Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TUBERKULOSIS TERHADAP PENGETAHUAN KADER TENTANG TUBERKULOSIS PARU: A LITERATURE REVIEW Mulyati1. Lastri Mei Winarni2. Febi Ratnasari3 1,2,3 STIKes Yatsi Tangerang Jl. Aria Santika. Margasari Kec. Karawaci Kota Tangerang e-mail: mulyatimulyati88@yahoo. ABSTRAK Pendahuluan Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Peningkatan kasus TB memerlukan peran masyarakat terutama kader dalam meningkatkan penemuan kasus TB baru. Tujuan penelitian ini untuk mereview dan mensintesis artikel pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan kader tentang TB paru. Metode: Pencarian artikel menggunakan empat Database Google Scholar. Pubmed. Directory of Open Access Journals (DOAJ) dan Portal Garuda untuk artikel dengan desain quasi eksperimen antara tahun 2018-2019. Format Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) digunakan untuk melihat judul, abstrak, full-text dan metodologi untuk menilai kelayakan artikel. Hasil : penulis menemukan 8 artikel dari 249 jurnal yang masuk kriteria inklusi yang membahas tentang intervensi berbentuk pendidikan kesehatan tentang tuberculosis dalam meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dengan bentuk intervensi yang berbeda. Didapatkan tujuh artikel yang menyatakan ada pengaruh dan satu artikel yang menyatakan tidak ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan kader kesehatan. Diskusi dan Kesimpulan: Metode pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pencapaian tujuan pendidikan. Dalam literature review ini terdapat 4 jenis metode yang digunakan untuk intervensi yaitu ceramah, pendidikan kesehatan interaktif, permainan dan aplikasi. Pendidikan kesehatan dilakukan secara berkesinambungan sehingga pengetahuan yang mempengaruhi perilaku dan sikap kader kesehatan dapat selalu terukur. Kata Kunci : kader kesehatan, pendidikan kesehatan, pengetahuan, tuberkulosis ABSTRACT Background: Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium Tuberculosis. An increase in TB cases requires the role of the community, especially cadres in increasing the discovery of new TB cases. Purpose: to review and synthesize articles on the effect of health education on cadre knowledge about pulmonary TB. Methods: Article search used four Google Scholar databases. Pubmed. Directory of Open Access Journal (DOAJ) and Garuda Portal for articles with quasi-experimental designs between May-June 2020. The Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) format is used to view titles, abstracts, full-text and methodology for assess the feasibility of the Results and Analysis: the authors found 8 articles from 249 journals that included inclusion criteria that discussed interventions in the form of health education about tuberculosis in increasing the knowledge of health cadres with different forms of intervention. Obtained seven articles stating there was influence and one article stating there was no effect of health education on increasing the knowledge of health cadres. Discussion and Conclusions: The educational method is one of the factors that influence the achievement of educational goals. In this literature review there are 4 types of methods used for intervention namely lectures, interactive health education, games and applications. Health education is carried out continuously so that knowledge that influences the behavior and attitudes of health cadres can always be measured. Keywords : health cadres, health education, knowledge, tuberculosis Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 106 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index PENDAHULUAN Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang tidak hanya menyebabkan gangguan di paru (TB par. tapi juga mempengaruhi