Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . Agustus 2025 Page 240-249 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X Home Visit sebagai Pendukung Penanganan Permasalahan Siswa SMA Evi Rahmiyati1*. Elvira Salsabila2 . Martunis3 . Fitra Marsela4 Bimbingan dan Konseling. Universitas Negeri Makassar 2,3,4 Bimbingan dan Konseling. Universitas Syah Kuala Coresponden Email: evi. rahmiyati@usk. Received: May-2025. Reviewed: July-2025. Accepted: July-2025. Published: August-2025. Abstract. This study aims to examine the implementation of home visit services in guidance and counseling at SMAN 12 Banda Aceh. The method used was qualitative research with a descriptive approach. The study subjects consisted of two guidance and counseling teachers, three homeroom teachers, and one Data collection techniques included interviews and documentation, using a structured interview guide and a document recording format as Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion The results indicate that home visit services are implemented by guidance and counseling teachers in collaboration with homeroom teachers to understand student problems and establish communication with parents. Obstacles identified included poor initial communication with students, the lack of an official assignment letter from the principal, and limited operational funds for home visits. Supporting factors, such as a warm welcome from parents and a supportive environment, contributed to the program's success. The novelty of this study demonstrates that the success of home visit services depends not only on formal administrative support but also on emotional engagement and active communication between teachers, students, and parents. The guidance and counseling teacher's initiative in building interpersonal relationships is crucial in the implementation of this service. Keywords: Home Visit. Guidance and Counseling. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan layanan kunjungan rumah dalam bimbingan dan konseling di SMAN 12 Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Subjek penelitian terdiri dari dua guru bimbingan dan konseling, tiga wali kelas, dan satu kepala sekolah. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dan dokumentasi, dengan instrumen berupa panduan wawancara terstruktur dan format pencatatan dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan kunjungan rumah dilaksanakan oleh guru BK bekerja sama dengan wali kelas untuk memahami masalah siswa dan menjalin komunikasi dengan orang tua. Kendala yang ditemukan meliputi komunikasi awal yang kurang baik dengan siswa, tidak adanya surat tugas resmi dari kepala sekolah, dan keterbatasan dana operasional untuk pelaksanaan kunjungan rumah. Faktor pendukung, seperti sambutan hangat dari orang tua dan lingkungan yang mendukung, berkontribusi pada keberhasilan program tersebut. Kebaruan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan layanan kunjungan rumah tidak hanya bergantung pada dukungan administratif formal, tetapi juga pada keterlibatan emosional dan komunikasi aktif antara guru, siswa, dan orang tua. Inisiatif guru BK dalam membangun hubungan interpersonal sangat penting dalam pelaksanaan layanan Kata kunci: Home Visit. Bimbingan dan Konseling. 240 | How to cite this article: Rahmiyati. Salsabila. Martunis, and Marsela. Home Visit sebagai Pendukung Penanganan Permasalahan Siswa SMA, 5. , 240Ae249. https://doi. org/10. 26858/ijosc. 75652 A 2025 The Author. Journal: Indonesian Journal of School Counseling. Publisher: Guidance and Counseling Study Program. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar. Link: https://ojs. id/ijosc Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . December 2025 Page 240-249 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X PENDAHULUAN Tujuan pendidikan nasional adalah membentuk Indonesia yang cerdas, beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia. Untuk mencapai tujuan ini, pengembangan kompetensi siswa harus dilakukan secara holistik, tidak hanya melalui pembelajaran akademik tetapi juga melalui layanan psikopedagogis seperti bimbingan dan konseling. Layanan BK mendukung perkembangan pribadi, sosial, akademik, dan karier siswa, serta membantu mereka menghadapi tantangan sehari-hari. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan layanan BK, diperlukan kegiatan pendukung seperti penggunaan instrumen BK, pengumpulan data, kunjungan rumah, konferensi kasus, penyediaan literatur bimbingan, dan transfer kasus (Rahmi Fratiwi dkk. , 2. Dalam konteks perkembangan modern yang kompleks, siswa seringkali menghadapi tantangan dari lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Hambatan dalam proses pembelajaran menjadi fokus utama guru bimbingan dan konseling, yang berperan krusial dalam memantau dan memastikan perilaku baik siswa (Sukatno dkk. , 2. Terkait permasalahan yang bersumber dari lingkungan keluarga dan masyarakat, salah satu kegiatan pendukung yang dapat dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling adalah kunjungan Menurut (Suhendro, 2. kunjungan rumah bertujuan untuk membantu menyelesaikan permasalahan siswa. (Eni Marta, 2. kunjungan rumah juga berfungsi untuk mengumpulkan data dan memfasilitasi pemecahan masalah melalui komunikasi dengan orang tua atau anggota keluarga. Menurut (POP BK SMA, 2. tujuan home visit adalah untuk membangun hubungan baik dengan wali siswa, melengkapi dan mengklarifikasi data siswa, serta mendorong kolaborasi dalam pemecahan masalah. (MasAoodi dkk. , 2. menyatakan bahwa kunjungan rumah bertujuan untuk mendapatkan data tentang siswa, khususnya mengenai lingkungan tempat tinggal mereka. Komunikasi yang efektif antara orang tua, siswa, dan guru hal yang krusial untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Komunikasi yang terbuka dan terstruktur mendukung perkembangan akademik dan karakter siswa. Peran guru BK penting dalam mendeteksi, memahami, dan menyelesaikan masalah. Selain berkolaborasi dengan keluarga, konselor bimbingan juga dapat berkolaborasi dengan guru mata pelajaran yang memahami permasalahan siswa (Solihatun dkk. , 2. Kunjungan rumah yang efektif memungkinkan konselor bimbingan memperoleh informasi yang akurat tentang permasalahan siswa, yang dapat digunakan untuk merancang layanan bimbingan dan konseling yang tepat, sehingga mendukung perkembangan siswa yang optimal. Observasi awal yang dilakukan sebelumnya, ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi siswa di SMAN 12 Banda Aceh, yaitu: . ketidakhadiran siswa yang sering tanpa keterangan, . kurangnya disiplin dalam mematuhi peraturan, . kondisi keluarga yang broken home yang berdampak negatif pada hasil belajar, . orang tua yang terlalu sibuk, dan . lingkungan kurang kondusif bagi pergaulan remaja. Permasalahan ini menunjukkan bahwa siswa menghadapi berbagai hambatan dari aspek pribadi, keluarga, dan lingkungan sosial yang dapat mengganggu perkembangan belajar dan emosional mereka. 241 | Evi Rahmiyati. Elvira Salsabila. Martunis. Fitra Marsela. Home Visit sebagai Pendukung Penanganan Permasalahan Siswa SMA Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . December 2025 Page 240-249 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X Terdapat berbagai dampak yang ditimbulkan oleh siswa yang melanggar aturan dan mulai terpengaruh oleh kenakalan remaja. Salah satu dampaknya adalah munculnya kemalasan bersekolah (Abdullah Eddy, 2. Menurut (Sabela dkk. , 2. layanan BK diharapkan memulihkan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk memastikan bahwa layanan bimbingan dan konseling tepat sasaran, dengan memanfaatkan informasi tambahan dari kegiatan pendukung seperti home visit. METODE Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan fenomena, baik yang alami maupun buatan, dengan fokus pada karakteristik, kualitas, dan hubungan antar aktivitas. Selain itu, penelitian ini juga menerapkan pendekatan studi kasus, sehingga pendekatan ini mempelajari tentang interaksi lingkungan suatu keadaan (Nursapia Harahap. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan untuk mendapatkan wawasan tentang pelaksanaan home visit sebagai kegiatan pendukung layanan BK di SMAN 12 Banda Aceh. Responden dalam penelitian ini adalah 2 orang guru BK, 3 wali kelas, dan 1 kepala Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu model Miles dan Hubermen, dalam (Nursapia Harahap, 2. ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk menganalisis data kualitatif yaitu. Reduksi data, data yang didapatkan dalam hasil wawancara dan dokumentasi cukup luas, sehingga data perlu disaring. Reduksi data yakni memadatkan informasi, merangkum dan memfokuskan pada hal-hal penting agar informasi yang didapat dapat terlihat lebih sistematis. Penyajian data, setelah data direduksi, maka data dapat disajikan kedalam naskah penelitian. yang dimana merupakan hasil dari pengorganisasian atau pengelompokkan informasi dan telah di spesifikasikan. Penarikan Kesimpulan, langkah selanjutnya menyimpulkan dari asumsi-asumsi dengan data yang telah Disertai adanya dukungan berupa bukti dokumentasi lapangan yang valid. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 12 Banda Aceh selama sekitar satu minggu. Data dikelola secara sistematis melalui wawancara dan dokumentasi berdasarkan jawaban responden. Hasil penelitian mengenai kunjungan rumah sebagai dukungan dalam penanganan masalah siswa di SMAN 12 Banda Aceh disajikan berdasarkan indikator yang diteliti, antara lain: Perencanaan Berdasarkan wawancara dengan guru BK dan wali kelas, diketahui pelaksanaan home visit di SMA Negeri 12 Banda Aceh bahwa tahapan perencanaan home visit dilakukan secara sistematis, dimulai dengan penetapan kasus. Guru BK memulai perencanaan dengan menetapkan kasus siswa yang dianggap perlu dilakukan kunjungan rumah. Prioritas diberikan kepada siswa yang mengalami masalah seperti ketidakhadiran, keterlambatan, kesulitan 242 | Evi Rahmiyati. Elvira Salsabila. Martunis. Fitra Marsela. Home Visit sebagai Pendukung Penanganan Permasalahan Siswa SMA Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . December 2025 Page 240-249 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X ekonomi, atau perilaku menyimpang. Menurut hasil wawancaraoleh guru BK, disampaikan AuAhome visit di sekolah ini latar belakangnya karena adanya permasalahan pada siswa. Misalnya jarang hadir ke sekolah, sering terlambat, dan masalah lainnya, itu masalah yang sering di home visitAAy Selanjutnya guru BK berkoordinasi dengan wali kelas untuk menggali informasi lebih dalam mengenai siswa, termasuk riwayat akademik, perilaku, dan kondisi keluarga. Koordinasi juga dilakukan dengan kepala sekolah untuk mendapatkan izin pelaksanaan. Pada tahap ini guru BK juga mengumpulkan data yang diperlukan meliputi absensi, catatan pelanggaran, dan dokumen pendukung lainnya. Kelengkapan ini penting untuk disampaikan kepada orang tua saat kunjungan. Sebelum pelaksanaan kegiatan, guru BK juga memberitahu kepada orang tua serta siswa bahwa akan ada kegiatan home visit, biasanya pemberitahuan dilakukan dengan menelfon orang tua, ataupun memberitahu secara langsung ke siswa yang bersangkutan. Pelaksanaan Pelaksanaan home visit di SMA Negeri 12 Banda Aceh melibatkan partisipasi aktif guru BK, wali kelas, siswa, dan orang tua. Dimulai dengan adanya komunikasi diawal dan adanya persetujuan dari pihak sekolah, wali siswa, dan siswa. Pada tahap pelaksanaan ini, wali kelas juga ikut terlibat secara aktif, tidak jarang guru BK akan datang ke rumah siswa bersama wali Pada saat kunjungan, guru BK menyampaikan kondisi siswa di sekolah dan mendengarkan kendala dari pihak keluarga, serta mengumpulkan informasi yang dibutuhkan mengenai siswa untuk layanan lanjutan. Setelah diskusi permasalahan selesai, guru BK bersama siswa dan orang tua menyusun komitmen tertulis yang berisi poin-poin yang harus dijalankan siswa. berdasarkan temuan dari wawancara yang disampaikan oleh guru BK: Aujadi kami membuat komitmen bersama, dengan siswa membuat perjanjian kemudian di tanda tangani dan disaksikan orang tuay Dokumen ini ditandatangani oleh siswa, orang tua, guru BK, dan wali kelas. Pada saat melakukan kegiatan tidak jarang ditemukan beberapa kendala teknis dan non-teknis dalam pelaksanaan seperti alamat siswa yang tidak jelas dan ketidakhadiran orang tua meskipun sudah dijanjikan sebelumnya. Evaluasi Evaluasi terhadap pelaksanaan home visit oleh guru BK di SMA Negeri 12 Banda Aceh bertujuan untuk menilai efektivitas, mengidentifikasi kendala, serta menentukan aspek-aspek yang perlu ditingkatkan. Hasil wawancara dengan responden menunjukkan bahwa evaluasi mencakup proses pelaksanaan dan kelengkapan data, respon orang tua, dan komitmen orang tua dan siswa. Kelengkapan data menjadi fokus penting dalam evaluasi, untuk memastikan semua dokumen yang dibutuhkan telah disiapkan dan diisi secara lengkap. Respon orang tua juga menjadi bahan evaluasi bagi guru BK. Berdasarkan hasil wawancara, diketahui bahwa sebagian besar orang tua memberikan respon positif terhadap pelaksanaan home visit. Sesuai dengan yang disampaikan oleh guru BK: 243 | Evi Rahmiyati. Elvira Salsabila. Martunis. Fitra Marsela. Home Visit sebagai Pendukung Penanganan Permasalahan Siswa SMA Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . December 2025 Page 240-249 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X AuAselama saya melaksanakan home visit tidak ada saya melihat orang tua yang tidak senang, bahkan mereka mengucapkan banyak terima kasih kepada kamiAAy Orang tua merasa terbantu dan menunjukkan sikap terbuka setelah memahami tujuan selanjutnya komitmen juga menjadi indicator penting untuk di evaluasi, guru BK akan melakukan enegasan ulang terhadap komitmen yang telah disepakati selama home visit, baik secara lisan maupun tertulis. Analisi Hasil Evaluasi Setelah evaluasi dilakukan, dilajutkan dengan tahap analisis hasil evaluasi. Tahap ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana pelaksanaan kunjungan rumah berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan siswa serta mengidentifikasi langkah-langkah tindak lanjut yang Berdasarkan hasil wawancara dengan guru BK. AuAsetelah melaksanakan home visit kami bertanya kepada wali kelas, atau guru bidang studi bagaimana keadaan siswa di kelas, apakah ada perubahan atau tidak, untuk tindakan selanjutyaAy Analisis dilakukan dengan mengkaji kembali data yang diperoleh selama home visit dan menghubungkannya dengan perkembangan kondisi siswa di sekolah. Tindak Lanjut Tahap selanjutnya dari pelaksanaan kegiatan home visit adalah tindak lanjut, yang dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dan analisis data dari kegiatan sebelumnya. Tindak lanjut ini bertujuan untuk memastikan bahwa permasalahan siswa ditangani secara komprehensif, dan komitmen yang telah dibuat bersama siswa dan orang tua benar-benar dilaksanakan. hasil wawancara dengan guru BK, yaitu: AuTindak lanjut yang kami laksanakan setelah home visit itu tergantung dengan komitmen yang sudah disepakati, kami memperhatikan siswa apakah komitmen itu di jalani atau tidak, lalu membuat layanan lanjutan apabila siswa masih memerlukan bantuan. Ay Guru BK akan mengevaluasi apakah permasalahan siswa telah terselesaikan atau masih membutuhkan layanan lanjutan, bahkan dalam beberapa kasus diperlukan home visit ulang jika masalah belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Pelaporan Tahap akhir dari pelaksanaan kegiatan home visit adalah penyusunan laporan, yang menjadi bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi resmi atas kegiatan yang telah dilakukan. Laporan ini dibuat oleh guru BK berdasarkan rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir home visit, serta menjadi bahan evaluasi dan dasar dalam pengambilan keputusan terhadap tindak lanjut permasalahan peserta didik. Laporan akan diserahkan kepada kepala sekolah. Hasil wawacara dengan guru BK, yaitu. Ausetelah laporan ini selesai, akan di bukukan kemudian juga disampaikan kepada kepala sekolah, laporan juga diarsipkan sebagai tindak lanjut apabila diperlukan,seperti pada saat rapat kenaikan kelasAAy 244 | Evi Rahmiyati. Elvira Salsabila. Martunis. Fitra Marsela. Home Visit sebagai Pendukung Penanganan Permasalahan Siswa SMA Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . December 2025 Page 240-249 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X Penyusunan laporan dilakukan dengan mencantumkan berbagai informasi penting yang relevan dengan kegiatan home visit. Pembahasan Bagian Program home visit mendukung guru BK dalam mendapatkan informasi langsung mengenai kegiatan siswa di rumah dan berkomunikasi langsung dengan orang tua (Sabela , 2. Perencanaan merupakan tahap krusial dalam pelaksanaan layanan kunjungan rumah oleh guru BK, karena menentukan arah dan keberhasilan kegiatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik perencanaan kunjungan rumah di SMAN 12 Banda Aceh sebagian besar telah dilaksanakan sesuai dengan penelitian (Fadia Nurul Azmi, 2. menekankan bahwa pelaksanaan home visit memerlukan perencanaan dan persiapan yang matang dari guru BK, serta kerja sama yang baik dari orang tua dan persetujuan kepala sekolah. Penetapan kasus menjadi langkah awal yang krusial dalam menentukan prioritas siswa yang perlu dilakukan home visit. Siswa dengan latar belakang keluarga tidak harmonis atau kondisi ekonomi lemah menjadi fokus utama. (Yanti dkk. , 2. perilaku menyimpang yang dilakukan anak disebabkan oleh keluarga yang tidak hamonis. Terdapat kelemahan dalam aspek pemberian informasi kepada siswa. Guru BK cenderung memberikan pemberitahuan tanpa menyampaikan secara jelas tujuan kegiatan home visit. Hal ini memengaruhi penerimaan siswa terhadap kegiatan tersebut. Dari aspek administratif, tidak adanya surat tugas resmi dari kepala sekolah dapat menjadi kekurangan dalam aspek formalitas. (Nabila , 2. menyiapkan kelengkapan administrasi merupakan bagian dari perencanaan kegiatan layanan Pelaksanaan home visit memungkinkan terjalinnya komunikasi antara sekolah dan Untuk mencapai tujuan, guru dan sekolah memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk keluarga (Dini & Az Zahroh, 2. Temuan menunjukkan bahwa guru BK di SMAN 12 Banda Aceh telah melaksanakan kunjungan rumah dengan memperhatikan aspek komunikasi interpersonal, perencanaan administratif, dan pendekatan partisipatif. Sesuai dengan(Fadia Nurul Azmi, 2. guru BK mengkomunikasikan rencana kunjungan rumah kepada pihak terkait, seperti wali kelas, kepala sekolah,dan orang tua siswa. Pelaksanaan sebaiknya dilakukan setelah memperoleh persetujuan dari semua pihak terkait, terutama orang tua siswa. Keterlibatan wali kelas dalam proses ini memperkuat pendekatan kolaboratif dalam penanganan masalah siswa Pentingnya komunikasi persuasif juga menjadi hal utama dalam tahap pelaksanaan. guru BK harus menghindari kesan represif dalam kunjungan. Komunikasi harus bersifat humanis, fokus pada solusi, dan menjunjung kepercayaan orang tua terhadap peran sekolah. Hal ini sejalan dengan pandangan (Sukardi, 2. bahwa home visit bertujuan menggali informasi lingkungan dan menyelesaikan permasalahan siswa melalui dialog bersama. Pembuatan komitmen bersama yang ditandatangani semua pihak mencerminkan adanya kesepakatan kolektif untuk memperbaiki kondisi siswa. Hal ini mendukung gagasan (Prayitno & Amti Erman, 2. bahwa home visit bertujuan menggalang komitmen keluarga untuk mengatasi masalah klien. Pelaksanaan home visit masih menghadapi tantangan, baik dari internal . eterbatasan waktu, tenaga, dan pemahaman konselo. maupun eksternal . lamat tidak jelas, sarana transportasi terbatas, dan ketidakhadiran orangtu. Sejalan dengan yang disampaikan (Triwardhani dkk. , 2. Salah satu kendala yang sering dihadapi dalam komunikasi antara orang tua dan guru adalah masalah waktu. Ketidaksesuaian waktu akibat aktivitas masing245 | Evi Rahmiyati. Elvira Salsabila. Martunis. Fitra Marsela. Home Visit sebagai Pendukung Penanganan Permasalahan Siswa SMA Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . December 2025 Page 240-249 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X masing pihak mengharuskan guru untuk menyesuaikan waktu penyampaian pesan agar dapat diterima dengan baik oleh orang tua. Evaluasi bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai efektivitas pelaksanaan dan sebagai dasar perencanaan perbaikan yang berkelanjutan. Evaluasi dilakukan untuk menilai program, aktivitas, dan pelaksanaannya dengan tujuan untuk menentukan langkah-langkah strategis di masa yang akan datang. (Fajriatunisah dkk. , 2. Pada tahap ini, guru BK menilai pelaksanaan home visit, termasuk komitmen kerja sama dengan orang tua serta kelengkapan hasil kunjungan (Amin dkk. , 2. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa guru BK telah berupaya menerapkan layanan secara sistematis, dengan memperhatikan mutu proses dan partisipasi pihak-pihak terkait. Evaluasi mencakup aspek teknis dan non-teknis, seperti efektivitas komunikasi, pendekatan kepada orang tua, serta hambatan-hambatan yang perlu diantisipasi dalam kegiatan home visit selanjutnya. Evaluasi terhadap kelengkapan data menjadi langkah penting karena berkaitan dengan kualitas dokumentasi dan tindak lanjut intervensi. Data yang tidak lengkap akan menghambat akurasi diagnosis masalah dan penentuan layanan selanjutnya. Evaluasi terhadap respon orang tua tidak kalah penting. Respon positif dari orang tua menunjukkan adanya penerimaan terhadap peran guru BK dalam membantu menyelesaikan masalah anak. Hal ini mendukung pernyataan (Sholeh, 2. bahwa membangun komitmen orang tua sangat membantu penyelesaian masalah anak. Komitmen ini tercermin dari kesediaan orang tua untuk berdiskusi, menandatangani form perjanjian, dan bekerja sama dengan sekolah. Tahap analisis hasil evaluasi juga komponen penting dalam bimbingan dan konseling, yang berfokus pada penilaian efektivitas hasil home visit dalam membantu penyelesaian permasalahan siswa(Fadia Nurul Azmi, 2. Analisis ini berfungsi sebagai penghubung antara data yang diperoleh selama kunjungan rumah dengan keputusan tindak lanjut layanan. Guru BK bekerja sama dengan wali kelas dan guru mata pelajaran untuk menghimpun informasi tambahan pasca home visit. Hasil analisis digunakan untuk menentukan kebutuhan layanan lanjutan, seperti konseling individu, rujukan, atau pelimpahan kasus ke pihak kesiswaan bila tidak ada perkembangan, ini menunjukkan bahwa manfaat home visit tidak berhenti pada kunjungan semata, tetapi berlanjut hingga tercapainya perubahan positif. Elemen penting selanjutya adalah tindak lanjut,(Amin dkk. , 2. tindak lanjut didasarkan pada dua hal utama: apakah masalah siswa dapat diselesaikan dalam satu kunjungan atau memerlukan home visit lanjutan serta layanan konseling tambahan. Keakuratan dalam menentukan tindak lanjut sangat memengaruhi keberhasilan penyelesaian Jika tindak lanjut tidak sesuai dengan kebutuhan atau akar masalah siswa, maka solusi yang diberikan tidak akan efektif. Secara keseluruhan, tahap ini mencerminkan keberlanjutan layanan BK, di mana intervensi tidak berhenti pada kunjungan awal, tetapi dilanjutkan dengan pemantauan berkelanjutan dan kerja sama antara guru, orang tua, serta kepala sekolah. Laporan berfungsi sebagai bentuk dokumentasi formal sekaligus bahan evaluasi dan analisis untuk menyusun rencana lanjutan. (Amin dkk. , 2. , laporan yang dibuat dari awal hingga akhir kegiatan home visit menjadi data penting untuk dokumentasi peserta didik. Menyusun laporan home visit merupakan bukti nyata telah dilaksanakannya kegiatan (Aththaybah dkk. , 2. Laporan diakhir pelaksanaan untuk dilaporkan saat rapat akhir semester sebagai evaluasi dan perbaikan pada program layanan home visit yang sudah Berdasarkan hasil penelitian di SMAN 12 Banda Aceh, laporan home visit yang dibuat mencakup informasi yang komprehensif terkait siswa, permasalahan yang dihadapi, upaya 246 | Evi Rahmiyati. Elvira Salsabila. Martunis. Fitra Marsela. Home Visit sebagai Pendukung Penanganan Permasalahan Siswa SMA Indonesian Journal of School Counseling Volume 5 . December 2025 Page 240-249 DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. ISSN: 2775-555X pemecahan masalah, pihak-pihak yang terlibat, dan rencana tindak lanjut. Informasi ini tidak hanya menjadi arsip kegiatan, tetapi juga digunakan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan, seperti saat rapat kenaikan kelas, pertemuan orang tua, atau saat penyusunan program layanan berikutnya. Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada kepala sekolah, dokumentasi laporan juga berfungsi sebagai bahan konferensi kasus dan pemantauan keberlanjutan layanan. Hal ini sejalan dengan pendapat (Prayitno & Amti Erman, 2. yang menyatakan bahwa hasil kunjungan rumah dapat digunakan dalam proses penanganan masalah lanjutan dan konferensi kasus SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Home visit merupakan salah satu layanan pendukung di SMAN 12 Banda Aceh yang dilaksanakan oleh guru BK bersam-sama dengan wali kelas untuk mengetahui lebih jelas penyebab atau latar belakang permasalahan siswa, serta mengkomunikasikan permasalahan ke orang tua. Mengacu pada penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 12 Banda Aceh, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan home visit oleh guru BK berjalan sesuai dengan prinsip layanan bimbingan yang sistematis dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Setiap tahapan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, analisis hasil evaluasi, tindak lanjut, hingga penyusunan laporan Telah dilaksanakan secara sistematis dan melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk wali kelas, orang tua, dan kepala sekolah. Perencanaan kegiatan home visit sudah mengacu pada prinsip dasar layanan BK yang efektif, meskipun masih perlu ditingkatkan dari segi dokumentasi formal dan pendekatan psikologis terhadap siswa. Tahap pelaksanaan menunjukkan dedikasi dan sinergi antara guru BK dan wali kelas, meski tantangan teknis seperti pendataan alamat dan keterbatasan logistik masih menjadi kendala. Evaluasi dilakukan sebagai upaya reflektif dan strategis untuk menilai efektivitas layanan serta merancang pendekatan lanjutan yang lebih relevan. Analisis hasil evaluasi berperan penting dalam mengkaji sejauh mana data dan informasi dari home visit berkontribusi terhadap penyelesaian masalah siswa. Tahap tindak lanjut memperlihatkan kesinambungan layanan melalui pemantauan dan kolaborasi antarpihak guna menjamin perubahan positif pada diri siswa. Terakhir, penyusunan laporan home visit menjadi tahap penting dalam mendokumentasikan seluruh proses kegiatan sebagai bagian dari akuntabilitas dan profesionalisme layanan BK. Laporan ini tidak hanya menjadi bukti administrasi, tetapi juga sebagai rujukan dalam pengambilan keputusan dan pengembangan layanan ke Dengan demikian, pelaksanaan home visit di SMA Negeri 12 Banda Aceh dapat dikatakan sudah berjalan cukup optimal dan relevan dalam mendukung tercapainya tujuan bimbingan dan konseling secara komprehensif di lingkungan sekolah Saran