Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra Volume 1. No. September 2022 P-ISSN x-x https://online-journal. id/kal E-ISSN x-x Aspek Bahasa Perempuan dalam Prosa Men Coblong Karya Oka Rusmini: Kajian Ginokritik Aspect of WomenAos Languange In The Prose of Men Coblong By Oka Rosmini: The Study of Ginocritics Dewi Fadilla Ramadhayani1. Warni2. Sovia Wulandari 3 1,2,3 Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Jambi Dewifadilla85@gmail. com, warni@gmail. com, soviawulandari@unja. INFORMASI ARTIKEL Riwayat Artikel Diterima: 15 Juni 2022 Direvisi: 29 Juli 2022 Disetujui: 18 Agustus 2022 Keywords womenAos languange Kata Kunci bahasa perempuan ABSTRAK Abstract This study aims to determine the aspects of women's language in the prose Men Coblong by Oka Rusmini from a gynocritic The method used is descriptive qualitative. The data in this study is the text contained in Men Coblong's prose, in the form of words, sentences and dialogues between characters. The results showed that the aspects of women's language contained in Men Coblong's prose were divided into three, namely: . explicit language, an expression contained in words, phrases and . implied language, is an expression contained in words, phrases, and sentences with indirect meanings, through expressions that sing irony, and Oka Rusmini's sharp satire uses beautiful dictions by wrapping the bitterness into satire. multifocal element, is a method of expression used by Oka Rusmini to present several points of view at one time. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek bahasa perempuan pada prosa Men Coblong karya Oka Rusmini dalam perspektif ginokritik. Metode yang digunakan adalah deskriptif Data pada penelitian ini adalah teks yang terdapat dalam prosa Men Coblong, berupa kata-kata, kalimat maupun dialog antar tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek bahasa perempuan yang terdapat dalam prosa Men Coblong terbagi menjadi tiga yaitu: . bahasa tersurat, merupakan sebuah ungkapan yang terdapat dalam kata, frasa dan kalimat, serta diungkapkan secara satiristik, tajam, dan lugas. bahasa tersirat, merupakan sebuah ungkapan yang terdapat dalam kata, frasa, dan kalimat dengan makna tidak langsung, melalui pengungkapan yang melantunkan ironi, dan sindirian tajam Oka Rusmini menggunakan diksi-diksi yang indah dengan membalut getir itu ke dalam satire. unsur multifokal, merupakan cara pengungkapan yang digunakan Oka Rusmini untuk menampilkan beberapa sudut pandang dalam satu waktu. Pendahuluan Karya sastra hadir dan berkembang dengan membawa potret kehidupan Karya sastra yang baik biasanya merekam sifat, kebiasaan, dan budaya masyarakat dimana karya tersebut lahir dan berkembang. Sejalan Dewi Fadilla Ramadhayani. Warni. Sovia Wulandari: Aspek Bahasa Perempuan dalam Prosa A. Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra Volume 1. No. September 2022 P-ISSN x-x https://online-journal. id/kal E-ISSN x-x dengan hal tersebut. Semi . alam Purba:2010:. mengatakan bahwa karya sastra lahir dan berkembang karena adanya dorongan dari manusia untuk mengungkapkan tentang masalah manusia, kemanusiaan, dan semesta. Horatius (Budianta: 2003:19-. mengemukakan istilah dulce et utile, yang berarti sastra mempunyai fungsi ganda, selain berfungsi sebagai menghibur, sastra juga memberikan manfaat pada pembacanya. Sastra dikatakan menghibur, karena dengan bentuk penyajiannya yang indah, mampu memberikan muhjikesengsaraan, ataupun kegembiraan. Selain itu juga melalui sastra bisa memberikan pelepasan terhadap dunia imajinasi. Bagi sebagian