Dinamika: Volume 9 . 2026 Jurnal Bahasa. Sastra. Pembelajarannya e-issn 2715-8381 Dialek Minangkabau dalam Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu Karya J. Khairen Kurnia Hayunastiti and Suci Ayu Latifah* STKIP PGRI Ponorogo kurniahyunastiti88@gmail. comA, suci@stkippgriponorogo. Dikirim: 27 Juli 2025 Direvisi:23 Oktober 2025 Diterima: 26 Oktober 2025 Diterbitkan: 28 Februari 2025 How to Cite: Hayunastiti. Kurnia and Suci Ayu Latifah. AuDialek Minangkabau dalam Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu Karya J. Khairen Dinamika: Jurnal Bahasa. Sastra, dan Pembelajarannya. Vol. 9, no. 1, 2026, 37Ae47. Published by Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Suryakancana Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. ABSTRACT This article will describe the Minangkabau dialect in the novel "Dompet Ayah Sepatu Ibu" by J. S Khairen. This novel tells the story of the struggle of a child in the interior to change his fate to be more prosperous, set in the West Sumatra area. Padang City. Minangkabau. The research method uses descriptive qualitative. The object of the research is the novel Dompet Ayah Sepatu Ibu by J. S Khairen. Using library study techniques with data analysis techniques. The results of the research in the form of data that has been found in the form of the Minangkabau dialect are described and analyzed. Minangkabau dialect data is examined with sociolinguistic studies, studies on the relationship between language and its speaking community. The results of the study show the use of the Minangkabau dialect in the novel. The Minangkabau dialect is seen in several terms such as 'umak', 'atuk', 'abak', 'kosak', 'galado', 'pinukuik', and many Keywords: dialect. ABSTRAK Artikel ini akan mendeskripsikan dialek Minangkabau dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J. S Khairen. Novel ini bercerita tentang perjuangan hidup anak pedalaman dalam mengubah nasib menjadi lebih sejahtera yang berlatar daerah Sumatera Barat. Kota Padang. Minangkabau. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskripstif. Objek penelitian berupa novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J. S Khairen. Menggunakan teknik studi pustaka dengan teknik analisis data. Hasil penelitian berupa data yang telah ditemukan berupa dialek Minangkabau dideskripsikan dengan dianalisis. Data dialek Minangkabau diteliti dengan kajian sosiolinguistik, kajian tentang hubungan bahasa dengan masayarakat penuturnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya penggunaan dialek Minangkabau dalam novel. Dialek Minangkabau tampak pada beberapa istilah seperti AoumakAo. AoatukAo. AoabakAo. AokosakAo. AogaladoAo. AopinukuikAo, dan masih banyak lainnya. Kata Kunci: dialek. 38 Dinamika: Jurnal Bahasa. Sastra, dan Pembelajarannya Volume 9 . Februari 2026, halaman 37-47 PENDAHULUAN Multikultural menjadi sebutan negara Indonesia, memiliki beragam budaya, bahasa, adat istiadat, tradisi dan seni. Daya tarik warga asing dan lokal meningkatkan dengan adanya ribuan budaya di Indonesia. Mata dunia tersorot ke bangsa Indonesia karena kaya akan kebudayaan. Menurut Latifah, dkk, . , bahasa merupakan bagian dari khazanah budaya. Bahasa daerah menjadi salah satu keberagaman yang perlu dilestarikan di Indonesia. Terdapat 625 data bahasa daerah yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia diungkapkan oleh Laily, dkk, . dalam Bahasa digunakan baik secara lisan dan tulis, lisan untuk komunikasi dan tulis untuk alat penyampai di dalam karya sastra. Noplara dan Fauzan . , berpendapat bahwa karya sastra merupakan seni yang mengungkapkan ide atau gagasan melalui imajinasi pikiran penulis yang tertuang secara tulis atau pun secara lisan. Tidak hanya itu, perasaan, pemikiran, dan pesan yang ingin disampaikan pengarang juga termuat di dalam karya sastra. Hal ini selaras dengan pendapat Dewi . , bahwa produk hasil dari masyarakat berupa pengalaman baik pribadi ataupun orang lain yang bertujuan dinikmati dan dipahami isi serta amanat oleh para pembacanya disebut dengan karya sastra. Ayuni . alam Kasnadi, 2024:. , berpandangan bahwa karya sastra amerupakan hasil dari potretan kehidupan masyarakat yang berupa rangkaian peristiwa. Dalam penelitian Latifah . , karya sastra juga diartikan sebagai peristiwa nyata yang terjadi di dalam masyarakat yang direkam jejaknya. Peritiwa nyata itu berupa pengalaman berkesan yang dikemas secara kreatif, estetik dan mengandung nilai moral yang bermanfaat bagi pembacanya. Bahasa sebagai alat komunikasi antar anggota masyarakat berbentuk simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Keterkaitan antara bahasa dan manusia tidak dapat dipisahkan. dengan adanya bahasa mempermudah seorang individu dalam menyampaikan suatu gagasan dan pesan kepada lawan tuturnya. Pernyataan tersebut didukung juga oleh pandangan Rijki dan Ginanjar . , bahwa bahasa merupakan alat pengungkap ekspresi penutur yang menjelaskan tentang suasana, karakter penutur dan emosi penutur pada saat menggunakan bahasa. Bahasa merupakan identitas diri pada suatu lingkup masyarakat pada wilayah tertentu. Dalam penggunaannya, bahasa memiliki ragam atau variasi yang banyak. Menurut pandangan Shadiq. Konisi, dan Ndita . alam Sudaryati, 2025:. , keberagaman bahasa yang dimiliki oleh bangsa Indonesia disebabkan oleh faktor penutur yang heterogen, latar belakang dan kebiasaan penutur yang berbeda-beda, sehingga variasi bahasa di dalam masyarakat mengalami perubahan yang sangat drastis mengikuti masyarakat dan lingkungan yang bersifat dinamis. Hubungan antara bahasa dengan masyarakat disebut kajian sosiolinguistik, ilmu yang mempelajari tentang fungsi dan ciri dari berbagai variasi bahasa dan penggunaannya di dalam suatu masyarakat, menurut pandangan Kridalaksana . Selain itu. Shadiq. Konisi, dan Ndita . alam Bram, 2025:. , menyatakan bahwa sosiolinguistik merupakan kajian yang menjelaskan tentang penggunaan kaidah berbahasa tepat dan sesuai dengan konteks komunikasi yang berbeda-beda yang digunakan oleh masyarakat sebagai penutur bahasa. Penggunaan bahasa yang tidak bijak akan menimbulkan konflik antar masyarakat. Untuk itu Jumiati. Yuliansyah, dan Astuti . berpendapat bahwa kajian sosiolinguistik mampu membantu masyarakat dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan bahasa, sehingga peran sosiolinguistik sebagai Kurnia Hayunastiti and Suci Ayu Latifah: Dialek Minangkabau dalam A kajian ilmu sosial sangat memiliki dampak signifikan dalam kehidupan bermasyarakat. Kajian ini bersifat fleksibel dan luwes, artinya mampu menyesuaikan dan mengikuti perkembangan serta perubahan bahasa pada suatu situasi dan kondisi tertentu sesuai dengan perkembangan zaman. Sifat kontekstual, faktor geografis penutur bahasa yang memunculkan dialek, yaitu salah satu ruang lingkup di dalam kajian. Selain itu. Simanullang dan Surip . alam Kridalaksana, 2023:11. , menunjukkan bahwa dialek bahasa juga disebabkab oleh adanya perubahan budaya penutur pada suatu masyarakat. menurut pandangan Angelie . alam Siregar, 2022:. , bahwa di dalam suatu bahasa, dialek merupakan salah satu aspek penting dalam proses komunikasi di dalam hal ini selaras dengan Khasanah . , berpandangan bahwa bahasa menjadi sebuah tanda atau ciri khusus yang mencerminkan identitas suatu masyarakat yang tinggal di suatu daerah tertentu yang memiliki ciri khas dalam pengucapan, kosakata dan tata bahasanya. itu dialek menjadi alat komunikasi menyampaikan gagasan dan pesan antar penutur dan menjadi identitas suatu kelompok penutur bahasa pada suatu wilayah. Berdiskusi tentang dialek dan karya sastra, keduanya dapat dikolaborasikan menjadi suatu karya yang sangat menarik, kreatif dan inovatif serta mampu membangun jiwa nasionalisme pada diri pembaca dengan mempelajari dialek bahasa. Salah satu jenis karya sastra yang bisa dijadikan objek penelitian dialek bahasa adalah novel. Menurut pandangan Indrayani . , novel merupakan sebuah karya fiksi berbentuk prosa naratif yang ditulis dalam bentuk cerita tentang tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa di dalamnya. Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J. Khairen terbit pada tahun 2023. Novel setebal 200 halaman ini, menceritakan tentang kehidupan sosial dan perjuangan anak dari keluarga kurang mampu. Zenna dan Asrul sebagai contoh tokoh di dalam novel ini yang hidup di daerah terdalam, berjuang sekuat tenaga demi bisa merubah nasib keluarganya menjadi sejahtera. Semakin hari, dialek daerah sangat jarang digunakan penulis dalam karya sastra sebagai penyampai isi. Untuk itu novel best seller inspiratif 2022 ini menarik sekali untuk dibedah isinya dengan kajian sosiolinguistik, kajian yang membahas tentang hubungan bahasa dengan masyarakat penuturnya. Dialek yang digunakan pengarang ditonjolkan dengan diperkuat menggunaan latar belakang novel tempat nyata, yaitu daerah Sumatera Barat. Kota Padang Panjang. Gunung Singgalang dan Gunung Marapi. Penelitian ini selaras dengan jurnal penelitian karya Shelly Retno Agustin, dkk. Mahasiswa Universitas PGRI Palembang yang termuat di jurnal IRJE (Indonesian Research Journal on Educatio. : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Vol. 3 No. 3 Tahun 2023. Penelitian tersebut berjudul AuVariasi Dialek Bahasa Jawa Ngoko. Krama dan Krama Inggil di Daerah Oku Timur (Kajian Dialektolog. Ay. Pembahasan penelitian tersebut ialah keberagaman bahasa di daerah Oku Timur tercipta karena faktor budaya, faktor sosial dan geografis. Variasai leksikal, variasi fonologi dan variasi gramatikal juga menjadi poin tambahan hasil penelitian tersebut. Penelitian lain berjudul AuEstatika Bahasa Indramayu pada Novel Aib dan NasibAy karya Minanto (Kajian Sosiolinguisti. Penelitian ditulis oleh Suci Ayu Latifah dkk, termuat di jurnal Fonema, 4. , 2021. Penelitian membahas variasi bahasa meliputi dialek, idiolek, kronolek, dan sosiolek dalam novel. Peneliti menggunakan kajian sosiolinguistik untuk menemukan estetika bahasa dalam teks sastra. Hasil penelitian menunjukkan adanya keempat variasi bahasa tersebut. Letak perbedaan penelitian ini dengan penelitian-penelitian di atas terdapat pada topik kajiannya, yaitu dialek Minangkau. Penelitian ini fokus pada dialek bahasa saja dengan harapan lebih dapat fokus, sehingga menghasilkan penelitian yang detail dan mendalam. 40 Dinamika: Jurnal Bahasa. Sastra, dan Pembelajarannya Volume 9 . Februari 2026, halaman 37-47 Penelitian terhadap dialek tidak hanya terpaku pada penelitian terjun lapangan, tetapi bisa dilakukan dengan daya sentuh yang lainnya yaitu menggunakan novel sebagai objek penelitian. Dialek digunakan penulis novel menjadi salah satu bagian di dalam karya sastra, yaitu sebagai sarana penyampai isi suatu novel. Dengan begitu, dengan adanya penelitian ini diharapkan bisa memberikan pandangan baru kepada para pembaca, bahwa objek penelitian berupa karya sastra novel juga bisa mengandung dialek bahasa yang mengandung nilai nasionalisme. Sesuai dengan latar belakang novel Dompet Ayah Sepatu Ibu, ternyata sang penulis J. Khairen kelahiran Padang. Sumatera Barat. Karya J. S Khairen memiliki aroma khas tersendiri, penulis menyampaikan nilai-nilai kehidupan kepada para pembaca menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Tantangan hidup, petualangan, dan persahabatan menjadi Tema beberapa karyanya . Tak kalah menarik, novel J. S Khairen berjudul Kami (Buka. Sarjana Kertas terbit pada tahun 2019 juga menjadi novel best seller di kalangan penikmat karya sastra. Lalu, pada tahun 2024 novel karya J. S Khairen berjudul Kado Terbaik memperoleh prestasi sebagai Islamic Book Fair Award untuk kategori buku islam terbaik kategori novel remaja. Untuk itu, pada event IKAPI Award (Ikatan Penerbit Indonesi. , suatu lembaga yang mengapresiasi para penulis, pegiat literasi dan insan perbukuan yang berperan aktif dalam memajukan industri penerbitan buku di Indonesia. S Khairen penulis muda kelahiran Padang ini menyabet penghargaan sebagai Writer of the Year 2024. Penelitian ini berobjek novel Dompet Ayah Sepatu Ibu, alasannya karena peneliti tertarik dengan prestasi yang diraih oleh objek penelitian beserta prestasai yang didapat oleh penulisnya. Selain itu, para pembaca juga akan mendapatkan banyak manfaat, belajar tentang nilai-nilai kehidupan yang inspiratif dan belajar bahasa daerah secara tidak langsung, sehingga mampu meningkatkan rasa nasionalisme terhadap bahasa daerah di Indonesia dalam diri pembaca. Terakhir secara lingkup linguistik, membedah novel ini menjadi salah satu pembasahan data pada kajian linguistik dan pendidikan sehingga memperkaya penelitian tentang struktur bahasa khususnya di bahasa daerah. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang dilakukan menggunakan kualitatif deskripstif, yaitu menganalisis teks yang menggambarkan dialek bahasa Minangkabau. Objek penelitian ini adalah novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J. S Khairen, novel terbitan Grasindo pada tahun 2023. Data dan sumber data memuat dialek bahasa Minangkabau, sumber data terdapat pada objek penelitian, referensi jurnal dan buku terkait kajian. Langkah-langkah pengumpulan data pada penelitian ini ialah peneliti menerapkan teknik analisis data yaitu simak, baca, dan catat data dari objek penelitian. Pertama peneliti mengumpulkan data tentang dialek bahasa Minangkabau di dalam objek penelitian. Kedua, peneliti memilah data dengan teliti agar memperoleh data yang akurat, tepat dan sesuai dengan tujuan penelitian. Ketiga, peneliti melakukan telaah dan menganalisis data secara mendalam. Analisis data penelitian berdasarkan pada temuan kutipan data pada obejek penelitian, kemudian dijelaskan secara rinci dan dikaitkan dengan kajian teori yang digunakan, kajian sosiolinguistik. Kurnia Hayunastiti and Suci Ayu Latifah: Dialek Minangkabau dalam A HASIL DAN PEMBAHASAN Dialek Minangkabau dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J. Khairen menunjukkan ciri khas bahasa daerah Minangkabau dalam teks sastra. Dialek tersebut digunakan pengarang untuk memperkaya khasanah kebahasaan sastra yang ditinjau dari latar belakang Berikut dialek Minangkau yang peneliti temukan dalam kepenulisan novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J. Khairen sebagai berikut : AuBodoh sekali waang sampai tinggal kelas! Pelajaran membaca saja tidak bisa! Anak tertua ini harusnya memberi contoh. Kemana adik-adik waang akan bersandar kelak? Payah!Ay Marah Bapak lebih membahana dari kentut Gunung Marapi. (DASI, 2023:. Pada kutipan tersebut ditemukan data dialek Minangkabau yaitu AowaangAo, yang memiliki arti dalam bahasa Indonesia yaitu AokamuAo atau AoeloAo. AoWaangAo digunakan sebagai panggilan akrab antar penutur bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Kata saapaan keakraban tersebut digunakan Bapak kepada Asrul, anak laki-laki pertama. Data ini sama dengan penelitian mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni dari Universitas Negeri Manado yang membahasa tentang sapaan kekraban bahasa Batak Karo di kalangan mahasiswa. Ada pun beberapa data pada jurnal penelitian tersebut yaitu sapaan AoAbangAo, kata sapaan keakraban untuk kakak laki-laki. AoimpalAo sapaan keakraban untuk sepupu yang semarga. AonandeAo sapaan keakraban untuk ibu kadung. AobulangAo sapaan keakraban untuk kakek kandung. AoniniAo sapaan keakraban untuk nenek kandung dan AobengkilaAo sapaan keakraban untuk paman. Pada kajian sosiolinguistik sapaan keakraban menunjukkan pentingnya peran bahasa dalam menciptakan dan mempererat hubungan yang baik antar masyarakat penutur bahasa. AuAden akan punya banyak uang supaya Umi bisa naik haji,Ay kata Irsal. (DASI, 2023:. Pada kutipan tersebut ditemukan data dialek Minangkabau yaitu AoadenAo, yang memiliki arti AoakuAo atau AosayaAo. Pada data tersebut dialek AoadenAo menunjukkan diri Irsal yang akan memberangkatkan ibunya naik haji. Penggunaan dialek tersebut untuk menunjukkan kewibawaan penutur saat berkomunikasi. Pada kajian sosiolinguistik, bahasa berperan dalam membentuk kewibawaan dan kehormatan diri seseorang. Seperti pada peribahasa dalam bahasa Jawa AuAjining diri saka lathi, ajining raga saka busana Ay, peribahasa ini memiliki makna bahwa harga diri dan kewibawaan seseorang itu terlihat dari ucapannya dan kehormatan tubuh dapat terlihat dari cara Peribahasa ini selarasa dengan penggunaan dialek Minangkabau AoadenAo yang berfungsi untuk membentuk kewibawaan diri seseorang. AuSudahlah utak pakak! Lambek lo tu!Ay kata Irsal menyebut Udanya yang lelet, sekaligus bodoh karena tinggal kelas. (DASI, 2023:. Pada kutipan tersebut ditemukan data dialek Minangkabau yaitu Aoutak pakak! Lambek lo tuAo, yang memiliki arti Aootak tuli, itu terlalu lambatAo. Data ini ditemukan peneliti pada dialog antar tokoh Irsal dengan Asrul pada saat menuju ke pasar, dialek tersebut diungkapkan tokoh Irsal sebab tokoh Asrul berjalan lambat karena kakinya perih akibat pukulan rotan dari Bapak. Dialek yang digunakan tokoh Irsal ini termasuk ke dalam dialek kasar. Menurut pandangan Hartatik . , dalam kajian sosiolonguistik dialek kasar menjadi salah suatu bahasa penghinaan yang merendahkan harga diri seseorang. Biasanya dialek kasar ini ditujukan kepada seseorang yang membuat tokoh lain merasa tidak nyaman dengan tingkah laku seseorang tersebut. Penggunaan dialek kasar yang tidak sesuai dengan konteksnya bisa menyebabkan konflik hubungan antar 42 Dinamika: Jurnal Bahasa. Sastra, dan Pembelajarannya Volume 9 . Februari 2026, halaman 37-47 Untuk itu penggunaan bahasa dialek perlu diperhatikan, agar interaksi dan komunikasi antar penutur dialek berjalan dengan lancar. AuWoi! baruak!Ay teriaknya. (DASI, 2023:. Pada kutipan tersebut ditemukan data dialek Minangkabau yaitu AobaruakAo, yang memiliki arti AomonyetAo. Nama hewan ini dijadikan perumpamaan dan alat cemooh, menghina atau bisa juga merendahkan diri orang lain. Data ini sama dengan penelitian milik Sadita Novilyana Hartatik pada tahun 2025 tentang penggunaan dialek bahasa Jawa kasar dalam media sosial yang lebih dominan pada ujaran kebencian dan penghinaan. Di dalam data penelitiannya terdapat dialek bahasa AoasuAo yang memiliki arti anjing, perumpamaan ini menyamakan suatu tokoh dalam penelitian dengan ciri khas hewan anjing, yaitu tidak sopan dan tidak bisa membedakan mana benar dansalah. Data dialek AobaruakAo dietmukan peneliti pada kejadian Irsal berkelahi dengan empat anak pasar. Irsal dikejar dan dipukul sampai benjol-benjol. Sebutan AobaruakAo digunakan oleh empat anak pasar dan ditujukan kepada Irsal yang telah membuat kerusuhan di pasar dan kabur dari masalah yang ditimbulkan. Dialek tersebut bersifat kasar dan mencemooh Irsal. Pada kajian sosiolinguistik, kata kasar dapat merenggangkan dan memutus hubungan sosial antar masyarakat, sebab menyinggung perasaan orang lain. Itulah pentingnya menghindari penggunaan kata kasar dalam interaksi sosial dan komunikasi antar penutur dalam kehidupan sehari-hari. AuKembalikan uangnya!Ay Umi menasihati. Yang tak berkah, tak jadi darah. Ay Berat hati Asrul saat mengembalikannya, sampai muncul bandit berikutnya: Irsal. AuBesok kau kalau mau menyontek pada si Asrul, uangnya kasih aku saja,Ay goda Irsal si tengil. (DASI, 2023:. Pada kutipan tersebut ditemukan data dialek Minangkabau yaitu AobanditAo, yang memiliki arti AoperampokAo atau AopenjahatAo. Dialek AobanditAo ini digunakan penulis sebagai perumpamaan perilaku tokoh yaitu Asrul yang menerima uang imbalan memberi contekan kepada temannya pada saat Perilaku tersebut menggambarkan seperti penjahat yang mencari imbalan atau keuntungan dengan memanfaatkan kesempatan di tengah kesempitan korban kejatahan . iswa yang meminta Data tersebut ditemukan peneliti pada dialog antara Umi. Asrul dan Irsal. Dalam kajian sosiolinguistik, kata perumpamaan yang negatif dapat membuat tersinggung lawan tutur, untuk pemilihan bahasa yang sopan harus tetap dijunjung tinggi untuk diterapkan di dalam interaksi dan komunikasi di dalam kehidupan sehari-hari. AuZaenal, rancak pula rupanya senyum Zakiah ke waang ya? Nama sudah sama-sama Z itu Ay (DASI, 2023:. Pada kutipan tersebut, peneliti menemukan data dialek Minangkabau yaitu AorancakAo, yang berarti Aobagus, indah, cantik atau elokAo. Dialek tersebut menggambarkan senyuman cantik Zakiah yang dapat memikat hati siapa saja yang memandangnya. Data tersebut ditemukan oleh peneliti pada dialog antara tokoh Asrul dengan teman-teman lelakinya. Putra. Oyong dan Tasdim. Dialek AorancakAo merupakan salah satu kata sanjungan atau pujian, menurut pandangan Meisaroh dan Asriningsari . , kata pujian ialah kata yang memberikan pengakuan rasa dihormati, dihargai, dikagumi secara tulus pada hal positif . yang dilakukan oleh seseorang. Pada Kurnia Hayunastiti and Suci Ayu Latifah: Dialek Minangkabau dalam A kajian sosiolinguistik, kata pujian bisa menjadi alat strategis dalam berkomunikasi untuk menjalin, mempererat hubungan sosial dan menjaga kesantunan dalam berinteraksi antar penutur bahasa. AuHo mantun! Begitu rupanya!Ay Lepas tawa Bu IAoi. (DASI, 2023:. Pada kutipan tersebut, peneliti menemukan data dialek Minangkabau yaitu AomantunAo, yang bermakna kepuasan penutur setelah mengetaui suatu hal yang misterius. Data ini ditemukan peneliti pada dialog antara tokoh Zenna dengan Bu IAoi. Dialek AomantunAo digunakan oleh tokoh Bu IAoi pada saat kesulitan menangkap isi pembicaraan tokoh Zenna yang suaranya hilang karena operasi radang amandel. Untuk memperjelas komunikasi antar kedua tokoh. Zenna menggunakanselembar kertas untuk menulis maksud isi pembicaraan. Dengan adanya tulisan tersebut membuat tokoh Bu IAoi paham akan maksud pembicaraan tokoh Zenna yang tidak dipahami Bu IAoi sejak dari awal Adanya selembar kertas berisi tulisan tokoh Zenna memberi kepuasan pada diri Bu IAoi dalam memahami isi pembicaraan. Hal ini sesuai dengan menurut Rijki dan Ginanjar . , bahwa bahasa berperan sebagai pengungkap ekspresi penutur yang dapat menjelaskan tentang suasana pada saat berinteraksi dengan lawan tutur. Ekspresi penutur mengandung emosi, sikap dan perasaan penutur terhadap suatu objek yang sedang dibicarakan, sehingga pesan dapat tersampaikan dengan tepat dan jelas, tanpa berubah tujuan dan makna isi komunikasi. AuKalau sudah mulai punya uang, pakailah dompet. Seperti induak-induak di pasar saja, uang masuk saku, masuk singlet, diikat pakai karet sayur. Ay (DASI, 2023:. Pada kutipan tersebut, peneliti menemukan data dialek Minangkabau yaitu Aoinduak- induakAo, yang berarti emak-emak atau ibu-ibu. Dialek Minangkabau Auinduak-induakAy berasal dari kata AuindukAy yang memiliki arti ibu. Data ini peneliti temukan pada dialog tokoh Asrul dengan Bapak. Data tersebut diucapkan oleh Bapak dengan maksud mengejek Asrul yang memiliki banyak uang yang cara menyimpannya seperti ibu-ibu, yaitu menyimpan uang di tempat-tempat tertentu yang Di dalam kajian sosiolinguistik, penggunaan simbol dalam komunikasi diperbolehkan dengan adanya kesepakatan antar masyarakat penuturnya. Simbol berisi makna tertentu yang menjelaskan tentang suatu objek secara halus. Tiba-tiba stokar memberi tanda berhenti pada sopir bis yang baru saja meljukan bisnya. (DASI, 2023:. Pada kutipan tersebut, peneliti menemukan data dialek Minangkabau yaitu AostokarAo yang berarti Aokernet bisAo yaitu seorang asisten pengemudi bis yang bertugas menarik ongkos dari para penumpang bis. Data yang diperoleh peneliti ditemukan pada peristiwa tokoh Asrul menaiki bis bersama dengan tokoh Zenna untuk mengikuti ujian Sipenmaru di Kota Padang. Berbeda dengan dialek bahasa Jawa, kernet bis disebut AukenekAy atau AukondekturAy. Di dalam kajian sosiolinguistik, perbedaan dialek ini merupakan variasi bahasa yang disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya ialah faktor geografis, perbedaan wilayah tempat tinggal suatu masyarakat penutur. AuOndeh mandeh. Uni, tak dapatlah segitu. Ay AuYa sudahlah tak jadi. Ay Zenna kukuh. (DASI,2023:. 44 Dinamika: Jurnal Bahasa. Sastra, dan Pembelajarannya Volume 9 . Februari 2026, halaman 37-47 Pada kutipan tersebut, peneliti menemukan data dialek Minangkabau yaitu Aoondeh mandehhAo yang pengertiannya dibagi menjadi 2 bagian yaitu AoondeAo berarti Aoya ampunAo atau AoastagaAo dan AomandehAo berarti AoIbuAo. Jadi, jika digabungkan menjadi Aoya ampun. IbuAo. Namun, dalam penggunaannya di masyarakat data Aoonde mandehAo sering berarti Aoya TuhanAo. Dialek ini digunakan untuk menyatakan ekspresi terkejut atau heran terhadap suatu hal. Di dalam kajian sosiolinguistik penggunaan kata ungkapan Aoonde mandehAo digunakan sesuai dengan konteks sosial, yaitu dalam konteks positif yang bermakna ungkapan hormat terhadap seseorang. Data tersebut ditemukan oleh peneliti pada dialog tawar menawar harga sepatu yang sedang diskon antara tokoh Zenna dengan penjual sepatu. Pinukuik, donat, lotek, lapek sagan, semua ia jual. Semua selalu laris. (DASI, 2023:. Pada kutipan tersebut, peneliti menemukan data dialek Minangkabau yaitu AopinukuikAo yang memiliki makna kue tradisional khas daerah Padang dan Minang yang terbuat dari tepung beras dicampur dengan kelapa parut, gula, tapai singkong dan vanili. Kue ini dibuat dengan cara dipanggang pada cetakan berbentuk bulat berukuran sedang. AoPinukuikAo serupa dengan kue tradisional yang berasal dari Jawa Barat yaitu serabi. Hal ini menunjukkan perbedaan sebutan nama suatu barang dipengaruhi oleh faktor geografis, perbedaan ini disebut variasi bahasa, yang memiliki konsep bahasa itu tidak tunggal tetapi beragam bentuk penggunaannya, disesuaikan dengan penutur dan konteksnya. Data ini peneliti temukan pada saat peristiwa tokoh Zenna berjualan kue tradional di kampus demi untuk memenuhi kebutuhan hidup selama kuliah di Selain AopinukuikAo Zenna juga menjual kue tradisional yang lainnya yaitu seperti lotek . akanan berupa campuran berbagai sayuran yang disiram dengan bumbu kacan. , donat, dan lapek sagan . ue tradisional khas Minangkabau yang terbuat dari campuran kelapa parut, gula, pisang dan beras ketan yang dikukus dan dibungkus daun pisan. Penyebutan nama kue tradisional tersebut digunakan oleh para penutur setelah adanya kesepakatan bersama antara masyarakat setempat yang menggunakan sebutan nama suatu benda Kesepakatan penyebutan suatu benda bersifat informal, bersifat luwes tidak kaku, menyesuaikan dengan perkembangan bahasa di setiap waktu. Sesuai dengan kajian sosiolinguistik, bahwa kesepakatan penyebutan suatu benda dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu kesepakatan sosial, asal-usul benda, fungsi benda, negosiasi dan pemahaman bersama masayarakat penutur, serta faktor sosial seperti gender, usia, status sosial dan konteks sosial. AuGalodo!Ay AuGalodo!Ay (DASI, 2023:. Pada kutipan tersebut, peneliti menemukan data dialek Minangkabau yaitu AogaladoAo yang berarti Aobanjir pandangAo. Data ditemukan peneliti pada saat peristiwa bencana banjir bandang di daerah rumah tokoh Asrul, yang disebabkan oleh hujan deras yang tidak berhenti-henti. Sebutan AogaladoAo sebagai tanda banjir bandang merupakan contoh salah satu fungsi bahasa sebagai simbol. Simbol terhadap suatu hal yang disepakati bersama beradasarkan aturan masyarakat setempat. Dengan adanya teriakan salah satu warga di dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu yang menyebut dialek AogaladoAo maka secara otomatis warga masyarakat sekitar yang mendegar kata dialek tersebut segera memberi respon panik, waspada untuk menyelamatkan diri dan barang berharga dari bencana banjir bandang yang terjadi tersebut. Untuk itu dalam kajian sosilonguistik, simbol bahasa dalam masyarakat sangat penting untuk disepakati bersama agar tercipta pemahaman yang Kurnia Hayunastiti and Suci Ayu Latifah: Dialek Minangkabau dalam A sama, tidak miskomunikasi yang berdampak pada komunikasi yang efektif antar masyarakat Hampir seluruh keluarga menentang. AuDi mana-mana kalau menikah itu harus ada Pesta sedang-sedang saja juga tak masalah. Kalau belum juga bisa, ya kumpul-kumpul uang saja dulu sampai cukup. Ay (DASI, 2023:. Pada kutipan tersebut peneliti telah menemukan data yaitu AobaralekAo yang memiliki arti Aopesta pernikahanAo. Di daerah Padang. Sumatera Barat budaya AobaralekAo masih lestari sampai sekarang ini. Budaya dan adat istiadat leluhur menjadi latar belakang dilaksanakannya AobaralekAo. Menurut Falah . , pesta pernikahan adat Minangkabau atau yang sering disebut dengan AobaralekAo memiliki makna sakral yang terdapat aturan adat dan makna khusus. Menurut Falah . , tradisi di dalam AobaralekAo mengandung simbol-simbol, nilai dan norma yang melekat pada diri masyarakat Minang. Hal ini dilakukan untuk melestarikan kebudayaan dan adat istiadat di daerah Minang. Di dalam kajian sosiolinguistik simbol bahasa yang digunakan dan disepakati oleh masyarakat penutur dalam menyampaikan suatu pesan, memiliki makna tersendiri yang membutuhkan penalaran dan pemahaman khusus terhadap