Analisa Usability Desain Aplikasi Controlling Calories untuk Mendapatkan Berat Badan Ideal Fernando Trisno SwandiO1 . Restyandito2 , and Kristian Adi Nugraha3 1-3 Universitas Kristen Duta Wacana Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo 5-25. Kota Yogyakarta trisno@ti. dito@ti. adinugraha@ti. Abstrak Memiliki berat badan yang ideal merupakan keinginan dan dambaan bagi setiap orang. Berat badan yang ideal adalah bentuk tubuh yang diinginkan oleh setiap kalangan baik wanita maupun pria dan baik pada usia tua maupun muda. Pola makan yang tidak sehat dan konsumsi makanan yang sulit dicerna akan membuat tubuh menjadi kelebihan berat badan, karena adanya penumpukan kalori yang berlebihan. Kelebihan berat badan . tidak boleh diabaikan, karena dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Perancangan desain aplikasi pengontrol kalori dapat membantu user mengetahui jumlah kalori yang dibutuhkan bagi tubuh. Metode user centered design digunakan sebagai acuan dalam membuat antarmuka aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan user, sehingga pengguna dapat berinteraksi dengan cepat dan mudah untuk menggunakan antarmuka aplikasi ini. Pada penelitian ini dilakukan pengujian usability dengan memperhatikan 3 aspek yaitu efektivitas, efisiensi, dan tingkat kepuasan sesuai standar ISO-9241-11, yang menghasilkan nilai efektivitas 97,65% , efisiensi 68%, dan tingkat kepuasan 86,57%. Setelah didapatkan nilai dari 3 aspek tersebut, dilakukan penyederhanaan menggunakan metode single usability metric, yang menghasilkan nilai 84,07%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tujuan dari aplikasi yang diuji telah terpenuhi. Kata Kunci usability, user centered design, single usability metric Digital Object Identifier 10. 36802/jnanaloka. v4-no1-19-26 Pendahuluan Memiliki berat badan yang ideal merupakan keinginan dan dambaan bagi setiap orang. Berat badan yang ideal adalah bentuk tubuh yang diinginkan oleh setiap kalangan baik wanita maupun pria dan baik pada usia tua maupun muda. Apalagi untuk kalangan remaja, karena berat badan yang ideal akan membuat penampilan kita lebih menarik, sehingga berbagai cara dilakukan agar mendapatkan berat badan yang ideal sesuai keinginan. Pola makan yang tidak sehat dan konsumsi makanan yang sulit dicerna akan membuat tubuh menjadi kelebihan berat badan, karena adanya penumpukan kalori yang berlebihan. Oleh karena itu, perlunya melakukan pembatasan makanan berdasarkan jumlah kalori dan melakukan olahraga yang cukup, agar tubuh tetap memiliki berat badan ideal. Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat obesitas yang mengkhawatirkan. Setiap tahun, penderita obesitas di Indonesia mengalami kenaikan. Riset Kesehatan Daerah (Riskesd. pada tahun 2007 menyatakan bahwa tingkat obesitas di Indonesia mencapai 10,5%. Pada tahun 2012 penderita obesitas di Indonesia justru mengalami kenaikan hingga mencapai O Corresponding author. A Swandi. , dkk. licensed under Creative Commons License CC-BY Jurnal Open Access Yayasan Lentera Dua Indonesia Analisa Usability Desain Aplikasi Controlling Calories 14,8%. Kenaikan obesitas terus meningkat hingga tahun 2018 dan sudah menyentuh 21,8% . Kelebihan berat badan . tidak boleh diabaikan, karena dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Berbagai penyakit yang bisa timbul akibat dari obesitas, seperti gangguan pencernaan, osteoarthritis, diabetes, sakit jantung, stroke, sleep apnea, gangguan alat reproduksi, kanker, hipertensi, dislipidemia, dan gagal ginjal . Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan sebelumnya, terdapat beberapa solusi yang dapat digunakan untuk membantu seseorang untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Terdapat beberapa solusi pada penelitian terkait kesehatan sebelumnya dengan melibatkan teknologi, yaitu dengan membangun sebuah aplikasi berbasis mobile . Perangkat mobile merupakan salah satu jenis gawai yang dimiliki oleh hampir semua orang, sehingga proses implementasi dan penggunaannya dapat dilakukan dengan mudah . Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh Guerra dkk . yaitu membangun sebuah aplikasi berbasis mobile untuk membantu monitoring kegiatan olah raga. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Sengupta dkk . dengan membangun sebuah aplikasi berbasis mobile untuk pencegahan penyakit jantung koroner di kalangan wanita. Penelitian lain serupa juga dilakukan oleh Sari, dkk . dengan membangun sebuah aplikasi monitoring kalori untuk mencegah penyakit diabetes Dari ketiga penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi berbasis mobile dapat digunakan untuk membantu menjaga kesehatan seseorang. Berdasarkan penelitian-penelitian lain sebelumnya, maka pada penelitian ini dibangun sebuah aplikasi untuk monitoring kalori dalam rangka mengontrol berata badan ideal. Aplikasi diharapkan dapat membantu user mengetahui jumlah kalori yang dibutuhkan bagi User dapat mengontrol kalori pada tubuh sehingga menghasilkan tubuh yang ideal. Aplikasi pengontrol kalori merupakan pemantauan terhadap jumlah kalori masuk yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh kita. Desain aplikasi yang nyaman dapat membuat user lebih bersemangat dalam melakukan program untuk mendapatkan tubuh yang ideal. Dengan demikian, metode yang akan digunakan untuk merancang sebuah desain yang berfokus pada kebutuhan dari user adalah user centered design. Metode user centered design dapat digunakan sebagai acuan dalam membuat antarmuka aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan user, sehingga pengguna dapat berinteraksi dengan cepat dan mudah untuk menggunakan antarmuka aplikasi ini . Selanjutnya, dilakukan juga metode usability testing untuk melakukan pengujian dari antarmuka dari aplikasi pengontrol kalori, dengan tujuan untuk mengetahui apakah desain yang dirancang memiliki kendala atau tidak menurut user . Pengguna aplikasi diharapkan dapat menggunakan aplikasi dengan mudah dan tidak mengalami kesulitan maka Rahman dan Fukuda . melakukan pengembangan antarmuka dengan berfokus pada subjeknya. Perkembangan antarmuka bagi pengguna kemudian dilakukan dengan rekomendasi perbaikan dari hasil evaluasi usability testing. Hasil dari antarmuka yang dikembangkan dapat dilihat dari perbedaan tingkat kesuksesan dan kecepatan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Dari hasil pengujian, dapat dilihat bahwa perancangan antarmuka dengan berfokus pada subjeknya dapat memiliki tingkat efisiensi yang lebih baik Berdasarkan uraian di atas, perlu dilakukan penelitian pada antarmuka aplikasi pengontrol kalori berbasis android yang menyediakan informasi tentang berbagai kalori yang masuk ke dalam tubuh user. Antarmuka ini dibuat dengan menggunakan metode user centered design sebagai acuannya dan menggunakan metode usability testing untuk menguji antarmuka aplikasi dari sisi efektivitas, efisiensi, kepuasan user dalam menjalankan aplikasi ini. Swandi. , dkk. Metodologi Penelitian ini dilaksanakan memiliki 6 tahap, diantaranya studi literatur, analisa kebutuhan, perancangan, implementasi , pengujian dan saran kesimpulan. Kegiatan studi literatur yang dilakukan melihat studi terhadap diet kalori dengan membaca dari berbagai jurnal dan buku untuk mengetahui lebih banyak terkait diet kalori dan hubungan antara pembatasan kalori agar dapat mengontrol berat badan. Materi dan teori terkait usability sebuah aplikasi, metode sampling dan metode testing dipergunakan dalam penelitian ini. Analisa kebutuhan pada aplikasi dilakukan dengan wawancara terhadap 7 orang yang terdiri dari 2 orang peserta program diet dan 5 orang mahasiswa. Hasil wawancara dilakukan untuk menggambarkan pola perilaku terkait kebutuhan fitur yang dirancang. Pada tahap perancangan aplikasi, diawali dengan membuat pemodelan aplikasi. Pemodelan tersebut didapatkan melalui hasil analisa kebutuhan, yang nantinya dibuat menjadi use case diagram, use case scenario, mockup dan prototype. Firebase authentication untuk menyimpan email dan password user, dan firebase firestore untuk menyimpan data kalori user. Pada