BIOCITY Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community 4. : 19-26 BIOCITY JOURNAL OF PHARMACY BIOSCIENCE AND CLINICAL COMMUNITY Profil Penggunaan Obat Diare pada Berbagai Kelompok Usia di Klinik Akmil Profile of Diarrhea Medication Use Across Age Groups at the Military Academy Medical Center Diwang Ningsih Endang Sakti. Setiyo Budi Santoso*. Puspita Septie Dianita Program Studi Farmasi. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Magelang. Magelang Informasi Artikel ABSTRACT Riwayat Artikel: The prevalence of diarrhea is widespread in developing countries and is a leading cause of global morbidity and mortality. This article presents a profile of medication use in the management of diarrhea based on age groups. The study utilized a quantitative approach by analyzing 123 prescriptions from diarrhea patients at the Military Academy Health Clinic in Magelang Data were analyzed using frequency distribution tabulations with Microsoft Excel 2016. The results indicate that antidiarrheal prescriptions are age-adjusted, probiotics are the primary choice for infants and children, while loperamide is recommended for adolescents to the elderly. Adsorbents serve as an alternative across all age groups. Management of older patients also considers prognosis and accompanying symptoms, which includes antibiotics, antiulcer medications, and antispasmodics. Supportive therapies such as zinc supplementation and oral rehydration are applied across all age categories. Received : 21 Maret 2025 Revised : 03 Oktober 2025 Accepted : 20 Oktober 2025 Keywords: Adsorbents. supportive therapy. ABSTRAK Kata Kunci: terapi suportif. Prevalensi diare meluas di negara berkembang dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas global. Artikel ini menyajikan profil penggunaan obat pada penatalaksanaan diare berdasarkan kelompok usia. Penelitian ini merupakan studi deskriptif retrospektif dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan data resep pasien diare di Klinik Kesehatan Akademi Militer Magelang selama tahun 2021. Seluruh populasi resep . = . dianalisis menggunakan tabulasi distribusi frekuensi dengan Microsoft Excel 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peresepan antidiare menyesuaikan usia, probiotik sebagai pilihan utama untuk balita dan anak-anak, dan loperamid bagi remaja hingga lansia. Adsorben menjadi alternatif seluruh kelompok usia. Penatalaksanaan terapi kelompok usia lebih tua mempertimbangkan prognosis dan penyelesaian gejala penyerta diare, termasuk penggunaan antibiotik, obat antiulkus, dan antispasmodik. Penambahan terapi suportif zinc dan rehidrasi oral diterapkan pada seluruh kelompok umur. *Penulis Korespondensi: Email: sb@unimma. doi: 10. 30812/jtmp. Hak Cipta A2025 Penulis. Biocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC-BY . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. Cara Sitasi: Sakti. Santoso. Dianita. pok Usia di Klinik Akmil Magelang. Profil Penggunaan Obat Diare pada Berbagai Kelom- Biocity Journal of Pharmacy Bioscience and Clinical Community, 4. , 19-26. https://doi. org/10. 30812/jtmp. Sakti, et al. Profil Penggunaan Obat . PENDAHULUAN Diare merupakan salah satu penyakit infeksi yang sering terjadi di negara berkembang dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas global. Sebanyak 1,7 miliar kasus diare terjadi setiap tahun dengan angka mortalitas mencapai 525. 000 jiwa, terutama pada anak di bawah lima tahun (World Health Organization, 2. Prevalensi diare nasional meningkat dari 4,5% pada tahun 2013 menjadi 6,8% pada tahun 2018 Kementerian Kesehatan RI . Kasus diare di Kota Magelang . %) menempati peringkat kedua angka kejadian diare di Provinsi Jawa Tengah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah . Peningkatan kasus diare nasional akibat budaya hidup tidak sehat, higienitas makanan dan air yang rendah, serta pengaruh perubahan iklim dan faktor geografis Annida & Angraini . Untuk mengatasi masalah ini, perbaikan komunitas melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat menjadi pendekatan yang penting Pudyawati et al. , selain intervensi farmakologis yang spesifik Abiyana et al. Hikmah et al. Setiyaningsih et al. Zahrah et al. Penatalaksanaan