Ahmad Robith Firdausi 1. Pascalian Hadi Pradana2* JURNAL Edueco Universitas Balikpapan INTEGRASI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM MASA DEPAN: KAJIAN BIBLIOMETRIK DAN PRISMA Ahmad Robith Firdausi 1. Pascalian Hadi Pradana2 Universitas PGRI Argopuro Jember1. Universitas PGRI Argopuro Jember2 pos-el: robithfirdaus03@gmail. com1, pascalian10@gmail. ABSTRAK Permasalahan dilapangan pendidik masih cenderung mempertahankan metode pembelajaran tradisional yang bersifat rutin dan kurang variatif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tren utama penelitian PBL, penulis dan dokumen paling berpengaruh, jaringan kolaborasi global, serta kontribusi PBL terhadap pembelajaran berpusat pada peserta didik dan transformasi kurikulum di era digital. Metode yang digunakan ialah Systematic Literature Review dengan pendekatan PRISMA, mencakup proses identifikasi, penyaringan, dan analisis 31 artikel terbitan 2020 - 2025 menggunakan Publish or Perish dan VOSviewer. Hasil menunjukkan bahwa riset PBL meluas dari bidang kedokteran ke berbagai disiplin, seperti teknik, sains, bahasa, dan pendidikan dasar, dengan fokus pada integrasi teknologi. Artificial Intelligence (AI), dan Sustainable Development Goals (SDG. Publikasi berpengaruh banyak berasal dari jurnal bereputasi seperti BMC Medical Education dan Frontiers in Education. Peta kolaborasi global menunjukkan sinergi antara negara maju dan berkembang dalam inovasi PBL. Secara konseptual. PBL memperkuat pembelajaran berpusat pada peserta didik melalui model flipped classroom, hybrid learning, dan integrasi AI yang mendorong kemandirian serta kolaborasi belajar. PBL berperan penting dalam transformasi kurikulum yang adaptif, kontekstual, berbasis kompetensi, dan berkelanjutan sesuai tuntutan pendidikan abad ke-21. Kata kunci : kurikulum, problem based learning (PBL), satuan pendidikan ABSTRACT Abstract has no more than 200 words written in a paragraph. If the article is in Bahasa In the field, educators still tend to maintain traditional learning methods that are routine and lack This study aims to identify the main trends in PBL research, the most influential authors and documents, global collaboration networks, as well as the contribution of PBL to learnercentered education and curriculum transformation in the digital era. The method used is a Systematic Literature Review with a PRISMA approach, covering the process of identification, screening, and analysis of 31 articles published between 2020-2025 using Publish or Perish and VOSviewer. The results indicate that PBL research has expanded from the medical field to various disciplines such as engineering, science, languages, and primary education, with a focus on the integration of technology. Artificial Intelligence (AI), and the Sustainable Development Goals (SDG. Influential publications largely come from reputable journals such as BMC Medical Education and Frontiers in Education. The global collaboration map shows synergy between developed and developing countries in PBL innovation. Conceptually. PBL strengthens learner-centered education through flipped classroom models, hybrid learning, and AI integration, which promote independence and collaborative learning. PBL plays an important role in the transformation of a curriculum that is adaptive, contextual, competencybased, and sustainable in accordance with the demands of 21st-century education. Keywords: curriculum, problem based learning (PBL), educational units Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Ahmad Robith Firdausi 1. Pascalian Hadi Pradana2* JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PENDAHULUAN Kurikulum merupakan rancangan