JURNAL RUPA VOL 8 NO 1 2023 DOI address: https://doi. org/10. 25124/rupa. Adaptasi Visual Momiji dengan Teknik Crochet pada Produk Fashion Feny Puspitasari1. Annisa Amalia2. Yumeida Rahmah3 1,2,3 Program Studi Pendidikan Tata Busana Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung. Indonesia Abstract The adaptation of traditional culture and art to inspiration in the fashion industry has become an increasing In meeting these needs, it is not uncommon for designers to be inspired by natureAos charm creatively and Related to this, researchers will try to make a fashion product design in the form of combining traditional elements with a modern touch, namely making a party dress by adapting the visuals of Momiji with the crochet technique. The visual adaptation of Momiji, which refers to the characteristics of autumn in Japanese culture, is integrated with the crochet knitting technique to create a party wear product with a modern look. This study aims to combine MomijiAos unique aesthetic, such as colorful autumn leaves and motifs, with crochet techniques that give a dimension of texture and softness to products and give a warm impression in accordance with the nuances of autumn in a modern look. This research method is a qualitative research with a visual adaptation technique approach, with the stages of analyzing MomijiAos motifs and colors which are then followed by a creative process starting from making product concepts, moodboards, to real products. in this research is also equipped with the distribution of questionnaires to select products that will be made as a real product and measure the suitability of the resulting product with the established concept. The results of the study show that MomijiAos visual adaptation with the crochet technique on party wear products with the theme AoWarm Night in TokyoAo can be realized in the form of colors, motifs, and textures with a modern look in the form of a midi dress complemented by a bolero. The product that was created has a suitability level with the theme as a structural design of 94%, a suitability of the product theme in color of 91%, a suitability of the product theme in the look of 90%, and a suitability of the product theme in texture of 86%. Keywords Momiji visual adaptations. Crochet techniques. Fashion products. Creativity. Aesthetics Feny Puspitasari Email fenypushi@upi. Address Universitas Pendidikan Indonesia Adaptasi Visual Momiji dengan Teknik Crochet pada Produk Fashion Feny Puspitasari. Annisa Amalia. Yumeida Rahmah PENDAHULUAN Dalam perkembangan industri fesyen yang bergerak cepat, desainer dituntut untuk memberikan ide-ide kreatif dalam pemenuhan kebutuhan tren. Banyak desainer dan brand terkenal mulai mencari inspirasi dari alam untuk menciptakan koleksi yang memadukan keindahan alamiah dengan kreativitas Kecenderungan ini membawa elemen-elemen alam, seperti warna, tekstur, dan bentuk organik, ke dalam dunia mode, hingga memadu-padankan seni tradisional dengan gaya kontemporer yang pada akhirnya menciptakan karya-karya yang unik dan mengesankan. Kecenderungan fashion terinspirasi dari alam menciptakan hubungan yang lebih mendalam antara manusia dan alam. Dengan membawa elemen-elemen alamiah ke dalam pakaian dan aksesori, fashion tidak hanya menjadi tentang penampilan, tetapi juga mengundang penghargaan terhadap keindahan alam dan refleksi atas keterhubungan kita dengan lingkungan sekitar yang mendukung upaya keberlanjutan. Beberapa proses kreatif yang dapat dilakukan oleh para desainer dalam memenuhi kebutuhan tersebut dapat dilakukan mulai dari mengeksplorasi penggunaan kain tradisional . , hingga mengksplorasi manipulating fabric, misalnya ruffles pada busana pesta atau art fashion . ,4,5,. , faux chenille dan sebagainya. Fabric manipulation merupakan suatu rekayasa bahan tekstil