Dinamika Masyarakat Melayu Rantau Kuantan Dalam Merespon Kegiatan Keagamaan Muhammadiyah: Pendekatan Psikologi Sosial Hervrizal STAI Diniyah Pekanbaru Email: hervrizal@diniyah. Abstrak Masyarakat Melayu Rantau Kuantan adalah komunitas Melayu yang bertempat tinggal di wilayah sepanjang sungai kuantan di kabupaten Kuantan Singingi. Negeri ini tempo dulu dikenal dengan sebutan AuRantau Nan Kurang Oso Duo PuluoAy, artinya negeri tempat perantauan yang mempunyai sembilan belas koto . atau dua puluh kurang satu koto. Mereka menganut agama Islam, meskipun sebelumnya dipengaruhi oleh dinamisme dan Muhammadiyah sebagai organisasi massa Islam telah memasuki daerah ini pada 9 September 1933 dengan melakukan kegiatan pendidikan, sosial dan keagamaan. Berbagai dinamika terjadi pada masyarakat Melayu Rantau Kuantan dalam merespon kegiatan keagamaan Muhammadiyah. Kajian ini ingin melihat sejauh mana respon masyarakat Melayu Rantau Kuantan, khususnya yang berkaitan dengan tingkah laku dan keikutsertaan mereka dalam kegiatan pendidikan, sosial dan keagamaan Muhammadiyah. Kajian ini adalah kajian tinjauan yang menggunakanpendekatan kuantitatif dan dianalisis dengan teori psikologi sosial. Oleh itu dalam kajian ini akan dibincangkan kaedah kajian, lokasi kajian, pemilihan sampel, tatacara pengumpulan data, populasi, instrumen kajian dan analisis data. Manfaat kajian adalah pertama. kajian ini dapat memberikan informasi tentang kegiatan pendidikan, sosial dan keagamaan Muhammadiyah di kalangan masyarakat Melayu Rantau Kuatan. Kedua. kajian ini akan menerangkan berbagai bentuk respon dari kalangan masyarakat Melayu Rantau Kuantan terhadap kegiatan pendidikan, sosial dan keagamaan Muhammadiyah. Ketiga. kajian ini akan menerangkan faktor-faktor yang menimbulkan respon masyarakat Melayu terhadap kegiatan pendidikan, sosial dan keagamaan Muhammadiyah. Kata Kunci: Dinamika, kegiatan keagamaan, respon, psikologi sosial Pendahuluan Dinamika dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan dengan gerak . ari tenaga yang menggerakkan. Sebagai contoh Audinamika kelompokAy artinya gerak atau kekuatan yang dimiliki sekumpulan orang dalam masyarakat yang dapat menimbulkan perubahan dalam tata hidup masyarakat yang bersangkutan. Oleh itu dinamika masyarakat Melayu Rantau Kuantan diartikan sebagai sebuah gerak, tenaga dan semangat yang dimiliki oleh Masyarakat Melayu Kuantan dalam merubah tata kehidupan sosial dan Vol. No. Juni 2021 110 | Hervrizal 1 Dalam hal ini Muhammadiyah mempunyai kontribusi aktif dalam kegiatan sosial keagamaan untuk mewujudkan cita-cita dan keinginan tersebut yaitu masyarakat yang maju, dinamis dan aktif dalam sendi-sendi kehidupan mereka. Kajian membicarakan tentang sejauh mana dinamika Masyarakat Melayu Rantau Kuantan dalam merespon kegiatan keagamaan Muhammadiyah 3akan menggunakan pendekatan psikologi sosial. Respon masyarakat tentunya dapat dilihat dan diukur dengan pendekatan psikologi, karena respon erat hubungannya dengan perasaan, mental, kejiwaan seseorang yang merupakan skop kajian psikologi. Psikologi Sosial: Sebuah pendekatan analisis Respon berasal dari bahasa Inggeris AuresponseAy, yang memiliki tiga pengertian: 1. Reaction to an event, occurrence, or situation, aimed at its containment or control. Any behavior that results from a stimulus. Point by point answer by a defendant . to a plaintiff'sallegations or complaint. Merujuk yang ditulis dalam Kamus Dewan Edisi Empat4, respon memiliki erti: sambutan, reaksi . erak bala. atau jawapan . Dari pengertian