Journal of Learning and Educational Technology Vol. 1 No. 1 September . | 1-7 e-ISSN: x-x p-ISSN: x-x DOI: x Penerapan Media Pembelajaran Audio Visual pada Program Kampus Mengajar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Exwan Andriyan Verrysaputro1. Aoulia Indag Agysti2. Dhiya Nabilah Putri3 Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Indonesia Universitas Wijayakusuma. Purwokerto. Indonesia Riwayat Artikel: Diterima : 25 Januari 2024 Disetujui : 2 Agustus 2024 Diterbitkan : 4 September 2024 Korespondensi: Nama : Exwan Andriyan Verrysaputro Afiliasi : Universitas Jenderal Soedirman Email : exwan. andriyan@unsoed. Abstrak: Berdasarkan hasil observasi terhadap hasil belajar siswa di Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Tanjung, ditemukan bahwa 55% siswa kelas V belum memenuhi kriteria ketuntasan minimum. Hal ini menunjukkan perlunya penerapan metode yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan media pembelajaran audio visual dalam program Kampus Mengajar guna meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya di kelas V. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media pembelajaran audio visual dalam program Kampus Mengajar memberikan peningkatan hasil belajar siswa secara signifikan, dengan rata-rata peningkatan sebesar 81,89%. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan pemanfaatan media audio visual sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan hasil belajar Kata Kunci: Audio Visual. Hasil Belajar. Kampus Mengajar. Media Pembelajaran Abstract: Based on observations of student learning outcomes at Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Tanjung, it was found that 55% of fifth-grade students did not meet the minimum competency standards. This indicates the need for effective methods to improve student learning outcomes. This study aims to analyze the application of audiovisual learning media in the Kampus Mengajar program to enhance the learning outcomes of fifth-grade This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through questionnaires and interviews, and then analyzed using data reduction, data presentation, verification, and triangulation techniques. The results show that the application of audio-visual learning media in the Kampus Mengajar program significantly improved student learning outcomes, with an average increase of 81. Based on these findings, it is recommended to utilize audio-visual media as a strategy to enhance student learning outcomes. Keywords: Audio Visual. Learning Media. Learning Outcomes. Kampus Mengajar PENDAHULUAN Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Tanjung sebagai lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk dasar pengetahuan dan keterampilan siswa, khususnya di kelas Perubahan zaman yang cepat, terutama dalam hal teknologi, mendorong perlunya penyempurnaan metode pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan siswa modern. Pemanfaatan media pembelajaran audio visual menjadi salah satu alternatif yang menarik untuk memperkaya proses belajar mengajar (Verrysaputro et al. , 2. Dalam menghadapi era digital, di mana informasi dapat diakses dengan cepat, siswa kelas V SD Negeri 2 Tanjung perlu dilibatkan dalam pembelajaran yang relevan dengan dunia mereka. Pemanfaatan media pembelajaran audio visual diharapkan dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih menarik, membantu siswa dalam memahami konsep-konsep pembelajaran dengan lebih baik. Verrysaputro et al. - Penerapan Media A JLET | Vol. 1 Ae No. September 2024 | Hal 1-7 serta memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan menyenangkan (Fitriana & Verrysaputro, 2. Penting untuk memahami bahwa perkembangan teknologi tidak hanya memberikan kemudahan akses informasi, tetapi juga mengubah cara siswa belajar (Nomleni et al. , 2. Siswa kelas V cenderung memiliki preferensi terhadap pembelajaran yang bersifat visual dan Oleh karena itu, pemanfaatan media pembelajaran audio visual di SD Negeri 2 Tanjung diharapkan dapat mengakomodasi gaya belajar siswa dengan lebih baik, meningkatkan motivasi, dan menghasilkan hasil pembelajaran yang lebih optimal. Namun, kendati potensialnya besar, implementasi media pembelajaran audio visual tidak serta merta berjalan tanpa tantangan. SD Negeri 2 Tanjung mungkin menghadapi kendala terkait dengan ketersediaan perangkat dan infrastruktur, serta kesiapan guru dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, perlu adanya upaya serius dalam pemenuhan sarana dan prasarana, serta peningkatan kompetensi guru dalam mengelola media pembelajaran audio visual (Arifin & Wardani, 2. Penggunaan media pembelajaran audio visual di SD Negeri 2 Tanjung perlu diintegrasikan secara seimbang dalam kurikulum untuk memastikan efektivitasnya dalam mendukung pencapaian kompetensi dasar siswa. Perencanaan yang matang sangat penting agar media ini tidak hanya berfungsi sebagai tambahan visual yang menarik, tetapi juga benar-benar menjadi alat bantu pembelajaran yang memperkuat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Selain itu, evaluasi secara berkala harus dilakukan untuk mengukur dampak dan efektivitas penggunaan media tersebut terhadap hasil belajar siswa, sehingga dapat diidentifikasi aspek-aspek yang perlu ditingkatkan atau disesuaikan (Mayoli & Tamrin, 2. Dengan mempertimbangkan faktorfaktor tersebut, diharapkan SD Negeri 2 Tanjung dapat merancang dan mengimplementasikan strategi penggunaan media pembelajaran audio visual yang optimal. Hal ini diharapkan akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap proses pembelajaran dan pencapaian akademis siswa kelas V, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan bermakna (Verrysaputro et al. , 2. Hasil observasi di SD Negeri 2 Tanjung mengindikasikan adanya masalah yang signifikan terkait dengan hasil belajar siswa kelas V yang menunjukkan tingkat pencapaian yang tidak Dalam observasi tersebut, terlihat bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep pembelajaran yang diajarkan. Pada ujian-ujian formatif dan sumatif, tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran terlihat rendah, menciptakan ketidakoptimalan dalam pencapaian hasil belajar yang diharapkan (Mubarok et al. , 2. Dari hasil observasi juga terlihat bahwa sebagian siswa menunjukkan kurangnya motivasi terhadap proses pembelajaran. Tingkat keterlibatan siswa terlihat rendah, dan terdapat indikasi bahwa minat mereka terhadap pembelajaran tidak terstimulasi dengan baik. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya variasi metode pembelajaran, kurangnya penggunaan sumber daya pembelajaran yang menarik, serta kebutuhan akan pendekatan yang lebih interaktif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dalam konteks ini, masalah hasil belajar siswa di kelas V di SD Negeri 2 Tanjung memerlukan perhatian serius dan tindakan yang tepat guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil akademis siswa (Nopitri et al. , 2. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat masalah yang signifikan terkait dengan hasil belajar siswa kelas V di SD Negeri 2 Tanjung, termasuk tingkat pemahaman yang rendah dan kurangnya motivasi dalam proses pembelajaran. Siswa menunjukkan kesulitan dalam memahami konsep-konsep pembelajaran dan kurangnya keterlibatan aktif dalam kegiatan Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pemanfaatan media pembelajaran audio visual sebagai alternatif metode pembelajaran. Integrasi teknologi ini diharapkan dapat merangsang minat belajar siswa, meningkatkan pemahaman konsep, dan memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih menyenangkan, sehingga Verrysaputro et al. - Penerapan Media A JLET | Vol. 1 Ae No. September 2024 | Hal 1-7 menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih produktif dan mendukung pencapaian hasil belajar yang optimal. METODE Penelitian ini memanfaatkan metode penelitian kualitatif, yang secara khusus merumuskan pertanyaan, membatasi cakupan pertanyaan, dan mengumpulkan data dari informan dengan pendekatan objektif (Akbar, 2. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang bertujuan memberikan gambaran umum tentang kegiatan kampus mengajar guna meningkatkan hasil belajar siswa. Lokasi penelitian ini adalah SD Negeri 2 Tanjung. Purwokerto Selatan. Kabupaten Banyumas. Provinsi Jawa Tengah dan dilaksanakan selama semester genap T. A 2023/2024. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Tanjung, dengan sampel penelitian sebanyak 20 siswa. Metode pengumpulan data melibatkan penggunaan kuisioner dan wawancara. Kuisioner digunakan untuk menilai peningkatan hasil belajar siswa, sedangkan wawancara digunakan untuk mendapatkan pandangan siswa dan guru sebagai pendamping dengan pendekatan teknik triangulasi. Proses analisis data melibatkan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi untuk mencapai kesimpulan yang akurat (Merriam & Tisdell, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemanfaatan Media Pembelajaran Audio Visual dalam Program Kampus Mengajar Program kegiatan dalam kampus mengajar sangat beragam. Salah satu program tersebut adalah pemanfaatan media berbasis IT. Pemanfaatan media berbasis IT merupakan program kerja dimana siswa akan menjalankan web permainan mengenai numerasi yang sudah disediakan di dalam masing-masing laptop. Tujuan dari program kerja ini yaitu dapat memperkenalkan siswa mengenai teknologi, membuka pola pikir siswa mengenai numerasi, memberikan pengetahuan kepada siswa tentang pola pemecahan numerasi yang disajikan dalam permainan Program ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober dan November dengan sasaran siswa kelas 5 dan 6 SD Negeri 2 Tanjung. Kemudian tantangan yang kami hadapi pada saat melaksanakan program yaitu kurangnya fasilitas laptop yang tidak mencukupi jumlah siswa, selanjutnya rekomendasi yang Mahasiswa berikan kepada pihak sekolah yaitu guru bisa menggunakan web ini untuk menunjang pembelajaran di kelas. Math Game Ceria merupakan program adaptasi teknologi dengan memanfaatkan sebuah web https://w. com yang berisikan game edukatif mengenai literasi maupun numerasi menggunakan laptop. Tujuan dari program kerja ini yaitu dapat membantu siswa dalam memahami teknologi, melatih logika siswa pada saat bermain game, meningkatkan keterampilan belajar, serta mengambangkan daya kreasi dan imajinasi. Sejalan dengan pendapat Saftitri bahwa media pembelajaran dapat digunakan untuk menarik perhatian siswa(Safitri & Kasriman, 2. Program kerja ini dilaksanakan satu kali selama penugasan kampus mengajar dan sudah dilaksanakan pada 9 Oktober 2023 dengan sasaran semua siswa kelas 5 SD Negeri 2 Tanjung. Kemudian tantangan yang kami hadapi pada saat melaksanakan program yaitu kurangnya sumber daya perangkat berupa laptop dan terdapat beberapa siswa yang masih awam dengan penggunaan laptop, selanjutnya rekomendasi yang Mahasiswa berikan kepada pihak sekolah yaitu game edukatif masih dapat dilanjutkan oleh pihak sekolah maupun oleh personal siswa dengan mengakses web tersebut guna menunjang pembelajaran dan meningkatkan kemampuan Penggunaan web dipandang sangat efektif sebagai media yang dapat diterima oleh semua tipe belajar siswa (Fauziah & Ninawati, 2. Verrysaputro et al. - Penerapan Media A JLET | Vol. 1 Ae No. September 2024 | Hal 1-7 Gambar 1. Siswa menggunakan Media Pembelajaran Audio Visual Pemanfaatan media pembelajaran audio visual memiliki sejumlah keuntungan yang signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa (Verrysaputro & Fitriana, 2. Pertama-tama, media ini memberikan visualisasi yang konkret terhadap materi pembelajaran, memungkinkan siswa untuk lebih mudah memahami konsep-konsep abstrak. Ilustrasi visual dan audio yang diberikan oleh media pembelajaran membantu siswa membangun gambaran yang lebih jelas dan mendalam terkait dengan topik pembelajaran, sehingga meningkatkan tingkat retensi informasi. Selain itu, media pembelajaran audio visual dapat merangsang minat belajar siswa dengan menyajikan materi secara menarik dan interaktif (Lestari & Suastika, 2. Visualisasi yang dinamis, animasi, dan suara yang mendukung menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih Dengan meningkatnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, diharapkan mereka dapat lebih fokus dan terlibat aktif dalam memahami pelajaran, sehingga berpotensi meningkatkan pencapaian hasil belajar (Widhayanti & Abduh, 2. Keuntungan lainnya adalah bahwa media pembelajaran audio visual mendukung gaya pembelajaran beragam siswa. Setiap siswa memiliki preferensi belajar yang berbeda-beda, dan penggunaan beragam metode pembelajaran dapat meningkatkan efektivitas pengajaran (Fatimah et al. , 2. Media ini memberikan alternatif pembelajaran yang cocok bagi siswa dengan gaya pembelajaran visual dan auditori, memastikan bahwa setiap siswa dapat memperoleh pemahaman yang optimal sesuai dengan preferensinya. Dengan demikian, pemanfaatan media pembelajaran audio visual bukan hanya menjadi sarana pembelajaran modern, tetapi juga strategi yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil Belajar Siswa saat Memenfaatkan Media Pembelajaran Audio Visual dalam Program Kampus Mengajar Pretest Numerasi Pada bagian presentase jawab soal dengan kompetensi memahami bilangan cacah . enam angk. encakup lambang bilangan, konsep nilai tempatgeneralisas. memperoleh presentase siswa paling tinggi dengan skor 100%. Sedangkan presentase siswa paling rendah yaitu 0% jatuh pada kompetensi membandingkan dua pecahan, termasuk membandingkan pecahan dan bilangan cacah. Pada bagian presentase jawab kompetensi dengan kompetensi menyelesaikan persamaan sederhana menggunakan operasi memperoleh presentase siswa sebesar 57%. Pada bagian presentase jawab soal dengan kompetensi menyelesaikan persamaan sederhana menggunakan operasi penjumlahan atau pengurangan . alam bentuk sederhan. mengenali dan melanjutkan pola bilangan membesar dan mengecil yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan cacah sampai 100. menggunakan penjumlahan/ pengurangan/ perkalian/ pembagian dua bilangan cacah. memahami bilangan cacah . ampai empat angka, mencakup lambang bilangan, konsep nilai tempat-ribuan, ratusan, puluhan, satua. menyajikan, menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk turus, piktogram dan diagram batang . kala satu satua. Verrysaputro et al. - Penerapan Media A JLET | Vol. 1 Ae No. September 2024 | Hal 1-7 mengidentifikasi ciri-ciri dari segiempat, segitiga, segibanyak, dan lingkaran. serta menentukan panjang dan berat benda menggunakan satuan baku memperoleh presentase siswa paling tinggi dengan skor 100%. Sedangkan presentase siswa paling rendah yaitu 0% jatuh pada kompetensi menentukan faktor suatu bilangan cacah dan mengenal bilangan prima, serta menyajikan, menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk turus, piktogram dan diagram batang . kala satu satua. Pada bagian presentase jawab kompetensi dengan kompetensi menyelesaikan persamaan sederhana menggunakan operasi penjumlahan atau pengurangan . alam bentuk sederhan. memperoleh presentase siswa sebesar 77%. Pendapat Guru dan Siswa Terkait Media Pembelajaran dalam Program Kampus Mengajar Gambar 2. Siswa dan Guru Mengisi Aangket untuk Menilai Pelaksanaan Pembelajaran Dalam wawancara dengan guru dan kepala sekolah, terungkap sejumlah pandangan positif terkait dengan keefektifan dan keuntungan pemanfaatan media audio visual dalam pembelajaran siswa di sekolah dasar. Pertama-tama, para guru menyoroti bahwa penggunaan media audio visual dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Dengan visualisasi yang menarik dan suara yang mendukung, siswa lebih tertarik dan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran, sehingga memberikan dampak positif pada tingkat partisipasi dan konsentrasi Selanjutnya, wawancara juga mengungkap bahwa media audio visual membantu dalam menjelaskan konsep-konsep yang kompleks dengan lebih mudah dipahami oleh siswa. Guru menyatakan bahwa visualisasi grafis, animasi, dan klip suara mempermudah penyampaian materi, terutama untuk topik yang bersifat abstrak. Hal ini meningkatkan pemahaman siswa dan mendorong pembelajaran yang lebih mendalam (Adnan et al. , 2. Kepala sekolah menambahkan bahwa keuntungan lain dari pemanfaatan media audio visual adalah peningkatan daya ingat siswa. Dengan menyajikan informasi dalam bentuk yang lebih berkesan dan menarik, siswa cenderung lebih mudah mengingat dan mengaitkan konsepkonsep pembelajaran. Ini menciptakan pengalaman pembelajaran yang positif, yang dapat memperkuat retensi informasi jangka panjang. Guru dan kepala sekolah juga menekankan bahwa media audio visual mendukung diversifikasi gaya pembelajaran siswa (Sapriyah, 2. Dalam kelas yang memiliki siswa dengan gaya belajar beragam, penggunaan berbagai jenis media memungkinkan guru untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran setiap siswa. Dengan memberikan opsi visual dan auditori, media ini memberikan fleksibilitas bagi siswa untuk memilih pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan preferensi mereka. Dalam kesimpulan, hasil wawancara menegaskan bahwa pemanfaatan media audio visual di sekolah dasar memberikan kontribusi positif terhadap efektivitas pembelajaran dan memberikan sejumlah keuntungan, seperti peningkatan keterlibatan siswa, kemudahan pemahaman materi, peningkatan daya ingat, dan dukungan terhadap diversifikasi gaya Verrysaputro et al. - Penerapan Media A JLET | Vol. 1 Ae No. September 2024 | Hal 1-7 Oleh karena itu, pengintegrasian media ini diharapkan dapat terus menjadi strategi yang efektif dalam mendukung pencapaian hasil belajar yang optimal di tingkat sekolah dasar (Fitriana & Verrysaputro, 2. PENUTUP Penggunaan media pembelajaran audio-visual memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa, khususnya dalam bidang kompetensi numerasi. Media pembelajaran audio-visual terbukti tidak hanya sebagai alat bantu belajar, tetapi juga sebagai sarana yang mampu memfasilitasi pencapaian hasil belajar yang optimal. Selain itu, media ini efektif dalam menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan, sehingga meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Keberhasilan ini diperkuat oleh observasi para guru dan kepala sekolah di SD Negeri 2 Tanjung, yang mencatat peningkatan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran serta kemampuan mereka dalam menyelesaikan soal-soal numerasi dengan lebih percaya diri dan tepat waktu. Oleh karena itu, media pembelajaran audio-visual patut dipertimbangkan sebagai salah satu instrumen penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, terutama dalam bidang numerasi yang menjadi dasar bagi penguasaan keterampilan lain di masa depan. DAFTAR PUSTAKA