yang dimaksudkan untuk mengolah bahan tekstil yang ada di pasaran sehingga menjadi bentuk tekstil baru . Ditinjau dari tekniknya, fabric manipulation dibedakan menjadi 2 macam yaitu: . Menghias permukan bahan yang sudah ada seperti gathered . , pleats . , tucking, smocking, flounces, matelase . , serta fabric slashing . , kemudian . Dengan cara membuat bahan baru yang berfungsi untuk hiasan benda, seperti membuat kaitan, rajutan, macrame dan sebagainya yang disebut dengan decorative Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, alam memiliki pesonanya tersendiri sehingga mulai memikat para desainer untuk menjadi sebuah inspirasi, tidak terkecuali perubahan musim yang menjadi suatu patokan khusus untuk menciptakan produk fashion sebagai produk fungsional. Hal ini dapat menjadi sebuah peluang untuk para desainer menciptakan sebuah produk fashion yang mana perubahan musim tidak hanya sebagai produk fungsional tetapi juga menjadi sumber ide dalam menciptakan sebuah produk kreatif, salah satunya musim gugur. Melihat peluang dan potensi tersebut, maka penelitian ini bertujuan menciptakan produk fesyen dengan mengadaptasi visual dari daun Momiji pada busana pesta dengan teknik crochet. Adaptasi visual Momiji melalui teknik crochet pada produk busana mewakili sebuah langkah yang cukup signifikan dalam dunia mode. Urgensi dari adaptasi ini tumbuh dari beberapa faktor yang mengilustrasikan keunikan dan daya tarik busana pesta yang diadaptasi dari visual daun Momiji dengan teknik crochet sebagai berikut: Kecenderungan Unik dan Eksklusif Busana pesta selalu mencari keunikan dan sentuhan khusus yang membedakan koleksi dari yang lain. Adaptasi Momiji dengan teknik crochet menghadirkan unsur yang sangat eksklusif, karena setiap potongan adalah hasil dari kerajinan tangan yang rumit dan tidak dapat dicetak ulang dengan sempurna. Ini menciptakan busana yang tidak hanya indah, tetapi juga sulit ditiru oleh orang lain. Sustainable concept Dalam lingkungan mode yang semakin sadar akan keberlanjutan, adaptasi Momiji dengan teknik crochet memberikan alternatif yang ramah lingkungan. Penggunaan bahan, teknik rajut tangan, dan kualitas tahan lama dari produk-produk ini mengurangi dampak negatif pada Pelestarian Warisan Budaya Kombinasi Momiji dan teknik crochet juga dapat mewakili pelestarian warisan budaya dan kerajinan tangan tradisional. Langkah ini dapat dikatakan sebagai upaya dalam melestarikan sekaligus mengembangkan kerajinan rajut yang telah ada selama berabad-abad sambil memberikan nuansa modern yang sesuai dengan tren saat ini. Kesempatan bagi Artisan Penggunaan teknik crochet dapat memberikan kesempatan bagi para pengrajin dan seniman lokal untuk berkontribusi dalam dunia mode. Hal ini dapat membantu mempertahankan keterampilan tradisional dan memberikan nilai ekonomi positif di tingkat lokal. Feny Puspitasari. Annisa Amalia. Yumeida Rahmah Dengan demikian, adanya produk yang dihasilkan dari adaptasi visual Momiji dengan teknik crochet pada produk busana diharapkan dapat menyatukan eksklusivitas, keberlanjutan, warisan budaya, dan keindahan alam menjadi satu kesatuan yang indah dan luar biasa. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan bentuk penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai permasalahan dengan cara mendeskripsikan secara mendalam mengenai situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan menggunakan metode studi literatur dan penciptaan. Dalam berkarya, dapat digunakan penerapan metafora sumber ide ke dalam busana. Penerapan tersebut dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu adopsi, adaptasi dan adeptasi. Adopsi merupakan teknik mengambil bentuk tanda yang sudah ada sebelumnya sebagaimana adanya, dengan menggunakan objek aslinya atau menirunya . sedangkan teknik adeptasi lebih kepada pengolahan bentuk