saat tahap studi literatur yang dilakukan sebelumnya ditemukan beberapa requirements/kebutuhan pada aplikasi yang dirancang. Kebutuhan itu kemudian dibuat menjadi beberapa fitur yang sesuai dengan kebutuhan dari pengguna dan digunakan untuk mendesain wireframe dan UI Design. Berikut merupakan fitur yang akan digunakan yaitu sign in, sign up, hitung kebutuhan kalori, catat makanan, laporan kalori, update kebutuhan kalori dan logout/keluar. Penelitian menggunakan metode pengujian usability testing untuk mengukur usability dari aplikasi. Metode pengukuran didasarkan pada ISO 9241-11 dan dilakukan pengukuran terhadap 3 hal yaitu effectiveness, efficiency, dan satisfaction . sebagai hasil akhir yang Usability testing merupakan sebuah metode yang digunakan untuk dapat melihat tingkat kemudahan sebuah website dan aplikasi dalam penggunaanya. Metode ini dapat dilakukan dari beberapa sisi, yaitu pada saat prototype telah selesai dan pada saat sistem selesai dibangun . Dalam penelitian terhadap pengujian usability testing terhadap sebuah e-commerce yang dilakukan Saputri dkk . , dapat dilihat bahwa penelitian menggunakan metode user centered design merupakan sebuah jawaban dari permasalahan user-friendly. Penelitian menemukan sebuah laporan bahwa sebesar 39% responden yang melakukan pembelian mengalami kegagalan karena navigasi yang dianggap sulit. Kemudian penelitian tersebut menggunakan metode user centered design untuk membangun sebuah sistem. Sistem yang dibangun akhirnya memperoleh hasil usability testing dengan rata-rata sebesar 86,8% dan dengan tingkat keberhasilan melebihi 80% maka sistem yang sudah dibangun termasuk dalam sistem yang user-friendly. Pada pengukuran efektivitas dilakukan dengan cara melihat sukses atau gagal dalam melakukan tugas yang diberikan kepada responden. Pengukuran ini disebut sebagai pengukuran completion rate. Pengukuran efektivitas ini disimbolkan dengan biner angka 1 . dan 0 . untuk mengukur tingkat keberhasilan suatu tugas, atau disebut binary success . Responden yang dapat menyelesaikan tugas yang diberikan maka diberikan angka 1 . dan responden yang gagal dalam menyelesaikan tugas maka diberikan angka 0 . Untuk menghitung efektivitas, digunakan persamaan 1. ef ektivitas = jumlah tugas yang berhasil hingga selesai X100% jumlah keseluruhan tugas . Pada pengukuran efisiensi dilakukan dengan cara melakukan perhitungan pada waktu yang diperlukan pengguna dalam menyelesaikan task / tugas yang diberikan. Perhitungan efisiensi ini menggunakan rata rata dari waktu pengerjaan, dengan menggunakan satuan Analisa Usability Desain Aplikasi Controlling Calories Waktu yang dihitung dimulai pada saat responden memulai task scenario, dan berhenti Ketika responden menyelesaikan task scenario yang diberikan. Peneliti menggunakan rumus normalized untuk mengubah nilai time on task yang awalnya detik menjadi persentase. Sehingga dapat diketahui tingkat efisiensi pada setiap task yang dilakukan dengan x normalized = xi Oe xmax xmax Oe xmin Dengan xnormalized merupakan hasil perhitungan normalisasi variable x, xi adalah angka yang akan dinormalisasi, xmax waktu maksimal yang dibutuhkan dan xmin waktu minimal yang dibutuhkan. Pada pengukuran satisfaction / tingkat kepuasan responden dalam menggunakan aplikasi yang dibuat. Pengukuran yang dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada responden yang telah mengikuti proses testing. Melalui kuesioner tersebut, penulis dapat melakukan pengukuran terkait tingkat kepuasan responden pada aplikasi yang sedang Metode System Usability Scale (SUS) . untuk mendapatkan tingkat kepuasan dari responden digunakan dalam penelitian ini. SUS merupakan skala nilai sistem sederhana yang digunakan untuk mendapatkan penilaian subjektif terhadap aplikasi yang akan dievaluasi. Pengukuran yang dilakukan secara kuantitatif yang dilakukan dengan sedikit usaha. Penilaian hanya ada sepuluh item dari skala likert 1 . angat tidak setuj. sampai 5 . angat setuj. Dari 10 pertanyaan tersebut dibagi menjadi 2 bagian , yaitu 5 