Lilis Sumaryanti. Pembelajaran Menulis Cerpen PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN MENGGUNAKAN SNOWBALL THROWING Oleh: Oleh: Lilis Sumaryanti (Staf Pengajar Fakultas Agama Islam Unmuh Ponorog. email: sumaryanti_lilis@yahoo. ABSTRACT: Writing can lead students to acquire and develop the power of reason. Therefore, learning to write must be done correctly to students from low-grade. The selection of appropriate learning media and methods as well as the variety of learning models will assist students in improving writing short stories. One way to improve students' skills of writing short stories is the use of models of snowball throwing. In fact there are many obstacles in learning to write short stories and is still oriented toward purely theoretical. Low interest teachers and students to learn to write, especially write short stories as well be one cause. Similarly, in the SDN Janti Slahung Ponorogo especially for students in grade V. Learning to write short stories have not been able to work as expected because 80% of grade V students learn to write student achievement is low, the value of Indonesian KKM 70. 00 has not been achieved. To overcome these problems, the authors find a solution to save a way of throwing a snowball models packed in a class action research (PTK) of the cycle phases. Learning model used in this study and the model of snowball throwing fun it brings results. It can be seen from the results of student learning to write short stories I persiklus the cycle reaches the average value of 69. 00 at the end of the second cycle, while the average achievement of students increased to 76. 75 with 100% completeness. increase in student achievement and motivation in learning to write short stories using the model of snowball throwing, this is evident from the sight of people exiting and student learning outcomes. Keywords: ability, short stories, snowball throwing model. PENDAHULUAN Salah satu tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah agar seseorang memiliki ketrampilan berbahasa. Dalam hal ini, mencakup empat segi yaitu ketrampilan menyimak, berbicara, membaca dan Menulis merupakan suatu bagian dalam Bahasa Indonesia yang menyangkut dalam pembejaran menulis dan hasilnya dapat berpengaruh pada hasil pembelajaran tersebut. M U A D D I B Vol. 04 No. 02 Juli-Desember 2014 ISSN 2088-3390 Lilis Sumaryanti. Pembelajaran Menulis Cerpen Menulis perkembangan masyarakat modern. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, sosial budaya dapat dicapai oleh suatu bangsa jika kemampuan menyimak, berbicara, membaca dan menulis masyarakatnya baik. Dengan demikian, kemahiran menulis juga memiliki peranan sangat penting untuk dapat menyerap ilmu pengetahuan. Penelitian ini difokuskan pada kemampuan menulis cerpen siswa kelas V SDN Janti Slahung Ponorogo menggunakan model snowball Dengan penggunaan model ini siswa lebih termotivasi dan menggunakan sistem bermain sambil belajar dimana kertas yang berisi cerpen dibuat seperti bola-bola salju yang di lemparkan antar kelompok sambil diselingi musik. Dari kegiatan tersebut tidak terasa bahwa sebenarnya siswa sedang mengerjakan tugas menulis cerpen. Semua kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar menulis cerpen siswa. Penelitian pembelajaran dan hasil menulis cerpen yang baik. Berdasarkan uraian kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan model snowball throwing siswa kelas V SDN Janti Slahung Ponorogo?, serta bagaimana proses dan hasil belajar menulis cerpen menggunakan model snowball throwing siswa kelas V SDN Janti Slahung Ponorogo?. M U A D D I B Vol. 04 No. 02 Juli-Desember 2014 ISSN 2088-3390 Lilis Sumaryanti. Pembelajaran Menulis Cerpen METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Sehubungan dengan itu dapat dikemukakan tentang karakteristik penelitian tindakan kelas yang digunakan adalah: . fokus penelitian tindakan berupa alternatif tindakan yang dapat digunakan dalam rangka memecahkan permasalahan pada pembelajaran di dalam kelas, . penelitian ini terbagi menjadi beberapa siklus karena dilaksanakan dengan alur siklus berurutan/spiral yang didalamnya mencakup tahapan-tahapan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi, . penelitian ini bersifat longitudinal yaitu berlangsung dalam jangka waktu tertentu secara berkelanjutan untuk memperoleh data yang diperlukan, . penelitian ini dilakukan secara partisipatif dan bersifat Berdasarkan karakteristik tersebut, penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa kelas V SDN Janti Slahung Ponorogo menggunakan model snowball throwing dengan tujuan untuk mengatasi masalah pembelajaran yaitu rendahnya kemampuan siswa dalam menulis cerpen. Proses pelaksanaan tindakan kelas ini merujuk pada pendapat Kemmis dan Taggart . alam Wiriatmadja, 2005: 66-. yang menjelaskan tentang tahap-tahap penelitian tindakan kelas yang terdiri dari: . identifikasi awal artinya untuk mengetahui secara detail kondisi yang terdapat di kelas yang akan diteliti, . perencanaan artinya untuk pendekatan, metode, media dan sebagainya, . pelaksanaan tindakan yaitu realisasi dari suatu tindakan yang telah direncanakan sebelumnya. M U A D D I B Vol. 04 No. 02 Juli-Desember 2014 ISSN 2088-3390 Lilis Sumaryanti. Pembelajaran Menulis Cerpen . pengamatan yaitu dapat dilakukan sendiri oleh peneliti atau kolabolator yang diberi tugas untuk penelitian itu, . refleksi adalah upaya evaluasi yang dilakukan oleh para kolabolator yang terkait dengan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan. Dengan demikian penelitian tindakan merupakan suatu proses yang memiliki siklus yang bersifat spiral, mulai dari identifikasi awal, perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan penemuan fakta-fakta untuk melakukan refleksi. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di SDN Janti Slahung Ponorogo pada semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Adapun subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Janti Slahung Ponorogo sebanyak 20 anak, dan guru kelas V sebagai sumber data karena guru tersebut terlibat dalam setiap proses pembelajaran. Prosedur penelitian yang harus dilaksanakan diantaranya: Persiapan Penelitian Peneliti melakukan identifikasi awal pada saat pelaksanaan pembelajaran menulis cerpen. Dalam identifikasi awal ini, peneliti dan guru mengadakan wawancara dan menyebar angket kepada siswa. Sesuai dengan identifikasi awal bahwa pembelajaran menulis cerpen di SDN Janti Slahung Ponorogo belum mencoba menggunakan model snowball throwing dalam pembelajarannya. Persiapan penelitian ini merupakan tahap awal yang dilakukan secara kolaboratif dengan tujuan untuk menyamakan pemahaman dan penyikapan permasalahan terhadap konsep pembelajaran menulis cerpen. M U A D D I B Vol. 04 No. 02 Juli-Desember 2014 ISSN 2088-3390 Lilis Sumaryanti. Pembelajaran Menulis Cerpen Pengamatan awal dilaksanakan pada hari Sabtu 7 April 2012. Selanjutnya kegiatan yang dilakukan adalah mengamati secara langsung proses pembelajaran di dalam kelas berupa aktifitas siswa dan pengelolaan pembelajaran guru. Kegiatan wawancara terhadap guru dan siswa dilakukan agar mendapatkan hasil pengamatan yang lebih Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran menulis cerpen belum dilaksanakan secara optimal karena pembelajaran masih menggunakan metode Dari pembelajaran menulis cerpen pengalaman siswa dengan menggunakan model snowball throwing di SDN Janti masih menemukan kendalakendala diantaranya: . siswa merasa kesulitan menulis cerpen dalam hal memilih dan mengidentifikasi pengalaman yang paling monumental, . siswa sulit menuangkan ide dan gagasannya dalam menulis cerpen, dan . siswa kurang termotivasi serta kurang antusias sehingga pada waktu membaca cerpen yang dibuatnya masih banyak siswa yang terlihat malas, ada juga yang kelihatan malu dengan cerpen yang dibuatnya. Berdasarkan temuan tersebut maka disusun suatu rencana tindakan kelas untuk diterapkan dalam pembelajaran menulis cerpen menggunakan model snowball throwing dengan harapan . siswa lebih termotivasi dan terlibat aktif dalam pembelajaran menulis cerpen, . siswa dapat menunjukkan keberanian dalam mempublikasikan hasil cerpen yang dibuatnya, . hasil pembelajaran yang diperoleh dapat memenuhi KKM. M U A D D I B Vol. 04 No. 02 Juli-Desember 2014 ISSN 2088-3390 Lilis Sumaryanti. Pembelajaran Menulis Cerpen Pelaksanaan Penelitian Peneliti melaksanakan tindakan menulis cerpen menggunakan model snowball throwing sesuai rencana pembelajaran yang telah Selama melakukan observasi terhadap pelaksanaan tindakan. Pelaksanaan tindakan dalam dua siklus untuk mengetahui peningkatan proses dan hasil belajar dengan tahapan prapenulisan, pemburaman, perevisian dan Siklus I dilaksanakan dengan dua kali pertemuan, meliputi siklus I pertemuan pertama dengan tahapan prapenulisan dan pemburaman perevisian/pengeditan dan pemublikasian. Masing-masing pertemuan dilaksanakan selama 1 x 35 menit. Observasi Observasi tindakan, tujuannya untuk mendapatkan berbagai data yang diperlukan serta mengetahui kendala yang dihadapi guru dan siswa berkaitan dengan pembelajaran cerpen menggunakan model snowball throwing. Pedoman observasi digunakan untuk mengamati kegiatan diskusi siswa/ aktifitas siswa dalam pembelajaran dan pengelolaan pembelajaran Pada pelaksanaan tindakan, peneliti berkedudukan sebagai pengamat untuk memantau secara obyektif pelaksanaan pembelajaran pelaksanaan yang dilakukan oleh guru. Pada saat pengamatan, peneliti M U A D D I B Vol. 04 No. 02 Juli-Desember 2014 ISSN 2088-3390 Lilis Sumaryanti. Pembelajaran Menulis Cerpen indikator dari proses dan hasil pembelajaran, baik yang sesuai dengan tindakan terencana atau intervensi peneliti dan guru. Pengamatan dilaksanakan secara berkesinambungan mulai siklus I sampai siklus II. Tabel 1. Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada siklus I Deskriptor Aktivitas Siswa Kegiatan Awal Kegiatan Inti Kegiatan Akhir Total Skor Presentase Skor Rata-rata (SR) Taraf Keberhasilan Tindakan I Skor Max Skor Pengamat 72,22 Sangat Baik Cukup Baik Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran pada siklus I adalah 72,22 %, ini berarti sudah ada peningkatan proses pembelajaran menulis cerpen pada siklus I dan penggunaan model snowball throwing sudah mulai disenangi oleh anak-anak karena berdasarkan pengamatan pelaksanaan di pra tindakan masih dibawah hasil skor rata-rata siklus I. Tabel 2. Hasil Observasi Pengelolaan Pembelajaran Guru pada siklus I Deskriptor Aktivitas Siswa Kegiatan Awal Kegiatan Inti Kegiatan Akhir Total Skor Presentase Skor Rata-rata (SR) Taraf Keberhasilan Tindakan I Skor Max Skor Pengamat 76,19 Sangat Baik Cukup Baik Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa hasil observasi pengelolaan pembelajaran guru pada siklus II cukup baik yaitu 76,19% tetapi masih memerlukan peningkatan lagi. Untuk mengetahui hasil observasi selanjutnya dalam pengembangan gagasan pokok menjadi M U A D D I B Vol. 04 No. 02 Juli-Desember 2014 ISSN 2088-3390 Lilis Sumaryanti. Pembelajaran Menulis Cerpen sebuah cerpen yang bagus maka peneliti melaksanakan pertemuan kedua siklus I dengan tahapan revisi dan pemublikasian. Tabel 3 Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada siklus II Deskriptor Aktivitas Siswa Kegiatan Awal Kegiatan Inti Kegiatan Akhir Total Skor Presentase Skor Rata-rata (SR) Taraf Keberhasilan Tindakan II Skor Max Skor Pengamat 88,88 Sangat Baik Baik Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran pada siklus kedua adalah baik yaitu 88,88%, ini berarti sudah ada peningkatan proses pembelajaran menulis cerpen pada siklus II dan penggunaan model snowball throwing sudah mulai disenangi oleh anak-anak. Sedangkan lembar observasi pengelolaan pembelajaran guru digunakan untuk mengamati kegiatan guru selama mengajar menulis cerpen melalui model snowball throwing. Adapun hasil analisis dari lembar observasi pengelolaan pembelajaran guru, dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4 Hasil Observasi Pengelolaan Pembelajaran Guru pada siklus II Deskriptor Aktivitas Siswa Kegiatan Awal Kegiatan Inti Kegiatan Akhir Total Skor Presentase Skor Rata-rata (SR) Taraf Keberhasilan Tindakan II Skor Max Skor Pengamat 88,09 Sangat Baik Baik M U A D D I B Vol. 04 No. 02 Juli-Desember 2014 ISSN 2088-3390 Lilis Sumaryanti. Pembelajaran Menulis Cerpen Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa hasil observasi pengelolaan pembelajaran guru pada siklus II baik dan ada peningkatan yaitu 88,09. Refleksi Dalam kegiatan ini, peneliti dan praktisi mendiskusikan dan membahas secara kritis dan seksama hasil pengamatan maupun data penunjang lainnya yang berkaitan dengan menulis cerpen menggunakan model snowball throwing yang telah dilakukan. Hal-hal yang dibahas dan didiskusikan yaitu . tindakan yang telah dilakukan, . perbedaan antara . kendala-kendala pembelajaran dan mencari solusinya, dan . melakukan interpretasi, pemaknaan, dan penyimpulan data yang diperoleh. Hasil refleksi ini memberikan masukan bagi peneliti untuk menentukan sikap bagi pelaksanaan siklus berikutnya. Tahap refleksi dilaksanakan setiap berakhirnya satu tindakan. Hasil refleksi tersebut akan digunakan sebagai dasar bagi penyusunan rencana tindakan siklus berikutnya dan akan dihentikan jika ketuntasan secara klasikal telah mencapai 75%, sedangkan secara individu telah mencapai nilai Detail diantaranya sebagai berikut: M U A D D I B Vol. 04 No. 02 Juli-Desember 2014 ISSN 2088-3390 Lilis Sumaryanti. Pembelajaran Menulis Cerpen Tabel 5 Hasil Pembelajaran Menulis Cerpen pada Pra Tindakan Skor Pencapaian Nama/ Kode ATP FRK GKC ILW LNS RSS Jumlah Tata Bahasa Diksi Format Kesesuaian Isi Cerpen Pengalaman Keterangan Tuntas Tidak Tuntas Jml Nilai Ketun 60,00 60,00 67,50 57,50 70,00 67,50 57,50 55,00 75,00 70,00 57,50 57,50 60,00 55,00 70,00 62,50 65,00 62,50 52,50 63,00 : 5 siswa : 15 siswa Pencapaian hasil belajar siswa pada pratindakan = x 100% = 25% Refleksi Tindakan Siklus I Tabel 6 Hasil Pembelajaran Menulis Cerpen pada Siklus I Skor Pencapaian Nama/ Kode ATP FRK Tata Bahasa Diksi Format Kesesuaian Isi Cerpen Pengalaman Jml Nilai Ketun 72,50 72,50 72,50 60,00 70,00 62,50 57,50 62,50 77,50 M U A D D I B Vol. 04 No. 02 Juli-Desember 2014 ISSN 2088-3390 Lilis Sumaryanti. Pembelajaran Menulis Cerpen GKC ILW LNS RSS Jumlah Keterangan Tuntas Tidak Tuntas 72,50 62,50 70,00 65,00 65,00 70,00 72,50 72,50 77,50 50,00 : 12 siswa : 8 siswa Pencapaian hasil belajar siswa pada siklus I = x 100% = 60% Berdasarkan data tabel 6, hasil belajar siswa hampir memenuhi target namun masih perlu perbaikan pada setiap tahap pembelajaran. Oleh karena itu dirancang kegiatan tindakan siklus II sebagai perbaikan dan penyempurnaan pada siklus I. Pelaksanaan pada siklus II direncanakan dua kali pertemuan seperti halnya siklus I. Penelitian tindakan menulis cerpen pada siklus II dilakukan secara kolaboratif dengan guru kelas V. Kegiatan refleksi pada kegiatan ini dilakukan terhadap hasil tindakan yang berupa proses dan hasil. Dari hasil refleksi diketahui bahwa hasil tindakan yang berupa proses pada tiap tahap tindakan masih ada kendala diantaranya dalam memilih pengalaman yang paling monumental sesuai tema yang diberikan guru pada masing-masing kelompok masih belum maksimal, sehingga guru perlu memotivasi dan memberikan arahan dalam mengingat pengalaman menyenangkan yang pernah terjadi. Mengidentifikasi aspektualitas monumentalnya dan re-internalisasi dengan cara guru dapat memancing pengetahuan serta pengalaman siswa untuk M U A D D I B Vol. 04 No. 02 Juli-Desember 2014 ISSN 2088-3390 Lilis Sumaryanti. Pembelajaran Menulis Cerpen kelancaran dalam membuat cerpen pada kertas bola salju, hal ini perlu dilakukan agar siswa lebih cepat menanggapi apa yang dikerjakannya. Antusias siswa dalam menjawab dan mengembangkan cerpen sudah mulai nampak tetapi belum merata. Hal ini terlihat masih ada siswa yang ramai dan malas untuk mengingat pengalaman mengesankan yang pernah mereka alami. Jadi pada kegiatan ini, pemberian motivasi harus lebih ditingkatkan. Pada kegiatan revisi draft cerpen, masih ada siswa yang belum mengerti dan masih memerlukan bimbingan. Dalam hal ini guru perlu memberi contoh nyata pengalaman menyenangkan guru itu sendiri karena dapat membantu siswa dalam merevisi cerpennya berdasarkan kreatifitas, bahasa, organisasi serta kesesuaian pengalaman dengan isi cerpen yang dapat dikaitkan dengan pegetahuan dan pengalaman. Arahan guru sudah bagus, hal ini ditunjukkan ketika siswa dapat merevisi cerpennya, walaupun masih ada siswa yang masih memerlukan bimbingan dan arahan ulang dari guru. Publikasi hasil kerja siswa dilakukan dengan menyuruh siswa membacakan hasil cerpen yang dibuatnya di depan kelas. Kegiatan ini dapat berjalan baik, siswa telah berani membacakan cerpennya, walaupun dari segi kreatifitas, bahasa, organisasi dan kesesuaian isi dengan pengalaman masih ada yang perlu revisi ulang. Berdasarkan hasil refleksi siklus I ternyata masih ditemui banyak Oleh karena itu dirancang tindakan siklus II sebagai perbaikan dan penyempurnaan dari tindakan siklus I. Pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan dengan dua kali pertemuan, meliputi siklus II pertemuan M U A D D I B Vol. 04 No. 02 Juli-Desember 2014 ISSN 2088-3390 Lilis Sumaryanti. Pembelajaran Menulis Cerpen pertama dengan tahapan prapenulisan dan pemburaman sedangkan pada siklus II pertemuan kedua dengan tahapan perevisian/pengeditan dan Masing-masing pertemuan dilaksanakan selama 1 x 35 Hasil belajar yang akan dicapai masih sama dengan siklus I. Dengan melakukan perbaikan pada langkah-langkah pembelajaran yang ada pada rencana pembelajaran yang dilengkapi perincian alokasi waktu tiap langkah kegiatan agar pelaksanaan lebih efektif. Pada siklus I perincian ini belum dicantumkan sehingga pelaksanaan kegiatan belum berjalan dengan lancar. Pada kegiatan pramenulis, bimbingan secara intensif dan terarah perlu dilakukan. Pada tahapan penulisan draft siswa membutuhkan contoh nyata pengalaman berbentuk cerpen dari guru itu sendiri, apabila siswa mendapat kertas bola salju yang berisi tema tertentu maka siswa bisa menuliskan cerpen pengalaman sesuai dengan tema yang di dapat. Selain itu, kegiatan pengamatan pada siklus I masih dilakukan secara individu, pada siklus II kegiatan dapat dilakukan secara musyawarah berbentuk kelompok sehingga siswa dapat menerima masukan dan saran dari teman lain kecuali bagi siswa yang masing memerlukan bimbingan yang intensif. Pada tahap revisi/pengeditan dan publikasi siswa masih perlu adanya motivasi agar keberanian siswa akan tumbuh. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, diperoleh data hasil penilaian proses diskusi kelompok dalam pembelajaran menulis cerpen menggunakan model snowball throwing siswa kelas V SDN Janti yakni pada siklus I mencapai nilai rata-rata 69,00 ini berarti belum memenuhi M U A D D I B Vol. 04 No. 02 Juli-Desember 2014 ISSN 2088-3390 Lilis Sumaryanti. Pembelajaran Menulis Cerpen nilai KKM yang telah ditentukan sebelumnya sehingga masih perlu diadakan siklus berikutnya. Refleksi Tindakan Siklus II Kegiatan refleksi pada kegiatan ini dilakukan terhadap hasil tindakan yang berupa proses dan hasil. Dari hasil refleksi yang dilakukan secara kolaboratif dengan guru kelas V dapat diketahui bahwa memilih pengalaman yang paling monumental menggunakan model snowball throwing sudah mulai berjalan maksimal, tetapi guru masih perlu memotivasi dan memberikan arahan dalam mengingat pengalaman yang pernah terjadi sesuai tema pengalaman yang diinginkan. Mengidentifikasi aspektualitas monumentalnya dan re-internalisasi dengan cara guru dapat memancing pengetahuan dan pengalaman siswa untuk kelancaran dalam membuat cerpen pada kertas bola salju, hal ini perlu dilakukan agar siswa lebih cepat menanggapi apa yang dikerjakannya. Antusias siswa dalam menjawab dan mengembangkan cerpen sudah mulai nampak merata meskipun masih tampak bebarapa siswa yang kurang memahaminya, tetapi guru terus memberi arahan/penjelasan yang intensif sehingga siswa yang kurang paham mulai memahaminya. Pada kegiatan revisi draft cerpen, masih ada beberapa siswa yang belum mengerti dan masih memerlukan bimbingan. Dalam hal ini guru perlu memberi contoh nyata pengalaman guru itu sendiri seperti yang dilakukan pada siklus I Arahan guru sudah bagus, hal ini ditunjukkan ketika siswa dapat merevisi cerpennya. Publikasi hasil kerja siswa dilakukan dengan menyuruh siswa membacakan hasil cerpen yang dibuat temannya di depan kelas. Kegiatan M U A D D I B Vol. 04 No. 02 Juli-Desember 2014 ISSN 2088-3390 Lilis Sumaryanti. Pembelajaran Menulis Cerpen ini berjalan baik karena siswa telah berani membacakan cerpen hasil karya temannya dan menaggapinya, walaupun dari segi kreativitas, bahasa, organisasi dan kesesuaian isi cerpen dengan pengalaman masih ada yang perlu revisi ulang. Kegiatan pemberian penilaian hasil kerja siswa yang berupa cerpen didasarkan pada rubrik penilaian yang telah Penulisan cerpen pada siklus II sudah mulai memenuhi kriteria dan nilainya telah memenuhi target yang ingin dicapai. Hasil rata-rata pada akhir siklus II sudah sesuai dengan rencana dan tujuan pembelajaran karena sudah memenuhi KKM seperti pada tabel dibawah ini. Tabel 7 Hasil Pembelajaran Menulis Cerpen pada Akhir Siklus II Nama/ Kode ATP FRK GKC ILW LNS RSS Jumlah Keterangan Tuntas Tidak Tuntas Skor Pencapaian Tata Bahasa Diksi Format Jml Isi Cerpen Nilai Ketunt 80,00 77,50 77,50 75,00 72,50 70,00 70,00 70,00 85,00 77,50 70,00 77,50 75,00 75,00 82,50 75,00 77,50 87,50 76,75 : 20 siswa : 0 siswa M U A D D I B Vol. 04 No. 02 Juli-Desember 2014 ISSN 2088-3390 Lilis Sumaryanti. Pembelajaran Menulis Cerpen Pencapaian hasil belajar siswa pada siklus II = x 100% = 100% Berdasarkan hasil refleksi seluruh tindakan pada siklus II ternyata sudah ada perbaikan yang mengarah pada keberhasilan pembelajaran menulis cerpan dengan menggunakan model snowball throwing. Hasil rata-rata kelas pada akhir siklus II sudah sesuai dengan rencana dan tujuan pembelajaran karena sudah memenuhi KKM yakni pada siklus II mencapai nilai rata-rata 76,75 dengan ketuntasan 100% sedangkan target awal yang diharapkan dengan nilai rata-rata 70 dan ketuntasan 75%. Hasil pengamatan aktifitas siswa siklus II yang mencapai 88,88% . ategori Sedangkan untuk pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru ditunjukkan dengan taraf keberhasilan siklus II yaitu 88,09% Dengan demikian penelitian pada siklus II ini dapat disimpulkan berhasil. KESIMPULAN Dari hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan selama dua siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan: peningkatan proses pembelajaran menulis cerpen menggunakan model snowball throwing ditunjukkan dengan meningkatnya keaktifan, keberanian serta motivasi belajar siswa pada siklus I dan siklus II. Hal ini terlihat dengan hasil analisis aktivitas siswa siklus I yang mencapai kategori cukup baik yaitu 72,22 % dan siklus II 88,88% . ategori bai. Sedangkan untuk pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru ditunjukkan dengan taraf keberhasilan siklus I yaitu 76,19% dan siklus II 88,09% dari kategori cukup baik menjadi kategori baik. Jadi M U A D D I B Vol. 04 No. 02 Juli-Desember 2014 ISSN 2088-3390 Lilis Sumaryanti. Pembelajaran Menulis Cerpen aktivitas siswa dan mengelolaan pembelajaran mulai dari siklus I sampai siklus II mengalami peningkatan. Peningkatan hasil pembelajaran menulis cerpen menggunakan model snowball throwing ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata-rata hasil pembelajaran menulis cerpen dari siklus I dan siklus II yaitu dari rata-rata 69,00 menjadi 76,75 dengan ketuntasan 100% padahal target awal yang diharapkan nilai rata-ratanya 70 dan ketuntasan Dengan demikian penelitian ini dapat disimpulkan berhasil. Berdasarkan temuan dan kesimpulan penelitian ini, disampaikan rekomendasi yang berkaitan dengan penggunaan model snowball throwing yakni: Dalam menyusun bahan ajar materi pembelajaran bahasa Indonesia terutama dalam pembelajaran menulis cerpen, dapat digunakan snowball throwing. Dalam model ini, penyusunan bahan ajar dilakukan melalui tahap-tahap yang rinci dapat mengaktifkan dan menumbuhkan kreatifitas siswa serta guru sehingga pembelajaran ini akan lebih berhasil daripada bahan ajar yang hanya mengajarkan materi pokoknya saja. Berkenaan dengan penyusunan kurikulum, penelitian ini dapat dijadikan acuan dan alternatif dalam penyusunan kurikulum, upaya konkrit tersebut antara lain mencantumkan strategi-strategi alternatif dalam pembelajaran pada setiap kompetensi yang diinginkan, dan memberikan masukan pada sumber belajar yang digunakan dalam pencapaian setiap kompetensi yang ada. M U A D D I B Vol. 04 No. 02 Juli-Desember 2014 ISSN 2088-3390 Lilis Sumaryanti. Pembelajaran Menulis Cerpen DAFTAR PUSTAKA