atau garis, fungsi, warna, tekstur, sedemikian rupa sehingga berbeda dari referensi awalnya . Dalam tulisan ini yang akan ditelaah lebih lanjut adalah teknik adaptasi. Adaptasi merupakan teknik yang dilakukan dengan menyesuaikan bentuk, garis, warna tekstur, atau kode suatu tanda terhadap referensi awalnya. Adaptasi dilakukan dalam bentuk, garis, tekstur, warna, atau kode karena adopsi tanda-tanda dari tempat dan waktu yang berbeda . Pada penelitian ini adaptasi atau penyesuaian ini dilakukan dengan mengeksplorasi bentuk, yakni menyederhanakan motif dan ukuran motif daun Momiji yang menjadi ragam hias pada material pakaian. Setidaknya itu, warna daun-daun Momiji juga diadaptasi menjadi warna pada produk busana yang diciptakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep dan Moodboard Kegiatan mengamati perubahan warna daun musim gugur adalah salah satu kebudayaan masyarakat di Jepang yang dikenal sebagai momijigari. Momijigari dapat diartikan secara harfiah menjadi Auberburu daunAy. Kata AugariAy dalam AuMomijigariAy dapat diartikan sebagai AuhuntingAy dalam bahasa Inggris yang berarti berburu. Istilah AugariAy pada awalnya merupakan sebutan untuk kegiatan berburu binatang. Seiring dengan perkembangan zaman, maknanya bergeser menjadi kegiatan menangkap hewan kecil dan burung liar sehingga pada akhirnya makna AugariAy berubah menjadi kegiatan mengumpulkan tanaman. Pola yang sama menghasilkan istilah AukajitsugariAy yang berarti memetik buah dan AushiogariAy yang berarti mengumpulkan kerang di pinggir laut. Istilah ini kemudian digunakan untuk menyebut kegiatan mengagumi tanaman bunga. Perubahan makna ini berawal dari sosok kaum bangsawan yang mengelilingi bukit dan lembah untuk mengagumi tanaman bunga. mereka terlihat seperti sedang berburu sehingga kegiatan itu pun diberi nama Momijigari . Keindahan Momiji di Jepang menjadi sumber ide dalam pembuatan busana pesta jenis two pieces terdiri dari midi dress dan stola dengan menerapkan keindahan warna Momiji musim gugur. Busana pesta yang dibuat dirancang untuk pesta sore menjelang malam . Kesan dan nuansa musim gugur dapat dirasakan dari perpaduan warna merah, oranye, dan kuning . sedangkan bentuk dari daun momiji yang dijadikan sebagai motif yang dibuat secara struktural menggunakan teknik crochet. Adaptasi bentuk dan warna Momiji dengan menggunakan teknik crochet ini menghasilkan busana pesta yang terkesan anggun dan hangat, cocok dengan sifat musim gugur yang merupakan peralihan dari musim panas ke musim dingin. Teknik crochet merupakan teknik yang digunakan dalam membentuk atau menciptakan struktur kain sekaligus membentuk motif dari struktur kain tersebut menggunakan jarum yang salah satu ujungnya mengait . Crochet memiliki karakteristik yang penuh dengan tekstur. Tekstur yang dihasilkan oleh teknik crochet ini tergantung pada jenis tusukan crochet yang dirangkai. Salah satu jenis tusukan atau stitch yang digunakan pada busana pesta ini adalah leaf momiji stitch yang akan menghasilkan motif daun momiji. Dari konsep yang sudah ditetapkan, selanjutnya menyusun mood board. Moodboard biasanya berupa kumpulan gambar atau media visual lainnya yang disusun sedemikian rupa untuk membentuk konsep visual . Konstruksi moodboard berpotensi merangsang persepsi dan interpretasi warna, tekstur, bentuk, citra, dan status, sehingga penataannya harus memiliki benang merah dalam menyatukan semua citra di dalamnya . Moodboard untuk konsep ini dapat dilihat pada Figure 1. Adaptasi Visual Momiji dengan Teknik Crochet pada Produk Fashion Gambar 1. Moodboard. Sumber: Yumeida. Moodboard Warm Night in Tokyo. Media Digital. Gambar dalam moodboard menunjukan kondisi malam hari di daerah kota Tokyo yang sedang mengalami musim gugur. Hal ini berkaitan dengan suasana perayaan Momiji, saat orang Jepang merayakan pergantian musim gugur ke musim dingin yang biasanya diadakan ketika menjelang dan setelah matahari terbenam. Dalam pergantian musim dan pergantian waktu dari sore menuju malam, dibutuhkan busana yang dapat melindungi tubuh dari rasa kedinginan. Inspirasi bentuk produk busana diambil dari hasil karya busana yang memiliki warna dan teknik yang sesuai dengan konsep yang sudah Dari beberapa gambar yang tercantum dalam moodboard, didapat dua color palette yang akan dijadikan sebagai rujukan dalam pemilihan warna dalam proses produksi busana. Prototipe Desain Tema AoWarm Night in TokyoAo dimetaforakan pada struktural desain dengan teknik crochet pada busana pesta. Seperti yang terlihat pada Tabel 1. nuansa warna, bentuk daun Momiji dengan eksplorasi teknik crochet dikembangkan pada busana pesta ke dalam tiga alternatif desain. Tabel. 1 Prototipe desain Desain Keterangan Desain pertama dibuat dengan opening di bagian belakang busana menggunakan tali yang dapat dikencangkan atau dilonggarkan saat dipakai sehingga menyesuaikan ukuran badan pemakai busana. Bahan utama dari busana ini adalah benang akrilik yang di padukan dengan benang curly yang berwarna oranye, merah dan kuning. Desain kedua dari busana midi dress ini memiliki belahan pada sisi kiri dan dilengkapi dengan bukaan pada tengah muka menggunakan tali. Bagian depan lebih busana atas pendek dari bagian belakang. Penggunaan benang pada bagian outer menggunakan benang decofuri warna marun. Feny Puspitasari. Annisa Amalia. Yumeida Rahmah Desain Keterangan Desain ketiga dari busana midi dress ini memiliki potongan mermaid pada bagian bawah dan dilengkapi dengan cape berbentuk lingkaran yang dibuat menggunakan benang decofuri untuk menambahkan kesan hangat pada Bahan utama dari busana ini adalah benang acrylic yang di padukan dengan benang curly yang berwarna oranye, merah dan kuning. Dalam menentukan produk busana yang akan direalisasikan, penulis mengumpulkan pendapat dari 100 responden. Berdasarkan hasil tanggapan responden, sebanyak 73% memilih desain 1 untuk diwujudkan menjadi produk nyata, sedangkan untuk desain 2 dan desain 3 masing-masing 10% dan 17%. Dengan demikian, prototipe produk dari ketiga desain yang akan direalisasikan adalah desain pertama. Adapun tahapan dalam pembuatan produk sebagai berikut: Siapkan alat dan bahan berupa hakpen dan benang crochet dengan warna yang sesuai dengan konsep yang sudah direncanakan. Membuat rencana pola crochet midi dress, sesuai dengan ukuran tubuh ideal yang sudah Membuat busana dimulai dari bagian rok bawah, dengan menggunakan stitch dasar crochet yang terdiri dari double half stitch dan single stitch. Membuat leaf momiji stitch pada barisan stitch dasar sehingga motif daun momiji mengelilingi produk busana. Tahap pada poin 3 dan 4 diulangi terus menerus, diselingi dengan garis stitch berbeda dengan menggunakan teknik double half stitch yang ditumpuk atau direnggangkan sehingga membentuk garis bergelombang. Bagian atas busana dibuat dengan menggunakan teknik double half stitch yang direnggangkan jaraknya sehingga menciptakan efek berlubang sehingga mudah dibentuk sesuai dengan pola crochet pada tahap poin 2. Hasil Produk Nyata Analisis Desain Hasil adaptasi visual dari sumber ide bentuk daun pada musim gugur pada produk busana diletakan secara berurutan mengelilingi produk busana secara sejajar. Bentuk runcing pada daun momiji terlihat pada bagian motif berwarna, di atas benang crochet berwarna cream. Tabel 2. Hasil Adaptasi Visual Momiji pada Produk Busana Pesta Inspirasi Aplikasi Hasil Bentuk momiji Desain penempatan motif Hasil pengaplikasian bentuk daun pada busana Momiji pada busana Adaptasi Visual Momiji dengan Teknik Crochet pada Produk Fashion Inspirasi Aplikasi Hasil Warna daun momiji yang terdiri dari kuning, merah dan Kombinasi Desain kombinasi warna busana, menggunakan