E-BISMA, 3. , 43-58 37631/e-bisma. ISSN 2774-8790 (Prin. dan ISSN 2774-8804 (Onlin. Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA) Journal homepage: ejournal. id/index. php/j-mae Analisis studi kelayakan pembangunan sport center di area lapangan Tambakboyo Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang Komala Inggarwati, 2Amanda Salsabila Hadi, 3Marino Firaj Kausar, 4Mei Prihatiningsih Universitas Kristen Satya Wacana. Jalan Diponegoro 52 Ae 60. Salatiga. Jawa Tengah *e-mail korespondensi: komala@uksw. 1,2,3,4 Article Info Keywords: sport center, sports. Ambarawa Abstract A healthy lifestyle is human necessity to maintain health and fitness. Therefore, the community requires sports facilities. The field area in Tambakboyo is a suitable location for sports center facilities considering that there are no sports facilities for the local community. This sports center considers several aspects, they are technical aspects, management aspects, financial aspects and environmental aspects. combining quantitative and qualitative data, also descriptive research methods, it was found that the analysis of the market aspect of the sports area development project shows that Tambakboyo field has the potential to become a sports center. The analysis of the technical aspect shows that the location is quite strategic. The management, financial and environmental aspects show that the plan of building a sports area proved feasible to be realized with the expectation of improving the welfare and health level of the local community. Info Artikel Abstrak Kata Kunci: olahraga, olahraga. Ambarawa Saat ini gaya hidup sehat merupakan suatu kebutuhan manusia untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Oleh karenanya sarana dan prasarana olahraga sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Penelitian ini mengkaji pembangunan fasilitas olahraga sport center di area lapangan Tambakboyo mengingat di daerah tersebut belum tersedia fasilitas olahraga bagi masyarakat. Beberapa aspek yang dikaji adalah aspek teknis, aspek pasar, aspek manajemen, aspek finansial dan aspek lingkungan. Analisis terhadap aspek pasar dari proyek pembangunan sport center menunjukkan bahwa lapangan Tambakboyo memiliki potensi untuk dijadikan sport center. Analisis aspek teknis menunjukkan bahwa ditinjau dari lokasi dan layout rencana ini Aspek manajemen, finansial dan lingkungan menunjukkan bahwa pembangunan sport center ini layak untuk segera direalisasikan dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan dan tingkat kesehatan masyarakat sekitar. PENDAHULUAN Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan penampilan telah melahirkan gaya hidup sehat, antara lain melalui kegiatan olahraga. Olahraga merupakan salah satu faktor yang berperan dalam kondisi fisik maupun mental tiap manusia. Dalam penelitian Andalasari & Berbudi . mahasiswa yang memiliki kebiasaan baik dalam olahraga memiliki tingkat stress yang lebih rendah. Penelitian oleh Apituley et al. juga menemukan hasil yang sama bahwa olahraga berpengaruh terhadap kekuatan otot, kesehatan This is an open access article under the CCAeBY-SA license. Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA), 3. , 43-58 Komala Inggarwati. Amanda Salsabila Hadi. Marino Firaj Kausar, dan Mei Prihatiningsih metabolik dan sistem imun, serta kesehatan mental. Bukan hanya menunjang kesehatan, olahraga juga dapat menjadi salah satu sarana meraih prestasi. Oleh karena itu, meningkatnya kegiatan olahraga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Untuk mendukung dan memaksimalkan hasil atau tujuan kegiatan olahraga perlu adanya sarana dan fasilitas yang memadai, salah satunya adalah sport center. Sebuah sport center dapat digunakan untuk menunjang aktivitas pelatihan, pendidikan, rekreasi, dan juga menempa mental serta kemampuan masyarakat. Peningkatan sarana dan fasilitas olahraga yang baik dapat menjadi wadah bagi klub-klub olahraga untuk berkolaborasi dan dapat meningkatkan prestasi. Oleh sebab itu penting bagi setiap wilayah atau kota untuk memiliki fasilitas olahraga yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Tersedianya lapangan yang