AL-HIKMAH : Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam Jurnal AL-HIKMAH Vol 7. No 1, . p-ISSN 2685-4139 e-ISSN 2656-4327 PROBLEMATIKA PENDIDIK DALAM PENYAMPAIAN MATERI TERHADAP PEMAHAMAN SISWA DIRUANG LINGKUP SKI Siti Norhasanah Institut Agama Islam Negri Palangkaraya Email : sitinorhasanah1857@gmail. Abstrak: Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di madrasah merupakan salah satu mata pelajaran yang penting daan harus dipelajari secara runtun dan terperinci, sementara materi ini termasuk yang selalu menjadi persoalan dalam pembelajaran yang disebabkan oleh karena ketidak siapan internal maupun eksternal dalam dunia pendidikan mengenai penyelesaian permasalahan yang ada dalam proses pembelajaran, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa penting adaptasi terhadap teknologi serta pengembangan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. Metode deskrptif digunakan untuk menjelaskan bagaimana gambaran keadaan dalam proses pembelajaran berdasarkan hasil data yang didapatkan melalui wawancara singkat (Sharing pengalama. agar pembahasan dalam wawancara bisa menemukan hasil data yang diharapkan dan tidak terlalu formal untuk menghindari ketidaknyamanan dari hasil penelitian ini menunjukab bahwa Problematika dalam pembelajaran baik berupa kondisi, sarana dan prasarana, media, lingkungan dan lainnya perlu dipertimbangkan untuk pemecahan masalahnya ataupun jalan tengah dari hal tersebut. Sebagai seorang pendidik yang profesional tentunya pendidik dituntut agar bisa menyesuaikan diri dengan ide kreatif, kemampuan dan kelebihan yang dimiliki untuk menyelesaikan permasalahan. Kata Kunci : Problematika Pendidik. Pemahaman Siswa. Ruang lingkup SKI Abstract: Learning the History of Islamic Culture in madrasas is one of the most important subjects and must be studied in a sustainable and detailed manner. while this material is one of the problems in learning caused by internal and external unpreparedness in the educational world regarding the resolution of problems in the learning process. Therefore, this research aims to find out how important adaptation to technology as well as the development of creativity and innovation in learning is. Descriptive methods are used to explain how to describe the state of the learning process based on the results of data obtained through a short interview (Experience Sharin. so that the discussion in the interview can find expected and not too formal data results to avoid inconvenience from the source. The results of this study show that learning problems in the form of conditions, facilities and infrastructure, media, environment and others need to be considered for the solution of the problem or the middle way of doing so. As a professional educator, of course, educators are required to adapt to the creative ideas, abilities, and advantages they have to solve problems. Key Word : Educators ' Problems. Student Understanding. SKI Scope Pendahuluan Peristiwa yang terjadi pada masa lampau merupakansuatu hal yang harus diingat sebagai wujud apresiasi dan penghormatan terhadap peristiwa tersebut. Dalam dunia pendidikan tentunya hal ini menjadi salah satu AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Siti Nurhasanah aspek yang dikenalkan agar peserta didik menjadikan teladan dari pembelajaran mengenai peristiwa yang terjadi dimasa Pendidikan merupakan salah satu jalan untuk mempelajari sejarah yang mana tidak sedikit kejadian yang terjadi dimasa lampau hampir sama dengan kejadian yang ada pada masa kini. 1 Pembelajaran Sejarah mencakup banyak hal yang berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di masa lampau, seperti sejarah mengenai berdirinya suatu negara. Sejarah mengenai peradaban, serta Sejarah mengenai kebudayaan. Pada penerapan kurikulum 2013, pendidikan sejarah sedang dalam tuntutan melakukan pembaharuan dalam pembelajarannya didunia pendidikan. Adapun yang dimaksudkan untuk dilakukan pembaharuan yaitu berkaitan dengan bahan ajar, media belajar, cara belajar, metode, pendekatan, strategi, efisiensi waktu, hingga asesmen dalam pembelajaran sejarah. Seiring berjalannya waktu pendidikan tidak menjadi monoton dan sudah banyak khazanah ilmu pengetahuan yang sudah berkembang pembelajaran sejarah dengan sumber serta informasi yang tentunya relevan pada materi pembelajaran agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan membuka pemikiran. Setiap proses tentunya tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan dan berjalan baik-baik saja. Problematika yang ada bukan pula menjadi suatu yang 1 DI MADRASAH TSANAWIYAH. Problematika Pembelajaran SKI Di Madrasah Tsanawiyah YAPI Pakem. Jurnal Penelitian Keislaman, . , 76-86. 2 ZED. Mestika. Tentang konsep berfikir Lensa Budaya: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Budaya, 2018, 13. memutuskan agar pembelajaran tidak dilanjutkan dalam pendidikan. Sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi tentunya setiap orang punya gambaran dan cara tersendiri dalam memecahkan sebuah masalah yang akan terjadi, sedang terjadi, bahkan yang sudah terjadi sebagai evaluasi untuk keberlangsungan pendidikan yang baik Manusia sebagai makhluk yang istimewa dengan akal serta hati untuk berpikir menentukan jalan hidupnya. Manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan antara manusia satu dan manusia lainnya. Memcahkan masalah kecil mungkin bisa dilakukan oleh setiap individu. Namun, masalah yang menyangkut lebih banyak orang tentunya tidak hanya membutuhkan satu pemikiran saja dalam menentukan arah dari pemecahan sebuah masalah sehingga manusia juga membutuhkan orang lain dalam bersama-sama memecahkan sebuah masalah yang sedang Dalam dunia pendidikan tentunya tidak terhindar dari permasalahan, akan tetapi dalam pemecahan dan penyelesaian sebuah masalah yang terjadi tentunya berkaitan dengan orang-orang yang berada dalam lingkup pendidikan. 3 Maka dari pernyataan inilah seorang pendidik harus bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi sebagai wujud evaluasi kinerja yang sudah dilakukan dengan maksimal. Metodologi Penelitian Metode yang digunakan adalah metode deskriptif berdasarkan fenomenologi yang terjadi dilapangan. Dalam metode dekriptif ini menggambarkan bagaimana subjek dan objek penelitian berdasarkan fakta mengenai keadaan yang terjadi. Penumpulan data melalui wawancara dengan sharing pengalaman, opini, serta pesan dan kesan selama pendidik atau calon guru yang sudah 3 BAB. Naluri manusia untuk selalu hidup dengan orang lain disebut. Sosiologi Umum, 2015, 115. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 PROBLEMATIKA PENDIDIK DALAM PENYAMPAIAN MATERI TERHADAP PEMAHAMAN SISWA DIRUANG LINGKUP SKI mengikuti kegiatan belajar mengajar dan pendidik yang sedang dalam masa mengajar. Pembahasan Pemahaman pada suatu materi dalam proses pembelajaran tidak hanya diukur dari kemudahan siswa dalam menghafal atau mengingat kalimat dalam materi yang Pendidik sebagai penyalur ilmu pengetahuan tentunya yang akan membawa siswa pada ketercapaian tujuan pembelajaran. Adapun cara-cara mengukur pemahaman pertama,Menafsirkan : dalam penafsiran ini siswa diminta untuk menceritakan ulang dengan bahasa yang dia pahami, jawaban Kedua. Memberikan contoh : siswa diminta memberikan contoh mengenai materi yang dipelajari dengan contoh yang ada disekitarnya atau apa yang ia pahami dari materi yang telah dipelajari. Ketiga. Mengklasifikasikan : dalam hal ini siswa diminta untuk memilih suatu halatau peristiwa yang dicontohkan termasuk dalam kategori apa dan ciri seperti apa yang menyebabkan hal tersebut dapat dikategorikan Keempat. Meringkas : dalam hal ini siswa diminta meringkas pembahasan yang telah disampaikan dalambentuk paragraf singkat ataupun poin-poin penting. Kelima. Menarik Inferensi : dalam hal ini untuk mengukur pemhaman siswa untuk memahami hal yang menjadi sebuah ciri khas yang hanya dimiliki kategori tertentu. Keenam. Membandingkan : dalam hal ini siswa diminta agar dapat menyebutkan perbedaan dan persamaan suatu fenomena sebagaimana pemhaman mereka. Yang terakhir. Menjelaskan : siswa diberikan soalsoal penalaran, penyelesaian masalah, desain ulang dan prediksi untuk menentukan menjelaskan mengenai jawaban yang ia pilih beserta alasannya. Pemahaman pembelajaran merupakan suatu aspek penting dalam dunia pendidikan. Pembelajaran sejarah kebudayaan islam merupakan salah satu mata pelajaran yang tidak asing lagi didengar dalam pendidikan terutama di jenjang pendidikan dasar, menengah, atas, hingga perguruan5 yang berbaground keagamaan. 6 Madrasah yang artinya tempat belajar orang-orang yang belajar, diambil dari kata Audarasa-yadrusu, dasrsanAy yang artinya belajar serta AumadrasatanAy yang diartikan tempat belajar dalam bahasa Arab. Pembelajaran sejarah di Madrasah Ibtidaiyah sudah ada, namun tidak mendalam seperti pembelajaran yang ada di Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah hingga Perguruan Tinggi. Pada jenjang dasar seperti di Madrasah Ibtidaiyah pendidik sering menggubakan metode bercerita karena dianggap sebagai metode yang relevan dengan pembelajaran sejarah dengan harapan bahwa metode bercerita dapat membangun interaksi antara pendidik dan siswa , membangun imajinasi siswa dalam menggambarkan kejadian dimasa lampau, melihat kecocokan media penyampaian terhadap minat siswa, menjadi hiburan hingga menarik perhatian siswa agar lebih fokus pada proses Pembelajaran Kebudayaan Islam di jenjang Madrasah 4 Mansyuriadi. Irwan. "Peran Internet terhadap Pemahaman Siswa pada Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). " EDISI 3. : 392403. 5 WJS. Poerwadarminta. Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Balai Pustaka, 1. 618 Chairiyah. Yayah. "Sejarah Perkembangan Sistem Pendidikan Madrasah Sebagai Lembaga Pendidikan Islam. " MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam 2. : 49-60. 7 Hasbullah. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 1. 160 8 Aslan. Aslan. "Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Ibtidaiyah. " Cross-border 1. : 76-94. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Siti Nurhasanah Tsanawiyah yaitu mencakup pemahaman mengenai Sejarah Nabi Muhammad SAW . eriode Mekkah dan Madina. Peradaban Islam Masa Khulafaurrasyidin. Perkembangan Masyarakat Islam pada Masa Dinasti (Umayyah. Abbasiyah. Al-Ayyubiya. dan Perkembangan Masyarakat Islam Indonesia. Pembelajaran di jenjang Mdrasah Aliyah mencakup Dakwah Nabi Muhammad SAW . eriode Mekkah dan Madina. Kepemimpinan Umat Wafat Rasulullah SAW. Perkembangan Islam periode Klasik/ Masa keemasan . M- 1250 M). Perkembangan Islam Masa pertengahan/ Kemunduran . 0 M-1800M). Perkembangan Islam Modern/ Masa . 0 M-Sekaran. Perkembangan Islam di Indonesia dan di Dunia. Cakupan Sejarah Kebudayaan Islam di madrasah tentunya memiliki tujuan yang ingin disampaikan yang Keimanan. Pengamalan. Pembiasaan. Rasional. Emosional. Fungsional serta Keteladanan. Hal ini berkaitan dengan pembelajaran atas peristiwa yang terjadi dimasa lampau dalam ruang lingkup keagamaan khususnya Islam. Pembelajaran sejarah kebudayaan Islam juga dipelajari di Perguruan tinggi dengan berbagai sebutan mata kuliah yang berbeda disetiap kampusnya, terutama pada program sarjana pendidikan Fakultas Keguruan. Sejarah pendidikan Islam. Sejarah Peradaban Islam. Metode Studi Islam. Pembelajaran SKI MTS/MA, dan matakuliah lainnya yang berkaitan dengan pembelajaran dan ilmu dasar serta keterampilan yang dibutuhkan seorang pendidik sebelum turun kedunia pendidikan sebagai pendidik yang mana bukan hanya 9Fachrudin. Yudhi. "Analisis Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. " Dirasah: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Dasar Islam 6. : 51-61. 10 Hasmar. Abdul Haris. "Problematika Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Madrasah. " Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam 10. : 15-33. bertugas sebagai penyampai informasi mengenai materi, melainkan pendidik juga sebagai wadah yang membantu siswa untuk mendapatkan hak ilmu, pemahaman serta pembelajatran yang seharusnya mereka Perguruan tinggi mewadahai bagi ide,stimulasi, serta memberikan pembelajaran bermakna yang akan berguna ketika telah menyelesaikan studnya dan melanjutkan untuk memasuki dunia pendidikan sebagai Selain mata kuliah wajib dalam perkuliahan mahasiswa juga bisa mengikuti pelatihan melalui UKM yang diadakan oleh organisasi yang mewadahinya. 11 Dalam dunia pendidikan setiap hal tentunya tidak bisa keberlangsungan pembelajaran yang berjalan dengan baik. Pada masa studi mahasiswa sudah harus mempelajari terlebih dahulu mengenai Psikologi Perkembangan. Psikologi Pendidikan. Strategi Pembelajaran. Media dan Bahan Ajar. Inovasi Pembelajaran. Perencanaan Pembelajaran hingga yang paling penting yaitu Praktek Mengajar yang biasanya ada di Fakultas Keguruan Sebagai stimulasi pembelajaran dikelas bagi calon guru. Praktek mengajar atau yang sering disebut Micro teaching berupa pembelajaran dengan skala kecil12 seperti didalam ruang kelas yang hanya berisikan 10-20 siswa yang biasanya diperankan oleh sesama mahasiswa sebagai perumpamaan sedang mengajar di kelas yang tentunya ada interaksi antara pengajar dan Adapun Akan dilanjutkan dengan praktek mengajar disekolah yang mana jumlah siswa sesuai dengan keadaan nyata saat turun kedunia pendidikan sebagai 11 Cartono. Cartono. Ida Yayu Nurul Hizqiyah, and Fitri Aryanti. "Pengembangan Softskill Mahasiswa Calon Guru Melalui Pemberdayaan Unit Kegiatan Mahasiswa Di Universitas Pasundan. " Jurnal Komunikasi Pendidikan, 2. 12 Azizah dan Rahmi. Persepsi mahapeserta didik tentang peranan mata kuliahmicroteaching terhadap kesiapan mengajar Pendidikan EkonomiUNP. Journal Ecogen, 2. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 PROBLEMATIKA PENDIDIK DALAM PENYAMPAIAN MATERI TERHADAP PEMAHAMAN SISWA DIRUANG LINGKUP SKI Adanya praktek mengajar atau micro teahing tentunya memiliki banyak manfaat bagi mahaiswa yang telah mengikutinya seperti: perkembangan pada karakteristik peserta didik, membangun kepercayaan diri, wibawa serta kearifan sikap dalam mengajar, memiliki kemampuan membangun suasana yang lebih kondusif serta interaktif dua arah, serta menguasai keterampilan keterampilan dasar yang harus dimiliki pendidik. Problematika yang sering terjadi dilapangan yaitu seperti pembelajaran yang berfokus pada kognitif siswa dan aspek-aspek pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam 14 Hal ini terjadi karena pembelajaran sejarah adalah materi yang harus disampaikan secara runtun, teoritis bahkan mengulang. Banyaknya keluhan mengenai rendahnya nilai hasil ujian pada mata pelajaran sejarah tentunya menjadi hal yang biasa didengar dikalangan pendidik, oleh karena itu tidak sedikit yang berfokus aggar siswa mendapatkan nilai tinggi dengan memberikan kisi-kisi ataupun pertanyaan yang mana siswa sudah menghafal jawaban dari pertanyaan tersebut sehingga tidak dapat diukur secara jelas siswa yang mana yang sudah memahami, yang belum memahami serta yang sama sekali tidak memahami karena berfokus pada apa yang mereka hafal dan ingat. Ketercapaian sebuah pembelajaran tidak hanya berfokus pada pembelajaran dan pemnyampaian materi dikelas, melainkan ada faktor-faktor pembelajaran berjalan dengan lancar. Ada dua Lena. Mai Sri, et al. "Persepsi Mahasiswa PGSD UNP Mengenai Manfaat Microteaching Terhadap Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Aspek Pedagogik Dan Kepribadian. " Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan 1. : 75-87. Sugihartono, . Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press,2007. faktor yang mungkin dapat ditarik yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Dalam problematika dari pendidik tentunya hal-hal yang eksternal berupa kondisi sekolah, sarana prasarana, bahan dan media ajar, dan siswa yang akan diajarkan. Adapun faktor internalnya yaitu personal seorang pendidik tersebut baik kepribadian dan sikap, pembawaan diri serta hal lain yang bersifat Kondisi sekolah pada saat mengajar tidak hanya dilihat dari ketersediaan ruang kelas yang memadai, lingkungan15 sekitar sekolah, hingga kelayakan bangunan dan letak berdirinya sebuah sekolah. 16 Hal ini akan lingkungan baik maka akan memberikan Sarana dan prasarana dalam menunjang pembelajaran tentunya menjadi hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Pada masa sekarang ini pendidik dituntut agar beradaptasi terhadap kemajuan teknologi yang berkembang terutama yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Hal-hal yang menjadi problematika bagi sebagian pendidik terutama dalam pembelajaran SKI yaitu penyampaian materi yang panjang dengan waktu yang 15 Djamarah. Psikologi belajar. Jakarta: Rineka Cipta Sadiyono. , & Sri. Pendekatan Contextual Teaching And Learning untuk Meningkatkan Prestasi Belajar pada Bidang Matematika. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 3. , 67-74. William. Tiga tahun dari Jakarta: Feliz Books. 18 Nur Mujahiddah. Pengaruh Sarana dan Prasarana Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMA Unggulan Mafazah Bogor. AlMunadzomah, 1. , 81Ae90. https://doi. org/10. 51192/almunadzomah. 19 Yulianto. , & Nugraheni. Efektivitas Pembelajaran Daring Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, 1. , 33Ae42. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 Siti Nurhasanah pembagiannya kurang efisien. Prasarana yang mendukung untuk melakukan pembelajaran yang asyik dan menyenangkan20 terkadang terkendala jaringan serta waktu sehingga yang merasakan pembelajaran tidak menyeluruh. Hal ini mempengaruhi keaktifan siswa sehinghga siswa menganggap jika dia tidak mencoba maka cukup perwakilan dari mereka Bahan ajar dan media pembelajaran yang menarik juga bisa membangkitkan semangat belajar dan rasa ingin tahu bagi Hal ini menuntuk pendidik agar menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan media dan bahan jar untuk proses pembelajaran yang akan dilakukan. Media sebagai perantara informasi mengenai materi yang akan disampaikan tentunya merujuk pada bahan ajar yang digunakan yang man semuanya berkaitan satu sma lain. Media tidak semua yang berbentuk fisik melainkan juga ada yang berbentuk non- fisik sebagaimana perkembangan teknologi pada masa kini. 22 Sebagai wujud penyesuaian zaman tanpa meninggalkan suatu hal yang baik. Siswa pembelajaran yang selalu terlibat aktif pada proses pembelajaran yang memerlukan informasi mengenai materi yang dipelajari 20 Maizah. Abidin. , & Inayati. Implementasi Supervisi Pendidikan dalam Meningkatkan Kredibilitas Tenaga Pendidik Melalui Pendekatan Directiv. Non Directiv dan Kolaboratif. Multiverse: Open Multidisciplinary Journal, 2. , 134Ae140. 21 Husaini Hasan. Hafidz. Efektivitas Pemanfaatan Media ELearning dalam Pembelajaran Fiqih Kelas Vi di SMP IT Nur Hidayah Surakarta. Attractive : Innovative Education Journal, 4. , 1Ae12. 22 Nikita Nur Zulaecha. Hafidz. Biela Nanda Oktivibi Pertiwi. Pemanfaatan Media Sosial sebagai Dakwah Digital dalam Penyiaraan Agama Kalangan Kaum Milenial di Instagram (Ustadz Hanan Attak. Attractive : Innovative Education Journal, 4. , 1Ae12. Siswa juga bisa menjadi salah satu tantanngan bagi pendidik dalam penyampaian pembelajaran baik dari segi kepribadian siswa yang menolak untuk belajar, kemapuan berpikir siswa yang tidak setara antara satu dan lainnya, kecenderungan gaya belajar, hingga prerkonomian keluarga Sebagai seorang pendidik tentunya tidak asing dalam permasalahanpermasalahan ini sehingga sebagai seorang pendidik juga dituntut agar bisa memahami psikologis setiap anak didiknya yang menjadi kunci untuk ketercapaian pembelajaran dan tidak menganggu proses embelajaran bagi siswa yang lain. Adapun faktor internal seperti hal-hal yang berkaitan pada personal seorang Pendidik sebagai AuGeneratorAy penggerak yang akan menjalankan komponenkomponen (Pesertadidik, bahan ajar, metode, media, sarana dan prasarana dan lainnya dalam proses pembelajara. 23 sebagai seorang pendidik tentunya harus bisa menjaga sikap, perilaku, tutur kata, cara berpakaian dan lainnya karena jika sudah menjadi seorang pendidik tentunya akan menjad contoh bagi Dalam hal ini permasalahan yang terjadi yaitu kurangnya kedekatan antara pendidik dan orang tua siswa sehingga sering didengar bahwa ada guru yang kurang profesional karena memperlakukan siswa secara berbeda bahkan hingga diskriminasi. Orang seseorang yang memberikan kepercayaan kepada guru terkadang hanya melihat satu sudut pandang dalam sebuah permasalahan yang terjadi pada anaknya dikarenakan kurangnya interaksi perkembangan anak di sekolah dan kurangnya pengawasan dan pola asuh yang berbeda yang diterapkan setiap orang tua dalam mendidik Sehingga jika hal ini tidak didiskusikan secara baik maka akan Yasin. Ilyas. "Guru Profesional. Mutu Pendidikan dan Tantangan Pembelajaran. " Ainara Journal (Jurnal Penelitian Dan PKM Bidang Ilmu Pendidika. : 61-66. AL-HIKMAH. Volume. Nomor 1. Januari 2025 PROBLEMATIKA PENDIDIK DALAM PENYAMPAIAN MATERI TERHADAP PEMAHAMAN SISWA DIRUANG LINGKUP SKI menimbutkan kesenjangan dan dampak buruk lainnya yang mungkin bisa berpengaruh pada proses pembelajaran siswa. Kesimpulan Probelmatikan yang terjadi dan dirasakan oleh pendidik terhadap pengaruh pemhaman siswa di ruang lingkup pembelajaran SKI tentunya tidak lepas dari banyak faktor dan aspek baik internal maupun eksternal yang terkadang tidak disadari oleh pendidik dan siswa sebagai penerima ilmu Aggapan pembelajaran yang dianggap kurang penting dan materi yang panjang serta mengulang dan harus secara runtun menjadi faktor kurangnya minat belajar. Pembelajaran yang hanya berfokus pada kognitif yang akan menjadikan pembelajaran sejarah yang seharusnya diingat karena pemahaman menjadi diingat karena Pendidik sebagai kunci utama dalam ketercapaian proses pembelajaran dan pembagian ilmu pengetahuan sebagai bekal siswa berkembang dimasa depan. Daftar Pustaka