https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/skyeast AU Vol. No. June 2025 SKY EAST: Education of Aviation Science and Technology E-ISSN : 3025-2709 (Onlin. & P-ISSN : - (Prin. DOI: 10. 61510/skyeast. This is an open access article under the CC BY-SA license Efektivitas Metode Simulasi Total Physical Response pada Praktik Terbang Pre Solo Stephen Huibert Daniel Agu1. Agung Wahyu Wicaksono2. Arya Yuda Prawira3 Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Jawa Timur. Indonesia, email: stephenagu04@gmail. Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Jawa Timur. Indonesia, email: prawira63@yahoo. Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Jawa Timur. Indonesia, email: agunglpse@gmail. Corresponding Author: agunglpse@gmail. Abstract: Pilot training is a complex and demanding process, especially in the pre-solo phase where student pilots must master various technical and non-technical skills before being allowed to fly solo. One potential method to use is the Total Physical Response (TPR) method, which at the Indonesian Civil Pilot Academy of Banyuwangi is often referred to as "dryswim". This study uses a qualitative research method with a phenomenological analysis approach to explore how student pilots experience and perceive the use of the Total Physical Response (TPR) method during the pre-solo phase. The total population is 71 student pilots who have passed the pre-solo phase. The sample / informants in this study will be selected purposively with the main criteria being student pilots who most often use the Total Physical Response (TPR) or dryswim method during their training. The respondents / informants selected were 8 people from each class. The results of the study stated that many student pilots felt that Total Physical Response was effective and practical, especially if done consistently, and this was very helpful for those who still had difficulty in various aspects of flight such as landing and memorizing circuit procedures. In addition. Total Physical Response helps the body get used to the movements that are in accordance with the procedure, so that the brain can focus more on other aspects, increase self-confidence, and make flying smoother and more efficient. Keyword: total physical response, flight training, pre-solo Abstrak: Pelatihan penerbang merupakan proses yang kompleks dan menuntut, terutama pada fase pre-solo dimana siswa penerbang harus menguasai berbagai keterampilan teknis dan non-teknis sebelum diizinkan terbang solo. Salah satu metode yang potensial untuk digunakan adalah metode Total Physical Response (TPR), yang di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi sering disebut dengan istilah AudryswimAy. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis fenomenologi untuk mengeksplorasi bagaimana siswa penerbang mengalami dan mempersepsikan penggunaan metode Total Physical Response (TPR) selama fase pre-solo. Total populasi sebanyak 71 mahasiswa penerbang yang telah melewati fase pre-solo. Sampel dalam penelitian ini akan dipilih secara purposive Dengan kriteria utama adalah siswa penerbang yang paling sering menggunakan metode Total Physical Response (TPR) atau dryswim selama latihan mereka. Responden / informan yang terpilih sebanyak 8 orang dari masing Ae masing angkatan. Hasil penelitian SKY EAST: Education of Aviation Science and TechnologyAU https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/skyeast AU Vol. No. June 2025 menyebutkan bahwa Banyak siswa penerbang merasa bahwa Total Physical Response efektif dan praktikal, terutama jika dilakukan dengan konsisten, dan ini sangat membantu mereka yang masih kesulitan dalam berbagai aspek penerbangan seperti landing dan menghafal prosedur circuit. Selain itu. Total Physical Response membantu tubuh terbiasa dengan gerakan yang sesuai dengan prosedur, sehingga otak dapat lebih fokus pada aspek lainnya, meningkatkan