orang, karya sastra adalah media atau alat penyampai kebenaran, baik ataupun buruk kebenaran itu. Melalui karya sastra inilah pengarang melukiskan segala fenomena yang terjadi di kehidupan sekitarnya. Menulis sebuah karya sastra tidak dibatasi siapapun orangnya dan bagaimana latar belakang orang tersebut. Laki-laki dan perempuan mempunyai porsi yang sama dalam menulis sebuah karya sastra. Dalam karya sastra, pembicaraan tentang wanita sering kali menjurus sebagai bahan penceritaan baik oleh pengarang lelaki maupun perempuan. Rahman . menyebutkan bahwa terdapat perbedaan penulisan watak perempuan dalam karya sastra yang ditulis oleh pengarang laki-laki dan perempuan. Hasil kajian menujukkan bahwa pengarang lelaki cenderung memberikan gambaran yang tidak tepat tentang wanita. Pengarang lelaki akan mengambarkan perempuan berdasarkan pengelihatannya, sedangkan pengarang perempuan akan menggambarkan perempuan berdasarkan sifat dan pengalamannya sebagai seorang perempuan. Hal ini tentu saja berkaitan dengan identitas perempuan, baik yang bersifat biologi, psikis, budaya, ataupun bahasa mereka. Salah satu penulis perempuan di Indonesia adalah Oka Rusmini. Lahir dengan nama lengkap Ida Ayu Oka Rusmini, ia lahir di Jakarta pada tanggal 11 Juli 1967. Ia banyak menerima penghargaan, diantaranya ada Penghargaan Sastra Badan Bahasa tahun 2003 dan tahun 2012. Anugerah Sastra Tantular. Balai Bahasa Denpasar tahun 2012 dan banyak lagi penghargaan lainnya. BukuAebukunya yang sudah terbit antara lain: Monolog Pohon . Tarian Bumi . Sagra . Patiwangi . Warna Kita . Akar Pule . , dan masih banyak lagi buku lainnya. Beberapa karyaAekarya Oka Rusmini mengangkat tema tentang kehidupan seorang perempuan dengan ciri khas budaya dan tradisi Bali yang masih sangat kental. Oka Rusmini sendiri adalah sastrawan yang dikenal dengan berani menentang segala adat istiadat, tradisi masyarakat Bali yang sangat kental dengan tradisi Ae tradisi lama. berani mendobrak segala pakemAepakem yang ada dengan menulis secara gamblang tentang tubuh, seks, erotika, dan segala pertentangan keluarga, dimana hal tersebut masih sangat tabu untuk dibicarakan di masyarakat kita. Dalam penelitian ini, peneliti mengangkat karya Oka Rusmini yang berjudul Men Coblong. Alasan peneliti mengangkat Men Coblong karya Oka Rusmini menjadi bahan untuk penelitian adalah, peneliti melihat bahwa penulis secara apik mengemas sindiran dan kritikan berdasarkan pada fakta-fakta dan realita yang ada di Indonesia dengan menyajikan getir itu kedalam satire. Melalui buku ini, kritikanAekritikan yang selama ini hanya menjadi buah bibir di Dewi Fadilla Ramadhayani. Warni. Sovia Wulandari: Aspek Bahasa Perempuan dalam Prosa A. Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra Volume 1. No. September 2022 P-ISSN x-x https://online-journal. id/kal E-ISSN x-x masyarakat dapat tersampaikan dengan baik dan hal tersebut harus diapresiasi. Kemudian alasan lebih kuat mengapa penulis tertarik mengangkat prosa Men Coblong ini adalah, buku ini mempunyai keunikan tersendiri yaitu tidak tergolong ke dalam kategori apapun, maksudnya adalah penulis mencoba untuk mengaburkan batasan antara cerpen, esai, dan novel hingga akhirnya dapat ditarik kesimpulan bahwa hal yang paling penting dalam sebuah tulisan adalah pesan yang terkandung di dalamnya, bukan struktur dari karya tersebut. Prosa Men Coblong ini berkisah tentang seorang perempuan yang bernama Men Coblong. Berangkat dari pengalaman pribadinya sebagai seorang ibu, istri, dan warga Bali. Men Coblong menawarkan sudut pandang perempuan dalam menyikapi