respon diatas, untuk mengetahui bagaimana respon seseorang terhadap perilaku atau keadan seseorang, barang, organisasi dan sebagainya maka perlu dilihat atau dikaji lebih dahulu bagaimana pula sikap seseorang terhadap objek-objek Kedua-duanya iaitu respon dan sikap adalah keadaan kejiwaan dan perasaan dari seseorang seseorang dan memiliki hubungan yang amat rapat. Respon seseorang misalnya terhadap sesuatu dapat diketahui setelah melihat sikapnya terhadap sesuatu itu. Contoh. Aqil merespon baik kebiasaan melaksankan sholat sunnah Dhuha sebelum memulai pekerjaan pada pagi hari. Hal ini dapat dilihat dari sikap Aqil yang menjadikan kebiasaan menunaikan Orang Melayu yang terbatas pada asal usul puak, dilengkapi dengan katogeri agama (Isla. serta kategori adat, resam dan bahasa. Pengertian ini biasa dipakai pada daerah yang berpenduduk tradisional Melayu, seperti Deli dan Langkat di Sumatera Utara. Riau. Jambi. Palembang dan Betawi. Dengan demikian Melayu Rantau Kuantan masuk dalam kategori Melayu Riau yang dilengkapi dengan sifat keislamannya, adat, resam dan bahasa yang memiliki kesamaan. Lihat Hamidy. UU. Masyarakat Adat Kuantan Singingi. Pekanbaru: UIR Presr, hlm 5-6 https://kbbi. id/dinamika. Diunggah pada 07/08/2021 8. 48 WIB Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terawal dan berpengaruh di Indonesia juga telahmenyebar luas ke pelbagai daerah di Indonesia, tidak terkecuali ke daerah Rantau Kuantan. Muhammadiyah ditubuhkan di Rantau Kuantan pada tanggal 9 September 1933. Berdirinya Muhammadiyah ke wilayah Rantau Kuantan . ekarang kabupaten Kuantan Singing. melalui Sumatera Barat pada tanggal 9 September 1933 dimulai dari kecamatan Kuantan Mudik. Lihat Ali Munir H. Sani (E. Sinar Sang Surya di Bumi Lancang Kuning: Sejarah dan Pembaharuan Muhammadiyah Riau (Riau: Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau padahalaman Kamus Dewan. Kuala Lumpur. Dewan Bahasa dan Pustaka. Kementerian Pendidikan Malaysia. Jurnal Dakwatul Islam Dinamika Masyarakat Melayu Rantau Kuantan Dalam Merespon Kegiatan Keagamaan Muhammadiyah: Pendekatan Psikologi Sosial | 111 sholat sunnah Dhuha sebelum memulai pekerjaan di pagi hari sebagai amalannya tiap-tiap Sikap merupakan salah satu unsur yang penting dalam kejiwaan seseorang. Secara ringkasnya sikap adalah satu penilaian umum, yakni dalam bentuk positif atau negatif terhadap sesuatu. Sementara itu, sesuatu sikap itu semestinya mengarah sesuatu sasaran atau objek sikap. Benda bersifat fisikal atau material, dan hasil ciptaan manusia, atau peristiwa sosial boleh merupakan objek sikap. Sebagai contoh, anda, kereta, parti politik, bunga, fahaman politik dan agama, peperangan. Tuhan dan apa sahaja boleh menjadi sasaran 5Sikap mempunyai komponen-komponen tertentu yang boleh membedakannya dengan konsep-konsep psikologi yang lain itu. Tiga komponen utama sikap ialah kognitif, afektif dan psikomotor . ingkah lak. Komponen kognitif melibatkan penilaian pada sesuatu objek pengetahuan dan kepercayaan. Komponen afektif juga dikenal sebagai komponen perasaan yang menerangkan tentang perasaan seseorang terhadap sesuatu objek sasaran sikap, iaitu sama ada suka atau pun tidak suka terhadap objek tersebut. Komponen psikomotor merujuk kepada kecenderungan untuk bertingkah laku atau bertindak akibat daripada penganutan sesuatu sikap. Ia merupakan kecenderungan untuk bergerak balas terhadap objek sikap dalam cara tertentu. Ketiga komponen ini bekerja secara kompleks dan merupakan bahagian yang menentukan sikap seseorang terhadap sesuatu