Al Yazidiy: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Volume 7 Number 1 Mei 2025 P-ISSN: 2964-6472. E-ISSN: 2961-7278. Hal 144- 155 DOI: https://doi. org/10. 55606/ay. Available online at: https://ejurnalqarnain. id/index. php/AY Peran Pendidikan Multikultural dalam Meningkatkan Toleransi Siswa di Sekolah Menengah Ahmad Fauzi Universitas Negeri Yogyakarta fauziahmad10@gmail. Alamat: Jalan Colombo No. Karangmalang. Yogyakarta Koresponden penulis: fauziahmad10@gmail. Abstract. Multicultural education is an important approach in building social harmony amidst the diversity of ethnicities, religions, and cultures in Indonesia. This study aims to analyze the contribution of multicultural education to increasing the tolerance of high school students. The research method used is qualitative with a case study approach in two public schools in Yogyakarta that have heterogeneous student backgrounds. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews with teachers and students, and analysis of curriculum documents. The results of the study indicate that the integration of multicultural values in learning, culture-based extracurricular activities, and teacher training have a positive impact on increasing attitudes of mutual respect among students. Consistent implementation and support from all school components are key factors in creating an inclusive educational environment. These findings contribute to the development of educational policies that are responsive to social and cultural diversity. Keywords: Multicultural education, tolerance, diversity, students, high school Abstrak. Pendidikan multikultural menjadi pendekatan penting dalam membangun harmoni sosial di tengah keberagaman etnis, agama, dan budaya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pendidikan multikultural terhadap peningkatan sikap toleransi siswa sekolah menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus di dua sekolah negeri di Yogyakarta yang memiliki latar belakang siswa yang heterogen. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler berbasis budaya, dan pelatihan guru berdampak positif terhadap peningkatan sikap saling menghargai antar siswa. Implementasi yang konsisten dan dukungan dari seluruh komponen sekolah menjadi faktor kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan pendidikan yang responsif terhadap keberagaman sosial dan Kata kunci: Pendidikan multikultural, toleransi, keberagaman, siswa, sekolah menengah LATAR BELAKANG Menurut Suparman. bahasa adalah alat dan syarat hubungan antara seseorang dengan orang lain baik secara fisik maupun mental dalam komunikasi seharihari dengan bahasa setiap anggota masyarakat dapat memelihara dan menumbuhkan Bahasa adalah alat komunikasi yang terorganisasi dalam bentuk satuansatuan seperti kata, kelompok kata, klausa, dan kalimat yang diungkapkan baik secara lisan maupun tulis. Definisi Bahasa juga diartikan sebagai sistem komunikasi manusia yang dinyatakan melalui susunan suara atau ungkapan tulis yang terstruktur untuk Received: May 8, 2025 . Revised: May 12, 2025. Accepted: . May 28, 2025 Online Available: May 30, 2025. Published: May 30, 2025. * Ahmad Fauzi, fauziahmad10@gmail. Peran Pendidikan Inklusif dalam Mengurangi Diskriminasi Sosial di Sekolah: Perspektif Guru dan Siswa membentuk satuan yang lebih besar, seperti morfem, kata, dan kalimat yang diterjemahkan dari bahasa Inggris : Authe system of human communication by means of a structured arrangement of sounds . r written representatio. to form lager units, eg. morphemes, words, sentencesAy (Richards. Platt. Weber & Inman, 1. Bahasa merupakan bagian dari kebudayaan yang tidak bisa lepas dan bahasalah yang memungkinkan pengembangan kebudayaan sebagaimana yang kita kenal Putrayasa . bahasa adalah suatu simbol yang berupa