Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 16-24 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 Analisis Hasil Tes Fisik Atlet Sepak Takraw PPLP Gorontalo Ratna Dewi1*. Nurkhoiroh2. Ashrafiany3 Universitas Muhammadiyah Gorontalo Universitas Negeri Gorontalo *Korespondensi: ratnadewi@umgo. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menggambarkan dan menganalisis kondisi fisik atlet sepak takraw PPLP Gorontalo secara objektif berdasarkan data hasil tes fisik. Adapun metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian adalah 12 atlet sepak takraw putra PPLP Gorontalo yang diperoleh dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penilaian menggunakan tes pengukuran kondisi fisik yaitu: . tes lari 20 meter, . tes agility shuttle run 8x3 meter, . tes vertical jump, . tes push up, . tes sit up, . tes sit and reach, serta . tes lari 300 meter dan VO2max bleep test. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa tes lari 20 meter ratarata waktu 3,39 detik . ata-rata skor 5,. kategori baik sekali, tes sit and reach rata-rata jangkauan 35,79 cm . ata-rata skor 4,. kategori baik sekali, tes agility shuttle run . ata-rata 12,90 detik. , tes vertical jump . ata-rata 52,58 cm. skor 2,. , dan tes VO2Max bleep test . ata-rata 53,27 skor 3,. kategori cukup. Temuan yang paling kritis ditemukan pada komponen kekuatan otot: tes push up . ata-rata 29,75 kali. skor 2,. dan tes sit up . ata-rata 33,33 kali. skor 1,. keduanya dalam kategori kurang yang mengindikasikan kelemahan signifikan pada kekuatan otot bagian atas tubuh dan otot inti . Atlet sepak takraw putra PPLP Gorontalo menunjukkan keunggulan pada komponen kecepatan dan fleksibilitas, sementara kelincahan, daya ledak tungkai, dan daya tahan kardiorespirasi berada pada kategori cukup. Kekuatan otot lengan dan kekuatan otot perut menjadi komponen paling kritis yang memerlukan perbaikan segera. Kata Kunci : Kondisi Fisik. Sepak Takraw. PPLP Analysis of the Physical Test Results for Sepak Takraw Athletes at the Gorontalo PPLP Abstract: This study aims to describe and analyse the physical condition of sepak takraw athletes at PPLP Gorontalo objectively based on physical test data. The research method used a quantitative descriptive design with a survey approach. The research sample was 12 male sepak takraw athletes at PPLP Gorontalo, obtained using a total sampling technique. The assessment instrument used a physical condition measurement test, namely: . 20-meter running test, . 8x3-meter agility shuttle run test, . vertical jump test, . push-up test, . sit-up test, . sit and reach test, and . 300-meter running test and VO2max bleep test. The results of the study obtained that the 20 meter running test average time was 3. 39 seconds . verage score 5. in the very good category, the sit and reach test average reach of 35. 79 cm . verage score 4. in the very good category, the shuttle run agility test . 90 seconds. , the vertical jump test . 58 cm. , and the VO2Max bleep test . 27 seconds. in the sufficient category. The most critical findings were found in the muscle strength component: the push-up test . 75 times. and the sit-up test . 