EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 Februari 2023 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 PENERAPAN PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING MODEL RING TARGET UNTUK MENINGKATKAN HASIL PASSING PERMAINAN BOLA VOLI BUDIHARTO MTsN 5 Jombang e-mail: budihartomahat@gmail. ABSTRAK Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas Vi-A yang berjumlah 30 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan model ring target tercipta atmosfer pembelajaran yang menyenangkan sehingga hasil belajar siswa meningkat, yaitu pada kegiatan siklus 1 rata-rata kelas mencapai 73,17 menjadi 83,50 di siklus II dan peningkatan presentasi ketuntasan belajar peserta didik sebesar 23,30% yakni dari 70,00% peserta didik yang tuntas belajar menjadi 93,30%. Dengan demikian, dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran passing atas melalui model ring target permainan bolavoli dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas Vi-A MTsN 5 Jombang pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2022-2023. Kata Kunci: Passing Atas. Bola voli. Ring target. ABSTRACT This research is a Classroom Action Research (CAR). This research was conducted in two cycles, each cycle consisting of planning, implementation, action, observation, and reflection. The subjects of this study were 30 students in class Vi-A consisting of 14 male students and 16 female students. The results showed that with the target ring model a pleasant learning atmosphere was created so that student learning outcomes increased, in the first cycle, the class average reached 73. 17 to 83. 50 in the second cycle and an increase in student mastery presentations of 23. 30 %, that is, from 70. 00% of students who complete learning to 93. Thus, from this study it can be concluded that learning upper passing through the volleyball target ring model can improve student learning outcomes in class Vi-A of MTsN 5 Jombang in the odd semester in 2022-2023 Academic Year. Keywords: Over Passing. Volleyball. Ring Target PENDAHULUAN Perkembangan zaman tidak dapat kita hindari dari kehidupan kita. Globalisasi memiliki peran di dalam meningkatkan bagaimana kemajuan dari suatu negara. Namun, seiring berjalannya globalisasi atau perkembangan suatu negara, maka akan semakin berat tantangan yang dihadapi oleh masyarakat terlebih di dalam dunia pendidikan. Era globalisasi ditandai dengan akselerasi teknologi dalam berbagai kehidupan, dengan tuntutan utama berkaitan dengan masalah mutu dan kualitas. Pendidikan jasmani dan olahraga pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktifitas fisik . dan olahraga untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal yang fisik, mental dan serta emosional. Pendidikan juga harus mampu membekali dan menyiapkan peserta didik dalam berbagai sikap, keterampilan danpengetahuan yang memadai agar menjadi fondasi yang kuat sebagai pribadi yang produktif, kreatif, inovatif, dan mandiri. Mendapatkan peserta didik yang cakap dan terampil adalah impian para pendidik. Semangat dan euforia dalam proses belajar mengajar akan mudah bersinergi jika ada kesesuaian fisi dan misi antara pendidik Copyright . 2023 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 Februari 2023 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 dengan peserta didik. Namun keadaan tidak selalu ideal, pada kenyataannya peserta didik yang datang untuk menuntut ilmu mempunyai kecakapan awal yang bervariasi. Penjas memerlukan anak sebagai sebuah kesatuan utuh, makhluk total, dari pada hanya menganggapnya sebagai seorang yang terpisah kualitas fisik dan mentalnya. Pendidikan melalui aktifitas jasmani dan olahraga yang terpilih untuk mencapai tujuan Dari pengertian ini, mengukuhkan bahwa pendidikan jasmani dan olahraga merupakan bagian tak terpisahkan dari pendidikan umum. Untuk membantu anak agar tumbuh dan berkembang secara wajar sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, yaitu menjadi manusia Indonesia seutuhnya. Pada hakikatnya pendidikan jasmani merupakan kegiatan pendidikan yang memanfaatkan aktifitas jasmani untuk mencapai tujuan pendidikan, bukan prestasi dalam cabang olahraga (Pasaribu & Mashuri, 2. Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jombang berlokasi di pinggiran sungai Brantas. Pekerjaan utama wali peserta didik adalah buruh tani. Sebagian besar dari mereka kurang perduli dengan proses belajar putra putrinya, yang mereka inginkan adalah paket lengkap. Sebuah paket yang berisi harapan jika putra putrinya lulus dari MTsN 5 Jombang akan menjadi anak anak yang pintar dalam ilmu pengetahuan sekaligus ilmu agamanya. Dalam proses pendidikan, aktifitas belajar merupakan kegiatan inti dengan arti bahwa pendidikan itu sendiri merupakan bantuan yang dihasilkan melalui kegiatan belajar. Berkurangnya motivasi belajar ini tidak menutup kemungkinan menjadikan rendahnya hasil belajar peserta didik, oleh karena itu pemilihan metode pengajaran harus disesuaikan dengan tujuan yaitu mengembalikan motivasi peserta didik dan ketuntasan dalam setiap kompetensi Guru memegang peran yang sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar. Guru dianjurkan untuk tidak mempertahankan perannya hanya sebagai penyampai materi atau pengetahuan saja, namun juga dituntut untuk bisa mendukung pengetahuan para peserta didik dalam mengeksplorasi dan kreatifitasnya dalam menyelesaikan masalah melalui pembelajaran yang disampaikan Guru harus mampu memilih dan menggunakan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. National Educational Association (NEA) . bahwa Au4 keterampilan khusus yang paling penting untuk guru yaitu berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi dan kreativitasAy. Empat kemampuan tersebut sangat penting untuk dicapai peserta didik agar dapat ikut berperan serta dalam memenuhi tantangan dan persaingan global di abad ke-21 (Dewi, 2. Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan merupakan media utuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan metorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai . ikap- mental-emosional- sportifitas-spritual-sosia. serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang. Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan bertujuan untuk mengembang aspek kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan social, penalaran dan tindakan moral melalui aktifitas jasmani dan olahraga. Menurut Paturusi . Pendidikan jasmani dan olahraga pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktifitas fisik . dan olahraga untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu baik dalam hal fisik, mental serta emosional. Pendidikan jasmani merupakan media untuk mendorong perkembangan keterampilan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan, penalaran, penghayatan nilai . ikap-mental-emosional-spiritual-sosia. , dan pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan serta perkembangan yang seimbang (Rahayu, 2013:. Dalam mencapai tujuan pendidikan, olahraga ditempatkan sebagai alat Pendidikan (Arifin, 2. , salah satunya dengan memasukan pembelajaran cooperative learning dalam permainan bola voli ke dalam materi atau bahan ajar pada mata pelajaran pendidikan jasmani Copyright . 2023 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 Februari 2023 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 dan kesehatan di sekolah Ae sekolah (Hanief et al. , 2. Orientasi guru atau sekolah terhadap pembelajaran cooperatif learning bola voli ini yang dapat meningkatkan rasa senang, menarik, mendidik, menambah rasa percaya diri pada siswa sehingga siswa dapat memahami pembelajaran cooperative learning dengan baik (Hamzah et al. , 2. Pendidikan di Indonesia saat ini terutama di SMP, perkembangan kurikulum yang digunakan adalah menggunakan kurikulum 2013 (Mustafa & Dwiyogo, 2. Di dalam kedua kurikulum ini, olahraga bola voli masuk sebagai salah satu Kompetensi Dasar yang harus diajarkan pada proses pembelajaran begitu juga di SMP (Rosdiani, 2. Olahraga bola voli termasuk juga kedalam olahraga permainan yang memiliki sifat menyenangkan seperti bola basket, sepak bola ataupun olahraga permainan lainnya (Gustiawaty, 2. Sehingga, olahraga bola voli ini termasuk kedalam olahraga yang banyak diminati oleh siswa (Candra et al. , 2. Cabang olahraga yang menjadi salah satu materi yang diajarkan di Sekolah Menengah Pertama adalah bola voli. Bola voli merupakan cabang olahraga yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di Indonesia, baik masyarakat perkotaan maupun masyarakat pedesaan karena untuk melakukan olahraga ini tidak membutuhkan