objek. Komponen kognitif akan menjawab apa yang dipikirkan tentang objek, komponen afektif berkaitan dengan apa yang dirasakan terhadap objek . enang atau tidak senan. , sedangkan komponen psikomotor berhubungan dengan kesediaan dan kesiapan untuk bertindak terhadap objek. Oleh itu, sikap yang ditampilkan seseorang merupakan hasil dari komponen berpikir . , merasa . dan kecenderungan untuk bertingkah laku . sebagai reaksi terhadap suatu objek. Menurut Gordon Allport bahwa psikologi sosial merupakan satu bidang ilmu yang mencoba memahami dan menjelaskan bagaimana fikiran, perasaan dan tingkah laku seseorang individu dipengaruhi kehadiran individu-individu lain, baik kehadiran itu secara benar . ndividu-individu tersebut hadir bersam. , dikhayalkan, diingati, atau hanya 7Psikologi sosial merupakan salah satu cabang ilmu psikologi. Psikologi umumnya didefiniskan sebagai sains yang mengkaji proses mental dan tingkah laku manusia. Psikologi sosial pula, sebagaimana yang dijelaskan di atas dapat didefinisikan secara ringkas MaAorof Redzuan, 2001. Psikologi Sosial. Serdang: Penerbit Universiti Putra Malaysia, hlm. Saifuddin Azwar, 1995. Sikap Manusia (Teori dan Pengukuranny. Yogyakarta: Pustaka Pelajar edisi ke-2, hlm. MaAorof Redzuan, hlm. Vol. No,2. Juni 2021 112 | Hervrizal sebagai sains yang mengkaji pengaruh persekitaran terhadap proses mental dan tingkah laku. Dengan demikian terdapat tiga konsep asas yang perlu diperincikan: sains, proses mental dan tingkah laku. Analisis Psikologi Sosial Menurut David O. Sears para ahli psikologi sosial dalam menganalisis perilaku manusia dengan menggunakan beberapa pendekatan iaitu pendekatan belajar, insentif, kognitif dan biologis. Pengaruh faktor biologis terhadap perilaku manusia ditekankanoleh McDougall. Freud. Lorenz dan sebagainya. Mengalisis perilaku manusia dengan pendekatan biologis perlu melihat hakikat bahwa manusia dilahirkan dengan berbagai karakteristik biologis yang membedakannya dengan hewan dan sesamanya. Tidak dapat dinafikan bahwa sampai tahap tertentu karakteristik ini berperan dalam menentukan perilaku manusia. Manusia juga berkembang secara perlahan, semakin lama semakin mampu mandiri. Sedangkan pendekatan belajar memiliki pokok pemikiran bahawa perilaku ditentukan oleh apa yang dipelajari sebelumnya. Dalam situasi tertentu, seseorang mempelajari perilaku tertentu sebagai kebiasaan, dan bila menghadapi situasi itu kembali, orang tersebut akan cenderung berperilaku sesuai dengan kebiasaan itu. Contoh, bila seseorang menghulurkan tangan, maka kita akan menjabatnya, kerana itulah yang telah kita pelajari untuk menanggapi uluran tangan itu. Adapun pendekatan insentif adalah yang memandang perilaku sebagai sesuatu yang ditentukan oleh insentif yang tersedia bagi bermacam-macam tindakan. Orang bertindak berdasarkan keuntungan dan kerugian yang mereka peroleh dari setiap perilaku. Analisis benar-benar hal-hal mengurangikemungkinan munculnya perilaku tertentu, dan berdasarkan hal itu meramalkan bagaimana seseorang akan berperilaku. Pokok pikiran utama pendekatan kognitif dalam psikologi sosial adalah perilaku seseorang tergantung pada caranya mengamati situasi sosial. Pendekatan kognitif memandang perilaku sebagai sesuatu yang terutama ditentukan oleh persepsi seseorang terhadap situasi Orang mengelompokkan dan mengkategorisasikan objek, memusatkan perhatian pada David O. Sears. Al. Psikologi sosial. erjemahan Michael Adryant. Jakarta: Penerbit Airlangga, hlm. Ibid, hlm. Ibid, hlm. Jurnal Dakwatul Islam Dinamika