CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 122-130 Hompage: https://journal. id/index. php/care/index Meningkatkan Kesadaran Pola Hidup Bersih Dan Sehat Pada Siswa Melalui Program CERIAH *Endah Fitriasari1. Muhammad Taufan Umasugi2. Yerry Soumokil3 Program Studi Ilmu Keperawatan. STIKes Maluku Husada Program Studi Profesi Ners. STIKes Maluku Husada *Koresponden: endahfitriasari1605@gmail. Abstrak Artikel ini membahas pentingnya penerapan program Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah, dengan fokus khusus pada program CERIAH (Cek tanda-tanda Vital. Etika Batuk. Ikuti Cuci Tangan yang Benar. Aktifkan Gaya Hidup Sehat, dan Hygiene Lingkungan Sekola. di Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Kairatu. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kesehatan di kalangan siswa dengan metode pembelajaran yang interaktif dan partisipatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan praktik siswa mengenai kesehatan dan kebersihan setelah mengikuti program ini. Selain itu, artikel ini juga mengeksplorasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program serta rekomendasi untuk perbaikan di masa depan. Penggunaan teknologi dalam memperluas dampak program juga dibahas sebagai langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas jangka Kata Kunci: PHBS, pendidikan kesehatan, program CERIAH, intervensi kesehatan. Abstract This article discusses the importance of implementing a clean and healthy lifestyle program (PHBS) in the school environment, with a special focus on the CERIAH program . heck Vital signs, cough etiquette, follow proper hand washing, activate a healthy lifestyle, and School Environmental Hygien. in Sekolah Menengah Negeri 5 Kairatu. This program aims to increase health awareness and knowledge among students through interactive and participatory learning methods. The results of this study showed a significant improvement in students ' knowledge and practice regarding health and hygiene after attending this program. In addition, this article also explores the challenges faced in the implementation of the program as well as recommendations for future improvements. The use of technology in expanding the impact of programs is also discussed as a strategic step to ensure long-term sustainability and effectiveness. Keywords: PHBS, health education. CERIAH program, health intervention PENDAHULUAN Pendidikan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan individu dan Sekolah, sebagai institusi pembelajaran yang mendasar, berperan penting dalam mempromosikan tidak hanya keunggulan akademis tetapi juga kesejahteraan siswa secara keseluruhan (Virdi et al. , 2. Pendidikan kesehatan merupakan komponen penting dalam kurikulum sekolah karena membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjalani kehidupan yang sehat. Pengantar ini mengeksplorasi peran penting pendidikan kesehatan di sekolah, dengan fokus pada implementasi program Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Kairatu. Inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran kesehatan dan perubahan perilaku di kalangan siswa, memastikan mereka mempertahankan gaya hidup bersih dan sehat. Pendidikan kesehatan di sekolah sangat penting karena dapat mengatasi masalah penyakit yang CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 122-130 Hompage: https://journal. id/index. php/care/index berhubungan dengan gaya hidup di kalangan anak-anak dan remaja (Andriani & Heriwibowo, 2. Penyakit-penyakit ini, yang sering dikaitkan dengan pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan yang tidak sehat, dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah di kemudian hari. Program CERIAH (Cek tanda-tanda Vital. Etika Batuk. Ikuti Cuci Tangan yang Benar. Aktifkan Gaya Hidup Sehat, dan Hygiene Lingkungan Sekola. di Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Kairatu bertujuan untuk mengatasi masalah ini dengan menanamkan kebiasaan kesehatan yang positif pada siswa sejak usia muda. Dengan mengintegrasikan pendidikan kesehatan ke dalam kurikulum sekolah, para siswa diajarkan pentingnya kebersihan, nutrisi, aktivitas fisik, dan kesejahteraan mental, yang mendorong pendekatan holistik terhadap kesehatan. Program CERIAH disusun berdasarkan metode pengajaran yang interaktif dan partisipatif, yang telah terbukti lebih efektif dalam mengubah perilaku daripada pendekatan berbasis ceramah tradisional (Marissa et al. , 2. Program ini melibatkan berbagai kegiatan seperti permainan peran, diskusi, dan demonstrasi langsung yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Misalnya, latihan bermain peran tentang teknik mencuci tangan dan pemilahan sampah tidak hanya memberikan keterampilan penting tetapi juga memperkuat pentingnya praktik-praktik ini dalam mencegah penyakit. Metode pembelajaran berbasis pengalaman seperti itu sangat penting dalam membantu siswa menginternalisasi pesan-pesan kesehatan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, program CERIAH menekankan pentingnya kesehatan mental, dengan menyadari bahwa pikiran yang sehat merupakan bagian integral dari kesejahteraan secara keseluruhan (Andriani & Heriwibowo, 2. Pendidikan kesehatan mental dimasukkan melalui kegiatan yang mempromosikan manajemen stres, regulasi emosi, dan pembangunan ketahanan. Siswa didorong untuk mengekspresikan emosi mereka, mencari bantuan saat dibutuhkan, dan mendukung teman sebaya mereka, menumbuhkan lingkungan sekolah yang mendukung. Sebuah studi yang dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan praktik siswa terkait kesehatan dan kebersihan (Triwahyuningsih & Nugraheni, 2. Salah satu tantangan utama adalah memastikan keberlanjutan program dalam hal sumber daya dan pendanaan. Tantangan lainnya adalah variabilitas hasil belajar siswa, yang dibuktikan dengan rentang nilai post-test yang lebih luas. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar siswa mendapat manfaat dari program ini, beberapa siswa mungkin memerlukan dukungan tambahan untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan. Mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan khusus siswa melalui intervensi yang ditargetkan dan rencana pembelajaran yang dipersonalisasi sangat penting untuk memastikan bahwa semua siswa mendapatkan manfaat yang sama dari program ini. Selain itu, memasukkan teknologi ke dalam program CERIAH dapat meningkatkan jangkauan dan dampaknya (Wibowo, 2. Penggunaan alat dan platform digital dapat memfasilitasi pengalaman belajar yang interaktif dan memberi siswa akses ke banyak informasi dan sumber daya. Modul online, video pendidikan, dan simulasi virtual dapat melengkapi pengajaran tradisional di kelas, memenuhi gaya dan preferensi belajar yang berbeda. Teknologi juga memungkinkan program ini untuk menjangkau khalayak yang lebih luas, termasuk siswa yang mungkin tidak memiliki akses terhadap CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 122-130 Hompage: https://journal. id/index. php/care/index pendidikan kesehatan yang berkualitas karena hambatan geografis atau sosio-ekonomi. (Wulandari & Tumanggor, 2. Dengan memanfaatkan teknologi dan evaluasi berkelanjutan, program CERIAH dapat terus memberdayakan siswa dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menjalani kehidupan yang sehat, yang pada akhirnya berkontribusi pada masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera. METODE Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan komprehensif yang menggabungkan beberapa metode interaktif untuk memastikan pemahaman dan penerapan pola hidup bersih dan sehat di kalangan siswa. Metode utama yang digunakan dalam program ini meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, dan roleplay, yang dirancang untuk menjangkau berbagai gaya belajar siswa. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat diawali dengan melakukan penilaian awal dan penilaian akhir dilakukan setelah memberikan pendidikan kesehatan dan roleplay untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta sebagai evaluasi dari efektifitas kegiatan yang dilakukan. Hasil pengukuran pengetahuan pre-test dan post-test dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Berikut dijelaskan tahapan-tahapan pengabdian dilakanakn: Persiapan. Pada tahap ini, tim pengabdian menyusun berbagai materi edukatif yang akan digunakan selama kegiatan. Materi tersebut mencakup presentasi yang informatif, video roleplay yang menggambarkan skenario kehidupan nyata terkait penerapan pola hidup bersih dan sehat, serta kuesioner evaluasi yang dirancang untuk mengukur pengetahuan siswa sebelum dan sesudah intervensi. Persiapan juga melibatkan pengadaan cenderamata dan doorprize yang akan diberikan kepada siswa yang menunjukkan partisipasi aktif dan pemahaman yang baik selama kegiatan berlangsung. Semua bahan dan alat ini disiapkan dengan memperhatikan tingkat pemahaman dan kebutuhan siswa, sehingga penyampaian materi dapat dilakukan secara efektif dan menarik. Penilaian awal . re-tes. Tahap ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran awal mengenai pengetahuan siswa tentang pola hidup bersih dan sehat. Kuesioner yang telah disiapkan sebelumnya digunakan untuk mengumpulkan data pengetahuan awal ini. Penilaian awal sangat penting karena hasilnya akan menjadi baseline atau acuan untuk mengukur efektivitas program melalui perbandingan dengan hasil penilaian akhir. Dengan demikian, tim pengabdian dapat memahami sejauh mana pengetahuan siswa sebelum mereka diberikan edukasi. Pelaksanaan kegiatan. Pada tahap ini, dilakukan serangkaian kegiatan yang melibatkan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan roleplay. Ceramah berfungsi sebagai media untuk menyampaikan informasi secara langsung kepada siswa dengan menggunakan presentasi yang telah dipersiapkan. Setelah ceramah, sesi diskusi dan tanya jawab dilaksanakan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengklarifikasi materi yang belum dipahami dan berbagi pemahaman mereka. Diskusi ini juga berfungsi untuk memperdalam pemahaman siswa melalui interaksi aktif dengan fasilitator dan teman Selanjutnya, kegiatan roleplay dilakukan untuk mengaplikasikan konsep yang telah dipelajari dalam skenario yang realistis. Roleplay dirancang agar siswa dapat CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 122-130 Hompage: https://journal. id/index. php/care/index berperan aktif dalam situasi yang menyerupai kehidupan sehari-hari, di mana mereka harus menerapkan prinsip-prinsip hidup bersih dan sehat yang telah mereka pelajari. Penilaian akhir . ost-tes. Penilaian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan siswa setelah mereka mengikuti program. Sama seperti penilaian awal, kuesioner yang sama digunakan untuk mengukur pengetahuan siswa. Hasil dari penilaian ini kemudian dibandingkan dengan hasil pre-test untuk mengidentifikasi perubahan pengetahuan yang terjadi selama program berlangsung. Uji Efektivitas. Pada tahap ini data dari pre-test dan post-test dianalisis menggunakan uji Wilcoxon, sebuah metode statistik non-parametrik yang cocok untuk data berpasangan. Uji Wilcoxon digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan siswa sebelum dan sesudah intervensi. Analisis ini sangat penting untuk mengevaluasi efektivitas metode yang digunakan dalam program, karena hasilnya menunjukkan seberapa besar pengaruh program terhadap peningkatan pengetahuan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara umum berlangsung dengan lancar. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Kairatu pada tanggal 12 Juni 2024 di ruang kelas SMP Negeri 5 Kairatu. Kegiatan di buka oleh bapak Thomsda R Liliefna. Pd selaku Kepala Sekolah dan sambutan oleh perwakilan Narasumber. Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan merupakan proses pelaksanaan rencana kegiatan yang telah disusun sebelumnya oleh Koordinator Mata Kuliah Keterampilan Dasar Keperawatan dan tim teaching beserta panitia yang berasal dari mahasiswa semester II. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini terdiri dari dua rangkaian kegiatan yaitu pelaksanaan edukasi kesehatan dan Edukasi kesehatan tentang menjaga kesehatan, hidup bersih dan sehat dengan CERIA melalui metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Selanjutnya dilakukan roleplay cuci tangan dan cara memisahkan sampah. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 38 orang yang terdiri dari kelas VII. Kelas Vi dan kelas IX. Hasil dari kegiatan ini sejalan dengan studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa memberikan informasi melalui penyuluhan keshatan sangat relevan untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh mitra (Syahza, 2. Adapun karakteristik siswa yang mengikuti kegiatan edukasi kesehatan dan roleplay adalah sebagai berikut: Tabel 1. Data Peserta Karakteristik (%) Jenis Kelamin Laki- laki Perempuan Kelas Kelas VII Kelas Vi Kelas IX Sumber: data diolah tim pengabdian 2024, n= 38. CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 122-130 Hompage: https://journal. id/index. php/care/index Berdasarkan bahwa mayoritas peserta pengabdian kepada masyarakat adalah berjenis kelamin perempuan yakni sebanyak 29 siswi . ,3%) dan mayoritas berada pada tingkat kelas VII yakni sebanyak 19 orang . %). Variabel Pengetahuan Tabel 2. Uji Beda Wilxocon Pre dan Post Median (Max- Mi. Pretest Posttest 77,93 . 127,43 . 0,000 Sumber: data diolah tim pengabdian 2024, n= 38. Berdasarkan tabel menunjukkan nilai median pengetahuan peserta sebelum diberikan edukasi kesehatan adalah 77,93 dengan nilai maksimal 108 dan minimal 63. Sedangkan nilai median pengetahuan setelah diberikan edukasi kesehatan adalah 127,43 dengan nilai maksimal 145 dan nilai minimal 97. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai setelah dilakukan edukasi kesehatan. Secara statistic menunjukkan adalanya perbedaan nilai median sebelum dan setelah diberikan edukasi kesehatan dengan nilai signifikansi p=0,000. Gambar 1. Diagram skor pretest dan posttest Skor Pretest: Diwakili dengan warna biru, mengelompok di sekitar nilai median 77,93, dengan rentang 45. Skor Posttest: Direpresentasikan dengan warna hijau, mengelompok di sekitar nilai median 127,43, dengan rentang 48. Pemisahan yang jelas antara kelompok pretest dan posttest secara visual menyoroti peningkatan skor. Sedikit peningkatan pada rentang nilai posttest juga terlihat, yang mengindikasikan lebih banyak variasi di antara nilai peserta dalam posttest. Skor rata-rata untuk pretest adalah 7793, sedangkan median posttest meningkat secara signifikan menjadi 127,43. Hal ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan peserta. Rentang untuk skor pretest adalah 45 . ari 108 hingga . , sedangkan rentang untuk skor posttest sedikit lebih besar yaitu 48 . ari 145 hingga . Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat peningkatan skor secara keseluruhan, variasi CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 122-130 Hompage: https://journal. id/index. php/care/index skor di antara para peserta juga sedikit meningkat. Nilai p-value adalah 0,000, menunjukkan bahwa peningkatan dari pretest ke posttest signifikan secara statistik. Pembahasan Meskipun terdapat peningkatan secara keseluruhan, peningkatan rentang skor dari pretest ke posttest menunjukkan bahwa beberapa peserta mungkin tidak mengalami peningkatan sebanyak yang lain. Variabilitas ini perlu diatasi. Untuk mengurangi rentang nilai posttest, intervensi atau dukungan yang lebih tepat sasaran dapat diberikan kepada peserta yang tertinggal. Mengidentifikasi area spesifik di mana para peserta mengalami kesulitan dapat membantu dalam menyesuaikan intervensi. Mekanisme penilaian dan umpan balik yang berkelanjutan harus tersedia untuk memastikan bahwa semua peserta mengalami peningkatan secara konsisten. Pemantauan rutin dapat membantu mengidentifikasi dan mengatasi masalah sejak dini. Sesi pelatihan dan sumber daya tambahan mungkin diperlukan untuk memastikan bahwa semua peserta mencapai tingkat pemahaman dan kinerja yang lebih tinggi. Implementasi program Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Kairatu, khususnya