33 times. were both in the less category, indicating significant weakness in the strength of the upper body muscles and core muscles. The men's sepak takraw athletes from the Gorontalo PPLP demonstrated excellence in speed and flexibility, while agility, leg explosiveness, and cardiorespiratory endurance were in the fair category. Arm and abdominal strength were the most critical components requiring immediate improvement. Keywords: Physical Conditioning. Sepak Takraw. PPLP https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 16-24 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 PENDAHULUAN Olahraga sepak takraw merupakan salah satu cabang olahraga tradisional Asia yang telah berkembang menjadi olahraga kompetitif bertaraf internasional. Sepak takraw menuntut penguasaan teknik tinggi yang dipadukan dengan kondisi fisik prima, mengingat karakteristik permainannya yang dinamis, eksplosif, dan membutuhkan koordinasi gerak yang kompleks. Atlet sepak takraw dituntut untuk memiliki kecepatan, kelincahan, kekuatan otot tungkai, daya tahan, keseimbangan, serta fleksibilitas yang baik agar dapat tampil optimal dalam setiap pertandingan (Darwis, 2. Kondisi fisik merupakan salah satu komponen penting yang tidak dapat dipisahkan dari proses pembinaan atlet berprestasi. Menurut Sajoto . , kondisi fisik adalah satu kesatuan utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan, baik peningkatan maupun pemeliharaannya. Artinya, setiap komponen fisik harus dikembangkan secara menyeluruh dan proporsional agar atlet dapat mencapai performa terbaiknya. Tanpa kondisi fisik yang memadai, penguasaan teknik dan taktik sebaik apapun tidak akan memberikan hasil yang maksimal dalam pertandingan. Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) merupakan program unggulan pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang bertujuan untuk menjaring dan membina atlet-atlet muda berbakat di seluruh Indonesia. PPLP dirancang sebagai wadah pembinaan jangka panjang yang sistematis dan terprogram, mencakup aspek fisik, teknik, taktik, dan mental atlet. Melalui program ini, diharapkan lahir bibit-bibit atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah maupun bangsa di tingkat nasional dan internasional. PPLP Gorontalo sebagai salah satu unit pembinaan atlet pelajar di Provinsi Gorontalo turut berperan aktif dalam melahirkan atlet-atlet sepak takraw yang kompetitif. Namun demikian, pencapaian prestasi yang optimal tidak dapat terwujud tanpa adanya pemantauan dan evaluasi kondisi fisik secara berkala. Evaluasi kondisi fisik melalui tes fisik terstandar menjadi instrumen penting bagi pelatih untuk mengetahui profil kemampuan fisik atlet, mengidentifikasi kelemahan yang perlu diperbaiki, serta merancang program latihan yang tepat sasaran dan terukur (Harre, 1. Tes fisik yang dilakukan secara sistematis dan terukur memberikan gambaran objektif mengenai tingkat kesiapan atlet dalam menghadapi kompetisi. Data hasil tes fisik yang valid dan reliabel menjadi dasar pengambilan keputusan pelatih dalam menentukan metode latihan, periodisasi, serta target peningkatan performa atlet. Tanpa adanya evaluasi yang terstruktur, pembinaan atlet cenderung berjalan tanpa arah yang jelas sehingga sulit untuk mencapai hasil yang optimal. Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini dianggap penting untuk dilakukan guna memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi fisik atlet sepak takraw PPLP Gorontalo tahun 2026. Hasil analisis ini diharapkan dapat menjadi rujukan ilmiah bagi pelatih, pembina, dan pemangku kebijakan olahraga di Provinsi Gorontalo dalam upaya peningkatan kualitas pembinaan atlet secara Untuk mempersiapkan masa sebelum pertandingan perlu disadari pentingnya aspek kondisi fisik atlet karena sepak takraw bukan hanya tentang keahlian teknis dalam mempraktikkan serangkaian gerakan dan teknik, tetapi juga melibatkan aspek kondisi fisik yang optimal. Bagi atlet sepak takraw Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP), mempersiapkan masa sebelum pertandingan adalah tahap krusial yang memerlukan fokus pada pengembangan kondisi fisik yang prima. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi mengapa aspek kondisi fisik sangat penting bagi atlet Sepak Takraw PPLP dalam mempersiapkan diri sebelum bertanding. Dengan memperhatikan dan mengembangkan aspek kondisi fisik secara holistik maka hal itu akan mendukung mereka agar siap secara fisik untuk menghadapi tantangan dalam pertandingan. Selain itu, pengembangan kondisi fisik yang optimal juga membantu meningkatkan performa atlet dan mengurangi risiko cedera selama pertandingan. Oleh karena itu, penting bagi atlet sepak takraw PPLP untuk memberikan perhatian yang cukup pada aspek kondisi fisik dalam persiapan mereka sebelum METODE Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis kondisi fisik atlet sepak takraw PPLP Gorontalo tahun 2026 secara objektif berdasarkan data hasil tes fisik. Metode deskriptif digunakan karena penelitian ini tidak memberikan perlakuan tertentu terhadap subjek, melainkan hanya mengukur dan mendeskripsikan kondisi yang ada https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 16-24 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 pada saat penelitian dilakukan (Sugiyono, 2. Desain penelitian yang digunakan adalah one shot case study, yakni pengukuran dilakukan satu kali pada seluruh subjek penelitian tanpa adanya kelompok pembanding. Penelitian ini dilaksanakan di lapangan sepak takraw PPLP Gorontalo dan fasilitas olahraga pendukung di lingkungan PPLP Provinsi Gorontalo. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet sepak takraw yang terdaftar dan aktif berlatih di PPLP Gorontalo. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Hal ini dilakukan mengingat jumlah atlet sepak takraw PPLP Gorontalo yang relatif terbatas sehingga seluruh atlet dapat diikutsertakan sebagai subjek Sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 orang atlet. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini telah terstandarisasi dan umum digunakan dalam pengukuran kondisi fisik atlet. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kondisi fisik atlet sepak takraw putra PPLP Gorontalo. Pengukuran yang dilakukan menggunakan 7 . komponen tes kondisi fisik, yaitu: lari 20 meter . , agility shuttle run 8x3 meter . , vertical jump . aya ledak tungka. , push up . ekuatan otot lenga. , sit up . ekuatan otot peru. , sit and reach . dan lari 300 meter serta VO2max bleep test . aya tahan kardiorespiras. Hasil pengukuran secara lengkap disajikan pada tabel berikut. Tabel 1. Rekapitulasi Rata-rata Hasil dan Skor Tes Kondisi Fisik Komponen Tes Kondisi Fisik Lari 20 Meter (Kecepata. Agility Shuttle Run 8x3 (Kelincaha. Vertical Jump (Daya Ledak Tungka. Push Up (Kekuatan Otot Lenga. Sit Up (Kekuatan Otot Peru. Sit & Reach (Fleksibilita. Lari 300M / VO2Max Bleep Test Rata-rata Hasil 3,39 dtk 12,90 dtk 52,58 cm 29,75 kali 33,33 kali 35,79 cm 53,27 dtk Rata-rata Skor 5,00 3,42 2,67 2,08 1,42 4,58 3,08 Kategori Baik Sekali Cukup Cukup Kurang Kurang Baik Sekali Cukup Berdasarkan hasil pengukuran yang telah dilakukan terhadap atlet sepak takraw putra PPLP Gorontalo, berikut diuraikan pembahasan dari setiap komponen tes kondisi fisik. Gatfan Adam Skor Rezka Adity Moh. Dani Wartabone Farel Saputra Dehula Rizal Djafar Sultan Imran Haikal Hasan Febrian Gobel Moh. Adrian Ayuba Muh. Fahrul Male Levianto Kuke Dirgawahyu Ismail Kecepatan Gambar 1. Hasil Tes Lari Sprint 20 Meter Hasil tes lari 20 meter menunjukkan bahwa rata-rata waktu tempuh atlet adalah 3. 39 detik, dengan waktu terbaik 3. 00 detik dan waktu terlemah 3. 