menyeluruh yang mengatur arah, isi, strategi, dan evaluasi pembelajaran sekaligus menjadi jantung sistem Kurikulum sebuah inti sari dari pembelajaran atau bisa juga disebut dengan jantungnya lembaga Pendidikan (Aulia Gusli et al. Untuk pendidikan, yakni standar kompetensi yang harus dimiliki peserta didik, guru sebagai ujung tombak pelaksanaan menetukan keberhasilannya (Muksin et , 2. Kurikulum yang sangat penting dalam dunia pendidikan secara langsung berdampak pada kehidupan siswa (Rohman et al. , 2. Inovasi kurikulum perlu diwujudkan melalui model pembelajaran yang diterapkan guru agar proses belajar lebih kreatif, interaktif, dan relevan dengan tuntutan era Berdasarkan dilapangan ditemukan bahwa model yang dilakukan oleh Pendidik masih cenderung mempertahankan metode pembelajaran tradisional yang bersifat rutin dan kurang Siswa kurang berpartisipasi aktif dalam aktivitas pembelajaran (Nasihah et Model konvensional sering kali belum mampu mendorong keterlibatan aktif serta pemikiran kritis siswa (Nadia Saputri & Putri Anggalia P. S, 2. Akibatnya, siswa menjadi terbiasa menghafal konsep tanpa pemahaman mendalam dan gagap ketika dihadapkan pada persoalan yang menuntut analisis dan evaluasi mandiri (Manasik et al. , 2. Salah penyebab utamanya adalah kesulitan guru untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi (Mayangsari et , 2. Penerapan model Problem Based Learning (PBL) menjadi salah satu upaya pembelajaran yang aktif, inovatif, dan mampu mengoptimalkan potensi peserta Model pembelajaran salah satunya adalah model Problem Based Learning (Jauhari et al. Problem Based Learning (PBL) pembelajaran yang dinilai efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kolaborasi (Anwar. Dengan berbasis masalah, proses pembelajaran diorientasikan pada kemampuan siswa untuk menyelesaikan masalah secara sistematis dan logis (Putri et al. , 2. Sehingga. Problem Based Learning (PBL) merupakan solusi tepat dalam pembelajaran karena menyelaraskan cara memecahkan masalah nyata, mendorong intrinsik, dan keterampilan. Dengan masalah kehidupan PBL mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja dan tantangan kehidupan sehari-hari yang semakin kompleks (Kusasih et al. , 2. Problem Based Learning pembelajaran konstruktivistik berorientasi student centered learning yang mampu menumbuhkan jiwa kreatif, kolaboratif, berpikir metakognisi, mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, meningkatkan pemahaman akan makna, meningkatkan kemandirian, memfasilitasi pemecahan masalah, dan membangun teamwork (Hartatik, 2. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, penelitian ini berfokus pada peran dan kontribusi model Problem Based Learning (PBL) dalam mendukung inovasi serta transformasi kurikulum masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis berbagai hasil penelitian terdahulu yang membahas penerapan PBL dalam konteks Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Ahmad Robith Firdausi 1. Pascalian Hadi Pradana2* mengidentifikasi tren dan arah penelitian terkait integrasi PBL, serta merumuskan implikasi konseptual dan praktisnya terhadap perancangan kurikulum yang adaptif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan kompetensi abad ke-21. Berdasarkan tujuan tersebut, penelitian ini, yaitu: . identifikasi tren penelitian utama dari waktu ke Waktu, . penentuan penulis dan dokumen paling berpengaruh, . pemetaan jaringan kolaborasi global, . kontribusi penerapan PBL terhadap terciptanya pembelajaran yang berpusat pada peserta didik di era digital, dan . implikasi penerapan PBL terhadap transformasi kurikulum yang responsif Pendidikan. METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan bibliometrik untuk menelusuri dan menganalisis perkembangan studi mengenai topik Problem Based Learning dalam konteks Kurikulum pada rentang waktu 2020 hingga 2025. Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh pemahaman mengenai peran PBL sebagai pendorong inovasi serta transformasi kurikulum di era digital. Sumber Data Data bibliografi diperoleh dari basis data Scopus, yang dipilih karena memiliki cakupan yang luas terhadap publikasi ilmiah internasional serta menyediakan Proses dilakukan menggunakan Publish or Perish dengan kombinasi kata kunci title word: "Problem Based Learning" dan keywords: "Curriculum". Kriteria inklusi diterapkan secara ketat untuk menjamin relevansi dan kualitas data yang Hanya artikel ilmiah yang telah Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan peer-review disertakan dalam penelitian ini. Periode publikasi dibatasi pada rentang waktu 2020 hingga 2025, dengan tujuan memberikan gambaran yang representatif selama lima tahun terakhir. Artikel yang dipilih harus memiliki keterkaitan tematik yang jelas dengan topik Problem Based Learning dalam konteks Kurikulum, sebagaimana tercermin secara eksplisit dalam judul, abstrak, atau kata kunci masing-masing artikel. Prosedur Analisis Proses analisis dalam penelitian ini dilakukan secara sistematis untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh terkait Problem Based Learning (PBL) dalam konteks Kurikulum. Tahap pertama pengunduhan metadata dari basis data Scopus dalam format CSV. Metadata tersebut mencakup informasi penting seperti judul artikel, nama penulis, kata kunci, nama jurnal, tahun publikasi, serta jumlah sitasi. Selanjutnya dilakukan analisis deskriptif untuk mengidentifikasi distribusi publikasi berdasarkan tahun, negara asal, penulis dan jurnal paling produktif, serta artikel dengan tingkat sitasi tertinggi selama periode 2020 2025. Tahap berikutnya adalah analisis mengevaluasi struktur dan pola literatur Analisis ini mencakup: . Analisis penulis, untuk menelusuri jaringan kolaborasi antar penulis dan institusi, . Analisis co-occurrence, mengidentifikasi kata kunci yang sering muncul bersama serta menemukan tema dominan dalam literatur, . Analisis sitasi, untuk menentukan penulis atau artikel paling berpengaruh di bidang ini. Ahmad Robith Firdausi 1. Pascalian Hadi Pradana2* . Bibliographic coupling dan co-citation analysis, untuk meneliti hubungan antar dokumen atau jurnal berdasarkan referensi yang sama. Pada tahap akhir, dilakukan visualisasi data menggunakan VOSviewer versi terbaru. Alat-alat tersebut digunakan untuk menghasilkan peta jaringan, peta kepadatan, dan grafik tren, yang secara visual dan informatif menggambarkan dinamika serta struktur pengetahuan dalam penelitian mengenai Problem Based Learning dalam konteks Kurikulum. Validitas dan Replikabilitas Untuk penelitian ini, seluruh proses pencarian dan analisis dilakukan secara transparan serta didokumentasikan dengan rincian yang jelas. Kata kunci dan parameter pencarian disusun sesuai dengan standar PRISMA untuk tinjauan sistematis. Validitas temuan diperkuat melalui triangulasi hasil antara VOSviewer dan Biblioshiny, di mana kedua alat tersebut menghasilkan pola visual dan kuantitatif yang konsisten, sehingga meningkatkan keterandalan internal penelitian. Sebagai indikator keberhasilan, penelitian ini menetapkan beberapa kriteria untuk pemetaan bibliometrik yang efektif, yaitu: identifikasi tren penelitian utama dari waktu ke Waktu, . penentuan penulis dan dokumen paling berpengaruh, . pemetaan jaringan kolaborasi global. Hasil-hasil ini diharapkan tidak hanya memperkaya pemahaman ilmiah terhadap bidang kajian, tetapi juga menjadi HASIL DAN PEMBAHASAN Identifikasi Tren Penelitian Berdasarkan hasil pemetaan terhadap publikasi ilmiah yang terindeks Scopus selama kurun waktu enam tahun terakhir . 