Masyarakat Melayu Rantau Kuantan Dalam Merespon Kegiatan Keagamaan Muhammadiyah: Pendekatan Psikologi Sosial | 113 aspek-aspek situasi yang menonjol menyolok, dan pada umumnya berusaha membentuk pemahaman yang saling berkaitan mengenai hal itu. Teori kognitif dalam psikologi sosial moden mengemukan satu set andaian mengenai jenis-jenis pemerhatian yang seharusnya dilakukan pada tingkah laku manusia. Ciri asas teori ini ialah tentang penekanannya pada proses kognitif . erkaitan dengan pemikiran, iaitu proses cara mana manusia mendapatkan maklumat dan memahami tentang alam ini. Mengikut pandangan teori ini, dalam menganalisis tingkah laku individu, kita perlulah terlebih dahulu memahami tentang cara bagaimana individu memperoleh pengalaman-pengalaman, dan bagaimana pengalaman-pengalaman tersebut disusun, diproses dan ditafsir. Mengikut teori ini juga, sebahagian daripada unsur-unsur persekitaran budaya dan masyarakat juga mempengaruhi tingkah laku sekiranya unsur-unsur tersebut memberi kesan pada pengalaman kognitif individu, sama ada secara langsung . alam kesadaran serta mert. atau secara tidaklangsung . i luar julat kesadaran, sebagai set jangkaan, bela diri dan Respon Masyarakat Melayu Rantau Kuantan Terhadap Kegiatan Keagamaan Muhammadiyah Kajian dijalankan secara tinjauan dengan menggunakan kuesionersebagai instrumen kajian. Kebanyakan penyelidik akan merujuk kepada kaedah kuantitatif dalam mencari paras signifikan walaupun di peringkat yang paling kecil. Ini menunjukkan keberkesanan dan keupayaan kaedah kuantitatif dalam menganalisis data yang Ia juga dapat menerangkan keadaan atau perkaitan antara instrumen. Penggunaan kuesionermerupakan alat pengumpulan data yang ban yak diguna pakai dalam kalangan penyelidik. Kuesionerberupaya mengumpul data secara terperinci, tersusun, piawai, mudah ditadbir, menghematkan tenaga, masa, pikiran dan uang Lokasi kajian ini diambil dari kawasan kota dan luar kota di 12 kecamatan iaitu Kuantan Mudik. Kuantan Tengah. Kuantan Hilir. Kuantan Hilir Seberang. Cerenti. Benai. Gunung Toar. Pangean. Inuman dan Hulu Kuantan. Logas Tanah Darat dan Sentajo Raya. Pemilihan lokasi ini berdasarkan keperluan untuk mengambil responden dari kalangan masyarakat Melayu yang merata di Rantau Kuantan ini Ibid, hlm. MaAorof Redzuan, 2001. Psikologi Sosial. Serdang: Penerbit Universiti Putra Malaysia, hlm. Ibid Vol. No,2. Juni 2021 114 | Hervrizal Pensampelan adalah satu proses pemilihan sebilangan individu dalam sesuatu kajian agar ianya mewakili kumpulan dimana ia dipilih. jika sampel yang dipilih representatif, maka dapatan kajian yang diperolehi dari sampel ini bolehdigeneralisasikan kepada populasi Sampel kajian terdiri daripada seramai 470 responden yang diambil secara acak . daripada kalangan masyarakat Melayu Rantau Kuantan Riau Indonesia. Kuesioner merupakan salah satu cara yang berkesan bagi mendapatkan informasi daripadaresponden. Responden boleh bertindak balas terhadap rangsangan soalan yang piawai dengan lebih berkesan. Kajian ini menggunakan satu set kuesionerterdiri daripada skala tingkah laku Masyarakat Melayu Rantau Kuantan terhadap kegiatan keagamaan Muhammadiyah . Skala Tingkah Laku Terhadap Kegiatan Keagamaan Muhammadiyah Tahap Muhammadiyah diukur dengan menggunakan lima mata jawaban iaitu jawaban Aotidak pernahAo,Aosangat jarangAo. AojarangAo. AosederhanaAo dan AokerapAo. Untuk jawaban Aotidak pernahAodiberi nilai 1, jawapan Aosangat jarangAo diberi nilai 2, jawaban AojarangAo diberi nilai 3, jawapan AosederhanaAo diberi nila 4 dan