pertanyaan negatif dan 5 pertanyaan positif. Metode Single Usability Metrics (SUM) merupakan penyederhanaan aspek usability dari International Standardization Organization (ISO). Metode ini dapat memiliki 3 atau 4 metrik, yaitu error , completion rate, time to task , dan satisfaction. Deskripsi minimal terkait effectiveness, efficiency, dan satisfaction jika menggunakan 3 metrik dapat dilakukan dengan mengumpulkan nilai completion rate, time to task , dan satisfaction . Cara yang dilakukan untuk menggabungkan metrik tersebut adalah dengan mengubah semua nilai menjadi persentase. Nilai rata rata persentase dari 3 atau 4 metrik yang digunakan nantinya di jumlah dan dibagi sesuai jumlah metrik yang digunakan. Setiap skor SUM di bawah 50% relatif buruk dan di atas 50% relatif baik . Hasil dan pembahasan Sebelum masuk ke tahap testing, dilakukan implementasi desain ke aplikasi android. Beberapa hasil implementasi desain pada aplikasi controlling calories yang di telah dilakukan dapat dilihat pada gambar1. Kegiatan testing yang dilakukan, diikuti oleh 27 responden, yang memiliki kriteria umur antara 20-30 tahun, tidak aktif menggunakan aplikasi diet, dan menggunakan ponsel android. Pengujian pada perancangan desain aplikasi controlling calories dilakukan untuk mengukur nilai efektivitas, efisiensi, dan tingkat kepuasan pengguna pada antarmuka aplikasi. Dalam melakukan pengujian usability, disiapkan 11 task scenario yang berisikan tugas yang harus diselesaikan responden. Setelah pengguna selesai melakukan seluruh task scenario, maka pengguna diberikan kuesioner SUS untuk mendapatkan penilaian kualitatif. Pada pengujian efektivitas yang dilakukan memiliki nilai terendah yang terletak pada task 3 dengan memperoleh persentase 88,90%. Dari pengamatan yang dilakukan , task 3 memperoleh nilai terendah karena pengguna merasa kebingungan pada button search yang terdapat pada halaman makanan/minuman. Pengguna bingung ketika button search bisa Swandi. , dkk. Gambar 1 Implementasi Desain Aplikasi Controlling Calories. berfungsi ketika dilakukan klik pada icon search dan tidak bisa berfungsi ketika di klik pada filled search. Pengguna dianggap gagal ketika waktu menyelesaikan task melebihi waktu Dari keseluruhan task yang dilakukan pengguna, rata-rata tingkat keberhasilan yang diperoleh adalah 97,65. Hasil ini menunjukan bahwa aplikasi yang sedang diteliti sudah efektif karena nilai rata rata menunjukan lebih dari 78%. Pengukuran efisiensi dapat dihitung dengan menggunakan waktu yang dihabiskan pengguna untuk menyelesaikan satu task. Waktu yang dihitung dimulai ketika responden memulai task, hingga responden selesai melakukan task yang diberikan. Perhitungan yang dilakukan menggunakan data waktu yang telah dikumpulkan, dari perhitungan tersebut dapat diketahui task mana yang memerlukan jumlah waktu paling lama dikerjakan berdasarkan rata-rata pengerjaan seluruh responden pada tiap task. Tabel 1 merupakan hasil dari keberhasilan task, waktu minimum dan maksimum pengerjaan, dan waktu rata-rata. Hasil pengukuran efisiensi kemudian dilakukan normalisasi, yang bertujuan untuk mengubah nilai time to task yang awalnya detik menjadi persentase. Sehingga dapat diketahui tingkat efisiensi dari perhitungan rumus normalisasi mendapatkan total rata-rata dari sebelas . task yang diberikan adalah 68%. Tabel 1 Hasil analisa. Task jml berhasil waktu max waktu min rata-rata 22,56 16,68 26,28 12,15 16,07 32,07 17,71 25,41 7,74 3,54 4,98 30,63 12,45 15,90 5,43 1,46 2,09 3,87 1,07 1,82 8,69 2,91 4,91 13,11 6,21 7,73 T10 4,08 1,58 2,46 T11 23,76 11,96 17,62 Pengukuran tingkat kepuasan dapat dihitung dengan menggunakan hasil kuesioner yang Analisa Usability Desain Aplikasi Controlling Calories telah diisi oleh pengguna setelah melakukan testing pada aplikasi yang sedang diuji. Cara untuk mendapatkan nilai persentase pada setiap responden dengan menggunakan rumus nilai skor SUS. Nilai total yang didapatkan berasal dari rumus (Q1 Oe . Oe Q. (Q3 Oe . Oe Q. (Q5 Oe . Oe Q. (Q7 Oe . Oe Q. (Q9 Oe . Oe Q. kemudian