0Ae2. , diperoleh total 200 artikel . %) yang dianalisis. Distribusi Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan publikasi setiap tahun menunjukkan pola menurun pada periode akhir pengamatan. Pada tahun 2020, jumlah publikasi mencapai 48 artikel, yang sekaligus menjadi kontribusi tertinggi selama periode penelitian, setara dengan 24% dari total keseluruhan publikasi. Tahun ini dapat dikategorikan sebagai masa paling produktif dalam konteks penelitian yang terindeks Scopus. Selanjutnya, pada tahun 2021, jumlah publikasi mengalami sedikit penurunan menjadi 42 artikel, atau setara dengan 21% dari total keseluruhan. Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi penurunan sebesar 6 artikel dengan selisih 12,5% dari capaian tahun 2020. Tren penurunan ini berlanjut pada tahun 2022, di mana jumlah publikasi menurun menjadi 38 artikel . %). Penurunan sebesar 4 artikel atau sekitar 9,5% dari tahun 2021 menunjukkan adanya perlambatan produktivitas riset, meskipun belum terlalu drastis. Kemudian, pada tahun 2023, jumlah publikasi menurun lagi menjadi 33 artikel . ,5%), mengalami penurunan 5 artikel . ,2%) dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini memperlihatkan pola penurunan yang cukup konsisten selama tiga tahun berturut-turut. Menariknya, pada tahun 2024, terjadi kenaikan kembali menjadi 35 artikel . ,5%), meningkat sekitar 6,1% dari tahun 2023. Peningkatan ini dapat diinterpretasikan sebagai tanda meningkatnya kembali produktivitas publikasi ilmiah pada masa pascapandemi dan adaptasi kurikulum baru di berbagai institusi pendidikan tinggi. Namun demikian, pada tahun 2025, publikasi menunjukkan penurunan yang sangat tajam, yaitu hanya 4 artikel . %), atau turun sebesar 88,6% dibandingkan tahun Ahmad Robith Firdausi 1. Pascalian Hadi Pradana2* Penurunan ekstrem ini kemungkinan besar bukan disebabkan oleh penurunan aktivitas riset secara nyata, melainkan karena data tahun 2025 masih bersifat sementara dan belum seluruhnya terindeks di pangkalan data Scopus. Scopus 2020 2021 2022 2023 2024 2025 Scopus Gambar 1. Tren Publikasi PBL di Scopus Penentuan Penulis dan Dokumen Paling Berpengaruh Publikasi dalam bentuk artikel jurnal mendominasi dengan kontribusi sebesar 66% dari keseluruhan dokumen. Artikel jurnal umumnya berfokus pada hasil penelitian empiris, pengembangan model pembelajaran, serta kajian teoretis mengenai penerapan Problem-Based Learning dalam konteks kurikulum nasional maupun internasional. Sebagian besar artikel ini menyoroti efektivitas PBL dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah pada berbagai jenjang pendidikan. Selain itu, publikasi jenis ini cenderung memiliki metodologi penelitian yang lebih kuat serta melewati proses penelaahan sejawat . eer revie. yang ketat, sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan basis ilmiah PBL dalam pengembangan Makalah konferensi, berjumlah 68 dokumen . %). Publikasi ini berfungsi sebagai sarana awal penyebaran inovasi atau hasil penelitian sementara yang Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan terkait dengan penerapan PBL pada pengembangan kurikulum. Sebagian besar makalah konferensi membahas desain model pembelajaran, pengujian awal efektivitas PBL, serta penerapan teknologi dalam mendukung pendekatan Publikasi dalam prosiding konferensi juga menunjukkan dinamika meskipun umumnya belum melalui proses penelaahan yang seketat artikel jurnal. Distribusi publikasi berdasarkan jenis dokumen menunjukkan bahwa kajian tentang PBL dan kurikulum lebih banyak