JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Ke-Islaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 84-92 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Journal Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski doi :x/x. STRATEGI PEREMPUAN DALAM PEMBELAJARAN FONETIK ARAB SEBAGAI UPAYA PEMBERANTASAN BUTA HURUF ARAB DI TAMAN PENDIDIKAN ALQURAoAN (TPQ) ImroAoatus Solikah1 Anis Zunaidah2 Siti Aisyah Yusuf3 Siti Henik Luluk Badriyah4 STAI KH. Muhammad Ali Shodiq1 STAI KH. Muhammad Ali Shodiq2 STAI KH. Muhammad Ali Shodiq3 STAI KH. Muhammad Ali Shodiq4 Abstrak Pembelajaran fonetik Arab di Indonesia banyak dilaksanakan di taman Pendidikan al-QurAoan. Dalam prakteknya. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa Perempuan sebagai sekolah pertama bagi anakanak berperan aktif terhadap perkembangan keberhasilan pembelajaran fonologi Arab tersebut. Setiap pembelajaran tidak terkecuali pembelajaran fonologi Arab memerlukan metode khusus, karena tingkat buta huruf di negara Indonesia masih terbilng tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi Perempuan dalam pembelajaran fonetik Arab, problematika, dan solusi Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode dalam pembelajaran fonetik Arab adalah metode an-Nahdliyah dikolaborasi dengan metode penyampaian demonstrasi, mim mem, drill, tanya jawab, dan ceramah dengan mengedepankan sifat lemah lembut dan kasih sayang. Problematika yang dialami meliputi kurangnya guru, prasarana kurang memadai, dukungan orang tua, fisiologis anak, karakteristik huruf Arab, psikologis anak, dan pengaruh teman. Solusi yang diterapkan adalah kaderisasi dan dedikasi, manajemen jadwal dengan baik, koordinasi dengan wali santri, memahami dan mensupport perkembangan anak, mencontohkan, memberikan pemahaman positif, dan memilah pergaulan yang baik. Kata Kunci: Strategi Perempuan. Fonetik. Arab. Buta Huruf Pendahuluan Islam tidak membedakan eksistensi antara laki-laki dan perempuan dalam kapasitasnya sebagai hamba Allah, khalifah, dan perjanjian primordial dengan Allah. Hakikat kedudukan perempuan dan laki-laki adalah sama di hadapan Allah SWT. Antara laki-laki dan perempuan tidak ada persaingan selain perlombaan untuk mencapai ridha Allah semata. Jika kita merujuk ke sejarah islam, jauh pada masa Nabi membuktikan bahwa perempuan ternyata mampu berkiprah, contohnya istri Nabi yaitu Siti Aisyah r. a dalam periwayatan ribuan hadis. Khadijah yang berperan dalam masa awal dakwah Islam. Sumayyah Ummu Ammar seorang wanita yang pertama kali mati syahid karena mempertahankan imannya, dan lain-lain (Cahyaningrum, 2. Seiring berkembangnya zaman, peran perempuan mengalami perubahan dan dinamika. Eksistensi perempuan dihadapkan pada budaya patriarki yang beranggapan bahwa perempuan hanya berperan di lingkup domestik rumah tangga saja. Namun kini Strategi Perempuan Dalam Pembelajaran Fonetik Arab Sebagai Upaya Pemberantasan Buta Huruf Arab Di Taman Pendidikan AlqurAoan (TPQ) 85 ruang kreativitas perempuan yang awalnya sedikit tertutup menjadi kembali terbuka. Sehingga, perempuan mampu melebarkan sayap untuk mengembangkan potensi sesuai minat dan bakat yang diinginkan, dengan tidak mengabaikan tanggung jawab domestiknya (Abdullah, 2. , serta ketentuanketentuannya. Di antara peran perempuan ialah sebagai istri, ibu rumah tangga, pendidik, tenaga medis, tokoh masyarakat, pekerja, dan lain-lain. Dari sekian peran perempuan, peran yang tak kalah penting adalah dalam bidang pendidikan. Pengetahuaan membuat perempuan cerdas dan semakin multi-tasking. Perempuan tidak hanya lagi menjalani rutinitas domestik seperti ibu rumah tangga dan pengasuh anak saja, melainkan ikut serta dalam memajukan dunia publik dan perkembangan pendidikan yang ada di Indonesia (Farin, 2. Quraish Shihab merumuskan peran perempuan sebagai pendidik berdasarkan apa yang sudah menjadi sifat dalam diri perempuan tersebut, yaitu: sebagai model dan pembentuk karakter anak yang memiliki sifat jujur dan menanamkan kejujuran, memiliki sifat lemah lembut dan mendidik anak dengan penuh kasih sayang, memiliki rasa sabar dalam mendidik