jawapan AokerapAo diberi nilai 5. Skala ini memiliki 10 Bagi mengetahui bagaimana tingkah laku responden terhadap aktiviti agama gerakan Muhammadiyah, 10 bentuk pertanyaan telah dibina. Pernyataan tersebut berkaitan dengan perkara-perkara berikut: Keikutsertaan dalam acara AuPengajian AgamaAy yang diadakan Muhammadiyah. Kehadiran dalam acara AuTabligh AkbarAy yang diadakan Muhammadiyah pada peringatan hari besar Islam (Isra Mikraj. Tahun Baru Hijrah. Nuzulul QurAoan. Maulid Nabi Muhammad SAW). Keikut sertaan dalam menghidupkan kegiatan ibadah di masjid Muhammadiyah. Kehadiran dalam acara Au Safari RamadhanAy yang diadakan Muhammadiyah. Keikut sertaan dalam acara AuPengajian AgamaAy setiap JumAoat petang. Kehadiran dalam acara AuPengajian AgamaAy setiap Ahad pagi. Pelaksanaan acara AuSembahyang Hari RayaAy bersama warga Muhammadiyah. Ikhlas berinfak dan bersedekah karena Allah untuk membeli tanah demi membangun sekolah Muhammadiyah. Keterlibatan memerangi kegiatan Takhayyul. BidAoah dan Churafat (TBC) bersama Muhammadiyah. Jurnal Dakwatul Islam Dinamika Masyarakat Melayu Rantau Kuantan Dalam Merespon Kegiatan Keagamaan Muhammadiyah: Pendekatan Psikologi Sosial | 115 Menyekolahkan anak di salah satu sekolah Muhammadiyah. Tabel Tingkah laku Responden Terhadap kegiatan keagamaan Muhammadiyah (N = . Pernyataan Saya mengikuti acara AuPengajian AgamaAy yang 182 diadakan Muhammadiyah. Saya menghadiri acara AuTabligh AkbarAy yang diadakan Muhammadiyah pada peringatan hari besar Islam (Isra Mikraj. Tahun Baru Hijrah. Nuzulul QurAoan. Maulid Nabi Muhammad SAW). Saya ikut serta dalam Muhammadiyah, bagi saya hal itu tidak ada bedanya dengan masjid Saya menghadiri acara Au Safari RamadhanAy yang 165 diadakan Muhammadiyah. Saya ikut serta dalam acara AuPengajian AgamaAy setiap 225 JumAoat petang. Saya menghadiri acara AuPengajian AgamaAy setiap 310 Ahad pagi. Saya melaksanakan acara AuSembahyang Hari RayaAy Muhammadiyah bersama warga Muhammadiyah. Saya bersedekah karena Allah untuk membeli tanah demi 230 Muhammadiyah. Saya terlibat dalam aktivitas Muhammadiyah Takhayyul. BidAoah dan Churafat (TBC). Saya menyekolahkan anak saya di salah satu sekolah 309 Muhammadiyah. Min 9 153 32. 6 128 27. 2 114 24. 3 127 27. 0 113 24. 3 103 21. Jumlah Min Keseluruhan = 12. Hasil kajian menunjukkan dengan jelas variasi jawaban reponden berkenaan dengan tingkah laku mereka apabila ditanyakan mengenai bagaimana tingkahlaku mereka terhadap kegiatan keagamaan Muhammadiyah, apakah mereka sering mengikutinya, jarang Vol. No,2. Juni 2021 116 | Hervrizal mengikutinya atau sama sekali tidak pernah mengikuti aktiviti agama yang diadakan oleh gerakan Muhammadiyah tersebut. Berkenaan dengan pernyataan apakah responden sering, jarang atau tidak pernah mengikuti acara AuPengajian AgamaAy yang diadakan Muhammadiyah, ditemukan jawaban responden yang sering mengikuti acara tersebut seramai 84 orang . 8 %), jarang mengikutinya seramai 204 orang . 5 %) dan yang tidak pernah mengikuti acara tersebut seramai 182 orang . 7 %). Tahap penyertaan responden dalam acara pengajian agama ini iaitu sekadar 17. 8 % yang mengikuti dan 43. 5 % jarang mengikuti berbanding yang tidak pernah sama sekali hadir acara pengajian agama ini 38. 