bunyi arbitrer yang digunakan oleh masyarakat sosial untuk berkomunikasi, mengetahui identitas diri dan sebagai bentuk kerja sama. Bahasa dapat pula berperan sebagai alat integrasi sosial sekaligus alat adaptasi sosial. Hal ini mengingat bahwa Bangsa Indonesia memiliki bahasa yang majemuk dan tersebar di berbagai daerah. Salah satu faktor mendasar yang membedakan manusia dengan hewan adalah bahasa yang menjadi anugerah dari Sang Pencipta untuk memungkinkan individu dapat hidup bersama dengan orang lain, membantu memecahkan masalah, dan memposisikan diri sebagai makhluk yang Akan tetapi terkadang kita lupa untuk menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh semua orang. Penggunaan bahasa daerah maupun bahasa gaul lain memang bukan sebuah kesalahan, tetapi kita harus mengingat kembali fungsi utama penggunaan bahasa yaitu sebagai alat komunikasi agar seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain dan juga sebagai alat bantu berpikir. Sesuai dengan (NurjamAoan. Triyanto. Nina, & Wulandari, 2. fungsi utama bahasa adalah sarana penyampaian pikiran, sarana interaksi, sarana penyampaian gagasan, pikiran, perasaan dan konsep. Jawa Barat adalah wilayah dengan jumlah penduduk terbesar dan memiliki ketimpangan pembangunan level tinggi. Perekonomian masih didominasi wilayah yang dekat pusat pemerintahan. Upaya untuk menanggulangi ketidaksetaraan pembangunan adalah dengan pembangunan berkonsep dimensi kewilayahan. Jawa Barat merupakan tempat lahirnya suku dan kebudayaan Sunda yang kelestariannya masih tetap terjaga sampai sekarang termasuk dalam segi bahasanya yaitu Bahasa Sunda. Sunda berasal dari bahasa Sansekerta, dengan awalan Sund atau Sundsha memiliki arti putih, berkilau bersinar, dan terang. Dalam bahasa Bali dan Jawa Kuno. Sunda berarti suci, tak tercela, murni, tak bernoda, atau bersih. Dalam naskah historis lainnya menyebutkan Sunda merujuk pada ibu kota Kerajaan Tarumanegara yang Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 p-issn: 2964-6472. e-issn. Hal 120-131 bernama Sundapura. Sehingga masyarakat yang menghuni wilayah tersebut dikenal sebagai orang Sunda hingga kini. Bahasa Sunda merupakan salah satu bahasa daerah yang berada di Indonesia. Sulistyono dan Inyo . mengemukakan bahasa Sunda merupakan bahasa yang dipergunakan bagi sebagian masyarakat golongan di wilayah Jawa Barat. Hal tersebut terlihat dari jumlah penuturnya, yakni lebih dari 21 juta jiwa yang tersebar di Jawa Barat dan Banten (Fasya dan Zifana, 2. Bahasa daerah perlu dilestarikan dan digunakan sebagai bentuk kecintaan terhadap daerah (Meiliani. Lyesmaya, & Nurmeta, 2. Akan tetapi penggunaan Bahasa Sunda harus disesuaikan dengan tempat dan lawan berbicaranya. Namun dalam kenyataannya masih banyak mahasiswa maupun dosen yang berbicara menggunakan bahasa sunda ketika proses pembelajaran di kelas berlangsung. Hal tersebut jelas sangat menyulitkan bagi mahasiswa luar daerah Sunda dalam memahaminya. Universitas Pendidikan Indonesia adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang kampus utamanya berkedudukan di Kota Bandung. Jawa Barat. Indonesia tepatnya di Jl. Dr. Setiabudi No. Kelurahan Isola. Kecamatan Sukasari. Kota Bandung. Jawa Barat Sejak tahun 2012. UPI berstatus sebagai perguruan tinggi yang diselenggarakan pemerintah (PTP), berubah dari status sebelumnya sebagai perguruan tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Universitas Pendidikan Indonesia didirikan pada tanggal 20 Oktober 1954 di Bandung, diresmikan oleh Menteri Pendidikan Pengajaran Mr. Muhammad Yamin. Semula bernama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) didirikan dengan latar belakang sejarah pertumbuhan bangsa yang menyadari bahwa upaya mendidik dan mencerdaskan bangsa merupakan bagian penting dalam mengisi Universitas Pendidikan Indonesia