kepercayaan diri, serta membuat terbang menjadi lebih lancar dan Kata Kunci: total physical response, latihan terbang, pre-solo PENDAHULUAN Pelatihan penerbang merupakan proses yang kompleks dan menuntut, terutama pada fase pre-solo dimana siswa penerbang harus menguasai berbagai keterampilan teknis dan non-teknis sebelum diizinkan terbang solo (Fathurrohman et al. , 2. Penting untuk menemukan metode pembelajaran yang efektif untuk memastikan bahwa siswa penerbang dapat menguasai keterampilan yang diperlukan dengan cepat dan efisien. Salah satu metode yang potensial untuk digunakan adalah metode Total Physical Response (TPR), yang di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi sering disebut dengan istilah AudryswimAy. Metode TPR, yang awalnya dikembangkan oleh James Asher, telah dikenal sebagai pendekatan yang efektif dalam pembelajaran bahasa, terutama untuk pemula. Metode ini menggabungkan instruksi verbal dengan gerakan fisik, yang membantu memfasilitasi pemahaman dan retensi informasi melalui keterlibatan sensorik dan motorik. TPR sangat bermanfaat dalam pengajaran bahasa inggris kepada anak-anak interaktif dan ini membuat pembelajaran menjadi interaktif dan menyenangkan, sehingga meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa (Nuraeni, 2. Pembelajaran interaktif yang menggabungkan metode TPR dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan bahasa pada anak usia dini (Hamid, 2019. Rahayu et al. , 2022. Syamsuar & Reflianto, 2. Dengan pendekatan ini, anak-anak tidak hanya belajar dengan pendekatan ini, anak-anak tidak hanya belajar melalui pendengaran tetapi juga melalui tindakan fisik yang membantu memperkuat ingatan mereka (Astini, 2020. Dewi, 2. Penelitian ini menekankan bahwa pembelajaran yang melibatkan banyak Indera cenderung lebih efektif dibandingkan metode tradisional yang hanya berfokus pada satu aspek saja. Metode TPR efektif dalam mengajarkan kosakata bahasa inggris kepada pemula (Viviane Hounhanou, 2. Dengan menggabungkan Gerakan fisik dengan pembelajaran bahasa, siswa lebih mudah mengingat dan memahami kata-kata baru. Penelitian juga mencatat bahwa TPR membantu mengurangi kecemasan siswa, yang sering kali menjadi penghalang utama dalam pembelajaran bahasa baru. Dalam pelatihan penerbang, fase pre-solo adalah tahap kritis dimana siswa harus menguasai berbagai prosedur dan keterampilan dasar penerbangan. Mengingat manfaat TPR dalam meningkatkan pemahaman dan retensi informasi, serta pelatihan penerbang. Penggunaan TPR dapat membantu siswa penerbang mengingat dan memahami prosedur penerbangan melalui tindakan fisik yang terkait dengan instruksi verbal. Sehingga disusun pertanyaan penelitian sebagai berikut: RQ 1. Bagaimana efektivitas metode Total Physical Response (TPR) dalam meningkatkan pemahaman prosedur penerbangan siswa penerbang pada fase pre-solo. RQ 2. Apakah TPR dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa penerbang dalam menghadapi situasi penerbangan sebelum melakukan penerbangan solo? AU Penelitian ini bertujan untuk menganalisis efektivitas metode TPR atau dryswim pada siswa penerbang fase pre-solo di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Dengan SKY EAST: Education of Aviation Science and TechnologyAU https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/skyeast AU Vol. No. June 2025 mengintegrasikan metode TPR ke dalam kurikulum pelatihan penerbang, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesiapan siswa penerbang dalam menghadapi fase pre-solo. KAJIAN PUSTAKA Total Physical Response Total Physical Response (TPR) adalah metode pembelajaran yang dikembangkan oleh James Asher pada tahun 1960-an (Salsabila et al. , 2. Metode ini didasarkan pada prinsip bahwa keterlibatan fisik yang aktif dapat memperkuat pemahaman dan retensi bahasa. TPR menggabungkan instruksi verbal dengan gerakan fisik, yang dirancang untuk meniru cara anak-anak belajar bahasa ibu mereka melalui mendengarkan dan merespons secara fisik (Viviane Hounhanou, 2. TPR sangat efektif dalam pengajaran bahasa inggris kepada anak-anak karena metode ini membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan (Nuraeni, 2. Siswa yang menggunakan TPR cenderung lebih terlibat dalam proses belajar karena mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga melakukan Gerakan yang membantu memperkuat ingatan mereka(Nurhasanah, 2021. Sembiring & Wicaksono, 2. penggunaan media pembelajaran interaktif yang menggabungkan metode TPR dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan bahasa pada anak usia dini pendekatan ini mengintegrasikan pendengaran dan gerakan fisik, yang membantu anak-anak memahami danAU mengingat informasi yang lebih baik (Suryana et al. , 2. Pembelajaran yang melibatkanAU berbagai Indera lebih efektif dibandingkan metode tradisional yang hanyaAU berfokus pada satu aspek saja (Sembiring & Wicaksono, 2. Penerbangan Pre Solo Penerbangan pre solo merupakan salah satu fase penerbangan pada praktik latihan terbang yang harus dilakukan oleh siswa penerbang (Fathurrohman et al. , 2. Pada penerbangan presolo, siswa diharapkan memahami dan terbiasa dengan kondisi kokpit pesawat (. Goetz et al. , 2. Pada praktik penerbangan pre solo, hal yang pertama dilakukan adalah familiarisasi kokpit pesawat dengan menggunakan simulator pesawat dan juga menghafal prosedur dan urutan dalam menggunakan pesawat (Michael et al. , 2. Penerbangan presolo dapat memberikan keyakinan pada flight instructor sebelum memberikan ijin kepada siswa penerbangan untuk menjalakan terbang solo pertamanya (Fathurrohman et al. , 2. Penerbangan presolo juga memberikan tekanan tersendiri bagi siswa penerbang sehingga menimbulkan stres (Sulung et al. , 2. Akan tetapi tahapan tersebut harus dilalui, sehingga pengambilan keputusan untuk memberikan ijin terbang solo kepada siswa penerbang dari flight instructor merupakan keputusan profesional yang memiliki risiko tinggi (A. Saputra, 2020. Saputra, 2. METODE Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis fenomenologi untuk mengeksplorasi bagaimana siswa penerbang mengalami dan mempersepsikan penggunaan metode Total Physical Response (TPR) selama fase pre-solo (Harahap, 2020. Yusanto, 2. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mendalami signifikansi yang siswa berikan terhadap pengalaman mereka dengan TPR, serta dampaknya terhadap pemahaman mereka terhadap prosedur penerbangan dan tingkat kepercayaan diri sebelum melaksanakan first solo flight (Munti & Syaifuddin, 2020. Syamsuar & Reflianto. Viviane Hounhanou, 2. Penelitian ini mengambil populasi siswa penerbang yang telah melewati fase pre-solo dan telah menggunakan metode Total Physical Response (TPR) selama fase pre-solo yang berjumlah 71 Mahasiswa / Taruna dengan rincian sebagai berikut: SKY EAST: Education of Aviation Science and TechnologyAU https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/skyeast AU Vol. No. June 2025 Tabel 1. Populasi Responden Nama Bactch / Angkatan 3 Penerbang Sayap Tetap Angk. 3 Penerbang Sayap Tetap Angk. 3 Penerbang Sayap Tetap Angk. Non Diploma Penerbang Sayap Tetap Angk. Alpha. Bravo dan Charlie Non Diploma Penerbang Sayap Tetap Angk. Alpha dan Bravo Jumlah Populasi Sampel Keterangan 12 Orang 1 Orang Selesai fase Presolo 13 Orang 1 Orang Selesai fase Presolo 12 Orang 1 Orang Selesai fase Presolo 15 Orang 3 Orang Selesai fase Presolo 19 Orang 2 orang Selesai fase Presolo Sampel dalam penelitian ini akan dipilih secara purposive (Giner-Sorolla et al. , 2024. Verma & Verma, 2. Dengan kriteria utama adalah siswa penerbang yang paling sering menggunakan metode Total Physical Response (TPR) atau dryswim selama latihan mereka. Sebelum wawancara dilakukan, prosedur seleksi dilakukan dengan menanyakan kepada siswa pada setiap batch siapa yang paling aktif dengan menggunakan metode polling dengan menggunakan google form, dan akan dipilih sebagai narasumber utama untuk mencapai jumlah sampel sesuai dengan tabel 1. Daftar narasumber terpilih dapat dilihat pada tabel 2 Tabel 2. Karakter Sampel Penelitian Nama Mahasiswa Damardjadti Yuwono Mahasiswa Sharif Shyafik Lutfi Mahasiswa Mohd. Faiz Zia Ulhaq Mahasiswa Adi Rajaprakasa Mahasiswa Amos Fuyeri Mahasiswa Namira Rachma Binanti Mahasiswa Jason Andrew P. Ginting Mahasiswa Muh. Fathan Mubina Nama Batch / Angkatan 3 Penerbang Sayap Tetap Angk. 3 Penerbang Sayap Tetap Angk. 3 Penerbang Sayap Tetap Angk. Non Diploma Penerbang Sayap Tetap Angk. 23 Alpha Non Diploma Penerbang Sayap Tetap Angk. 23 Bravo Non Diploma Penerbang Sayap Tetap Angk. 23 Charlie Non Diploma Penerbang Sayap Tetap Angk. 24 Alpha Non Diploma Penerbang Sayap Tetap Angk. 24 Bravo Pelaksanaan Wawancara 11 Juli 2024 12 Juli 2024 22 Juli 2024 12 Juli 2024 20 Juli 2024 12 Juli 2024 17 Juli 2024 16 Juli 2024 Teknik pengumpulan data menggunakan observasi aktivitas Total Physical Response / dryswi. dan wawancara kepada narasumber yang telah terpilih dengan beberapa pertanyaan SKY EAST: Education of Aviation Science and TechnologyAU https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/skyeast AU Vol. No. June 2025 yang menyangkut pelaksanaan Total Physical Response / dryswim pada proses pembelajaran praktik terbang (Nina Adlini et al. , 2022. Rijal Fadli, 2021. Salsabila et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Peneliti telah melakukan pengamatan secara langsung terhadap siswa penerbang Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi yang mendapat arahan langsung dari Flight Instructor untuk melakukan aktivitas Total Physical Response / dryswim di area hangar Alpha, serta siswa yang sedang menjalankan fase circuit. Kegiatan latihan TPR dapat dilihat pada gambar 1. Gambar 1. Hasil observasi penggunaan Total Physical Response Observasi dilakukan pada mahasiwa yang melakukan aktivitas Total Physical Response baik pada fase circuit baik kondisi normal ataupun emergency dengan hasil sebagaimana terlihat pada tabel 3 dan 4 berikut. Tabel 3. Hasil observasi penggunaan TPR pada fase Normal Circuit. Normal Circuit Waktu Pelaksana Penerapan Prosedur Respons Siswa Interaksi dengan lingkungan pesawat Tanggal Jam 26 Juni 03 WIB Kurang Lengkap, tetapi memahami prosedurnya Cepat dan 26 WIB Masih beberapa prosedur yang terlewat Cepat dan 48 WIB Terkadang salah menyebut angka di dalam Cepat dan 27 Juni SKY EAST: Education of Aviation Science and TechnologyAU Bisa membayangkan kontrol pesawat Bisa membayangkan kontrol pesawat Bisa membayangkan kontrol pesawat AU https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/skyeast AU 06 WIB Vol. No. June 2025 Cepat dan Sesuai prosedur Bisa membayangkan kontrol pesawat Tabel 4. Hasil observasi penggunaan TPR pada fase Emergency on Circuit Emergency Circuit Waktu Pelaksanaan Cut Airborne Engine Failure After Take Off (Efat. Penerapan Prosedur Respons Siswa Interaksi Dengan Lingkungan Pesawat Penerapan Prosedur Cut Abeam/ Short Approach Respons Siswa Interaksi Dengan Lingkunga n Pesawat Penerapa Prosedur Tangga Jam 26 Juni Wib Beberapa Prsedur Terlewatka Melamba t Tapi Masih Lancar Visualisasi Kontrol Baik Sesuai Prosedur Melamba t Tapi Masih Lancar Visualisasi Kontrol Baik Sesuai Prosedur Wib Sesuai Prosedur Cepat Dan Lancar Visualisasi Kontrol Baik Beberapa Prosedur Terlewatka Melamba t Tapi Masih Lancar Visualisasi Kontrol Baik Proesdur Tidak Sinkron Cepat Dan Lancar Visualisasi Kontrol Baik Sesuai Prosedur Melamba t Tapi Masih Lancar Visualisasi Kontrol Baik Sesuai Prosedur Cepat Dan Lancar Visualisasi Kontrol Baik Sesuai Prosedur Cepat Dan Lancar Visualisasi Kontrol Baik Sesuai Prosedur 27 Juni Wib Wib Tidak Ada Pengucapan Hanya Penerapan Tidak Ada Pengucapan Hanya Penerapan Respons Siswa Melamba t Tapi Masih Lancar Sempat Bingung Tapi Masih Lancar Melamba t Tapi Masih Lancar Melamba t Tapi Masih Lancar Interaksi Dengan Lingkunga n Pesawat Visuaslisas i Kontrol Baik Visuaslisas i Kontrol Baik Visuaslisas i Kontrol Baik Visuaslisas i Kontrol Baik Berdasarkan hasil observasi tersebut, dikembangkan pertanyaan wawancara kepada para informan terpilih pada masing Ae masing batch / angkatan siswa penerbang yang telah melakukan penerbangan solo. Pertanyaan wawancara ini digunakan untuk melakukan pendalaman terhadap proses dan aktivitas Total Physical Response (TPR) yang dilakukan oleh mahasiswa penerbang dalam rangka membantu menghafal prosedur ataupun memudahkan pemahaman dalam mengoperasikan pesawat. Berikut pada tabel 5. Merupakan hasil wawancara dengan dengan informan penelitian yang terdiri dari 8 informan. SKY EAST: Education of Aviation Science and TechnologyAU https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/skyeast AU Vol. No. June 2025 Tabel 5. Hasil Wawancara dengan Informan Penelitian Pertanyaan Informan 1 Informan 2 Informan 3 Informan 4 Bagaimana menurut anda metode dryswim membantu anda dalam prosedur-prosedur penerbangan sebelum pernerbangan solo? Metode dryswim sangat membantu saya dalam memahami prosedur penerbangan dan memperkuat refleks sebelum melakukan penerbangan solo Dryswim sangat membantu karena meskipun saya hafal Gerakan tangan kadang masih kaku karena belum terbiasa Menurut saya, dryswim sangat efektif karena dilakukan di luar ruangan dengan banyak gangguan seperti panas Menurut saya, muscle memory Ada yang merasa lebih percaya diri, tetapi ada juga yang tetap cemas saat Saya sering melakukan dryswim di kamar, situasi penerbangan, dan ini membantu mengatasi kendala seperti flare out saat Efektivitas dryswim bergantung pada individu yang Dryswim efektif karena membantu teori dan praktik, membuat saya lebih familiar dengan Apakah penggunaan dryswim memberikan anda kepercayaan diri lebih untuk menghadapi situasi penerbangan yang kompleks? Menurut anda, apa yang membuat metode dryswim efektif dalam SKY EAST: Education of Aviation Science and TechnologyAU Informan 5 Bagi saya, dryswim sangat n sambil Informan 6 Informan 7 Informan 8 Dryswim dalam melatih memory dan Menurut saya, dryswim sangat penting dan membantu di masa pre-solo Biasanya setelah terbang, saya melakukan dryswim kalau lupa prosedur. Dryswim diri dalam Setiap dryswim, saya tidak perlu prosedur lagi, sehingga bisa fokus terbang Efektivitas terletak pada prosedur circuit Menurut bapak asuh, gerakan tangan dalam dryswim jangan asal sebut prosedur, tapi Setelah melakukan dryswim, saya bisa menghafal prosedur circuit dengan lebih Memberikan diri, terutama saat latihan Dryswim diri dan rasa grogi Dryswim sebelum atau terbang saya semakin bagus Dryswim membuat saya tidak mudah lupa dengan prosedur karena saya melakukannya berulang-ulang setiap hari Dengan dryswim, tubuh sementara otak bisa fokus pada aspek lain seperti altitude dan speed Dryswim situasi darurat Dryswim efektif karena Gerakan saat AU https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/skyeast AU Vol. No. June 2025 Pembahasan Berdasarkan hasil observasi pada 26 - 27 Juni 2024, penulis menemukan bahwa dalam kondisi normal circuit, siswa penerbang umumnya menerapkan prosedur dengan baik meskipun ada beberapa yang terlewat, dan pemahaman mereka meningkat seiring waktu. Dalam situasi Emergency Circuit serperti Cut Airborne. Engine Failure After Take-off (EFATO), dan Cut Abeam / Short Approach, mereka menunjukkan pemahaman yang baik meskipun ada kekurangan dalam pengucapan prosedur. Siswa penerbang juga mampu membayangkan pengoperasian kontrol pesawat dengan baik dalam berbagai kondisi yang diamati, menunjukkan bahwa metode Total Physical Response (TPR) efektif dalam membantu siswa menginternalisasi prosedur dan teknik yang Dari hasi wawancara berdasarkan pertanyaan pertama yaitu AuBagaimana menurut anda metode Total Physical Response membantu anda dalam memahami prosedur-prosedur penerbangan sebelum melakukan penerbangan solo?Ay, didapatkan bahwa metode Total Physical Response sangat membantu siswa penerbang dalam memahami dan menghafal prosedur penerbangan dengan membantu muscle memory dan refleks. Selain itu. Total Physical Response memungkinkan latihan gerak tubuh dan otak secara bersamaan, sehingga prosedur lebih mudah diingat dan diterapkan saat terbang. Gerakan tangan, kaki, dan tubuh secara keseluruhan, seperti memegang yoke, menginjak rudder, dan membayangkan prosedur saat Total Physical Response , memperkuat muscle memory dan membuat prosedur menjadi lebih otomatis. Siswa yang diajarkan dengan metode TPR menunjukkan pemahaman yang lebih baik dan retensi informasi yang lebih kuat (Munti & Syaifuddin, 2020. Nurhasanah, 2021. Putry, 2. Kesigapan siswa dalam merespons emergency menunjukkan adaptabilitas yang baik, meskipun terdapat sedikit kebingungan pada beberapa skenario. Hal ini menunjukkan bahwa metode Total Physical Response (TPR) dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi situasi penerbangan yang kompleks (Nuraeni, 2. Namun, kepercayaan diri dalam mengendalikan pesawat juga bergantung pada jam terbang yang mereka miliki. Ini membuktikan bahwa Total Physical Response (TPR) membantu mengurangi kecemasan siswa dan meningkatkan kemampuan mereka untuk mengingat dan memahami kata-kata baru (Viviane Hounhanou, 2. Banyak siswa penerbang merasa bahwa Total Physical Response efektif dan praktikal, terutama jika dilakukan dengan konsisten, dan ini sangat membantu mereka yang masih kesulitan dalam berbagai aspek penerbangan seperti landing dan menghafal prosedur Selain itu. Total Physical Response membantu tubuh terbiasa dengan gerakan yang sesuai dengan prosedur, sehingga otak dapat lebih fokus pada aspek lainnya, meningkatkan kepercayaan diri, serta membuat terbang menjadi lebih lancar dan efisien (Sembiring & Wicaksono, 2023. Wicaksono. Sonhaji, & Mubarok, 2. Mereka menganggap Total Physical Response memudahkan penggabungan teori dan praktik, memungkinkan mereka mempraktikkan prosedur sambil menggerakkan tubuh. Gerakan fisik yang terlibat dalam Total Physical Response membantu meningkatkan pemahaman dan hafalan prosedur, membuatnya lebih melekat dibandingkan dengan metode lain seperti menulis rangkap yang hanya melibatkan membaca dan menulis tanpa penerapan langsung (Suryana et al. , 2021. Wicaksono. Sonhaji, & Sembiring, 2. Pendekatan ini lebih efektif dibandingkan metode tradisional, karena melibatkan berbagai indera yang membantu anak-anak mengingat informasi dengan lebih baik (Salsabila et al. , 2020. Viviane Hounhanou, 2. SKY EAST: Education of Aviation Science and TechnologyAU https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/skyeast AU Vol. No. June 2025 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa metode Total Physical Response (TPR) atau dryswim terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman prosedur penerbangan dan kepercayaan diri siswa penerbang pada fase pre-solo di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Siswa yang menggunakan metode dryswim menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam memahami prosedur penerbangan dibandingkan dengan metode lainnya. Dryswim membantu mereka menginternalisasi prosedur dan teknik yang diajarkan melalui latihan berulang-ulang , yang membentuk muscle memory dan refleks. Metode TPR juga berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa Siswa yang dilatih dengan metode ini lebih percaya diri dalam menghadapi situasi penerbangan darurat dan normal selama fase presolo. Respons siswa terhadap situasi darurat umumnya cepat dan lancar, menunjukkan adaptabilitas yang baik meskipun ada beberapa kekurangan dalam pengucapan prosedur. Penggunaan dryswim sangat membantu mereka dalam menghafal dan menerapkan prosedur, serta mengurangi rasa grogi saat menghadapi situasi penerbangan yang kompleks. REFERENSI