7 % adalah kurang menggembirakan. Tingkahlaku masyarakat diatas dapat dilihat dengan pendekatan sistem personaliti dari sudut analisis psikologi sosial. Keengganan responden berinteraksi dengan masyarakat dalam acara pengajian agama lebih ditentukan oleh keinginan memenuhi keperluan-keperluan dalam individu seperti perasaan malas, suka berdiam diri di rumah, perasaan rendah diri kalau diketahui tidak banyak mengetahui ilmu agama bagi yang merasa bodoh, sikap merasa lebih tahu hal agama bagi yang merasa cerdik, merendahkan kemampuan pihak lain bagi yang Jawaban responden ketika diberikan soalan bagaimana tahap penyertaan mereka terhadap acara AuTabligh AkbarAy yang diadakan Muhammadiyah pada peringatan hari besar Islam (Isra Mikraj. Tahun Baru Hijrah. Nuzulul QurAoan. Maulid Nabi Muhammad SAW), ditemukan seramai 214 orang . 6 %) yang sering mengikuti acara ini, seramai 242 orang . 5 %) responden yang jarang mengikutinya dan seramai 155 orang . 0 %) yang tidak pernah mengikutinya. Jumlah 45. 6 % responden yang sering mengikuti dan 51. 5 % yang jarang mengikuti acara tabligh akbar menandakan sambutan yang bagus masyarakat terhadap acara ini. Adapun seramai 138 orang . 3 %) responden sering mengikuti, seramai 180 orang . 3 %) jarang mengikuti dan seramai 153 orang responden . 3 %) yang tidak pernah mengikuti acara menghidupkan . aktiviti ibadah di masjid Muhammadiyah. Ketika ditanyakan tahap keikutsertaan responden dalam acara Au Safari RamadhanAy yang diadakan Muhammadiyah, ditemukan seramai 123 orang . 2 %) sering mengikutinya, seramai 182 orang . 7 %) jarang mengikutinya dan seramai 165 orang responden . 1 %) yang tidak pernah mengikutinya. Ketika ditanyakan tahap keikutsertaan responden dalam acara AuPengajian AgamaAy setiap JumAoat petang, ditemukan seramai 70 orang . 9 %) sering mengikutinya, seramai Jurnal Dakwatul Islam Dinamika Masyarakat Melayu Rantau Kuantan Dalam Merespon Kegiatan Keagamaan Muhammadiyah: Pendekatan Psikologi Sosial | 117 175 orang . 2 %) jarang mengikutinya dan seramai 225 orang responden . 9 %) yang tidak pernah mengikutinya. Ketika ditanyakan tahap keikutsertaan responden dalam acara AuPengajian AgamaAy setiap Ahad pagi, ditemukan seramai 41 orang . 7 %) yang sering mengikutinya, seramai 119 orang . 3 %) yang jarang mengikutinya dan seramai 310 orang responden . 0 %) yang tidak pernah mengikuti acara tersebut. Ketika ditanyakan tahap keikutsertaan responden dalam acara AuSembahyang Hari RayaAy yang diadakan oleh Muhammadiyah bersama warga Muhammadiyah, ditemukan seramai 104 orang . 3 %) yang sering mengikutinya, seramai 119 orang . 3 %) yang jarang mengikutinya dan seramai 237 orang responden . 4 %) yang tidak pernah mengikuti acara ini. Ketika ditanyakan tahap keikutsertaan responden dalam berinfak dan bersedekah karena Allah untuk membeli tanah demi membangun sekolah Muhammadiyah, ditemukan seramai 112 orang . 8 %) yang sering melakukannya, seramai 128 orang . 2 %) yang jarang melakukannya dan seramai 230 orang responden . 9 %) yang tidak pernah melakukan hal tersebut. Ketika ditanyakaan tahap keterlibatan responden dalam memerangi kegiatan Takhayyul. BidAoah dan Churafat (TBC) bersama Muhammadiyah, ditemukan seramai 85 orang . 0 %) yang sering terlibat, seramai 128 orang . 2 %) yang jarang terlibat dan seramai 257 orang . 7 %) yang tidak pernah terlibat dalam kegiatan ini. Pada ketika ditanyakan kepada responden bagaimanakah tahap kekerapan mereka menyekolahkan anak di salah satu sekolah Muhammadiyah, ditemukan seramai 96 orang . 4 %) yang sering menyekolahkan anak di sekolah Muhammadiyah, manakala seramai 65 orang . 8 %) yang jarang menyekolahkan anak mereka di sekolah Muhammadiyah dan yang tidak pernah menyekolahkan anak mereka di sekolah Muhammadiyah adalah seramai 309 orang . 