memiliki banyak sekali mahasiswa yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Hal tersebut menyebabkan terjadinya komunikasi atau interaksi seseorang dengan orang lain yang berasal dari wilayah asal masing-masing. Biasanya bagi orang yang berasal dari daerah luar Sunda menggunakan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasinya. Akan tetapi orang sunda sendiri menggunakan bahasa daerahnya sendiri yakni Bahasa Sunda ketika berkomunikasi dengan orang yang berasal dari luar pulau jawa. Dosen pun terkadang menyelipkan kalimat atau kosakata dalam bahasa sunda ketika menyampaikan materi. Banyak Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 Peran Pendidikan Inklusif dalam Mengurangi Diskriminasi Sosial di Sekolah: Perspektif Guru dan Siswa mahasiswa yang kurang paham akan materi yang dosen disampaikan khususnya mahasiswa yang berasal dari daerah luar Sunda. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah mengungkapkan mengenai . Sikap mahasiswa mengenai dosen yang menyisipkan kalimat atau kosakata bahasa sunda dalam menyampaikan materi di kelas dan . Strategi mahasiswa luar daerah sunda terhadap kesulitan memahami materi ketika terdapat sisipan kalimat atau kosakata Bahasa Sunda yang disampaikan oleh dosen di Universitas Pendidikan Indonesia. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Sikap mahasiswa mengenai dosen yang menyampaikan materi di kelas dengan menyelipkan kalimat atau kosakata berbahasa Sunda dan . Strategi yang dilakukan oleh mahasiswa dalam memahami materi ketika terdapat sisipan kalimat atau kosakata Bahasa Sunda di Universitas Pendidikan Indonesia. Penelitian semacam ini pernah dilakukan sebelumnya yaitu oleh Prasetyo. Humaira. Maryani, & Nurazizah, 2022 temuan-temuan yang diperoleh dari hasil observasinya yaitu . kedisiplinan siswa selama pembelajaran kedisiplinan masih kurang terhadap pembelajaran. keaktifan siswa selama pembelajaran terlihat kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran bahasa Sunda. Pada saat guru meminta siswa untuk menyampaikan pendapat, bertanya ataupun menyimpulkan materi yang mereka pahami dengan berbicara menggunakan bahasa Sunda terlihat siswa saling menunjuk temannya. Hal ini juga disebabkan siswa masih merasa kesulitan berbicara bahasa Sunda yang karena kurangnya penggunaan bahasa Sunda siswa di lingkungan siswa berada. Siswa terlihat bingung pada saat diminta menjawab pertanyaan yang diberikan guru dengan menggunakan bahasa Sunda, . dari 28 siswa di kelas terdapat beberapa siswa yang ternyata bukan berasal dari daerah Jawa Barat atau lingkungan budaya Sunda, melainkan berasal dari daerah luar Jawa Barat, seperti Jawa Tengah. Jawa Timur. Padang. Kalimantan Timur, dan Ambon. Perbedaan dan keterbaruan pada penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu terletak pada subjek dan lokasi yang menggunakan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yang tentunya urgensi dan penanganannya pun berbeda. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat membangun kesadaran dalam berkomunikasi antar sesama untuk selalu menggunakan Bahasa Indonesia dalam Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 p-issn: 2964-6472. e-issn. Hal 120-131 kesehariannya sehingga dapat dimengerti semua orang baik itu ketika berinteraksi dengan teman sebaya ataupun dosen. Selain itu, diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan rujukan terhadap semua orang untuk menghargai lawan berbicara dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. METODE PENELITIAN Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Bumi Siliwangi merupakan sebuah kampus yang terletak di Jalan Dr. Setiabudi No. 229 Kelurahan Isola Kecamatan Sukasari Kota Bandung. Peneliti memilih Kampus ini dikarenakan banyaknya mahasiswa yang berasal dari luar daerah