SOSFILKOM Volume XVi Nomor 01 Januari-Juni 2024 KAJIAN SEMIOTIKA DALAM TRADISI TIBAN DARI MASYARAKAT TULUNGAGUNG DAN SEKITARNYA Anita Rahayu, . Bagus Wahyu Setyawan. Pd. Pd. UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung anitarhy269@gmail. com, . wahyu@uinsatu. Abstract The Tiban Tradition is a Tradition that is commonly found in the Tulungagug area and its surroundings. The purpose of this tradition is to ask for rain to fall after a long drought and water drought. The Tiban participants, namely the men, will fight each other by whipping each other, even though being whipped the Tiban participants do not feel hurt because they have knowledge or a strong grip. Before carrying out the Tiban, you must ask permission from the local leaders and make an offering ceremony with Tumpeng rice. Ingkung chicken . rilled chicke. and don't forget to perform the Istiqa prayer as proof that the rain that will fall will come from Allah SWT. During the Tiban, it will be accompanied by gamelan music to make it more sacred. The body of the Tiban participants who are whipped will bleed, many people believe that if the flowing blood will rain down. The younger generation must continue to preserve the Tiban Tradition, because there are many noble values that can be applied for a better social life. The Javanese people are also known to love traditions that have been passed down by their ancestors and have been going on for a long time, because they are cultural heritage that are of high value both culturally, materially, norms, and religion. Keywords: Tradition. Semiotics. Tulungagung. Tiban Abstrak Tradisi Tiban merupakan Tradisi yang banyak ditemukan di daerah Tulungagug dan sekitarnya. Tujuan dari dilakukannya Tradisi ini untuk meminta hujan turun setelah lama kemarau dan kekerigan air. Peserta Tiban yaitu para laki-laki akan saling bertarung mencambuk satu sama lainnya, walaupun tercambuk peserta Tiban tidak merasa terluka karena memeliki ilmu atau pegangan yang kuat. Sebelum melakukan Tiban harus meminta izin pada tokoh sekitar dan melakukan upacara sesajen dengan nasi Tumpeng, ayam Ingkung . yam panggan. dan tidak lupa melakukan sholat Istiqa sebagai bukti tanda bahwa nantinya hujan yang turun berasal dari Allah SWT. Selama Tiban berlangsung akan diiringi oleh musik gamelan agar lebih sakral. Tubuh peserta Tiban yang tercambuk akan mengeluarkan darah, banyak orang menyakini jika darah yang mengalir akan menurunkan hujan. Generasi mudah harus tetap melestarikan Tradisi Tiban, karena terdapat banyak nilai-nilai luhur yang bisa diterapkan untuk kehidupan bermasyarakat menjadi lebih baik. Masyarakat Jawa juga terkenal mencintai tradisi yang sudah diwariskan oleh leluhur dan berjalan lama, karena merupakan warisan budaya yang bernilai mahal baik secara budaya, material, norma, maupun agama. Kata Kunci: Tradisi. Semiotika. Tulungagung. Tiban PENDAHULUAN Tradisi merupakan sesuatu yang dekat dengan manusia, karena manusia menjad alasan dari terciptanya suatu tradisi. Menurut Ainur Rofiq tradisi diwariskan oleh orang-orang terdahulu dengan turun menurun yang dapat berupa prinsip, material, simbol, pertanda, benda-benda, atau peraturan tertentu. 1 Tradisi merupajan bagian dari kebudayaan menurut Nurdien Harry Kistanto budaya dan kebudayaan tidak dapat dibedakan, keduanya sama pentingnya untuk menyusun kehidupan. Berbagai macam tradisi dan kebudayaan tercipta oleh orang-orang dahulu untuk berbagai kepentingan yang diperlukan. Indonesia sebagai negara yang kaya akan agama, ras, suku, etnis yang beragam Ainur Rofiq. Tradisi Slametan Jawa Dalam Perpektif Pendidikan Islam. Attaqwa Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Volume . MdAo. Diterbitkan oleh FISIP UMC Nurdien Harry Kistanto. AoTENTANG KONSEP KEBUDAYAANAo. Sabda : Jurnal Kajian Kebudayaan, 2 . . Imami Nur Rachmawati. AoPengumpulan Data Dalam Penelitian Kualitatif: WawancaraAo. Jurnal Keperawatan Indonesia, 11. , 35Ae40 DAFTAR PUSTAKA