JURNAL JUFDIKES Vol 8 No. 1 (Januari 2. AeP-ISSN: 2828-240X. E-ISSN: 2828-2469. Hal 01-09 JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Halaman Jurnal: https://jurnal. id/index. php/JUFDIKES Halaman Utama: https://jurnal. PENGARUH MINI VIDEO EDUKASI PENANGANAN KEGAWATDARURATAN GEMPA BUMI TERHADAP SELF EFFICACY MAHASISWA KEPERAWATAN ANESTESIOLOGI Aulia Putri Jabadia. Aisyah Nur Azizahb. Anita Setyowati c Fakultas Ilmu Kesehatan / D-IV Keperawatan Anestesiologi auliaputrij2106@gmail. Universitas AoAisyiyah Yogyakarta b Fakultas Ilmu Kesehatan/ D-IV Keperawatan Anestesiologi aisyahna64@unisayogya. Universitas AoAisyiyah Yogyakarta Fakultas Ilmu Kesehatan/ D-IV keperawatan Anestesiologi anitasetyowati@unisayogya. Univeristas . Aisyiyah Yogyakarta ABSTRACT Indonesia is a nation susceptible to seismic activity, exemplified by the earthquake that struck Yogyakarta in 2006, resulting in numerous casualties and significant destruction. This demonstrates the significance of disaster preparedness within the context of higher education. Students, as agents for transformation, hold an important role in the field of disaster mitigation. The concept of self-efficacy, often referred to as self-confidence, serves as a significant determinant in the preparedness of students. Enhancing self-efficacy in students is crucial for fostering disaster preparedness within higher education. Objective: This research aims to examine the impact of providing concise educational videos regarding earthquake emergency management on the self- efficacy of anesthesiology nursing students. Method this research employed a preexperimental design, incorporating both pretest and posttest methodologies, without of a control group. The method employed was Simple Random Sampling with a total of 60 respondents, with an instrument in the form of a Self Efficacy questionnaire. The analysis of the bivariate results was conducted employing the Wilcoxon Result the findings from the bivariate analysis employing the Wilcoxon test revealed a significant difference in self-efficacy before and after the implementation of video education, indicated by a significance value or sig . - taile. 000 <0. The null hypothesis. H0, has been rejected, while the alternative hypothesis. Ha, has been accepted. Conclusion the provision of mini video education regarding the management ofearthquake emergencies significa ntly influences the self-efficacy of anesthesiology nursing Keywords: Mini Video Education. Self-Efficacy Level. Earthquake Disaster ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang rawan gempa bumi, seperti yang terjadi di Yogyakarta tahun 2006 yang menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan besar. Hal ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan bencana di perguruan tinggi. Mahasiswa sebagai agen perubahan berperan penting dalam mitigasi bencana. Self efficacy atau keyakinan diri menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesiapsiagaan mahasiswa. Penguatan self efficacy di kalangan mahasiswa sangat penting untuk membangun kesiapsiagaan bencana di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mini video edukasi penanganan kegawatdaruratan gempa bumi terhadap self efficacy mahasiswa keperawatan anestesiologi. Metode penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan pretest and postest design tanpa kelompok kontrol. Teknik sampling menggunakan Simple Random Sampling demgan jumlah 60 responden, dengan instrumen berupa lembar kuisioner Self Efficacy. Hasil bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon menunjukan perbedaan yang signifikan antara self efficacy sebelum dan sesudah pemberian edukasi video yaitu didapatkan nilai signifikansi atau sig . 