73 detik. Berdasarkan norma penilaian, seluruh atlet . %) mendapatkan skor 5 yang berarti masuk dalam kategori baik sekali. Hasil ini https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 16-24 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 menunjukkan bahwa komponen kecepatan lari sprint atlet sepak takraw PPLP Gorontalo berada pada tingkat yang sangat memuaskan. Kecepatan merupakan komponen fisik yang sangat penting dalam sepak takraw, terutama dalam pergerakan mengejar bola, perpindahan posisi, serta dalam melakukan smash dan servis. Tingginya nilai kecepatan ini mengindikasikan bahwa program latihan yang diterapkan di PPLP Gorontalo telah berhasil mengembangkan komponen kecepatan atlet dengan baik. Febrian Gobel Sultan Imran Farel Saputra Dehula Gatfan Adam Moh. Adrian Ayuba Muh. Fahrul Male Haikal Hasan Rizal Djafar Rezka Adity Moh. Dani Wartabone Levianto Kuke Dirgawahyu Ismail Kelincahan Skor Gambar 2. Hasil Tes Agility Shuttle Run 8 x 3 Tes agility shuttle run 8x3 meter menghasilkan rata-rata waktu 12. 82 detik, dengan pencapaian 69 detik dan terlemah 14. 74 detik. Rata-rata skor yang diperoleh adalah 3. 50, yang menunjukkan kategori cukup. Sebagian besar atlet mendapat skor 3 hingga 4. Kelincahan merupakan kemampuan mengubah arah gerak tubuh secara cepat dan tepat tanpa kehilangan keseimbangan. Dalam permainan sepak takraw, kelincahan sangat dibutuhkan pada saat melakukan gerakan akrobatik, perpindahan posisi, dan bertahan dari serangan lawan. Hasil yang berada pada kategori cukup mengindikasikan bahwa latihan kelincahan perlu lebih diintensifkan, misalnya melalui penambahan variasi latihan agility ladder, cone drill, dan latihan spesifik pergerakan sepak takraw. Febrian Gobel Sultan Imran Farel Saputra Dehula Gatfan Adam Moh. Adrian Ayuba Muh. Fahrul Male Haikal Hasan Rizal Djafar Rezka Adity Moh. Dani Wartabone Levianto Kuke Dirgawahyu Ismail Daya Ledak Tungkai Skor Gambar 3. Hasil Tes Vertical Jump Hasil tes vertical jump menunjukkan rata-rata lompatan atlet sebesar 52. 75 cm, dengan nilai 00 cm dan terendah 45. 00 cm. Rata-rata skor komponen ini adalah 2. 67, yang termasuk dalam kategori cukup. Daya ledak tungkai . xplosive powe. merupakan salah satu komponen fisik paling krusial dalam sepak takraw, khususnya dalam melakukan smash, header, dan bicycle kick. Tinggi lompatan yang kurang optimal dapat berpengaruh terhadap kemampuan menyerang dan bertahan secara efektif. Hasil ini menjadi masukan penting bagi pelatih untuk meningkatkan program https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 16-24 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 latihan pliometrik seperti box jump, squat jump, dan depth jump guna meningkatkan daya ledak otot tungkai atlet. Gatfan Adam Moh. Adrian Ayuba Skor Moh. Dani Wartabone Rezka Adity Farel Saputra Dehula Rizal Djafar Sultan Imran Haikal Hasan Febrian Gobel Muh. Fahrul Male Levianto Kuke Dirgawahyu Ismail Kekuatan Otot Lengan Gambar 4. Hasil Tes Push Up Tes push up menunjukkan hasil rata-rata 29. 75 kali, dengan pencapaian tertinggi 71. 00 kali dan 00 kali. Rata-rata skor yang diperoleh adalah 2. 25, yang masuk dalam kategori kurang. Sebagian besar atlet mendapat skor 1 hingga 2. Hasil ini merupakan temuan yang perlu mendapat perhatian serius dari pelatih, mengingat kekuatan otot lengan berperan dalam teknik servis tangan, menjaga keseimbangan tubuh saat pendaratan setelah smash, serta menopang tubuh saat melakukan gerakan akrobatik. Rendahnya nilai push up kemungkinan disebabkan oleh kurangnya porsi latihan beban . eight trainin. yang terfokus pada otot lengan dan bahu. Program penguatan otot lengan secara terstruktur perlu segera diterapkan. Levianto Kuke Febrian Gobel Sultan Imran Farel Saputra Dehula Gatfan Adam Moh. Adrian Ayuba Muh. Fahrul Male Haikal Hasan Rizal Djafar Rezka Adity Moh. Dani Wartabone Dirgawahyu Ismail Kekuatan Otot Perut Skor Gambar 5. Hasil Tes Sit Up Rata-rata hasil tes sit up atlet adalah 33. 