Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Multi Disiplin Ilmu e-ISSN: 2798-4605 Online: https://ejournal. Bimbingan Belajar Numerisasi Pada Anak Sekolah Dasar dan Taman Kanak-Kanak di Desa Ngrami Sofi Auliya1*. Dea Roza Fitriani2. Sasi Pasya Karimah3. Muhammad Alamulhuda4. Muhammad Nur Wahyu5. Mohamad Zainal Abidin6. Azriel Affilah Alhafiz7. Muhammad8 Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang. auliyasofi2002@gmail. Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang. deap28721@gmail. 3Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang. sasipasya29@gmail. 4Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang. alamoel200@gmail. 5Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang. wahyuwahyuu890@gmail. 6Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang. mohamadmza20@gmail. 7Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang. rirumayi@gmail. 8Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang. muhammad@unhasy. ABSTRACT The literacy and numeracy skills of children in Ngrami Village remain relatively low, based on observations and interviews with local elementary school teachers. This program aims to improve those skills through a tutoring activity conducted by students from the KDLK MBKM program at Hasyim AsyAoari University. The implementation stages included observation, needs analysis, planning, tutoring, and evaluation. The program was held every Monday for two months using an interactive approach and practice exercises. Evaluation results showed improved student abilities in solving literacy and numeracy questions. This program positively contributes to the quality of basic education in rural areas. Keywords: Community Service. Literacy. Numeracy. School-Aged Children. Tutoring ABSTRAK Kemampuan literasi dan numerasi anak-anak di Desa Ngrami masih tergolong rendah, berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru sekolah dasar setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tersebut melalui program bimbingan belajar yang dilaksanakan oleh mahasiswa KDLK MBKM Universitas Hasyim AsyAoari. Metode pelaksanaan dimulai dari observasi, identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan bimbingan, hingga evaluasi. Program ini dilaksanakan setiap hari Senin selama dua bulan, dengan pendekatan interaktif dan pemberian soal latihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal literasi dan numerasi. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan mutu pendidikan dasar di lingkungan pedesaan. Kata kunci: Anak Usia Sekolah. Bimbingan Belajar. Literasi. Numerasi. Pengabdian Masyarakat Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5. Nomor 2. Juli-Desember 2025. Halaman 181 Ae 190 Doi: 10. 33752/dinamis. Online: https://ejournal. id | e-ISSN: 2798-4605 PENDAHULUAN Kemampuan literasi dan numerasi bagian dari fondasi penting dalam dunia pendidikan (Rahim, 2. , terutama bagi anak-anak usia sekolah dasar (Meo et , 2. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis (Putri et al. , 2. , melainkan juga mencakup pemahaman terhadap isi bacaan (Purba et al. , 2. , penalaran logis (Nuriza & Faizah, 2. , dan kemampuan mengkomunikasikan ide (Ariyana & Suastika, 2. Sementara itu, numerasi melibatkan kemampuan mengaplikasikan konsep matematika dasar dalam kehidupan sehari-hari, seperti berhitung, memahami data, dan menyelesaikan masalah berbasis angka (Witono & Hadi, 2. Namun, berbagai hasil studi nasional menunjukkan bahwa tingkat literasi dan numerasi siswa di Indonesia masih tergolong rendah (Sripuspita et al. , 2022. Damanik & Handayani. Oktadela et al. , 2. Berdasarkan data Asesmen Nasional dari Kemendikbudristek . , hanya sekitar 47,6% siswa SD yang mampu mencapai kategori minimal dalam literasi, dan hanya 43,8% siswa yang memenuhi capaian Kondisi ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh siswa belum memiliki keterampilan dasar yang memadai untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Desa Ngrami. Kecamatan Sukomoro. Kabupaten Nganjuk sebagai salah satu wilayah yang turut menghadapi tantangan serupa. Meskipun mayoritas anak-anak di desa ini telah mengakses pendidikan formal, hasil observasi dan wawancara awal dengan guru dan kepala sekolah menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih kesulitan dalam memahami bacaan dan menyelesaikan soalsoal matematika dasar. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya waktu belajar di rumah dan terbatasnya sumber belajar yang berkualitas (Patandung & Panggua, 2022. Rochmania et al. , 2. Selain itu, metode pembelajaran yang kurang kontekstual dan minimnya dukungan orang tua juga berkontribusi terhadap rendahnya capaian literasi dan numerasi (Wulandari & Akbarjono. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Syamsuddin et al. yang menunjukkan bahwa tantangan dalam pembelajaran numerasi tidak hanya berasal dari faktor siswa, tetapi juga dari lingkungan belajar yang tidak mendukung perkembangan logika dan pemahaman konsep secara menyeluruh. Sejumlah artikel pengabdian masyarakat sebelumnya juga menyoroti pentingnya pendekatan kontekstual dan berkelanjutan dalam meningkatkan literasi dan numerasi. Misalnya, penelitian oleh Sriwijayanti et al. menunjukkan bahwa kegiatan bimbingan belajar berbasis komunitas mampu meningkatkan skor literasi siswa hingga 28% dalam tiga bulan. Sementara itu. Ihtiari & Mubarokah . mengembangkan model pendampingan literasi numerasi melalui permainan edukatif yang menunjukkan hasil positif dalam membangun minat belajar siswa SD. Meski begitu, sebagian besar program yang sudah dilakukan masih terbatas pada intervensi jangka pendek dan belum banyak melibatkan kolaborasi lintas bidang ilmu (Ali et al. , 2. , terutama antara mahasiswa dari berbagai program studi (Humaidi et al. , 2. Di sinilah letak celah yang ingin dijawab oleh pengabdian iniAiyakni menyelenggarakan kegiatan bimbingan belajar yang bersifat interdisipliner dan berkelanjutan dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang. Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5. Nomor 2. Juli-Desember 2025. Halaman 181 Ae 190 Doi: 10. 33752/dinamis. Program KDLK MBKM (Kuliah Di Luar Kampus Merdeka Belajar Kampus Merdek. dari Universitas Hasyim AsyAoari menjadi wadah bagi mahasiswa untuk turut serta menjawab tantangan ini melalui kegiatan pengabdian masyarakat secara langsung di Desa Ngrami. Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari di bangku kuliah, tetapi juga mendorong peningkatan kemampuan dasar anak-anak desa dalam bidang literasi dan numerasi melalui pendekatan bimbingan belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Program ini dirancang untuk menjawab gap antara kebijakan pendidikan nasional dan praktik pembelajaran di tingkat desa, serta menjadi model alternatif pengabdian yang bisa direplikasi di wilayah lain dengan kondisi serupa. Oleh karena itu, tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak-anak di Desa Ngrami melalui program bimbingan belajar yang terstruktur, kontekstual, dan melibatkan mahasiswa lintas program studi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial yang aktif dalam mengatasi persoalan pendidikan di lingkungan masyarakat. METODE Pelaksanaan program pengabdian ini diawali dengan tahap persiapan (Abdussamad et al. , 2. , yang meliputi identifikasi masalah di lapangan melalui observasi awal dan komunikasi dengan pihak sekolah serta perangkat Berdasarkan temuan bahwa banyak anak-anak di Desa Ngrami mengalami kesulitan dalam membaca dan berhitung, tim pengabdian merancang program bimbingan belajar yang fokus pada peningkatan keterampilan literasi dan Dalam tahap ini juga disusun jadwal kegiatan, materi pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan anak, serta pembagian peran antar anggota tim. Tahap berikutnya sebagai pelaksanaan (Manalu et al. , 2. yaitu kegiatan bimbingan belajar, yang dilakukan secara berkala setiap minggu. Kegiatan dilaksanakan di balai desa dengan melibatkan anak-anak usia Sekolah Dasar. Setiap sesi diawali dengan pemanasan atau permainan edukatif, dilanjutkan dengan pemberian materi secara interaktif menggunakan metode belajar aktif dan menyenangkan. Mahasiswa dari latar belakang pendidikan bertugas menyampaikan materi, sedangkan mahasiswa non-kependidikan membantu dalam pengawasan dan pengelolaan kelas agar pembelajaran berjalan dengan tertib dan kondusif. Setelah kegiatan berjalan beberapa minggu, dilakukan tahap monitoring dan evaluasi untuk menilai efektivitas program (Herlinawati & Sopingi, 2. Evaluasi dilakukan secara rutin di akhir setiap sesi melalui latihan soal yang mengukur kemampuan membaca dan berhitung anak-anak. Selain itu, tim juga mencatat perubahan perilaku belajar dan tingkat partisipasi peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan keterampilan dasar literasi dan numerasi, yang menjadi dasar bagi penyempurnaan program di masa Tahap ini menjadi penting untuk memastikan bahwa program tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Online: https://ejournal. id | e-ISSN: 2798-4605 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pembelajaran tambahan ini diadakan di Desa Ngrami setiap hari Senin dari pukul 18. 