DARI AoMUHLALAo HINGGA AoMUHRABIAo (Tipologi Pemikiran Hadits Hisab-Rukyat di Kalangan Muhammadiya. Ali Imron (Sekolah Pascasarjana UGM Jl. Teknika Utara Pogung Sleman Yogyakarta. aliqs3@yahoo. Syamsul Hadi (Sekolah Pascasarjana UGM Jl. Teknika Utara Pogung Sleman Yogyakarta. Email: syamsulhadi@mail. Syamsul Anwar (Sekolah Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta. Email: hsyamsul. anwar@uin-suka. Agung Danarto (Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta. Email: agung. danarta@uin-suka. Abstrak: Tulisan ini mengoreksi asumsi yang menganggap bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi kemasyarakatan yang mengedepankan hisab mutlak dalam penentuan awal bulan. Dengan menggunakan teori tipologi dan metode diskriptif analitis dalam memahami dinamika penentuan dan penetapan awal bulan Hijriyah . hususnya Ramadhan. Syawwal, dan Dzulhijja. , tulisan ini menunjukkan bahwa sebenarnya di Muhammadiyah ada bermacammacam tipologi pemikiran hisab-rukyat. Secara garis besar, ada enam varian pemikiran hisab-rukyat di Muhammadiyah, yakni: . kelompok 'Muhlal' (Muhammadiyah-Wujudul Hila. 'Muhkayat' (Muhammadiyah-Imkanur Rukya. 'Muhpem' (MuhammadiyahPemerinta. 'Muhyata' ('Muhammadiyah-Rukyat Semat. Muhijar ('Muhammadiyah-Ijtima' Qabla Fajar'), . AMuhrabiAo (Muhammadiyah-Arab Saud. Masing-masing kelompok ini mewakili kecenderungan dan dinamika yang tidak tunggal dalam memahami hadits-hadits Nabi dalam masalah penentuan awal bulan. Hal ini menarik untuk diamati mengingat dinamika yang sama tidak terjadi di organisasi kemasyarakat yang lain yang condong seragam dalam memutuskan cara penentuan awal bulan. Sebagai organisasi kemasyarakatan yang bukan saja besar secara kuantitas tetapi secara al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 DOI: http://dx. org/10. 19105/ihkam. Ali Imron kualitas banyak kader Muhammadiyah yang rasional, diferensiasi pemikiran niscaya terjadi meskipun arus utamanya tetap dimenangkan kelompok tertentu. Abstract: This paper corrects the assumption which thinks that Muhammadiyah is a social organisation which putting forward the absolute hisab in deciding the beginning of the month. By using typology and analytical descriptive method in undestanding the dynamic decision and determination of the beginning of Hijriyyah months . specially Ramadhan. Syawal, and Dzulhijja. Thus, the paper shows that actually in Muhammadiyah there are various hisab-rukyat tipology of There are six kinds hisab-rukyat tipology of thinking in Muhammadiyah. They are . 'Muhlal' group (Muhammadiyah-Wujudul Hila. 'Muhkayat' group (Muhammadiyah-Imkanur Rukya. 'Muhpem' (Muhammadiyah-Pemerinta. 'Muhyata' ('MuhammadiyahRukyat Semat. Muhijar ('Muhammadiyah-Ijtima' Qabla Fajar'), . AMuhrabiAo (Muhammadiyah-Arab Saud. Each group represent the tendency and non-single dynamic in understanding Hadits of the prophet in deciding the beginning of the month. This is very interesting to analyze because the dynamic did not happen in any other social organizations which tend to be similiar in deciding the beginning of the month. As a social organization which is not only big in quantity but also in quality with many rational Muhammadiyah followers/youngster, the different way of thinking will still happen although the main stream will still be hold or even won by certain Key Words: Hisab-Rukyat. Muhammadiyah. Muhlal. Muhrabi. Hilal Pendahuluan Beberapa tahun terakhir Muhammadiyah lebih intens menunjukkan perbedaan dalam penentuan awal puasa dan waktu lebaran dengan pemerintah. Dengan metode hisyb . itung murn. Muhammadiyah dapat mendahului pemerintah dalam penentuan waktu tersebut. Hal ini pula yang menyebabkan Muhammadiyah banyak menerima kritik, mulai dari tidak patuh pada pemerintah, tidak menjaga ukhuwah Islamiyah, hingga tidak mengikuti Rasullullah yang jelas memakai rukyat. Muhammadiyah terkesan fanatik dengan metode hisab murni yang digunakan dalam al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Dari AMuhlalA hingga AMuhrabiA penentuan awal puasa dan lebaran karena bahkan mengesampingkan semangat persatuan ummat Islam. Organisasi-organisasi Islam mengeluhkan sikap Muhammadiyah yang kukuh Aiberjalan sendiriAn demi keyakinan khilyfiyahnya daripada duduk bersama yang lain untuk membicarakan kemungkinan penyatuan itsbyt . puasa dan lebaran. Sebagai organisasi kemasyarakat . Muhammadiyah memiliki kemampuan melaksanakan keputusan yang dihasilkannya dengan atau tanpa dukungan organisasi kemasyarakatan . yang lain bahkan pemerintah sekalipun. Namun demikian, apa yang nampak dari luar tidak sepenuhnya benar di dalam. Dalam masalah penetapan awal bulan Hijriyah, melihat fakta Muhammadiyah banyak dihuni oleh para