warna pada busana merah pada milineris dan stola, warna kuning pada motif daun Momiji Pelengkap busana untuk merayakan pergantian musim Gambar 2. Hasil Produk Sumber: Annisa. Hasil Produk Adaptasi. Desain pelengkap midi dress Hasil produk Feny Puspitasari. Annisa Amalia. Yumeida Rahmah Tanggapan responden mengenai adaptasi momiji dengan teknik crochet pada produk Penulis menyebarkan kuesioner kepada 100 responden tentang adaptasi momiji dengan teknik crochet pada produk busana yang dilihat kesesuaiannya dengan tema yang dipilih. Berdasarkan hasil kuesioner, diperoleh data mengenai tingkat kekesuaian produk dengan tema pada adaptasi bentuk Momiji sebagai desain struktural sebesar 94%, pada warna sebesar 91%, pada look sebesar 90%, pada tekstur sebesar 86% dan tidak ada kesesuaian yang muncul sebesar 0%. Data tersebut dapat terlihat pada gambar 3 di bawah ini. Gambar 3. Data jawaban kesesuaian rancangan produk dengan tema Adaptasi Momiji sebagai desain struktural terlihat pada bentuknya yang menyerupai daun dengan warna-warna yang dianggap oleh responden merepresentasikan warna-warna daun momiji di pohon pada saat musim gugur. Berdasarkan teori kombinasi warna . , fungsi pada busana dapat diperlihatkan melalui pemilihan warna. Kombinasi warna pada produk adaptasi visual Momiji yang terdiri dari warna merah, oranye, dan kuning menghasilkan mood santai, romantis, ceria, gembira, manis dan cerah. Nuansa dan mood yang tercipta dari hasil adaptasi ini sesuai dengan fungsi pemakaian produk tersebut, yaitu pada saat perayaan pesta Momojigari. Penggunaan tekstur yang berbulu pada look berupa two pieces berupa midi dress dan cape memberikan kesan hangat, dan hal ini dianggap oleh responden sesuai secara fungsi untuk menghadiri acara pesta dan memberi rasa nyaman dengan cuaca yang merupakan peralihan dari musim panas ke musim dingin. Secara keseluruhan kesesuaian produk dengan tema ini dalam segi estetika memiliki rata-rata tingkat kesesuaian sebesar 90,25%. KESIMPULAN Adaptasi budaya dan seni tradisional menjadi inspirasi dalam industri fashion telah menjadi tren yang semakin meningkat. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut tidak jarang para desainer terinspirasi dari pesona alam secara kreatif dan estetik, salah satunya perubahan musim. Hal ini kemudian menjadi sebuah peluang untuk para desainer menciptakan sebuah produk fashion yang mana perubahan musim tidak hanya sebagai produk fungsional tetapi juga menjadi sumber ide dalam menciptakan sebuah produk kreatif, salah satunya musim gugur. Musim gugur sebagai inspirasi dapat direalisasikan salah satunya dengan mengadaptasi visual daun Momiji dengan teknik crochet pada produk busana pesta dengan tema AoWarm Night in TokyoAo. Wujud nyata dari visualisasi ini dapat direalisasikan dalam bentuk warna, motif, dan tekstur dengan look simple modern berupa midi dress yang dilengkapi dengan stola. Bahan utama dari busana ini adalah benang acrylic yang dipadukan dengan benang curly yang berwarna oranye, merah dan kuning. Produk yang diciptakan memiliki tingkat kekesuaian dengan tema paling besar yang dapat ditangkap oleh responden yakni adaptasi visual Momiji sebagai desain struktural, menyusul pada warna, look, dan tekstur. Look yang ditampilkan masih berupa classic look, sehingga hasil perancangan karya masih dapat dikembangkan lebih lanjut dengan mengeksplorasi teknik crochet, bahan kain, hingga look dalam menyesuaikan jenis busana lainnya, misalnya ready to wear yang disesuaikan dengan selera generasi milenal. UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih kepada Annisa Amalia, alumni dari Program Studi Pendidikan Tata Busana Universitas Pendidikan Indonesia yang telah membantu secara teknis dalam pembuatan karya. Adaptasi Visual Momiji dengan Teknik Crochet pada Produk Fashion DAFTAR PUSTAKA