Volume 1 Received: 11 Agustus 2019 Nomor 1 Revised: 2 September 2019 Edisi Oktober 2019 Accepted: 10 September 2019 FAKTOR-FAKTOR TERKAIT KEPATUHAN KEPERAWATAN DALAM PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN RSU AL-AZIS Raja Khairul1. Gerry Silaban2. Fithri Handayani3 1 Alumni Magister Kesehatan Masyarakat. Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua, 2,3 Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua eMail: rajaritonga123456@gmail. Abstract Universal / Standard Precautions are recommended to prevent exposure to blood-borne infectious diseases such as HIV. Hepatitis B Virus, and Hepatitis Virus in health services, in Elpi Al-Azis General Hospital Rantauprapat, the compliance with Universal / Standard Precautions among nurses is low, it can be seen from accident cases syringes that occurred among nurses in 2007-2019 were 6, 4, and 8 cases respectively. This study was an Analytical Survey using a cross sectional design with 60 respondents as a population and 52 nurses as From the results of the chi square test, the variables significantly associated with nurse compliance with the application of universal / standard precautions are knowledge p value = 0. 003,perception of risk p value = 0. 001,Barriers to risk p value = 0. Perception regarding policy p value = 0. 004, workload p value = 0. 001, training and availability of Private Protective Equipment p Value 0. By analyzing with multivariate show that there is the most dominant variable is workload p value = 0. Exp (B) = 4. 973 with CI 95% . 835- 23. From the results of the study it can be concluded that there is a significant relationship between perceptual factors and workload factors regarding policy with nurse compliance in the implementation of universal / standard precautions in Elpi Al-Azis Hospital Rantauprapat in 2019. It is expected that there is a policy from Hospital management in implementing workload so that nurses' perceptions have a positive impact on carrying out tasks systematically. Keywords: Compliance. Nurse. Appliying of Universal / Standar Precautions PENDAHULUAN Kejadian penyakit infeksi di rumah sakit dianggap sebagai suatu masalah serius karena mengancam kesehatan dan keselamatan pasien dan petugas kesehatan secara global. Selain itu, kejadian infeksi ini juga berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan dan peningkatan pembiayaan pelayanan kesehatan (Luo, et. , 2. Kecelakaan yang paling umum terjadi di pelayanan kesehatan adalah tertusuk jarum suntik, yaitu jarum suntik yang dipakai pada pasien menusuk kulit seorang petugas pelayanan kesehatan (Yayasan Spiritia, 2. Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata risiko transmisi virus melalui blood-borne pada kecelakaan tertusuk jarum yaitu 30 % untuk virus Hepatitis B, virus HepatitisC yaitu 3%, dan kurang lebih 0,3 % untuk virus HIV (Weston, 2. WHO . mengestimasikan bahwa sekitar 2,5 % petugas kesehatan di seluruh dunia menghadapi pajanan HIV dan sekitar 40 % menghadapi pajanan virus Hepatitis B dan Hepatitis C (Sadoh, et. , 2. dan 90 % dari infeksi yang dihasilkan dari pajanan tersebut berada di negara berkembang (Reda, et. , 2. Di negara berkembang, tingginya Volume 1 Received: 11 Agustus 2019 Nomor 1 Revised: 2 September 