SARGA : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM VOLUME 18 NO 1 JANUARI 2024 P-ISSN: 0853-4748 E-ISSN: 2961-7030 Journal Home Page: https://jurnal2. id/index. php/sarga EKSPLORASI AKTIVITAS BERMAIN ANAK DI LINGKUNGAN OUTDOOR SEKOLAH DASAR Kids Play Activity Exploration within Primary Outdoor School Environment | Received August 7th 2022 | Accepted December 9th 2022 | Available online January 31st 2024 | | DOI 10. 56444/sarga. 802 | Page 21 - 32 | Elma Mahfuzhoh1. Syam Rachma Marcillia2 Elmamahfuzhoh@mail. Universitas Gadjah Mada. Indonesia1,2 Syam. m@ugm. Universitas Gadjah Mada. Indonesia2 ABSTRAK Kegiatan bermain di sekolah memberikan dampak yang baik pada banyak aspek seperti kesehatan anak melalui aktivitas fisik, aspek kognitif yang membantu anak mengenal lingkungan sekitar, hingga pada aspek sosial melalui komunikasi antar anak dan tenaga pengajar. Elemen lingkungan outdoor sekolah dasar menyediakan ruang yang dapat digunakan anak untuk melakukan eksplorasi berbagai macam permainan serta kondisi lingkungan yang lebih spesifik seperti eksplorasi permainan pada lingkungan Dalam perkembangannya, sayangnya layout yang dimiliki oleh sekolah dasar negeri saat ini masih terdapat limitasi khususnya pada penyediaan playground. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan ruang outdoor sekolah dasar sebagai ruang bermain anak pada jam istirahat. Penelitian dilakukan di SDN Gondolayu. Yogyakarta melalui metode behavior mapping yang menghasilkan temuan yang menunjukkan bahwa adanya perbedaan pemanfaatan ruang oleh anak laki-laki dan perempuan serta perbedaan aktivitas bermain oleh anak dalam kelompok usia kelas rendah . elas 1-. dengan kelompok usia yang lebih tua . elas 4-. Kata kunci: Aktivitas bermain. Lingkungan outdoor sekolah. Behavior mapping. Perilaku bermain. ABSTRACT Play activities at school provides a lot of benefit for children in many aspects, such as children's health improvement through their physical activity, positive impact in childrenAos cognitive ability development through learning about their environment, and a chance to practice their social and communication skill through interaction with their peers and teachers. The Outdoor environment in elementary schools gives children space to explore various kinds of play activity within specific element such as nature environment. However, most public elementary school in Indonesia donAot have playground area which set limitations in children play activity. This study aims to determine how children use outdoor environment in elementary schools as playing space during recess. The study was conducted at SDN Gondolayu. Yogyakarta, using behavior mapping method. The result shows that there are differences in the use of space for play activity between boys and girls, and differences in the kinds of play activities done by children in the younger age group . rade 1-. and older age group . rade 4-. Keywords: Play activity. School Outdoor environment. Behavior mapping. Play behavior SARGA - VOLUME 18 NO. 1 JANUARI 2024 Elma Mahfuzhoh. Syam Rachma Marcillia PENDAHULUAN Aktivitas bermain menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan oleh anak sebagai wadah mereka untuk bersenang-senang (Sharif, 2. yang bersifat spontan dan merupakan hasil dari inisiasi pribadi (Sandsetter et al. , 2. Proses bermain memberikan banyak manfaat mulai dari aspek perkembangan sosial dan budaya (Loebach dan Cox, 2. hingga dapat menjadi pengimbang kemampuan verbal mereka yang terbatas (Fromberg dan Bergen, 2. Aktivitas fisik yang cenderung terbentuk ketika bermain juga memberikan efek positif terkait dengan kesehatan dari anak (Tercedor et al. , 2. Bermain di lingkungan sekolah menjadi salah satu motivasi anak untuk semangat datang ke sekolah (Sharif, 2. Salah satu hal yang ditunggu oleh mereka adalah perasaan senang apabila bertemu dan bermain bersama teman-teman mereka. Lingkungan bermain di sekolah dipandang sebagai lingkungan baik serta memberikan potensi dalam proses pengembangan keterampilan emosional serta pemahaman moral anak melalui interaksi informal (Siahaan, 2. Selain pada aktivitas bermain . lay metho. , ruang bermain juga menjadi salah satu elemen penting dalam pembentukan lingkungan bermain (Sitompul dan Pramitasari, 2. Ruang outdoor sekolah dapat menjadi fasilitas yang maksimal dalam menyalurkan kebutuhan bermain Bermain di outdoor dapat mengembangkan pemahaman kognitif (Rivkin dalam Fromberg dan Bergen, 2. serta memberikan kesempatan anak untuk megeksplorasi aktivitas yang ingin mereka lakukan dalam variasi lingkungan tertentu seperti lingkungan alam (Aminpour. Keberadaan ruang bermain yang sesuai dengan kebutuhan tentunya menjadi salah satu yang perlu diperhatikan dalam layout sekolah. Meninjau dari setting fisik serta layout dari lingkungan outdoor sekolah di sekolah dasar negeri yang ada di Indonesia, playground tidak secara umum dikenalkan dan tidak menjadi fasilitas mendasar seperti pada sekolah dasar berbasis swasta. Playground berkontribusi dalam proses keseimbangan antara aspek fisik, kognitif, serta psikososial (Siahaan, 2. Bentukan ruang dari lingkungan bermain di sekolah dasar negeri terbatas pada aspek alam serta fasilitas olahraga seperti lapangan sehingga tentunya proses bermain yang ada pada playground tidak dapat secara lengkap diadaptasi oleh anak sekolah dasar negeri yang tidak memiliki fasilitas playground. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana anak sekolah dasar memanfaatkan lingkungan outdoor sekolah sebagai ruang bermain sesuai dengan jenis permainan yang dilibatkan serta karakter bermain antara anak laki-laki dan perempuan serta kelompok usia yang berbeda di tengah keterbatasan fasilitas ruang bermain di lingkungan sekolah mereka. REVIEW LITERATUR Aktivitas Bermain dan Manfaatnya untuk Anak Aktivitas bermain didefinisikan sebagai aktivitas yang dilakukan untuk kepentingan pribadi yang dilakukan dengan cara yang menyenankan, tidak memiliki orientasi terhadap hasil akhir, bersifat fleksibel, aktif dan bertujuan untuk hal yang positif (Smith dan Pellegrini, 2008 dalam Musfiroh. Aktivitas bermain pada anak tidak berhenti dalam usia tertentu melainkan akan terus muncul dan berubah dalam sepanjang rentang kehidupan anak (Fromberg dan Bergen, 2. Aktivitas bermain di lingkungan outdoor memberikan manfaat terkait dengan proses pemahaman kognitif mereka mengenai lingkungan. Ketiadaan akses bermain serta eksplorasi yang terbatas, maka kemampuan kognitif mereka tidak akan berkembang dengan baik (Rivkin SARGA - VOLUME 18 NO. 1 JANUARI 2024 Eksplorasi Aktivitas Bermain Anak di Lingkungan Outdoor Sekolah Dasar dalam Fromberg dan Bergen, 2. Keberadaan vegetasi dapat meningkatkan aktivitas fisik anak serta menambah ruang yang menarik untuk diakses bagi anak (Myurtesson et al. , 2. Tipologi Bermain anak Di Lingkungan Outdoor Loebach dan Cox . dalam Penelitiannya berjudul AuTool for Observing Play Outdoor (TOPO): A New Typology for Capturing ChildrenAos Play Behaviors in Outdoor EnvironmentAy, mengelompokkan aktivitas bermain dalam Sembilan jenis permainan antara lain: . Physical Play. Exploratory Play. Imaginative Play. Play With Rules. Bio Play. Expressive Play. Restorative Play. Digital Play. Non Play. METODE Menjelaskan pendekatan studi secara keseluruhan, rancangan penelitian, lokasi studi, metode yang diterapkan, serta tantangan dan/atau keunikan yang ditemukan dalam pelaksanaan Metode disini termasuk yang diimplementasikan dalam pengkoleksian, analisis, serta sintesis data. Gambar 1. Base Map Lokasi Penelitian Sumber: Analisa Penulis, 2023 Penelitian dilakukan di SDN Gondolayu yang berlokasi di Cokrodiningratan. Kecamatan Jetis. Kota Yogyakarta dengan besaran sekolah A2. 200 m2. Area Penelitian dibatasi pada area outdoor dan semi-outdoor yang berada di sekolah tersebut sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian dilakukan menggunakan metode Behavior Mapping yang berfokus pada Place Centered Mapping yang berfokus pada aktivitas serta penggunaan ruang yang terjadi dalam lingkungan outdoor dan semi-outdoor sekolah tersebut. Penelitian dilakukan pada waktu istirahat sekolah pertama yaitu pukul 09. SARGA - VOLUME 18 NO. 1 JANUARI 2024 Elma Mahfuzhoh. Syam Rachma Marcillia Proses observasi serta klasifikasi jenis permainan mengadaptasi kategori permainan dari TOPO (Tool for Observing Play Outdoor. dari Loebach dan Cox . dengan kategori Digital Play yang tidak diikutsertakan mempertimbangkan adanya peraturan tentang larangan penggunaan gadget di sekolah oleh anak berupa smartphone dan permainan digital lain. Hasil dari pemetaan aktivitas menemukan adanya 172 kelompok aktivitas yang terjadi yang dilakukan oleh total 375 DATA. DISKUSI. DAN HASIL/TEMUAN Aktivitas Bermain Anak Sekolah Dasar Tabel 1. Persentase aktivitas bermain anak dalam kelompok Kategori Permainan Aktivitas Kelompok (%) Physical Play Exploraory Play Imaginative Play Play With Rules Bio Play Expressive PLay Restoratve Play Non Play 13,37 12,79 1,74 8,72 1,16 18,60 18,60 25,00 Sumber: Analisa Penulis, 2023 Hasil dari observasi menunjukkan bahwa kedelapan kategori permainan ditemukan dengan tingkat aktivitas masing-masing. Presentase yang paling besar ada pada kategori non play . %) diikuti oleh restorative play . ,60%) dan expressive play . ,60%). Tingkat aktivitas paling rendah berada pada kategori bio play . ,16%) dan Imaginative Play . ,74%). Hal ini memberikan gambaran terkait dengan karakter permainan anak yang lebih banyak memanfaatkan waktu istirahat dengan melakukan kegiatan non play seperti makan dan minum. Dalam penelitian terkait, waktu bermain menjadi salah satu faktor dalam pemilihan jenis permainan yang ingin dilakukan oleh anak (Parrott dan Cohen, 2. Jam istirahat yang berdurasi 15 menit membuat anak membagi waktu mereka antara bermain dan aktivitas nutrisi sehingga permainan-permainan yang muncul dapat dibilang sederhana dan mempertegas sifat bermain yang seharusnya muncul secara spontanitas (Sandsetter et al. , 2. Physical Play Kategori physical play melibatkan tubuh dan kemampuan fisik anak dalam proses Beberapa permainan muncul secara individu maupun kelompok. Permainan individu seperti menendang batu dan melompat sedangkan permainan kelompok ada pada permainan kejar-kejaran serta pada kategori rough and tumble dimana anak melakukan pertarungan yang sifatnya bermain sehingga tidak menyakiti satu sama lain. Physical play yang ditemukan berada pada ruang-ruang yang luas seperti pada area lapangan utama dari sekolah. adalah jenis aktivitas yang melibatkan gerakan tubuh dan aktivitas fisik yang aktif. Ini mencakup berbagai kegiatan yang melibatkan gerakan tubuh, koordinasi motorik, dan penggunaan energi fisik. Bermain fisik memiliki berbagai manfaat, termasuk perkembangan fisik, kesehatan mental, dan Berikut adalah beberapa aspek yang dapat dijelaskan lebih lanjut tentang physical SARGA - VOLUME 18 NO. 1 JANUARI 2024 Eksplorasi Aktivitas Bermain Anak di Lingkungan Outdoor Sekolah Dasar Gambar 2. Beberapa Temuan Aktivitas dan Lokasi dalam Kategori Physical Play Sumber: Analisa Penulis, 2023 Tabel 2. Ragam Aktivitas Physical Play Aktivitas Kejar-kejaran Melompat Memindahkan Kursi Menendang Batu Menggendong teman Bermain Bola Basket