000 <0. sehingga H0 ditolah dan Ha diterima. Kesimpulannya terdapat pengaruh pemberian mini video edukasi penanganan kegawatdaruratan gempa bumi terhadap self efficacy mahasiswa keperawatan anestesiologi. Kata Kunci: Edukasi Mini Video. Tingkat Self Efficacy. Bencana Gempa Bumi Received July 14, 2025. Revised Agust 5, 2025. Accepted September 3, 2025 PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang rawan bencana, terutama gempa bumi. Karena indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik dunia dan berada dalam daerah Ring Of Fire. Gempa bumi di Indonesia dapat disebabkan oleh aktivitas sesar, aktivitas vulkanik, dan pergerakan lempeng bumi yang berdampak besar pada kerusakan fisik, korban jiwa, dan psikologis . Salah satu gempa besar yang pernah terjadi di Indonesia yaitu di Aceh pada tahun 2004 dan gempa di Yogyakarta tahun 2006 yang menimbulkan banyak korban dan kerusakan . Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang rawan akan bencana gempa bumi khususnya Kabupaten Bantul dan Sleman. Kabupaten Bantul dan Sleman merupakan wilayah yang rawan gempa dan erupsi Gununng Merapi. Badan Penaggulangan Bencana Nasional (BNPB) dan Daerah (BPBD) berperan penting dalam mitigasi bencana. Namun peran aktif masyarakat dan perguruan tinggi termasuk mahasiswa sangat diperlukan. Mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial memiliki peran penting dalam kesiapsiagaan, mitigasi, hingga pemulihan pasca bencana, khususnya di lingkungan universitas . Self efficacy atau keyakinan diri seseorang dalam menghadapi suatu masalah atau tantangan menjadi faktor penting dalam kesiapsiagaan bencana . Tingkat self efficacy dapat ditingkatkan melalui pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan termasuk melalui media audiovisual seperti mini video edukasi. Mahasiswa khususnya dari Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi di Universitas AoAisyiyah Yogyakarta diperlukan memiliki kesiapan mental dan keterampilan dalam penanganan kegawatdaruratan bencana. Berdasarkan fenomena tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh mini video edukasi penanganan kegawatdaruratan gempa bumi terhadap self efficacy mahasiswa keperawatan anestesiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari mini video edukasi penanganan kegawatdaruratan gempa bumi terhadap self efficacy mahasiswa keperawatan anestesiologi Sejumlah penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa pentingnya edukasi dan media pembelajaran dalam meningkatkan self efficacy dan kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi suatu bencana. Penggunaan media pembelajaran seperti mini video dinilai efektif untuk meningkatkan self efficacy pada mahasiswa karena, mudah diakses, mudah dipahami, dan dapat diakses kapan saja oleh mahasiswa . Dengan demikian, pemberian mini video edukasi penanganan kegawatdaruratan gempa bumi diharapkan dapat meningkatkan self efficacy dan kesiapsiagaan mahasiswa . TINJAUAN PUSTAKA Gempa Bumi Definisi Gempa Bumi adalah bencana alam berupa guncangan pada tanah yang disebabkan oleh pergerakan lempeng bumi, aktivitas gunung api maupun reruntuhan bangunan . Gempa bumi juga disebutkan sebagai getaran pada permukaan bumi yang disebabkan oleh pelepasan energi secara tiba-tiba . Gempa bumi adalah peristiwa berguncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, gempa bumi bersifat destruktif sehingga pada setiap kejadiannya hampir memberikan kerugian material ataupun imaterial . Penyebab Gempa Bumi Gempa bumi adalah bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Berikut adalah faktorfaktor terjadinya gempa bumi di Indonesia . Aktivitas Vulkanik Aktivitas yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Karena gejolak yang tinggi di dalam perut gunung yang menyebabkan getaran hingga menimbulkan gempa bumi. Runtuhan Gempa bumi jenis ini biasanya terjadi di daerah kapur atau pertambangan. Gempa bumi ini terjadi karena adanya longsor di daerah tebing. Gempa bumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal. Meteor Benda langit seperti meteor yang jatuh ke bumi bisa jadi penyebab gempa bumi. JURNAL JUFDIKES Vol 8 No. 1 (Januari 2. Ae P-ISSN: 2828-240X. E-ISSN: 2828-2469, pp 01-09 JURNAL JUFDIKES Vol 8 No. 1 (Januari 2. Ae P-ISSN: 2828-240X. E-ISSN: 2828-2469, pp 01-09 Aktivitas Manusia Jenis gempa bumi ini biasanya disebut gempa bumi buatan. Aktivitas yang dapat memicu terjadinya gempa bumi yaitu penggunaan bahan peledak seperti dinamit, nuklir, dan bom yang berkekuatan besar. Dampak Genpa Bumi Gempa bumi dapat menimbulkan banyak dampak yang merugikan manusia. Gempa bumi dapat menyebabkan kehancuran seperti kerusakan struktual, mengakibatkan kehilangan nyawa dan cedera, dapat menyebabkan tsunami dan tanah longsor . Tanda Gempa Bumi . Awan gempa, berbentuh seperti angin tornado itu adalah awan gempa uang biasanya muncull sebelum gempa terjadi. Hewan-hewan seperti menghilanh, lari atau bertingkah aneh. Karen ainsting hewan biasanya tajam dan hewan bisa merasakan gelombnag elektromagnetis. Perubahan level air tanah biasanya tiba-tiba menjadi surut Terjadi gangguan listrik karena ada gelombang eletromagnetis. Self Efficacy Definisi Self efficacy adalah kepercayaan diri seseorang mengenai ketangkasan mereka dalam memilah dan mendorong suatu tindakan guna tercapainya suatu tujuan . Self efficacy berhubungan dengan bagaimana seseorang dalam mempergunakan kontrol pribadinya dalam aspek motivasi, kognisi dan lingkungannya. Aspek-aspek self efficacy . Tingkat kesulitan (Magnitud. Aspek ini mengacu pada penilaian indivisu terhadap tingkat kesulitan mengenai tugas yang ada. Tingkat suatu tugas dapat dievaluasi berdasarkan kecerdikan, usaha, ketelitian, produktivitas, manajemen ancaman dan peraturan mandiri yang diinginkan. Tingkat kekuatan (Strengh. Aspek ini berkaitan dengan keyakinan kuat bahwa orang akan berhasil meskipun dalam tugas yang sulit. Orang debgan efikasi diri yang rendah akan cepat menyerah ketika dihadapkan pada pengalaman yang tidak menyenangkan, sedangkan orang yang sangat percaya pada kemampuannya akan bertahan meskipun mengahadapi tantangan dan Tingkat Keluasan (Generalit. Aspek ini berkaitan dengan tingkat kepercayaan individu terhadap kemampuannya dalam melakukan tugas dalam berbagai aktivitas faktor faktor yang mempengaruhi self efficacy . Usia, adalah salah satu faktor penting dalam peningkatan efikasi diri. Seiring bertambahnya usia seseorang maka dalam menghadapi dan mengatasi tantangan akan semakin baik dan dalam mengelola emosi dan stres. Jenis kelamin, perempuan sering menunjuka nilai self efficacy lebih tinggi diabnding laki-laki. Pengalaman, semakin banyak pengalaman sukses yang dimiliki seseorang semakin tinggo juga kepercayaan dirinya dalam mengahadapi tantangan di masa depan Modeling sosial, efikasi diri dapat meningkat saat melihat keberhasilan seseorang yang mempunyayi kompetensi setara, namun efikasi diri dapat berkurang juga ketika melihat orang lain gagal. Persuasi sosial Dukungan verbal dari orang terpercaya dapat meningkatkan self efficacy. Kondisi Fisiologis dan Psikologis Keadaan fisik dan emosi dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan diri sesorang. Kecerdasan Intelektual IQ berkontribusi terhadap prestasi belajar dan self efficacy, meskipun hanya sebagian kecil dibandingkan dengan peran kecerdasan emosional (EQ) Motivasi Belajar Motivasi belajar yang tinggi berhubungan dengan self efficacy akademik yang tinggi Pesan Dari Orang Lain Pesan positif atau dukungan verbal . dapat meningkatkan self efficacy Mahasiswa Definisi Mahasiswa adalah individu yang mengenyam pendidikan