simbol bahasa yang digunakan oleh AuAduh kosak, panas sekali kota Padang ini,Ay keluh Umi pada Asrul dan Zenna. (DASI, Pada kutipan tersebut, peneliti menemukan data yaitu AokosakAo yang memiliki arti AogerahAo. Data ini ditemukan oleh peneliti pada dialog antara tokoh Umi, ibu Asrul yang berlatar di kota Padang, tempat tinggal tokoh Asrul dan Zenna. Di daerah Jawa, gerah disebut dengan bahasa AosumukAo. Data ini menjadi bukti bahwa perbedaan daerah menjadi salah satu sebab adanya variasai bahasa yang membentuk dialek bahasa daerah. Pada kajian sosiolinguistik, pada variasi bahasa menunjukkan bahwa bahasa bersifat luwes, dinamis dan fleksibel, bahasa terus berubah-ubah sesuai dengan siapa lawan tuturnya, dimana bahasa digunakan, kapan bahasa digunakan dan untuk konteks atau tujuan apa bahasa itu digunakan. Untuk itu tidak heran jika bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari itu berbeda-beda. AuSudahlah, tiga puluh bungkus saja. UniAy (DASI, 2023:. AuNamanya Mak Syafri. Adik kandung Abak. Bersama Mak Syafri inilah Abak bekerja sebagai pandai emasAy (DASI, 2023:. Zenna memeluk suaminya AuTak masalah. Istana kita dimulai dari sini. Uda Asrul. Ay (DASI, 2023:. Dua hari menginap di sana dengan semua adik perempuannya. Zenna terpukul keadaan. Makcik juga punya sembilan anak. (DASI, 2023:. AuUmak. Ay Cucu-cucu mereka kini memanggil Umak pula pada Zenna. Langsung mereka menyambar tubuh tua Zenna. AuAtuk. Ay Kini mereka berpindah memeluk Asrul. (DASI, 2023:. Pada kutipan tersebut, peneliti menemukan beberapa data yaitu AouniAo yang memiliki arti Aoperempuan mudaAo. AoabakAo yang memiliki arti AobapakAo. AoudaAo yang memiliki arti AosuamiAo. AomakcikAo yang memiliki arti AobibiAo. AoumakAo yang memiliki arti AoibuAo dan AoatukAo yang memiliki arti AokakekAo. Dialek Minangkabau ini digunakan pada lingkup wilayah Padang saja, tidak bisa digunakan di daerah yang lainnya, sebab tiap masyarakat di suatu daerah memiliki kesepakatan bersama dalam menyebut suatu hal. Pada dialek bahasa Jawa kata AoabakAo diganti dengan AobapakAo, dialek AoatukAo diganti dengan Aombah kungAo dan dialek AomakcikAo diganti dengan dialek AobulikAo. Untuk itu perbedaan dialek dalam masyarakat penutur sebaiknya digunakan pada wilayah tertentu saja yang 46 Dinamika: Jurnal Bahasa. Sastra, dan Pembelajarannya Volume 9 . Februari 2026, halaman 37-47 menggunakan dialek tersebut, jangan sampai menggunakan dialek yang tidak dipahami dan digunakan oleh suatu masyarakat di wilayah tertentu. Akhirnya, dialek Minangkabau di dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J. S Khairen begitu padu dalam penyampainnya, luwes dan tidak kaku, sehingga mudah diterima dan dipahami oleh pembacanya. Dengan begitu dialek Minangkabau dapat dipelajari secara tidak langsung melalui novel ini, dengan tetap memperhatikan batasan-batasannya. PENUTUP Bahasa menjadi identitas diri pada suatu lingkup masyarakat pada wilayah tertentu. Sifat kontekstual pada bahasa dan faktor geografis penutur bahasa menjadai faktor utama munculnya dialek, suatu bahasa yang disepakati bersama yang digunakan oleh suatu masyarakat penutur dalam wilayah tertentu. Dua hal yang tidak bisa dipisahkan yaitu bahasa dan masyarakat, keduanya saling berkaitan satu sama lain. Dengan begitu terciptalah kajian sosiolinguistik, ilmu yang mempelajari tentang fungsi dan ciri dari berbagai variasi bahasa dan penggunaannya di dalam suatu masyarakat. Kajian ini membahas tentang hubungan bahasa dengan masyarakat Adanya kolaborasi karya sastra dengan dialek bahasa memberikan banyak manfaat untuk para pembaca novel best seller ini. Pembaca belajar nilai-nilai kehidupan yang inspiratif dan belajar bahasa daerah secara tidak langsung melalui novel Dompet Ayah Sepatu Ibu, sehingga mampu meningkatkan rasa nasionalisme terhadap bahasa daerah di Indonesia dalam diri pembaca. Keberagaman bahasa yang dimiliki oleh bangsa Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri yang patut untuk dilestarikan, agar generasi mendatang bisa menikmati keberagaman tersebut dikemudian hari dengan berbagai media dan sarana penyampainnya. DAFTAR PUSTAKA