Jurnal Pengembangan Rekayasa dan Teknologi Vol. No. November 2025, pp. 1 Ae 8 p-ISSN: 1410-9840 & e-ISSN: 2580-8850 https://journals. id/index. php/jprt DOI : https://doi. org/10. 26623/jprt. npage 1 Perancangan Kursi Antopometri Sebagai Peralatan Praktikum Ergonomi Dan Pengukuran Kerja Di Laboratorium Teknik Industri Universitas Bojonegoro Ardana Putri Farahdiansari*1. Ahmad Maulana2 Universitas Bojonegoro faradian@gmail. com1 , maulanaalan223@gmail. Informasi Artikel Abstrak Dikirim :20-07-2025 Direview :21-08-2025 Diterbitkan :30-11-2025 Dalam keilmuan Teknik Industri terdapat beberapa bidang keahlian antara lain bidang Ergonomi yang mempelajari tentang metode atau cara manusia dalam bekerja. Untuk mempelajari bidang Ergonomi ini diperlukan pengukuran dimensi tubuh manusia atau pengukuran Antopometri. Pengukuran dimensi tubuh ini dapat dilakukan secara manual ataupun menggunakan Kursi Antopometri. Penelitian ini memiliki tujuan supaya peneliti dan mahasiswa dapat menerapkan bidang keahlian Perancangan Produk serta Proses Manufaktur, dengan cara membuat Kursi Antopometri yang dapat digunakan untuk praktikum di Laboratourium Teknik Industri Unigoro. Proses pembuatan ini dilakukan mulai dari pengambilan data sampel untuk ukuran kursi, selanjutnya membuat rancangan produk secara visual serta perancangan material dan urutan manufaktur . material sampai produk jadi. Setelah produk Kursi Antopometri jadi, maka dilakukan Quality Control dan uji coba kepada praktikan sehingga produk siap dipakai untuk pealaksanaan praktikum. Dengan demikian tujuan penerapan ilmu Teknik Industri serta pengoptimalan proses praktikum Ergonomi dapat berjalan Kata Kunci Ergonomi. Kursi Antopometri. Perancangan Produk. Assembly. Quality Control PENDAHULUAN Salah satu bidang keahlian prodi Teknik Industri adalah Ergonomi atau ilmu yang mempelajari hubungan antara fisik manusia dengan pekerjaannya, dari segi desain tempat kerja, cara bekerja, metode kerja sampai mencakup evaluasi kerja dengan aspek keamanan, kesehatan dan keselamatan manusia. Dalam bidang Ergonomi tentunya diperlukan praktikum yang mempelajari ukuran tubuh manusia, dengan tujuan untuk dapat melakukan analisis ukuran atau luasan area atau peralatan bekerja yang nyaman untuk digunakan standard ukuran manusia pada umumnya. Salah satu alat penting yang diperlukan dalam praktikum ini adalah Kursi Antopometri. Penelitian ini dilakukan untuk perancangan dan perakitan Kursi Antopometri. Kursi Antopometri merupakan peralatan praktikum yang berfungsi untuk mengukur dimensi tubuh manusia, baik posisi duduk maupun posisi berdiri. Dalam praktikum Ergonomi para praktikan perlu melakukan pengukuran dimensi tubuh sebelum melakukan perancangan p-ISSN: 1410-9840 & e-ISSN: 2580-8850 peralatan dan stasiun kerja. Sehingga Kursi Antopometri merupakan salah satu peralatan praktikum yang penting dalam kebutuhan Laboratorium Teknik Industri. Dengan adanya perancangan dan perakitan Kursi Antopometri diharapkan dapat mengimplementasikan keilmuan di bidang Perancangan Produk dan Proses Manufaktur sebagai proses penelitian yang sekaligus mampu menghasilkan keluaran produk yang dapat bermanfaat untuk kegiatan Praktikum Terintegrasi yaitu pada modul Ergonomi dan Perancangan Kerja Selain menghasilkan keluaran yang dapat dimanfaakan untuk keilmuan Teknik Industri, proses penelitian dan perancangan Kursi Antropometri ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mengembangkan proses research & development di bidang keilmuan Perancangan Produk dan Proses Manufaktur pada Laboratorium Teknik Industri. Sehingga mahasiswa dapat mengimplementasikan proses-proses perancangan produk dan manufaktur secara nyata. METODOLOGI Pada sub bab ini akan dijelaskan mengenai tahapan pelaksanaan penelitian yaitu diuraikan sebagai berikut: MULAI Studi Lapangan Studi Literatur Survey dan Pengambilan Sampling Ukuran Tubuh Studi Ergonomi Anthropometri Pengumpulan Data Data Dimensi Tubuh Manusia Perancangan Produk - Rancangan AutoCAD - BOM Tree - Assembly Chart Analisa dan Evaluasi Produk Laporan Penelitian SELESAI Gambar 1. Metode Penelitian . Studi pendahuluan dilakukan untuk mengetahui desain, proses pembuatan dan informasi pendukung yang diperlukan. Dalam hal ini dilakukan studi literatur untuk memahami tentang metode perancangan yang digunakan, proses apa yang dipilih untuk proses perakitan, jenis bahan yang dipilih untuk pembuatan serta pendalaman mengenai teori pendukung lainnya. Tujuannya agar mempermudah di dalam menyusun daftar ukuran dimensi Kursi Antopometri Jurnal Pengembangan Rekayasa dan Teknologi. Vol. No. November 2025 p-ISSN: 1410-9840 & e-ISSN: 2580-8850 serta mampu menentukan prosedur perancangan Kursi Antopometri yang tepat . Pengolahan data hasil survey ukuran tubuh manusia untuk memperoleh perhitungan ukuran-ukuran yang dipergunakan dalam desain Kursi Antopometri. Dalam hal ini dilakukan perhitungan statistik untuk memilh ukuran yang akan dipergunakan. Membangun rancangan desain produk Kursi Antopometri dalam bentuk 3D dengan AutoCAD sesuai ukuran yang ditentukan. Dengan adanya rancang desain ini memudahkan untuk menggambarkan rancangan produk yang diinginkan serta menjadi patokan dalam proses pembuatan atau perakitan produk. Membuat rancangan Bill of Material Table (BOM Tabl. dan Assembly Chart (AC) untuk pembuatan produk Kursi Antopometri. Kedua diagram ini menentukan urutan proses dalam pembuatan Kursi Antopometri sehingga proses pembuatan runut dan jelas urutannya. Tahap selanjutnya dilakukan proses implementasi pembuatan produk sesuai dengan urutan proses sesuai BOM Table dan AC. Setelah produk jadi dilakukan proses trial dan evaluasi hasil pengukuran apakah Kursi Antopometri dapat memudahkan tugas pengukuran dimensi tubuh praktikan dengan efisien dan sesuai dengan ukuran objek. HASIL DAN PEMBAHASAN Data penelitian yang digunakan adalah data dimensi tubuh manusia. Pengambilan data ini dilakukan dengan mengukur data dari mahasiswa yang ada di prodi Teknik Industri sebanyak 37 . iga puluh tuju. Tabel 1 Sebaran Pengambilan Data Dimensi Tubuh Manusia Kriteria Jenis Kelamin Usia Rentang Laki-laki Perempuan 18-20 tahun >20 tahun Jumlah Persentase Setiap mahasiswa kemudian diukur 34 . ida puluh empa. dimensi tubuhnya selanjutnya dilakukan pengolahan data untuk mengetahui tingkat kecukupan dan keseragaman datanya. Dari pengumpulan data pada mahasiswa, maka didapatkan hasil pengolahan data berupa data dimensi tubuh,. Dari data pengukuran mahasiswa Teknik Industri Universitas Bojonegoro, maka berikut dilakukan penghitungan rata-rata untuk mendapatkan dimensi tubuh manusia. Hasil rata-rata kemudian dihitung pula persentil 5% dan 95% yang dirangkum sebagai berikut. Jurnal Pengembangan Rekayasa dan Teknologi. Vol. No. November 2025 p-ISSN: 1410-9840 & e-ISSN: 2580-8850 Tabel 2 Hasil Pengukuran Dimensi Tubuh Dimensi Tubuh Tinggi Tubuh Posisi berdiri Tegak Tinggi Mata Tinggi Bahu Tinggi Siku Tinggi Genggaman Tangan (Knuckl. pada Posisi Relaks ke bawah Tinggi Badan pada Posisi Duduk Tinggi Mata pada Posisi Duduk Tinggi Bahu pada Posisi Duduk Tinggi Siku pada Posisi Duduk Tebal Paha Jarak dari Pantat ke Lutut Jarak dari Lipat Lutut . ke Pantat Tinggi Lutut Tinggi Lipat Lutut . Lebar Bahu . Lebar Panggul Tebal Dada Tebal Perut . Jarak dari Siku ke Ujung Jari Lebar Kepala Panjang Tangan Lebar Tangan Jarak Bentang dari Ujung Jari Tangan Kiri ke Kanan Tinggi Pegangan Tangan . pada Posisi Tangan Vertikal ke Atas & Berdiri Tegak Tinggi Pegangan Tangan . pada Posisi Tangan Vertikal ke Atas & Duduk Persentil Jurnal Pengembangan Rekayasa dan Teknologi. Vol. No. November 2025 p-ISSN: 1410-9840 & e-ISSN: 2580-8850 Jarak Genggaman Tangan . ke Punggung pada Posisi Tangan ke Depan . Tahapan selanjutnya dari perancangan adalah pembuatan desain Kursi Anthropometri dengan software AutoCAD untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan. Gambar 2 Rancang Bangun Desain 2D Gambar 3 Rancang Bangun Desain 3D Hasil pengolahan data dimensi tubuh selanjutnya digunakan sebagai acuan dalam ukuran pembuatan Kursi Anthropometri. Kursi Anthropometri Pengukur Kaki Besi Kaki Kursi Timbangan . Pengukur Badan Besi Persegi Alas Duduk Besi Panjang Sandaran Punggung Pengukur Kepala Meteran . Besi Pengukur Pinggang Besi Penyangga Kaca Kaca Pengukur Kepala Gambar 4 Bill of Material Kursi Anthropometri Jurnal Pengembangan Rekayasa dan Teknologi. Vol. No. November 2025 p-ISSN: 1410-9840 & e-ISSN: 2580-8850 Tabel 3 Bill of Material Table Kursi Anthropometri Nama Jumlah Bahan Komp. Komponen Unit Pengukur Kaki Besi Kaki Kursi 2 Timbangan Pengukur Badan Alas Duduk Sandaran Punggung Meteran Besi Pengukur Pinggang Pengukur Kepala Penyangga Kaca Kaca Pengukur Kepala Dimensi Ket Proses selanjutnya adalah pembuatan Kursi Anthropometri sesuai desain yang telah dibuat dan urutan proses yang telah dirancang. Secara garis besar adalah sebagai berikut A Pemotongan material besi batang sesuai dengan dimensi-dimensi potongan rancangan kursi A Assembly potongan kursi urut dari bagian atas . aki kurs. lalu badan kursi kemudian dilanjut ke sandaran punggung dan lengan. A Pemasangan alat ukur mistar ke tempat yang ditentukan A Pemasangan alat ukur dimensi kepala . A Proses finishing kursi dan pengecekan ukuran A Proses pengecatan anti karat pada kursi A Proses uji coba pengukuran manusia dengan kursi yang telah jadi A Quality control Proses assembly yang dilakukan pada tahap ini menggunakan panduan Assembly Chart yang telah dirancang sebelumnya sebagai berikut. Jurnal Pengembangan Rekayasa dan Teknologi. Vol. No. November 2025 p-ISSN: 1410-9840 & e-ISSN: 2580-8850 S1A S1A S2A mur & baut S2A S3A Gambar 5 Assembly Chart Kursi Anthropometri KESIMPULAN Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian adalah : Penelitian untuk Kursi Anthropometri sangat membantu dalam proses pengukuran dimensi tubuh manusia dari segi waktu. Hal ini dibandingkan dalam waktu saat pengukuran sampel dimensi tubuh manusia saat pengukuran awal dengan pengukuran tanpa menggunakan kursi. Penelitian pembuatan Kursi Anthropometri membuat mahasiswa berlatih dalam membuat rancang bangun suatu produk melalui proses rancang gambar sampai rancangan produksi. DAFTAR PUSTAKA