Sunda yang masih asing dan kebingungan ketika berinteraksi dengan seseorang yang menggunakan Bahasa Sunda. Pada penelitian ini peneliti menggunakan Pendekatan Kualitatif dengan metode in-depth interviewing atau wawancara secara mendalam. Menurut Strauss dan Corbin . , penelitian kualitatif merupakan jenis penelitian yang temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. Menurut Yin . , wawancara mendalam ini merupakan teknik pengumpulan data yang esensial dalam studi kasus. Wawancara mendalam merupakan wawancara yang dilakukan dengan lentur dan terbuka, tidak berstruktur ketat, dan tidak dalam suasana Wawancara ini dilakukan pada informan dengan pertanyaan berbentuk openended yaitu pertanyaan tentang fakta dari peristiwa atau aktivitas dan opini yang menyajikan konstruksi saat sekarang dalam suatu konteks mengenai para pribadi, peristiwa, aktivitas, perasaan, motivasi, tanggapan atau persepsi, tingkat dan bentuk keterlibatan, dan sebagainya. Metode ini dipilih karena peneliti dapat lebih leluasa dalam mengeksplorasi data dilapangan secara detail sehingga mendapatkan pemahaman yang solid dan komprehensif dari kelompok mahasiswa yang masih asing dan kebingungan dengan penggunaan Bahasa Sunda. Dalam wawancara mendalam tersebut akan menghasilkan data yang disajikan berupa tulisan deskriptif. Hal tersebut senada dengan Bogdan dan Taylor (Moleong, 2011: . yang mengemukakan metode kualitatif sebagai prosedur yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati atau disebut sebagai deskriptif kualitatif. Peneliti Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 Peran Pendidikan Inklusif dalam Mengurangi Diskriminasi Sosial di Sekolah: Perspektif Guru dan Siswa berharap kepada mahasiswa untuk mengemukakan pendapat sehingga suatu saat nanti dapat digunakan sebagai dasar bagi penelitian selanjutnya. Subjek pada penelitian ini yaitu Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Program Studi Pendidikan Geografi Angkatan 2023 yang berasal dari daerah luar Sunda. Dimana mereka merasa kesulitan dalam memahami materi karena adanya penyisipan kalimat atau kosakata berbahasa sunda oleh dosen. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket atau daftar pertanyaan yang ditanyakan langsung oleh peneliti terhadap narasumber. Hal yang ditanyakan kepada narasumber diantaranya yaitu . Bagaimana cara anda untuk beradaptasi dilingkungan baru anda?, . Bagaimana pemahaman anda terhadap dosen yang menyampaikan materi dengan menyelipkan kalimat atau kosakata berbahasa sunda?, dan . Bagaimana strategi anda dalam memahami materi yang dijelaskan oleh dosen yang menyelipkan kalimat atau kosakata berbahasa sunda. Pertanyaan tersebut ditanyakan langsung terhadap narasumber melalui wawancara mendalam untuk mendapatkan informasi yang detail dan komprehensif. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Wawancara Mendalam atau in-dept interviewing Peneliti mendapatkan tiga orang narasumber yang sesuai dengan data yang dibutuhkan untuk menjadi sumber pengumpulan data utama. Hasil ketiga wawancara tersebut adalah sebagai berikut. Wawancara Mendalam dengan Narasumber Pertama Narasumber pertama yang peneliti jadikan sumber pengumpulan data adalah Andreas Sito Saputra, mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yang berasal dari luar daerah Sunda tepatnya di Kota Batam. Menurutnya dosen yang mengajar dan memaparkan suatu materi dengan menyisipkan bahasa sunda membuatnya kurang maksimal dalam memahami materi yang disampaikan. Hal tersebut dikarenakan ia bukan berasal dari daerah sunda yang tentunya memiliki bahasa dan budaya yang berbeda dengan kehidupan di tempat barunya sekarang. Meskipun Andreas sendiri merupakan tipe orang yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, namun dalam Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 p-issn: 2964-6472. e-issn. Hal 120-131 kegiatan pembelajaran ia mengaku cukup kesulitan karena harus bisa memahami materi Narasumber memiliki strategi tersendiri sebagai bentuk upaya adaptasi terhadap perbedaan yang ada di Bandung dan di daerah asalnya. Ia beradaptasi mengikuti alur sebelum kemudian bisa terbiasa dengan segala perbedaan yang ada. Mulai dari belajar sedikit demi sedikit kosakata yang sering didengarnya sampai dengan saat ini Andreas sudah memahami beberapa kosakata bahasa sunda. Meskipun pada awal masuk perkuliahan, pemahaman yang didapati Andreas kurang maksimal karena bahasa yang asing dan baru ia dengar . Namun lama kelamaan, narasumber sudah mulai terbiasa dan sedikit lebih paham karena kosakata yang seringkali diucapkan sehingga sudah tidak asing didengar. Sementara itu, dosen tidak hanya menyelipkan bahasa Sunda di penjelasan materinya, terkadang mereka juga menggunakan bahasa Sunda untuk istilah penting yang seharusnya dipahami oleh semua mahasiswa. Salah satu strategi Andreas dalam memahaminya adalah dengan menanyakan bahasa/istilah Sunda tersebut kepada teman yang mengerti bahasa Sunda atau bahkan berasal dari Sunda lalu kemudian diterjemahkan sehingga bisa untuk dipahami. Hal tersebut memberikan pengaruh besar terhadap peningkatan pemahamannya, namun juga cukup memakan waktu karena selagi Andreas menanyakan maksud dari kosakata tersebut, dosen sudah berpindah ke pembahasan lain. Sedangkan mata kuliah yang cukup sulit juga menjadi salah satu mata kuliah yang diampu oleh dosen yang seringkali menyelipkan bahasa Sunda di Wawancara Mendalam dengan Narasumber kedua Selain itu peneliti juga melakukan wawancara kepada mahasiswi yang berasal dari Belitung yakni Rizkia Alifa Annajah. Dengan latar belakang daerah asal yang berada di pulau seberang tak menurunkan niatnya untuk menempuh pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia yang notabene sunda. Hal ini terjadi karena adanya pandangan kuat dari keluarga bahwa pendidikan di Jawa itu bagus. Maka dalam hal ini. Rizkia dengan mantap mendapat pergi ke Jawa untuk kemudian kembali lagi ke Sumatera dan menerapkan serta membagi semua ilmunya, di balik semua tantangan yang dapat terlihat jelas melalui perbedaan kehidupan sehari-hari antara penduduk Sunda dan Sumatera di berbagai bidang. Salah satu nya adalah dalam bidang bahasa. Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 Peran Pendidikan Inklusif dalam Mengurangi Diskriminasi Sosial di Sekolah: Perspektif Guru dan Siswa Oleh karena itu perlu adanya adaptasi terhadap kondisi sekitar begitu pula dengan Rizkia. Terutama dalam segi bahasa sebagai media komunikasi utama terhadap Baginya beradaptasi dengan bahasa sunda bukanlah sesuatu yang sulit karena ia selalu dapat bertanya kepada teman sekelas mengenai bahasa sunda yang cukup asing di Meskipun memerlukan waktu yang cukup lama, namun seiring dengan berjalanya waktu ia akan mengerti bahkan hanya dengan melihat gerakan tubuh walau tidak mengerti terjemahannya. Hal itu pun terjadi saat kuliah dimana terdapat beberapa dosen yang menyelipkan Bahasa Sunda dalam penyampaian materi. Namun menurutnya hal tersebut tidak mempengaruhi tingkat pemahaman terhadap materi tersebut khususnya pada mata kuliah Geografi seperti Geografi Sosial Budaya. Sebab penggunaan Bahasa Sunda hanya pada saat waktu diskusi bukan penjelasan penting dari materi yang Selain itu, dapat dipresentasikan jumlah penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda saat di kelas adalah 50 : 50. Di balik itu sikap perhatian para dosen sangatlah membantu dengan cara menerjemahkan arti dari kata yang baru saat ada mahasiswa yang menautkan alis ataupun memperlihatkan mimik wajah bingung. Namun tidak dapat dipungkiri hal ini tetap menjadi sebuah hambatan dimana ia mengalami sedikit kendala dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk kemudian bisa memahami materi tersebut. Sebab dalam memahaminya, ia harus melalui dua langkah proses yaitu memperhatikan apa yang dosen sampaikan kemudian bertanya terjemahan kepada teman yang memahami Bahasa Sunda. Maka dari itu terdapat dua strategi yang selalu Rizkia lakukan untuk bisa memahami materi di kelas dengan baik yakni fokus dalam memperhatikan materi yang disampaikan melalui point awal dan gesture tubuh dosen dan selalu bertanya kepada teman yang memiliki kemampuan Bahasa Sunda yang lebih menguasai. Wawancara Mendalam dengan Narasumber Ketiga Narasumber ketiga yang kami jadikan bahan pembuatan artikel ini ialah Qurota AAoyun, mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia semester 2 yang berasal dari Kota Tangerang. Sejak awal, dia bercita-cita untuk menjadi seorang Guru, dengan Geografi sebagai ilmu yang ingin ditekuninya. Universitas Pendidikan Indonesia yang terletak di Bandung menjadi pilihannya dalam melanjutkan ilmu pengetahuan. Bandung memang Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 p-issn: 2964-6472. e-issn. Hal 120-131 menjadi sebuah tempat yang ingin dia kunjungi, meski terletak cukup jauh dari Kota Sebagai daerah baru yang ditempatinya. Bandung memiliki berbagai perbedaan yang cukup signifikan dalam hal budaya dengan daerah asalnya. Hal tersebut tentu memiliki pengaruh yang besar bagi Qurota dalam menjalani kesehariannya sebagai Pada awal perkuliahan. Qurota bisa dibilang sedikit kaget dengan perbedaan kebudayaan yang ada, ia mengalami culture shock yang cukup lama sebelum akhirnya bisa terbiasa. Qurota sendiri merupakan tipe yang yang mudah beradaptasi dari segi lingkungan, meski dalam hal membangun hubungan dengan orang baru memerlukan waktu baginya untuk bisa beralih ke tahap yang lebih dekat. Berdasarkan pengalaman Qurota, terdapat beberapa Dosen yang seringkali menyelipkan bahasa sunda dalam pemaparannya. Namun materi yang disampaikan dapat terserap dengan baik olehnya. Jika dalam pemaparannya terdapat istilah atau kosakata yang tidak dimengerti, ia seringkali menyiasatinya dengan bertanya kepada teman yang mahir dalam berbahasa sunda. Strategi lain yang dilakukan Qurota dalam menghadapi hal tersebut diantaranya ialah mencatat materi termasuk di dalamnya kosakata bahasa sunda yang ia dengar. Qurota berprinsip pada Sabda Rasulullah saw. yang berbunyi Auikatlah ilmu dengan menulisnyaAy dan hal tersebut cukup berpengaruh terhadap pemahaman Qurota dalam memahami dan menyimpan suatu ilmu, khususnya yang terselip bahasa sunda Ia juga selalu mengupayakan untuk fokus agar bisa maksimal dalam menyerap ilmu yang diterimanya. Karena tidak sedikit dari mata kuliah yang memerlukan kefokusan tingkat tinggi sebelum kemudian dapat memahaminya dengan Pembahasan Dari ketiga hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwasannya mahasiswa yang berasal dari daerah luar Sunda mengalami kesulitan dalam hal pemahaman materi ketika terdapat sisipan kalimat atau kosakata Bahasa Sunda dalam penyampaiannya. Oleh karena itu untuk menghadapi tantangan tersebut mereka mempunyai sikap dan strategi masing-masing agar tetap dapat memahami dan mengerti materi yang sedang disampaikan oleh dosen Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 Peran Pendidikan Inklusif dalam Mengurangi Diskriminasi Sosial di Sekolah: Perspektif Guru dan Siswa Pertama sikap dan strategi Andreas dalam memahami materi yang disampaikan oleh dosen tersebut dengan mengikuti alur sehingga lambat laun akan terbiasa dengan bahasa Sunda yakni sejalan dengan Ghazal. mengatakan bahwa meskipun belajar kalimat atau kosa kata merupakan tantangan bagi pelajar bahasa asing, peserta didik dapat menggunakan berbagai strategi pembelajaran kosa kata untuk mengatasi tantangan tersebut. Selain