diare memerlukan kolaborasi antara tenaga medis dengan apoteker (Lutfiyati et al. Santoso et al. , 2. Pelayanan kefarmasian berperan penting dalam mengedukasi masyarakat tentang cara mencegah dan mengatasi diare (Annavisa & Santoso, 2021. Santoso et al. , 2021. Suryaningtyas et al. , 2. Pengetahuan pasien mengenai diare dan obat-obatan yang digunakan juga dapat mempercepat penyembuhan penyakit (Pribadi et al. , 2020. Santoso et al. , 2. Penyembuhan diare melibatkan penggunaan antidiare, antibiotik, rehidrasi oral, dan perbaikan pola makan (Wulandari et al. , 2. Suplementasi zinc merupakan bagian dari protokol efektif dalam mempercepat penyembuhan diare akut (Hasibuan, 2. Peresepan antibiotik terbatas pada kasus diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri (Meila et al. , 2. Rangkaian studi yang kami tuliskan di atas, menekankan pentingnya pemilihan terapi yang tepat dalam penanganan diare. Namun, kajian spesifik yang memetakan penggunaan obat diare berdasarkan kelompok usia belum banyak terpublikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan kecenderungan pola terapi pada pasien diare berdasarkan kategori usia. Penelitian ini diharapkan berkontribusi sebagai referensi dalam mengevaluasi rasionalitas terapi untuk penyakit diare. METODOLOGI Desain Penelitian Penelitian ini merupakan studi deskriptif retrospektif dengan penyajian data kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan profil penggunaan obat pada pasien diare berdasarkan kelompok usia pada pasien yang mendapatkan pelayanan di Klinik Kesehatan Akademi Militer Magelang selama tahun 2021. Tahapan penelitian disajikan pada Gambar 1. Gambar 1. Bagan Alir Kegiatan Penelitian Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh pasien dengan diagnosis diare yang memperoleh penatalaksanaan terapi di Klinik Kesehatan Akademi Militer Magelang pada tahun 2021. Catatan terapi Sakti, et al. Profil Penggunaan Obat . seluruh anggota populasi direkap dan diperoleh 123 kasus diare. Proporsi subjek penelitian didominasi oleh kelompok lansia . %) dan dewasa . %), sementara sisanya terdistribusi pada remaja . %), anak-anak . %), dan balita . %) (Tabel . Tabel 1. Distribusi Pasien Diare Berdasarkan Rentang Usia di Klinik Kesehatan Akademi Militer Magelang Tahun 2021 Pengelompokan Subyek Penelitian Kategori Rentang Usia Balita 0-5 tahun Anak-anak 6-11 tahun Remaja 12-25 tahun Dewasa 26-45 tahun Lansia 46-65 tahun Total Jumlah Proporsi Instrumen Penelitian Data catatan resep dan demografis pasien diperoleh dari arsip rekam medis klinik. Rekapitulasi data menggunakan form pencatatan elektronik berbasis Microsoft Excel 2016 untuk mendokumentasikan informasi terkait usia pasien, jenis obat yang diresepkan, serta klasifikasi terapi yang digunakan . ntidiare, antibiotik, antiulkus, dan terapi suporti. Pengolahan dan Penyajian Data Pengolahan data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan tabulasi distribusi frekuensi. Hasil analisis data disajikan dalam bentuk tabel berdasarkan golongan terapi dan distribusi kelompok usia. Seluruh proses pengolahan data dilakukan pada bulan Maret 2022 menggunakan Microsoft Excel versi 2016. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk memetakan penggunaan obat diare pada berbagai kelompok usia di Klinik Kesehatan Akademi Militer Magelang. Hasil identifikasi terhadap profil peresepan obat berdasarkan kelas terapi dan distribusi usia pada 123 pasien diare. Profil Penggunaan Obat Diare Berdasarkan Kelas Terapi. Intervensi utama terapi diare di Klinik Kesehatan Akademi Militer Magelang melibatkan probiotik . %) untuk pemulihan mikroflora usus, loperamid . %) untuk mengatasi diare non-infeksius, serta attapulgit . %) dan kaolin-pektin . %) sebagai adsorben kasus ringan hingga non-spesifik (Tabel . Dalam menunjang terapi utama, penambahan terapi suportif mencakup suplementasi zinc . %), rehidrasi oralit . %), antiemetik domperidon . %), dan pereda spasme hiosin butilbromida . %) (Tabel . Pengelolaan masalah asam lambung melibatkan antasida . %) sebagai penteralisir asam dan pereda gejala ketidaknyamanan, omeprazol . %) dan ranitidin . %) untuk menghentikan produksi asam lambung (Tabel . Pada kasus diare infeksius, penggunaan antibiotik