segala polemik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam buku ini ditampilkan 58 kisah, masing-masing kisah itu mengangkat isuisu hangat meliputi seluruh aspek kehidupan seperti dunia pendidikan, kesehatan, adat, budaya, perempuan, politik, agama, hukum, pemilu dan masih banyak lainnya. Buku ini menyajikan masalah konkret sehari-hari yang menjadi perbincangan publik dan memperlihatkan begitu carut marut persoalanpersoalan yang menyelimuti bangsa ini. Melalui karakter Men Coblong ini, diperlihatkan sebuah ironi yang nyata adanya dan benar benar terjadi di Indonesia. Dan tentunya hal tersebut layak untuk dikaji lebih dalam lagi. Sebagai seorang jurnalis dan satrawan. Oka Rusmini benar-benar menunjukkan taringnya dalam hal membedah realita. Seperti yang dikatakan oleh Sastrawan Sapardi Djoko Damono bahwa Oka Rusmini begitu apik mengemas segala kritikan dan sindiran tajam tanpa menyakiti siapapun dan melalui buku ini memperlihatkan kematangan Oka Rusmini sebagai penulis cerita dan pengamat sosial. Tentu saja hal itu tidak mudah digabungkan ke dalam tulisan kolom yang menarik. Karakteristik Men Coblong ini tentu saja sangat unik dan menyimpan paradoks. Melalui sosok Men Coblong ini kita jadi punya kesempatan merenungi kehidupan. Redaktur Sastra Harian Kompas Jakarta. Putu Fajar Arcana mengatakan bahwa melalui karakter Men Coblong ini, kritikan dari pinggiran yang selama ini hanya terdengar sayup-sayup, mulai banyak muncul ke permukaan. Materi-materi yang dikritik dalam buku ini membentang luas dari masalah pendidikan hingga penyimpangan perilaku Dengan cara ungkap satiristik. Men Coblong mampu menyentil dan menusuk para pengambil kebijakan. Men Coblong hadir sebagai penyodor masalah dan yang mungkin tidak terpetakan sebelumnya. Dari masalah yang sudah disodorkan tersebut diharapkan akan ada strategi pemecahan masalah yang akan bermanfaat bagi penyelenggaran kehidupan masyarakat Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pendekatan yang paling tepat digunakan untuk membedah prosa ini adalah pendekatan ginokritik. Alasan peneliti memilih pendekatan ini adalah, karena ginokritik ini dikhususkan untuk membedah karya-karya penulis perempuan yang mengangkat perempuan sebagai tokoh utamanya. Jika tidak menggunakan pendekatan ini dikhawatirkan hasil analisis tidak akan sesuai dengan maksud dan tujuan penulis. Dewi Fadilla Ramadhayani. Warni. Sovia Wulandari: Aspek Bahasa Perempuan dalam Prosa A. Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra Volume 1. No. September 2022 P-ISSN x-x https://online-journal. id/kal E-ISSN x-x Metode Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk kualitatif. Bogan dan Biklen. S dalam (Rahmat:2009:. mengatakan bahwa dalam penelitian berbentuk kualitatif menghasilkan data deskriptif berupa tulisan, ucapan dan juga perilaku dari orang yang sedang diamati. Tarjo . menyatakan bahwa metode deskriptif adalah metode yang yang digunakan untuk meneliti status kelompok manusia, objek, set kondisi, dan suatu kelas peristiwa yang terjadi pada masa sekarang. Atas pertimbangan dan demi menyesuaikan kajian dan objek penelitian, maka dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif ini diharapkan mampu mendeskripsikan aspek bahasa perempuan dalam prosa Men Coblong karya Oka Rusmini. Adapun data di dalam penelitian ini adalah teks, berupa kata-kata, dialog maupun bahasa perempuan yang terkait dengan bahasa tersurat, bahasa tersirat, dan unsur multifokal yang terdapat di dalam prosa Men Coblong karya Oka Rusmini. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah prosa Men Coblong karya Oka Rusmini. Buku yang digunakan adalah buku cetakan pertama pada Mei 2019, diterbitkan oleh PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta, dengan tebal buku 220 halaman. Sumber data sekunder dalam penelitian ini berupa buku-buku, jurnal, skripsi, dan kumpulan kritik sastra yang berkaitan dengan bahasa perempuan dalam prosa Men Coblong karya Oka Rusmini. Hasil dan Pembahasan Pada bagian ini diuraikan hasil penelitian dan pembahasan terkait AuAspek Bahasa Perempuan dalam prosa Men Coblong Karya Oka RusminiAy. Seperti yang sudah dipaparkan, penelitian ini akan membahas mengenai bahasa perempuan dan penulisan perempuan yang terdapat dalam prosa Men Coblong Karya Oka Rusmini. Pada pembahasan ini peneliti akan mendeskripsikan hasil analisis terkait dengan rumusan masalah mengenai bagaimanakah bahasa penulis perempuan dalam prosa Men Coblong Karya Oka Rusmini. Bahasa perempuan ini bertujuan untuk mengungkapkan keadaan mereka di luar dari wacana bahasa lelaki. Penulis perempuan mempunyai gaya penulisan tersendiri yang terkait dengan bagaimana tanggapan mereka terhadap pengalaman Hasil penelitian kemudian disajikan dalam tabel rekam data Berdasarkan data yang ditemukan dalam prosa Men Coblong karya Oka Rusmini, peneliti menemukan bentuk bahasa perempuan dan penulisan perempuan yang terdiri dari bahasa tersurat, bahasa tersirat, dan unsur Ketiga unsur tersebut dapat ditemukan dari pemikiran tokoh, dialog antar tokoh, serta sikap dan prilaku tokoh yang terdapat dalam buku Men Coblong karya Oka Rusmini. Tokoh tersebut meliputi Men Coblong, anak lakilaki Men Coblong serta sahabat Men Coblong. Bahasa Tersurat Menurut Yuswianti, dkk . bahasa tersurat dapat dinyatakan sebagai sebuah tulisan yang terdapat dalam kata, frasa, atau kalimat yang Dewi Fadilla Ramadhayani. Warni. Sovia Wulandari: Aspek Bahasa Perempuan dalam Prosa A. Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra Volume 1. No. September 2022 P-ISSN x-x https://online-journal. id/kal E-ISSN x-x maknanya dapat terlihat secara langsung tanpa harus memikirkan secara berulang-ulang apa maksud dari tulisan tersebut. Berikut bahasa tersurat yang terdapat dalam novel Men Coblong karya Oka Rusmini. Aukekuasaan itu membuat temanku merasa menjadi Tuhan, tidak boleh dikritik, maunya menang sendiri. Keputusannya adalah kebenaran mutlak. Kritik kita dianggap menghina marwahnya sebagai ketua kelasAy. (MC,2019:. Kutipan tersebut secara langsung mengungkapkan perasaan anak lelaki Men Coblong yang merasa jengkel dengan ketua kelasnya di sekolah. Oka Rusmini mengibaratkan sama seperti yang terjadi dalam pemerintahan, kritik yang diharapkan dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik justru ditanggapi sebagai aksi penghinaan. Banyak pejabat yang tidak suka jika dikritik dan akan balik menuntut dengan embel-embal Aopencemaran nama baikAo yang tentu saja kedengaran klise. Pada kondisi ini Oka Rusmini mencoba untuk membawa pembaca untuk melihat sisi gelap politik itu sebenarnya. Banyak sekali keputusan yang diambil secara sepihak tanpa melibatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Orang yang berkuasa akan selalu menggangap keputusannya adalah yang terbaik dan sebuah kebenaran mutlak. Bahasa Tersirat Menurut Yuswianti, dkk . bahasa tersirat ini dapat dinyatakan sebagai sebuah tulisan yang terdapat dalam kata, frasa, atau kalimat yang maknanya tidak dapat di pahami secara langsung, sehingga harus menelaah secara berulang-ulang untuk memahami makna sebenarnya dari kutipan Berikut bahasa tersurat yang terdapat dalam buku Men