biaya yang terlalu banyak, sarana dan prasaranya pun mudah Banyak masyarakat yang menyukai olahraga ini sehingga banyak pula masyarakat yang ingin mempelajari permainan bola voli ini secara lebih jauh. Sekolah merupakan salah satu tempat yang tepat untuk bisa belajar tentang permainan bola voli dengan teknik- teknik yang benar. Permainan bola voli merupakan olahraga beregu yang dimainkan oleh 2 tim dengan jumlah pemain 6 orang pada setiap timnya yang dipisahkan oleh net dengan teknik dasar service, passing, smash, block. (Faozi et al. , 2. Aupermainan bola voli adalah permainan beregu dimana melibatkan lebih dari satu orang pemainAy. Salah satu teknik dasar yang harus dikuasai adalah passing. Passing adalah suatu pukulan melambungkan bola yang bertujuan untuk memberikan umpan kepada teman di lapangannya sendiri. (Suherman, 2. menyatakan bahwa teknik dasar dalam permaian bola voli yang meliputi teknik passing bawah dan passing atas yang benar, untuk teknik passing atas yang benar adalah dengan memperhatikan sikap tubuh berdiri kangkang, posisi kedua tangan, cara memantulkan bola, dan pandangan mata selalu ke arah bola. Passing bawah merupakan teknik dasar bola voli. Teknik ini digunakan untuk menerima servis, menerima spike, memukul bola setinggi pinggang ke bawah dan memukul bola yang memantul dari net (Sahabuddin et al. , 2. Passing bawah merupakan awal dari sebuah penyerangan dalam bola voli (Gotama et al. , 2. Keberhasilan penyerangan tergantung dari baik buruknya passing bawah (Pasaribu, 2. Apabila bola yang dioperkan jelek, maka pengumpan akan mengalami kesulitan untuk menempatkan bola yang baik untuk para penyerangan (Pianus et al. , 2. Berdasarkan hasil observasi peneliti, diperoleh hasil bahwa di kelas Vi-A MTsN 5 Jombang, minat siswa dalam mengikuti pelajaran penjas masih kurang optimal, dimana siswa lebih suka duduk-duduk atau bergurau sendiri, pada saat jam pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan khususnya materi bola voli. Hanya beberapa siswa yang benar benar mengikuti pelajaran penjas dengan baik dan sungguh-sungguh. Selain itu juga diperoleh data bahwa nilai bola voli khususnya passing masih banyak yang belum mencapai KKM, jumlah siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan hanya 5 orang atau dengan presentase 16,66% dan selebihnya belum dapat memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan di sekolah tersebut yaitu 75. Sebagai guru penjas untuk mengantisipasi hal tersebut maka membuat inovasi pembelajaran sebaik mungkin untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswanya sehingga dengan Kriteria Ketuntasan Minimal yang telah ditentukan dapat terpenuhi. Oleh karena itu diperlukan Model baru yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran passing Bola voli. Copyright . 2023 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 Februari 2023 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Menurut Trisna . , metode adalah prosedur atau operasi untuk mencapai suatu Hubungan antara suatu jenis metode, proses belajar- mengajar dengan tujuan proses tersebut sangat signifikan. Sehingga perlu diadakannya materi pembelajaran yang bervariasi dan menarik yang sesuai dengan karakteristik siswa Sekolah Menengah khususnya kelas Vi. Sehingga apa salahnya guru menerapkan model pembelajaran yang berupa permainan, siswa tidak hanya bermain saja tapi juga belajar. Perlunya model pembelajaran yang mampu memotivasi siswa. Salah satunya adalah pembelajaran cooperative learning melalui model ring Ring target digunakan peneliti yang diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa karena merupakan model pembelajaran baru sehingga dapat memotivasi siswa kelas ViA MTsN 5 Jombang dalam mengikuti pembelajaran Penjasorkes. Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik untuk melaksanakan penelitian tentang Penerapan Pembelajaran Cooperative Learning Melalui Model Ring Target Untuk Meningkatkan Hasil Passing Permainan Bola Voli. Manfaat dari model pembelajaran ini selain bertujuan untuk meningkatkan motivasi atau minat siswa dalam mengikuti pembelajaran penjas di sekolah, yang pada akhirnya dengan adanya minat siswa tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan passing atas Bola voli. Sehingga dengan diterapkannya model pembelajaran tersebut dalam pembelajaran dapat menciptakan proses belajar mengajar yang menyenangkan dan tercapainya tujuan dari pembelajaran tersebut. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kela Vi-A MTs Negeri 5 Jombang yang terdiri atas 14 peserta didik laki laki dan 16 peserta didik perempuan. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 12 September sampai dengan 22 November pada semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023. Judul yang diambil adalah Penerapan Pembelajaran Cooperative Learning Melalui Model Ring Target Untuk Meningkatkan Hasil Passing Permainan Bola Voli. Penelitian bertempat di MTs Negeri 5 Jombang, jalan Pendidikan No. 44 Keboan Ngusikan Kabupaten Jombang. Pendekatan penelitian ini adalah Pendekatan penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif mempunyai karakteristik sebagaimana dilakukan oleh Peneliti antara lain . kondisi objek alamiah,. peneliti sebagai objek utama,. kaya akan data yang bersifat deskriptif keadaan, . analisis dilakukan secara induktif . ari contoh ke kesimpulan atau dari khusus ke umu. dan berlangsung sejak dimulai sampai pengumpulan data selesai, . pengumpulan data dilakukan secara simultan atau berkesinambungan, baik dalam hal metode, sumber, dan pengumpulan Penelitian ini dirancang dalam 2 . siklus Masing-masing siklus dilaksanakan dalam 4 . tahap yaitu . Perencanaan . Tindakan . Pengamatan . Refleksi . , dengan detail siklus 1 dilaksanakan dalam 4 jam pelajaran ( 2 x pertemua. dan siklus 2 juga dilaksanakan dalam 4 pelajaran ( 2 x pertemua. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini akan dikemukakan hasil observasi proses pembelajaran yang dilakukan pada siklus I sampai siklus II untuk mengetahui aktivitas siswa, dan observasi hasil passing dalam permainan bola voli untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Tindakan pembelajaran yang dilakukan pada setiap siklus disesuaikan dengan skenario pembelajaran yang telah dibuat. Pada setiap siklus pembelajaran dilakukan observasi proses pembelajaran dan observasi tes hasil passing dalam permainan bola voli. Copyright . 2023 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 Februari 2023 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Hasil Pra Siklus Tabel 1. Data Hasil Belajar passing siswa kelas Vi-A dalam permainan bola voli. Nilai Jumlah Persentase Nilai KKM Jumlah siswa bernilai < 75 83,33% Jumlah siswa bernilai Ou 70 16,66% Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata rata Berdasarkan analisis pada observasi pra siklus diperoleh data seperti pada Table 1. Hasil analisis menunjukkan bahwa peserta didik yang sudah memenuhi kriteria kelulusan sesuai dengan nilai KKM yaitu Ou 75 masih sangat rendah yaitu hanya 5 orang atau sekitar 16,66 % dari keseluruhan. Peserta didik yang belum memenuhi kriteria berjumlah 25 orang atau sebesar 83,33 %. Penilaian hasil belajar menunjukkan bahwa nilai tertinggi yang diperoleh siswa pada tahap ini adalah 80 dan nilai terendah adalah 10. Apabila dilihat secara klasikal, maka rata-rata nilai hasil belajar siswa pada materi passing dalam permainan bola voli diperoleh 55. Nilai ratarata hasil belajar pesertadidik secara klasikal belum mencapai ketuntasan. Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang mencapai nilai KKM masih sangat kurang. Maka dari itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan studi pustaka yang telah dilakukan, peneliti mencoba untuk menggunakan sebuah metode pembelajaran yang akan membantu meningkatkan hasil belajar siswa materi passing dalam permainan bola voli yaitu dengan menerapkan metode cooperative learning model ring target. Siklus 1 Pelaksanaan siklus I terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan . , pelaksanaan tindakan . , observasi, dan refleksi. Tahap-tahap yang dilaksanakan pada siklus I adalah sebagai berikut . Tahap pra penelitian. Setelah melakukan studi pendahuluan yaitu melakukan observasi pelaksanaan pembelajaran bolavoli di MTsN 5 Jombang khususnya kelas Vi-A dapat dilihat proses pembelajaran berjalan dengan lancar namun ditemukan beberapa masalah dalam pelaksanaan materi passing atas, diperoleh data bahwa nilai bola voli khususnya passing atas pada siswa kelas Vi-A MTsN 5 Jombang masih belum optimal, jumlah siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan hanya 5 orang atau dengan presentase 16,66% dan selebihnya belum dapat memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan di sekolah tersebut yaitu 75. Kemudian peneliti menawarkan suatu metode perbaikan pembelajaran berupa Model Ring Target, diharapkan metode tersebut dapat meningkatkan semangat belajar siswa, . Perencanaan . , dalam tahap ini peneliti menyusun skenario pembelajaran, . Tindakan . , . Observasi . Dari hasil tes siklus 1, berdasarkan ketuntasan belajar siswa dari sejumlah 30 siswa terdapat 21 siswa dengan presentase sebesar 70,00% yang sudah mencapai ketuntasan belajar dengan skor styndar ketuntasan 75, sedangkan 9 siswa dengan persentase sebesar 30,00% belum mencapai ketuntasan belajar. Data ketuntasan belajar tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2. Ketuntasan Belajar Siswa Hasil Tes Siklus 1 Ketuntasan Jumlah Siswa Jumlah Persentase Tuntas 70,00% Tidak tuntas 30,00% Copyright . 2023 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 Februari 2023 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Berdasarkan tabel hasil tes siklus 1 dapat digambarkan dengan grafik berikut ini. Gambar 1. Hasil Tes Siklus I Siklus 2 Pembelajaran tindakan siklus II disusun berdasarkan hasil evaluasi dan refleksi yang dilakukan pada tindakan siklus I. Materi yang dibahas pada siklus II adalah tentang lompat jauh gaya jongkok dengan alat bantu. Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai adalah siswa dapat melakukan lompat jauh dengan teknik yang baik dan dengan lompatan jauh. Kegiatan pembelajaran pada siklus II berpedoman pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Tindakan siklus II dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 12 Oktober 2022 dan pada akhir pembelajaran dilaksanakan tes lompat jauh gaya jongkok. Berdasarkan hasil observasi pada pembelajaran siklus II dapat dilihat bahwa pembelajaran sudah berjalan dengan baik dan lancar. Peserta didik sudah mulai faham dengan apa yang harus dilakukan dan dikerjakan dalam kegiatan pembelajaran. Peserta didik yang tadinya pasif mulai aktif berkontribusi dalam pembelajaran. Rasa percaya diri mulai terlihat dari cara mereka mengemukakan pendapat dan jawaban pertanyaan yang diajukan oleh guru. Dari tabel di dibawah menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa dari sejumlah 30, terdapat 28 siswa dengan persentase 93,33% yang sudah mencapai ketuntasan belajar dengan skor ketuntasan 75, sedangkan 2 siswa dengan persentase 6,67% belum mencapai ketuntasan Data ketuntasan belajar tersebut dapat dilihat pada table berikut. Tabel 2. Ketuntasan Belajar Siswa Hasil Tes Siklus II Ketuntasan Jumlah Siswa Jumlah Persentase Tuntas 93,33% Tidak tuntas 6,67% Jumlah Hasil tes siklus II dapat dijelaskan perolehan nilai tertinggi adalah 95, nilai terendah 70, nilai rata-rata 83,50 dan rentang nilai adalah 30. Selanjutnya dapat digambarkan dengan grafik berikut ini. Copyright . 2023 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 Februari 2023 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Gambar 1. Hasil Tes Siklus II Pembahasan Penerapan Metode Pembelajaran Cooperative Learning melalui model ring target ternyata dapat menciptakan suasana belajar lebih menarik, mendorong dan meningkatkan keterlibatan langsung dan merangsang keaktifan siswa dalam pembelajaran, hal ini akan menarik dan memusatkan perhatian serta meningkatkan interaksi antar siswa. Dengan harapan dapat meningkatkan prestasi belajar. (Kustiawan, 2. pembelajaran koperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk- bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru. (Budiman, 2. cooperative learning adalah metode atau model dimana siswa belajar bersama, saling menyumbangkan pikiran dan bertanggung jawab terhadap pencapaian hasil belajar individu dan kelompok. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian relevan yang telah dilakukan oleh (Jannah, 2. dengan hasil penelitian ini pembelajaran passing bawah melalui metode cooperative learning pada siswa kelas V SD Seropan selama 2 siklus dapat meningkatkan prestasi belajar Sedangkan dalam penelitian ini, penelitian juga menerapkan metode yang sama yaitu cooperative learning namun di sini peneliti memakai model ring target. Penelitian senada lainnya yaitu Penelitian yang dilakukan oleh (Juniarta et al. , 2. yang berjudul AuPenggunaan pembelajaran cooperative learning permainan bola voli dalam meningkatkan passing pada siswa kelas Vi di SMP Negeri 2 Cikarang TimurAy. Persamaannya dengan penelitian ini adalah penerapan metode cooperative learning dan hasilnya mengalami peningkatan pada materi passing dalam permainan bolas voli. Meutiana . : faktor-faktor yang mempengaruhi hasil atau prestasi belajar itu dapat dibedakan atas dua macam, yaitu faktor dari dalam diri individu . aca, subyek didi. atau disebut faktor internal, dan faktor dari luar diri subyek didik, atau disebut faktor eksternal. Pembelajaran pada materi passing bola voli ini menggunakan model ring target, berhasil mencapai peningkatan yang signifikan, antara lain adalah. Tingkat pemahaman siswa dalam pembelajaran passing atas dalam permainan bolavoli sudah meningkat setelah dilakukan pengarahan dan pemberian contoh teknik passing yang baik. Aktivitas dan sikap siswa selama pembelajaran berlangsung sangat baik, setelah diberikan tambahan bola, siswa semakin giat berlatih sambil menunggu giliran untuk dites. Hasil belajar melakukan passing atas dalam permainan bolavoli melalui model ring target telah mengalami peningkatan yang sangat baik, . Tingkat pemahaman siswa dalam pembelajaran passing atas dalam permainan bolavoli sudah meningkat setelah dilakukan pengarahan. Aktivitas dan sikap siswa selama pembelajaran berlangsung sangat baik antusias siswa semakin meningkat jiwa kompetitif semakin meningkat pula, setelah menaikkan ring target teknik passing atas siswa meningkat jumlah poin yang didapatkan semakin banyak. Hasil belajar melakukan passing atas dalam permainan bolavoli melalui model ring target telah mengalami peningkatan yang sangat pesat. Tabel di atas menjelaskan bahwa. Setelah dilakukan pembelajaran lompat jauh gaya jongkok menggunakan alat bantu ternyata ada peningkatan hasil belajar siswa, dimana Copyright . 2023 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 Februari 2023 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 diperoleh data skor rata-rata sebesar 73,17. Hasil belajar siswa pada siklus II pun mengalami peningkatan, hal ini terbukti dari skor rata-rata hasil tes sebesar 83,50. Dilihat dari aspek ketuntasan belajar pada siklus I, dari 25 orang yang mengikuti pembelajaran lompat jauh gaya jongkok menggunakan alat bantu, sebanyak 14 orang siswa atau sekitar 70,17% yang mencapai ketuntasan dalam belajar passing bola voli. Pada siklus II ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan, dimana ada 28 orang siswa . ,33%) yang tuntas dalam belajarnya. Hal ini membuktikan bahwa, penggunaan alat bantu ring dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar passing pada siswa Vi-A di MTsN 5 Jombang. Awal proses pembelajaran materi lompat jauh di kelas Vi-A MTs Negeri 5 Jombang menunjukkan suasana belajar yang kurang interaktif, dimana aktivitas siswa di kelas kurang sehingga menyebabkan siswa sulit memahami beberapa materi pembelajaran. Namun setelah diberikan pembelajaran menggunakan mode ring target, siswa mulai termotivasi dan bersemangat untuk mengikuti pembelajaran. Hasil penelitian tindakan kelas pada kelas Vi-A MTs Negeri 5 Jombang pada materi passing bola voli menggunakan metode pembelajaran cooperative learing model ring target menunjukan adanya peningkatan dalam kegiatan pembelajaran pada setiap siklusnya. Pembelajaran passing dalam permainan bola voli menggunakan model ring target dilakukan secara sistematis, dimulai dari yang mudah dan ringan menuju yang sesungguhnya, sehingga memberikan pencapaian tujuan dari belajar tersebut. Dengan demikian, penerapan metode pembelajaran cooperative learning melalui model ring target dalam proses pembelajaran PJOK materi passing bola voli dapat meningkatkan hasil passing siswa kelas Vi- A MTs Negeri 5 Jombang Tahun Pelajaran 2022-2023. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, penulis dapat menyimpulkan bahwa dengan penerapan metode cooperative learning model ring target dapat meningkatkan hasil belajar passing siswa kelas Vi-A MTs Negeri 5 Jombang Tahun Pelajaran 2022-2023. Hal dibuktikan dengan peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa yang naik signifikan yaitu dari 70,00% pada siklus 1 naik menjadi 93,33% pada siklus 2. DAFTAR PUSTAKA