dikalikan dengan 2,5 sehingga menghasilkan nilai tingkat kepuasan. Berdasarkan hasil kuesioner yang diberikan kepada 27 responden, memperoleh nilai rata-rata lebih dari 70%, yaitu 86,57 seperti Tabel 2. Sehingga aplikasi ini sudah dapat diterima, karena sudah melebihi 70% sehingga masuk ke dalam kategori acceptable . Tabel 2 Hasil pengujian system usability scale. Q5 Q6 rata-rata Q10 nilai(%) 85,57 Pengukuran SUM dapat dihitung dari nilai rata-rata perhitungan efektivitas, efisiensi dan tingkat kepuasan. Pada penelitian ini menghasilkan rata-rata efektivitas sebesar 97,65% , kemudian efisiensi sebesar 68 dan yang terakhir tingkat kepuasan sebesar 86,57. Ketiga nilai yang sudah diperoleh kemudian dijumlahkan dan dihitung rata ratanya. Sehingga didapatkan nilai SUM sebesar 84,07%, yang berarti aplikasi ini sudah relatif baik karena nilai melebihi 50%. PUSTAKA Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, analisa dan perancangan desain aplikasi controlling calories disimpulkan bahwa antarmuka yang dibangun telah memenuhi tingkat usability yang baik. Hal ini dapat dilihat dari pengujian sumatif . ummative tes. yang telah Hasil pengujian efektivitas memperoleh hasil rata-rata sebesar 97,65%. Pada pengujian selanjutnya yaitu efisiensi, memperoleh total rata-rata dari 11 task yang diuji adalah 68%. Pada pengujian lainnya yaitu satisfaction atau tingkat kepuasan pengguna, berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan oleh 27 responden, didapatkan bahwa seluruh nilai dari perhitungan SUS memperoleh nilai lebih dari 70% dan total rata rata yang diperoleh sebesar 86,57. Pada ketiga metrik yang diteliti dilakukan penyederhanaan menggunakan metode SUM. Berdasarkan perhitungan yang telah diolah didapatkan nilai SUM melebihi 50% dan nilai SUM yang diperoleh adalah 84,07%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa aplikasi yang diuji telah memiliki usability yang Selain pengguna merasa mudah dalam menggunakan aplikasi ini, pengguna juga mengatakan akan menggunakan aplikasi ini lagi untuk mengontrol berat badan pengguna agar memperoleh berat badan ideal. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya aplikasi ini dapat mempermudah pengguna dalam melakukan controlling calories, sebagai upaya untuk mendapatkan berat badan ideal. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat beberapa kekurangan dalam antarmuka aplikasi controlling calories. Perlu dibuat searchview pada halaman makanan dan minuman agar dapat di klik pada textbox, bukan hanya pada icon. Dan pada saat keyboard muncul, bisa dibuatkan scroll pada halaman, sehingga tidak perlu menutup keyboard terlebih Pustaka 1 C. Indonesia. AuKasus obesitas di indonesia kian mengkhawatirkan,Ay 2021. [Onlin. Available: https://w. com/gaya-hidup/20210304152134-255-613752/ kasus-obesitas-di-indonesia-kian-mengkhawatirkan 2 B. Permana. AuBahaya obesitas bagi kesehatan, tingkatkan risiko mengalami penyakit kronis,Ay 2021. [Onlin. Available: https://w. com/artikel/ bahaya-obesitas-bagi-kesehatan-tingkatkan-risiko-mengalami-penyakit-kronis 3 J. Restyandito and K. Nugraha. AuPerancangan ikon pada aplikasi kesehatan untuk lansia berbasis mobile,Ay Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK), 6, no. 6, 2019. 4 K. Nugraha and D. Sebastian. AuMobile social media interface design for elderly in indonesia,Ay in HCI International 2020AeLate Breaking Posters: 22nd International Conference. HCII 2020. Copenhagen. Denmark. July 19Ae24, 2020. Proceedings. Part II Springer, 2020, pp. 79Ae85. 5 F. Monteiro-Guerra. Rivera-Romero. Fernandez-Luque, and B. Caulfield. AuPersonalization in real-time physical activity coaching using mobile applications: a scoping review,Ay Ie journal of biomedical and health informatics, vol. 24, no. 6, pp. 1738Ae1751, 6 A. Sengupta. Dutta. Beckie, and S. Chellappan. AuDesigning a health coachaugmented mhealth system for the secondary prevention of coronary heart disease among women,Ay Ie Transactions on Engineering Management, vol. 69, no. 6, pp. 3085Ae3100. PUSTAKA