Coblong karya Oka Rusmini. AuBahkan, banyak pengamat anak mengatakan di Indonesia anak-anak Indonesia sesungguhnya AolaparAo ayahAy. (MC,2019:. Dalam kutipan tersebut Oka Rusmini menggambarkan bahwa di Indonesia banyak sekali kisah yang menggambarkan tentang fenomena fatherless, atau bisa juga disebut sebagai kehilangan sosok ayah. Kata AulaparAy dalam kutipan tersebut merujuk pada sesuatu seperti kehangatan, kasih sayang, dan perhatian. Dalam reduksi peran gender tradisional memposisikan ayah sebagai pencari nafkah dan ibu yang mengatur segala urusan rumah Stigma ini telah mengakar dalam kehidupan masyarakat, mengkotakkotakkan pekerjaan antara ibu dan ayah, padahal apabila ditilik lebih dalam lagi kedua orang tua mempunyai peran penting dalam tumbuh kembang anak. Salah satu faktor maraknya kasus kekerasan yang dilakukan oleh anak di bawah umur umumnya terjadi karena anak merasa kehilangan sosok ayah sebagai panutan dan pendamping dalam hidupnya. Maka dari itu kedua orang tua harus berkontribusi dalam mendidik dan mengasuh anak agar kelak menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa. Dewi Fadilla Ramadhayani. Warni. Sovia Wulandari: Aspek Bahasa Perempuan dalam Prosa A. Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra Volume 1. No. September 2022 P-ISSN x-x https://online-journal. id/kal E-ISSN x-x Unsur Multifokal Menurut Yuswianti, dkk . unsur multifokal ini dapat dinyatakan sebagai sebuah konsep, yang menujukkan bahwa seorang pengarang perempuan dapat mengungkapkan beberapa suara . udut pandan. atau peristiwa dalam karya sastra yang berkaitan dengan akal, emosi, dan dirinya sendiri secara bersamaan. Secara tidak langsung, unsur multifokal ini menujukkan bahwa pemikiran seorang pengarang perempuan tidak sesederhana seperti stigma yang selama ini disematkan padanya. Berikut unsur multifokal yang terdapat dalam buku Men Coblong karya Oka Rusmini. AuMen Coblong mengoleskan odol sambil meringis. Mencoba kembali membayangkan uang triliunan, pendidikan karakter, dan nasib anak-anak sebagai konsumen utama segala bentuk perubahan kebijakan pendidikan itu. Belum lagi kontroversi dana BOS, sertifikasi guru, gedung-gedung sekolah yang roboh. RSBI, uang tambahan para guru dengan les-les di luar jam belajar Bukannya satu-satu dulu diurai biar tuntas, justru beragam problem makin bertambah. Makin hari makin banyak. Siapa yang harus menyelesaikannya? Siapa yang harus bertanggung jawab kalau para anak didik pada zaman virtual ini makin tidak memiliki respek pada kehidupan sosial Tidak peka dan cenderung individualistis. Bahkan, menghalalkan beragam cara untuk mendapatkan nilai tertingi di sekolah?Ay. (MC,2019:. Berdasarkan data yang telah disajikan, terlihat bentuk pemikiran dan perbuatan yang diungkapkan oleh Men Coblong yang terindikasi menggunakan bentuk unsur multifokal dalam bahasa perempuan. Dalam kutipan tersebut terdapat tiga kalimat yang mengungkapkan pemikiran Men Coblong. Pertama, memaparkan pemikiran Men Coblong mengenai uang triliunan, pendidikan karakter, dan nasib anak-anak sebagai konsumen utama segala bentuk perubahan kebijakan pendidikan. Dalam hal ini Men Coblong memikirkan betapa banyaknya uang-uang yang digelontorkan pemerintah untuk sektor pendidikan, namun tidak berjalan dengan baik. Pendidikan karakter yang digadang-gadang hanya sia-sia, anak-anak selalu dicekoki konsep dan teori tanpa memiliki teladan untuk menerapkannya. Dan kemudian Men Coblong merasa kasian dengan anak-anak yang menjadi korban dalam kebijakan pendidikan yang terus berubah-ubah tanpa ada substansi yang