kategori lini pertama infeksi . mencakup metronidazol . %), sefadroksil . %), amoksisilin, dan kategori lini waspada . %) dan kotrimoksazol . %) (Tabel . Tabel 2. Distribusi Peresepan Antidiare pada Protokol Terapi Pasien Diare di Klinik Kesehatan Akademi Militer Magelang Tahun 2021 . Golongan Probiotik Opioid sintetik Adsorben Adsorben Obat longum, dan Loperamid Attapulgit Kaolin-pektin Indikasi Jumlah (%) 41 . %) Diare akibat ketidakseimbangan mikroflora usus Diare non-infeksius Diare ringan hingga sedang Diare non-spesifik Sakti, et al. Profil Penggunaan Obat . Tabel 3. Distribusi Peresepan Terapi Suportif Pada Protokol Terapi Pasien Diare di Klinik Kesehatan Akademi Militer Magelang Tahun 2021 . Golongan Mineral Elektrolit Antiemetik Antispasmodik Obat Zinc Oralit Domperidon Hiosin Butilbromida Indikasi Suplementasi diare akut Dehidrasi akibat diare Mual-muntah akibat diare Nyeri perut dan kram akibat spasme pada pasien diare Jumlah (%) 69 . %) 45 . %) 25 . %) 9 . %) Tabel 4. Distribusi Peresepan Antiulkus Pada Protokol Terapi Pasien Diare di Klinik Kesehatan Akademi Militer Magelang Tahun 2021 . Golongan Penetral Asam Obat Antasida Penghambat Pompa Proton Omeprazol Antagonis Reseptor H2 Ranitidin Indikasi Menetralisir asam lambung dan meredakan gejala ketidaknyamanan gastrointestinal Menghentikan over-produksi asam lambung pada diare. Menghentikan over-produksi asam lambung pada diare. Jumlah (%) 31 . %) 26 . %) 12 . %) Tabel 5. Distribusi Peresepan Antibiotik Pada Protokol Terapi Pasien Diare di Klinik Kesehatan Akademi Militer Magelang Tahun 2021 . Golongan Fluoroquinolone Nitroimidazol Sefalosporin Gen-I Penisilin Sulfonamid Nama Obat Siprofloksasin Metronidazol Sefadroksil Amoksisilin Kotrimoksazol Kategori AWaRe Watch (Waspad. Access (Akse. Access (Akse. Access (Akse. Watch (Waspad. Jumlah (%) 21 . %) 13 . %) 8 . %) 6 . %) 6 . %) Profil Penggunaan Obat Diare Berdasarkan Kelompok Usia Terapi diare pada balita dan anak lebih berfokus pada pemulihan mikroflora usus, sedangkan peresepan loperamid jamak terjadi pada remaja . %), dewasa . %), dan lansia . %). Pada kelompok dewasa dan lansia, sasaran terapi mempertimbangkan penanganan gejala dan komplikasi yang menyertai diare (Tabel . Suplementasi zinc dan rehidrasi oral menjadi standar intervensi pada semua kelompok usia. Pemulihan diare dengan zinc diberikan pada balita . %), anak-anak . %), remaja . %), dewasa . %), dan lansia . %), sementara oralit diresepkan untuk mencegah dehidrasi pada seluruh kalangan. Probiotik menjadi terapi utama untuk mengatasi ketidakseimbangan flora usus akibat diare pada balita . %) dan anak . %). Dibandingkan kelompok usia lain, adsorben kaolin-pektin lebih sering diresepkan pada balita . %) dan anak . %) untuk mengurangi frekuensi buang air besar. Selain itu, antibiotik, terutama sefalosporin . %) dan amoksisilin . %), digunakan pada kasus diare infeksi bakteri. Tabel 6. Distribusi Profil Penggunaan Obat Diare Berdasarkan Kelompok Usia Pasien Diare di Klinik Kesehatan Akademi Militer Magelang Tahun 2021 . Kelompok Terapi Antidiare Antidiare Antidiare Antidiare Terapi Suportif Terapi Suportif Obat longum, dan Loperamid Attapulgit Kaolin-pektin Zinc Oralit Balita Kelompok Usia (%) Anak Remaja Dewasa Total (%) Lansia (Dilanjutkan di halaman berikutny. Sakti, et al. Profil Penggunaan Obat . Tabel 6 . Kelompok Terapi Terapi Suportif Terapi Suportif Antiulkus Antiulkus Antiulkus Antibiotik Antibiotik Antibiotik Antibiotik Antibiotik Obat Domperidon Hiosin Butilbromida Antasida Omeprazol Ranitidin Siprofloksasin Metronidazol Sefadroksil Amoksisilin Kotrimoksazol Balita Kelompok Usia (%) Anak Remaja Dewasa Total (%) Lansia Pada remaja dan dewasa, selain mengandalkan loperamid, penggunaan antidiare juga mencakup attapulgit . 