itu dikuatkan oleh pendapat dari (Al-khasawneh. , 2012. Saengpakdeejit. , 2014. Mustofa. , 2011. Asyiah. , 2. yang mengatakan bahwa menemukan makna dari bacaan dan menggunakan kamus dalam mempelajari kata-kata baru sebagian besar ditemukan sebagai strategi pembelajaran kosa kata, di mana siswa lebih suka belajar sendiri daripada bertanya kepada guru atau teman mereka. Sedangkan menurut pandangan Qurrota hal tersebut sangat menyulitkan baginya maka dari itu dengan ia bertanya kepada teman yang memahami bahasa sunda akan dapat memahami materi yang disampaikan dan. Dan yang terakhir menurut pandangan Rizkia dengan menampakan wajah kebingungan ketika dosen melontarkan kata dalam bahasa sunda agar dosen terkait sadar dan dapat menjelaskan ulang dengan menggunakan bahasa Indonesia. Temuan-temuan tersebut sejalan dengan penelitian Yeyet . yang menyebutkan mahasiswa masih merasa sulit dalam berbicara bahasa Sunda dalam berbagai hal seperti: . Menjawab pertanyaan dosen walaupun pertanyaan yang diajukan berhubungan dengan keadaan atau kegiatan siswa sehari-hari, . Mengajukan . Menyanggah pendapat orang lain, dan . Kegiatan berbicara lainnya. KESIMPULAN DAN SARAN Melalui penelitian ini peneliti mengetahui sikap dan strategi yang tepat bagi mahasiswa yang kurang menguasai bahasa sunda dalam menghadapi dosen yang menyelipkan kata atau kalimat dalam bahasa sunda saat penyampaian materi. Penulis berharap masyarakat memiliki kesadaran yang lebih luas dalam menggunakan bahasa sesuai dengan fungsinya. Masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan situasi dan kondisi dalam berbahasa sebagai alat berkomunikasi. Dalam hal ini, diharapkan dosen bisa menyesuaikan kegiatan pembelajaran sebagai kegiatan formal dengan menggunakan bahasa yang formal pula. Selain Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 p-issn: 2964-6472. e-issn. Hal 120-131 merupakan sebuah bentuk profesionalisme juga agar materi dapat dengan mudah tersampaikan dengan baik sehingga bisa dipahami oleh setiap mahasiswa yang berlatar belakang dari berbagai penjuru Indonesia. DAFTAR REFERENSI Al-Khasawneh. Vocabulary learning strategies: a case of Jordan University of Science and Technology. English for Specific Purposes World, 34. , 1Ae15. Asyiah. the Vocabulary Teaching and Vocabulary Learning: Perception. Strategies, and Influences on StudentsAo Vocabulary Mastery. Jurnal Bahasa Lingua Scientia, 9. , 293Ae318. https://doi. org/10. 21274/ls. Ghazal. Learning Vocabulary in Efl Contexts Through Vocabulary. Novitas Royal, 1. , 84Ae91. Meiliani H. Lyesmaya. , & Nurmeta. Pengembangan Media Wayang Sukuraga terhadap Penguasaan Kosakata dalam Pembelajaran Bahasa Sunda Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 7. , 681Ae690. https://doi. org/10. 31004/basicedu. Moleong. Metodologi penelitian Kualitatif. PT REMAJA ROSDAKARYA. https://ecampus-fip. id/repo/handle/123456789/7485 Mustofa. Strategi Pembelajaran Bahasa Arab Inovatif. Malang : UIN-Maliki Press, 2017 A UIN-Maliki Press, 2017 NurjamAoan. Triyanto. Nina, & Wundari. PERBANDINGAN BAHASA SUNDA-BOGOR DENGAN BAHASA JAWA-CILACAP: PENDEKATAN LEKSIKOSTATISTIK-GLOTOKRONOLOGI. Prasetyo. Humaira. Maryani. , & Nurazizah. Model Narasikom: Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Sunda Siswa Kelas Rendah. DIDAKTIKA TAUHIDI: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 9. , 211Ae222. https://doi. org/10. 30997/dt. Richards. Platt. Weber. , & Inman. Longman Dictionary of Applied Linguistics. Sage Journal, 17. https://journals. com/doi/abs/10. 1177/003368828601700208?journalCod e=rela Saengpakdeejit. Strategies for Dealing with Vocabulary Learning Problems by Thai University Students. Silpakorn University Journal of Social Sciences, 14. , 147Ae167. Strauss. , & Corbin. DASAR-DASAR PENELITIAN KUALITATIF. PUSTAKA