dipublikasikan dalam bentuk artikel jurnal, yang menandakan tingginya minat penelitian formal dan validasi empiris terhadap pendekatan ini. Sementara itu, makalah konferensi tetap memainkan peran penting sebagai wadah pertukaran ide, eksperimen awal, dan penyebaran inovasi pembelajaran yang kemudian dapat berkembang menjadi penelitian lebih lanjut yang dipublikasikan dalam Dengan demikian, kedua jenis dokumen saling melengkapi dalam membangun ekosistem pengetahuan Problem-Based Learning dan Curriculum. Dominasi artikel jurnal menunjukkan kematangan riset di bidang ini, sementara kontribusi keberlanjutan eksplorasi inovatif dalam penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada berbagai level kurikulum Ahmad Robith Firdausi 1. Pascalian Hadi Pradana2* Pemetaan Global Jaringan Kolaborasi Gambar 2. Penelitian PBL Menggunakan VOSviewer Visualisasi VOSviewer pada gambar tersebut memperlihatkan jaringan kata kunci yang saling terhubung dalam penelitian global terkait PBL. Node AuproblemAy muncul sebagai pusat jaringan merupakan tema inti dan paling sering digunakan dalam publikasi ilmiah. Keterhubungan kuat antara kata kunci seperti learning, development, student, higher education, medical education, dan curriculum menegaskan bahwa penelitian PBL berkembang lintas disiplin dan mencerminkan kolaborasi global dalam penguatan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Perbedaan warna dalam jaringan menunjukkan pembentukan beberapa klaster tema, di mana klaster merah menyoroti keterkaitan antara problem, learning, dan development. klaster hijau berfokus pada implementasi PBL di pendidikan tinggi dan medis. klaster biru menggambarkan interaksi mahasiswa dan konteks pembelajaran. sedangkan klaster kuning memetakan topik terkait peserta didik, motivasi belajar, dan proses kognitif. Tema Dominan Serta Topik Yang Sedang Berkembang tema dominan penelitian global tentang PBL terdiri atas tiga kelompok Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan besar: . PBL dalam peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi, seperti critical thinking, penalaran klinis, pemecahan masalah, dan computational . PBL dalam pengembangan kurikulum, yang menekankan integrasi model ini dalam kurikulum medis, rekayasa, ilmu sosial, pendidikan dasar, hingga pendidikan vokasi. PBL dalam konteks pembelajaran digital, termasuk blended learning, flipped classroom, dan penggunaan teknologi seperti AI. Sementara itu, topik yang sedang berkembang . merging topic. tercermin dari kemunculan kata kunci yang terhubung pada klaster baru, seperti AI/ChatGPT, . roblem-based keberlanjutan (SDGs integratio. , dan penguatan self-efficacy mahasiswa dalam kurikulum hybrid. Hal ini menunjukkan bahwa arah penelitian PBL kini bergerak tidak hanya pada ranah pedagogi klasik, tetapi juga pada inovasi digital, teknologi cerdas, serta transformasi kurikulum agar lebih responsif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21. Analisis Seleksi Literatur (PRISMA) dalam Kajian PBL dan Inovasi Kurikulum Analisis ini dilaksanakan dengan mengacu pada tahapan PRISMA yang terdiri dari lima langkah utama. Pada tahap identifikasi, peneliti melakukan penelusuran artikel ilmiah menggunakan perangkat Publish or Perish dengan title AuProblem Based LearningAy keywods "curriculum". Adapun kriteria inklusi yang diterapkan mencakup artikel yang telah dipublikasikan dalam rentang enam tahun terakhir, yaitu dari tahun 2020 hingga 2025, dijelaskan pada gambar 3: Ahmad Robith Firdausi 1. Pascalian Hadi Pradana2* JURNAL Edueco Universitas Balikpapan menghasilkan peta pengetahuan yang komprehensif mengenai Problem-Based Learning (PBL) dan keterkaitannya Berdasarkan