anak dan menghadapi kelakuan anakanak, adil dalam memberikan kebutuhan terhadap anak-anak, serta memiliki sifat keibuan yang mampu dalam menghadapi segala kondisi anak, yang mampu menyayangi anak-anaknya dan mampu mendidik anak-anaknya (Rosita, 2. Hal ini didasarkan pada AlqurAoan surat Al-Baqarah ayat 233 artinya AuDan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Ay Berdasarkan ayat di atas, para ulamaAo tafsir menjelaskan bahwa arti penyusuan di sini bukanlah sekadar air susu, melainkan memberikan pula kepuasan rohani, pemeliharaan, pendidikan, dan Sebagaimana diakui para ahli betapa eratnya hubungan emosional dan fisik antara ibu dan anak yang dilahirkannya. Dibutuhkan keahlian khusus seorang ibu sebagai orang yang paling dekat dengan anak untuk membina anaknya hingga memiliki pondasi yang kuat menghadapi zaman yang terus berkembang. Peran orang tua terutama ibu mempunyai pengaruh besar bagi pertumbuhan seorang anak. Sifat perempuan sesuai dengan tugas ibu seperti tahan sabar dengan kelakuan anak karena kasih sayang yang telah tertanam dalam jiwanya sesuai dengan sifat keibuannya. Wanita telah diciptakan Allah melahirkan anak. Mereka jugalah yang paling sesuai untuk memelihara dan seterusnya mendidik. Proses pertumbuhan manusia adalah lebih lambat jika dibandingkan dengan makhluk yang lain. Ibulah yang paling rapat dengan anak dan mengetahui apa yang diperlukan anaknya. Ibu mengikuti setiap perkembangan anak dan dia dapat mengetahui kemampuan anak-anaknya yang berbeda menurut umur dan kebijaksanaan anak. Oleh karena itu mudahlah baginya untuk mendidik anak-anaknya mengikuti tiap-tiap individu anak itu. Dengan demikian sudah sepantasnya jika ibu dikatakan sekolah pertama, al umm madrasatun ula. Setiap manusia dilahirkan oleh seorang ibu. Jika setiap anak dididik dengan baik oleh seorang ibu, maka harapan besar akan terwujud masyarakat yang baik. Begitupun sebaliknya. Mengingat sebuah maqalah ulamaAo yang mengatakan. AuBagaimana kita mau mengharap anak-anak kita akan terdidik dengan baik jika dia diasuh oleh ibu yang tidak berpendidikan maka jadilah . ara perempua. terdidik sebelum kalian mendidikAy. Sehingga dengan demikian, setiap ibu memiliki peranan penting dalam kemajuan pendidikan, termasuk kemajuan dalam pendidikan Islam. Jika meruntut pendidikan Islam, maka hal mendasar dan fundamental dari pendidikan Islam berawal dari pengenalan huruf hijaiyah. Idealnya pengenalan huruf hijaiyyah ini dimulai dari usia dini. Sebab aspek baca tulis Arab adalah modal dasar untuk mengkaji ilmu Islam yang lebih luas. Namun, pada faktanya, berdasarkan penelitian Kementerian Agama ditemukan data dari sepuluh orang Muslim terdapat lima orang yang buta huruf Alquran. Ini menunjukkan masyarakat Indonesia yang masih buta huruf dan baca Alquran jumlahnya masih sangat banyak. Prof. Dr. Hj Huzaemah T JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 84-92 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski ImroAoatus Solikah. Anis Zunaidah. Siti Aisyah Yusuf. Siti Henik Luluk Badriyah, 86 Yanggo menilai. Muslimah khususnya mereka yang mempunyai kompetensi akademik dalam bidang Ilmu Alquran sangat sekali dibutuhkan dan penting peranannya dalam penguatan bangsa. Di antara upaya untuk mengurangi angka buta huruf AlqurAoan adalah lembaga TPQ. Taman Pendidikan AlqurAoan (TPA/TPQ) adalah lembaga atau kelompok masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan nonformal jenis keagamaan Islam yang bertujuan untuk memberikan pengajaran membaca AlqurAoan sejak usia dini, serta memahami dasar-dasar dinul Islam pada anak usia taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan atau madrasah ibtidaiyah (SD/MI) atau bahkan yang lebih tinggi (Aliwar, 2. TPQ memfokuskan pembelajarannya pada bagaimana cara membaca AlqurAoan dengan baik dan benar sesuai tajwid, makhorijul huruf, dan sifatul huruf. Jika ditilik dalam kajian linguistik, ilmu semacam ini disebut dengan fonologi. Istilah penggunaa fonologi berasal dari gabungan dua kata dari bahasa Yunani, yaitu phone dan logos. Phone yang berarti bunyi, dan logos yang berarti tatanan, ilmu. Sehingga secara terminologi bahwa fonologi yaitu bidang linguistik yang mempelajari, menganalisis dan membicarakan runtutan bunyi-bunyi bahasa. Dalam bahasa Arab ilmu bunyi atau fonologi ini dikenal dengan nama ilmu al-Aswat. Ilmu al-Aswat yaitu ilmu yang membahas tentang pembentukan, perpindahan dan penerimaan bunyi bahasa (Amrulloh, ). Bunyi bahasa ini dikategorikan menjadi dua yaitu fonetik dan fonemik. Fonetik membahas terkait bunyi bahasa tanpa mempengaruhi makna. Misanya cara memproduksi suatu bunyi, makhraj dan Sedangkan fonem membahas tentang bunyi bahasa yang berpengaruh terhadap makna. Misalnya dalam bahasa Arab ditemukaan adanya fonem pada kata AOA EOAA. Kedua kata tersebut memiliki kemiripan bunyi dan jumlah bunyinya sama . mpat buny. Perbedaan huruf terletak pada dua huruf yang tentunya mempengaruhi terhadap makna yang berbeda. Tidak hanya dari aspek perbedaan huruf yang membuat makna menjadi tidak sama, namun juga dipengaruhi pula oleh panjang pendeknya bunyi bahasa. Fonem yang bunyinya pendek tidak sama maknanya dengan fonem yang bunyinya panjang dalam bahasa Arab. Seperti kata A(EOAlaa royb. dengan A(EOAla royb. Kedua kata tersebut memiliki kemiripan bunyi dan jumlah bunyinya sama . mpat buny. Perbedaan kedua kata tersebut terletak pada aspek panjang pendeknya bunyi yang tentunya mempengaruhi terhadap makna yang berbeda. Bunyi la dan laa, keduanya adalah merupakan Jika la dalam kata la royba yang berarti benar-benar ada keraguan, kemudian diganti dengan laa dalam kata laa royba maka akan menjadi tidak ada keraguan, sehingga hal ini mempengaruhi terhadap perubahan makna. Itulah mengapa pembelajaran tentang fonetik menjadi begitu penting. Dalam AEE OEI OO OC ECOC NA EEIA. Francis Mackey mencatat ada 15 macam metode mengajar bahasa yang selama ini dipakai, yaitu . Direct Method, . Natural Method, . Psikologikal Method, . Phonetik Method, . Reading Method, . Grammar Method, . Translatioan Method, . GrammarTranslation Method, . Electric Method, . Unit Method, . Language-Control Method, . Mim-mem Method, . Practice-Theory Method, . Cognate Method, dan . Dual-Linguage Method (Lundeto,2. Di antara metode-metode tersebut yang memberi perhatian terhadap bunyi bahasa atau fonetik adalah . Phonetic Method, . Mim-mem Method, yang kemudian berkembang menjadi Audio-Lingual Method atau Aurol-oral Approach, dan . Dual Language Method. Dari ketiga metode ini ada beberapa unsur yang menyangkut pengajaran fonetik, yaitu . dari Phonetik Method yakni mendengarkan bunyi bahasa asing atau ear training yang dilanjutkan dengan latihan mengucapkannya, . dari Mim-mem Method yakni latihan ucapan atau pronaunciation driil, dengan menggunakan native informant . rang pemilik bahasa asing yang dipelajar. , dimana ia menjadi contoh pengucapan bunyi bahasa. Dalam Audio-lingual Method sebagai pengembangannya, penggunaan bunyi bahasa dari native informant dapat diganti dengan rekaman, dan . dari Dual-language Method yakni pengajaran fonetik didasarkan pada perbandingan fonetik dua bahasa . ahasa pertama dan bahasa kedu. Bahasa pertama menjadi alat untuk menjelaskan perbedaan-perbedaan fonetisnya, dimana aspek perbedaan ini menjadi pelajaran dan driil (Lundeto, 2. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 84-92 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Strategi Perempuan Dalam Pembelajaran Fonetik Arab Sebagai Upaya Pemberantasan Buta Huruf Arab Di Taman Pendidikan AlqurAoan (TPQ) 87 Pada setiap pembelajaran tidak bisa lepas dari adanya problematika. Problematika dalam pembelajaran bahasa Arab terkadang muncul dari dalam bahasa Arab itu sendiri . roblematika linguisti. seperti tata bunyi . , kosa kata . , tulisan, morfologi, sintaksis . , dan semantik. Terkadang muncul dari luar kebahasaan . on linguisti. seperti dari faktor pengajar . , peserta didik, materi ajar, sarana dan prasarana dan lain-lain (Hidayat, 2. Mengingat peliknya pembelajaran fonologi Arab, problematika yang harus dihadapi, dan harus dimulai pada usia dini, hal tersebut menuntut kesabaran, ketelatenan, dan strategi khusus bagi para pendidik TPQ. Kini, mayoritas pendidik TPQ adalah para perempuan. Sebagian masih remaja, dan sebagian adalah ibu rumah tangga. Bahkan, beberapa dari mereka berperan aktif sebagai kepala TPQ setempat. Oleh karena itu, artikel ini membahas kiprah perempuan dalam pembelajaran fonologi Arab sebagai upaya pemberantasan buta huruf Arab di Taman Pendidikan AlqurAoan. Metode Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang didasarkan pada filosofi pasca positivistic, yang digunakan untuk mengkaji kondisi benda alamiah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan. Lokasi yang dipilih adalah TPQ MambaAoul QurAoan di desa Plosokandang kecamatan Kedngwaru kabupaten Tulungagung provinsi Jawa Timur. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipan, wawancara mendalam, dan Teknik analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu diawali tahap reduksi data, penyajian data, kemudian verifikasi data. Teknik ini disebut pula teknik analisis induktif. Dalam proses analisis data, penulis menyeleksi data yang terkumpul. Setelah dilakukan seleksi, peneliti memulai pengkodean sesuai dengan pembahasan dan topik kemudian ditarik kesimpulan. (Abdulah, 2. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi, diskusi sejawat, dan perpanjangan penelitian Hasil Penelitian dan Pembahasan Strategi Perempuan dalam Pembelajaran Fonologi Arab Sebagai Upaya Pemberantasan Buta Huruf Arab di Taman Pendidikan AlqurAoan TPQ Mambaul QurAoan ini sudah tercatat sebuah lembaga yang didirikan pada tahun 1996 dibawah naungan Lembaga Pendidikan MaAoarif NU yaitu dengan izin operational 411235040717 diakui oleh Pemerintah dan berjalan dibawah binaan majelis Pembinaan Taman Pendidikan AlQurAoan Cabang Tulungagung. Yang dirintis oleh Ibu Umi Fatimatuz ZahroAo. Beliau asli Kediri namun dipersunting oleh bapak Mulyani Yang asli penduduk Plosokandang. Awalnya beliau tidak ingin mendirikan TPQ Mambaul QurAoan, tapi karena didesak oleh situasi dan keadaan maka berdirilah TPQ Mambaul QurAoan. TPQ Mambaul QurAoan ini sudah tercatat di Kementrian Agama Kabupaten Tulungagung sebagai Lembaga yang memiliki izin Operasional diakui oleh Pemerintah dan berjalan dibawah binaan Majelis Pembinaan Taman Pendidikan Al-QurAoan Cabang Tulungagung. Menurut penjelasan dari ibu Umi Fatimatuz ZahroAo TPQ ini didirikan karena dorongan dari masyarakat dan telah mendapat respon positif dari tokoh agama setempat. Untuk saat ini jumlah gurunya ada 8 orang yang kesemuanya perempuan dan 1 Tata Usaha. Kegiatan mengaji dimulai pukul Pedoman yang digunakan dalam membaca Arab adalah metode An-Nahdliyah. Dari hasil observasi terdapat 5 tahapan perencanaan penerapan metode An-Nahdliyah sebagai upaya memberantas buta huruf pada anak usia 4-5 tahun di TPQ Mambaul QurAoan Plosokandang Kedungwaru Tulungagung, yaitu: JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 84-92 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski ImroAoatus Solikah. Anis Zunaidah. Siti Aisyah Yusuf. Siti Henik Luluk Badriyah, 88 Guru membuat silabus/rencana pembelajaran sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Guru menyiapkan sarana penunjang pembelajaran metode An-Nahdliyah dalam membaca huruf Arab. Dalam hal ini guru menyiapkan segala media pembelajaran membaca untuk anak usia 4-5 tahun di TPQ Mambaul QurAoan Plosokandang, seperti flipcard. Al-QurAoan dan kartu Prestasi anak. Dengan media tersebut anak lebih tertarik untuk membaca, karena metode yang digunakan tidak monoton dan selalu menyenangkan. Cara penggunan media tersebut cukup mudah. Sebelumnya ibu guru menyiapkan huruf dan kata Arab sesuai kemampuan anak. Lalu guru mengacak kartu flipcard, kemudian anak disuruh memilih secara acak flicard tersebut dan membaca huruf dan kata Arab yang ada di baliknya. Guru memilih materi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak. Dalam hal ini guru menyiapkan pedoman berdasarkan kemampuan masing-masing anak karena dikhwatirkan anak akan tertekan jika terlalu dipaksakan, padahal usia 4-5 tahun adalah usia indah bagi mereka untuk bermain, dengan metode ini anak diajarkan membaca seperti bermain. Guru menyiapkan lembar penilaian berupa