7 %) . Dalam hasil kajian ini memperlihatkan bahawa tingkah laku responden terhadap aktiviti agama gerakan Muhammadiyah dengan nilai min yang paling tinggi adalah pernyataan AuSaya ikut serta dalam menghidupkan aktiviti ibadah di masjid Muhammadiyah, karena bagi saya hal itu tidak ada bedanya dengan masjid lainnyaAy dengan Min=2. 58 dan pernyataan AuSaya menghadiri acara Au Safari RamadhanAy yang diadakan MuhammadiyahAy dengan Min=2. Manakala pernyataan AuSaya menghadiri acara AuPengajian AgamaAy setiap Ahad pagiAy, dengan nilai Min=1. 70 dan pernyataan AuSaya menyekolahkan anak saya di salah Vol. No,2. Juni 2021 118 | Hervrizal satu sekolah MuhammadiyahAy dengan Min=1. sebagai dua pernyataan yang rendah nilai Min-nya. Tingkah laku masyarakat yang berada pada tahap yang tinggi terahadap aktiviti agama gerakan Muhammadiyah iaitu dengan keikutsertaan masyarakat dalam menghidupkan aktiviti ibadah di masjid Muhammadiyah, dikeranakan keadaan masyarakat Melayu yang terbuka, yang memiliki wawasan ilmu pengetahuan agama sehingga dapat menerima perbedaan hal-hal furuAoiyyah . dalam hal hokum- hukum dalam agama. Walaupun mereka bukan warga Muhammadiyah, mereka tetap melaksanakan ibadah di dalam masjid yang dimiliki dan ditadbir oleh Muhammadiyah. Perkara furuAoiyyah seperti tidak membaca AubasmalahAy secara jahar ketika membaca surah al-Fatihah dalam sholat yang jahar, tidak wirid secara bersama-sama dengan jahar selepas sholat fardhu, tidak membaca doAoa qunut pada sholat subuh dalam masjid Muhammadiyah tidak membuat mereka kemudian tidak beribadah di dalam masjid tersebut. Walaupun pada hakekatnya mereka mereka telah lama mengamalkan amalan-amalan diatas yang tidak diamalkan di dalam masjid Muhammdiyah, mereka tetap bertoleransi dan menghargai perbedaan tersebut, kerana bukan merupakan prinsip pokok dalam hukum agama, tetapi adalah perkara khilafiyah yang masing-masing memiliki hujjah alasan yang kukuh. Tidak saling menyalahkan dan membidAoahkan, namun tetap harmoni di dalam perbezaan. Hal yang sama juga berlaku pada pihak Muhammadiyah. Di antara alasan pendirian masjid Muhammadiyah adalah untuk menghindari konflik sesama umat Islam disebabkan terlalu fanatik terhadap satu perkara ibadah yang masih dalam kawasan khilafiyah. Perkara ini terjadi di dalam satu masjid yang tidak dibenarkan dan tidak diterima oleh sesetengah jamaAoah untuk beribadah dengan cara yang lain yang berbeda dengan salah satu mazhab fiqih. Dengan alasan itulah Muhammdiyah mendirikan masjid kerana tidak mahu dikatakan akan memecah belah umat Islam, namun pada masa yang sama membenarkan orang di luar Muhammadiyah untuk beribadah di dalam masjid Muhamamdiyah. Safari Ramadhan merupakan suatu aktiviti agama Muhammadiyah iaitu suatu acara mengunjungi suatu kampung pada bulan suci Ramadhan dengan membawa beberapa orang peserta berasal daripada jajaran pimpinan dan warga Muhammadiyah yang bertujuan untuk menyebarkan syiAoar Islam, memperkenalkan gerakan Muhammadiyah beserta kegiatankegiatannya, mengeratkan hubungan silaturrahim antara warga Muhammadiyah dengan warga setempat dan memberikan ceramah agama kepada mereka. Safari Ramadhan ini mendapat sambutan yang menggalakkan di kalangan masyarakat Melayu mengikut hasil kajian yang diperolehi daripada jawapan responden yang mewakili para masyarakat. Hal ini Jurnal Dakwatul Islam Dinamika Masyarakat Melayu Rantau Kuantan Dalam Merespon Kegiatan Keagamaan Muhammadiyah: Pendekatan Psikologi Sosial | 119 boleh berlaku menurut pengamatan penulis kerana masyarakat merasa diuntungkan dan mendapat manfaAoat yang banyak