cendekiawan terpelajar dan lebih terorganisir, selama ini banyak kalangan menganggap bahwa di Muhammadiyah hanya satu "suara". Namun bila menelisik lebih jauh, sebenarnya ada banyak varian pemikiran yang berkembang dalam tubuh organisasi pembaharu ini termasuk kalangan internal Muhammadiyah yang belum bisa menerima penggunaan hisab murni yang digunakan secara resmi oleh Muhammadiyah. Dinamika pemikiran tersebut menunjukkan keberagaman pemikiran di tubuh Muhammadiyah. Hal tersebut semestinya wajar menginggat Muhammadiyah merupakan organisasi besar yang menaungi begitu banyak sarjana dengan berbagai latar belakang. Masing-masing 'kepala' tentu memiliki ide berbeda, meski perbedaan itu tidak selalu mampu 'menyembul' ke permukaan. Dari sisi negarif, ini bisa dimaknai sebagai kurang kompaknya Muhammadiyah. Tapi bila dilihat dengan kacamata positif, maka keragaman pemikiran itu harus dipandang sebagai kekayaan hazanah intelektual yang dimiliki organisasi Muhammadiyah. Perspektif yang dipengaruhi pemahaman tunggal cenderung Kecenderungan generalistik terhadap sebuah komunitas besar dapat memunculkan mispersepsi dan miskongklusi. Hal ini dapat terjadi pada semua komunitas besar dunia dan semestinya 1Lihat, http://w. id/id/berita-muhammadiyah-1301-hisab-vsrukyat. html, diakses 12 Oktober 2015 al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Ali Imron harus dihindari untuk menyelamatkan nalar dan wawasan kita tentang keberagaman pemikiran dan kebudayaan. Metode Penelitian Dalam masalah penetapan awal bulan Hijriyah . hususnya Ramadhan. Syawal, dan Dzulhijja. , ormas Muhammadiyah tampak hanya menampilkan pilihan tunggal yaitu metode hisab. Namun bila diamati ke dalam, sebenarnya ada banyak varian pemikiran yang berkembang dalam tubuh organisasi yang berorientasi pada pembaharuan ini. Melalui gambaran pendahuluan, tulisan ini memiliki rumusan masalah berikut: bagaimanakah bentuk-bentuk tipologi pemikiran hisab-rukyat kalangan Muhammadiyah? Varian pemahaman apa saja yang ada? Dengan menggunakan teori tipologi, penelitian ini akan mengeksplorasi berbagai pemikiran hisab-rukyat di kalangan Muhammadiyah. Tipologi adalah kajian tentang tipe. AiTipeAn berasal dari kata AityposAy, dari bahasa Yunan. , yang artinya impresi, gambaran . , atau figur sesuatu. 2 Tipologi setidaknya memiliki dua definisi pokok, yakni: Aia system used for putting things into groups according to how they are similar: the study of how things can be divided into different typesAn . ebuah sistem yang dipakai untuk meletakkan beberapa hal dalam grup-grup tertentu sesuai dengan kesamaan yang dimiliki, yakni kajian bagaimana sesuatu dapat dipecah-pecah kedalam tipe-tipe yang berbed. Definisi lainnya adalah Aistudy of or analysis or classification based on types or categoriesAn (Studi tentang analisa atau klasifikasi yang didasarkan pada tipe-tipe tertentu atau kategori-kategori tertent. 3 Tipologi dapat dipandang sebagai aktivitas klasifikasi dan pengelompokan berdasarkan gambaran yang sebuah konsep untuk mendeskripsikan kelompok tertentu berdasarkan kesamaan sifat-sifat dasar, dengan cara memilah atau mengklasifikasikan keragaman bentuk maupun kesamaan jenisnya. Syaom Barliana. AiTradisionalitas dan Modernitas: Tipologi Arsitektur MasjidAn dalam Jurnal Dimensi Vol 32. No 2. Desember 2004 3Lihat http://w. merriam-webster. com/dictionary/typology. Nopember 2015 Syaom Barliana. AiTradisionalitas dan Modernitas: Tipologi Arsitektur MasjidAn dalam Jurnal Dimensi Vol 32. No 2. Desember 2004 al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Dari AMuhlalA hingga AMuhrabiA Di sini, organisasi Muhammadiyah dipandang sebagai obyek sekaligus subyek yang dalam homogenitas keorganisasiannya yang begitu besar, sebenarnya memiliki kemampuan yang besar untuk menampung berbagai ragam pemikiran di bidang hisab-rukyat. Dengan kata lain, ada heterogenitas di dalam homogenitas pemikiran hisab rukyat Muhammadiyah. Ragam-ragam pemikiran yang berbeda itu pada gilirannya akan saling berinteraksi dan pada tahap selanjutnya akan menemukan Aianggota-anggotaAn baru yang seide. Dengan begitu, keragaman itu dapat dipilah berdasarkan kesamaankesamaan yang dimiliki masing-masing pemikiran. Data digali dengan metode wawancara, observasi, dan Analisis data akan dilakukan dengan metode deskriptifanalitis. Pemaparan terhadap subjek, dilakukan dengan uraian-uraian Tinjauan Umum Hadits-hadits Hisab Rukyat Apa yang disebut dengan Hadits-hadits hisab-rukyat di sini adalah semua Hadits yang terkait dengan penetapan awal bulan kalender Islam (Qamariya. Secara garis besar Hadits-hadits itu dapat dikelompokkan menjadi lima. Pertama. Hadits estimasi, yakni Hadits yang mengajarkan umat Muslim untuk mengawali bulan dengan cara melihat bulan sabit . uAyah al-hily. , dan bila gagal. aqdury la. , tanpa menyuruh menyempurnakan bulan aEOaEaIaCaEaNA auIaa aI AUacaA aa a a aEa AU a aAcaNA aa a aEa aOIaO A AE E aA AiJangan kalian berpuasa hingga melihat hilal dan jangan pula berhari raya hingga melihat hilal. Jika hilal itu terhalang dari kalian maka perkirakanlahAn(HR. Bukhari dan Musli. Kedua. Hadits istikmyl, yakni Hadits yang mengajarkan untuk mengawali bulan dengan melihat hilyl . ulan sabi. , dan bila gagal maka bulan berjalan disempurnakan 30 hari. Redaksinya ialah: Aa IaEIOA AacaEOEIaAEIEOa a A cauIa OAUAAOIOaEaONaEaONA 5Muslim meriwayatkannya dengan redaksi agak berbeda, yakni dengan lafal 'ughmiya'. Lihat. Muslim bin Hajjaj. Shahyh Muslim. Jilid. II (Beirut: Dar Ihya Turats alAraby, t. , 759 al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Ali Imron "Berpuasalah kalian pada saat kalian telah melihatnya . , dan berbukalah kalian juga di saat telah melihatnya . ilal bulan Syawa. Dan apabila tertutup mendung bagi kalian maka genapkanlah bulan Sya'ban menjadi 30 hari. " (HR. Bukhar. Ketiga. Hadits laporan kesaksian hilal, yakni Hadits yang menyebutkan bahwa seorang Arab Badui suatu ketika datang kepada Nabi dan bersaksi bahwa melihat hilal, lalu nabi menerima kesaksian orang tersebut. Nabi lalu memerintahkan agar berpuasa. Redaksinya aAEa NaIaEauENauEaa a NA AE OA a N AUAaNE EAUAaue aOA AacaC A A a au EaEac OA a UAEaOaEEaOIaEacaaIaOAOIOa aA AaC AUAEaI IA A aIaaI aIU aOEa aC A Dari Ibnu Abbas, bahwa seorang Arab Badui datang kepada Nabi Saw seraya berkata, "Aku telah melihat hilal. " Nabi bertanya, "Apakah kau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah?" Ia menjawab, "Iya. " Nabi lalu bersabda, "Wahai Bilal, umumkan kepada manusia agar besok " (HR al-Tirmidzi, al-Nasa'i. Abu Dawud. Ibnu Majah, al-Darimi. redaksi ini milik al-Tirmidz. Keempat. Hadits mathla' . isebut juga Hadits Kurai. , yakni Hadits yang menyatakan bahwa penduduk Madinah tidak wajib mengikuti rukyat Damaskus. Dari Hadits ini para ulama kemudian ber-istinbath bahwa rukyah dari suatu negera tidak berlaku untuk negara lain. Dari sinilah lalu berkembang konsep mathla' . okasi terbitnya hila. Redaksinya ialah a Aa aIa aaE AaIaac AU AeaEaO A AaE a AUAaCEaA NIAUAaE a Nau EaI aOaE a AU aa aUAa IaaIaE a aOacaNE EaEOEaI A AEOaNEE aI A AA N A a a aN I A Aa A A AUAaOA A N A s aIEOacaE Na EaIaeaAUACIA a AEaI caOIaNE EA Aa aa EaaNE EaAN A AA aIOA a AA AEA a a a UAA AEA ANA a AA AIA a AA AEA AOA AEA ANA AOA a UAA AEaIA ANA AIA a AA AEA AOA AEA a AA AOA Aa A AA A A A A A AUAANEA aUAIOaOOIA a N AUa aI aOA a a AcaIEI IaE A AA aEaIEaaIAO AUAEaeaOacaaEOEaE aA AaEaEAOaaOaI aOaOIN aCEaEaN E a IaIaOEaAUaNEAUaIaA 6Muhammad bin Isma'il al-Bukhari. Shahyh al-Bukhyry. Jilid. II (Beirut dan Yamamah: Dar Ibnu Katsir, 1. , 674 7Lihat. CD . Mausu'ah al-Hadits al-Syarif li Kutub al-Tis'ah, ed. Global Islamic Softwere Company, 1991Ai1997. hadits no. al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Dari AMuhlalA hingga AMuhrabiA Dari Kuraib, bahwasanya Ummu Fudail binti al-Hyrits mengutusnya datang kepada Mu'waiyah di Syam. Ia (Ikrima. bercerita: Setelah sampai di Syam, akupun menyelesaikan urusannya. Aku di sana jelas melihat hilal Ramadhan, yakni saat masih di Syam. Hilal itu aku lihat pada hari malam Jum'at. Setelah pulang ke Madinah di akhir bulan, aku bertanya kepada Abdullah bin Abbas r. , dan diapun bercerita tetang hilal. Ia bertanya, "Kapan kamu lihat hilal?" Aku jawab, "Malam Jum'at". Ia bertanya lagi, "Kau melihatnya sendiri?" Aku jawab, "Iya. Orang-orang pun melihatnya dan mereka lalu berpuasa. Mu'awiyah juga berpuasa. " Ibnu Abbas lalu berkata, "Tetapi kami melihatnya pada malam sabtu. Kami akan tetap berpuasa hingga sempurna 30 hari atau kami melihat hilal (Syawa. " Aku bertanya, "Apakah rukyah dan puasa Mu'awiyah tidak cukup?" Ia menjawab, "Tidak. Seperti inilah Nabi Saw. Memerintahkan kita. " (HR Muslim . edaksi ini milikny. Tirmidzi, al-Nasa'I. Abu Dawud, dan Ahma. Kelima. Hadits konsensus, yakni Hadits yang menyatakan bahwa puasa dan lebaran adalah juga masalah kesepakatan di antara kaum Muslimin. Redaksi ialah: aO IA a AEA aE OaOOa AUaOOa IA aEAa AUAAOaOOaAOIO IA Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Saw bersabda, "Puasa adalah hari dimana kalian berpuasa. Idul Fitri adalah hari dimana kalian merayakan Idul Fitri, dan Idul Adha adalah hari dimana kalian merayakan Idul Adha (HR. Trimidz. Keenam. Hadits ummi, yakni Hadits yang menjelaskan bahwa umat Islam adalah ummat yang ummi, buta huruf. Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan: aUAaO aIaaI aUaa aA. aN E aA aN E a A aE Na AU AuIca aI a OIO a aEaIEa a aEa aI A aAEa A AIOA a aIaUa a aOa e A AiSesungguhnya kami adalah umat yang ummi. kami tidak bisa menulis dan tidak bisa melakukan hisab. Bulan itu adalah demikian-demikian. Yakni kadang-kadang dua puluh sembilan hari dan kadang-kadang tiga puluh hari. An (HR Bukhari dan Musli. Enam hadits di atas merupakan dalil seluruh umat Islam dalam Hijriyah. Hanya perkembangannya terjadi perbedaan pemahaman di antara kelompok 8Imam al-Tirmidzi. Sunan al-Tirmidzi, dalam CD . Mausu'ah al-Hadits al-Syarif li Kutub al-Tis'ah, ed. Global Islamic Softwere Company, 1991Ai1997. Hadits No. 9Imam al-Tirmydzi. Sunan al-Tirmydzy. Hadits No. al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Ali Imron masyarakat muslim terutama di Indonesia, juga termasuk di kalangan Muhammadiyah. Tipologi Pemikiran Hisab-Rukyat Muhammadiyah Sebagaimana telah disinggung di muka, selama ini banyak yang beranggapan bahwa di Muhammadiyah hanya ada satu ragam pemikiran hisab-rukyat. Lebih jauh lagi. Muhammadiyah dianggap sebagai representasi dari kelompok pendukung hisab, sementara NU (Nahdlatul Ulam. merupakan representasi kelompok pembela Hal ini tentu saja tidak tepat, karena sebagai organisasi yang besar, pasti ada heterogenitas pemikiran di sana. Observasi yang cermat terhadap diskusi-diskusi dan literaturliteratur yang berkembang di kalangan Muhammadiyah jelas membuktikan hal itu. Secara garis besar, varian-varian pemikiran hisab-rukyat dalam tradisi Muhammadiyah, dapat dipetakan menjadi sebagai berikut. Kelompok Muhlal (Muhammadiyah Wujudul Hila. Kelompok 'Muhlal' di sini ialah warga Muhammadiyah yang mengikuti konsep wujudul hilal yang dikembangkan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah. Muhammadiyah-Wujudul Hilal adalah kelompok di Muhammadiyah yang menggunakan hisab untuk penentuan awal bulan baru Qamariyah. Bagi kelompok ini hisabnya adalah hisyb haqyqy wujyd al-hilyl. Dalam hisyb haqyqy wujyd al-hilyl, bulan baru Qamariyah dimulai apabila telah terpenuhi tiga kriteria berikut: . telah terjadi ijtimy` . ijtimy` . itu terjadi sebelum matahari terbenam . jtimyA qabl al-ghury. , dan. pada saat terbenamnya matahari, piringan atas bulan berada di atas ufuk . ulan baru telah Apabila tiga kriteria di atas terpenuhi semua . , disimpulkanlah bahwa bulan baru telah masuk, tanpa perlu rukyat. Bagi kelompok ini, wujyd al-hilyl Muhammadiyah sudah sesuai dengan al-Qur'an dan Hadits dan tidak mengada-ada . aca: bukan bid'a. 10Lihat. Tim Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Muhammadiyah, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2. , h. al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Pedoman Hisab Dari AMuhlalA hingga AMuhrabiA Bambang Aritoko, salah seorang warga Muhammadiyah dari Pleret. Bantul Yogyakarta, menegaskan: Orang hidup wajib menggunakan nalar karena itu anugerah Allah SWT. Dan ini beda manusia dg makhluk yg lain. Maka Muhammadiyah tepat kalau menggunakan nalar hisabnya. Dan Alhamdulillah, 101 thn Muhammadiyah selalau tepat dlm memprediksi gerhana, waktu salat, dll. Maka, perhitungan s ramadan 1432 H, analogmesti tepat. dan wajib diikuti krn sahehnya. Kesimpulan: maju terus Muhammadiyah. Menurut kelompok ini, perintah Nabi untuk melakukan rukyat . uAya. dalam mengawali puasa/lebaran lebih disebabkan illat (`illa. bahwa saat itu umat Islam masih ummy, tidak pandai menulis maupun menghitung. Sekarang illat itu sudah tidak ada, sehingga perintah tersebut dapat ditinggalkan dan beralih ke hisab, karena hitungan matematis hisab lebih pasti. 12 Kelompok ini didukung resmi oleh Pengurus Pusat Muhammadiyah, sehingga menjadi arus utama . Sementara kelompok-kelompok lainnya dapat disebut kelompok non-mainstreem alias minoritas. Kelompok Muhkayat (Muhammadiyah Imkanur Rukya. Apa yang dimaksud dengan 'Muhkayat' di sini ialah warga Muhammadiyah yang lebih memilih imkyn al-ruAyah. Bagi kelompok ini, wujyd al-hilyl yang dijadikan pedoman Pengurus Pusat Muhammadiyah itu tidak tepat, karena jelas-jelas mengabaikan aspek ruAyah al-hilyl . Yusron Asrofi, dosen Tafsir-Hadits Universitas Islam Negergi (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang juga kader Muhammadiyah . ernah menjabat sebagai pengurus Majelis Kader dan Pendidikan PP Muhammadiya. Hadits-hadits tentang hisab-rukyat yang begitu banyak dan begitu jelas telah memberikan petunjuk . epada kit. untuk mengawali bulan baru dengan cara melihat hilyl, kesaksian melihat, atau dengan istikmyl. Jadi aspek melihat hilyl tidak bisa diabaikan begitu saja. Wujudul Hilal yang dipakai PP Muhammadiyah itu cenderung mengabaikan aspek melihat hilal ini. Bagi saya. Imkanur Rukyah adalah metode yang tepat dalam 11Lihat, http://w. id/news-290-detail-kemungkinanperbedaan-1-syawwal-warga-muhammadiyah-dihimbau-bepegang-hisab-majelistarjih. html, diakses 20 maret 2012 12http://kalsel. id/artikel-mengapa-muhammadiyah-memakaisistem-hisab--dalam-penetapan-awal-bulan-qamariyah-detail-268. al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Ali Imron hal ini, karena ia bisa menggabungkan antara hisab dan rukyat. Aspek keterlihatan hilal tetap harus dipertimbangkan, karena ia berasal dari tuntunan Nabi. Rois Fatoni, dosen Universitas Muhamamdiyah Surakarta (UMS) juga termasuk kelompok ini. Bahkan ia menyampaikan kritiknya terhadap metode wujyd al-hilyl Pengurus Pusat Muhammadiyah. Dalam akun jejaring sosialnya, ia menyampaikan: Perhitungan posisi rembulan bukan hanya menghitung tinggi rembulan pada saat matahari tenggelam saja. Perlu pula dihitung jarak rembulan dan matahari juga. Kemungkinan terwujudnya atau terlihatnya hilal harus pula memperhitungkan jarak rembulan dan matahari ini. bukan hanya parameter tinggi hilal saja seperti yang dipakai oleh kriteria wujudul hilal Muhammadiyah. Ada saatnya ketika terjadi gerhana matahari sesaat sebelum matahari terbenam dan tinggi rembulan sudah "positif" tetapi bulan dan matahari masih berimpit. Pada kondisi seperti ini mustahil terwujud hilal sebab bulan dan matahari masih berimpit. Bukan hilal yang wujud, tetapi gerhana matahari pada saat matahari terbenam. Oleh karena itu, kriteria wujudul hilal yang dipedomani Muhammadiyah itu lemah bukan hanya karena menjadikan nol derajat sebagai kriteria, tetapi juga karena mengabaikan jarak minimal sudut elongasi antara rembulan dan Kelompok Muhpem (Muhammadiyah Ikut Pemerinta. 'Muhpem' di sini ialah warga Muhammadiyah yang memilih ikut pemerintah RI ketimbang ketetapan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah. Bagi kelompok ini, ketetapan PP Muhammadiyah itu tidak mengikat dan tidak wajib diikuti. Di antara tokoh kelompok ini adalah Adian Husaini. Nama ini cukup populer bagi peminat kajian keislaman Indonesia. Ia pernah duduk sebagai pengurus Majelis Tabligh PP Muhammadiyah. Ia juga menjadi anggota redaktur ahli Majalah Tabligh PP Muhammadiyah. 13Wawancara dengan M. Yusron Asrofi di ruang dosen Tafsir Hadits. Fak. Ushuluddin. Studi Agama dan Pemikiran Islam. UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta, 5 Januari 2011 14Diakses dalam http://w. com/, pada 05 oktober 2011 15Lebih lengkap tentang hal ini, lihat http://tabligh. id/majalah-tabligh/, diakses 18 Januari 2012 , bandingkan dengan profil Adian Husaini dalam http://w. uika-bogor. id/2011/05/adian-husaini. html, diakses 18 Januari 2012 al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Dari AMuhlalA hingga AMuhrabiA Pada kasus perbedaan Idul Fitri 2011 yang lalu . i mana Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri jatuh pada hari Selasa, 30 Agustus 2011, sementara pemerintah menetapkan hari Rabu, 31 Agustus 2. Adian Husaini menulis sebuah catatan panjang, tepat satu hari sebelum Idul Fitri versi Muhammadiyah diumumkan. sana ia terang-terangan menyatakan memilih ikuti pemerintah daripada PP Muhamamdiyah. Tulisan itu lalu dipublikasikan di media online http://w. Berikut kutipannya: A Tampaknya, salah satu hikmah Idul Fithri adalah persatuan umat. Di hari yang sama, semua kaum Muslimin bersama-sama merayakan Soal perhitungan yang Aujlimet-jlimetAy dalam perhitungan Auwujudul hilalAy atau Auimkanur-ruAoyatAy adalah metodologi yang tak habis-habisnya dibahas. Sudah ratusan tahun masalah ini diperdebatkan di antara para ulama. Toh, ujung-ujungnya, semua tetap dengan pendapatnya masing-masing. Maka, dalam soal ini, yang penting dan menjadi keputusan akhir adalah AuKeputusan Ulil AmriAy. Para jamaah haji sedunia tak pernah mempersoalkan akurasi keputusan Pemerintah Saudi saat penentuan wukuf! Pemerintah Saudi juga tidak menggelar Sidang itsbyt, seperti di Indonesia. Yang penting, semua berwukuf pada hari yang sama! Padahal, banyak pihak yang menilai, pemerintahan Saudi pun tidak sesuai dengan sistem Islam! Jika secara astronomi pemerintah Saudi salah ambil keputusan, jamaah haji juga tidak wajib mengulang ibadahnya. Meskipun tahun ini kita ber-Idul Fithri 20 jam lebih lambat dari Saudi, toh kita tidak juga menggeser shalat Jumat kita menjadi 20 jam kemudian, pasca shalat Jumat di Saudi! Jadi, tampaknya. Ibadah Idul Fithri dan Idul Adha memang dimaksudkan agar kita semakin cinta kepada persatuan dan persaudaraan sesama Muslim. Jika kita mau. InsyaAllah kita mampu Kita tentu tidak hanya mengaku cinta persatuan di mulut, tetapi dalam hati bercerai-berai dan saling mendendam. Terlepas soal perbedaan, apa pun Harinya, sejatinya kita tetap ber-Idul Fithri 1 Syawal. Tidak ada yang 2 Syawal!16 Selain Adian Husaini, keberadaan kelompok ini juga dapat dijumpai di situs resmi Muhammadiyah, misal dalam tulisan yang berjudul "Din: Ketetapan Muhammadiyah Mengenai 1 Syawwal Bukan Mengada-ada. " Tulisan ini merupakan ringkasan khutbah Din 16Selengkapnya, lihat Adian Husaini "Catatan Akhir Pekan: Warna-warni Idul Fithri" dalam http://w. com/read/18695/04/09/2011/, diakses 18 Januari al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Ali Imron Syamsuddin. Ketua Umum PP Muhammadiyah dalam shalat Idul Fitri di Alun-alun Keraton Yogyakarta, selasa . /08/2. Menariknya, dalam menanggapi berita di website tersebut, seorang warga Muhammadiyah yang mengaku bernama 'Nonong' . ungkin bukan nama sebenarny. , justru merasa malu dengan sikap elite Muhamamdiyah dalam sidang itsbyt yang ia saksikan melalui siaran langsung dari sebuah stasiun TV swasta nasional. Nonong Bapak. Kami adalah pengikut Muhammadiyah. tapi kami malu saat kami melihat komentar pengurus . diutus ke sidang itsbat, beliau tidak memberikan alasan yang jelas, malah saat ditentang mengenai surat Yasin beliau tidak kompentar apa2. Saya jadi ragu, apakah masih ada pengurus Muhammadiyah yang alim Allamah. Muhammadiyah hanya jadi pengikut negara2 lain, atau Muhammadiyah hanya canggih di dunia maya. maaf pak. di daerah kami (Jawa Timu. sangat sedikit warga Muhammadiyah, kami merindukan kedamaian dan kebersamaan, kami tidak ingin dikatakan Ormas Islam yang tidak mengikuti Umaro padahal Umaro sudah bekerjasama dengan ulama. Kelompok Muhyata (Muhammadiyah Rukyat Semat. Apa yang dimaksud dengan Kelompok 'Muhyata' di sini ialah warga Muhammadiyah yang mempercayai metode rukyat . uAyah alhily. dalam menentukan awal bulan Qamariyah, tanpa melibatkan Menurut kelompok ini, sikap Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah yang selama ini lebih mengutamakan hisab dan meninggalkan rukyat merupakan tindakan yang keliru, karena lebih mengedepankan akal dan rasio ketimbang ajaran Nabi. Keberadaan kelompok ini juga dapat diketahui dari website resmi Muhammadiyah sendiri. Di sana muncul seorang warga Muhammadiyah . anpa nam. yang menyuarakan kegelisahannya. merasa tidak 'sreg' dengan kebijakan PP Muhamamdiyah selama ini yang terkesan mengesampingkan ketentuan ruAyah Nabi Saw tersebut. Ia menulis sebagai berikut: Mohon maaf, saya besar dan hidup di lingkungan Muhammadiyah, namun ada yang sedikit mengganjal tentang penetapan awal puasa dan 17Selengkapnya http://w. id/news-394-detail-dinketetapan-muhammadiyah-mengenai-1-syawwal-bukan-mengadaada. html, diakses 20 Maret 2011 al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Dari AMuhlalA hingga AMuhrabiA Kenapa lebih mengutamakan dengan hisab bukan dengan melihat hilal. Ya walaupun saya juga sadar ilmu astronomi berkembang pesat, namun ilmu yang terbaik adalah ilmu yang datang dari sisi Allah yang diajarkan oleh baginda Rasulullah saw. Hasil dari melihat secara langsung hilal dibanding dengan perkiraan bukankah lebih mantap dengan melihat hilal? Mohon maaf, saya ini hamba Allah yang masih fakir ilmu. Jika saya salah, tolong diingatkan. Sekalipun kegelisahan semacam ini telah berkali-kali dijelaskan oleh para pimpinan Muhamamdiyah, bahkan PP Muhammadiyah telah menyediakan buku Pedoman Hisab Muhammadiyah yang dapat diunduh secara gratis oleh semua warga Muhammadiyah, namun tetap kegelisahan itu tidak begitu saja dapat Salah seorang tokoh Majlis Tarjih Muhamamdiyah bahkan juga telah menulis satu makalah yang secara khusus menjelaskan masalah ini dengan judul, "Sekali Lagi Mengapa Menggunakan Hisab. " Tulisan ini juga dapat diunduh di website resmi Muhammadiyah. 19 Secara tersirat, hal ini dapat dibaca sebagai adanya penolakan atas hisyb wujyd al-hilyl dari internal Muhammadiyah. Namun selang tiga tahun kemudian, tepatnya saat muncul kasus perbedaan Idul Fitri tahun 2011, saat website http://w. id melansir himbauan agar warga Muhammadiyah berpegang pada hasil keputusan Majlis Tarjih PP Muhammadiyah, kembali muncul komentar dari seseorang bernama Nindrianto . ungkin nama samara. yang mengaku sebagai mantan anggota Muhammadiyah yang memprotes keras sikap PP Muhammadiyah yang menggunakan hisab. Ia menulis: Hadits dari Abi Hurairah radhiallahu Aanhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu AAlaihi wa Sallam bersabda: AuBerpuasalah kalian karena melihatnya . dan berbukalah karena melihatnya . ilal bulan Syawa. Jika kalian terhalang awan, maka sempurnakanlah SyaAban tiga puluh hari. Ay (HR. Bukhari 4106, dan Muslim 1. Sudah jelas, kalo kita tidak mampu melihat maka kita diperintahkan untuk 18Lihat. Syamsul Anwar, "Sekali Lagi Mengapa Menggunakan Hisab" dalam http://w. id/id/download-kalender-islam-falak-21. diakses 20 Maret. 19Ibid. Dilihat dari properties-nya makalah Syamsul Anwar ini tampaknya ditulis atau di-up load pada 2 Agustus 2008. al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Ali Imron menggenapkan 30 hari. bukan masalah ketidakmampuan melihat bulan di bawah 1 derajat. bahkan jika lebih dari 5 derajat pun, klo belum terlihat, misalkan tertutup awan, maka kita diperintahkan puasa 30 hari. KEMAJUAN PEMIKIRAN? hebaat. saya mantan aktivis Muhammadiyah, malu saya!20 Kemungkinan besar kelompok Muhyata ini masih memegang kuat hasil Muktamar Muhammadiyah ke-32 di Purwokerto. Jawa Tengah tahun 1953 sebagaimana tercatat dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah yang menyatakan: AiApabila ahli hisab menetapkan bahwa bulan belum tampak . atau sudah wujud tetapi tidak kelihatan, padahal kenyataanya ada orang yang melihat pada malam itu juga, manakah yang muAotabar? Majelis Tarjih memutuskan bahwa rukyah lebih mu'tabar" . ebih layak Padahal dalam Musyawarah Nasional XXV Majelis Tarjih Muhammadiyah di Jakarta tanggal 3 Ae 6 Rabiul Akhir 1421 H . Ae 8 Juli 2000 M), pernyataan di Purwokerto itu telah disepakati untuk ditinjau ulang . aca: diruba. 22 Puncaknya pada fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah No. 24 tahun 2009 tentang Rukyat Global disebutkan: AiAkarena tulis-baca sudah berkembang dan pengetahuan hisab astronomi sudah maju, maka rukyat tidak diperlukan lagi dan tidak berlaku An23 Tampaknya perubahan paradigma di kalangan elit Muhammadiyah ini belum bisa diterima sepenuhnya oleh warga Muhammadiyah. Demikianlah keberadaan kelompok Muhyata di lingkungan Muhammadiyah. Kelompok Muhijar (Muhammadiyah Ijtimak Qabla Faja. Apa yang dimaksud dengan Kelompok 'Muhijar' di sini ialah warga Muhammadiyah yang memakai metode ijtimy' qabl fajr. 20Selengkapnya http://w. id/news-290-detailkemungkinan-perbedaan-1-syawwal-warga-muhammadiyah-dihimbau-bepeganghisab-majelis-tarjih. html, diakses 18 Januari 2012 21PP Muhammadiyah. Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2. , 293Ai294 22Lihat "Keputusan Musyawarah Nasional XXV Tarjih Muhammadiyah" di Jakarta, lampiran No. 23 Lihat. Fatwa Majlis Tarjih No. 24 tahun 2009 tentang Rukyat Global dalam http://w. id/tarjih/files/Fatwa_2009/Fatwa_24_2009_Rukyat _Global. rtf, diakses 27 feb 2011 al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Dari AMuhlalA hingga AMuhrabiA Metode ini merupakan salah satu metode teoritis ilmu falak . isyb haqyq. yang menyatakan bahwa konsep hari dimulai sejak fajar terbit, bukan sejak matahari terbenam. Jadi awal bulan Qamariyah juga dimulai sejak terbit fajar, bukan sejak matahari tenggelam . Kriteria awal bulan Qamariyah menurut teori ini ialah, apabila di suatu negeri ijtimy' . telah terjadi sebelum fajar. Maka saat fajar itu adalah awal bulan baru. Namun apabila ijtimy' . itu terjadi sesudah fajar, maka hari itu adalah hari ke-30 bulan berjalan. Awal bulan baru bagi negeri tersebut adalah sejak fajar berikutnya. Faham seperti ini terutama dianut oleh masyarakat Muslim di Libya Afrika Utara. Kelompok ini meski ada tetapi minoritas di kalangan Muhammadiyah dan keberadaannya nyaris tidak terdengar. Namun yang jelas, di lingkungan Muhammadiyah, hisab model ijtimy' qabl fajr ini dianut oleh M. Djindar Tamimy, salah seorang ideolog di kalangan Muhamamdiyah. 25 Mengenai hal ini dapat diketahui dari buku Pedoman Hisab Muhammadiyah yang diterbitkan resmi oleh Pengurus Pusat Muhammadiyah. Kelompok Muhrabi (Muhammadiyah Arab Saud. Muhrabi di sini adalah akronim dari Muhammadiyah-Arab Saudi, yang merujuk kepada orang Muhammadiyah yang memilih mengikuti Arab Saudi. Kelompok ini muncul ke permukaan pada momen Idul Adha, karena pada waktu tersebut terdapat puasa Arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut jamaah haji melaksanakan wukuf di padang Arafah. Saudi Arabia. Permasalahan muncul manakala terjadi ketidakseragaman ketetapan tanggal 1 Dzulhijjah antara pemerintah Arab Saudi dan penanggalan Muhammadiyah, seperti pada kasus Idul Adha tahun 1436/2015 yang lalu. 24Lihat. Tim Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Pedoman Hisab Muhammadiyah, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2. , 21 25Salah satu karya beliau yang hingga sekarang masih menjadi rujukan di lingkungan Muhammadiyah ialah buku Risalah Pendjelasan Muqaddimah dan Anggaran Dasar Muhammadijah. Lihat. M Djindar Tamimy. Risalah Pendjelasan Muqaddimah dan Anggaran Dasar Muhammadijah, (T. tp: Pertj. Persatuan Bag. Penerbitan, 1. 26Lihat. Tim Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Pedoman Hisab Muhammadiyah, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2. , 21 al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Ali Imron Saat itu pemerintah Republik Indonesia maupun otoritas keagamaan Arab Saudi menetapkan Idul Adha jatuh pada hari Kamis tanggal 24 September 2015 dan hari Arafah jatuh pada hari Rabu tanggal 23 September 2015. Sementara Muhammadiyah jauh-jauh hari telah menetapkan Idul Adha pada tanggal 23 hari Rabu September dan hari Arafah pada hari Selasa tanggal 22 September. Artinya penanggalan Muhammadiyah mendahului satu hari dari ketetapan Idul Adha oleh pemerintah RI maupun Arab Saudi. Menyikapi hal tersebut. Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Sinjai. Sulawesi Selatan, mengeluarkan maklumat susulan yang isinya menjelaskan bahwa Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Sinjai, akan melaksanakan sholat Idul Adha pada hari Kamis tanggal 24 September 2014. Konsideran yang dijadikan pertimbangan adalah keputusan Mahkamah SyariAoah Arab Saudi. Atas tindakan Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Sinjai tersebut. Pimpinan Wilayah (PW) dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memberikan teguran. Warga Muhammadiyah juga menyampaikan protes hingga akhirnya Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Sinjai meralat surat edaran tersebut. AiBanyak warga dan pengurus Muhammadiyah yang kaget. Setelah diprotes dan ditegur Pengurus Wilayah, surat maklumat akhirnya diralat," kata Wakil Ketua Muhammadiyah Kabupaten Sinjai. Aminullah Sir, kepada Tempo. Selasa, 22 September 2015. Terlepas dari masalah tersebut, peristiwa di atas menunjukkan bahwa di kalangan Muhammadiyah yang bahkan lebih memilih mengikuti keputusan pemerintah Arab Saudi ketimbang keputusan resmi organisasi PP Muhammadiyah, hanya saja keberadaannya tidak terekspos ke permukaan. Demikianlah tipologi berbagai pemikiran hisab-rukyat di kalangan Muhamamdiyah. Di satu sisi, hal ini memang dapat dilihat dari kacamata negatif, bahwa Muhamamdiyah ternyata tidak Tetapi dari sisi yang lain, ini bisa dianggap wajar menginggat Muhammadiyah adalah organisasi besar yang menaungi begitu banyak sarjana dengan latar belakang. Masing-masing 'kepala' tentu memiliki ide berbeda, meski perbedaan itu tidak selalu mampu 27Lihat http://w. co/read/news/2015/09/22/136702705/idul-adha-24september-muhammadiyah-sinjai-ditegur , diakses 12 Oktober 2015 al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Dari AMuhlalA hingga AMuhrabiA 'menyembul' ke permukaan. Dari sisi negarif, ini bisa dimaknai sebagai kurang kompaknya Muhammadiyah. Tapi bila dilihat dengan kacamata positif, maka keragaman pemikiran itu harus dipandang sebagai kekayaan hazanah intelektual yang dimiliki organisasi Muhamamdiyah. Penutup Demikian tipologi pemikiran hisab-rukyat yang ada di lingkungan Muhammadiyah, yang secara garis besar dapat di bedakan menjadi enam: . kelompok 'Muhlal' atau MuhammadiyahWujudul Hilal, yakni warga Muhammadiyah yang mendukung wujudul hilal. 'Muhkayat' alias Muhammadiyah-Imkanur Rukyat, yakni warga Muhammadiyah pendukung imkanur rukyat. 'Muhpem' Muhammadiyah-Pemerintah. Muhamamdiyah yang lebih mendukung penetapan . dari Pemerintah RI. 'Muhyata' alias Muhammadiyah-Rukyat Semata, yakni warga Muhammadiyah yang memilih memakai rukyat semata dalam menentukan awal bulan Qamariah. Muhijar alias Muhammadiyah-Ijtima' Qabla Fajar, yakni warga Muhammadiyah yang dalam menetapkan awal bulan Qamariyah mengikuti teori ijtmy' qabl fajr, dan . AMuhrabiAo alias Muhammadiyah-Arab Saudi, yakni kalangan Muhammdiyah yang puasa atau lebarannya mengikuti ketetapan Pemerintah Arab Saudi. Adanya varian-varian ini merupakan keniscayaan mengingat Muhammadiyah merupakan organisasi masyarakat yang besar yang menaungi begitu banyak anggota dan kecenderungan pemikiran yang beragam. Meskipun arus utama kecenderungan di Muhammadiyah menggunakan metode wujyd al-hilyl namun kecenderungan-kecenderungan yang lain bukan tidak mungkin di suatu waktu nanti menjadi kecenderungan mainstream di kalangan Muhammadiyah. Bila kemungkinan ini terjadi, prosesnya tentu tidak serta merta tetapi bibit-bibitnya telah menunas dari awal. Hanya saja saat ini kecenderungan non-wujyd al-hilyl belum populer di kalangan Muhammadiyah sendiri. Ringkasan tipologi dalam paparan-paparan di atas dapat dilihat dalam tabel di akhir tulisan ini. Dan potret lebih dalam mengenai varian-varian tersebut dapat dilakukan dengan penelitian yang lebih intens dan eksten. al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Ali Imron Lampiran: Tabel Tipologi Pemikiran Hisab-Rukyat Muhammadiyah MABIMS adalah Musyawarah Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam. Indonesia. Malaysia, dan Singapura al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Dari AMuhlalA hingga AMuhrabiA al-Ihky V o l . 1 0 N o . 2 D e s e m b e r 2 0 1 5 Ali Imron Daftar Pustaka