Berpegangan Tangan Lokasi Lapangan, selasar, area sirkulasi Selasar Area makan di kantin Dekat dengan taman Rough and Tumble Selasar. Lapangan Sumber: Analisa Pribadi, 2023 Exploratory Play Aktvitas Exploratory play membebaskan anak melakukan eksplorasi pada lingkungan sekitar seperti observasi menggunakan indra anak seperti mengamati kamera atau memegang tiang . Tipe permainan eksplorasi dapat ditemukan pada area selasar dan ruang terbuka di area sirkulasi. Hal ini dikarenakan anak memerlukan elemen-elemen lingkungan tertentu yang mereka anggap menarik untuk dieksplorasi sehingga anak cenderung untuk melakukan Gambar 3. Beberapa Temuan Aktivitas dan Lokasi dalam Kategori Exploratory Play Sumber: Analisa Penulis, 2023 SARGA - VOLUME 18 NO. 1 JANUARI 2024 Elma Mahfuzhoh. Syam Rachma Marcillia eksplorasi baik dengan hanya melihat maupun mencoba untuk meraba benda yang tidak umum ada di lingkungan tersebut, sebagai contoh kamera yang ditempatkan di area terbuka. Tabel 3. Ragam Aktivitas Exploratory Play Aktivitas Bermain Batu Bermain Tiang Bermain Pintu Mengamati Kamera Lokasi Area dekat taman Pinggir lapangan Area selasar dekat kelas Titik-titik kamera di selasar, dan area sirkulasi Sumber: Analisa Pribadi, 2023 Imaginative Play Kategori imaginative play mengembangkan imajinasi anak sebagai salah satu penanda proses Penelitian ini menemukan beberapa jenis permainan yang bersifat imajinasi seperti anak-anak berimajinasi menjadi hewan dan melakukan gerakan-gerakan menyerupai hewan tersebut seperti hewan kodok. Imaginative play tidak menunjukkan area khusus tetapi dapat ditemukan pada area selasar. Area selasar yang memiliki lantai yang datar memungkinkan anak untuk melakukan banyak permainan imajinasi seperti berpura-pura tidur, membuat lantai seolah menjadi lintasan, dan lain sebagainya. Tentunya permainan yang muncul seperti permainan pura-pura jatuh ini didapatkan melalui peran lingkungan sosial yang sering menemukan kejadian tersebut sehingga diadaptasi oleh anak untuk diimajinasikan dalam permainan. Gambar 4. Beberapa Temuan Aktivitas dan Lokasi dalam Kategori Imaginative Play Sumber: Analisa Penulis, 2023 Tabel 4. Ragam Aktivitas Imaginative Play Aktivitas Berpura-Pura Jatuh (Domestic-Imaginativ. Meniru Hewan (Fantas. Lokasi Selasar Selasar Sumber: Analisa Pribadi, 2023 SARGA - VOLUME 18 NO. 1 JANUARI 2024 Eksplorasi Aktivitas Bermain Anak di Lingkungan Outdoor Sekolah Dasar Play With Rules Kategori play with rules dibedakan secara mendasar terkait dengan bagaimana permainan ini melibatkan proses kesepakatan dari anak. Aktivitas bermain yang muncul dari aturan umum yang diketahui orang (Play With rules- conventiona. seperti bermain bola basket, bermain bola, bermain petak umpet. Jenis permainan konvensional akan berubah menjadi organic apabila anak melakukan perubahan serta diskusi aturan baru pada permainan kovensional sehingga perbedaannya hanya dapat dilihat melalui proses observasi secara menyeluruh. Permainan konvensional seperti sepak bola ditemukan pada karakter lingkungan dengan area yang luas dikarenakan permainan membutuhkan ruang lingkup yang cukup luas untuk dapat dimainkan dengan aturan yang ada. Hal ini juga dapat ditemukan pada permainan organik seperti permainan donal bebek dan petak umpet yang membutuhkan penggunaan ruang lingkup yang Gambar 5. Beberapa Temuan Aktivitas dan Lokasi dalam Kategori Play With Rules Sumber: Analisa Penulis, 2023 Tabel 5. Ragam Aktivitas Play With Rules Aktivitas Bermain Bola Kasti Bermain Tepuk Bermain Bola Bermain Basket Bermain Donal Bebek Petak Umpet Lokasi Selasar depan Mushola Selasar Lapangan Lapangan Lapangan Selasar Sumber: Analisa Pribadi, 2023 Bio Play Bio play menggunakan pengalaman anak dalam eksplorasi lingkungan alam. Aktivitas bio play secara khusus mengobservasi alam itu sendiri dan berbeda dengan exploratory yang melihat lingkungan alam sebagai benda secara umum. Permainan tipe bio play ditemukan pada setting fisik alam seperti area taman dengan aktivitas yang ditemukan berupa memetik bunga dan daun serta meraba tekstur pohon. SARGA - VOLUME 18 NO. 1 JANUARI 2024 Elma Mahfuzhoh. Syam Rachma Marcillia Gambar 6. Beberapa Temuan Aktivitas dan Lokasi dalam Kategori Imaginative Play Sumber: Analisa Penulis, 2023 Tabel 6. Ragam Aktivitas Bio Play Aktivitas Memetik Bunga Meraba Pohon Lokasi Taman Area Sirkulasi Sumber: Analisa Pribadi, 2023 Expressive Play Expressive play berkaitan dengan eskpresi dan komunikasi anak dalam proses bermain mereka. Aktivitas bermain yang ditemukan berupa performance play seperti menari, bernyanyi dan menunjukkan kemampuan menjadi reporter di depan kamera. Proses bermain peran dilakukan sebagai suatu bentuk pertunjukan dengan teman-temannya. Selain itu aktivitas lain yang ditemukan berupa aktivitas mengobrol . baik dengan teman sebaya maupun mengobrol dengan guru. Tipe permainan ini banyak ditemukan pada area kantin dan selasar yang berada di area depan kelas dan secara spesifik aktivitas mengobrol berada pada area yang teduh. Gambar 7. Beberapa Temuan Aktivitas dan Lokasi dalam Kategori Bio Play Sumber: Analisa Penulis, 2023 SARGA - VOLUME 18 NO. 1 JANUARI 2024 Eksplorasi Aktivitas Bermain Anak di Lingkungan Outdoor Sekolah Dasar Tabel 7. Ragam Aktivitas Expressive Play Aktivitas Bermain Ekspresi Berpose Menirukan Orang Lain Menari Menyanyi Menjadi Pembawa Acara Mengobrol Mengobrol dengan Orang Dewasa Lokasi Selasar depan Mushola Selasar Selasar Selasar, depan kamera Selasar, depan kamera Selasar Selasar, area kantin. Selasar Sumber: Analisa Pribadi, 2023 Restorative Play Restorative play terkait dengan kegiatan mereka beristirahat dengan tujuan untuk memulihkan kondisi dari anak. Yang termasuk dalam tipe permainan ini adalah resting, retreat, reading dan Proses bermain yang ditemukan berupa aktivitas istirahat seperti duduk dan tiduran . , aktivitas membaca buku . , serta aktivitas anak ketika melihat teman-teman yang lain bermain . Aktivitas restorasi ditemukan dalam pada area tempat duduk seperti pada selasar, dan area semi-outdoor lain. Anak memiliki kecenderungan untuk melakukan aktivitas restoratif pada area-area teduh yang tidak terpapar sinar matahari Gambar 8. Beberapa Temuan Aktivitas dan Lokasi dalam Kategori Restorative Play Sumber: Analisa Penulis, 2023 Tabel 8. Ragam Aktivitas Restorative Play Aktivitas Berdiri (Istiraha. Duduk Jongkok Tiduran Membaca Buku Melihat Teman Bermain (Onlookin. Lokasi Lapangan, selasar, area sirkulasi Area kantin, selasar, pinggir lapangan Selasar Selasar Area tempat duduk kantin Selasar, pinggir lapangan, area sirkulasi Sumber: Analisa Pribadi, 2023 SARGA - VOLUME 18 NO. 1 JANUARI 2024 Elma Mahfuzhoh. Syam Rachma Marcillia Non-Play Kategori non-play merupakan aktivitas anak yang tidak berkaitan dengan proses bermain, tetapi memiliki klasifikasi tertentu untuk mempermudah dari proses observasi. Temuan menunjukkan aktivitas non play banyak pada aktivitas makan dan minum . , serta aktivitas mencuci tangan . elf car. Aktivitas lain seperti membuang sampah membutuhkan elemen penunjang seperti tempat sampah untuk melakukan aktivitas tersebut. Gambar 9. Beberapa Temuan Aktivitas dan Lokasi dalam Kategori Non-Play Sumber: Analisa Penulis, 2023 Tabel 9. Ragam Aktivitas Non-Play Aktivitas Mencuci Tangan Mencuci Alat Makan Makan Minum Mengganggu Teman Membeli Jajan Berdiri Mengantri Lokasi Depan kelas . Depan kelas . Selasar, area kantin Selasar, area kantin Selasar Area kantin Selasar, pinggir lapangan, area sirkulasi Area kantin Sumber: Analisa Pribadi, 2023 Gender dan Kelompok Usia dalam Proses Bermain Hasil observasi menunjukkan bahwa dari keseluruhan aktivitas yang terjadi, anak laki-laki . ,6%) lebih aktif bermain di lingkungan luar kelas apabila dibandingkan dengan anak perempuan . ,4%). Hal ini dapat terjadi dikarenakan anak laki-laki lebih aktif secara fisik dibandingkan perempuan (Pawlowski et al. , 2018. Tercedor et al. , 2. , yang ditunjang dengan kecenderungan anak perempuan untuk berada di tempat yang tidak ramai maupun tetap berada di kelas mereka saat jam istirahat (Pawlowski et al. , 2. Perbedaan yang terjadi tidak hanya terkait dengan lokasi bermain tetapi juga dalam aspek jenis aktivitas bermain yang dilakukan. Anak laki-laki banyak melakukan permainan yang memiliki aturan dasar seperti sepak bola dan bola tangan, sedangkan anak perempuan lebih banyak melakukan permainan yang ekspresif seperti mengobrol dalam satu kelompok tertentu. Meski SARGA - VOLUME 18 NO. 1 JANUARI 2024 Eksplorasi Aktivitas Bermain Anak di Lingkungan Outdoor Sekolah Dasar begitu, perbedaan gender tidak membuat semua anak bermain secara terpisah. Beberapa dari kelompok bermain melibatkan anak laki-laki dan perempuan dalam aktivitas bermain seperti petak umpet atau sekedar mengobrol. Tabel 10. Persentase Gender dan Kelompok Usia dalam Temuan Aktivitas Gender (%) Aktivitas Kelompok Laki-Laki Kelompok Usia (%) Perempuan Kelas Rendah 44,53 Kelas Tinggi . 55,47 Sumber: Analisa Pribadi, 2023 Selain dari konteks gender, ditemukan juga perbedaan tingkat aktivitas bermain outdoor berdasarkan kelompok usia (Sabani, 2. yaitu kelompok kelas rendah . elas 1-. dan kelompok kelas tinggi . Hasil menunjukkan bahwa Anak dari kelompok kelas tinggi . ,73%) aktif berada di ruang outdoor 11,4% lebih tinggi apabila dibandingkan dengan anak dari kelompok usia lebih rendah . ,27%). Aktivitas bermain yang terjadi lebih umum dilakukan secara terpisah sesuai kelompok usia dibandingkan anak dalam kelompok usia berbeda melakukan aktivitas bermain bersama. Gambar 10. Anak Laki-Laki dan Perempuan Bermain Bersama (A). Perbedaan Metode Bermain antar Kelompok Usia (B) Sumber: Dokumentasi Penulis, 2023 Gambar diatas menunjukkan proses bermain antara kelompok usia kelas rendah dengan kelompok usia yang lebih tua. Anak kelompok atas mendominasi aktivitas bermain yang terjadi, sedangkan anak kelompok rendah memilih untuk hanya menonton aktivitas bermain kakak kelas mereka, sembari menunggu kesempatan memakai bola untuk digunakan bermain. KESIMPULAN Dalam penelitian ini, anak memanfaatkan ruang outdoor sekolah mereka sebagai ruang bermain melalui jenis permainan yang bervariasi. Anak paling banyak melakukan kegiatan non play menyesuaikan dengan waktu mereka yang cukup terbatas saat jam istirahat dengan model kegiatan play lain yang banyak dilakuan berupa expressive play dan restorative play. SARGA - VOLUME 18 NO. 1 JANUARI 2024 Elma Mahfuzhoh. Syam Rachma Marcillia Dalam konteks gender dan kelompok usia, anak laki-laki lebih banyak beraktivitas di luar kelas apabila dibandingkan dengan anak perempuan. Hal ini didapatkan dari banyak faktor mulai dari tingkat aktivitas fisik, hingga pada preferensi penggunaan ruang yang berbeda antara anak lakilaki dan perempuan. Dalam konteks kelompok usia, perbedaan tidak signifikan tetapi apabila melihat dari penelitian ini masih terbatas pada deskripsi dari bagaimana anak bermain dan bagaimana lingkungan outdoor sekolah dimanfaatkan sebagai ruang bermain anak sehingga belum dapat memberikan argumentasi yang lebih praktikal terkait dengan bagaimana setting fisik sekolah berkontribusi terhadap proses bermain anak. Penelitian kedepan diharapkan dapat menggali terkait dengan isu tersebut dengan lebih baik. DAFTAR PUSTAKA