jelas. Kedua, memaparkan pemikiran Men Coblong mengenai kontroversi dana BOS, sertifikasi guru, gedung-gedung sekolah yang roboh. RSBI, uang tambahan para guru dengan les-les di luar jam belajar formal. Dalam hal ini Men Coblong menyoroti betapa banyak oknum-oknum guru yang dengan tega memungut uang les dari siswanya, padahal guru sudah mendapat sertifikasi. Kemudian menilik dari gedung-gedung sekolah yang roboh dapat dipertanyakan kemana anggaran pemerintah yang sudah digelontorkan sangat banyak untuk memperbaiki kualitas sekolah. Dewi Fadilla Ramadhayani. Warni. Sovia Wulandari: Aspek Bahasa Perempuan dalam Prosa A. Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra Volume 1. No. September 2022 P-ISSN x-x https://online-journal. id/kal E-ISSN x-x Ketiga, memaparkan pemikiran Men Coblong mengenai perilaku anak pada zaman sekarang yang tidak memiliki kepekaan terhadap lingkungan sosial dan cenderung menjadi individualistis. Bahkan anak-anak bisa melakukan berbagai cara agar bisa mendapat nilai yang bagus dan tentu saja hal tersebut sangat bertentangan dengan kurikulum 2013 yang katanya mengedapankan pendidikan karakter. Dari beberapa uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa hanya dengan satu paragraf Oka Rusmini mampu mengemukakan beberapa suara sekaligus yang menjadi sifat dari unsur multifokal. Hal inilah yang kemudian mempengaruhi pola penulisan pada penulis perempuan yaitu mampu menarasikan berbagai keragaman subjek dalam pemikirannya yang kemudian menunjukkan bahwa bahasa perempuan tidak berbasis hanya pada satu bentuk tertentu saja. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai prosa Men Coblong karya Oka Rusmini menggunakan kajian ginokritik dengan model analisis bahasa perempuan dan penulisan perempuan, dapat disimpulkan bahwa Oka Rusmini mampu memunculkan keresahan, pemikiran dan kemampuan perempuan dalam berekspresi. Hal inilah yang kemudian bisa menjadi pembuktian bahwa penulis perempuan, dengan bahasa dan gayanya sendiri mampu untuk bereksistensi dalam sejarah sastra di Indonesia. Adapun aspek pembahasan mengenai bahasa perempuan dan penulisan perempuan dalam penelitian ini meliputi: bahasa tersirat, bahasa tersurat, dan unsur Peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan bahasa tersurat yang digunakan Oka Rusmini terkesan sangat berani. Oka Rusmini dengan cara pengungkapan satiristik, tajam, dan lugas mampu menampilkan sekumpulan isu-isu teraktual yang meliputi beberapa apek seperti pendidikan, hukum, agama, sosial dan lain-lainnya untuk kemudian mengajak pembaca berfikir tentang banyaknya penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di negeri ini. Selanjutnya Bahasa tersirat yang digunakan Oka Rusmini menggunakan diksidiksi yang indah dengan membalut getir itu ke dalam satire, dan bahasa kiasan yang digunakannya tidak menyembunyikan point-point atau pesan yang ingin Terakhir, unsur multifokal dalam prosa Men Coblong karya Oka Rusmini. Sebagai penulis perempuan Oka Rusmini mampu menggungkapkan beberapa suara . dalam satu waktu tertentu dan hal tersebut mengindikasikan bahwa seorang penulis perempuan memiliki kemampuan yang juga tidak sederhana sebagaimana stigma yang selama ini disematkan kepada penulis perempuan. Oka Rusmini menyampaikan keunikan bahasa perempuan melalui unsur multifokal dalam bahasa perempuan. Oka Rusmini bisa mengemas pikiran-pikirannya dengan bahasa yang menarik hanya dengan melalui pemikiran dan perandaian tentu saja hal ini bisa menjadi pembuktian bahwa perempuan memiliki daya cipta dan imajinasi yang berbeda dari laki-laki Daftar Pustaka