pada tingkat perguruan tinggi. Mahasiswa memiliki kebebasan untuk memilih maupun menentukan sikap yang dapat dipertanggung jawabkan. Tahap perguruan tinggi ini mahasiswa tidak hanya dituntut dapat menyelesaikan masa studinya tetapi juga ikut aktif dalam kegiatan kampus maupun organisasi mahasiswa . Mini Video Edukasi Penanganan Kegawatdaruratan Gempa Bumi Video edukasi penanganan kegawatdaruratan gempa bumi merupakan sebuah media pendidikan yang bermanfaat dalam menambah wawasan, pengetahuan, serta pemahaman mahasiswa dalam upaya mengatasi dampak bencana gempa bumi. Keuntungan yang sangat signifikan dari video animasi ini dapat meningkatkan memori seseorang sehingga mereka dapat menghapal materi dalam waktu yang lama dibandingkan dengan metode pembelajaran Media pembelajaran animasi ini sangat menarik, dan dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa terhadap kesiapsiagaan bencana gempa bumi. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain one group pre-test dan posttest. penelitian ini dilakukan di Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi. Fakulltas Ilmu Kesehatan Universitas AoAisyiyah Yogyakarta, pada bulan Februari hingga Maret 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi Angkatan Tahun 2023 yang berjumlah 153 mahasiswa. Sampel penelitian ini sebanyak 60 mahasiswa yang diambil dengan teknik simple random sampling menggunakan metode spiner. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah mini video edukasi yang berisi materi tentang pengertian gempa bumi, penyebab gempa bumi, tanda dan peringatan dini gempa bumi, penanganan jika terjadi gempa bumi. Dan strategi mitigasi upaya pengurangan gempa bumi. Peralatan yang digunakan meliputi komputer/laptop, smartphone untuk mengakses mini video, serta perangkat lunak statistik SPSS ver 25 untuk analisa data. Teknik analisa data dilakukan dengan membandingkan skor mahasiswa sebelum diberikan edukasi dan sesudah mahasiswa diberikan edukasi videomenggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. intrepretasi hasil dilakukan dengan melihat nilai signifikansi . -valu. pada uji wilcoxon dengan batas kemaknaan 0,05 jika nilai p <0,05 maka terdapat pengaruh signifikansi edukasi mini video terhadap tingkat self efficacy mahasiswa keperawatan HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil . Analisis Univariat . Karakteristik Responden Tabel 1 Distribusi Karakteristik Responden Karakteristik Respponden Jenis Kelamin Usia Pengalaman Kategori Frekuensi Presentase (%) Laki-Laki Perempuan 19 Tahun 20 Tahun 21 Tahun 22 Tahun 23 Tahun Pernah Belum Pernah 46,7% 8,3% JURNAL JUFDIKES Vol 8 No. 1 (Januari 2. Ae P-ISSN: 2828-240X. E-ISSN: 2828-2469, pp 01-09 JURNAL JUFDIKES Vol 8 No. 1 (Januari 2. Ae P-ISSN: 2828-240X. E-ISSN: 2828-2469, pp 01-09 Berdasarkan tabel 1 diatas didapatkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 60 mahasiswa sarjana terapan keperawatan anestesiologi diperoleh bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak45 responden . %), sedangkan minoritas berjenis kelamin laki-laki sebanyak 15 responden . %). Mayoritas usia pada penelitian ini yaitu suai 20 tahun sebanyak 28 responden . ,7%) dan minoritas berada pada usia 22 tahun sebanyak 5 responden . ,3%). Seluruh responden dalam penelitian ini belum pernah . %) mendapatkan mata kuliah kebencanaan. Tingkat Self Efficacy Mahasiswa Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi Sebelum dan Sesudah Diberikan Intervensi Mini Video Edukasi Tabel 2 Frekuensi Sebelum dan Sesudah Pemberian Edukasi Tingkat Self Efficacy Mahasiswa Mini Video Edukasi Sebelum Edukasi Setelah Edukasi Baik Total Cukup 26,7 39 65 Kurang Berdasarkan tabel 2 didapatkan data bahwa tingkat self efficacy mahasiswa Sarjana Terapan keperawatan Anestesiologi sebelum diberikan edukasi Mini Video Edukasi Penanganan Kegawatdaruratan Gempa Bumi mayoritas masuk ke kategori cukup sebanyak 39 responden . %), sedangkan minoritas berada pada kategori kurang sebanyak 5 responden atau . ,3%). Kemudian tingkat self efficacy Mahasiswa Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi setelah diberikan edukasi diperloeh bahwa responden mayoritas berada pada kategori baik sebanyak 60 responden . %) dan minoritas berada pada kategori kurang sebanyak 0 responden . %). Pengaruh Mini Video Edukasi Penanganan Kegawatdaruratan Gempa Bumi Terhadap Self Efficacy Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Tabel 3 Pengaruh Mini Video Edukasi Terhadap Self Efficacy Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Kategori Pre-test Post-test Mean p-value Berdasarkan tabel 3, hasil analisis uji bivarian dengan Uji Wilcoxon Menunjukan bahwa tidak ada nilai post-test yang lebih rendah dibandingkan dilai pre-test setelah diberikan edukasi mini video. Mayoritas responden mengalami peningkatan yang signifikan terlihat dari nilai post-test yang lebih tinggi dibanding nilai pre-test. Nilai signifikansi atau Sig. -taile. antara variabel tingkat self efficacy pre test dengan tingkat post test pemberian mini video edukasi penanganan kegawatdaruratan gempa bumi sebesar p. <0,. , maka dapat diartikan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Mini Video Edukasi Penanganan Kegawatdaruratan Gempa Bumi Terhadap Self Efficacy Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi 2 PEMBAHASAN Tingkat Self Efficacy Mahasiswa Sebelum Dilakukan Edukasi Mini Video Penanganan Kegawatdaruratan Gempa Bumi Self-efficacy menyebutkan keyakinan seseorang dalam kemampuan mereka untuk menyelesaikan pekerjaan yang diharapkan untuk mencapai hasil tertentu. Self efficacy bisa tinggi atau rendah . Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kurang nya self efficacy mahasiswa menurut . usia, jenis kelamin, pengalaman, modeling sosial, persuasi sosial, kondisi fisiologis dan psikologis, kecerdasan intelektual, motivasi belajar, dan pesan dari orang Usia adalah salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat self efficacy. Seiring bertambahnya usia, individu sering kali menghadapi dan mengatasi berbagai tantangan, yang memperkuat keyakinan mereka terhadap kemampuan mereka. Pada penelitian ini mayoritas responden berusia 20 tahun yang dimana mereka masih dalam tahap pengembangan kepercayaan diri . Pada penelitian ini mayoritas berjenis kelamin perempuan. Dalam konteks gender, perempuan sering menunjukkan self-efficacy yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki, terutama dalam situasi bencana atau krisis. Hal ini disebabkan oleh peran sosial yang mengharuskan mereka untuk mempersiapkan dan melindungi keluarga, jaringan sosial yang lebih kuat, dan keterbukaan dalam mencari dukungan emosional. Faktor-faktor ini memungkinkan perempuan untuk lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi tantangan, meningkatkan self-efficacy mereka dalam berbagai konteks . Faktor lain yang dapat mempengaruhi rendahnya self efficacy yaitu Keadaan fisiologis dan suasana hati, dalam suatu aktivitas yang melibatkan kekuatan dan stamina, orang akan mengartikan kelelahan dan rasa sakit yang dirasakan sebagai petunjuk tentang efikasi dirinya. faktor lain yang dapat menyebabkan tingkat self efficacy mahasiswa rendah yaitu kurangnya pengetahuan dan informasi. Pengetahuan yang minim mengenai gempa bumi dan cara menghadapi bencana dapat mempengaruhi rendahnya self efficacy . Dan faktor lainnya yaitu Sosial dan lingkungan. Kurangnya dukungan sosial dan lingkungan yang kurang memadai seperti komunikasi dan koordinasi yang kurang dalam suatu komunitas dapat menurunkan kepercayaan diri seseorang. Self-efficacy menyebutkan keyakinan seseorang dalam kemampuan mereka untuk menyelesaikan pekerjaan yang diharapkan untuk mencapai hasil tertentu. Self efficacy bisa tinggi atau rendah. Self efficacy yang tinggi seseorang akan merasa percaya diri dengan kemampuannya menghadapi situasi tertentu, rajin menyelesaikan tugas, dan memandang tantangan sebagai hambatan yang dapat mereka atasi, bukan ancaman . Menurut hasil penelitian . metode edukasi menggunakan video animasi adalah pendekatan yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kesiapsiagaan bencana. Pendekatan ini tidak hanya memberikan informasi secara visual, tetapi juga mempermudah siswa memahami dan mengingat langkah- langkah kesiapsiagaan secara konkret dan berkesan. Dengan melakukan pemberian edukasi menggunakan video diharapkan dapat meningkatkan self efficacy mahasiswa dalam menghadapi bencana alam terutama bencana gempa bumi. Mahasiswa dapat mengetahui tentang ancaman gempa bumi, mengetahui langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko dan kerentanan, serta mendapatkan akses terhadap sumber daya dan informasi yang diperlukan, hal tersebut dapat membantu meningkatkan tingkat self efficacy mereka . Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data bahwa tingkat Self Efficacy mahasiswa sebelum dilakukan edukasi dengan mini video mayoritas di kategori cukup . %) dan minortitas di kategori kurang sebanyak 5 . ,7%). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh . tentang pengaruh pemberian video edukasi gempa bumi terhadap kesiapsiagaan bencana pada mahasiswa asrama unisa yogyakarta. Hasil penenlitian menunjukan bahwa sebelum diberikan intervensi video edukasi gempa bumi mayoritas responden mempunyai tingkat kesiapsigaan kurang terhadap bencana gempa bumi sebanyak 25 responden atau sebanyak 71%. Minoritas responden mempunyai Tingkat kesiapsiagaan baik yaitu sebanyak 2 responden atau sebanyak 6%. JURNAL JUFDIKES Vol 8 No. 1 (Januari 2. Ae P-ISSN: 2828-240X. E-ISSN: 2828-2469, pp 01-09 JURNAL JUFDIKES Vol 8 No. 1 (Januari 2. Ae P-ISSN: 2828-240X. E-ISSN: 2828-2469, pp 01-09 Tingkat Self Efficacy Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Setelah Dilakukan Edukasi Mini Video Penanganan Kegawatdaruratan Gempa Bumi Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data bahwa tingkat Self Efficacy mahasiswa setelah dilakukan edukasi dengan mini video mayoritas di kategori baik . %) dan minoritas di kategori kurang sebanyak 0 . %). Pada penelitian ini terjadi peningkatan self efficacy setelah pemberian Mini Video Edukasi Penanganan Kegawatdaruratan Gempa Bumi. Hal ini terjadi setelah dilakukan pemberian pemberian Mini Video Edukasi Penanganan Kegawatdaruratan Gempa Bumi. Sebagai media edukasi yang digunakan untuk meningkatkan self efficacy mahasiswa Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi Universitas AoAisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini mengindikasikan bahwa rata-rata responden sudah terpapar edukasi yang Penelitian ini juga serupa dengan Berdasarkan hasil penelitian . Pengetahuan siswa tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi di MTsN 1 sebelum diberikan intervensi edukasi kesiapsiagaan bencana melalui metode video simulasi animasi rata-rata sebesar 7,20 dan masuk dalam kategori pengetahuan kurang baik. Pengetahuan siswa tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi di MTsN 1 setelah dilakukan edukasi kesiapsiagaan bencana melalui metode video simulasi animasi rata- rata sebesar 9,30 dan masuk dalam kategori pengetahuan cukup baik. Pemberian edukasi dengan media video dapat membantu meningkatkan pengetahuan seseorang secara signifikan, sehingga media ini dapat digunakan dalam pembelajaran kesiapsiagaan bencana gempa dengan memperhatikan video yang lebih menarik dan tidak membosankan . Video sebagai media audiovisual secara efektif meningkatkan self efficacy sesorang melalui aktivitas berbagai organ otak yang berperan dalam pengolahan informasi visual, kognitif, memori, emosi, dan motivasi . Salah satu penelitian yang didasari oleh masalah tersebut berhasil membuktikan bahwa media video dapat dijadikan sebagai solusi untuk mengatasi kemampuan siswa yang rendah dalam memahami sebuah konsep. Kemudahan dari penyajian video yang dapat diulang-ulang saat proses pembelajaran membuat siswa lebih mudah memahami isi dari video tersebut, selain itu penyajian sebuah materi yang terstruktur juga memudahkan siswa memahami materi khususnya tentang konsep . Perbedaan tingkat self efficacy mahasiswa keperawatan anestesiologi dalam penanganan kegawatdaruratan gempa bumi sebelum dan sesudah pemberian edukasi video Hasil analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon menunjukan perbedaan yang signifikan antara self efficacy sebelum dan sesudah pemberian edukasi video yaitu didapatkan nilai signifikansi atau sig . -taile. 000 < 0. 05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada Pengaruh Pemberian Mini Video Edukasi Penanganan Kegawatdaruratan Gempa Bumi Terhadap Self Efficacy Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi. Faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang adalah informasi. Informasi yang diperoleh baik dari pendididkan formal maupun non formal dapat memberikan pengaruh jangka pendek sehingga menghasilkan perubahan atau peningkatan pengetahuan. Edukasi menggunakan video sebagai strategi pengajaran yang terbukti dan merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kerja tim dan pembelajaran aktif . KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Tingkat self efficacy responden sebelum dilakukan video edukasi penanganan kegawatdaruratan gempa bumi adalah responden kategori cukup 39 responden . %), dan 5 responden . ,7%) dengan kategori rendah. Tingkat Self Efficacy responden setelah pemberian edukasi penanganan kegawatdaruratan gempa bumi terjadi peningkatan Tingkat self efficacy pada responden dengan kategori baik sebanyak 60 responden . %). Pemberian Mini video edukasi penanganan kegawatdaruratan gempa bumi terhadap selff efficacy mahasiswa keperawatan anestesiologi didapatkan hasil analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon menunjukan perbedaan yang signifikan antara self efficacy sebelum dan sesudah pemberian edukasi video yaitu didapatkan nilai signifikansi atau sig . -taile. 05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada Pengaruh Pemberian Mini Video Edukasi Penanganan Kegawatdaruratan Gempa Bumi Terhadap Self Efficacy Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi. Saran Bagi Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas AoAisyiyah Yogyakarta Penelitian ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk dapat lebih meningkatkan tingkat self efficacy dalam penanganan bencana gempa bumi sehingga dapat diterapkan secara maksimal di kehidupan. Bagi Institusi Universitas AoAisyiyah Yogyakarta Penelitian ini diharapkan dapat dapat memberikan motivasi dalam pengembangan pengetahuan di Universitas AoAisyiyah Yogyakarta serta berkelanjutan dalam menentukan kebijakan mengenai isian kurikulum dalam pembelajaran berupa edukasi mengenai penanganan kegawatdaruratan saat terjadi bencana gempa bumi. Bagi Peneliti Selanjutnya Bagi peneliti selanjutnya agar dapat mengembangkan penelitian ini dengan cara mengkaji lebih dalam lagi tentang tingkat self efficacy bencana gempa bumi dengan metode penelitian yang berbeda, sampel yang lebih luas, prodi yang berbeda, dan penggunaan instrumen kuisioner dengan menambahkan pertanyaan unfovorable dan penelitian yang berbeda dan lebih lengkap. DAFTAR PUSTAKA