10%). Terapi suportif seperti zinc . %) dan oralit . %) jarang digunakan, begitu pula dengan antibiotik siprofloksasin . %), metronidazol . %), dan amoksisilin . %) yang juga terbatas. Berbeda dengan anak-anak dan balita, pengobatan diare pada remaja mulai menyertakan antasida . %) dan omeprazol . %) untuk mengendalikan asam lambung. Pada kelompok lansia, pengelolaan diare lebih banyak menggunakan attapulgit . %) daripada loperamid . %). Antibiotik untuk diare infeksius lebih sering diresepkan pada kelompok lansia dibandingkan kelompok usia lainnya, dengan siprofloksasin sebagai pilihan utama . %). Selain itu, obat untuk gangguan gastrointestinal yang menyertai juga digunakan, termasuk antasida . %), omeprazol . %), dan ranitidin . %). Strategi terapi diare pada usia dini berupaya memulihkan keseimbangan mikroflora usus dengan probiotik (Hasibuan, 2. Pemberian kaolin pektin melindungi mukosa usus dan mengurangi cairan tinja pada balita dan anak (Siswidiasari et al. , 2. Pada usia remaja hingga lansia, terapi bergeser ke loperamid untuk menekan frekuensi diare dan meningkatkan absorpsi cairan (Sari et al. , 2. Attalpugit digunakan sebagai alternatif untuk menyerap toksin, mengentalkan tinja, dan mengurangi intensitas diare Praninda et al. Seiring bertambahnya usia, risiko diare meningkat akibat penurunan metabolisme dan fungsi pencernaan (Sumolang et al. , 2. Konsumsi pangan yang terkontaminasi bakteri, virus, parasit memperburuk kondisi ini (Praninda et al. , 2. Infeksi Escherichia coli. Shigella, dan Salmonella mendominasi penyebab diare pada lansia (Meila et al. , 2. Peresepan antibiotik siprofloksasin menjadi langkah strategis karena efektifitasnya menghambat replikasi DNA bakteri pemicu diare (Sumampouw. Infeksi bakteri meningkatkan produksi gas di saluran gastrointestinal, memicu ketidaknyamanan perut dan memperburuk gejala diare (Kayrus & Latifah. Kayrus & Latifa. Peresepan antasida, omeprazol, dan ranitidin bertujuan mengendalikan asam lambung pada diare infeksius, terutama pada lansia, dewasa, maupun remaja (Alfiyah, 2. Peningkatan gas juga memicu spasme usus, menyebabkan nyeri, dan kontraksi tidak terkontrol. Peresepan hiosin butilbromida efektif meredakan kram perut melalui aksi penghambatan reseptor muskarinik (Pang, 2. Terapi suportif melalui suplementasi zinc dan rehidrasi oralit diberikan pada semua kelompok umur. Zinc mempercepat regenerasi mukosa usus, menurunkan durasi dan keparahan diare, dan meminimalisir risiko kekambuhan dalam beberapa bulan berikutnya (Budiarti. Oralit menggantikan elektrolit, mencegah dehidrasi, dan menjaga keseimbangan cairan, terutama pada anak-anak dan lansia (Hasibuan, 2. Kombinasi zinc dan oralit terbukti meningkatkan efektivitas terapi, mengurangi komplikasi, dan mempercepat pemulihan (Praninda et al. , 2. SIMPULAN Strategi terapi diare pada balita dan anak-anak berfokus pada pemulihan mikroflora usus dengan probiotik. Seiring bertambahnya usia, loperamid menjadi antidiare utama bagi remaja hingga lansia. Adsorben digunakan di semua kelompok usia, dengan kaolin-pektin lebih umum pada anak-anak dan attapulgit pada remaja hingga lansia. Pengelolaan diare pada kelompok usia lebih tua juga mempertimbangkan komplikasi yang menyertai, maka selain memperoleh peresepan antibiotik secara selektif, pemilihan terapi juga melibatkan antiulkus seperti antasida, omeprazol, dan ranitidin untuk menekan produksi asam lambung, serta Sakti, et al. Profil Penggunaan Obat . hiosin butilbromida untuk meredakan spasme gastrointestinal. Terapi suportif berupa zinc dan rehidrasi oral diberikan pada semua kelompok usia. Implikasi studi ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan pemberian obat berdasarkan usia untuk meningkatkan rasionalitas terapi. Meski begitu, studi ini tidak menganalisis outcome klinis dan rasionalisasi pemilihan obat. Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada eksplorasi data klinis pasien sebagai landasan pemilihan obat. UCAPAN TERIMAKASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada segenap staf Klinik Kesehatan Akademi Militer Magelang atas dukungan dalam pelaksanaan penelitian ini. KONTRIBUSI PENULIS Penulis mendeklarasikan bahwa selama penelitian dan penulisan artikel ini kontribusi penulis terbagi secara proporsional. Ide dan konsep penelitian (D. & S. ), rancangan metodologi (D. & S. pengumpulan dan pengolahan data (D. S), penulisan manuskrip dan publikasi (D. & S. ), tinjauan literatur, telaah, dan koreksi (P. FUNDING Penelitian ini didanai secara mandiri. KONFLIK KEPENTINGAN Penulis mendeklarasikan bahwa tidak ada konflik kepentingan dalam penyelesaian dan penyusunan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA