http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 5 No 1. Juni 2022 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 The Effect of Counseling on Knowledge Levels and Intentions of Pregnant Women in the Implementation of Triple Elimination Screening Ni Nyoman Wiantini1. Luh Putu Widiastini2. Ni Made Risna Sumawati3 Abstrak Human immunodeficiency virus (HIV). Hepatitis B, dan Sifilis dapat dialami ibu selama masa kehamilan dan berpotensi menimbulkan kecacatan maupun kematian. Strategi Pemerintah dalam mencegah penularan dari ibu ke anak didasari atas perlunya meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pelaksanaan screening triple elimination pada ibu hamil dalam mewujudkan keluarga sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyuluhan triple elimination terhadap tingkat pengetahuan dan intensi ibu hamil dalam pelaksanaan screening triple elimination. Jenis penelitian pre eksperimental dengan design one group pre-posttest melibatkan 47 responden ibu hamil trimester pertama yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner yang diisi responden sebelum dan sesudah penyuluhan triple elimination dilakukan. Analisis menggunakan uji Wilcoxon. Nilai statistik pengetahuan sebelum dan setelah diberikan intervensi adalah -5,977, p-value 0,00 (< 0. , sedangkan nilai statistik intensi -5,977 dengan nilai p-value 0,01 (<0. Ada pengaruh penyuluhan triple elimination terhadap tingkat pengetahuan dan intensi ibu hamil dalam pelaksanaan screening triple elimination. Perlu dilaksanakan konseling yang efektif dengan memaksimalkan layanan antenatal care oleh tenaga kesehatan professional. Kata kunci: Triple Elimination. Pengetahuan. Intensi. Kehamilan Abstract Human immunodeficiency virus (HIV). Hepatitis B, and Syphilis can be experienced by mothers during pregnancy and have the potential to cause disability or death. The Government's strategy in preventing mother-to-child transmission is based on the need to increase knowledge of pregnant women about the implementation of triple elimination screening for pregnant women in realizing a healthy family. This study aims to analyze the effect of triple elimination counseling on the level of knowledge and intentions of pregnant women in the implementation of triple elimination screening. Preexperimental research with one group pre-posttest design involving 47 respondents of first-trimester pregnant women who were selected using a purposive sampling technique. The research instrument used was a questionnaire filled out by respondents before and after triple elimination counseling was conducted. Analysis using Wilcoxon test. The statistical value of knowledge before and after the intervention was -5. 977, a p-value of 0. 00 (<0. , while the statistical value of intention was -5. 977 with a p-value of 0. 01 (<0. There is an effect of triple elimination counseling on the level of knowledge and intentions of pregnant women in the implementation of triple elimination screening. It is necessary to carry out effective counseling by maximizing antenatal care services by professional health workers Keywords: Triple Elimination. Knowledge. Intention. Pregnancy Submited : 10 Maret 2022 Revised : 2 Mei 2022 Affiliasi penulis : 1,2,3,4 Sarjana Kebidanan. STIKES Bina Usada Bali Korespondensi : AuDr. Luh Putu Widiastini. Si. KesAy email: dilaga@gmail. PENDAHULUAN Human immunodeficiency virus (HIV). Hepatitis B, dan Sifilis dapat dialami ibu selama masa kehamilan dan berpotensi menimbulkan kecacatan maupun kematian . Cakupan deteksi dini HIV pada ibu hamil tahun 2019 mencapai 2. Hepatitis B pada ibu hamil melalui Rapid Diagnostic Test (RDT) HbSAg pada tahun 2019 mencapai 158 . Kasus ibu hamil dengan HIV di Indonesia ditemukan sebesar 19,5% dari 993 total penderita HIV pada bulan April hingga Juni 2020. Upaya pencegahan HIV dan sifilis dari ibu ke anak pada periode Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Accepted: 19 Mei 2022 tersebut, ditemukan sejumlah 1. 555 orang terkonfirmasi positif HIV dan 741 orang positif sifilis . Strategi Pemerintah dalam mencegah penularan HIV, sifilis dan hepatitis B dari ibu ke anak didasari atas peningkatan pengetahuan ibu hamil melalui screening tripple elimination. Pelaksanaan screening triple elimination pada ibu hamil meliputi deteksi dini HIV, hepatitis B dan sifilis. Mengingat bahwa ketiga penyakit ini adalah penyakit yang dapat dicegah, maka upaya screening, perawatan dan vaksinasi sangat dibutuhkan . Menurut Bapenas tahun 2018, upaya promotif dan preventif masih perlu ditingkatkan untuk mengatasi penyakit menular yang saat ini masih belum dapat Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 5 No 1. Juni 2022 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 dikendalikan dengan baik . Screening merupakan perawatan sederhana yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko penularan pada ibu hamil maupun bayinya . Hasil studi pendahuluan pada bulan Juli 2021 di Rumah Sakit Surya Husadha Nusa Dua ditemukan sejumlah 3976 pasien ANC sepanjang tahun 2020 dan 1570 pasien sejak Januari hingga Juni 2021. Wawancara telah dilakukan terhadap 10 orang ibu hamil. Hasil wawancara pada ibu hamil memperoleh beberapa fakta yaitu terdapat enam dari 10 orang ibu hamil belum pernah mendengar tentang screening triple elimination dan empat ibu hamil lainnya sudah melaksanakan Berdasarkan uraian latar belakang tersebut maka perlu diteliti lebih lanjut terkait pengaruh penyuluhan triple elimination terhadap tingkat pengetahuan dan intensi ibu hamil dalam pelaksanaan screening triple elimination di Rumah Sakit Umum Surya Husadha Nusa Dua. Tingkat pengetahuan ibu hamil METODE Jenis penelitian pre-eksperimental dengan desain one group pre-post test yang dilaksanakan di Rumah Sakit Surya Husadha Nusa Dua sejak 30 November hingga 30 Desember 2021. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester pertama yang memeriksakan kehamilan melalui ANC di Rumah Sakit Surya Husadha Nusa Dua yang dipilih dengan teknik sampling yaitu purposive sampling berjumlah 47 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner yang disusun berdasarkan teori-teori yang membahas pelaksanaan screening triple elimination pada kehamilan berjumlah 30 pertanyaan tentang pengetahuan dan 10 pertanyaan terkait intensi. Seluruh butir kuesioner pengetahuan telah melalui uji validitas dan terbukti valid (>r tabel 0,. dengan nilai r 0,376-0,618 dan kuesioner 0,503-0,868. Kuesioner pengetahuan dan intensi juga telah terbukti reliabel dengan nilai Chronbach Alpha berturut-turut 0,877 dan 0,906 (>0,. Data yang dikumpulkan kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan Wilcoxon, karena data berskala ordinal, untuk menganalisis pengaruh penyuluhan triple elimination terhadap tingkat pengetahuan dan intensi ibu hamil dalam pelaksanaan screening triple elimination. Intensi ibu hamil Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pelaksanaan screening triple elimination dijabarkan dalam tabel 1. Tabel 1. Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pelaksanaan screening triple elimination Pengetahuan Sebelum Setelah Kategori Kurang Cukup Baik Kurang Cukup Baik Jumlah . Persentase (%) Tingkat pengetahuan ibu hamil paling banyak pada sebelum intervensi penyuluhan triple elimination yaitu kategori pengetahuan kurang sebanyak 24 responden . ,1%), sedangkan setelah intervensi ditemukan mengalami peningkatan menjadi paling banyak dengan kategori pengetahuan cukup sebanyak 25 responden . ,2%). Intensi ibu hamil tentang pelaksanaan screening triple elimination dijabarkan dalam Tabel 2. Intensi ibu hamil dalam pelaksanaan screening triple elimination Intensi Sebelum Setelah Kategori Kurang Cukup Baik Kurang Cukup Baik Jumlah . Persentase (%) Intensi ibu hamil paling banyak dalam pelaksanaan screening triple elimination pada sebelum intervensi penyuluhan triple elimination yaitu kategori tinggi sebanyak 31 responden . %), sedangkan setelah intervensi penyuluhan triple elimination yaitu kategori tinggi sebanyak 37 responden . ,7%). Pengaruh penyuluhan triple elimination terhadap tingkat pengetahuan dan intensi ibu hamil dalam pelaksanaan screening triple HASIL Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 5 No 1. Juni 2022 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 Tabel 3. Hasil uji pengaruh penyuluhan triple elimination terhadap tingkat pengetahuan dan intensi ibu hamil dalam pelaksanaan screening triple Penelitian pengaruh penyuluhan triple elimination terhadap pengetahuandan intensi ibu hamil Variabel Pengetahuan Intensi Waktu Sebelum Setelah Sebelum Setelah Stat. -5,977 0,000 -3,341 0,001 Mean 54,96 74,89 75,95 82,76 elimination di Rumah Sakit Umum Surya Husadha Nusa Dua. Hasil ini dibuktikan melalui nilai pengaruh terhadap pengetahuan dengan p-value 0,000 dan nilai statistik 5,977, sedangkan pengaruh terhadap intensi dengan nilai p-value 0,001 dan nilai statistik 3,341. Nilai rata-rata setelah intervensi diberikan lebih besar dari nilai sebelum intervensi sehingga penyuluhan triple meningkatkan pengetahuan dan intensi ibu hamil pada penelitian ini. PEMBAHASAN Tingkat pengetahuan ibu hamil Penyuluhan kesehatan merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk Pendidikan kesehatan harus berbasis teori dan bukti, intervensi yang direkomendasikan untuk mempertimbangkan temuan empiris dan asumsi teoritis yang terbukti . Penelitian di Cina oleh . , ditemukan bahwa ibu hamil memiliki pengetahuan yang rendah sebab tidak mengetahui bahwa hepatitis B dapat ditularkan melalui hubungan seksual tanpa proteksi dan dapat ditularkan dari ibu ke janin. Setelah penyuluhan diberikan, sikap dan kesediaan dalam pelaksanaan screening hepatitis B ditemukan meningkat. Dalam penelitian ini, pengetahuan dan sikap yang lebih baik disandingkan dengan tingkat pendidikan tinggi. Penelitian di Indonesia oleh . , menemukan bahwa intervensi serupa dengan penelitian ini yaitu workshop pengetahuan tentang pelaksanaan screening triple elimination pada ibu hamil. Materi yang disampaikan dalam workshop tersebut yaitu Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman elimination, penyampaian sumber informasi terpercaya yang dapat digunakan sebagai rujukan terkait triple elimination, penggunaan leaflet sebagai media serta keterampilan dalam menyampaikan informasi dengan benar dan menarik. Intensi ibu hamil Intensi mengandung aspek motivasional dalam menerapkan sebuah perilaku. Intensi mengindikasikan kesiapan dan kemauan untuk mengikuti perilaku tertentu yang memiliki kaitan erat dengan rencana dan memiliki peran kunci dalam terjadinya sebuah perilaku . Intensi berfungsi sebagai faktor prediksi awal terhadap tingkat keberhasilan perilaku yang mengindikasikan kemauan dan usaha seseorang dalam mencoba sesuatu dalam hal ini tindakan pencegahan kesakitan . Penelitian yang dilakukan oleh . , ditemukan faktor yang dapat mendukung kecenderungan ibu hamil dalam pelaksanaan triple elimination dan menemukan faktor intensi sebagai faktor independen yang Variabel intensi secara berasamaan dengan faktor lain berupa akses informasi pengetahuan, ekspektasi hasil, keyakinan diri serta dukungan suami secara bersamaan ditemukan berpengaruh dalam pelaksanaan screening triple elimination ibu Hasil penelitian serupa ditemukan bahwa penyuluhan mampu memberikan edukasi yang tepat terkait triple elimination akan membangun motivasi ibu hamil dalam kesehatan dan berusaha untuk mengakses pelayanan triple elimination . Pengaruh penyuluhan triple elimination terhadap tingkat pengetahuan dan intensi ibu hamil dalam pelaksanaan screening triple Promosi kesehatan yang diterapkan bagi target yang berisiko memperoleh infeksi menular adalah menekankan pada ketepatan pengetahuan tentang HIV maupun penyakit menular lainnya serta praktik seksual yang Skrining ditargetkan untuk dilakukan sebelum kehamilan berusia 12 minggu dan pertama kali kunjungan antenatal untuk kemungkinan terjadi infeksi sifilis maupun HIV . Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 5 No 1. Juni 2022 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 Hasil penelitian ditemukan bahwa pelaksanaan skrining sifilis pada ibu hamil yang rendah disebabkan oleh literasi kesehatan yang tidak memadai serta tanggungan pemeriksaan kesehatan ini bagi ibu hamil yang tinggi. Kesadaran yang rendah terkait pentingnya pemeriksaan penyakit menular seksual yang berbahaya bagi janin yang terbatas berdampak pada Kondisi mengindikasikan bahwa edukasi sangat dibutuhkan ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan sehingga kesadaran dalam melakukan skrining dapat meningkat . Berdasarkan penelitian yang dilakukan . , bahwa seseorang dengan pengetahuan yang lebih baik, memiliki kecenderungan untuk menerima saran dan mau melakukan tes HIV sebagaimana yang disarankan oleh petugas SIMPULAN Simpulan dalam penelitian ini meliputi: Tingkat pengetahuan ibu hamil paling banyak pada sebelum intervensi penyuluhan triple elimination yaitu kategori pengetahuan kurang sebanyak 24 responden . ,1%), sedangkan setelah intervensi yaitu pengetahuan cukup sebanyak 25 responden . ,2%). Intensi ibu hamil paling banyak dalam pelaksanaan screening triple elimination pada sebelum intervensi penyuluhan triple elimination yaitu kategori tinggi . %), sedangkan pada setelah intervensi yaitu kategori tinggi sebanyak 37 responden . ,7%). Pengaruh penyuluhan triple elimination terhadap tingkat pengetahuan dan intensi ibu hamil dalam pelaksanaan screening triple elimination di Rumah Sakit Umum Surya Husadha Nusa Dua menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan elimination terhadap pengetahuan dan intensi ibu hamil dalam pelaksanaan screening triple elimination di Rumah Sakit Umum Surya Husadha Nusa Dua dengan nilai p-value berturut-turut 0,000 dan 0,001. DAFTAR PUSTAKA