2019 Edisi Oktober 2019 Accepted: 10 September 2019 frekuensi infeksi terjadi karena penggunaan injeksi yang tinggi di fasilitas kesehatan, yang sebagian besar menggunakan jarum suntik. Kewaspadaan Standar diterapkan di pelayanan kesehatan dengan tujuan untuk mengendalikan infeksi secara konsisten serta mencegah penularan bagi petugas kesehatan dan pasien. Studi menunjukkan bahwa kepatuhan pada penerapan Kewaspadaan Standar diantara petugas kesehatan untuk menghindari paparan mikroorganisme masih rendah (Mehta, et. , 2. Sulastri . yang meneliti tingkat kepatuhan petugas kamar bedah di RSUP Persahabatan tahun 2001 menunjukkan bahwa hanya 26,9 % yang memiliki kepatuhan baik dan 73,1% yang memiliki kepatuhan sedang. Berkurangnya nilai kepatuhan karena masih ditemukan petugas yang kurang patuh dalam hal cuci tangan, penggunaan alas kaki, dan pemasangan kembali tutup jarum. Penelitian yang lain yaitu Saroha Pinem . yang meneliti tentang penerapan kepatuhan Kewaspadaan Universal oleh Bidan di Puskesmas kecamatan Wilayah Jakarta Timur Tahun 2003 memperlihatkan bahwa hanya 16,7% bidan yang menerapkan Kewaspadaan Universal denganbenar. Kepatuhan terhadap Kewaspadaan Universal/Kewaspadaan Standar terkait dengan perilaku kesehatan. Menurut DeJoy . dalam Brevidelli dan Tamara . kepatuhan terhadap Kewaspadaan Universal dapat dilihat dari tiga level: individu/pekerja, tugas dan dinamika pekerjaan, dan konteks organisasi. Tingkat pertama menggambarkan kesehatan pekerja dengan karakteristik personalnya dan pengalaman kerjanya. Pada tingkat kedua, menggambarkan tugas pekerjaannya dan dinamika kesehatan kerjanya, dimana tuntutan petugas kesehatan untuk merawat pasien bersaing dengan keselamatan Tingkat ketiga, menggambarkan konteks organisasi, dimana organisasi tersebut mungkin mempunyai nilai budaya keselamatan dan dukungan pimpinan untuk mendukung penerapan KewaspadaanStandar. Rumah Sakit Umum Elpi Al-Azis Rantauprapat merupakan rumah sakit swasta Tipe C yang diresmikan pada tahun 2015 di kota Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu. Untuk melindungi dan mencegah penularan infeksi bagi petugas kesehatan dan pasien. Rumah Sakit Umum Elpi Al-Azis telah menerapkan Kewaspadaan Standar. Kewaspadaan Standar termasuk dalam SPO (Standar Prosedur Operas. yang harus dipatuhi oleh perawat di Rumah Sakit Umum Elpi Al-Azis dalam melakukan kegiatan klinisnya. Namun, penerapan kewaspadaan Standar oleh petugas kesehatan khususnya perawat masih belum optimal. Hal ini didasarkan pada masih ditemukannya perawat yang mengalami perlukaan akibat tertusuk jarum suntik (Bidang SDM, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian survey analitik menggunakan desain cross sectional. Alasan penggunaan desain penelitian ini karena ingin mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen dimana pengukuran kedua variabel tersebut dilakukan pada waktu yang bersamaan. Variabel independen dalam penelitian ini adalah faktor individu . engetahuan tentang transmisi penularan HIV. HBV,dan HCV, persepsi terhadap risik. , faktor pekerjaan . ambatan dalam penerapan UP/SP, beban kerja, faktor organisasi,. ersepsi mengenai kebijakan,pelatihan dan ketersediaan APD). Sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah kepatuhan dalam