luas dan belum adanya fasilitas sport center di wilayah Ambarawa dan sekitarnya menjadi dasar diusulkannya pembangunan sebuah sport center di lapangan Alun-alun Ambarawa Kabupaten Semarang. Luas dan letak yang strategis menjadi salah satu alasan pemanfaatan lahan menjadi sarana kegiatan olahraga bagi masyarakat termasuk sekolah-sekolah yang tidak memiliki lapangan olahraga yang cukup luas. Diharapkan penambahan fasilitas olahraga juga dapat dimanfaatkan oleh penduduk di Kecamatan Ambarawa dan sekitarnya yang didominasi oleh usia produktif untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat. Selain itu, penambahan fasilitas olahraga di lapangan Alun-alun Ambarawa diharapkan dapat menjadi tempat yang layak untuk menyelenggarakan berbagai pertandingan olahraga dengan harga yang terjangkau. Studi ini dilakukan untuk mengkaji kelayakan rencana penambahan fasilitas olahraga di lapangan Alun-alun Ambarawa dari aspek teknis, aspek pasar, aspek manajemen, dan aspek lingkungan. Terdapat pula analisis dalam aspek keuangan untuk mengetahui kelayakan sebuah proyek ataupun usaha dengan membandingkan biaya dan manfaat. Hasil dari studi kelayakan ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi ataupun memberikan ide baru bagi pengelola dalam mengembangkan lapangan Tambakboyo Ambarawa. Selain itu, diharapkan juga mampu memproyeksikan kelayakan penambahan sport center pada area lapangan Tambakboyo Ambarawa. KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS Menurut buku Design for Sport dari Perrin . , sport center adalah sebuah perluasan dari skala tertentu yang dapat diasosiasikan dengan satu sport hall yang menyediakan fasilitas lainnya yang berguna bagi masyarakat. Sport center sendiri tidak hanya untuk tempat latihan tetapi juga dapat berfungsi sebagai tempat untuk kompetisi dan rekreasi (Yildiz et al. , 2. Dengan adanya sport center yang terpadu baik kegiatan dan pengelolaan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat dan menjadi pusat untuk berolahraga sekaligus tempat berkumpul bersama kerabat di sela-sela waktu luang. Namun, sport center secara fungsi dan pelayanan terpadu belum terdapat di Ambarawa. Saat ini fasilitas yang ada masih kecil fasilitasnya dan tidak mencakup semua pelayanan kegiatan FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIDYA MATARAM Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA), 3. , 43-58 Komala Inggarwati. Amanda Salsabila Hadi. Marino Firaj Kausar. Mei Prihatiningsih Studi Kelayakan Usaha Studi kelayakan merupakan alat untuk mempertimbangan layak atau tidaknya sebuah gagasan dimana dianggap layak apabila dapat memberikan manfaat (Aldy et al. , 2. Melalui studi kelayakan, dapat diketahui layak tidaknya sebuah proyek dalam jangka panjang mengingat ketidakpastian berbagai faktor di masa depan. Aspek Teknis dan Operasi Aspek teknis berkaitan dengan proses pembangunan fisik serta sistem operasional yang digunakan setelah pembangunan secara fisik selesai dilakukan. Poin penting yang dibahas dalam aspek teknis diantaranya adalah tanah, sumber alat dan material, analisa luasan bangunan, aksesibilitas lokasi, dan ketersediaan lahan parkir. Aspek teknis juga menilai kelayakan proyek dari sisi teknis dan teknologi (Fauzi et al. , 2. Penilaian tersebut meliputi penentuan model bangunan, teknologi yang diterapkan, serta layout atau gambar Aspek Pasar Aspek pasar merupakan aspek yang berkaitan dengan kondisi pasar dan bidang industri yang akan dijalankan. Dengan melakukan analisis aspek pasar nantinya dapat diketahui potensi pasar dari bisnis yang akan diuji kelayakannya. Potensi pasar adalah peluang penjualan maksimum yang dapat dicapai oleh seluruh penjualan baik saat ini maupun yang akan dating (Widiastuti, 2. Dengan kata lain potensi pasar adalah seluruh permintaan atau kebutuhan konsumen yang didasarkan atas jumlah konsumen dan daya beli. Aspek Manajemen Aspek manajemen berkaitan dengan manajemen dalam pembangunan proyek dan manajemen dalam operasionalnya (Sulasmi, 2. Terdapat empat kegiatan dalam aspek manajemen, yakni pembentukan struktur organisasi, membuat rancangan kerja, bentuk badan usaha, dan penerapan sistem koordinasi hingga controlling dari bisnis yang Aspek Finansial Aspek finansial digunakan untuk menilai rencana investasi suatu proyek komersial yang meliputi penilaian sumber-sumber dana yang akan dipakai dalam pembiayaan investasi, estimasi pendapatan dan pengeluaran serta biaya selama periode investasi (Djabar & Utiarahman, 2. Aspek finansial berkaitan dengan sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembalian dengan tingkat biaya modal dan sumber dana yang bersangkutan. Metode penilaian investasi diantaranya Net Present Value. Internal Rate of Return, dan Payback Period digunakan untuk mengetahui kelayakan finansial dari rencana pembangunan sport center di Lapangan Tambakboyo. FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIDYA MATARAM Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA), 3. , 43-58 Komala Inggarwati. Amanda Salsabila Hadi. Marino Firaj Kausar, dan Mei Prihatiningsih Aspek Lingkungan Aspek lingkungan adalah langkah awal kita dapat melihat peluang dan risiko dari bisnis yang akan dijalankan (Lie & Anom, 2. Dalam ruang lingkup aspek lingkungan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya pesaing, konsumen, pemasok, investor, dan SDM yang terlibat. Analisa aspek lingkungan juga bermanfaat dalam memaksimalkan keuntungan dan meminimalisir risiko yang dapat terjadi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan fenomena secara sistematis, dan akurat melalui pengungkapan fakta secara nyata (Fadli. Dalam hal ini, pendekatan deskriptif kualitatif akan digunakan untuk menjabarkan gambaran mengenai kondisi, lingkungan, dan pengelolaan lapangan Tambakboyo. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan observasi, sedangkan data sekunder mengenai jumlah dan karakteristik penduduk di Kecamatan Ambarawa yang dapat diakses melalui https://semarangkab. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi tentang sistem pengelolaan Alun-alun Ambarawa. Narasumber utama dalam penelitian ini adalah Bapak Nur Hudi selaku pengelola lapangan Tambakboyo dan tiga orang pedagang penyewa lahan kios dalam lingkungan lapangan Tambakboyo. Kuesioner dibagikan kepada pengunjung lapangan Alun-alun Ambarawa yang diperoleh melalui accidental sampling yang kebetulan ditemui saat kunjungan ke lokasi. Kuesioner disebarkan untuk mendapatkan data mengenai karakteristik dan persepsi responden terhadap kondisi lapangan Tambakboyo dan kebutuhan sarana olahraga yang memadai sebagai dasar tinjauan penambahan sport HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini akan memaparkan gambaran lapangan Tambakboyo dan rencana penambahan fasilitas olahraga dilanjutkan dengan analisis kelayakan rencana tersebut dari aspek teknis, aspek pasar, aspek manajemen, aspek keuangan, dan aspek lingkungan. Gambaran Lapangan Tambakboyo dan Rencana Penambahan Fasilitas Olahraga Lapangan Tambakboyo terletak di Jl. Bawen Ae Ambarawa. Busungan. Tambakboyo. Kec. Ambarawa. Semarang. Jawa Tengah 50612 dengan luas keseluruhan lapangan Tambakboyo kurang lebih 2. Terdapat empat akses jalan menuju ke lapangan Tambakboyo dari satu akses dari Semurup, dua akses dari Ambarawa dari Pasar Projo dan Tambaksari, dan satu akses dari Bawen. Akses jalan beraspal dinilai cukup layak dan bisa dilalui kendaraan mobil. Sistem pengelolaan lapangan Tambakboyo Ambarawa mengikuti Peraturan Daerah (Perd. dari Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang. Lapangan Tambakboyo dikelola oleh Bapak Nur Hudi dan dibantu oleh Bapak Imam selaku Kepala teknis lapangan. Berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan penyebaran kuesioner diketahui bahwa pengunjung FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIDYA MATARAM Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA), 3. , 43-58 Komala Inggarwati. Amanda Salsabila Hadi. Marino Firaj Kausar. Mei Prihatiningsih lapangan Tambakboyo meningkat ketika terdapat event, seperti perlombaan burung dan acara band. Di luar adanya event, lapangan Tambakboyo mulai ramai dikunjungi pada pukul 00 - 21. 00 WIB. Pengunjung Alun-alun Ambarawa setiap harinya mencapai 300 orang dengan rata-rata pengunjung orang tua dengan anaknya dan anak muda. Selain itu, setiap hari minggu area lapangan Tambakboyo digunakan ibu-ibu dan masyarakat sekitar untuk senam bersama. Letak lapangan Tambakboyo berseberangan dengan Alun-alun Ambarawa. Dengan banyaknya pengunjung Alun-alun Ambarawa maka potensi kunjungan pada sport center semakin besar karena banyak masyarakat sekitar dan komunitas olahraga yang mengetahui adanya fasilitas olahraga di sekitar Alun-alun Ambarawa. Selain itu, terdapat playground untuk anak-anak sehingga dapat menarik minat anak-anak dan orang tua yang berkunjung di Alun-alun Ambarawa. Rencana Penambahan Fasilitas Olahraga Area lapangan untuk sport center nantinya dilengkapi dengan 2 lapangan bola, 1 loket dan ruang penyimpanan, jogging track, skate park, playground, 2 toilet, dan area parkir. Disamping area lapangan terdapat 2 bench untuk pemain dengan ukuran 0,75 x 5 meter. Selain itu, terdapat skate park dengan ukuran 15 x 8 m dan area jogging track di sekitar Untuk dapat menarik minat anak kecil dan mengenalkan olahraga pada anak-anak, nantinya akan dibangun playground di sekitar lapangan. Beberapa fasilitas penunjang diantaranya pencahayaan dan 2 toilet. Gambaran layout penambahan area sport center dipaparkan dalam Gambar 1. Gambar 1. Layout penambahan area sport center FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIDYA MATARAM Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA), 3. , 43-58 Komala Inggarwati. Amanda Salsabila Hadi. Marino Firaj Kausar, dan Mei Prihatiningsih Analisis Aspek Teknis Penambahan area sport center dengan luas kurang lebih 2. 000m2 dan fasilitas bermain anak-anak diharapkan mampu meningkatkan ketertarikan masyarakat sekitar untuk datang dan berolahraga di lapangan Alun-alun Ambarawa. Fungsi dari penambahan area sport center selain untuk menunjang kegiatan masyarakat juga untuk memfasilitasi komunitas olahraga di Ambarawa. Lokasi sport center yang masih di sekitar Alun-alun Ambarawa sangat strategis dan mudah di jangkau. Selain itu, sumber listrik dan air telah mendapat akses dari Alun-alun Ambarawa. Secara keseluruhan, deskripsi mengenai perencanaan proyek terdapat dalam Tabel 1: Tabel 1 Perencanaan Penambahan area Sport Center Proyek 1 Area lapangan Loket, kantor pengelola, dan ruang penyimpanan Renovasi dan pengadaan 4 pembangunan jogging track Deskripsi Terdapat dua area lapangan dengan ukuran 28x15m yang dikelilingi pagar jaring Dilengkapi fasilitas pencahayaan dengan flood lamp dan fasilitas olahraga basket dan volley Berukuran 6x5m dengan loket ditengah Penggantian lampu sorot dan lampu taman dengan unit baru Jogging track dibuat dengan lebar 2 meter mengelilingi area Renovasi toilet rusak di area alun-alun 5 Pembangunan dan renovasi toilet Penambahan 2 toilet di dekat loket dengan luas masing-masing 1,5x1m Berukuran 8x5m 6 Pembangunan skatepark Terdapat obstacle berupa Terdapat pada area lapangan bagian depan berukuran 8x5m 7 Pembangunan playground fasilitas bola dunia, jaring, dan mainan 5 set 8 Ekspansi dan renovasi area parkir Berukuran 4x14m dengan garis batas dan penerangan Pembangunan fasilitas olahraga dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan kebutuhan dan diurutkan sesuai prioritas. Proses pembangunan diasumsikan selesai dalam 10 bulan. Rincian time schedule pembangunan sport center ditunjukkan dalam Tabel 2: FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIDYA MATARAM Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA), 3. , 43-58 Komala Inggarwati. Amanda Salsabila Hadi. Marino Firaj Kausar. Mei Prihatiningsih Tabel 2 Time Schedule Pembangunan Sport Center Kegiatan Bulan ke1 1 Pembersihan lokasi lapangan 2 Pengukuran dan perataan tanah 3 Peletakan batu pertama 4 Pembuatan pondasi 5 Plester area lapangan, playground, skatepark 6 Finishing area lapangan, playground, skatepark 7 Pengerjaan pondasi, struktur, dan dinding loket 8 Pengerjaan kusen, pintu, dan jendela 9 Finishing loket 10 Pembenahan listrik dan pengadaan pencahayaan 11 Pemasangan konblok jogging track 12 Pembuatan pondasi dan dinding 13 Pengerjaan rangka, plumbing, elektrikal 14 Finishing toilet 15 Pembuatan dan instalasi obstacle Analisis Aspek Pasar Kelayakan pasar penambahan fasilitas olahraga di lapangan Tambakboyo akan dilihat dari potensi pasar dan permintaan pasar. Informasi dari aspek pasar akan membantu untuk menentukan posisi menguntungkan atau tidaknya sebuah proyek. Potensi Pasar Wilayah yang terlibat dalam rencana penambahan fasilitas olahraga yang berada tepat di samping persimpangan jalan perbatasan Ambarawa dan Bawen membuat daerah ini cukup ramai dan mudah dijangkau. Berdasarkan data yang diperoleh dari wawancara dan observasi di wilayah tersebut, setidaknya pada saat akhir pekan pengunjung alun-alun Ambarawa dapat mencapai 300 orang belum termasuk saat ada event, seperti lomba burung kicau dan live music. Bahkan sebelum pandemi, tidak jarang terdapat event besar yang menyewa lokasi. Ditambahkan data demografis, pada tahun 2020 terdapat 45. 035 jiwa penduduk usia produktif dengan rentang usia 15 - 65 tahun (BPS Semarang, 2. Melalui observasi diketahui bahwa sarana olahraga yang ada di Ambarawa jumlahnya terbatas. Hal ini didukung oleh pernyataan salah satu narasumber yang mengatakan bahwa hampir tidak ada lapangan yang disediakan sebagai fasilitas umum untuk olahraga. FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIDYA MATARAM Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA), 3. , 43-58 Komala Inggarwati. Amanda Salsabila Hadi. Marino Firaj Kausar, dan Mei Prihatiningsih Permintaan Pasar Survey dan analisis permintaan pasar dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada 30 orang yang merupakan masyarakat sekitar, pengunjung alun-alun Ambarawa, dan klub olahraga di wilayah Ambarawa. Selain itu, analisis permintaan juga diperkuat dengan wawancara kepada tiga orang pedagang dan penyewa kios di area alun-alun Ambarawa. Tabel 3 menunjukkan karakteristik responden: Tabel 3 Karakteristik Responden Karakteristik Usia 13 - 16 Tahun 17 - 23 Tahun 24 - 30 Tahun 30 - 37 Tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pekerjaan Pelajar/mahasiswa Wirausaha Karyawan Domisili Ambarawa Bawen Transportasi Sepeda Motor Mobil Olahraga yang disukai Jogging Sepakbola Basket Olahraga Lainnya Intensitas Olahraga 1x dalam Satu Minggu 2x dalam Satu Minggu 3x dalam Satu Minggu Lebih dari 3x dalam Satu Minggu Jumlah Prosentase 1 orang 23 orang 5 orang 1 orang 03,30% 76,70% 16,70% 03,30% 22 orang 6 orang 76,70% 23,30% 19 orang 4 orang 6 orang 63,30% 13,30% 23,40% 21 orang 7 orang 75,00% 25,00% 28 orang 2 orang 93,30% 06,70% 56,70% 40,00% 23,30% 14,20% 3 orang 10 orang 4 orang 13 orang 10,00% 33,30% 13,30% 43,30% Mayoritas responden adalah remaja laki- laki berusia 17 s. d 23 tahun, dan masyarakat yang tinggal di Kecamatan Ambarawa. Hampir seluruh responden menggunakan jenis kendaraan yang sama untuk mengunjungi lapangan, yaitu sepeda Persepsi responden terhadap rencana penambahan fasilitas olahraga di FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIDYA MATARAM Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA), 3. , 43-58 Komala Inggarwati. Amanda Salsabila Hadi. Marino Firaj Kausar. Mei Prihatiningsih lapangan Tambakboyo merupakan sesuatu hal yang penting mengingat responden merupakan target pengguna sport centre. Riset mengenai persepsi pengunjung diharapkan dapat menjadi tinjauan mengenai apa yang diinginkan oleh pasar sehingga nantinya realisasi rencana dapat berfungsi dengan tepat dan bermanfaat. Tabel 4 menunjukkan persepsi responden: Tabel 4 Persepsi Responden Persepsi Penambahan fasilitas olahraga di lapangan Setuju Tidak Setuju Perlunya fasilitas olahraga untuk anak Setuju Tidak Setuju Adanya Biaya sewa lapangan per jam Setuju Tidak Setuju Olahraga Outdoor Olahraga indoor Adanya persewaan alat olahraga Adanya locker penyimpanan Penambahan toilet Pengadaan kamar ganti Jumlah Prosentase 29 orang 1 orang 96,70% 03,30% 29 orang 1 orang 96,70% 03,30% 22 orang 8 orang 17 orang 13 orang 14 orang 12 orang 11 orang 8 orang 73,30% 26,70% 56,70% 43,30% 46,70% 40,00% 36,70% 26,70% Jumlah responden yang setuju dengan adanya penambahan fasilitas olahraga baik untuk dewasa maupun anak-anak adalah sebesar 96,70%. Hal ini menunjukkan bahwa rencana penambahan fasilitas olahraga memiliki pasar yang baik. Rencana ini dikembangkan sesuai dengan persepsi dari masyarakat yang diwakilkan oleh responden mengenai bagaimana fasilitas yang diinginkan. Sebanyak 22 orang . ,30%) setuju untuk dikenakan biaya sewa lapangan per jam. Ini berarti bahwa masyarakat sekitar antusias dengan diadakannya fasilitas olahraga ini, terbukti dengan kesadaran atas biaya operasional yang diperlukan sehingga harus menggunakan biaya pribadi mereka untuk sewa lapangan. Analisis Aspek Manajemen Dalam pengelolaannya, sport center dikelola oleh Dinas Pendidikan. Kebudayaan. Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Semarang yang dibantu oleh penanggung jawab atau pengelola area Tambakboyo. Gambaran struktur organisasi pengelolaan sport center terdapat dalam Gambar 2. FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIDYA MATARAM Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA), 3. , 43-58 Komala Inggarwati. Amanda Salsabila Hadi. Marino Firaj Kausar, dan Mei Prihatiningsih Gambar 2. Struktur Organisasi Pengelolaan Sport Center Sistem Pengelolaan dan koordinasi usaha sport center nantinya akan bertanggung jawab langsung kepada Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan. Kebudayaan. Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Semarang. Dalam pengelolaan nantinya dibantu oleh penanggung jawab baik dari segi SDM, administrasi, pengelolaan fasilitas, dan retribusi keuangan. Penanggung jawab SDM dan retribusi bertanggung jawab atas kinerja dua petugas kebersihan, empat penjaga, satu petugas sampah, dan satu petugas parkir. Analisis Aspek Keuangan Kelayakan aspek keuangan dalam rencana penambahan fasilitas olahraga akan dilihat dari sisi investasi, proyeksi biaya, proyeksi pendapatan, dan penyusutan. Kelayakan aspek keuangan juga dilengkapi dengan perhitungan IRR. NPV, dan Payback Period. Investasi Rencana investasi menyangkut keseluruhan biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan sport center, tetapi tidak termasuk biaya pembelian lahan. Untuk mengetahui biaya investasi awal, dibuat analisa kebutuhan sesuai dengan urutan prioritas proyek dilengkapi dengan semua biaya yang nantinya akan dikeluarkan untuk membangun sport center yang ditulis dalam Tabel 6: FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIDYA MATARAM Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA), 3. , 43-58 Komala Inggarwati. Amanda Salsabila Hadi. Marino Firaj Kausar. Mei Prihatiningsih Tabel 6 Kebutuhan Investasi Keterangan Biaya Total Biaya Pembangunan Lapangan Rp 270,475,000 Total Biaya Pembangunan Loket. Kantor Pengelola, dan Ruang Penyimpanan Rp 48,530,000 Total Biaya Pembuatan Jogging Track Rp 23,175,000 Total Biaya Pembangunan Toilet Lapangan Rp 38,440,000 Keterangan Biaya Total Pembangunan Skatepark Rp 48,720,000 Total Biaya Pembangunan Playground Rp 36,245,000 Total Biaya Modal Penjualan Minuman Rp 8,000,000 Total Biaya Investasi Rp 473,585,000 Proyeksi Biaya Operasional Perhitungan arus kas keluar menggunakan pendekatan biaya operasional yang didasarkan pada beberapa hal penting yaitu: asumsi biaya tenaga kerja dan asumsi biaya penunjang seperti pembelian bahan, pemeliharaan gedung, pengelolaan. Biaya operasional diasumsikan meningkat sebanyak 10% pertahun. Rincian biaya operasional sport center lapangan Tambakboyo yang diharapkan terdapat dalam Tabel 7: Tabel 7 Proyeksi Biaya Operasional (Dalam Rupia. No Biaya Operasional Biaya Per Bulan Biaya Per Tahun Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 1 Biaya Tenaga Kerja 14,550,000 174,600,000 192,060,000 211,266,000 232,392,600 255,631,860 2 Biaya Utilitas 1,600,000 19,200,000 21,120,000 23,232,000 25,555,200 28,110,720 3 Biaya Administrasi 765,000 9,180,000 10,098,000 11,107,800 12,218,580 13,440,438 4 Biaya Pemeliharaan 500,000 6,000,000 6,600,000 7,260,000 7,986,000 8,784,600 Biaya Pengeluaran Tak Terduga 500,000 6,000,000 6,600,000 7,260,000 7,986,000 8,784,600 Total Biaya Operasional 17,915,000 214,980,000 236,478,000 260,125,800 286,138,380 314,752,218 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIDYA MATARAM Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA), 3. , 43-58 Komala Inggarwati. Amanda Salsabila Hadi. Marino Firaj Kausar, dan Mei Prihatiningsih Pendapatan Sport center yang direncanakan memiliki dua lapangan olahraga, jogging track, skatepark, playground, fasilitas loker penyimpanan, dan area parkir. Rincian pendapatan rencana pembangunan sport center ini dibagi menjadi fasilitas yang Perhitungan pendapatan dari rencana pembangunan sport center dapat dilihat dalam Tabel 8: Tabel 8 Proyeksi Arus Kas (Dalam Rupia. Sumber Pendapatan Pendapatan per Bulan Pendapatan per Tahun Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Sewa lapangan 18,000,000 216,000,000 237,600,000 261,360,000 287,496,000 316,245,600 Tiket masuk 5,400,000 64,800,000 71,280,000 78,408,000 86,248,800 94,873,680 Sewa Locker Penyimpanan 2,400,000 28,800,000 31,680,000 34,848,000 38,332,800 42,166,080 Parkir Mobil 150,000 1,800,000 1,980,000 2,178,000 2,395,800 2,635,380 Parkir Sepeda Motor 4,500,000 54,000,000 59,400,000 65,340,000 71,874,000 79,061,400 Penjualan Minuman 500,000 6,000,000 6,600,000 7,260,000 7,986,000 8,784,600 Total Pendapatan 30,950,000 371,400,000 408,540,000 449,394,000 494,333,400 543,766,740 Penyusutan Biaya penyusutan berkaitan dengan nilai sebuah aset ketika digunakan dan mengalami penurunan kualitas atau nilai. Penyusutan dalam proyek pembangunan sport center telah diperhitungkan dengan total biaya penyusutan per tahun sebesar Rp 27,124,911 sehingga dalam 5 tahun kedepan proyek ini memiliki nilai sisa sebesar Rp 277,160,446. Analisis Aspek Keuangan Proyeksi Arus Kas yang merupakan perkiraan arus masuk dan arus kas keluar yang diharapkan pada waktu-waktu mendatang dari pembangunan sport center di area lapangan Tambakboyo Ambarawa dapat diperlihatkan pada Tabel 10: FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIDYA MATARAM Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA), 3. , 43-58 Komala Inggarwati. Amanda Salsabila Hadi. Marino Firaj Kausar. Mei Prihatiningsih Tabel 10 Proyeksi Arus Kas (Dalam Rupia. Tahun 0 Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Arus Kas Awal 606,500,000 Laba Bersih 156,420,000 172,062,000 189,268,200 208,195,020 229,014,522 Penyusutan 27,124,911 27,124,911 27,124,911 27,124,911 27,124,911 Arus Kas Akhir 277,160,446 Total Arus Kas 183,544,911 199,186,911 216,393,111 235,319,931 256,139,433 NPV (Net Present Valu. adalah selisih antara nilai arus kas yang masuk dengan nilai arus kas keluar pada sebuah periode waktu. Sedangkan PV adalah nilai saat ini dari jumlah uang atau arus kas yang terperinci dengan tingkat pengembalian tertentu. Dengan asumsi PV sebesar 10%. NPV untuk Pembangunan sport center di Lapangan Tambakboyo menunjukkan hasil bahwa proyek layak dengan nilai Rp 813,824,753. IRR . nternal rate of retur. adalah indikator tingkat efisiensi dari sebuah IRR juga dikenal sebagai metode untuk menghitung tingkat bunga suatu investasi dan menyamakannya dengan nilai investasi saat ini berdasarkan penghitungan kas bersih di masa mendatang. IRR dari pembangunan ini menunjukkan angka 22%, sehingga lebih besar dari biaya modal itu artinya prospek investasi berpotensi berjalan dengan baik. Payback period merujuk pada pengembalian suatu modal investasi yang sudah diberikan melalui keuntungan dalam kisaran waktu tertentu. Pengembalian dana ini diperoleh berdasarkan proyek yang telah dikerjakan. Dari perhitungan payback period dapat diketahui pengembalian modal selama 3 tahun lebih 4 bulan. Dampak Ekonomi Adanya pembangunan sport center di lapangan Tambakboyo memberikan peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar yang belum memiliki pekerjaan. Setidaknya dibutuhkan dua orang sebagai penjaga/petugas tiket, dua petugas kebersihan, dan 1 orang juru parkir. Selain itu, di area sekitar lapangan Tambakboyo dapat dimanfaatkan untuk berjualan pedagang kaki 5. Aspek Lingkungan Analisis aspek lingkungan digunakan untuk mengetahui intensitas dampak dan langkah yang perlu ditindak untuk menanganinya. Dampak yang terjadi dapat berupa dampak langsung maupun jangka panjang, positif maupun negatif. Analisis dampak lingkungan dari pembangunan lapangan Tambakboyo ditampilkan dalam Tabel 11: FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIDYA MATARAM Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA), 3. , 43-58 Komala Inggarwati. Amanda Salsabila Hadi. Marino Firaj Kausar, dan Mei Prihatiningsih Tabel 11 Analisis Dampak Lingkungan Jenis Sampah Vandalisme Sumber Sampah anorganik: plastik sisa kemasan makanan dan Kategori Positif Sampah organik: daun gugur Positif dan kertas tiket Kurangnya tempat untuk mencurahkan bakat dan kurangnya kesadaran Pembuangan air dan kotoran dari toilet bangunan sport Penyediaan tempat sampah dan pengelola sampah Daur ulang sampah organik untuk Negatif Penerapan aturan dan sanksi tegas, penyediaan openspace Negatif Septic tank Negatif Controlling dan pencatatan dilakukan 2 minggu satu kali dan beberapa minggu sebelum minuman expired dilakukan Pembuangan Barang kadaluarsa Pengendalian KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Analisis aspek pasar dari proyek pembangunan sport center menunjukkan bahwa lapangan Tambakboyo memiliki potensi untuk dijadikan Sport center. Dari hasil wawancara dengan beberapa pedagang di alun-alun Ambarawa menyebutkan bahwa setiap hari minggu, lapangan Tambakboyo sering digunakan untuk senam ibu-ibu dan masyarakat sekitar. Jumlah pengunjung yang cukup ramai khususnya pada saat akhir pekan juga memberikan peluang yang cukup baik. Kurangnya fasilitas olahraga yang memadai di Ambarawa mendukung pembangunan Sport center di lapangan Tambakboyo dengan fasilitas yang dilengkapi dengan persewaan alat Dari banyaknya jumlah pengunjung yang bertujuan untuk kuliner, dapat dikatakan bahwa fasilitas kuliner yang telah ada cukup layak dan menarik. Analisis aspek teknis menunjukkan bahwa lokasi dari studi kelayakan pembangunan sport center ini cukup strategis. Dilihat dari rencana pembangunan yang memanfaatkan lapangan Tambakboyo, luas lokasi cukup untuk merealisasikan Lokasi yang mudah diakses memberikan nilai lebih untuk rencana pembangunan dengan fungsi sebagai ruang publik. Analisis aspek manajemen dari proyek pembangunan sport center diketahui bahwa pengelolaan dan operasional area lapangan Tambakboyo dikelola oleh Dinas Pariwisata, sehingga dalam pendanaan mengikuti Perda dan ketentuan yang telah ditentukan oleh Dinas dan didukung dengan analisis keuangan yang menunjukkan bahwa potensi bisnis dapat berkembang dengan baik. FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIDYA MATARAM Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA), 3. , 43-58 Komala Inggarwati. Amanda Salsabila Hadi. Marino Firaj Kausar. Mei Prihatiningsih Analisis aspek finansial menunjukkan bahwa proyek pembangunan sport center layak untuk direalisasikan. Hal ini ditunjukkan dalam perhitungan nilai pengembalian atau NPV yang merupakan yang menunjukkan bahwa proyek layak dengan hasil perhitungan dalam jangka waktu 5 tahun. Hasil positif juga ditemukan dalam hasil perhitungan IRR dan PP. Analisis aspek lingkungan menunjukkan adanya pembangunan sport center tidak memberikan banyak dampak negatif. Selain terdapat aliran pembuangan yang baik, pengelolaan sampah yang dibedakan antara organik dan non organik juga dapat menjadi peluang pemasukan untuk operasional sport center. Berdasarkan analisa baik dari survei lokasi dan wawancara, lapangan Tambakboyo direncanakan untuk menambahkan area sport center. Dari hasil pengisian kuesioner, beberapa komunitas olahraga dan masyarakat di sekitar lapangan Tambakboyo berpendapat bahwa fasilitas olahraga di wilayah Ambarawa masih sangat terbatas. Selain itu, penambahan area sport center di tanggapi dengan antusias oleh masyarakat sekitar. Secara potensi dan permintaan pasar dari sport center memiliki potensi berkembang baik karena setidaknya setiap hari terdapat 300 pengunjung di Alun-alun Ambarawa yang berseberangan dengan lapangan Tambakboyo. Adanya pengelolaan yang lebih baik tidak menutup kemungkinan untuk menarik lebih banyak minat pengunjung dan juga pemanfaatan ruang terbuka sebagai acara umum (Asis, 2. Pembangunan sport center akan meningkatkan ekonomi dan juga tingkat kesehatan masyarakat sekitar (Mahriadi, 2. Bukan hanya dari pengunjung, namun pedagang juga mengharapkan agar lapangan Tambakboyo Ambarawa dapat dikelola menjadi lebih baik, khususnya pada fasilitas umum seperti toilet, pencahayaan, dan juga lahan parkir. DAFTAR PUSTAKA