kartu prestasi belajar yang sesuai dengan pencapaian anak dalam membaca. Di antaranya adalah makharijul huruf, sifat huruf, kefashihah dan juga penerapan Dengan adanya kartu prestasi tersebut guru dapat melihat seberapa kemampuan anak dalam membaca Arab. Apabila anak belum bisa mengikuti huruf atau kata yang ditentukan maka anak disuruh mengulang lagi sampai bacaannya baik dan benar. Guru membaca petunjuk pengajaran buku An-Nahdliyah sebelum mengajarkannya pada anak. Guru membaca petunjuk pengajaran yang sudah dijelaskan pada pedoman pusat pelaksanaan Metode AnNahdliyah Di dalam proses belajar mengajar, guru harus memiliki upaya agar anak dapat belajar secara efektif dan nyaman. Salah satunya dengan menggunakan metode atau teknik pembelajaran. Metode dalam belajar merupakan salah satu cara atau alat untuk mencapai tujuan belajar. Oleh karena itu masalah metode dalam menghafal surat-surat pendek merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan berhasil atau tidaknya suatu pendidikan. Ketika metode diterapkan dengan baik dan tepat, maka tujuan belajar mengajar akan tercapai secara maksimal, begitupun sebaliknya. Penggunaan suatu metode dalam proses belajar mengajar sangatlah diperlukan seperti halnya dalam pendidikan umum. Demikian pula dengan pendidikan agama pun memerlukan metode yang tepat untuk menunjang keberhasilan dalam proses belajar. Metode yang baik dan tepat akan menjadi faktor keberhasilan anak dalam belajar. Selain dengan metode, guru juga dibantu dengan adanya alat peraga. Dalam proses membaca Arab menggunakan metode An-Nahdliyah terdapat beberapa langkah yaitu pertama diawali dengan berdoAoa bersama sebelum pembelajaran, mengulangi materi pembelajaran kemarin dengan anak membaca secara bersama-sama, anak membaca materi kemarin secara individu dan guru menyimak, guru menyampaikan materi baru, anak-anak mengikuti bacaan yang dibacakan oleh guru. Ciri khas metode an-Nahdliyah adalah membaca dengan ketukan. Dalam menerapkan pembelajaran metode An-Nahdliyah terdapat lima metode penyampaian yang dipakai. dalam menggunakan metode An-nahdliyah pasti menggunakan lima metode penyampaian yakni demonstrasi, drill, tanya jawab dan ceramah. Adapun penjelasan metode pnyampaian yang dipakai dalam proses belajar mengajar An-Nahdliyah di TPQ MambaAoul QurAoan Metode demonstrasi, yaitu guru memberikan contoh praktis dalam melafalkan huruf dan cara membaca hukum bacaan. Metode Mim Mem (Mimicry and Memorizatio. , yaitu anak diminta meniru dan menghafalkan bacaan setiap huruf atau kata yang diucapkan guru (Hidayat, 2. Metode drill, yaitu anak disuruh berlatih berulang kali melafalkan sesuai dengan makhraj dan hukum bacaan sebagaimana yang telah dicontohkan oleh guru. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 84-92 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Strategi Perempuan Dalam Pembelajaran Fonetik Arab Sebagai Upaya Pemberantasan Buta Huruf Arab Di Taman Pendidikan AlqurAoan (TPQ) 89 Metode tanya jawab, yakni guru memberikan pertanyaan dan atau sebaliknya. Metode ceramah, yaitu guru memberikan penjelasn sesuai dengan pokok bahasan yang diajarkan. Metode-metode di atas jika ditinjau dari segi teori pembelajaran fonetik sangatlah relevan. samping itu, guru-guru perempuan di TPQ MambaAoul Quran selalu mengedepankan sifat lemah lembut dan kasih sayang. Mereka menganggap anak didik sebagaimana anak sendiri. Hal tersebut sesuai dengan sifat dasar alamiah yang dimiliki seorang perempuan. Sebagaimana yang dijelaskan M. Quraish Shihab merumuskan peran perempuan sebagai pendidik berdasarkan apa yang sudah menjadi sifat dalam diri perempuan tersebut, yaitu: sebagai model dan pembentuk karakter anak yang memiliki sifat jujur dan menanamkan kejujuran, memiliki sifat lemah lembut dan mendidik anak dengan penuh kasih sayang, memiliki rasa sabar dalam mendidik anak dan menghadapi kelakuan anak-anak, adil dalam memberikan kebutuhan terhadap anak-anak, serta memiliki sifat keibuan yang mampu dalam menghadapi segala kondisi anak, yang mampu menyayangi anak-anaknya dan mampu mendidik anak-anaknya (Rosita, 2. Cara mengajari anak-anak yang paling utama adalah kesabaran. Seorang perempuan sangat sesuai dengan sifat dasar keibuan yang dimilikinya di mana seorang ibu mampu menahan emosi agar tidak mengeluarkan suara bernada tinggi dan menyebutkan hal-hal yang tidak perlu didengar serta sampai mengangkat tangan. Pada dasarnya, bagi seorang anak yang baru belajar perlu pembinaan dari seorang ibu dengan kelemahlembutan dan kesabaran yang pada akhirnya mampu mengajari anak perlahan-lahan memahami dan mengerti apa yang sudah diajarkan. Hal ini sebagaimana yang terjadi pada Rasulullah Saw yang membiarkan cucunya menunggangi beliau ketika sedang sujud, sehingga sujud beliau terasa lama oleh makmum yang mengikuti beliau. Ketika shalat usai. Rasulullah Saw menjelaskan bahwa: AuCucuku menunggangi punggungku ketika sujud, dan aku enggan mengangkat kepala dari sujud sebelum ia puas. Ay Di sisi lain, ada hal yang tidak bisa dilupakan bahwa anak adalah peniru ulung. Sehingga metode yang tak bisa dilewatkan adalah demonstrasi atau pemberian contoh yang baik. Hal ini juga sesuai dengan karakter pembelajaran fonetik Arab dimana pemberian contoh secara face to face adalah suatu keharusan agar proses pembunyian huruf benar dan tepat. Sebab jika hanya dari penjelasan secara lisan tanpa pemberian contoh, bagi usia anak-anak akan cukup sulit memahami. Secara tingkat perkembangan kognitif masih dalam taraf perkembangan operasional konkrit, belum taraf abstrak. Problematika Perempuan dalam Pembelajaran Fonetik Arab Sebagai Upaya Pemberantasan Buta Huruf Arab di Taman Pendidikan AlqurAoan Kurangnya guru Dalam pengamatan peneliti, terlihat bahwa antara jumlah pelajar dan guru belum seimbang. Guru hafalan memang banyak akan tetapi yang kompeten dalam sorogan dan sudah mengikuti pelatihan hanya satu orang saja sehingga tampak kurang kondusif. Hal ini sebagaimana yang disebutkan hidayat bahwa salah satu faktor non linguistik yang mempengaruhi proses pembelajaran adalah guru. (Hidayat, 2. Prasarana kurang memadai Salah satu permasalahan yang dijumpai di TPQ MambaAoul QurAoan adalah belum memiliki Sehingga sejak berdiri samapi sekarang pembelajaran tetap dilaksanakan di perumahan milik kepala TPQ. Hal ini turut mempengaruhi dari segi kenyamanan belajar. Belum tersedianya ruang khusus untuk kelas per tingkat memungkinkan beberapa pelajar dengan kemampuan berbeda Terkadang penjelasan di kelas A terdengar di kelas B. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 84-92 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski ImroAoatus Solikah. Anis Zunaidah. Siti Aisyah Yusuf. Siti Henik Luluk Badriyah, 90 Hal ini sesuai dengan teori yang mengatakan bahwasalah satu faktor non linguistik pembelajaran bahasa Arab ialah faktor sarana dan prasarana yang kurang memadai dan mendukung dalam proses pembelajaran bahasa Arab (Hidayat, 2. Dukungan orang tua Dukungan orang tua sangat penting terhadap keberlangsungan pembelajaran anak, ketika orang tua tidak mau mendorong anak untuk belajar maka anak akan tertinggal dengan teman yang Hal ini ada kaitanya dengan faktor psikologis tepatnya motivasi eksternal yan turut mempengaruhi motivasi internal. Fisiologis anak Di TPQ MambaAoul QurAoan dijumpai beberapa anak yang tingkat perkembangan fisiknya tidak secepat teman sebayanya. Seperti belum bisa mengucapkan huruf R dan sebagainya. Hal ini turut mempengaruhi tingkat ketercapaian membaca. Namun ini bisa dimaklumi. Karakteristik huruf Arab Banyak dijumpai anak-anak di TPQ MambaAoul QurAoan sulit mengucapkan huruf A( Adha. AA (Aoai. A( Akh. A( Ats. A( Aghai. A( Adz. A( Azh. Terkait hal sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa dalam problem tata bunyi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pembelajar non Arab yaitu fonem Arab yang tidak ada padanannya di bahasa Indonesia, melayu maupun Brunei misalnya A( Ats. A( NAh. A( Akh. A( Adz. A( Adha. A( AAsh. A( Ath. A( Azh. AAo( Aai. dan A( Aghai. Bunyi yang tidakn memiliki padanan dalam bahasa pembelajar diduga akan menyulitkan pembelajar daripada bunyi yang mempunyai padanan. Bagi pemula huruf yang tidak mudah perlu waktu dan kegigihan untuk berlatih. Seorang pelajar Indonesia akan merasa kesulitan dalam mengucapkan fonemfonem diatas, sehingga apabila ada kata Arab yang mengandung fonem-fonem tersebut masuk ke dalam bahasa Indonesia, maka fonem-fonem itu akan berubah menjadi fonem lain. Bunyi qaf berubah menjadi kafseperti kata AowaqtAo berubah menjadi AowaktuAo. Qadr menjadi kadar, qalb menjadi kalbu dan sebagainya (Zakiatunnisa et all, 2. Di samping itu ada pula faktor lain yaitu diakibatkan oleh keterbatasan para pelajar dalam meproduksi ujaran yang masih terpengaruh oleh bahasa pertama dan keterbatasan dalam aturan berbicara pada bahasa target . ahasa Ara. (Batmang, 2. Psikologis anak Lancar tidaknya suatu pembelajaran juga tergantung dari anak itu sendiri. Karena apabila dari dalam diri mereka tidak ada rasa ingin tahu dan kemauan dalam belajar membaca maka tidak akan berhasil dan akan menjadi penghambat kemajuan mereka. ini bisa dilihat ketika dikelas, kalo anak murung, tidak mau menghafal maka bisa dipastikan ia akan tertinggal dengan teman yang lain dan akan merugikan diri sendiri. Apalagi jika ada anak yang minder karena kemampuan bacaannya itu juga berpengaruh besar bagi keberhasilannya. dalam proses menghafal selain anak hrus ada kemauan yang besar, namun juga harus disertai keyakinan pada diri sendiri. Karena ketika anak tidak memiliki percaya diri maka akan sulit menerima hal baru. Hal ini sesuai dengan teori yang mengatakan bahwasalah satu faktor non linguistik pembelajaran bahasa Arab ialah faktor internal pelajar yang tidak mempunyai motivasi kuat dalam pembelajaran bahasa Arab, atau latar belakang pelajar dalam pemahaman bahasa Arab (Hidayat. Pengaruh teman JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 84-92 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski Strategi Perempuan Dalam Pembelajaran Fonetik Arab Sebagai Upaya Pemberantasan Buta Huruf Arab Di Taman Pendidikan AlqurAoan (TPQ) 91 Pengaruh teman juga sangat besar dalam proses hafalan surat-surat pendek. Ketika temannya rajin maka yang lainnya akan ikut rajin. Teman itu membawa pengaruh besar, bisa jadi anak menjadi rajin karena bergaul dengn teman yang memang rajin. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Zakiatunnisa bahwa faktor lingkungan pergaulan umumnya menjadi masalah tersendiri dalam pembelajaran bahasa Arab di Indonesia (Zakiatunnisa et all, 2. Solusi Perempuan dalam Pembelajaran Fonetik Arab Sebagai Upaya Pemberantasan Buta Huruf Arab di Taman Pendidikan AlqurAoan Kaderisasi dan dedikasi Penambahan guru yang kompeten sangat diperlukan untuk mengantisipasi agar tecipta kondisi yang lebih kondusif, khusunya bagi anak yang membutuhkan perhatian khusus. Untuk mengatasi kurangnya jumlah guru kompeten maka strategi yang dilakukan adalah dengan mengikutsertakan guru dan calon guru pada pelatihan khusus guru pengajar Metode AnNahdliyah. Ini dilakukan agar tugas yang diemban para guru menjadi lebih ringan. Meskipun demikian, semua guru di TPQ MambaAoul QurAoan memiliki jiwa dedikasi yang tinggi. Semangat mendidik mereka sangat besar untuk menggapai ridha Allah SWT. Manajemen jadwal dan tempat dengan baik Untuk mengatasi prasarana gedung yang belum tersedia, maka strategi ynag dilakukan TPQ MambaAoul QurAoan adalah melakukan manajemen jadwal yang baik. Perumahan yang digunakan untuk mengajar dibagi menjadi beberapa kelas. Teras rumah dimanfaatkan untuk pembelajaran dua Ruang tamu dimanfaatkan untuk pembelajaran dua kelas. Selain melakukan manajemen tempat, juga dilakukan manajemen waktu. Sehingga jam 14. 00 dibagi menjadi beberapa Koordinasi dengan wali santri Untuk meningkatkan dukungan orangtua, pihak TPQ MambaAoul QurAoan sering mengadakan rapat koordinasi dengan wali murid dan memberikan pengarahan agar totalitas mendukung anaknya sehingga anak merasa bahwa dirinya memang diperhatikan. Pemberian anak reward itu juga penting meskipun dengan barang yang sederhana tapi anak mensyukurinya. Karena motivasi internal tumbuh seiring dengan motivasi eksternal. Memahami dan mensupport perkembangan anak Untuk mengatasi permasalahan beberapa anak yang mengalami keterlambatan perkembangan secara fisik, maka para guru TPQ MambaAoul Quran memahaminya dengan baik dan sabar. Misalnya saat anak belum bisa mengucapkan huruf Arab AuraAy maka guru tidak memaksanya. Para guru selalu mensupport perkembangan anak selayaknya anak sendiri. Para guru yang mayoritas perempuan sangat telaten membimbing anak sesuai karakteristik anak dan tingkat perkembangan anak. Mencontohkan Solusi yang diterapkan para guru perempuan TPQ MambaAoul QurAoan untuk mengatasi karakteristik huruf Arab yang tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia adalah dengan memberikan contoh pengucapan. Solusi ini sesuai yang disarankan oleh Zakiatuunisa yaitu seorang pelajar bahasa Arab harus berlatih lebih intens tentang contoh penuturan kata atau kalimat yang beragam agar bisa menggunakan tata bunyi bahasa Arab dengan baik (Zakiatunnisa et all, 2. Memberikan pemahaman positif JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 84-92 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski ImroAoatus Solikah. Anis Zunaidah. Siti Aisyah Yusuf. Siti Henik Luluk Badriyah, 92 Memberikan pemahaman positif bukan hanya tugas guru melainkan juga tugas orang tua. Memberi pengarahan kepada anak tentang hal-hal yang harus dijalani dan hal-hal yang harus dijauhi adalah bagian terpenting dalam pendidikan. Ketika anak melakukan kesalahan orangtua dan guru tidak perlu segan untuk mengingatkannya dan memberikan pengarahan yang baik, karena kalau dibiarkan anak akan semakin rusak. Namun cara penegurannya harus dengan cara yang baik dan tidak menyakiti hati anak. Memilah pergaulan yang baik Untuk mengatasi pengaruh negatif teman, guru dan orangtua berusaha memilahkan pergaulan yang baik untuk anak dan juga baik untuk pembelajaran anak. Teman yang baik akan membawa pengaruh baik. Demikian pula teman yang kurang baik akan membawa pengaruh kurang baik. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan diskusi di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi yang digunakan perempuan dalam pembelajaran fonetik Arab di taman pendidikan AlqurAoan (TPQ) adalah menerapkan metode an-Nahdliyah dikolaborasi dengan metode penyampaian demonstrasi, mim mem, drill, tanya jawab, dan ceramah dengan mengedepankan sifat lemah lembut dan kasih sayang. Problematika yang dialami meliputi kurangnya guru, prasarana kurang memadai, dukungan orang tua, fisiologis anak, karakteristik huruf Arab, psikologis anak, dan pengaruh teman. Solusi yang diterapkan adalah kaderisasi dan dedikasi, manajemen jadwal dan tempat dengan baik, koordinasi dengan wali santri, memahami dan mensupport perkembangan anak, mencontohkan, memberikan pemahaman positif, dan memilah pergaulan yang baik Daftar Rujukan Abdullah. Peran Perempuan Dalam Dunia Pendidikan Perspektif Hamka. Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu Dan Budaya Islam, 4. , 115Ae135. Aliwar. Penguatan Model Pembelajaran Baca Tulis Quran dan Manajemen Pengelolaan Organisasi (TPA). Al TaAodib, 5. , 47Ae55. Batmang. Kesalahan Fonologi dalam Berbicara Bahasa Arab pada Mahasiswa Matrikulasi STAIN Kendari. Izzah, 8. , 109Ae121. https://doi. org/10. 4324/9780203154281-16 Cahyaningrum. Pesantren ( Studi atas Keulamaan Ibu Nyai Hj . Nuriyyah Ma Ao shoem di Pondok Pesantren Al-Hidayat Lasem Kabupaten Rembang ). Farin. Peran Perempuan Dalam Pendidikan Di Indonesia Pada Zaman Modern. OSF Preprints. May, 1. , 1Ae6. https://osf. io/preprints/jvesy/ Hidayat. Pembelajaran Fonologi Arab Dengan Minimal Praise Dan Tongue Twister. Tarling : Journal Language Education, 2. , 197Ae216. https://doi. org/10. 24090/tarling. Lundeto. Fonetik dan Morfologi Bahasa Arab. Jurnal IqraAo, 3. Rosita. Peran Perempuan Sebagai Pendidik Perspektif M. Quraish Shihab. Skripsi. Zakiatunnisa. Sukma. , & Faidah. Problematika Pembelajaran Bahasa Arab dan Solusinya Bagi Non-Arab. Prosding SemnasbanaIV UM Jilid 2, 4. , 489Ae498. JIPSKi: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Keislaman Volume 1. Nomor 1. Desember 2023, 84-92 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Published: -. Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/jipski