organ di luar paru (TB ekstra par. Penyakit ini ditularkan ketika orang yang sakit TB paru Mycobacterium Tuberculosis ke udara salah satunya ketika pasien batuk. Diperkirakan dari 1,7 milyar orang yang terinfeksi Mycobacterium Tuberculosis, hanya sekitar 5-15% yang akan mengalami sakit TB. Kemungkinan orang akan menjadi sakit TB makin tinggi, pada pasien yang imunokompremise seperti pasien HIV. Diabetes Melitus, dan lain-lain (WHO. Menurut laporan WHO tahun 2016, secara umum di dunia diperkirakan sekitar 10,4 juta kasus baru TB . kasus per 100. dengan persentase terbesar . %) kasus di wilayah Asia Tenggara. Angka Case Fatality Rate (CFR) pada tahun 2016 sebesar 16% (Kemenkes RI, 2. Indonesia merupakan salah satu negara endemik TB. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2018, prevalensi penduduk Indonesia yang didiagnosis TB oleh tenaga kesehatan adalah 0,5%, dengan insiden mencapai 321 per 100. 000 penduduk. Pemerintah mentargetkan dalam Renstra Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjadi 245 per 100. 000 penduduk (Kemenkes RI, 2. Berdasarkan Riskesdas Tahun 2018. Provinsi dengan kasus TB tertinggi di Indonesia adalah Provinsi Banten, dimana prevalensi penduduk yang terdiagnosis TB oleh tenaga kesehatan mencapai 0,8%, angka ini lebih tinggi dari survey sebelumnya di tahun 2013 yaitu sebesar 0,4% (Kemenkes RI. Di Provinsi Banten Case Notification Rate (CNR) kasus baru basil tahan asam (BTA) yang positif tahun 2016 sebesar 69,24 000 dan mengalami peningkatan di tahum 2017 menjadi 74,34 per 100. penduduk (Dinkes Provinsi Banten, 2. Kabupaten Tangerang merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Banten JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 penyumbang kasus TB terbesar pada tahun 2017 yaitu CNR TB BTA positif 1. 858 per 000 penduduk (Dinkes Kabupaten Tangerang, 2. Kabupaten Tangerang terdiri dari 44 Puskesmas. Puskesmas Sepatan Puskesmas penyumbang kasus TB di Kabupaten Tangerang. Berdasarkan laporan tahunan diketahui bahwa terdapat peningkatan kasus TB di Puskesmas Sepatan tahun 2018 sebanyak 106 kasus dan tahun 2019 sebanyak 139 kasus. Kondisi tersebut menunjukkan terjadi peningkatan kasus TB meskipun tidak secara signifikan. Peningkatan kasus TB memerlukan peran meningkatkan cakupan penemuan kasus TB baru, pemeriksaan maupun pengobatan dalam usaha menjalankan program pemberatasan TB. Keberhasilan program pemberantasan TB tidak terlepas dari peran kader dalam usaha meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dibidang kesehatan. Peran kader sangat diperlukan karena terbatasnya jumlah tenaga kesehatan yang ada (Kemenkes RI. Kader kesehatan memiliki interaksi yang erat dengan masyarakat sehingga mempunyai posisi yang strategis dan efektif dalam memberikan informasi dan melakukan deteksi masalah kesehatan di lingkungan sekitarnya. Kader kesehatan merupakan kepanjangan tangan dari Puskesmas. Kader kesehatan adalah masyarakat yang peduli dengan kesehatan masyarakat di sekitarnya dan sampai saat ini seringkali menjadi sumber rujukan dalam penanganan berbagai masalah kesehatan di lingkungannya (Istiani, 2. Peran penanggulangan TB dilingkungannya antara lain memberikan informasi terkait TB dan upaya pencegahan TB. Membantu anggota masyarakat yang sakit TB atau diduga sakit TB, membantu peran petugas kesehatan dalam memberikan motivasi dan bimbingan ke Pengawas Minum Obat/PMO. Dapat Koordinator Pengawas Minum Obat/KPMO dan bila ada anggota masyarakat yang sakit tidak ada PMO, maka kader Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 107 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index menggantikan menjadi PMO (Kemenkes RI. Permasalahan yang disampaikan oleh kader penanggulangan TB tidak hanya terbatas pada pengobatan dan pencegahan TB tapi juga