mursyidul Am mengangkat mursyid, mengangkat munafidz, mengangkat khalifah, memimpin pengikut, memimpin ritual tarekat, memindahkan maqam pengikut tarekat dan memimpin tawajuh. Tugas Mursyid mengangkat munafidz, mengangkat khalifah, memimpin pengikut, memimpin tawajuh dan memindahkan pelajaran dalam tarekat. Tugas Munafidz mengangkat khalifah, memimpin pengikut, memimpin tawajuh dan memindahkan pelajaran. Tugas Khalifah. memimpin ibadah tawajuh, mengkordinir pengikut dan menerangkan pelajaran tarekat Pengutan Religiusitas Tarekat Dalam tarekat terdapat sejumlah elemen yang berkontribusi untuk penguatan Elemen tersebut terdiri dari mursyid, ijazah, zikir, partisipan, dan tawajuh. Dari keseluruhan elemen tarekat, zikir dan wirid merupakan elemen yang dipraktikkan hamper dalam setiap keadaan. Mursyid Kata mursyid berarti orang yang menunjukkan jalan keruhanian yang benar. Dalam dictionary of Islam, mursyid berarti a guide from rasyad, a straight road. The title given to the spiritual director of any religious order. Demikian juga dengan Osman Bin Bakar menulis mursyid merupakan pembimbing spiritual. Kedudukan mursyid dalam tarekat menempati posisi sentral sebagai pemimpin keruhanian pengikut. Ia bertanggung jawab secara spiritual tentang keberhasilan penyelenggaraan tarekat mulai dan kedatangan hingga pengikut meninggalkan lokasi. Mursyid mempunyai wewenang mulai dan prosesi penerimaan ijazah. Pembaiatan hingga pengangkatan khalifah di wilayah tertentu. Mursyid juga berwenang dalam menaikkan zikir salik ke jenjang yang lain. Di dayah Kuta Krueng. Pidi Jaya. Mursyid dapat melakukan asesmen dan intervensi perilaku kepada partisipan secara harmonis. Intervensi perilaku berguna dalam memodifikasi perilaku partisipan untuk proses kognisi, emosi, dan sosiologis. Penglaman moral ini akan berkembang pada patisipan tanpa disadarai tetapi dapat diobservasi. Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Iskandar Keagamaan Takhta Sufi Karena itu, perspektif berhubungan denngan tingkah laku. Mursyid lebih jauh berperan untuk memberi akses spiritualitas lebih luas kepada partisipan. Musyid berfungsi dalam menuntun pengikut menjalankan ritual untuk memperkuat religiusitas. Sulaiman Zuhdi mengemukakan kriteria mursyid dalam tarekat. Pertama, dengan perintah mursyid Kedua, dengan wasiat mursyid sebelumnya. Ketiga, dengan musyawarah khalifah dan pengikut secara bulat dan keempat, ditunjuk oleh mursyid. Berdasarkan pengalaman partisipan dan studi dokumentasi, penulis memahami bahwa mursyid adalah pembimbing tarekat untuk mencapai kesadaran diri tentang Pencipta. Di Dayah Muhammad Thaeb. Lhoksukon. Aceh Utara, mursyid membimbing partisipan secara berkala melalui meditasi untuk berhubungan dengan dimensi eskatologis. Mursyid diyakini mempunya berkah dan melakukan penyembuhan keruhanian untuk memperkuat religiusitas partisipan. Mursyid di dayah Babussalam. Alue Bili. Panton Labu, menjaling hubungan kasih sayang sebagai ikatan primer dengan partisipan. Hubungan itu bersifat psikologis dan sangat membantu dalam meningkatkan religiusitas. Ijazah Peminat tarekat dapat memperkuat religiusitas setelah membuat komitmen keruhanian yang disebut dengan ijazah. Ijazah yang dimaksudkan di sini adalah ikatan janji spiritual antara pengikut tarekat dengan mursyid. Komitmen ini berbasis spiritual untuk menuju religiusitas. Zikrullah Zikrullah adalah menyebut nama Allah secara berulang-ulang untuk mendapatkan faedah sebagaimana dicantumkan dalam pelajaran tarekat. Zikrullah adalah zikir lisan memperkuat pelindung spiritual terhadap gangguan energi negatif. Bagi para pemula, wajib melakukan pembersihan diri dengan menyebut Allah. Allah. AllahAsebanyak 70000 kali dalam sehari semalam dalam kelambu. Zikir di luar kelambu tidak dihitung ke dalam jumlah tersebut. Setelah selesai zikir AllahAAllahAAllah, kemudian Khalifah dengan izin mursyid melanjutkan zikir ke fase lathaif sembilan. Ini merupakan fase di mana para pengikut menerima zikir guna pembersihan diri yang mencakup lima fungsi Pertama, lathti if qalbu, berzikir 5000 kali guna pembersihan dan pengisian qalbu. Kedua, latha if ruh, berzikir 1000 kali guna pensucian ruh dari dosa. Ketiga, latha if sir, berzikir 1000 kali guna pembukaan rahasia ketuhanan. Keempat, latha if khafi, berdhikir 1000 kali guna membersihkan rasa dan kelima, latha if ikhfa, berzikir sebanyak 1000 kali guna membersihkan pikiran. Berzikir dengan menyebut Allah mengaktifkan beberapa bahagian otak. Secara berzikir, wirid dan ibadah yang diulang-ulang terbukti dapat meningkatkan kemampuan Zikir lazimnya dilakukan setelah shalat. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa doa sebagai refleksi kesadaran mempunyai implikasi vibrasi terhadap objek. Pengikut tarekat percaya bahwa doa para wali lebih berkualitas. Penggabungan pikiran dan doa merupakan hal baru di lingkungan Barat berbeda dengan Islam telah berlangsung selama berabadabad. Dossey memberikan atensi khusus terhadap hubungan doa dengan pikiran (Dosse. Pengikut tarekat percaya bahwa doa efektif dalam pengutan religiusitas karena terhubung dengan kesadaran. Tawajuh Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Iskandar Keagamaan Takhta Sufi Tawajuh adalah unsur penting tarekat yang disampaikan khalifah Boy Haqqi selama di lokasi penelitan. Bagi pemula, tawajuh cukup dengan menyebut AllahAAllahAAllah sebanyak mungkin. Selanjudnya menghadirkan mursyid, menghadirkan maut, menghadirkan kubur dan menghadirkan hari kiamat. Karena itu, tawajuh merupakan proses membangun kesadaran jiwa terhadap rangkaian peristiwa kehidupan yang telah dan akan dilalui oleh manusia mulai dari sejak ia lahir hingga berjumpa dengan Allah. Pengikut tarekat mengartikan tawajuh sebagai aktifitas mental yang bersifat eskatologis untuk memperoleh limpahan kesadaran keruhanian. Lazimnya, tawajuh dilakukan terhadap dimensi keimanan, yaitu tentang Allah, malaikat, nabi, kitab suci, hari pengadilan, taqdir, mursyid dan kubur. Tawajuh membantu pengikut tarekat membentuk visualisasi tentang diri nya dalam dimensi keimanan. Bagaimana dirinya . di hadapan Allah, di hadapan malaikat, di hadapan nabi, di hadapan kitab suci, di hari pengadilan, dalam menjalani taqdir, di hadapan mursyid dan dalam kubur. Berhubungan dengan sikapnya sebagai seorang muslim, sebagai seorang mukhsin dan sebagai seorang Karena itu, pengikut tarekat mempuntai tiga identitas, yaitu identitas sebagai muslim, mukhsin dan mukmin. Visualisasi tersebut dilakukan untuk membangun kesadaran diri guna penguatan religiusitas. Dalam tawajuh, pengikut tarekat menghubungkan kesadaran secara total dengan makna yang terkandumng dalam seluruh aspek eskatologis. Khalifah menjelaskan bahwa hubungan kesadaran dengan makna eskatologis sesuai dengan kebersihan rasa seorang Tawajuh sebagai aktifitas mental untuk menghadirkan visual tentang pertanggungjawaban pejalanan hidup, mulai dari lahir hingga akhir hidupnya di hadapan Tuhan. Tawajuh juga berfungsi untuk mengeksplorasi aspek negatif diri. Tawajuh jalan membentuk kepribadian baru. Lebih lanjud, pemimpin tarekat menjelaskan tawajuh membantu partisipan untuk menyembuhkan ego agar tebebas dari sifat negatif. Tawajuh membantu partisipan untuk menyadari motiv di balik setiap tindakanya karena motif terkait dengan penguatan religiusitas. Jika meditasi dikenal luas di Barat, shalat dikenal di kalangan umat Islam, maka tawajuh di kenal di kalangan para pengikut tarekat. Tawajuh dalam keterangan Baba Alue Bili. Panton Labu sebagai pemimpin tarekat merupakan komponen penting untuk memperkuat feligiusitas secara berkelanjutan. Doktrin Para pemuka tarekat telah menyusun tahap tahally . , takhally . dan tajally . sebagai doktrin untuk pembersihan diri. Pemuka tarekat sebagai penerus kenabian, dipandang mempunyai kesadaran bertanggungjawab terhadap Karena itu, kontribusi tarekat dalam memperkuat religiusitas, mulai dari Tarekat Qadriyyah oleh Syaikh Abd Qadir higga Tarekat Mufarridiyyah masih Dalam amatan penulis, doktrin tarekat sebagaimana ditulis oleh Qusyairy untuk menuntun jalan bagi murid yang kan menempuh jalan tasawuf dalam melakukan taubat, mujahadah, khalwat, uzlah, taqwa, wara`, zuhud, shamat, khauf, raja`, hazan, ju`, tarkus syahwat, khusyu, tawadhuk, mukhalafatun nafsi, qana`ah, tawakkul, syukur, yaqin, shabar, muraqabah, redha, ubudiyah, iradah, istiqamah, ikhlas, shiddiq, haya, zikir, alfutuwah, firasah, khulq, doa, fiqr dan wilayah (Abdul Karim, 2. Tarekat menggunakan shalat, zikir, wirid, tawajuh dan simbol-simbol untuk memeperkuat religiousitas. Julian Baldick. Reynold A. Nicholas atau Annemarie Schimmel menjelaskan tarekat dan aspek aspeknya sebagai jalan menuju Tuhan. Selama penelitian ditemukan dua perspektif tentang religiusitas tarekat. Pertama, berpandangan bahwa Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Iskandar Keagamaan Takhta Sufi tarekat merupakan sistem ibadah yang diadopsi dari luar Islam. Kedua, berpendapat bahwa tarekat merupakan saripati dari prilaku Nabi dan para shahabatnya untuk membentuk religiusitas muslim. Jejak religiusitas tarekat seperti Tarekat Sanusiyyah di Afrika. Tarekat Alawiyyin di Hadramaut. Tarekat Qadiriyah-Naqsyabandiyah di Nusantara. Tarekat Saman dan Rifa`i di Aceh. Penulis juga mengeksplorasi makna yang terkandung dalam simbol-simbol tarekat. Pada dasarnya, simbol-simbol dimaksudkan untuk mengarahkan perhatian pengikutnya kepada nilai-nilai di dalamnya. Simbol konstitutif mengekspresikan nilai-nilai bersumber dari ajaran Islam. Sementara simbol ekspresif mengekspresikan aspek estetis dari tarekat. Hubungan simbol konstitutif dan simbol ekspresif dalam tarekat sebagai suatu sistem bersifat korelatif. Simbol kegelapan mempunyai hubungan yang misterius dalam tradisi mistik Islam. Pengikut tarekat percaya bahwa simbol kegelapan yang dialami dengan sengaja merupakan jalan menyadari makna qubur di balik kematian (Y. Sumandio Hadi. Hubungan kedua simbol sulit untuk dipisahkan sebagaimana diperlihatkan dalam masyarakat muslim terdapat sejumlah malam seperti malam Jumat, malam hari raya, malam pertama mayat berada dalam kubur, malam nisfu syaAoban yang kesemua malam tersebut diyakini mengandung sejumlah peristiwa dan makna yang memperkuat Sejumlah simbol suci popular untuk mengkomunikasikan nilai-nilai spiritual Islam masih dapat ditemukan hingga sekarang. Kakbah merupakan simbol pemersatu arah shalat umat Islam sedunia, hajar aswad, melempar jumrah, sa`i, wuquf, tawaf, ihram dan Komunitas tarekat menggunakan simbol-simbol untuk mengkomunikasikan pengalaman-pengalaman mistik di kalangan mereka. Qusyairi menjelaskan bahwa para sufi pada kurun ketiga dan keempat hijriah mempunyai istilah bahasa-bahasa tersendiri yang telah disepakati. Para sufi bersikap preventif terhadap penyebaran rahasia mistik di antara orang orang yang bukan ahlinya untuk menghindari salah faham. Berdasarkan studi literatur dan lapangan, masyarakat di pesisir utara Aceh mempunyai kecenderungan dalam penguatan religiusitas berbasis tarekat dari Tarekat Naqsyabadiyyah. Penilaian ini diperkuat dengan data sejarah tentang keberadaan Tarekat Naqsyabandiyyah dalam menghidupkan religiusitas di kalangan masyarakat di sepanjang pesisir utara Aceh. Religiusitas Tarekat Religiusitas tarekat sebagai pendekatan keshalehan telah lama dijalankan di kalangan umat Islam. Gagasan religiusitas merupakan doktrin utama yang ditawarkan Selama berabad-abad pemuka tarekat telah menyusun konsep dan teori religiusitas yang berpedoman kepada Rasulullah, shahabat dan ahlus suffah (Gulevich, 2. Para shahabat dan ahlus suffah menyaksikan secara langsung Rasulullah menyediakan tempat khusus di beranda masjid Madinah untuk membangun religiusitas bagi para shahabat yang mengkhususkan diri untuk berzikir, memahami al-Quran dan muhasabah (Nasr. Latar belakang terbentuknya religiusitas tarekat mengacu kepada praktik keruhanian yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat ahlus suffah (Schimmel. Karena itu, kehidupan keruhanian Rasulullah, para shahabat dan ahlus suffah menjadi faktor terbentuknya religiusitas tarekat (Geoffroy, 2. Aspek religiusitas, riadhah, mujahadah dan zikir dari tradisi Rasulullah masih dilestarikan di kalangan tarekat hingga kini (Muhammad Waly,). Khalid Khurdi merupakan pemuka tarekat yang memperkenalkan tarekat sebagai model dalam membangun religiusitas tarekat. Model religiusitas tarekat dari Khurdi tersebar di kalangan pengikut Tarekat Naqsyabandiyyah di pesisir utara Aceh. Syaikh Abd Qadir Jailani . -561 H/1077-1166 M) dari Jailan Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Iskandar Keagamaan Takhta Sufi memperkenalkan religiusitas tarekat pada abad ke-12 M (A. Fuad Said. Doktrin dalam religiusitas Syaikh Abd Qadir Jailani berdasarkan kepada jalan tauhid. Doktrin juga mencakup tentang fungsi syaik sebagai pemandu keruhanian, zikir sebagai sarana mengakrabkan diri kepada Pencipta, tarekat sebagai proses pembentukan religiusitas, tawajuh sebagai proses internalisasi nilai nilai dimensi batin dan wirid sebagai proses penguatan nilai (Abbas, 1. Doktrin tarekat memberi kontribusi pada penguatan religiusitas pribadi dengan meningkatkan kesadaran terhadap adab, konsep diri, penataan pikiran, penataan rasa dan cara berperilaku. Doktrin tarekat memandu dalam transmisi pengetahun keislaman yang memperkuat aspek ritual . , ideologis . , intelektual . , pengalaman . dan konsekuensial . Dalam kontek masyarakat Aceh, religiusitas tarekat merupakan refleksi dari kesadaran bersyariah. Setiap dimensi religiusitas tersebut berhubungan dengan religiusitas tarekat. Tarekat Dalam Penguatan Religiusitas Tarekat sebagai jalan membangun religiusitas mengandung aspek aspek yang memperkuat keshalehan. Tarekat dipercaya sebagai warisan religiusitas para ambiya yang yang diteruskan para auliya untuk membentuk keshalehan. Aspek mursyid sebagai pemandu, ijazah sebagai aspek kesepakatan religiusitas untuk mewujudkan keshalehan, aspek zikrullah untuk mengaktifkan rasa, aspek doa untuk mengaktifkan fokus Aspek utama dalam religiusitas tarekat terdiri dari Islam . Ihsan . dan Iman . Dari ke tiga aspek tersebut disarikan suatu model doktrin dan ritual untuk membangun religiusitas di bawah pengawasan seorang syaikh. Karena itu, sejumlah referensi dan hasil penelitian memperlihatkan terdapat hubungan antara religiusitas dan keshalehan. Di Bagdad, tarekat membangkitkan kembali religiusitas umat Islam yang hancur akibat penindasan serdadu Mongol. Demikian juga, ketika keruntuhan peradaban Islam akibat kekalahan dalam perang salib II. Ajid Thohir menulis bahwa pada situasi semacam itu, pemuka tarekat berhasil menggerakkan religiusitas untuk menjaga peradaban Islam. Pemuka tarekat pergi mencari tempat tempat yang aman untuk mendirikan posn pos untuk memperkuat Kembali religiusitas sebagai mana terjadi di pesisir utara Aceh Ketika Di Afrika, abad ke-19, tarekat menentang kolonialisme untuk mempertahankan identitas dan nilai-nilai Islam dari tekanan Perancis dan Italia. Tarekat Qadriyyah di Aljazair. Tareka Saman di Sudan Timur. Tarekat Mahdi di Sudan. Tarekat Sanusiyyah di Libya. Sedangkan di Asia. Tiongkok. Turkistan. Afganistan maupun Hindia. Tarekat Naqsyabandiyyah meningkatkan kesadaran spiritual umat Islam. Di dunia Melayu dan Nusantara pada abad ke 16 M hingga 19 M, tarekat terlibat dalam religio-politik. Berpengaruh dalam mewarnai aspek sosial, pendidikan publik, gerakan perlawanan kolonialisme, perdagangan dan politik. Di Nusantara, format religiusitas sejumlah ulama tarekat mewarnai dunia pendidikan Islam secara luas. Religiusitas Ibn `Arabi berpengaruh dalam konsep ketuhanan, al Ghazali dalam bidang tasawuf. Abd Qadir dalam bidang zikrullah dan Naqsyabandi masih menjadi rujukan utama dalam tarekat dan zikir qalbu. Dalam konteks Aceh, sejak sultan Iskandar Muda hingga hari ini, doktrin tarekat masih melekat dengan masyarakat. Doktrin Hamzah Fansuri. Syamsuddin al-Sumatrani. Saiful Rijal. Nuruddin Ar-Raniry. Muhammad Muda Waly. Muhammad Thaeb dan Muhibuddin Wali. Pemuka tarekat masih sepakat tentang urgensinya religiusitas walaupun format religiusitas berbeda pendekatannya. Dalam tarekat, religiusitas para pengikutnya Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Iskandar Keagamaan Takhta Sufi diperkuat dengan wirid harian, wirid mingguan, wirid bulanan dan wirid tahunan. Murid tarekat juga melakukan pertemuan internal dan melakukan kunjungan spiritual secara teratur kepada pimpinan tarekat untuk memperoleh berkah tersembunyi. Format Religiusita Tarekat Format religiusitas tarekat berdasarkan kepada lima rukun Islam . , dua rukun ihsan dan enam rukun Iman atau dikenal dengan tiga belas pilar ad-Din. Tarekat menerapkan disiplin secara ketat untuk mengaplikasikan ketiga belas pilar tersebut dalam rangka membentuk religiusitas para pengikutnya. Pengikut Tarekat Mufarridiyyah melakukan penguatan religiusitas melalui membaca surat as-Sajadah sebanyak 700 kali selama bulan Ramadhan, melakukan wirid as-Sajadah pada malam Jumat atau membaca surat as_Sajadah 41 kali dalam sehari semalam di tempat yang telah ditentukan. tersebut bersifat anjuran tidak sampai membatalkan syarat menjadi pengikut terekat. Sementara dalam tarekat tarekat maupun tarekat Alawiyyah jika wirid tidak dikerjakan sesuai dengan tuntunan Mursyid dapat membatalkan seseorang dari tujuan mistik tersebut. Religiusitas di Pesisir Utara Aceh Masyarakat telah menjalankan ibadah secara konvensional tanpa penekanan pada tujuan dari aspek aspek ibadah. Tarekat hadir menyediakan perangkat penguatan religiusitas kepada masyarakat lokal untuk memastikan bahwa tujuan dari aspek aspek ibadah dapat tercapai. Dalam perspektif masyarakat lokal, tarekat merupakan jalan memperkuat religiusitas. Di Pesisir utara Aceh, religiusitas didominasi Tarekat Naqsyabandiyah yang dipandu oleh almarhum Muhammad Thaeb murid dari Muhammad Muda Waly. Penguatan religiusitas disosialisasikan melalui pendirian sejumlah tempat tarekat oleh ulama dayah. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi lapangan, dimensi religiusitas yang berkembang di pesisir uatara Aceh mencakup ritual . yari'a. , ideologis . , intelektual . , pengalaman . dan konsekuensial . Azyumardi Azra menafsir, tarekat berguna dalam menambah energi religiusitas bagi penguatan tatanan masyarakat ideal. Pemuka tarekat terus mendorong para pengikutnya untuk berkomitmen terhadap keshalehan yang Religiusitas tarekat terbukti berhasil menjadi konsumsi keruhanian para pengikutnya sebagaimana terlihat dalam perilaku beradab. Ajid Thohir menulis bahwa religiusitas tarekat telah berhasil membentuk perilaku berdadab. Pengikut tarekat pergi mencari tempat-tempat yang aman untuk mendirikan pos-pos yang multifungsi sebagai surau maupun pesantren untuk menampung pengungsi di wilayah konflik dan juga tempat rehabilitasi religiusitas (Thohir, 2. Di Asia. Tarekat Naqsyabandiyyah memperkuat religiusitas masyarakat Tiongkok. Turkistan. Afganistan. Hindia dan Nusantara. Di Nusantara pada abad ke 16 M hingga 19 M, tarekat secara aktif terlibat dalam mengembalikan kesadaran keshalehan. Unsur zikir, tawajuh dan tarekat dari tarekat dapat mengaktifkan fungsi religiusitas untuk menghidupkan keshalehan. Implementasi religiusitas tarekat dipandan sebahagian para ulama relevan dalam menghidupkan keshalehan. Alasan Kehadiran Religiusitas Tarekat Paradigma masyarakat yang religious menjadi alasan primer kebangkitan religiusitas tarekat di pesisir utara Aceh. Masyarakat masih mempercayai pendekatan tarekat sebagai solusi praktis untuk menyelesaikan persoalan keselamatan, kesehatan dan Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Iskandar Keagamaan Takhta Sufi Menurut Husnan Thaeb, religiusitas tarekat untuk mereduksi pengaruh paham yang menyimpang dari nilai-nilai Islam. Investigasi yang penulis lakukan tentang alasan kebangkitan religiusitas tarekat paling tidak terdiri dari: Doktrin Religiusitas Doktrin Islam mewajibkan umatnya menjalankan religiusitas untuk mewujudkan Kewajiban menjalankan religiusitas dilakukan melalui tarekat yang mengajarkan doktrin tahalli . engenal sifat tercel. , takhalli . engenal sifat terpuj. dan tajalli . nternalisasi nilai terpuj. Tarekat juga menerapkan disiplin dalam taubat, shalat, zikrullah, doa, dan tawajuh ditujukan kepada pemurnian struktur kejiwaan. Permasalah kejiwaan masyarakat Aceh karena hidup dalam mata rantai konflik yang panjang dan bencana alam. Konflik dan bencana telah menghancurkan sendi-sendi kehidupan ekonomomi, budaya, politik dan agama di Aceh. Dalam kontek tertekan, masyarakat membutuhkan tarekat sebagai jalan menguatkan religiusitas. Pertahanan Iman Tarekat bagi sebahagian masyarakat masih dijalankan sebagai doktrin dan ritual untuk menjaga kemurnian iman dari pengaruh negatif. Karena itu, tarekat digunakan untuk memproteksi. Pandangan ini ditemui pada pengikut dari berbagai tarekat secara luas di pesisisr utara Aceh. Dalam konteks yang lebih luas, pandangan demikian juga ditemukan di wilayah beberapa konflik Di Bagdad akibat serangan tentara Mongol yang diikuti kebangkitan tarekat berkontribusi dalam penguatan religiusitas. Di Afrika, tarekat Sanusiyyah meningkatkan religiusitas masyarakat untuk melawan kolonial Perancis. Jawa. tarekat tampil memperkuat religiusitas untuk melawan kolonial Belanda. Di Aceh, tarekat juga tampil memberikan pencerahan dalam memperkuat religiusitas. Ulama Pewaris Nabi Di Aceh, apresiasi terhadap ulama sebagai pewaris nabi telah mengakar di kalangan masyarakat. Pandangan tersebut merujuk kepada doktrin Islam, ulama adalah pewaris para nabi dan istimewa terhadap auliya. Dalam tradisi tarekat, berziarah ke maqam ulama untuk iktibar, berdoa, membayar nazar dan kenduri merupakan bentuk apresiasi terhadap ilmu dan amalan yang diajarkan ulama tersebut, baik semasa hidup atau setelah Apresiasi terhadap ilmu fiqh, ilmu tarekat, ilmu tasawuf dan ilmu tauhid. Demikian juga dengan amalan zikrullah, wirid dan doa doa. Tarekat merupakan warisan para nabi yang diteruskan oleh ulama Aceh dan masih dihargai masyarakat dari berbagai latar belakang strata sosial. Apresiasi terhadapa ulama dan warisannya telah menyatu dengan budaya mereka. Penghargaan terhadap ulama tidak pernah berakhir, di waktu hidup atau setelah Sebahagian pemuka tarekat lebih dihormati setelah wafat dari pada semasa Maqam pemuka tarekat merupakan gerbang menuju kesadaran keruhanian, kawasan damai bagi mereka yang gelisah di tengah kegaduhan dunia. Paradigma tersebut memberikan porsi khusus terhadap kedudukan ulama tarekat sebagai pemandu Kesesuaian antara nilai nilai yang terkandung dalam Islam dengan paradigma religiusitas lokal menjadi faktor yang memperkuat alasan kebangkitan religiusitas tarekat pesisir utara Aceh. Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Iskandar Keagamaan Takhta Sufi Kebangkitan Religiusitas Tarekat Selama di beberapa lokasi penelitian, penulis menemukan sejumlah tanda kebangkitan religiusitas tarekat di pesisir Utara Aceh. Kebangkitan religiusitas tarekat tersebut berhugungan dengan kehadiran sejumlah pemuka tarekat yang aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang religiusitas tarekat di sana. Sejumlah tanda mengindikasikan kebangkitan religiusitas tarekat di pesisir uataraAceh. Penulis mencatat sejumlah faktor kebangkitan religiusitas tarekat di pesisir utara Aceh. Pemimpin Dayah Panutan Di pesisir utara Aceh, pemimpin dayah merupakan ulama yang berperan penting dalam proses transformasi pengetahuan Islam di lembaganya dan juga masyarakat sekitar. Dayah mereka juga mejadi pusat pendidikan keruhanian bagi para murid dan masyarakat yang bermiat kepda religiusitas tarekat di bawah bimbingannya. Keterlibatan ulama dayah dalam mempromosikan tarekat merupakan indikasi yang paling kuat di antara sejumlah tanda penting tentang kebangkitan religiusitas di pesisir utara Aceh. Ulama menggunakan dayah untuk menyebarkan tarekat secara luas sebagai wujud tanggung jawab terhadap penguatan religiusitas di kalanngan masyarakat. Praktik tarekat berbeda penekanannya di satu lokasi dengan lokasi lainnya, namun semangat utamanya adalah menghidupkan religiusitas. Keluarga Karimuddin sebagai pimpinan tarekat pada dayah Babussalam di Alue Bili, menyampaikan tarekat di lingkungan dayahnya hanya kepada muridnya yang berminat saja. Para murid juga tidak diharuskan memakai sorban. Cara tersebut juga berlaku di dayah Darut Thaibah, dimana para murid tarekat ditekankan untuk memahami tarekat dan simbol-simbol. Sementara di dayah MUDI Samalanga, tidak seluruh santri mengikuti tarekat. Membaca surat yasin sebelum magrib, melakukan wirid setiap malam Jumat dan menggunakan biji tasbih dalam Lembaga Pendidikan Dayah Di Aceh, dayah sebagai media penyebaran religiusitas tarekat sudah berlangsung Dayah mempunyai nama berbeda pada setiap daerah. Di Afrika. Tarekat Sanusiyyah menggunakan ribath sebagai media penyebarannya dan mencapai kesuksessan pada abad ke XIX. Di Thailan di gunakan istilah pondok. Sedangkan di Indonesia menggunakan pesantren untuk penyebarannya tarekat. Kelihatannya menggunakan nama dayah . i Ace. , surau . i Sumatera Bara. , pasantren . i Jaw. , pondok . i Thailan. , ribath . i Afrik. ataupun zawiyyah . i Turk. sebagai media penyebaran tarekat di kalangan Penggunaan dayah sebagai media penyebaran religiusitas tarekat disebabkan dua Pertama, dayah memang satu-satunya lembaga pendidikan umat Islam dalam mentransfer pengetahuan keislaman di luar mesjid sebelum bersentuhan dengan model pendidikan modern. Kedua, dayah memang dipersepsikan oleh sebahagian masyarakat sebagai tempat yang tepat dalam menimba pengetahuan yang dapat memperkuat Masyarakat Aceh, lebih memberikan apresiasi kepada ulama dayah ketimbang para akademisi. Di Aceh, terdapat fenomena serupa yang hampir merata dimana tarekat disebarkan ke masyarakat melalui dayah. Keterlibatan dayah secara aktif dalam memfasilitasi penyebaran tarekat di pesisir utara Aceh semakin memperkokoh kehadiran religiusitas tarekat. Tarekat di lingkungan dayah di pandang positif oleh sebahagian Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Iskandar Keagamaan Takhta Sufi masyarakat karena ada referensi dari kitab para ulama yang dihormati. Di Samalanga, sebagaimana di sejumlah tempat lainnya, tarekat diselenggarakan di dayah dan mendapat respons dari sebahagian masyarakat lokal yang datang dari berbagai daerah. Kehadiran Rumah Tarekat Sejumlah tempat tarekat baru menjadi tanda penting bagi kebangkitan religiusitas di pesisir utara Aceh. Rumah tarekat tersebut berdiri atas usaha sejumlah ulama dayah dalam mengembangkan praktik tarekat. Mereka mengembangkan tarekat di lingkungan dayah dan terjun langsung ke masyarakat seperti dilakukan oleh Muhammad Thaeb. mendirikan sejumlah rumah tarekat yang baru di Lhoksukon hingga ke Aceh Timur. Usaha Muhammad Thaeb menghasilkan dua puluh tujuh tempat tarekat baru. Tempat tarekat baru juga terdapat di wilayah Aceh Utara. Bireuen. Sigli dan Banda Aceh. Tempat tarekat yang terakhir dibuka adalah di dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga oleh Mursyidul Am. Muhibuddin Waly anak kandung dari Muhammad Muda Waly dari panatai selatan Aceh. Dayah ini berbasis fiqh yang mempunyai pengaruh luas di pesisir utara Aceh karena perannya yang luas dalam penguatan religiusitas. Jumlah tempat tarekat yang meningkat di pesisir utara mengindikasikan adanya penerimaan masyarakat secara luas terhadap fenomena keagamaan tersebut yang menjadi alasan penting bagi kebangkitan religiusitas tarekat di pesisir utara Aceh. Jumlah Pembantu Tarekat Baru Pembantu tarekat yang baru dilantik disebut khalifah. Muhammad Thaeb sebagai salah seorang pimpinan tarekat banyak melantik khalifah baru di pesisir uatara Aceh. Para khalifah ini lebih aktif dalam mendampingi para partisipan tarekat dalam memahami materi dan praktik relogiusitas tarekat selama berlangsung di lokasi. Dukungan khalifah baru berkontribusi dalam memperluas wilayah penyebaran tarekat dan menjadi tanda Pelantikan khalifah tarekat yang dilakukan di sejumlah tempat di Aceh telah memasuki generasi ketiga. Mulai dari Muhammad Muda Waly sebagai perintis yang menyebakan melalui jalur lembaga pendidikan dayah (Muda Waly, 1. Para murid Muda Waly selanjudnya menyebarkan tarekat ke seluruh Aceh dan masih menggunakan dayah sebagai media penyebaran seperti yang dilakukan Muhammad Thaeb di pesisir uatara Aceh. Dan generasi ke tiga oleh para khalifah yang baru dilantik. Partisipasi Akademisi Akademisi mempunyai perspektif yang berbeda dalam memandang fenomena tarekat terutama setelah porsi penelitian sosial semakin meningkat yang mengharuskan mereka memberikan sikap ilmiah terhadap fenomena sosial-keagamaan tersebut. Akademisi memberikan kontribusi dalam menjelaskan paradigma, dasar hukum, relevansi tarekat terhadap psikis dan hungungannya terhadap kontek sosial-keagamaan di kalangan masyarakat Muslim. Para ilmuan kampus memandang netral suatu fenomena sosial-keagamaan dan dapat mereduksi pandangan yang tidak proporsional terhadap praktik religiusitas tersebut. Kontribusi para ilmuwan tersebut telah menghadirkan perspektif religiusitas tarekat di kalangan masyarakat hari ini yang pro maupun kontra. Akademisi yang tertarik kepada religiusitas tarekat dari kalangan internal Islam maupul eksternal Islam semakin Secara internal, mereka berpartisipasi dalam berbagai tarekat dan mendapat kepercayaan menduduki posisi tertentu. Secara eksternal, mereka yang non muslim Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Iskandar Keagamaan Takhta Sufi memberikan perhatian terhadap sejarah, praktik dan doktrin mistik Islam, bahkan tidak jarang memberikan apresiasi terhadap kontribusi Islam mistik bagi kemajuan masyarakat. Penulis menemukan keterlibatan para sarjana semakin meningkat jumlahnya termasuk guru besar yang menjadi pemimpin tareka. Alasan keterlibatan mereka karena religiusitas tarekat tersebut merupakan warisan keruhanian dari para nabi dan auliya. Religiusitas tarekat telah lama mendapatkan pengakuan luas di dunia Islam selama berabad-abad. Praktik religiusitas tarekat tersebut juga mempunyai daya pikat tersendiri untuk memperkuat religiusitas masyarakat dalam menghayati nilai-nilai Islam. Partisipasi penuh akademisi dalam religiusitas tarekat telah menambah variasi pengikut walisan para Sebelumnya, tarekat dipersepsikan oleh sebahagian masyarakat adalah kegiatan spiritual