penerapan Kewaspadaan Universal/Standar di RSU Elpi Al-Azis Rantauprapat Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan perencanaan dan evaluasi dalam upaya promosi kesehatan bagi petugas kesehatan khususnya masalah perilaku Volume 1 Received: 11 Agustus 2019 Nomor 1 Revised: 2 September 2019 Edisi Oktober 2019 Accepted: 10 September 2019 kepatuhan perawat dalam penerapan Kewaspadaan Universal/ Standar dan dapat menunjang penelitian selanjutnya. Lokasi penelitian ini akan di lakukan di RSU Elpi Al-Azis Rantauprapat. Waktu penelitian dari bulan Januari 2019 sampai dengan bulan April 2019. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisa Univariat Karakteristik Responden Analisis univariat dilakukan pada tiap variabel yang akan diteliti dengan tujuan mendapatkan gambaran deskriptif dari karakteristik pasien seperti usia responden, pendidikan terakhir, pekerjaan dan penghasilan keluarga perbulan. Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Umur di RSU Elpi Al-Azis Rantauprapat Tahun 2019 Umur Responden Persentase (%) 20-30 Tahun 31-40 Tahun >40 Tahun Jumlah Berdasarkan data dari tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia antara 20-30 tahun yaitu sebanyak 25 orang . ,1%) dan paling kecil berusia 31-40 Tahun sebanyak 13 orang . %). Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Responden di RSU Elpi Al-Azis Rantauprapat Tahun 2019 Pendidikan Terakhir Diploma Sarjana Persentase (%) Pasca Sarjana Jumlah Berdasarkan data dari tabel 2 menunjukkan bahwa sebagian besar pendidikan terakhir responden Sarjana yaitu sebanyak 30 orang . ,7%) dan paling kecil adalah pendidikan terakhir responden adalah pasca sarjana sebanyak 4 orang . ,7%). Tabel 3. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Responden di RSU Elpi Al-Azis Rantauprapat Tahun 2019 Jenis Kelamin Persentase (%) Responden Laki-laki Perempuan Jumlah Berdasarkan data dari tabel 3 menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah Berjenis Kelamin Perempuan yaitu sebanyak 31 orang . ,6%) dan paling kecil Laki- Laki sebanyak 21 orang . ,4%). Volume 1 Received: 11 Agustus 2019 Nomor 1 Revised: 2 September 2019 Edisi Oktober 2019 Accepted: 10 September 2019 Tabel 4. Distribusi Responden Berdasarkan Lama Kerja Responden di RSU Elpi Al-Azis Lama kerja Persentase (%) 1-2 Tahun 3-4 Tahun Jumlah Berdasarkan data dari tabel 4 menunjukkan bahwa sebagian besar responden 1- 2 Tahun yaitu sebanyak 40 orang . ,9%) dan paling kecil 3-4 Tahun sebanyak 12 orang . ,1%). Tabel 5. Distribusi Responden Berdasarkan Jumlah Jam Kerja dalam Responden di RSU Elpi Al-Azis Rantauprapat Tahun 2019 Jumlah Jam Kerja Persentase (%) <40 Jam/Minggu >40 Jam/Minggu Jumlah Berdasarkan data dari tabel 5 menunjukkan bahwa sebagian besar Jumlah Jam Kerja responden yaitu sebanyak 39 responden . %) dan sebagian kecil jumlah jam kerja responden yaitu sebanyak 13 orang . %). Tabel 6. Distribusi Responden Berdasarkan pengetahuan Responden Pengetahuan Persentase (%) Tidak baik Baik Jumlah Berdasarkan data dari tabel 6 menunjukkan bahwa sebagian responden Besar adalah pengetahuan tidak baik sebanyak 28 orang . ,8%) dan sebagian kecil adalah pengetahuan baik sebanyak 24 orang . ,2%). Tabel 7. Distribusi Responden Berdasarkan Persepsi terhadap resiko