hasil proses penyaringan yang telah dilakukan, diperoleh 31 artikel terpilih yang menjadi bahan analisis dalam penelitian ini, dengan rincian sebagai berikut: Tabel 1. Artikel Terpilih Penelitian PBL dan Kurikulum Gambar 3. Prisma Analysis Tahapan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyse. dalam penelitian Systematic Literature Review (SLR) ini terdiri atas lima langkah utama, yaitu kelayakan, inklusi, dan pelaporan hasil. Pada menelusuri artikel Publish or Perish dan menemukan 200 artikel, kemudian menghapus 78 duplikasi, 42 artikel yang tidak relevan berdasarkan seleksi otomatis, serta 27 artikel lain yang tidak memenuhi kriteria, sehingga tersisa 53 artikel untuk disaring. Pada tahap berdasarkan kesesuaian topik, judul, dan abstrak, menghasilkan 41 artikel yang memenuhi syarat setelah 12 artikel Selanjutnya, pada tahap penilaian kelayakan, 7 artikel tidak dapat diakses penuh, dan 3 artikel dieliminasi karena hanya berupa abstrak atau tidak menyajikan hasil penelitian yang relevan, menyisakan 31 artikel yang dinyatakan layak untuk dianalisis. Artikel-artikel tersebut kemudian masuk tahap inklusi sebagai sumber utama dalam sintesis temuan penelitian. Pada tahap terakhir, yaitu pelaporan hasil, seluruh artikel yang Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 Hasil Penelitian / Fokus Studi Berhubungan dengan pembelajaran berbasis (Jiang et al. , masalah. ringkasan lebih akurat dapat dibuat dari abstrak (BMC Medical Educatio. PBL terbukti efektif dalam (Sukkamart et memperkuat kemampuan , 2. berpikir komputasional dalam kurikulum nasional. Integrasi PBL memperkaya (Yunitasari et kurikulum sekolah dengan , 2. pendekatan aktif dan reflektif. Kurikulum berbasis PBL (Su et al. , meningkatkan motivasi belajar dan hasil akademik Membandingkan tiga (Wijnia et al. , pendekatan aktif. PBL paling efektif meningkatkan integrasi kurikulum. Penelitian ini menyoroti metodologi pemetaan yang memungkinkan PT untuk (Nguyen et mengevaluasi kesiapan , 2. keberlanjutan mereka dalam kurikulum, bahan ajar, dan penilaian yang relevan. Baik mahasiswa maupun dosen telah mengembangkan (Chan et al. modifikasi untuk memastikan bahwa PBL lebih sesuai dengan kondisi lokal mereka. PBL adalah alat pengajaran dan pembelajaran yang (Jaganathan & menjanjikan yang dapat . diterapkan di semua bidang. Bhuminathan, terutama dalam kurikulum Kedokteran dan Kedokteran Gigi. (Mohammed Temuan studi ini berpotensi et al. , 2. memberikan informasi Penulis Ahmad Robith Firdausi 1. Pascalian Hadi Pradana2* Hasil Penelitian / Fokus Studi penting bagi para pemangku kepentingan pendidikan dan pembuat kebijakan untuk menyusun strategi implementasi pembelajaran berbasis masalah yang sukses di sekolah kedokteran tingkat Temuan ini menegaskan bahwa kontribusi integrasi AI dan ChatGPT dalam model (Naatonis et PBGL dapat meningkatkan , 2. kemampuan berpikir kritis, memberikan umpan balik otomatis, dan meningkatkan motivasi mahasiswa. Disadari bahwa pendekatan ceramah kurang membantu mereka memahami hubungan antara teori dan praktik. Oleh (Varadarajan karena itu, kebutuhan akan 11 & Ladage, metode pedagogis baru disadari dan pendekatan PBL pun diinisiasi. Sejak saat itu, banyak penelitian tentang PBL dilakukan, termasuk dalam ranah pendidikan Studi ini mengisi kesenjangan kontekstual dengan (OAoConnor et melaporkan persepsi , 2. mahasiswa teknik tentang PBL dalam lingkungan Pembelajaran berbasis masalah merupakan pendekatan instruksional yang (Bhagwonpars disukai untuk mengajar dan 13 adh & Pule, belajar matematika dan pendidik perlu pengembangan kapasitas profesional dan konten mereka dalam Efektivitas model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) dalam (Santoso & meningkatkan keterampilan Santoso, gerak dasar sepak bola dan aktivitas belajar siswa dalam konteks pendidikan jasmani di tingkat sekolah dasar. Mengintegrasikan keterampilan ijtihad melalui (Abdul Khalil PBL guna meningkatkan IRE et al. , 2. dalam spesialisasi fiqh di tingkat pendidikan tinggi. Mengintegrasikan robotika (Barradas et edukasional dengan , 2. pembelajaran berbasis Penulis Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Hasil Penelitian / Fokus Studi masalah, secara efektif mendorong berpikir komputasional dan keterampilan pemecahan masalah, yang sangat penting untuk abad ke-21. Komparasi antara PBL . tau model hybri. dengan metode (Kubrusly et lain, sering menunjukkan , 2. perbedaan efektivitas/hasil Berbagai tugas individu berbasis masalah (PBL) dan proyek tim kolaboratif dikembangkan, bersamaan dengan kombinasi model (Maalek, kelas terbalik dan pembelajaran campuran, guna mengajarkan interaksi yang efektif dengan LLM dan mengurangi kekhawatiran, seperti bias dan halusinasi. Mengintegrasikan pembelajaran berbasis masalah ke dalam tugas-tugas (Bilgin & pada mata kuliah Penulisan Yildiz, 2. Akademik melalui rencana yang matang dan proses penulisan yang diawasi secara cermat di tingkat global. Memberikan kontribusi pada peningkatan bukti yang mendukung PBL dan (Matsuda et menawarkan wawasan praktis , 2. untuk penerapan PBL dalam pendidikan kesehatan Penggunaan PBL mendorong keselarasan dengan proposisi pedoman kurikulum untuk pendidikan perawat dengan memfasilitasi pengembangan (Rodrigues et keterampilan dan kompetensi , 2. seperti otonomi, komunikasi, hubungan interpersonal, dan penalaran klinis melalui praktik yang komprehensif dan kontekstual. Berhubungan dengan pembelajaran berbasis Rafie ringkasan lebih Papkiadeh akurat dapat dibuat dari abstrak (Heliyo. Hasil berupa evaluasi/validasi (Connolly et implementasi PBL pada , 2. kurikulum yang menilai keefektifan atau validitas. (Bhatia et al. Implikasi atau efektivitas Penulis Ahmad Robith Firdausi 1. Pascalian Hadi Pradana2* Hasil Penelitian / Fokus Studi Problem-Based Learning dalam kerangka kurikulum Modul ajar berbasis PBL untuk meningkatkan (Dwikoranto keterampilan pemecahan et al. , 2. masalah telah memenuhi kriteria validitas mengenai isi, konstruk, dan bahasa. Penerapan PBL di kurikulum (Nugroho & kesehatan/keperawatan/medis 26 Hermasari. Ai sering menunjukkan perbaikan hasil belajar klinis atau keterampilan praktik. PBL dapat menjadi pendekatan yang berharga (Nitisiri et al. , untuk pengajaran rekayasa pemasaran dan dapat menghasilkan hasil yang positif bagi mahasiswa Penerapan PBL di kurikulum kesehatan/keperawatan/medis (Kelly et al. sering menunjukkan perbaikan hasil belajar klinis atau keterampilan praktik Model Aptitude Treatment Interaction (ATI) memiliki pengaruh yang lebih baik (Maskur et al. terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa dibandingkan dengan model Problem Based Learning (PBL). Kurikulum integratif yang menggabungkan PBL (Huang & berbasis tim dengan simulasi Wang, 2. skenario layak untuk Penggunaan PBL dalam (Bindayna et setting laboratorium , 2. mendorong pembelajaran Penulis Hasil analisis menunjukkan bahwa PBL memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi dan pengembangan pembelajaran yang menekankan pada pemecahan masalah nyata, kolaborasi, dan keterlibatan aktif peserta didik. Berbagai studi (Jiang et al. , 2025. Su et , 2025. (Wijnia et al. , 2. memperlihatkan bahwa penerapan PBL peningkatan kemampuan berpikir kritis. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan kreatif, dan analitis, yang merupakan kompetensi utama dalam kurikulum abad Pendekatan ini memungkinkan peserta didik tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan dalam konteks nyata, sejalan dengan tuntutan dunia kerja dan perubahan sosial yang Dalam konteks ini. PBL (Outcome-Based Curriculu. yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat global. Penerapan PBL berperan penting dalam mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik di era digital. Beberapa penelitian, seperti yang dilakukan oleh (OAoConnor et al. , 2. dan (Naatonis et al. , 2. , menyoroti PBL pembelajaran modern, seperti hybrid penggunaan Artificial Intelligence (AI) melalui ChatGPT API, yang memperkuat kolaborasi digital serta personalisasi proses belajar. Dengan demikian. PBL berfungsi sebagai penghubung antara pendekatan pembelajaran aktif dan inovasi teknologi pendidikan. Terkait tren menampilkan arah baru dalam integrasi PBL ke dalam kurikulum inovatif dan Beberapa studi (Nguyen et , 2024. Maalek, 2. menunjukkan bahwa PBL kini banyak digunakan untuk mendukung pendidikan berkelanjutan . ustainability educatio. dan penerapan Sustainable Development Goals (SDG. , menandakan pergeseran fokus dari pembentukan kesadaran sosial dan tanggung jawab global. Selain itu, tren Ahmad Robith Firdausi 1. Pascalian Hadi Pradana2* lain yang berkembang adalah adaptasi lintas budaya dan lokalitas, seperti yang diteliti oleh (Chan et al. , 2. dan (Mohammed et al. , 2. , menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi PBL dalam kurikulum sangat bergantung pada kesiapan pendidik dalam memahami peran baru mereka sebagai fasilitator. Oleh karena itu, transformasi kurikulum berbasis PBL juga mendorong penguatan kompetensi pedagogik dan digital bagi guru dan dosen agar mampu mendesain pembelajaran yang kontekstual dan Penerapan PBL memiliki implikasi signifikan terhadap transformasi kurikulum yang responsif terhadap tantangan masa depan pendidikan. PBL mendorong terbentuknya kurikulum yang dinamis, kontekstual, dan berbasis kompetensi, di mana pembelajaran tidak pengembangan karakter, kemampuan berpikir reflektif, dan keterampilan Dengan demikian. PBL bukan hanya metode pembelajaran, tetapi juga paradigma kurikulum inovatif yang menjawab kebutuhan pembelajaran abad ke-21Aiterintegrasi dengan teknologi, relevan dengan konteks global, dan berorientasi pada pengembangan manusia Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi Problem-Based Learning kurikulum memiliki potensi besar untuk memperkuat kualitas pendidikan masa PBL tidak hanya berperan dalam inovasi pedagogis, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan kurikulum menuju sistem pembelajaran yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan sesuai tuntutan transformasi pendidikan global. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 2. Desember 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan KESIMPULAN Problem Based Learning (PBL) memiliki peran penting dalam mendorong perkembangan pesat riset PBL selama 2020Ae2025 yang meluas dari bidang kedokteran ke berbagai disiplin dengan penekanan pada teknologi digital dan Publikasi menegaskan efektivitas PBL dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, sementara kolaborasi global menunjukkan keterlibatan kuat antara negara maju dan PBL juga memperkuat pembelajaran berpusat pada peserta didik classroom, dan integrasi AI, sehingga menjadi paradigma strategis bagi kurikulum yang adaptif, kontekstual, dan berbasis kompetensi. Oleh karena itu, mengintegrasikan PBL dalam kurikulum secara sistematis, menyediakan pelatihan pendidik, memperkuat kolaborasi antar lembaga, meningkatkan infrastruktur digital, serta mengembangkan kebijakan berbasis kompetensi dan keberlanjutan. DAFTAR PUSTAKA