Anwar, dkk / Tropical Animal Science 7. :211-217 pISSN 2541-7215 eISSN 2541-7223 Tropical Animal Science. November 2025, 7. :211-217 DOI: 10. 36596/tas. Tersedia online pada https://ejournal. id/index. php/tas PENGARUH SUPLEMENTASI MINYAK MAGGOT TERHADAP PERFORMA AYAM PETELUR THE EFFECT OF MAGGOT OIL SUPPLEMENTATION ON LAYING HEN PERFORMANCE Baharudin Anwar. Catur Suci Purwati* Fakultas Pertanian. Universitas Veteran Bangun Nusantara. Sukoharjo. Indonesia Jl. Letjen Sujono Humardina No. Sukoharjo 57521 *E-mail korespondensi: catursuci88@gmail. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh suplementasi minyak maggot (Hermetia illucen. dalam ransum terhadap performa ayam petelur, khususnya pada variabel konsumsi pakan, bobot telur, produksi telur, dan Feed Conversion Ratio (FCR). Minyak maggot merupakan sumber lemak alternatif yang kaya akan asam lemak esensial dan berpotensi meningkatkan kinerja metabolisme serta produktivitas ayam. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan dengan beberapa tingkat suplementasi minyak maggot dan satu kelompok kontrol tanpa perlakuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa suplementasi minyak maggot tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap bobot telur dan nilai FCR, sehingga tidak mengubah efisiensi pemanfaatan pakan ataupun berat telur yang dihasilkan. Namun, suplementasi minyak maggot berpengaruh nyata terhadap peningkatan konsumsi pakan harian dan produksi telur. Ayam yang menerima minyak maggot menunjukkan peningkatan nafsu makan, yang kemungkinan disebabkan oleh meningkatnya palatabilitas pakan akibat kandungan lemak dalam minyak maggot. Peningkatan konsumsi ini kemudian berdampak pada tingginya hen day production (HDP), menunjukkan bahwa minyak maggot mampu mendorong produksi telur yang lebih tinggi. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa minyak maggot berpotensi sebagai bahan tambahan pakan alternatif yang dapat meningkatkan performa ayam petelur dari sisi produktivitas telur dan konsumsi pakan, tanpa menurunkan efisiensi konversi pakan maupun kualitas bobot telur yang dihasilkan. Kata Kunci: Suplementasi Minyak Maggot. Performa Ayam Petelur. Konsumsi Pakan ABSTRACT This study was conducted to examine the effect of maggot oil (Hermetia illucen. supplementation in rations on the performance of laying hens, especially on the variables of feed consumption, egg weight, egg production, and feed conversion ratio (FCR). Maggot oil is an alternative fat source that is rich in essential Anwar, dkk / Tropical Animal Science 7. :211-217 fatty acids and has the potential to improve metabolic performance and chicken productivity. This study used an experimental design with several levels of maggot oil supplementation and one control group without The results of the analysis showed that maggot oil supplementation did not have a significant effect on egg weight and FCR values, so it did not change the efficiency of feed utilization or the weight of eggs produced. However, maggot oil supplementation had a significant effect on increasing daily feed consumption and egg production. Chickens that received maggot oil showed an increase in appetite, which was likely due to increased feed palatability due to the fat content in maggot oil. This increase in consumption then had an impact on high hen day production (HDP), indicating that maggot oil was able to encourage higher egg production. Based on these findings, it can be concluded that maggot oil has the potential as an alternative feed additive that can improve the performance of laying hens in terms of egg productivity and feed consumption, without reducing the efficiency of feed conversion or the quality of the egg weight Keywords: Maggot Oil Supplementation. Laying Hen Performance. Feed Consumption PENDAHULUAN Usaha peternakan ayam petelur merupakan kegiatan yang sangat strategis dan dapat dipandang sebagai salah satu langkah utama dalam meningkatkan pendapatan masyarakat serta memenuhi kebutuhan pangan dan gizi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, total kebutuhan telur di Jawa Timur pada tahun 2022 mencapai 1. 114,93 Selain itu. Bejawati dkk. mencatat populasi ayam petelur pada tahun 2022 576 ekor. Salah satu jenis ternak yang dibudidayakan untuk dua tujuan adalah ayam petelur, yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan telur dan daging. Telur merupakan sumber protein yang aman dan mudah diolah sebagai bahan pangan, sehingga usaha peternakan ayam petelur memiliki prospek keberhasilan yang baik (Hasanah et al. Meskipun pasarnya memiliki potensi yang besar, usaha peternakan ayam petelur di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti penyakit, kualitas pakan yang kurang baik, dan manajemen peternakan yang belum optimal. Menurut (Ikhwanul Muslimin, 2. hal ini menyebabkan peternakan ayam petelur di Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia. Selain itu, peternak juga sering mengalami kesulitan ekonomi akibat fluktuasi dan ketidakstabilan harga telur. Maggot, yang merupakan larva dari Black Soldier Fly (BSF), semakin umum digunakan karena efisiensi biokonversi yang meningkat, yang memungkinkan mereka digunakan sebagai solusi untuk mengatasi masalah dengan organisme dan mengurangi kelembapan di rumah. Manfaat penggunaan menggunakannya sebagai ternak, terutama unggas ternak, yang jarang digunakan sebagai ternak dalam praktik. Hal ini disebabkan oleh kandungan gizi maggot yang sangat tinggi, terutama dalam protein dan daging, yang sebagian besar karena keberhasilannya (Bejawati et al. , 2. Menurut (Aqilla. Latif, dan Daud 2. penelitian tentang pakan budidaya harus menggunakan SF2C dan tepung maggot sebagai sumber protein untuk meningkatkan produksi dan kualitas ayam Anwar, dkk / Tropical Animal Science 7. :211-217 Ini meningkatkan produktivitas unggas agar produk akhir dan kualitasnya lebih baik. MATERI DAN METODE Penelitian ini menggunakan berbagai bahan, antara lain ayam petelur betina strain Isa Brown sebagai objek utama, konsentrat, jagung giling, polar . edak halu. , dan minyak maggot yang diperoleh dari ekstraksi larva Hermetia illucens sebagai bahan uji. Alat yang digunakan antara lain kandang baterai dengan dimensi lebar 30 cm, panjang 35 cm, tinggi belakang 30 cm, dan tinggi depan 35 cm untuk pemeliharaan ayam secara timbangan gantung digital berkapasitas 10. g dan ketelitian 0,001 g untuk menimbang bahan pakan, timbangan telur digital berkapasitas 100 gram dan ketelitian 0,1 gram sampai 1 gram untuk mengukur berat telur, tempat pakan untuk pemberian pakan, lampu pemanas untuk menjaga suhu lingkungan tetap optimal, dan suntikan yang digunakan untuk memberikan minyak maggot pada ayam Penelitian ini dilaksanakan di SBF Farm milik Bapak Sukiman yang berlokasi di Dusun Tlukan RT 02 RW 03. Desa Jatirejo. Kecamatan Ngargoyoso. Kabupaten Karanganyar. Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan perlakuan pemberian minyak maggot terhadap performa ayam Minyak maggot diekstrak dari larva kering Hermetia illucens melalui pemanasan atau pengepresan mekanis. Larva dihancurkan, lalu dipanaskan atau dipres untuk mengeluarkan minyaknya, kemudian disaring dan didiamkan agar terpisah dari kotoran dan air. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan 3 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, di mana setiap ulangan terdiri dari 4 ekor Penelitian ini menggunakan tiga ulangan dikarenakan pada keterbatasan fasilitas, jumlah ternak, serta alokasi biaya dan waktu penelitian. Penambahan jumlah ulangan tentu akan memberikan kekuatan statistik yang lebih tinggi, namun dalam konteks penelitian ini, penggunaan tiga memperoleh data yang valid. Adapun perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut: P0 = 100% pakan komersial . ebagai kontro. P1 = 100% pakan komersial 0,25% minyak maggot, dan P2 = % pakan komersial 0,5% minyak maggot. Variabel penelitian ini meliputi konsumsi pakan, bobot telur, produksi telur, dan Feed Convertion Ratio (FCR). Konsumsi