33 kali, dengan nilai tertinggi 43 kali dan terendah 26 Rata-rata skor yang dicapai adalah 1. 42, tergolong dalam kategori kurang. Kekuatan otot perut . ore strengt. merupakan fondasi dari hampir semua gerakan teknik dalam sepak takraw, termasuk smash bicycle kick, rotasi tubuh saat servis, dan menjaga stabilitas postur selama pertandingan. Lemahnya komponen ini berdampak pada kerentanan cedera punggung bawah serta menurunnya efisiensi transfer tenaga dari tungkai ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, diperlukan penambahan latihan core seperti plank, crunch bervariasi, dan latihan fungsional berbasis rotasi. https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 16-24 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 Gatfan Adam Skor Rezka Adity Moh. Dani Wartabone Farel Saputra Dehula Rizal Djafar Sultan Imran Haikal Hasan Febrian Gobel Moh. Adrian Ayuba Muh. Fahrul Male Levianto Kuke Dirgawahyu Ismail Fleksibilitas Gambar 6. Hasil Tes Sit & Reach Tes sit and reach menunjukkan rata-rata jangkauan 34. 04 cm, dengan jangkauan terbaik 40. Hampir seluruh atlet mendapatkan skor 5 . aik sekal. , dengan rata-rata skor 4. Satu atlet mendapatkan skor 0, kemungkinan disebabkan oleh kondisi fisik atau cedera pada saat pelaksanaan Fleksibilitas yang tinggi sangat mendukung kemampuan atlet dalam melakukan gerakan-gerakan teknis yang membutuhkan rentang gerak sendi yang luas, seperti sepakan tinggi, bicycle kick, dan gerakan akrobatik lainnya. Hasil yang sangat baik pada komponen ini menunjukkan bahwa rutinitas peregangan . yang dilakukan oleh atlet PPLP Gorontalo telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif yang signifikan. Levianto Kuke Febrian Gobel Sultan Imran Farel Saputra Dehula Gatfan Adam Moh. Adrian Ayuba Muh. Fahrul Male Haikal Hasan Rizal Djafar Rezka Adity mustapa Moh. Dani Wartabone Dirgawahyu Ismail Daya Tahan Kardiorespirasi Detik Skor Gambar 7. Hasil Tes Lari 300 Meter Hasil tes lari 300 meter menunjukkan rata-rata waktu 52. 85 detik, dengan waktu 35 detik dan terlambat 60. 09 detik. Rata-rata skor yang diperoleh adalah 3. masuk dalam kategori cukup. https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 16-24 48:00:00 43:12:00 38:24:00 33:36:00 28:48:00 24:00:00 19:12:00 14:24:00 9:36:00 4:48:00 0:00:00 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 Level Level Level Level Level Level Level Level Level Level Level Level 6 B 2 7 B 7 6B 9 9 B 3 4 B 9 5 B 4 4 B 9 6 B 5 6 B 5 8 B 9 7 B 3 7 B 9 Moh. Wartabone Dirgawahyu Levianto Ismail Febrian KukeSultan Gobel FarelImran Saputra Gatfan Moh. Dehula Adam Adrian Muh. Ayuba Fahrul Haikal Male Hasan Rizal Rezka Djafar AdityDani Gambar Hasil Pengukuran Vo2Max Bleep Test Hasil VO2max bleep test bervariasi, mulai dari Level 4 B 9 hingga Level 9 B 3, menggambarkan adanya variasi kapasitas aerobik yang cukup besar antar atlet. Daya tahan kardiorespirasi merupakan komponen penting untuk menjaga performa selama pertandingan sepak takraw yang berlangsung dalam beberapa set. Atlet dengan daya tahan yang baik mampu mempertahankan intensitas permainan hingga akhir pertandingan. Hasil yang masih berada di kategori cukup mengindikasikan perlunya penambahan latihan aerobik seperti fartlek, interval training, dan latihan sirkuit yang spesifik untuk sepak takraw. Komponen kecepatan yang diukur melalui tes lari 20 meter menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Seluruh atlet . %) memperoleh skor 5 dengan rata-rata waktu 3,39 detik, yang masuk dalam