termasuk dalam menghilangkan stigma negatif tentang TB di masyarakat. Stigma adalah salah satu dari banyak faktor yang menghambat pengendalian tuberkulosis dengan secara negatif mempengaruhi keterlambatan diagnosis dan kepatuhan Akibatnya, ini mengarah pada hasil pengobatan yang buruk dan kegagalan pengobatan dan memfasilitasi munculnya resistensi obat TB (Cremers et al. , 2. Upaya meningkatkan keterampilan kader salah satunya dengan meningkatkan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan yang didukung dengan media promosi kesehatan (Purniawan. Penelitian pendidikan kesehatan telah dilakukan. Berdasarkan Penelitian Andarmoyo . menyebutkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan melalui media leaflet terhadap pengetahuan dan perilaku kader dalam pencegahan TB di Kabupaten Ponorogo. Didukung oleh penelitian Purniawan . menyebutkan terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan kader tentang TB Paru sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan dengan media poster maupun media audio visual . Pengetahuan kader kesehatan yang baik diharapkan dapat membantu memberikan edukasi kesehatan masyarakat tentang TB. Penelitian Yani et al. menyebutkan meningkatkan pengetahuan kader tentang TB dan penularan TB. Hal ini sesuai dengan penelitian Sidiq . menyebutkan bahwa meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang pencegahan penyakit pneumonia. Didukung oleh penelitian Boy . yang menyebutkan bahwa pelatihan manajemen TB JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 meningkatkan pengetahuan pada kader Hasil studi pendahuluan pada tanggal 1517 Januari 2020 terhadap 20 kader kesehatan, didapatkan 50% kader yang aktif melakukan pendataan TB di lingkunganya. Sebanyak 60% diantaranya sudah mengikuti pelatihan kader yang diadakan oleh Puskesmas Sepatan. Sebanyak 45% kader tahu tentang TB, sebanyak 55% kader belum bisa menjelaskan secara benar mengenai penyakit TB dan hanya 70% kader memahami tugas dan peran kader dalam penanggulangan TB. Sehingga masih terdapat 50% kader yang belum aktif melakukan pendataan TB, 40% belum mengikuti pelatihan kader dan 30% kader yang belum tahu tugas dan peran kader penanggulangan TB. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis melihat bahwa pentingnya pengetahuan Pengetahuan kader yang baik tentang TB diharapkan dapat mendeteksi TB sedini mungkin dimasyakat. Karena itu penulis ingin merangkum artikel tentang pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan kader tentang TB paru. BAHAN DAN METODE Strategi pencarian artikel mengenai pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan kader tentang TB paru. Pencarian menggunakan Database Google Scholar. Pubmed. Directory of Open Access Journals (DOAJ) dan Portal Garuda sejak tahun 2018-2019 dengan kata kunci artikel berbahasa Indonesia Aopendidikan kesehatan TBAo OR Aopelatihan TBAo AND Aopengetahuan kader TBAo. Sedangkan untuk artikel Bahasa Inggris AoTB health educationAo OR ATB trainingAo AND ATB cadre knowledgeAo. Kriteria inklusi menggunakan format PICOS, seperti tabel berikut ini : Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 108 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Tabel 1. Format PICOS dalam Pencarian Artikel Kriteria Population Inklusi Kader Kesehatan Intervention Pendidikan kesehatan dengan tema TB Pengetahuan kader tentang Comparators Outcomes Study Design Quasi eksperimen dengan atau tanpa kontrol Publication Years Language Sesudah 2018 Bahasa Inggris Indonesia Eksklusi Pelakuan yang diberikan diluar kader kesehatan TB seperti: kader kesehatan jiwa, dokter. Pendidikan kesehatan dengan tema lain Selain pengetahuan tentang TB . ikap, peran, keterampilan dan lain-lai. Eksperimen, crossectional, deskriptif, penelitian kualitatif, mix method, systematic review, literature review Sebelum 2018 dan Selain Bahasa Indonesia dan Inggris Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 109 Berdasarkan hasil pencarian artikel dari 4 database Pubmed. DOAJ. Google Scholar dan Garuda penulis mendapatkan 249 artikel berdasarkan kata kunci. Artikel yang sudah didapatkan selanjutnya diperiksa duplikasi dan didapatkan 42 artikel yang sama sehingga tersisa sebanyak 207 artikel. Penulis selanjutnya melakukan screening yang disesuaikan dengan tema literature review, berdasarkan judul sebanyak 156 artikel dikeluarkan, abstrak 34 artikel dan artikel full text sebanyak 17 artikel. Selanjutnya dilakukan penapisan dengan memasukkan kedalam kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan artikel dengan desain penelitian crossectional 4, deskriptif 2, kualitatif 2 dan mix methoded 1 sehingga didapatkan sebanyak 8 artikel literature review. Tergambarkan dalam gambar dibawah ini. Gambar 1. Pencarian Artikel dengan Flow PRISMA Identifikasi penelitian berdasarkan Pubmed. DOAJ. Google Scholar dan Garuda . = . Screening duplikasi dikeluarkan . = . Kelayakan judul dikeluarkan . = . Kelayakan abstrak dikeluarkan . = . Dikeluarkan . = . Populasi: Selain kader kesehatan TB . = . Intervensi: Tema Penkes selain TB . = . Outcome: Selain Pengetahuan TB . = . Kelayakan full text . = . Artikel sesuai kriteria inklusi dan layak literature review . = . Penilaian kualitas setiap artikel . = . menggunakan lembar penilaian The Joanna Briggs Institute (JBI) untuk penelitian dengan desain quasi eksperimen. Penulis menilai semua artikel yang sudah masuk kedalam kriteria inklusi. Artikel akan dilakukan ekstraksi apabila artikel dengan jumlah nilai lebih dari 65% . ut off poin. yang ditentukan Dikeluarkan . = . Crossectional : 4 Deskriptif : 2 Kualitatif : 2 Mix Methoded : 1 oleh penulis bahwa artikel layak masuk untuk literature review. Berdasarkan hasil penilaian kedelapan artikel mendapatkan hasil antara 66,7% - 88,9% yang selanjutnya dilakukan ekstraksi artikel. Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 110 HASIL Tabel 2. Ekstraksi Artikel Peneliti Prasetyorini et al. Metode Sampel: 70 responden, dengan 35 kelompok 35 kelompok Desain: quasi eksperimen dengan Variabel: pengetahuan dan Instrumen: Kuesioner Analisis: uji paired t-test and Judul Training effectiveness to knowledge and attitude of health cadres on Tuberculosis. Sumber Review of Primary Care Practice Education Hasil/Kesimpulan Terdapat pengetahuan dan sikap pada intervensi setelah diberikan pelatihan selama 3 hari dengan modul TB dari dinas Sampel: 48 Desain: quasi eksperimen tanpa Variabel: sikap, self efficacy dan motivasi Instrumen: Kuesioner Analisis: uji wilcoxon singed rank test Program Aupenanggulang an Tuberculosis (TB) model interaksi guna mencegah kejadian drop out (DO) di Surabaya. Ay Dharma Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Penelitian dilakukan di dua tempat dengan masing-masing sampel 25 kader dan 23 kader dengan total 48. Pelatihan dilakukan selama 6 minggu dengan 6 kali pertemuan dengan materi berbeda disetiap Hasil didapatkan tidak ada perbedaan antara sebelum dan sesudah Untuk variabel sikap, self efficacy dan motivasi ada peningkatan antara sebelum dan sesudah pelatihan. Sukartini et Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 111 Yani et al. Sampel: 48 Desain: quasi eksperimen tanpa Variabel: Instrumen: Kuesioner Analisis: uji paired t-test Pendidikan untuk kader Media Karya Kesehatan Pelaksanaan kesehatan dalam rangka pengabdian melalui fase pelaksanaan dan Dengan kegiatan tersebut pengetahuan kader tentang TB dan cara penularannya. Utami et al. Sampel: 50 responden . ader TB dan kader Desain: quasi eksperimen tanpa Variabel: Instrumen: Kuesioner Analisis: - Kenali TB Paru dan cegah berbasis TIK di Wilayah Jakarta Pusat. Info Abdi Cendekia Jurnal Pengabdian Masyarakat Megawati et Sampel: 35 Desain: quasi eksperimen tanpa Variabel: pengetahuan dan Instrumen: Kuesioner Edukasi TB Paru sikap kader Posyandu Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia Pendidikan kesehatan yang diberikan dalam bentuk pelatihan aplikasi Edu TB Paru. Terdapat dua responden yaitu responden kader TB . bu-ib. dan responden kader muda . iswa MAN 3 Jakarta Pusa. yang dilatih untuk menjadi kader kesehatan TB Responden dilatih dengan teknologi berbasis TIK, dimana hasil akhir pendidikan kesehatan terdapat pengetahuan pada Didapatkannya pengetahuan dan sikap responden dari hasil sebelum dibandingkan hasil sesudah pelatihan dengan waktu jarak ujian sebelum dan Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 112 Analisis: uji paired t-test sesudah satu Badar et al. Sampel: 30 Desain: quasi eksperimen tanpa Variabel: pengetahuan, sikap dan tindakan PMO Instrumen: angket Analisis: uji paired t-test Pelatihan dengan metode role play efektif terhadap kader PMO-TB kasus baru TB Jurnal Husada Mahakam Hasil penelitian didapatkan ada pengetahuan dan sikap kader setelah pelatihan dengan metode roleplay. Namun untuk tindakan PMO TB tidak ada perbedaan antara sebelum dan sesudah pelatihan. Hendrawati et al. Sampel: 50 responden . guru dan 30 kader Desain: quasi eksperimen tanpa Variabel: pengetahuan dan Instrumen: kuesioner dan lembar observasi Analisis: uji dependent t-test Pemberdayaan guru sekolah dan kader dalam deteksi dini dan Tuberkulosis pada anak Media Karya Kesehatan Adanya pengetahuan pada responden antara sebelum dan sesudah diberikan Untuk observasi dengan lembar ceklis satu kali setelah intervensi dengan hasil responden psikomotor yang baik ditunjukkan dengan mampu melakukan deteksi dini TB dengan pemeriksaan fisik Samal & Dehury . Sampel: 10 Desain: quasi eksperimen tanpa Variabel: pengetahuan dan Assessing the impact of a training activity on the knowledge and Journal of Clinical Diagnostic Research Secara signifikan sebelum dan sesudah pemberian intervensi terhadap Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 113 sikap Instrumen: angket Analisis: uji paired t-test attitude of 10 responden. Namun untuk variabel sikap tidak ada peningkatan yang Dari 10 responden yang dilatih, delapan responden pada pekerjaan dengan berbagai jenis kegiatan di tingkat masyarakat tentang TB. Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 114 PEMBAHASAN Pendidikan Kesehatan Tuberkulosis Berdasarkan hasil analisis literature yang telah dilakukan, terdapat delapan artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Delapan artikel tersebut membahas tentang intervensi berbentuk pendidikan kesehatan tentang Delapan artikel menggunakan pendidikan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dengan bentuk intervensi yang berbeda. Dari delapan artikel didapatkan tujuh yang menyatakan bahwa ada pengaruh dan satu artikel yang menyatakan tidak ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan kader Pendidikan kesehatan merupakan suatu proses belajar dan mengajar yang telah dirancang dalam rangka meningkatkan pengetahuan individu atau masyarakat dalam bidang kesehatan dengan tujuan akan terjadi perubahan perilaku dan sikap (Yani et al. Berbagai bentuk pendidikan kesehatan yang dilakukan dalam tujuh artikel tersebut peningkatan pengetahuan. Untuk penelitian Sukartini et al. yang menyatakan tidak terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan, hal ini disebabkan nilai kesehatan dengan rata-rata 96,74 dalam kategori baik dan sesudah pendidikan kesehatan dengan rata-rata 98,91 kategori Ada sedikit peningkatan terhadap nilai pengetahuan sebelum dan sesudah sehingga secara statistik didapatkan nilai p = 0,157 atau p > 0,05 atau tidak terdapat hubungan. Dituliskan dalam artikel tersebut bahwa hal ini terjadi karena kader sering memperoleh pendidikan kesehatan dari Dinas Kesehatan maupun Puskesmas yang mengindikasikan bahwa kader aktif dalam pengendalian penyakit TB. Peran kader kesehatan dalam pengendalian penyakit TB sangat penting karena kader merupakan orang yang dekat dengan Kedekatan kader dapat menjadi motivasi pasien TB untuk menyelesaikan pengobatannya agar tidak terjadi putus obat karena pengobatan penyakit TB memerlukan waktu yang lama (Sukartini et al. , 2. Kader kesehatan dalam pengendalian penyakit TB merupakan seseorang yang dipilih dan bekerja sukarela dalam membantu program penanggulangan TB dan sudah dilatih (Kemenkes RI, 2. Keberhasilan dipengaruhi oleh kemampuan kognitif yang meliputi faktor umur, jenis kelamin dan tingkat pendidikan. Dimana kemampuan kognitif akan membantu proses pemahaman terhadap materi yang diberikan selama proses pendididikan kesehatan (Yani et al. , 2. Sedangkan untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu meningkatnya pengetahuan sehingga ada perubahan perilaku dan sikap, ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu metode, materi, pendidik dan media dalam memberikan pendidikan kesehatan (Megawati et al. , 2. Artikel dalam literature review yang memasukan data demografi . mur, jenis kelamin dan pendidika. hanya empat dari tujuh artikel dimana didapatkan rata-rata umur kader antara 38 Ae 52 tahun, jenis kelamin hampir semua responden adalah perempuan utuk penelitian di Indonesia sedangan untuk satu artikel dari India dari 10 respnden terdapat 9 responden laki-laki dan untuk pendidikan rata-rata berpendidikan SMA (Samal & Dehury, 2018. Badar et al. Megawati et al. , 2018. Prasetyorini et , 2019. Yani et al. , 2. Untuk proses intervensi dengan menggunakan permainan terdapat 2 dari 8 artikel yaitu metode role play dan permainan simulasi monopoli (Badar et al. , 2018. Megawati et al. , 2. Terdapat 2 dari 8 artikel menggunakan metode ceramah dengan modul dan pengabungan metode ceramah dengan metode simulasi, small group discussion dan praktikum (Prasetyorini et al. , 2019. Hendrawati et al. , 2018. Samal & Dehury, 2. Untuk metode pendidikan kesehatan terdapat dalam 3 artikel yaitu dengan pendidikan kesehatan interaktif (Sukartini et al. , 2019. Yani et al. , 2. Sedangkan penggunaan metode aplikasi Edu TB terdapat dalam satu artikel (Utami et al. Metode pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pencapaian tujuan Dalam literature review ini terdapat 4 jenis metode yang digunakan untuk Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 115 kesehatan interaktif, permainan dan aplikasi. Semua artikel menunjukan ada peningkatan meskipun satu dari delapan artikel secara statistik tidak ada pengaruh. Pengetahuan Kader Kesehatan Penyakit TB merupakan penyakit infeksius yang menyerang parenkim paru yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium Basil tuberculosis sebagian besar masuk kedalam jaringan paru melalui droplet yang terdapat di udara atau air borne infection (Smeltzer & Bare, 2. Kuman TB yang terhirup akan menempel lebih dari 3 bulan, saat tubuh lemah dan pola istirahat yang tidak teratur maka kuman TB akan mengeluarkan toksin dalam alveoli paru, sehingga banyak alveoli yang rusak . , lama kelamaan akan terjadi infeksi pada paru bagian bawah yang sering terlihat dengan gejala batuk yang lama (Price & Wilson. Pengetahuan kader kesehatan tentang TB secara mendasar penting diberikan selama pendidikan kesehatan. Kedelapan artikel dalam literature review ini menggunakan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Semua artikel menyatakan ada peningkatan pengetahuan kader sebelum intervensi dibandingkan sesudah intervensi. Semua pengetahuan seperti apa yang digunakan. Berdasarkan hasil literature didapatkan rata-rata peserta atau responden penelitian dengan tingkat pendidikan SMA. Dimana tingkat pendidikan merupakan salah satu Dengan kemampuan kognitif yang baik maka responden akan cepat memahami materi yang disampaikan sehingga terjadi peningkatan pengetahuan tentang TB. Terjadinya peningkatan pengetahuan TB akan pengedalian TB (Yani et al. , 2. Pengendalian TB dimasyarakat bukan hanya kewajiban petugas kesehatan namun semua masyarakat. Kader kesehatan sebagai perpanjangan tangan petugas kesehatan di pengendalian dan deteksi dini TB. Pentingnya peran kader kesehatan dimasyarakat harus dibekali dengan pengetahuan sehingga mampu memberikan pendampingan pada penderita TB sehingga TB dimasyarakat dapat Pembekalan dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan pengetahuan yang mempengaruhi perilaku dan sikap kader kesehatan tetap terukur. Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan Kader Berdasarkan literature review didapatkan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan (Prasetyorini et al. , 2019. Yani et al. , 2019. Utami et al. , 2019. Megawati et al. , 2018. Badar et al. , 2018. Hendrawati et al. , 2018. Samal & Dehury, 2. Sedangkan penelitian Sukartini et al. dengan hasil secara statistik tidak ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Dari 8 artikel 7 yang mendapatkan hasil bahwa pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap pengetahuan kader kesehatan tentang penyakit TB. Peningkatan aspek pengetahuan sangat penting dan menjadi salah satu tujuan dalam pendidikan kesehatan berdasarkan hasil dari berbagai penelitian yang telah dilakukan. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah individu melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi melalui pancaindra pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2. Bloom dalam Notoatmodjo . seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu pengalaman, tingkat pendidikan, keyakinan dan fasilitas. Pendidikan kesehatan Meningkatnya menimbulkan perubahan persepsi, kebiasaan dan membentuk kepercayaan seseorang. Selain itu, pengetahuan juga merubah sikap Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 116 seseorang terhadap hal tertentu. Perilaku seseorang yang didasari oleh pengetahuan, kesadaran dan sikap positif akan membuat perilaku tersebut bersifat langgeng. Peningkatan pengetahuan kader kesehatan merupakan salah satu tujuan dilakukannya pendidikan kesehatan. Penulis berpendapat bahwa peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang TB akan membuat kader lebih percaya diri. Dimana rasa percaya diri yang didukung dengan bekal pengetahuan akan mendorong kader berperilaku dalam Sehingga kejadian TB baru maupun putus obat dapat KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Hasil literature review 8 artikel tentang pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan kader tentang TB paru dilakukan dengan 4 metode yaitu: ceramah, bermain, pendidikan kesehatan interaktif dan aplikasi Edu TB. Pengetahuan peserta pendidikan kesehatan terjadi peningkatan dengan adanya peningkatan nilai sebelum dibandingkan nilai sesudah intervensi. Berdasarkan literature review tersebut penting dilakukan pendidikan kesehatan terhadap kader kesehatan baik kader baru maupun kader yang sudah lama. Pendidikan kesehatan dilakukan secara berkesinambungan sehingga pengetahuan yang mempengaruhi perilaku dan sikap kader kesehatan dapat selalu terukur. Saran Diharapkan kesehatan sebagai program rutin dan berkesinambungan terhadap peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang TB sehingga pengendalian dan deteksi dini TB di masyarakat dapat terlaksana. DAFTAR PUSTAKA