e-ISSN: 2745-7915 p-ISSN: 2745-7923 Volume 6. No. 2 Oktober 2025. REVITALISASI KOTA LAMA SURABAYA: PENGARUH TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI KOMUNITAS LOKAL 1 Indira Aridha Istikhomah, 2 Made Bambang Adnyana 1,2 Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur Indiraaridha1414@gmail. Abstract The tourism sector in Indonesia, as one of the main pillars of the economy, has significant potential to drive economic development and create job opportunities. this context. Kota Lama Surabaya, which was inaugurated as a historical and cultural tourism area on July 3, 2024, is the focus of this research. The revitalization of this area aims to enhance the welfare of the local community through the maintenance and restoration of historical buildings, as well as the creation of friendly and attractive public spaces. This study employs a descriptive qualitative method to analyze the impact of revitalization on the socio-economic conditions of the community surrounding Kota Lama Surabaya, focusing on changes in income, job opportunities, consumption patterns, and infrastructure. The findings indicate that revitalization has improved the quality of life for residents, strengthened social interactions, and created new business opportunities, although it also presents challenges related to social Community involvement in the management of the area is crucial to ensure the sustainability and alignment of tourism activities with local needs. This research is expected to provide insights for the development of more sustainable tourism in Kota Lama Surabaya. Keywords: Revitalization. Historical Tourism. Sustainable Tourism. Urban Heritage. Abstrak Sektor pariwisata di Indonesia, sebagai salah satu pilar utama perekonomian, memiliki potensi besar untuk mendorong pembangunan ekonomi dan menciptakan lapangan Dalam konteks ini. Kota Lama Surabaya, yang diresmikan sebagai kawasan wisata sejarah dan budaya pada 3 Juli 2024, menjadi fokus penelitian ini. Revitalisasi kawasan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat melalui pemeliharaan dan pemugaran bangunan bersejarah, serta menciptakan ruang publik yang ramah dan menarik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis dampak revitalisasi terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di sekitar Kota Lama Surabaya, dengan fokus pada perubahan pendapatan, lapangan kerja, pola konsumsi, dan infrastruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi telah meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat interaksi sosial, dan menciptakan peluang usaha baru, meskipun juga menghadirkan tantangan dalam nilai-nilai sosial. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan kesesuaian kegiatan pariwisata dengan kebutuhan lokal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pengembangan pariwisata yang lebih berkelanjutan di Kota Lama Surabaya. Kata Kunci: Revitalisasi. Pariwisata Sejarah. Pariwisata Berkelanjutan. Warisan Kota. Masuk: 16 September 2025 Terbit: 31 Oktober 2025 Vol 6. No. Oktober 2025 PENDAHULUAN Bagi negara berkembang seperti Indonesia, merupakan salah satu bidang yang dapat dijadikan sebagai sarana untuk Perkembangan pariwisata selama 60 dekade mengalami ekspansi sehingga mengakibatkan sektor ini menjadi salah satu sektor ekonomi yang mengalami Perkembangan ini juga diikuti dengan jenis-jenis pariwisata yang ada. Banyaknya destinasi wisata, baik di negara maju memberikan perhatian yang lebih terhadap jenis-jenis wisata, yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar (Gretzel,dkk. ,2015 dalam Rita Parmawati,dkk. ,2. Pemerintah Indonesia saat ini menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama perekonomian, yang berpotensi untuk menciptakan banyak lapangan kerja. Sektor ini juga pendapatan negara melalui masuknya Diperkirakan pada tahun 2024, kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) akan mencapai 4,5 persen, sementara pada tahun 2022, kontribusi tersebut tercatat sebesar 4,1 Proses perekonomian Indonesia memerlukan waktu yang cukup panjang (Widiyanti Putri Wardhani dalam siaran pers 20 Desember Posisi perekonomian pariwisata dalam neraca produk dan jasa menunjukkan surplus yang terus meningkat setiap tahunnya. Berbagai kota di Indonesia memiliki keunikan masing-masing yang dapat menarik perhatian wisatawan. Oleh karena itu. Indonesia menawarkan beragam pilihan wisata menarik di seluruh wilayahnya. Salah satu jenis e-ISSN: 2745-7915 p-ISSN: 2745-7923 wisata yang paling diminati adalah wisata sejarah atau heritage, mengingat banyaknya lokasi bersejarah yang Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Surabaya, sebagai ibukota Provinsi Jawa Timur, merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta. Kota ini memiliki peranan yang signifikan dalam perjuangan merebut Indonesia penjajahan, sehingga dijuluki sebagai Kota Pahlawan. Sejarah panjang yang menghasilkan sejumlah peninggalan bersejarah yang dapat diakses oleh masyarakat dan wisatawan. Dengan banyaknya situs bersejarah tersebut. Surabaya menjadi salah satu destinasi wisata heritage yang menarik untuk Pelestarian cagar budaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya masih belum menunjukkan hasil yang signifikan. Selain itu, situasi ini juga menyebabkan terjadinya kemunduran, yang tercermin dari berkurangnya jumlah pengunjung di kawasan tersebut. Revitalisasi adalah upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk memperbaiki dan meningkatkan daya tarik tempat-tempat bersejarah yang telah kehilangan nilai estetika dan historisnya, sehingga dapat menarik minat masyarakat untuk berkunjung Revitalisasi Kota Lama Surabaya pengenalan Surabaya sebagai Kota Pahlawan. Pengembangan pariwisata di suatu kota sangat bergantung pada keberadaan objek-objek unik yang membedakannya dari destinasi lainnya (Warpani dalam Widiantara, 2. Pariwisata dapat berfungsi sebagai alat yang efektif untuk memperbaiki citra kota dan meningkatkan kesejahteraan Revitalisasi Kota Lama Surabaya Pengaruh Terhadap Kondisi,. (Indira et. Hal. masyarakat, baik secara sosial maupun Penelitian ini menganalisis kondisi sosial ekonomi masyarakat di sekitar Kota Lama Surabaya sebelum revitalisasi hingga tahun 2025, setelah Fokus penelitian ini adalah pada perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat sebelum dan setelah proses revitalisasi. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, penelitian ini kehidupan masyarakat di sekitar kawasan tersebut. Penelitian ini akan mengeksplorasi berbagai aspek, antara jumlah wisatawan, dampak terhadap lapangan kerja dan munculnya peluang usaha baru, perubahan pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat, serta infrastruktur dan layanan publik yang mendukung sektor pariwisata. Selain aspek sosial ekonomi, penelitian ini juga mengkaji dampak lain yang khususnya terkait dengan peran serta keterlibatan masyarakat dalam sektor Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana pengembangan pariwisata di Kota Lama Surabaya. Keterlibatan masyarakat ini tentunya menghadapi berbagai tantangan dan hambatan yang perlu diperhatikan. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Dalam penelitian dengan metode kualitatif fokus pada pemahaman yang lebih baik tentang pengalaman manusia, perilaku, dan fenomena sosial. Creswell (Murdiyanto, 2. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yang efektif untuk perubahan yang mereka alami, serta harapan mereka terkait revitalisasi. Melalui wawancara langsung dengan masyarakat setempat, observasi di lokasi, dan deskripsi situasi yang ada, peneliti dapat memahami dampak revitalisasi di Kota Lama Surabaya terhadap kehidupan sosial masyarakat revitalisasi dilaksanakan. Dengan demikian, pendekatan kualitatif ini tidak hanya memberikan gambaran menyeluruh mengenai Kota Lama yang telah direvitalisasi, tetapi merumuskan strategi dan kebijakan yang lebih tepat dan berkelanjutan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. Teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini untuk memilih informan yang dianggap memiliki informasi yang relevan dan dapat dijadikan acuan oleh peneliti data yang Informan yang dipilih meliputi pengelola kawasan Kota Lama Surabaya, masyarakat yang tinggal di sekitar Pecinan, serta penduduk yang berada di Jalan KH Mansyur. Jalan Veteran. Jalan Sikatan, dan Jalan Rajawali, serta pengelola kawasan Sumber penelitian ini berupa sumber tertulis. Dalam menggunakan teknik pengumpulan wawancara,observasi PEMBAHASAN Gambaran Umum Objek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kawasan Kota Lama Surabaya, yang terletak di Jalan Rajawali dan Jalan Jembatan Merah. Kecamatan Vol 6. No. Oktober 2025 Krembangan. Surabaya. Jawa Timur. Kawasan Kota Lama Surabaya merupakan area yang kaya akan mencerminkan warisan kolonial serta keragaman etnis, termasuk pengaruh Tionghoa. Arab, dan Eropa. Pada masa lalu, kawasan ini berfungsi sebagai pusat kegiatan yang mayoritas dihuni oleh penduduk Belanda, sehingga perkantoran, dan perdagangan. Kota Lama Surabaya telah ada sejak abad ke17 dan awalnya dikenal sebagai Loji, yang merupakan area perkantoran atau gedung yang direncanakan sebagai pusat perdagangan pada masa VOC. Kota Lama menjadi salah satu lokasi perdagangan strategis pada era VOC, berbagai bangunan pemukiman dan perkantoran, termasuk kantor presiden, kepolisian, serta kantor militer di bawah naungan Belanda. Kawasan Kota Lama Surabaya memiliki bangunan dengan ciri khas yang unik, di mana berbagai arsitektur, seperti arsitektur bergaya Tionghoa. Eropa. Timur Tengah, dan Melayu, dapat ditemukan. Keberagaman ini menjadikan kawasan Kota Lama Surabaya sebagai warisan yang kaya akan peninggalan bangunan tua yang memiliki nilai sejarah, sehingga menarik minat wisatawan yang tertarik pada wisata sejarah. Setiap area di Kota Lama Surabaya memiliki sejarah dan karakteristik yang berbeda, salah satunya adalah kawasan bergaya Tionghoa Pecinan, yang terletak di sepanjang Jalan Kembang Jepun dengan akses utama dari Jalan Panggung. Gerbang Pecinan, yang bertuliskan "kya-kya" . ang berarti "jalan-jalan" dalam bahasa Hokkie. , berdiri kokoh di kedua ujung Jalan Kembang Jepun. Zona Pecinan ini dulunya merupakan pusat e-ISSN: 2745-7915 p-ISSN: 2745-7923 perekonomian yang ditandai dengan peran etnis Tionghoa sebagai pedagang beras yang tinggal di sebelah utara keraton . ekarang sekitar Bibi. Pada abad ke-19, jumlah imigran Tionghoa meningkat akibat berbagai faktor, termasuk kondisi kehidupan yang sulit di daerah asal, ketertarikan terhadap kekayaan alam di wilayah selatan, serta kemajuan teknologi pelayaran. Potensi Kota Lama Surabaya Kota Lama Surabaya ditetapkan sebagai kawasan wisata sejarah yang kaya akan nilai historis. Meskipun dulunya merupakan pusat bangunan-bangunan bersejarah yang memiliki potensi wisata terkait sejarah dan budaya. Beberapa potensi wisata di kawasan ini meliputi: Bangunan Bersejarah : Terdapat berbagai bangunan bersejarah yang dikelola oleh pemerintah setempat sesuai dengan UndangUndang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010. Contohnya Gedung Internatio. Jembatan Merah. Pos Bloc, dan Gedung Cerutu, yang masingmasing memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang signifikan. Potensi Wisata Edukasi : Kota Lama Surabaya potensi wisata edukasi yang dapat tentang sejarah dan budaya lokal. Contohnya adalah Pabrik Siropen, yang merupakan pabrik sirup tertua di Indonesia, dan Taman Sejarah, yang menyajikan narasi sejarah melalui berbagai media. Wisata Kuliner dan Festival: Berbagai festival kuliner, seperti Festival Kembang Jepun dan Festival Kuliner Jembatan Merah Plaza, diadakan untuk merayakan Revitalisasi Kota Lama Surabaya Pengaruh Terhadap Kondisi,. (Indira et. Hal. masyarakat setempat. Revitalisasi Kota Lama Surabaya Revitalisasi kawasan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi cagar meningkatkan daya tarik wisata, dan memberikan dampak positif bagi Program meliputi perbaikan fisik bangunan, pengelolaan yang lebih baik, serta Dengan diharapkan kawasan Kota Lama Surabaya dapat bersaing sebagai destinasi wisata heritage yang tetap nilai-nilai Berdasarkan penelitian di Kota Lama Surabaya, pelaksanaan program menjadikan kawasan ini sebagai tujuan wisata yang berpotensi meningkatkan Keterlibatan masyarakat setempat dianggap penting Penelitian mencakup tiga aspek utama: intervensi fisik, revitalisasi ekonomi, dan manajemen kawasan. Intervensi Fisik : Revitalisasi fisik dilakukan secara bertahap untuk memperbaiki kondisi tata ruang dan kualitas bangunan. Hasil kondisi kawasan menjadi lebih teratur dan menarik setelah revitalisasi, dengan perbaikan signifikan pada fasilitas umum dan aksesibilitas. Revitalisasi Ekonomi : Revitalisasi masyarakat melalui peningkatan kegiatan ekonomi. Wawancara dengan pedagang menunjukkan meningkat setelah revitalisasi. Revitalisasi Manajemen Pengelolaan kawasan yang efektif kebutuhan wisatawan. Fasilitas umum seperti tempat parkir, toilet, kenyamanan bagi pengunjung. Secara keseluruhan, revitalisasi Kota Lama Surabaya tidak hanya ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Namun, keberhasilan ini memerlukan partisipasi aktif dari semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, untuk menjaga keberlanjutan kawasan sebagai destinasi wisata. SIMPULAN Kota Lama Surabaya, yang diresmikan sebagai kawasan wisata sejarah dan budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya pada tanggal 3 Juli 2024, kesejahteraan masyarakat setempat melalui partisipasi aktif mereka dalam kegiatan pariwisata. Proses revitalisasi kawasan ini melibatkan pemeliharaan dan pemugaran lingkungan serta bangunan bersejarah agar sesuai sepenuhnya berada di bawah naungan Dinas Kebudayaan. Kepemudaan, dan Olahraga Kota Surabaya (DISBUDPORAPAR) serta pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT). Kawasan ini dibagi menjadi tiga wilayah, yaitu Jalan Rajawali. Jalan Kembang Jepun, dan Jalan KH. Mas Mansyur. Dampak sosial dari revitalisasi ini terlihat dalam peningkatan kualitas hidup dan perubahan interaksi sosial di Dengan terciptanya ruang Vol 6. No. Oktober 2025 publik yang lebih ramah, seperti taman, kafe, dan area pejalan kaki, masyarakat didorong untuk berkumpul dan berinteraksi, yang pada gilirannya memperkuat hubungan antarwarga dan menciptakan komunitas yang lebih Selain itu, munculnya aktivitas ekonomi baru, seperti restoran dan toko kreatif, menarik kelompok masyarakat baru, termasuk wisatawan dan pengusaha, yang berinteraksi dengan penduduk lokal, sehingga tantangan dalam nilai-nilai sosial. Revitalisasi ini juga membuka peluang kerja baru di sektor pariwisata, dengan munculnya restoran, kafe, dan galeri seni yang menyerap tenaga kerja berpartisipasi dalam ekonomi yang lebih luas. Pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga terlihat, dengan kondisi yang lebih baik dan aliran wisatawan yang meningkat, sehingga UMKM lokal, seperti yang menjual makanan dan kerajinan tangan, dapat berkembang pesat. Hal pendapatan mereka, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih beragam di kawasan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis memberikan beberapa saran Kota Lama Surabaya pengelolaan kawasan, antara lain: Pemerintah Kota Surabaya sebagai pihak utama dalam pengendalian kawasan diharapkan dapat lebih melibatkan masyarakat dalam pengelolaan Kota Lama Surabaya. Keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan sangat e-ISSN: 2745-7915 p-ISSN: 2745-7923 penting untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat, bukan hanya diarahkan tanpa adanya diskusi Penelitian lanjutan di kawasan ini perlu dilakukan oleh peneliti lain untuk memberikan masukan yang belum tercantum dalam saran ini, serta sebagai bahan pertimbangan kelangsungan kegiatan wisata di Kota Lama Surabaya. Diharapkan adanya saran atau masukan lain DAFTAR PUSTAKA