Responden di RSU Elpi Al-Azis Rantauprapat Tahun 2019 Persepsi terhadap resiko Persentase (%) Tidak Baik Baik Jumlah Berdasarkan data dari tabel 7 menunjukkan bahwa sebagian responden Tidak baik adalah sebanyak 29 orang . ,8%) dan sebagian kecil mengatakan baik sebanyak 23 orang . ,2%). Tabel 8. Distribusi Responden Berdasarkan Hambatan Terhadap Resiko Responden di RSU Elpi Al-Azis Rantauprapat Tahun 2019 Hambatan Resiko Persentase (%) Rendah Tinggi Jumlah Berdasarkan data dari tabel 8 menunjukkan bahwa hambatan terhadap resiko rendah sebanyak 29 orang . 8%) dan hambatan terhadap resiko tinggi sebanyak 23 orang . ,2%). Volume 1 Received: 11 Agustus 2019 Nomor 1 Revised: 2 September 2019 Edisi Oktober 2019 Accepted: 10 September 2019 Tabel 9. Distribusi Responden Berdasarkan Persepsi Mengenai Kebijakan Responden di RSU Elpi Al-Azis Rantauprapat Tahun 2019 Persepsi mengenai kebijakan Persentase (%) Tidak baik Jumlah Berdasarkan data dari tabel 9 menunjukkan bahwa sebagian besar responden Tidak baik sebanyak 30 orang . 7%) dan yang mengatakan Baik sebanyak 22 orang responden . ,3%). Tabel 10. Distribusi Responden Berdasarkan Beban Kerja Responden di RSU Elpi Al-Azis Rantauprapat Tahun 2019 Beban kerja Persentase (%) Tinggi Rendah Jumlah Berdasarkan data dari tabel 10 menunjukkan bahwa sebagian besar responden beban kerja Tinggi sebanyak 27 orang . 9%) dan responden Beban kerja Rendah sebanyak 25 responden . ,1%). Analisa Bivariat Tabel 11. Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Perawat Kepatuhan Pengetahuan Tidak Baik Baik Jumlah Patuh Tidak patuh Jumlah 28 53,8 24 46,2 Valu CI 95% 0,003 Tabel 11 menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan pengetahuan tidak baik dengan tidak patuh di RSU Elpi Al-Azis sebanyak 23 orang . ,2%), pengetahuan tidak baik dengan patuh sebanyak 5 orang . ,6%) dan pengetahuan baik dengan tidak patuh sebanyak 9 orang . ,3%),pengetahuan baik dengan patuh sebanyak 15 orang . ,8%), dari hasil uji chi Ae square diperoleh nilai p value. ,003 < 0,05 artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuandengan kepatuhan. Nilai RP = 2. % CI 1. 271 Ae 3. Tabel 12. Hubungan Persepsi Terhadap Resiko dengan Kepatuhan Perawat Dalam Penerapan Kewaspadaan Universal/Standar Kepatuhan Persepsi thd resiko Tidak Baik Baik Jumlah Patuh Tidak Jumlah Value CI 95% 0,001 Volume 1 Received: 11 Agustus 2019 Nomor 1 Revised: 2 September 2019 Edisi Oktober 2019 Accepted: 10 September 2019 Tabel 12 menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan PersepsiTerhadapResikotidak baik dengan tidak patuh di RSU Elpi Al-Azis sebanyak 24 orang . ,6%). Persepsi Terhadap Resikotidak baik dengan patuh sebanyak 5 orang . ,6%) dan Persepsi Terhadap Resikobaik dengan tidak patuh sebanyak 8 orang . ,4%),Persepsi Terhadap Resikobaik dengan patuh sebanyak 15 orang . ,8%), dari hasil uji chi Ae square diperoleh nilai p value. ,001 < 0,05 artinya ada hubungan yang signifikan antara Persepsi Terhadap Resikodengan kepatuhan. Nilai RP = 2. % CI 1. Tabel 13. Hubungan Hambatan Terhadap Resiko dengan Kepatuhan Perawat Dalam Penerapan Kewaspadaan Universal/Standar Rendah Tinggi Kepatuhan Tidak 23 44,2 Jumlah Hambatan thd resiko Patuh Jumlah Value CI 95% 0,008 Tabel 13 menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan HambatanTerhadap Resikotidak baik dengan tidak patuh di RSU Elpi Al-Azis sebanyak 23 orang . ,2%). Hambatan Terhadap Resikotidak baik dengan patuh sebanyak 6 orang . ,5%) dan Hambatan Terhadap Resikobaik dengan tidak patuh sebanyak 9 orang . ,3%),Hambatan Terhadap Resikobaik dengan patuh sebanyak 14 orang . ,9%), dari hasil uji chi Ae square diperoleh nilai p value. ,008 < 0,05 artinya ada hubungan yang signifikan antara Hambatan Terhadap Resikodengan kepatuhan. Nilai RP = 2. % CI 1. Tabel 14. Hubungan Persepsi Mengenai Kebijakan dengan Kepatuhan Perawat Dalam Penerapan Kewaspadaan Universal/Standar Kepatuhan Persepsi ttg Tidak Baik Baik Jumlah Patuh Tidak Jumlah Value CI 95% 0,004 Tabel 14 menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan Persepsi Mengenai Kebijakantidak baik dengan tidak patuh di RSU Elpi Al-Azis sebanyak 24 orang . ,2%). PersepsiMengenai Kebijakantidak baik dengan patuh sebanyak 6 orang . ,5%) dan Persepsi Mengenai Kebijakanbaik dengan tidak patuh sebanyak 8 orang . ,4%),Persepsi Mengenai Kebijakanbaik dengan patuh sebanyak 14 orang . ,9%), dari hasil uji chi Ae square diperoleh nilai p value. ,004< 0,05 artinya ada hubungan yang signifikan antara Hambatan Terhadap Resikodengan kepatuhan. Nilai RP = 2. % CI 1. Volume 1 Received: 11 Agustus 2019 Nomor 1 Revised: 2 September 2019 Edisi Oktober 2019 Accepted: 10 September 2019 Tabel 15. Hubungan Beban Kerja dengan Kepatuhan Perawat Dalam Penerapan Kewaspadaan Universal/Standar Beban Kerja Rendah Tinggi Jumlah Patuh Kepatuhan Tidak Jumlah Value CI 95% 0,001 Tabel 15 menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan Beban Kerja rendah dengan tidak patuh di RSU Elpi Al-Azis sebanyak 23 orang . ,2%). Beban Kerja rendah dengan patuh sebanyak 4 orang . ,7%) dan Beban Kerjatinggi dengan tidak patuh sebanyak 9 orang . ,3%),Beban Kerja tinggi dengan patuh sebanyak 16 orang . ,8%), dari hasil uji chi Ae square diperoleh nilai p value. ,001< 0,05 artinya ada hubungan yang signifikan antara Beban Kerjadengan kepatuhan. Nilai RP = 2. % CI 1. KESIMPULAN Terdapat hubungan signifikan antara faktor persepsi terhadap resiko dengan kepatuhan perawat dalam penerapan kewaspadaan universal/standar di RSU Elpi Al-Azis Rantauprapat tahun 2019. Terdapat hubungan signifikan antara faktor persepsi terhadap resiko dengan kepatuhan perawat dalam penerapan kewaspadaan universal/standar di RSU Elpi Al-Azis Rantauprapat tahun 2019. Terdapat hubungan signifikan antara faktor hambatan terhadap resiko dengan kepatuhan perawat dalam penerapan kewaspadaan universal/standar di RSU Elpi Al-Azis Rantauprapat tahun 2019. Terdapat hubungan signifikan antara faktor persepsi mengenai kebijakan dengan kepatuhan perawat dalam penerapan kewaspadaan universal/standar di RSU Elpi Al-Azis Rantauprapat tahun 2019. Terdapat hubungan signifikan antara faktor beban kerja dengan kepatuhan perawat dalam penerapan kewaspadaan universal/standar di RSU Elpi Al-Azis Rantauprapat tahun 2019. Terdapat hubungan signifikan antara faktor pelatihan dan ketersediaan dengan kepatuhan perawat dalam penerapan kewaspadaan universal/standar di RSU Elpi Al-Azis Rantauprapat tahun 2019. Variabel yang paling dominan yang berhubungan adalah Beban Kerja. DAFTAR PUSTAKA