dari kegiatan ini. Selain daripada mengukuhkan lagi hubungan silaturrahim kekeluargaan di antara masyarakat dengan warga Muhammadiyah, safari Ramadhan juga menambahkan ilmu pengetahuan agama mereka dengan kehadiran para daAoi-daAoi Muhammdiyah di tengah-tengah mereka. Penyertaan yang rendah yang digambarakan dari tingkahlaku masyarakat yang berkenaan dengan penyertaan yang rendah dalam kegiatan ceramah agama pada pengajian Ahad pagi yang diadakan oleh Muhammadiyah, menurut pengamatan penulis disebabkan rendahnya pengetahuan masyarakat yang majoritinya daripada penduduk luar kota tentang kegiataan ini iaitu tidak mengetahui waktu pelaksanaanya dan di manakah dilaksanakan kegiatan ini, tidak diketahui apabila pengajian Ahad pagi ini seringkali dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan, tidak diketahui pula bahawa pengajian Ahad pagi ini diadakan kebanyakannya di wilayah perkotan. Sedikitnya pengetahuan tentang pengajian Ahad pagi ini, kemudian melahirkan sikap yang pasif dan non responsif. Pada akhirnya juga berpengaruh pada rendahnya keikutsertaan masyarakat terhadap kegiatan pengajian Ahad pagi ini, di samping juga disebabkan halangan menempuh jarak yang cukup jauh untuk menghadiri kegiatan ini dari luar kota menuju ke kota. Tingkahlaku masyarakat yang ditemukan daripada jawaban responden dalam kajian ini menunjukkan tahap yang rendah dalam memasukkan anak mereka ke sekolah Muhammadiyah, hal ini menurut pengamatan penulis kerana masyarakat luar kota belum berani keluar dari kurungan . lingkungannya, belum berani berhijrah dalam memilih sekolah di kota, sebab alasan perbedaan afiliasi organisasi massa Islam iaitu dari kalangan persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) yang enggan memasukkan anak mereka ke sekolah Muhammadiyah, masih mempercayai mutu dan prestasi sekolah-sekolah yang telah lebih awal berdiri di tempat mereka. Hal ini berbeda dengan masayarakat di kota yang lebih terbuka dengan hal-hal baru termasuk sistem pendidikan. Keinginan untuk mencoba memberanikan masyarakat kotamemasukkan anak mereka ke sekolah Muhammadiyah. Juga faktor kualitas guru dan sarana yang juga diperhatikan oleh mereka. Namun begitu, tidak dinafikan juga bahawa kewujudan sekolah Muhammadiyah yang lebih banyak di kota berbanding di luar kota juga menyumbang kepada tidak banyaknya masyarakat memasukkan anak mereka ke sekolah Muhammadiyah. Halangan lain adalah biaya sekolah yang tidak murah, juga menjadi faktor penyumbang atas sedikitnya masyarakat yang memasukkan anak mereka ke sekolah Muhammadiyah Vol. No,2. Juni 2021 120 | Hervrizal Kesimpulan Tingkahlaku responden terhadap kegiatan keagamaan Muhamamdiyah secara rata-rata didapati tidak begitu baik, kerana keikutsertan responden dalam kegiatan dakwah Muhammadiyah adalah rendah, seperti dalam acara pengajian ahad pagi, pengajian jumAoat petang, sholat hari raya. Demikian pula dalam aspek pendidikan juga sangat sedikit responden yang memasukkan anaknya belajar di sekolah Muhammadiyah. Meskipun tidak dinafikan ramai pula responden yang ikut serta menghidupkan aktiviti ibadah di masjid Muhammadiiyah dan menghadiri acara safari ramadhan, tabligh akbar, pengajian agama Muhammadiyah. Daftar Pustaka Ali Munir H. Sani (E. Sinar Sang Surya di Bumi Lancang Kuning: Sejarah dan Pembaharuan Muhammadiyah Riau (Riau: Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau David O. Sears. Al. Psikologi sosial. erjemahan Michael Adryant. Jakarta: Penerbit Airlangga. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka