Zam Zam Mustofa dan Agustin Binti Kamaliah STRATEGI GURU AKIDAH AKHLAK DALAM PEMBINAAN AKHLAKUL KARIMAH PADA PEMBALAJARAN DARING DI MTS ALMUJADDADIYYAH Zamzam Mustofa Institut Agama Islam Negeri Ponorogo zamzammustofampdi@gmail. Agustin Binti Kamaliah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo agustin11bk@gmail. ABSTRACT The pandemic comes covid-19 , of course simultaneously stop all the activities, such us in education aspect, namely teaching and learning However, this does not become a decision that learning will stop By many efforts, the government decided that learning would continue even although with an online system. This is of course a big task for all educators, whether they have to accompany them directly or guiding and supervising in the online system. Thus, as a school that is located in the boarding school, of course it cannot be left behind by the agreement that learning must be done with an online system. Of course there are many obstacles and problem faced by the facilitators and learning actors So the researchers conducted this research with the aim of finding solutions and conduct how the strategy in coaching and monitoring efforts related to teaching and learning with an online system. In the development of good caracters, it is of course the main point or the gold of the learning companions to always see, guide and direct the behavior and application of knowledge in accordance with the understanding of the material in daily life. From the research we know that there is good coralation conducted by the author, the results show that there is a good correlation between teachers, cottage caregivers and parents who can help in strategies in developing good moral character as well. So, in this pandemic condition. Islamic boarding schools that provide formal and non-formal education must continue to apply government agreement in order to keep them running. So that it can be run smothly from this results supposhed in this background of formal schools in islamic boarding school it can prove that the agreement to conduct the education as the struggle to accompany the learners as the strategy to make a good caracter have to invlove some of El Wahdah. Volume 2 No. Zam Zam Mustofa dan Agustin Binti Kamaliah the person those are teaher, principle of islamic boarding school and the Keyword: Strategy, accompany,good caracter, and Online ABSTRAK Datangnya sebuah wabah yaitu covid-19 tentunya secara serentak melumpuhkan segala aktifitas, salah satunya pada bidang pendidikan yaitu kegiatan belajar mengajar. Namun hal tersebut tidak menjadi menjadi keputusan bahwa pembelajaran akan berhenti untuk seterusnya. Dengan berbagai upaya pemerntah memutuskan bahwa pembelajaran akan tetap berlangsung walaupun hanya dengan system daring. Hal tersebut tentunya menjadi tugas besar bagi semua pendidik, baik yang mendampingi secara langsug atau memandu dan mengawasi dalam sistem daring. Dengan demikian sebagai sekolah yang berada di dalam pondok pesantren tentunya juga tidak boleh tertinggal dengan kebijakan bahwa pembelajaran harus dilakukan dengan system daring. Tentunya banyak kendala yang dihadapi para pendamping dan pelaku pembelajaran itu sendiri. Maka peneliti melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mencari solusi dan membahas bagaimana terkait strategi dalam upaya pembinaan dan pengawasan terkait berlangsungnya belajar mengajar dengan sistem daring. Dalam pembinaan akhlakul karimah tentunya menjadi tugas utama para penamping belajar agar selalu mengawasi dan mengarahkan terkait perilaku dan penerapan ilmu sesuai dengan pemahaman materi dalam kehidupan sehai-hari. Dari penelitian yang dilakukan penulis maka didapat hasil bahwa adanya korelasi yang baik antara guru, pengasuh pondok dan orang tua dapat membantu dalam strategi dalam pembinaan akhlakul karimah dengan baik pula. Dengan demikian pada kondisi pandemi ini pesantren yang mengampu pendidikan baik formal maupun non formal harus tetap menerapkan kebijakan dari pemerintah agar tetap berjalan. Maka dari hasil tersebut diharapkan dari latar belakang sekolah formal yang berada di pesantren dapat membuktikan bahwa dalam kebijakannya tetap dapat melakukan pembelajaran dengan upaya pembinaan sebagai strategi untuk membentuk akhlakul karimah dengan melibatkan beberapa pihak yaitu guru, pengasuh pondok dan orang Kata kunci : Strategi. Pembinaan. Akhlakul karimah. dan Daring PENDAHULUAN El Wahdah. Volume 2 No. Zam Zam Mustofa dan Agustin Binti Kamaliah Pendidikan Akhlak adalah unsur utama pendidikan yang menjadi tolak ukur dalam keberhasilan setiap insan yang terdidik. Karena sudah jelas output atau praktik dalam menerapkan ilmunya seorang peserta didik dapat dilihat dari perilaku sehari-hari. Tentunya hal ini sangat berhubungan erat dengan tujuan pendidikan agama islam. Bahkan di masyarakat nanti kualitas diri yang diharapkan yaitu seseorang yang berilmu dan mempunyai akhlak yang baik. Karena dalam kemasyarakatan nanti kita sebagai generasi penerus harus mampu menjadi teladan yang baik apalagi pendidikan kita sudah mempunyai latar belakang yang didalamnya memang mempelajari spiritual maupun kepribadian untuk membentuk insan yang berakhlakuk karimah. Zuhairini menyatakan bahwa. Autujuan pendidikan agama islam adalah membina anak agar mereka menjadi orang muslim sejati, beriman, beramal sholeh, berakhlak mulia serta berguna bagi masyarakat, agama dan negara. Seperti yang sudah dijelaskan di atas ketika sesuatu sudah mempunyai tujuan, maka akan lebih jelas bagaiman arah dan langkah yang akan kita tempuh untuk memenuhi tujuan tersebut. Sebagai guru yang berkompeten dalam bidang Pendidikan Agama Islam khususnya mata pelajaran akidah akhlak tentunya hal tersebut menjadi tanggung jawab utamanya untuk membina peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan islam tersebut. Karena seiring berkembangnya zaman tentunya semakin banyak tuntutan yang siap dihadapi oleh generasi bangsa. Sebagai bekal dan modal utamanya adalah pendidikan. Namun dalam islam kualitas diri seseorang bisa dikatakan baik apabila orang tersebut berilmu dan mengamalkan ilmunya. Sebagai wujud keberhasilan dalam tujuan pendidikan islam yaitu seseorang yang berilmu, beramal dan mempunyai akhlak yang baik. Selain itu juga masuk pada pendidikan karakter anak. Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah bukan pada ranah pengetahuan saja tetapi juga pada pembiasaan untuk menumbukan kesadaran dan kemauan, serta mewujudkan nya dalam hal tindakan dan perlakuan sehari-hari. 2 Dari hasil yang diharapkan perlu adanya usaha sebagai proses menuju usaha tersebut. Maksudnya semua hal yang menginginkan hasil maksimal tentunya harus di iringi seperangkat proses yang Menjadi seorang guru yang profesional tidak akan lepas dari empat elemen dasar kompeten guru, yaitu kompetensi dalam bidang pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi Zuhairini. Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 1. , 233. Edi Kuswanto. AuPeranan Guru PAI dalam Pendidikan Akhlak di SekolahAy 6, no. : 206. El Wahdah. Volume 2 No. Zam Zam Mustofa dan Agustin Binti Kamaliah kepribadian, dan tentu saja kompetensi profesional. 3 Benar adanya dalam istilah jawa guru itu mempunyai arti digugu dan ditiru. Seperti yang sudah disebutkan diatas keempat kompetensi tersebut pendidik dituntut mencerminkan keteladanan dan akhlakul karimah dihadapan para siswanya. Bukan semata harus mempunyai kesempurnaan, tetapi mampu menjadi figur utama dalam setiap individu siswanya. Dengan begitu ketika seseorang sudah yakin dan mempunyai figur yang bisa ia jadikan panutan, maka anak tersebut akan menirunya dengan versi terbaik. Pola pembinaan akhlak anak tidak bisa lepas dari peran orang tua, guru dan lingkungan disekitarnya. 4 Semua merupakan satu rangkaian yang saling berkesinambung dalam berperan. Tidak memberatkan salah satu juga tidak menyampingkan salah satu. Namun dalam situasi pandemi covid-19 ini secara tidak langsung semua pihak mau tidak mau harus merubah tatanan dalam segala bidang. Banyak kegiatan yang biasanya dilakukan secara langsung dengan tatap muka, namun dengan datangnya pandemi hal itu seolah menjadi penghalang utama salah satunya pada proses pembelajaran. Sebagai guru yang seharusnya mempunyai tugas untuk dapat membina anak-anak dalam pantuan langsung agar tahu perkembangan dan ketercapaian siswa, maka perlu adanya sistem daring yang tertata dan mampu membantu guru dalam pengawasan dan pembinaan. Namun tidak sedikit para guru masih belum bisa mencapai hasil maksimal dengan sistem daring tersebut, karena sebuah pembinaan apalagi dalam tingkah laku akan lebih baik jika bisa diarahkan secara langsung. Namun keadaan pandemi membuat para pendidik agar lebih berinovasi dalam mengemas pembelajaran agar tetap kodusif meskipun pada kenyataannya masih menombulkan berbagai macam kendala. Munculnya kebijkan pemerintah terkait pembatasan kegiatan masyarakat juga menjadi tugas baru para pendidik salah satunya guru Pendidikan Agama Islam. Menerapkan sistem daring tentunya masih ada kendala yang menyebabkan tidak tercapainya tujuan pembinaan dalam pendidikan akhlak itu sendiri. Pembinaan dalam penerapan akhlakul karimah akan menjadi kesadaran diri setiap individu jika dalam lubuknya hatinya sudah tertanam akhlak yang baik, tentunya bukan hanya berasal dari didikan orang tua saja tetapi dikembangkan dengan pengetahuan dan wawasan dari arahan dan bimbingan dari para guru yang ada di sekolah terutama oleh guru yang mengampu mata pelajaran akidah akhlak. Saleh Nur Hidayat. AuPeran Guru PAI dalam Pembentukan Akhlakul Karimah Siswa dimasa Pandemi Covid-19 di SMP Muhammadiyah Plus Salatiga Tahun 2020,Ay 2020, 3. Ellayana. AuPendekatan dan Metode Pembinaan Akhlak Anak,Ay 01, 12 . : 33. El Wahdah. Volume 2 No. Zam Zam Mustofa dan Agustin Binti Kamaliah Dalam penelitian ini akan membahas tentang strategi pembelajaran dalam membina akhlak di masa pandemi. Adapun urgensinya yaitu agar penanam karakter bisa menjadi tolak ukur seberapa praktiknya peserta didik dalam menunjukkan akhlakul karimah. Dengan rincian masalah seperti itu penulis akan paparkan melalui penelitian ini agar bisa menemukan solusi bagaimana evaluasi dan jalan keluar yang didapat sehingga dari apa yang sudah diteliti akan memberikan feedback baik khususnya pada tujuan pendidikan agama islam. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian Yang mana dalam penelitian tersebut dapat mengungkap berbagai gejala holistic-kontekstual dari pengumpulan beberapa data dari objek penelitian dengan cara ilmiah dan sistematis sebagai patokann untuk membantu menemukan solusi baru. Adapun strategi yang digunakan yaitu strategi studi kasus . ase-stud. 5 Dari strategi ini peneliti bisa mengambil data secara langsung di lapangan dengan mengamati gejala yang ada sehingga bisa dijadikan bahan untuk diteliti. Dengan mempelajari dan mengkaji kasus yang ada akan bisa membantu peneliti untuk mengembangkan pemahaman dan memberikan evaluasi sehingga strategi tersebut sesuai atau tidak dengan kondisi pandemi seperti sekarang Sehingga peserta didik tidak hanya menguasai materi dari segi teori saja tapi juga mampu menerapkan dalam praktiknya. Model pembelajaran kontekstual menjadi pilihan untuk bisa mengetahui keterlibatan siswa untuk menemukan materi dan dihubungkan pada kehidupan nyata, dimana dalam model tersebut pada dasarnya mengaitkan materi dan tingkah laku dalam hubungannya dengan masalah sosial dikehidupan sehari-hari. 6 Jadi penulis akan mengambil data peneliti dari guru mata pelajaran akidah akhlak di MTs Al-Mujaddadiyyah Kota Madiun yang selalu mengkomunikasikan perkembangan putra-putrinya melalui media daring, baik dari pihak pembimbing di asrama maupun dengan orang tua. Selanjutnya data observasi peneliti dapatkan dari pembimbing asrama yang melakukan pengawasan secara langsung. Data yang dikumpulkan oleh peneliti yaitu data yang sesuai dengan fokus penelitian yaitu Strategi guru akidah akhlak dalam pembinaan akhlakul karimah pada pembelajaran daring di MTs Al-Mujaddadiyyah Kota Madiun. Karena sistem pembelajarannya online maka observer mempinyai tugas Elisa Diki Muryani. AuStrategi Guru Akidah Akhlak dalam pembentukan Karakter SIswa (Studi Kasus di MA Attaraqqie Malan. ,Ay 2018, 40. Gunarto. Model dan Metode Pembelajaran di Sekolah (Semarang: Unissula Pers, 2. El Wahdah. Volume 2 No. Zam Zam Mustofa dan Agustin Binti Kamaliah untuk mengamati dan meneliti relasi antara anak dengan pihak sekolah dan anak dengan orang tua. Sehingga ketika empat pihak tersebut bisa bersinergi baik akan memberikan hasil yang baik pada penelitian tersebut begitu juga Hal yang menarik mengapa hal tersebut dikaji karena untuk bisa mengetahui bagaimana relasi antara guru, anak, pembimbing kamar dan orang tua. Apakah anak nanti ada memiliki hasil perbedaan antara sistem daring yang dibimbing orang tua dan pembimbing kamar di asrama. Bagi anak yang mendapat perhatian dan bimbingan dari pembimbingnya tentu akan memberi dampak positif karena anak cenderung lebih menurut dari pada orang tuanya. Terlepas para pembimbing kamar di asrama tentunya sudah mendapatkan perintah dan dianggap mampu untuk menjalani. Maksudnya bukan semata mempunyai otoritas tetapi ketika anak di asrama dia akan cenderung peka pada limgkungan dari pada anak yang hanya dirumah saja. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu ketika hubungan antara beberapa pihak yang sudah dijelaskan maka anak akan lebih lebih tanggap pada lingkungannya. Menerapka teroinya dalam praktik untuk bisa paham dengan orang lain. Dengan begitu sinergi dan relasi yang baik akan membentuk akhlakul karimah pada setiap diri siswa. LANDASAN TEORI Pengertian Strategi Pembelajaran Strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategos yang artinya suatu usaha unutk mencapai kemenangan dalam suatu Istilah strategi itu pada mulanya digunakan dalam dunia militer yang diartikan sebagai cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan. 7 Namun untuk saat ini strategi tidak hanya terjadi pada bidang peperangan saja, dalam dunia pendidikan khususnya dalam pembelajaran juga membutuhkan strategi. Karena strategi ini sangat mempengaruhi keberlangsungan pembelajaran. Contoh, jika seorang pendidik tidak menerapkan strategi yang susai dengan kondisi dan keinginan peserta didik hal ini akan menyebabkan peserta tidak tertarik untuk belajar atau akan merasa jenuh. Untuk itu strategi yang digunakan juga berubah-ubah disesuaikan dengan kondisi kelas maupun kondisi peserta didik. Selain itu definisi strategi mempunyai banyak pengertian menurut beberapa ahli diantaranya: Dick. Carey dan Carey mengatakan bahwa istilah strategi pembelajaran meliputi berbagai aspek dalam memilih suatu sistem Aswan. Strategi Pembelajaran Berbasis PAIKEM (Yogyakarta: Aswaja Pressindo, 2. El Wahdah. Volume 2 No. Zam Zam Mustofa dan Agustin Binti Kamaliah peluncuran, mengurutkan, dan mengelompokkan isi pembelajaran, menjelaskan komponen-komponen belajar yang akan dimasukkan dalam pembelajaran, menentukan cara mengelompokkan peserta didik selama pembelajaran, membuat struktur pelajaran, dan memilih media untuk meluncurkan pembelajaran. Gagne. Wager. Colas dan Keller, strategi pembelajaran dari segi fungsinya sebagai alat atau teknik yang tersedia bagi pendidik dan pendesain pembelajaran untuk mendesain, dan memfasilitasi. Rothwel dan Kazanas, mengatakan strategi pembelajaran sebagai rencana menyeluruh tentang pengelolaan isi pembelajaran dan bagaimana proses kegiatan pembelajaran itu diselenggarakan. Berdasarkan beberapa pengertian dari strategi pembelajaran memberi kesimpulan bahwa strategi adalah sebuah pendekatan dalam mengelola dalam berlangsungnya pembelajaran di dalam kelas agar kondusif dan tercapainya tujuan pembelajaran. Alangkah lebih maksimalnya hasil yang dicapai jika seorang pengajar mampu menguasai dan menerapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pembelajaran khususnya pada strategi belajar mengajar. Konsep Upaya Pembinaan Dalam memilih strategi yang tepat seorang pendidik mempunyai tugas utama dalam menjalankan strateginya yaitu sebagai pendamping yang mampu membimbing dan membina. Membina yaitu usaha membantu dengan cara bersama-sama untuk mencapai pada sesuatu yang lebih baik. Bukan hanya mengawasi tetapi juga mengrahkan. Hal ini sangat kaitannya antara anak belajar di rumah, disekolah maupun dalam lingkup pendidikan apapun. Langkah dan tindakan siswa tentunya tidak lepas dari bimbingan pengajar dan menyebabkan kesadaran yang tumbuh sehingga menjadi sebuah kebiasaan untuk meniru apa yang sudah diarahkan oleh pengajar. Sehingga pengajar akan lebih mudah mengkondisikan jika terjadi kesenjangan dalam dunia pendidikan begitu juga sebaliknya. Untuk memperkuat upaya pembinaan bisa didukung dengan metode pembiasaan, terutama pada anak-anak. Disaat mereka belum sepenuhnya mamahami mana yang baik dan mana yang buruk maka metode pembiasaan bisa dijadikan sebagai salah satu usaha agar pada anak tertanam pembiasan-pembiasaan baik. Misalnya dalam hal berbicara dengan orang yang lebih tua, bagaimana cara berjalan di depan orang yang lebih tua dan sebagainya. Untuk itu kebiasaan itu tumbuh jika dalam kesahriannya sudah dibiasakan Sapuadi. Strategi Pembelajaran (Medan: Harapan Cerdas, 2. , 1Ae2. Syaepul Manan. AuPembinaan Akhlak Mulia melalui Keteladanan dan Pembiasaan,Ay 01, 15 . : 54. El Wahdah. Volume 2 No. Zam Zam Mustofa dan Agustin Binti Kamaliah walaupun pada awalnya masih sebagai hal terpaksa untuk dilakukan tetapi upaya pembiasaan ini bisa memberikan pengaruh yang baik juga. Masa pandemi adalah salah satu waktu dimana seluruh elemen masyarakat dituntut untuk tetap bisa menyesuaikan keberlangsungan hidup namun juga tetap waspada akan wabah tersebut. Dengan jangka waktu yang tidak hanya sebentar tentunya kita juga harus bisa tanggap dan sigap agar tetap bisa mempertahankan kegiatan positif yang semestinya harus dilakukan karena sudah menjadi ritunitas setiap hati. Tidak menutup kemungkinan pandemi ini akan memunculkan ide baru agar manusia tetap produktif dan aktif. Bagi pendidik jelas pandemi ini merupakan masalah besar karena dengan terpaksa pembelajaran harus bisa tetap dilaksanakan, tetapi dianjurkan bahkan dihimbau dari pemerintah untuk tidak tatap muka. Lantas yang mempunyai peran besar yaitu media, sebagai jembatan agar pembelajaran bisa berlangusung melalui daring. Pada dasarnya semua anak mempunyai potensi yang tidak terbatas. Namun ada banyak faktor sebagai pengembang untuk membentuknya. Para ahli percaya peran utama dalam hal tersebut adalah orang tua. Mengapa demikian karena orang tua memiliki peran dan dampak yang luas dalam keseharian anak. Untuk itu tidak bisa dipungkiri ketika orang tua adalah guru pertama seorang anak mendapat pendidikan di lingkungan keluarga. Terutama peran ibu adalah