melalui program CERIAH (Cek tanda-tanda Vital Etika Batuk Ikuti Cuci Tangan yang Benar Aktifkan Gaya Hidup Sehat dan Hygiene Lingkungan Sekola. , menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik kesehatan siswa. Program ini, yang dirancang dengan metode pembelajaran interaktif dan partisipatif, berhasil meningkatkan kesadaran siswa (Nurhaida et al. , 2. Gambar 2. Suasana Pelatihan Pentingnya menjaga kesehatan melalui praktik-praktik sederhana namun efektif seperti mencuci tangan dengan benar dan menjaga etika batuk (Wiguna et al. , 2. Hal ini sejalan dengan tujuan utama program, yaitu mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan di kalangan siswa. Namun, tantangan yang muncul dalam pelaksanaan program ini mencakup variabilitas hasil belajar siswa, yang terlihat dari rentang nilai posttest yang lebih luas dibandingkan pre-test. Meskipun sebagian besar siswa menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, terdapat sejumlah siswa yang mungkin memerlukan dukungan tambahan untuk mencapai hasil belajar yang optimal (Anggraini et , 2. Fenomena ini menunjukkan bahwa intervensi lebih lanjut, seperti rencana pembelajaran yang dipersonalisasi dan dukungan tambahan bagi siswa yang tertinggal, perlu dipertimbangkan untuk memastikan semua siswa mendapatkan manfaat yang sama dari program ini (Masithoh, 2. Selain itu, penggunaan teknologi dalam program CERIAH CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 122-130 Hompage: https://journal. id/index. php/care/index diusulkan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas dan jangkauan program (Nurhaida et al. , 2. Gambar 3. Sesi Materi Teknologi digital seperti modul online, video pendidikan, dan simulasi virtual dapat melengkapi metode pengajaran tradisional, sehingga memungkinkan program ini menjangkau lebih banyak siswa, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan geografis atau sosio-ekonomi (Fadly & Fadilla, 2020. Nurcahyo et al. , 2. Pendekatan ini tidak hanya akan meningkatkan aksesibilitas pendidikan kesehatan, tetapi juga akan menyesuaikan dengan preferensi belajar yang berbeda di kalangan siswa (Rogi et al. , 2. Secara keseluruhan, program CERIAH telah menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik kesehatan siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Kairatu. Namun, untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas jangka panjang, diperlukan evaluasi dan penyesuaian berkelanjutan, termasuk pemanfaatan teknologi dan penyediaan dukungan tambahan bagi siswa yang membutuhkannya. Dengan demikian, program ini dapat terus memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesehatan dan kesejahteraan siswa, serta berkontribusi pada pencapaian tujuan pendidikan yang lebih KESIMPULAN Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di SMP Negeri 5 Kairatu menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Untuk lebih mengoptimalkan hasil program serupa di masa mendatang, beberapa rekomendasi yang dapat diterapkan meliputi: pertama, penerapan rencana pembelajaran yang disesuaikan dengan hasil pretest siswa guna mengatasi kelemahan individu dan meningkatkan hasil keseluruhan. Kedua, penyelenggaraan sesi kelompok kecil yang lebih terfokus bagi siswa dengan nilai pretest rendah untuk memberikan dukungan intensif sesuai kebutuhan pembelajaran spesifik Ketiga, pengembangan mekanisme umpan balik yang efektif agar siswa dapat menerima bimbingan yang konstruktif dalam upaya meningkatkan hasil belajar. Keempat, perlu dilakukan evaluasi berkala terhadap siswa untuk memantau perkembangan mereka dan menyesuaikan program pelatihan guna memastikan peningkatan yang berkelanjutan. Dengan mengatasi kesenjangan ini dan melaksanakan perbaikan yang direkomendasikan. CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 122-130 Hompage: https://journal. id/index. php/care/index diharapkan kinerja siswa secara keseluruhan akan meningkat, sehingga hasil posttest dapat lebih konsisten dan lebih baik. DAFTAR PUSTAKA