00 hingga 19. 00 WIB, dimulai pada tanggal 17 April hingga 12 Juni 2025. Peserta kegiatan ini adalah anak-anak yang berasal dari Desa Ngrami dan menempuh pendidikan di tingkat Sekolah Dasar serta Taman Kanak-Kanak. Program ini bertujuan untuk mengatasi masalah kurangnya kemampuan siswa dalam bidang literasi dan numerasi. Pelaksanaan bimbingan belajar ini dilakukan melalui beberapa fase, antara lain: Observasi Observasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang dialami oleh siswa usia sekolah di wilayah tersebut. Dalam proses observasi, mahasiswa KDLK mengamati jalannya kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, termasuk interaksi antara guru dan siswa serta dinamika hubungan sosial antarsiswa. Gambar 1 menggambarkan aktivitas observasi awal yang dilakukan oleh mahasiswa KDLK di salah satu sekolah dasar di Desa Ngrami. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari tahap awal pelaksanaan program bimbingan belajar. Dalam gambar terlihat interaksi langsung antara mahasiswa dengan lingkungan belajar anak-anak. Mahasiswa tampak mengamati dinamika kelas, seperti respon siswa terhadap guru dan cara guru menyampaikan materi. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi masalah literasi dan numerasi sejak dini, sekaligus menjadi dasar perumusan strategi intervensi pendidikan yang tepat sasaran. Kegiatan observasi ini selaras dengan pendekatan Participatory Action Research McTaggart . yang menekankan pentingnya keterlibatan langsung pelaku program dalam mengidentifikasi permasalahan sosial sebelum melakukan Dalam konteks ini, mahasiswa bertindak sebagai partisipan aktif dalam upaya transformasi sosial di bidang pendidikan melalui diagnosis awal yang Gambar 1 Observasi Lapangan Dari hasil pengamatan, secara umum kegiatan pembelajaran berlangsung dengan baik dan para guru telah menerapkan metode serta model pembelajaran yang cukup inovatif. Namun demikian, tingkat respons siswa terhadap pertanyaan yang diajukan guru, khususnya yang berkaitan dengan materi literasi dan numerasi, masih tergolong rendah. Hanya sebagian kecil siswa yang tampak aktif dalam menjawab pertanyaan, dan partisipasi mereka dalam diskusi kelompok juga masih minim. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa masih memiliki kelemahan dalam penguasaan dasar literasi dan numerasi. Setelah observasi, mahasiswa KDLK melanjutkan kegiatan dengan melakukan wawancara dengan kepala sekolah dan guru guna menggali Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5. Nomor 2. Juli-Desember 2025. Halaman 181 Ae 190 Doi: 10. 33752/dinamis. informasi lebih mendalam mengenai permasalahan yang ada serta mengonfirmasi temuan dari observasi. Dari hasil wawancara diketahui bahwa siswa memang belum menguasai materi dasar literasi dan numerasi secara Mereka memerlukan pengulangan dan penguatan materi, namun keterbatasan waktu belajar di kelas menjadi kendala dalam pelaksanaannya secara maksimal Analisis Kebutuhan Setelah mahasiswa KDLK selesai mengumpulkan informasi melalui observasi dan wawancara, langkah berikutnya adalah melakukan penilaian mendalam terhadap data yang telah diperoleh. Tujuan dari penilaian ini adalah untuk menemukan permasalahan utama yang dihadapi oleh anak-anak usia sekolah di Desa Ngrami. Penilaian dilaksanakan dengan meneliti berbagai penelitian yang telah ada mengenai cara untuk meningkatkan kemampuan membaca dan berhitung siswa, serta berdiskusi dengan Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Metode ini sejalan dengan program Kampus Mengajar 2024 yang sedang berlangsung di sejumlah SD, dimulai dari tahap persiapan dan pengamatan untuk memahami kondisi awal di lapangan (Yusuf et al. , 2024. Satata et al. , 2. Proses ini merupakan elemen krusial dalam menetapkan arah dan strategi dari program kerja yang akan dijalankan. Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan, mahasiswa KDLK kemudian memutuskan untuk menyelenggarakan program pembelajaran sebagai solusi terhadap rendahnya kemampuan membaca dan berhitung anak-anak di level sekolah dasar dan taman kanak-kanak di Desa Ngrami. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak-anak di desa tersebut. Penyusunan Program Sesudah rencana aktivitas disetujui, mahasiswa KDLK mulai melaksanakan Program bimbingan belajar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, yaitu setiap hari Senin dan Sabtu antara pukul 18. 00 sampai 19. 00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak Desa Ngrami yang berasal dari jenjang Sekolah. Selama pelaksanaan, terlihat antusiasme dan semangat belajar yang tinggi dari para Hal ini tercermin dari partisipasi aktif mereka dalam setiap sesi serta tanggapan positif yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Pelaksanaan Bimbingan Dalam pelaksanaan program bimbingan, mahasiswa dari program studi kependidikan bertanggung jawab dalam penyampaian materi yang berkaitan dengan literasi dan numerasi. Sementara itu, mahasiswa dari program studi nonkependidikan berperan dalam membantu menciptakan suasana belajar yang tertib dan kondusif. Kegiatan diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran dan pemberian motivasi melalui penjelasan mengenai pentingnya penguasaan literasi dan numerasi dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menumbuhkan minat dan semangat belajar anak-anak, disampaikan pula ilustrasi pengalaman yang sesuai dengan pengalaman pribadi dan kondisi lingkungan. Setelah itu, materi diberikan secara singkat dan dilanjutkan dengan latihan soal. Anak-anak kemudian mengerjakan soal-soal tersebut, dan beberapa dari mereka diberi Online: https://ejournal. id | e-ISSN: 2798-4605 kesempatan untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas atau menuliskannya di papan tulis. Sebelum sesi belajar berakhir, diberikan soal evaluasi guna mengetahui sejauh mana pemahaman anak-anak terhadap materi yang telah diajarkan. Gambar 2 Pelaksanaan Bimbingan Gambar 2 menunjukkan pelaksanaan sesi pertama bimbingan belajar, di mana anak-anak tampak aktif mengikuti kegiatan pembelajaran yang difasilitasi oleh mahasiswa. Kegiatan diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, motivasi, dan ilustrasi relevan, lalu dilanjutkan dengan pemberian materi dasar literasi dan numerasi. Anak-anak diberi kesempatan untuk mengerjakan soal dan beberapa mempresentasikan jawaban di depan kelas, yang mencerminkan pendekatan pembelajaran yang partisipatif dan interaktif. Pelaksanaan ini sesuai dengan prinsip Constructivist Learning Theory Zajda . yang menekankan pentingnya interaksi sosial dalam membangun pengetahuan. Pendekatan interaktif seperti presentasi siswa di depan kelas merupakan bagian dari Zone of Proximal Development (ZPD), di mana siswa memperoleh pemahaman melalui dukungan orang lain dalam lingkungan belajar yang mendukung (Gehlot, 2. Gambar 3 Pelaksanaan Bimbingan Gambar 3 menampilkan lanjutan dari kegiatan bimbingan belajar, dengan suasana yang lebih tertib dan terstruktur. Anak-anak terlihat antusias dan terlibat aktif, sementara mahasiswa pendamping bertugas menjaga keteraturan kelas. Kegiatan ini menunjukkan bahwa seiring waktu, pendekatan pembelajaran yang konsisten mampu meningkatkan partisipasi dan keterlibatan siswa dalam proses Dalam pendekatan Behaviorisme Puspita et al. , menyebutkan penguatan . berperan penting dalam membentuk perilaku belajar Peningkatan keterlibatan siswa dalam sesi ini menunjukkan hasil dari penguatan positif yang dilakukan secara berulang, seperti pujian, perhatian, dan pemberian kesempatan untuk berkontribusi. Hal ini memperkuat perilaku belajar yang diharapkan. Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5. Nomor 2. Juli-Desember 2025. Halaman 181 Ae 190 Doi: 10. 33752/dinamis. Evaluasi Kegiatan Evaluasi kegiatan bimbingan belajar literasi dan numerasi di Desa Ngrami menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam empat aspek dasar kemampuan anak-anak, yakni membaca, menulis, memahami instruksi teks, dan Jika ditinjau dari KirkpatrickAos Four-Level Evaluation Model, capaian ini termasuk dalam level Learning, yaitu perubahan kemampuan peserta setelah mengikuti pelatihan. Evaluasi dilakukan melalui latihan soal dan observasi selama sesi bimbingan, yang menunjukkan respons positif dan perkembangan yang nyata. Selain itu, pendekatan ini juga sesuai dengan CIPP Model oleh Maryati et al. yang menilai dari aspek Context. Input. Process, dan Product, menunjukkan bahwa seluruh elemen program, mulai dari identifikasi masalah hingga hasil capaian, terlaksana secara utuh dan terstruktur. No. Tabel 