kategori baik sekali. Hal ini mencerminkan bahwa program latihan sprint di PPLP Gorontalo telah berjalan secara efektif. Komponen kelincahan yang diukur melalui tes agility shuttle run 8x3 meter memperoleh rata-rata waktu 12,90 detik dengan ratarata skor 3,42, masuk dalam kategori cukup. Komponen ini masih memerlukan peningkatan melalui variasi latihan kelincahan yang lebih intensif dan spesifik. Komponen daya ledak tungkai yang diukur melalui tes vertical jump memperoleh ratarata 52,58 cm dengan rata-rata skor 2,67, masuk dalam kategori Cukup. Peningkatan daya ledak perlu dilakukan mengingat pentingnya komponen ini dalam teknik smash dan gerakan akrobatik sepak takraw. Komponen kekuatan otot lengan yang diukur melalui tes push up memperoleh rata-rata 29,75 kali dengan rata-rata skor 2,08, masuk dalam kategori kurang. Komponen ini merupakan kelemahan yang paling menonjol dan memerlukan perhatian serius dari pelatih dalam penyusunan program latihan berikutnya. Komponen kekuatan otot perut yang diukur melalui tes sit up memperoleh rata-rata 33,33 kali dengan rata-rata skor 1,42, masuk dalam kategori Kurang. Bersama dengan kekuatan otot lengan, komponen ini menjadi prioritas utama yang harus ditingkatkan melalui latihan core strength yang terprogram. Komponen fleksibilitas yang diukur melalui tes sit & reach memperoleh rata-rata jangkauan 35,79 cm dengan rata-rata skor 4,58, masuk dalam kategori baik sekali. Hampir seluruh atlet menunjukkan fleksibilitas yang sangat baik, yang mendukung kemampuan melakukan gerakan teknis dengan rentang gerak yang optimal. Komponen daya tahan kardiorespirasi yang diukur melalui tes lari 300 meter dan VO2Max bleep test memperoleh rata-rata waktu 53,27 detik dengan rata-rata skor 3,08, masuk dalam kategori Cukup. Hasil VO2Max bleep test bervariasi antara Level 4 B 9 hingga Level 9 B 3, mengindikasikan masih terdapat kesenjangan kemampuan aerobik antar atlet yang perlu Secara keseluruhan, kondisi fisik atlet sepak takraw putra PPLP Gorontalo memiliki keunggulan pada komponen kecepatan dan fleksibilitas . ategori baik sekal. , sementara komponen kelincahan, daya ledak tungkai, dan daya tahan kardiorespirasi berada https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 16-24 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 pada kategori cukup, serta komponen kekuatan otot lengan dan kekuatan otot perut berada pada kategori kurang. Profil kondisi fisik ini menjadi gambaran yang komprehensif bagi pelatih dan manajemen PPLP Gorontalo dalam menyusun program latihan yang lebih terarah dan berbasis data ilmiah. SIMPULAN Secara keseluruhan, kondisi fisik atlet sepak takraw putra PPLP Gorontalo menunjukkan profil yang bervariasi antar komponen. Komponen kecepatan . ari 20 mete. dan fleksibilitas . it and reac. berada pada kategori baik sekali, yang mencerminkan keberhasilan program latihan dalam dua aspek Sementara itu, komponen kelincahan, daya ledak tungkai, dan daya tahan kardiorespirasi berada pada kategori cukup, dan komponen kekuatan otot lengan serta kekuatan otot perut berada pada kategori kurang. Berdasarkan temuan ini, beberapa rekomendasi yang dapat diberikan kepada pelatih dan manajemen PPLP Gorontalo antara lain: . Meningkatkan porsi latihan kekuatan otot . ush up, sit up dan latihan beba. secara terprogram dan terstruktur. Menambahkan variasi latihan pliometrik untuk meningkatkan daya ledak tungkai. Mengintegrasikan latihan agility dan daya tahan yang lebih spesifik terhadap pola gerak sepak takraw. Melakukan evaluasi kondisi fisik secara berkala . inimal 3 bulan sekal. untuk memantau perkembangan atlet dan efektivitas program latihan. DAFTAR PUSTAKA