sosok utama dan pertama yang menjadi guru, teman bahkan tempat kosultasi berbagai masalah yang dihadapi anak ketika berbaur dengan lingkungan Konsep Karakter Karakter pada umumnya dihubungkan dengan watak, akhlak atau budi pekerti yang dimiliki seseorang sebagai jati diri atau karakteristik yang membedakan seseorang dari orang lain. 11 Jadi bagaimana perilaku seseorang itu bisa beraneka macam karena dengan latar belakang terbentuknya juga berbeda-beda. Jika dikaitkan dengan anak yang berlatar belakang pendidikan islam tentunya juga akan menampakkan Tentunya tidak semudah yang kita bayangkan jika dilakukan secara daring, justru akan memberi tugas besar bagaimana guru tetap bisa mendampingi dan mengarahkan belajar dengan baik. Tsaniya Zahra Yuthika Wardhani dan Hetty Krisnani. AuOptimalisasi Peran Pengawasan Orang Tua dalam Pelaksanaan Sekolah Online di Masa Pandemi Covid-19Ay 7, no. : 49. Sofyan Mustoip. Implementasi Pendidikan Karakter (Surabaya: Jakad Publishing, 2. , 38Ae39. El Wahdah. Volume 2 No. Zam Zam Mustofa dan Agustin Binti Kamaliah Untuk itu perlu dilakukan kerja sama antara guru, anak dan orang Menurut Zakiah Daradjat tugas yang harus di emban oleh guru agama adalah harus mempunyai tugas yaitu membina pribadi anak selain hanya pengejarkan pengetahuannya saja. Maka dari itu pemilihan strategi yang tepat adalah cara agar bisa memaksimalkan upaya Pengawasan pendampingan orang tua untuk membantu anak belajar, penanaman akhalakul karimah sebagai wujud terbentuknya Seperti yang dinyatakan oleh Al-Ghazali bahwa perbuatan baik merupakan akhlak yang wajib dikerjakan. 13 Masuknya pada ranah membimbing juga mengarahkan dalam praktik bukan hanya segi teori Seperti ketika pembelajaran daring namun posisi anak berada dipondok pesantren. Lantas akankan anak itu bisa terbentuk karakternya, relasi dan sinergi antara pendidik sekolah formal dan anak harus Sebagai wujud upaya pembinaan dimasa pandemi walaupun dilaksanakan hanya didalam asrama. Tentunya tidak hanya memberikan hak layaknya sebagai pengganti orang tua, namun pembimbing dalam asrama tentunya lebih intens agar bisa mengetahui keberlangsungan belajar peserta didik. Sehingga para pembimbing asrama ikut andil dalam upaya pembinaan sebagai orang tua namun tetap memberikan infromasi perkembangan peserta didik dengan orang tuanya. Karena keluarga mempunyai peranan penting dalam pendidikan, baik dalam lingkungan masyarakat islam maupun non-islam. Bagaimana keluarga adalah salah satu tempat pertama dimana seseroang itu mendapat pengaruh dari lingkungannya sehingga juga mempengaruhi kehidupan selanjutnya. Jadi semua perkembangan seorang anak juga tidak terlepas dari penanaman karakter utama ketika anak masih dalam pengawasan orang tua dalam keluarga masing-masing. Dalam menenamkan karakter pada peserta didik melalui upaya pembinaan yang dilakukan antara pengajar yang mempunyai koordinasi baik dengan pembimbing asrama dan orang tua dengan strategi relasi yang baik, diharapkan anak akan mendapat pengawasan yang baik. Sehingga hak sebagai anak tetap terpenuhi, dan kewajiban pengajar bisa terlaksanakan dengan baik. Hubungan ini yang sangat mempengaruhi tujuan pendidikan islam yaitu menanamkan karakter pada anak sehingga dapat mencerminkan perilaku yang berakhalakul karimah. Muhammad Yusuf. AuStrategi Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Akhlakul Karimah Peserta Didik di SMA Bosowa Internasional School Makasar,Ay 2016, 34. Agus Salim Lubis. AuKonsep Akhlak dalam Pemikiran Al-Ghazali,Ay 01, 6 . : 63. El Wahdah. Volume 2 No. Zam Zam Mustofa dan Agustin Binti Kamaliah HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pembiasaan akhlak dalam kehidupan sehari-hari merupakan hasil output dari pendidikan akidah akhlak di sekolah. Melalui mata pelajaran akidah akhlak MTs Al Mujaddadiyyah ini mempunyai peran untuk membantu mewujudkan peserta didik yang bermoral dan berakhlakul Namun semua tidak bisa dijadikan patokan bahwa yang mempengaruhi akhlak siswa dalam sekolah. Di MTs Al Mujaddadiyyah ini guru akidah akhlak menggunakan metode keteladanan dan pembiasaan. Hal ini di jadikan alas an karena sesuatu yang dibiasakan akan terbiasa setiap hari dimanapun dan kapanpun. Pembinaan di masa pandemi ini tetap dilakukan walaupun dengan cara yang sedikit menarik tetapi tidak mengurangi perhatian kepada anak-anak. Sistem pembelajaran formal di MTs Al Mujaddadiyyah ini daring, tetapi posisi semua siswa dipondok. Dikarenakan beberapa tenaga pendidik berasal dari luar pondok maka pembelajaran tatap muka disekolah Tetapi anak tetap melakukan kegiatan belajar di asrama dan rumah masing-masing. untuk di asrama mendapat pendampingan dan pengawasan oleh pengurus untuk anak yang luar pondok diserahka kepada orang tua untuk mengawasi. Pada kasusnya terdapat sebuah permasalahan banyak anak yang menurun bahwa kehilangan kesadarannya akan pentingnya akhlakul karimah. Seperti halnya banyak anak muda yang sangat tidak peduli dengan orang yang lebih tua, dengan guru, dengan teman sebaya bahkan dengan lingkungan sekitarnya. Lunutrnya nilai moral yang terlihat memprihatinkan sehingga bisa mendapati kasus untuk melakuka perbaikan, dalam hal pendidikan utamanya. Maka dari itu berbagai upaya pembinaan dilakukan oleh guru akidah akhlak di MTs Al Mujaddadiyyah, diantaranya: Memberikan materi melalui daring, beserta penugasan Mempunyai koordinasi dengan Pengurus pondok pesantren. Mempunyai koordinasi dengan orang tua untuk penyampaian berbagai informasi terkait perkembangan anak Mencari evaluasi untuk perbaikan, dengan cara mengadakan survey kepada pengurus pondok karena yang mengawasi kegiatan seharihari siswa. Dari beberapa hal yang didapat, peneliti akan menjelaskan bagaimana upaya itu bisa dijalankan. Namun juga mendapatkan hasil evaluasi untuk perbaikan. Dalam hal ini peran guru, pengurus dan orang tua harus ikut tanggap agar perkembangan anak bisa diawasi. Upaya pembinaan adalah salah satu usaha untuk membina kepribadian yang mandiri dan sempurna serta dapat bertanggung jawab, atau suatu usaha, pengaruh, perlindungan dalam bantuan yang diberikan kepada anak yang tertuju kepada El Wahdah. Volume 2 No. Zam Zam Mustofa dan Agustin Binti Kamaliah kedewasaan anak itu, atau lebih cepat membantu agar anak cakap dalam melaksanakan tugas hidup sendiri. Jika dikaitkan dengan pendidikan moral dan akhlakul karimah sangat berkaitan erat. Karena pada upaya ini sangat mempengaruhi perilaku anak. Di dalam sekolah anak bisa mendapat pengawasan langsung dari guru. Namun karena keadaan saat ini anak terpkasa belajar mandiri, di MTS Al Mujaddadiyyah ini tetap mendapat pengawasan dari pengurus asrama tetapi juga tetap mengkomuikasikan dengan orang tua. Ada pernyataan yang mengatakan bahwa adab itu lebih penting dari pada ilmu. Karena orang yang beradab pasti berilmu artinya seseorang tersebut faham akan apa diketahui dan diterapkan sehingga bisa mecerminkan perilaku yang baik atau sering biasa disebut akhlakul karimah. Seorang anak yang dididik di sebuah pendidikan islam apalagi pondok pesantren tentunya mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Karena terdapat sebuah pernyataan seseorang dengan kemampuan intelektual yang tinggi dapat saja menjadi tidak berguna atau bahkan membahayakan masyarakat jika moralitasnya rendah. 15 Hal ini diselarsakan dengan tujuan pendidikan islam bukan hanya untuk mencapai pendidikan dunia saja tetapi kebahagian dunia dan akhirat. Pada upaya pembinaan ini banyak kasus yang dikaji dari berbagai pendalaman teori contoh, dalam perilaku sehari-hari seorang santri biasnya sudah terbiasa dengan pola hidup yang diatur dan menjadi kebiasaan. Apabila agama telah mencapai sifat-sifat moral pada santri, maka kebaikan tertinggi adalah perasaan agama disertai oleh pikiran tentang kebaikan tertinggi. 16 Dalam penerapan adab berbicara dengan orang yang lebih tua bagaimana, berjalan didepan orang yang lebih tua bagaimana, menghargai pendapat orang lain bagaimana. Semuanya tidak lepas dari bimbingan guru, pengasuh dan orang tua. Sehingga dalam pengawasan langsung pengasuh akan memberi tugas kepada pengurus untuk fokus pada anak bimbingan masing-masing. apapun yang terjadi yang berhubungan dengan anak akan selalu dikomunikasikan kepada guru dan orang tua anak. Untuk itu upaya ini menjadi agenda rutin setiap bulan yaitu melalui rapat evaluasi bulanan oleh pengurus pondok dengan pengasuh, karena apa setiap masalah dalam sebulan akan ditindak lanjut agar tidak berkelanjutan. Baik itu berhubungan dengan kedisiplinan dan ketertiban anak. Dari hasil evaluasi bulanan tadi akan dikomunikasikan dengan guru dan orang tua. Sehingga guru akidah bisa memberi penilaian atas pencapaian siswa melalui Ikhwan Sawaty. AuStrategi Pembinaan Akhlak Santri di Pondok PesantrenAy 01 . : 35. Muchson. Dasar-dasar Pendidikan Moral (Basis Pengembangan Pendidikan Karakte. (Yogyakarta: Penerbit Ombak, 2. , 83. Sawaty. AuStrategi Pembinaan Akhlak Santri di Pondok Pesantren,Ay 39. El Wahdah. Volume 2 No. Zam Zam Mustofa dan Agustin Binti Kamaliah kegiatan sehari-hari disamping tugas yang diberikan. Dan orang tua tetap memberikan perhatian lebih kepada anak. Bisa memberi nasehat melalui telepon yang sudah dijadwalkan setiap satu minggu sekali dan tetap memotivasi anak untuk selalu berbuat baik dan selalu semangat. PENUTUP Dari beberapa penjelasan yang sudah dipaparkan di atas bisa disimpulkan bahwa pendidikan harus tetap diberikan kepada anak walaupun dalam kondisi bagaimanapun . , dimanapun, dan kapanpun. Karena sekiranya anak berbuat disitu anak memahami sesuatu. Hal itu bias dikendalikan melalui pendidikan dan bimbingan dari para orang Dalam penelitian ini pentingnya hubungan antara orang tua, guru sekolah dan juga pengasuh mempunyai sumbangsih besar dalam mendidik anak-anaknya. Pendidikan tidak bisa dilimpahkan sepenuhnya pada guru saja, apalagi dalam masa pandemi seperti sekarang ini perlu banyak bantuan lebih dari beberapa pihak seperti orang tua jika dirumah, pengasuh dan pengurus ketika di pondok pesantren. Hubungan yang kondusif antara banyak pihak dalam memberikan pembinaan terhadap anak akan mempengaruhi hasil belajar juga outpunya terutama dalam berperilaku. Dari koordinasi yang sinkron antara guru dengan pengasuh pondok akan di sambungkan lagi dengan orang tua akan memberikan feedback yang baik pada anak. Semakin mudah mendeteksi dan meberi evaluasi jika pembinaan akhlakul karimahnya. Tidak sepenuhnya salah anak jika anak mengalami kesulitan dalam melakukan sesuatu bisa berarti kurangnya perhatian dan bimbingan. Maka dalam hal ini adalah tugas orang tua dan guru harus saling bersinergi agar anak bisa menerima pemahaman yang benar sehingga dalam menerapkannya juga mempunyai dasar kebenaran bukan serta merta kemandirian tetapi juga bimbingan dan pengarahan dari para pendidik. Menjadi pendidik harus mampu mengendalikan apa yang sedang dikuasai, tetapi juga tetap member pengayoman agar apa yang kita sampaikan bisa diserap kemudian diterapkan dalam berperilaku. Salah satu bukti keberhasian yang nyata dalam membina akhlak yaitu ketika kita bisa membuat dia terbiasa melakukan hal baik tanpa diperintah dan ditekan. Semua bisa diihat ketika seorang anak menyesuaikan dirmya dengan lingkungannya dengan perilaku yang baik atau sering kita sebut dengan akhlakul karimah. DAFTAR PUSTAKA