yang tidak seirama dengan spiritualitas Islam. Partisipasi akademisi dalam menjelaskan religiusitas tarekat dengan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat telah menjembatani persepsi masyarakat dengan fenomena social keagamaan tersebut. Penjelasan ini relevan karena kehadiran tarekat telah menimbulkan kontroversi yang lama di kalangan masyarakat Islam. Karena itu, kehadiran akademisi dalam tarekat, baik sebagai partisipan ataupun peneliti telah memberikan sentuhan ilmiah dalam memahami religiusitas tarekat dalam membangun keshalehan. Konsekwensi kehadiran akademisi dalam religiusitas tarekat telah mendorong mereka untuk menjelaskan fenomena tersebut menggunakan perspektif ilmiah dan semakin memperkuat religiusitas tarekat di pesisir utara Aceh. Publikasi Religiusitas Tarekat Menjelang abad ke-21 hingga hari ini, publikasi tarekat mulai merebak. Sejumlah buku, diskusi maupun seminar tentang tasawuf mulai beredar luas di masyarakat. Media juga mempublikasikan sejumlah tokoh akademis, tokoh masyarakat maupun politisi bergabung ke tarekat. Dalam skala yang lebih luas, sejumlah negara Arab maupun negara Barat terus memberikan ruang yang cukup bagi penerbitan dan publikasi buku keruhanian Islam. Atensi para penulis Muslim maupun Barat tentang tarekat Islam, nasional maupun internasional tampil di berbagai media cetak maupun elektronik mengemukakan pandangan dan temuan mereka tentang religiusitas tarekat dalam membentuk keshalehan. Jumlah buku tentang berbagai aspek mistik Islam di Indonesia semakin meningkat dan waktu ke waktu. Demikian juga kajian tentang mistik Islam tidak hanya dibahas di pasantren tetapi juga diperbincangkan di perguruan tinggi, buku, radio dan televisi. Demikian juga dengan penyelenggaraan zikir secara konvensional di sejumlah tempat secara terbuka yang diliput televisi. Perilaku masyarakat pesisir utara Aceh yang memperlakukan tarekat dan pemimpinnya secara terhormat telah mengkondisikan fenomena tersebut special. Sejumlah tanda tersebut mengindikasikan adanya kehadiran religiusitas tarekat sebagai fenomena sosial-keagamaan di pesisir utara Aceh. SIMPULAN Peran aspek aspek tarekat dalam memperkuat religiusitas di kalangan masyarakat Islam telah lama dijalankan. Religiusitas terekat di masa lampau terlihat dalam penolakan terhadap berbagai ideologi yang bertentangan dengan Islam guna mejaga keshalehan. Hari ini, religiusitas tarekat dari perspektif psikologi dapat mendukung dalam membangun kesadaran keshal Islamica (Journal Of Islamic Education Reserac. Vol. No. 2, 2. Iskandar Keagamaan Takhta Sufi REFERENSI Abbas. 40 masalah agama. Pustaka Tarbiyyah. Abdul Karim. -Q. Ar-Risalah Al-Qusyairiyah. Pustaka Amani. Alfian. Wajah Aceh dalam lintasan sejarah. Gadjah Mada University Press. Anwar. Ilmu tasawuf. Pustaka Setia. Atjeh. Aceh dan sejarah kebudayaan sastra dan kesenian. AlmaAoarif. Atjeh. Pengantar ilmu tarekat: Uraian tentang mistik. Tawi & Son. Azra. Jaringan ulama Timur Tengah dan kepulauan Nusantara abad XVII & XVi: Akar pembaharuan Islam Indonesia. Prenada Media. Badal. Teungku Chik di Simpang: Penyebar tasawuf akhlaqi di Aceh. Ar-Raniry Press. Baldick. Islam mistik: Mengantar Anda ke dunia tasawuf. Serambi Ilmu Semesta. Chishti. The book of Sufi healing. ThinkerAos Library Sdn. Bhd. Dossey. Healing words: The power of prayer and the practice of medicine. HarperSanFrancisco. Geoffroy. Introduction to Sufism: The inner path of Islam. World Wisdom. Glock. , & Stark. American piety: The nature of religious commitment. University of California Press. Gulevich. Understanding Islam and Muslim traditions: An introduction to the religious practices, celebrations, festivals, observances, beliefs, folklore, customs, and calendar system of the worldAos Muslim communities. Omnigraphics. Hadi. Seni dalam ritual agama. Pustaka. Hurgronje. Aceh: Rakyat dan adat istiadatnya. INIS. Ibrahim. Thariqah Alawiyyah: Napak tilas dan studi kritis atas sosok dan pemikiran Allamah Sayyid AoAbdullah Al-Haddad tokoh sufi abad ke-17. Mizan. Massignon. Islam dan tasawuf. Fajar Pustaka Baru. Mulyati. Tarekat-tarekat muktabarah di Indonesia. Prenada Media. Nasr. Signifikansi spiritual dalam kebangkitan dan perkembangan tarekat-tarekat Mizan. Nicholson. The mystics of Islam. Clats Ltd. Nicholson. Gagasan personalitas dalam sufisme. Pustaka Sufi.