1 Hasil Evaluasi Kegiatan Aspek Yang Dinilai Sebelum Program Kemampuan membaca dasar Kemampuan menulis singkat Pemahaman intruksi teks Kemampuan berhitung dasar Sesudah Program Sumber: (Data diolah oleh Tim, 2. Tabel 1 menunjukkan peningkatan yang signifikan pada empat aspek utama literasi dan numerasi. Sebelum program dilaksanakan, kemampuan anakanak masih berada di bawah angka 55% dalam semua aspek. Namun setelah mengikuti beberapa sesi bimbingan belajar, terjadi peningkatan rata-rata sebesar 25-30%. Hal ini mencerminkan efektivitas metode bimbingan yang digunakan serta menunjukkan bahwa program ini berdampak nyata terhadap peningkatan kemampuan dasar anak-anak di Desa Ngrami, khususnya dalam membaca dan Temuan ini memiliki kesamaan dengan penelitian (Sriwijayanti et al. Ihtiari & Mubarokah, 2. , yang menunjukkan bahwa kegiatan berbasis komunitas dan permainan edukatif dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa secara signifikan. Perbedaannya, program di Ngrami menggunakan pendekatan klasikal interaktif secara konsisten, bukan permainan atau pelatihan menulis kreatif. Namun dari sisi logika intervensi, ketiganya mengusung semangat partisipatif dan pendekatan kontekstual sebagai kunci utama Studi Meo et al. menambahkan bahwa media visual seperti jam belajar juga efektif untuk mendukung pemahaman numerasi, yang dapat menjadi masukan untuk memperkaya metode di Ngrami agar lebih variatif dan Beberapa studi lain juga mendukung pentingnya strategi yang sesuai dengan usia dan lingkungan anak, seperti penelitian Rahim . yang berfokus pada usia dini dan Wulandari & Akbarjono . yang menyoroti minimnya dukungan orang tua dalam proses belajar. Program Ngrami menyadari hal ini, terbukti dengan evaluasi yang mencerminkan partisipasi siswa meningkat seiring adanya pendampingan langsung dan suasana belajar yang positif. Sementara itu, temuan dari (Syamsuddin et al. , 2024. Nuriza & Faizah, 2. memperlihatkan bahwa pengembangan bahan ajar dan pembiasaan budaya Online: https://ejournal. id | e-ISSN: 2798-4605 belajar di sekolah dapat memperkuat hasil program dalam jangka panjang, terutama jika diintegrasikan dalam sistem pendidikan yang berkelanjutan. Dengan mempertimbangkan teori dan penelitian-penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa program bimbingan belajar di Desa Ngrami telah memenuhi prinsip-prinsip evaluasi pendidikan yang relevan, baik dari sisi proses maupun hasil. Perpaduan antara metode klasikal interaktif, keterlibatan mahasiswa lintas disiplin, dan pendekatan berbasis kebutuhan lokal menjadikan program ini sebagai salah satu model pengabdian yang efektif dan adaptif. Hasil evaluasi yang menunjukkan peningkatan signifikan juga menjadi bukti bahwa intervensi yang dirancang berdasarkan teori dan praktik terbaik cenderung berhasil meningkatkan kualitas pendidikan dasar, khususnya di daerah dengan keterbatasan fasilitas dan dukungan belajar. SIMPULAN Program bimbingan belajar yang dilaksanakan di Desa Ngrami berhasil membantu anak-anak dalam meningkatkan kemampuan membaca dan Dari hasil evaluasi setelah tiap sesi, terlihat bahwa anak-anak semakin terbiasa dan percaya diri dalam mengerjakan soal-soal. Mereka juga sangat antusias mengikuti kegiatan ini, meskipun awalnya ada yang merasa kesulitan. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan dalam program ini cukup efektif dan bisa menjadi solusi nyata bagi permasalahan dasar belajar anak-anak di desa. Namun, dalam pelaksanaannya, masih ada beberapa kekurangan. Fasilitas belajar yang digunakan masih terbatas, seperti kurangnya alat bantu ajar dan tempat belajar yang nyaman. Selain itu, dukungan dari orang tua dan lingkungan sekitar juga belum maksimal. Oleh karena itu, ke depan diharapkan kegiatan seperti ini bisa dikembangkan lebih baik lagi, misalnya dengan memanfaatkan teknologi atau melibatkan lebih banyak pihak agar hasilnya lebih maksimal dan berkelanjutan. Yang membedakan program ini dengan kegiatan sejenis adalah kolaborasi antar-mahasiswa dari berbagai jurusan, yang membuat pendekatan yang diberikan menjadi lebih variatif dan menyenangkan bagi anak-anak. Tidak hanya fokus pada akademik, tapi juga memperhatikan kenyamanan dan semangat belajar anak. Karena hasilnya cukup berdampak, kami menyarankan agar pihak sekolah, pemerintah desa, dan instansi lain juga ikut mendukung atau bahkan menerapkan kegiatan serupa di tempat lain yang memiliki masalah serupa. DAFTAR PUSTAKA