pakan dihitung berdasarkan selisih antara jumlah pakan yang diberikan dan sisa pakan, kemudian dibagi dengan jumlah ayam. Bobot telur dicatat setiap hari dan dirata-rata setiap minggu. Produksi telur dihitung dengan rumus jumlah telur dibagi jumlah ayam yang ada, kemudian dikalikan 100% untuk mendapatkan persentase produksi Total konsumsi pakan (FI Tota. diperoleh dari penjumlahan konsumsi Feed Conversion Ratio (FCR) digunakan untuk menilai efisiensi pakan, yaitu dengan membandingkan jumlah pakan yang dikonsumsi terhadap jumlah telur yang dihasilkan, yang mencerminkan keberhasilan dalam budidaya ayam petelur. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemberian minyak maggot pada ayam petelur memberikan pengaruh yang nyata (P<0,. terhadap konsumsi pakan. Menurut Tabel 1 di atas, pemberian maggot di ayam petelur dapat memiliki konsekuensi yang Tingkat konsumsi tertinggi terlihat pada kelompok kontrol (P. dengan 84,17 g/ekor/hari, diikuti oleh P1 dengan 83,83 g/ekor/hari dan P2 dengan 77,92 g/ekor/hari. Sebaliknya. P2 dapat mengurangi konsumsi pakan, sementara P1 dapat kembali ke kisaran Menurut penelitian oleh Trisna. Amran, dan Pratama . , rata-rata jumlah ransum yang dikonsumsi untuk setiap Anwar, dkk / Tropical Animal Science 7. :211-217 aktivitas berkisar antara 19,32 hingga 19,34 g/ekor/hari. Angka tersebut terlihat berbeda tidak nyata . >0,. , yang mungkin disebabkan oleh kemampuan ransum yang serupa untuk setiap tugas. Menurut penelitian lain, konsumsi ransum yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari juga dapat dikaitkan dengan berbagai jenis sampah dan faktor Hal ini sejalan dengan temuan Sukri et al. , yang menyebutkan bahwa berbagai faktor, termasuk unggas, faktor lingkungan, badan berat, jenis kelamin, umur, ambang produksi telur, ukuran telur, aktivitas, kualitas pakan, dan stres, semuanya dapat mempengaruhi konsumsi pakan. Jumlah pakan yang digunakan oleh petelur ayam juga akan dipengaruhi oleh pakan tersebut (Putri dan Bintari 2. Menurut penelitian Hardiana. Zulkarnain, dan Malesi . , mempengaruhi konsumsi pakan dengan dampak yang bervariasi tergantung pada jenis pakan dan metode pembuatan yang Tabel 1. Pengaruh pemberian suplementasi minyak maggot terhadap performa ayam petelur . ata-rata konsumsi pakan, bobot telur, produksi telur dan Feed Convertion Ratio (FCR) Variabel/Parameter Konsumsi pakan . ram/e/. Bobot telur . ram/buti. Sig 0,00 Produksi telur . Feed Convertion Ratio Tidak ada efek yang signifikan dari minyak maggot pada ayam petelur (P>0,. terhadap bobot telur yang dihasilkan. Berdasarkan informasi di Tabel 1 di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan maggot pada ayam telur memiliki dampak terhadap hasil Rata-rata telur tertinggi ditemukan pada sampel P0, yang beratnya 64,75 g, diikuti oleh sampel P1 dan P2, yang beratnya masingmasing 64,27 g dan 61,40 g. Pemberian minyak berlebihan mungkin memberikan dampak buruk terhadap kualitas produk telur, terutama berat telur, menurut berat telur di kelompok P2 yang diberikan dosis tinggi minyak maggot. (Khusnawati et al. menganalisis dampak habitat ayam terkait dengan berbagai jenis bobot telur dan menyimpulkan bahwa perbedaan habitat tidak secara signifikan mempengaruhi bobot telur susut, kesuburan, atau daya tetas. Studi Putranto. Santoso, dan Sumarna . menunjukkan bahwa bobot telur berbeda meningkatkan pengetahuan tentang variabel yang mempengaruhi bobot telur dalam Menurut sebuah studi (Selviani et 2. , penambahan pakan dengan multi-enzim meningkatkan jumlah telur yang diproduksi, menyoroti pentingnya pakan berkualitas tinggi dalam produksi telur. Penambahan minyak maggot pada ayam petelur memiliki pengaruh signifikan terhadap produksi telur (P<0,. Menurut Tabel 1 di atas, keberadaan maggot dalam pakan petelur berdampak negatif pada produksi telur. Tingkat produksi tertinggi ditentukan oleh kelompok kontrol (P. dengan 0,9300 butir/ekor/hari, diikuti oleh P1 dengan 0,8575 butir/ekor/hari dan P2 dengan 0,7367 butir/ekor/hari. Penurunan produksi telur dari P0 ke P2 menunjukkan adanya efek negatif dari peningkatan dosis, seperti maggot, terhadap produktivitas ayam. Ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kekurangan gizi, konsumsi pakan, dan Anwar, dkk / Tropical Animal Science 7. :211-217 palatabilitas pakan. Namun, infestasi maggot dalam jumlah kecil dapat ditangani secara fisik oleh ayam dan tidak selalu berdampak buruk pada produksi. Menurut penelitian, faktorfaktor seperti jenis pakan dan cara pemeliharaan memiliki dampak signifikan terhadap produktivitas petelur. (Hasanah et al. Menurut penelitian (Putra et al. kombinasi berbagai jenis tepung maggot dalam pakan tidak menghasilkan perbedaan yang signifikan yang terkait langsung dengan perubahan kadar urat pada ayam, dan ada kemungkinan bahwa efek suplementasi akan kurang terlihat dalam jangka panjang atau Menurut Djaelani. Kasiyati, dan Sunarno . , berbagai jenis konsumsi pakan mungkin memengaruhi tingkat nutrisi hewan, tetapi tidak secara signifikan memengaruhi efisiensi produksi telur. Ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah maggot dalam petelur ayam dapat bervariasi, kelembapan produk telur harus dipertimbangkan dengan hati-hati. Relevansi dari studi-studi ini mendukung gagasan bahwa, meskipun suplementasi mungkin berguna di bidang tertentu, tidak semua jenis suplemen memberikan dampak positif pada hasil akhir, dan ada keuntungan dalam area tingkat konsentrasi yang dapat diperoleh dari petelur (Aksara et al. Tidak ada efek yang dapat dibedakan dari suplementasi ayam petelur dengan maggot terhadap Feed Convertion Ratio (FCR) (P>0,. Dalam Tabel 1. Salah satu ukuran efisiensi pemanfaatan pakan adalah Feed Convertion Ratio (FCR), di mana FCR yang lebih tinggi menunjukkan pemanfaatan pakan yang lebih efisien. FCR tidak selalu menghasilkan proses produksi yang lebih efisien. Karena FCR untuk P2 rendah dalam penelitian ini, bobot dan produksi telur juga menghadapi masalah yang berpotensi signifikan ketika menentukan efek panjang penggunaan minyak maggot dalam dosis tinggi. Oleh karena itu. FCR perlu dibandingkan dengan parameter produksi lainnya, seperti jumlah, kualitas, dan konsumsi produk, untuk memberikan data yang Penurunan FCR menunjukkan potensi untuk meningkatkan efisiensi pakan. namun, ini juga harus dievaluasi bersamaan dengan parameter lain, seperti telur dan jumlah, yang menunjukkan suplementasi kadar. Banyak penelitian diperlukan untuk menentukan keberlanjutan penggunaan dosis tinggi untuk petelur ayam (Syakti et al. , 2. Menurut penelitian (Pandie. Datta, dan Simarmata 2. , ada dampak positif dari maggot dalam pakan ayam, di mana efisiensi pakan dapat meningkat tanpa mempengaruhi parameter produksi lainnya seperti kesehatan dan bobot Meskipun produk bobot dan telur memiliki beberapa keterbatasan, penting untuk dicatat bahwa untuk memberikan informasi yang lebih komprehensif tentang kebiasaan kerja pekerja telur, produk bobot dan telur harus diperiksa secara menyeluruh bersamaan dengan FCR (Tistiana dan Pratama KESIMPULAN Berdasarkan suplementasi minyak maggot terhadap performa ayam petelur tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap bobot telur dan Feed Conversion Ratio (FCR). Namun, suplementasi ini terbukti berpengaruh terhadap peningkatan konsumsi pakan serta produksi telur. Dengan demikian, minyak maggot berpotensi sebagai bahan tambahan pakan yang dapat meningkatkan produktivitas ayam petelur melalui peningkatan konsumsi pakan dan jumlah telur yang dihasilkan. Feed Conversion Ratio (FCR) maupun kualitas bobot telur. Penelitian ini memberikan kesempatan untuk penelitian lebih mendalam tentang mekanisme kerja, seperti maggot dan pengaruhnya, sehubungan dengan komponen lainnya, serta kegunaan panjang dalam meningkatkan produksi. Anwar, dkk / Tropical Animal Science 7. :211-217 UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Peternakan SBF Farm yang sudah mefasilitasi dan dukungan yang diberikan selama proses penelitian. DAFTAR PUSTAKA