TEMA TEMA Tera Ilmu Akuntansi PENGUNGKAPAN INOVASI DISRUPTIF PADA PERUSAHAAN SEKTOR HOTEL. RESTORAN DAN PARIWISATA DI INDONESIA Diota Prameswari Vijaya Rudi Irwansyah Universitas Pendidikan Ganesha. Indonesia 25, 1 SUBMIT Mei 2024 REVISI Mei 2024 DITERIMA Mei 2024 Volume 25 Nomor 1 Tahun 2024 Abstract: Voluntary disclosure is used by stakeholders as a consideration in decision-making. One piece of information found in a company's annual report is voluntary disclosure about disruptive innovationAiinformation regarding a product, service, or business model that significantly succeeds in altering existing market demands and needs and disrupts former key players. This study aims to examine whether financial capital, human capital, and organizational capital influence the disclosure of disruptive innovation. The study focuses on companies in the hotel, restaurant, and tourism sector listed on the Indonesia Stock Exchange for the years 2020 and 2021. Data analysis in this research uses multiple linear regression. The results indicate that financial capital, human capital, and organizational capital simultaneously affect the disclosure of disruptive innovation by companies. However, only human capital has a significant effect on the disclosure of disruptive innovation, while financial capital and organizational capital do not significantly impact the disclosure of disruptive innovation in publicly listed companies in the hotel, restaurant, and tourism sector. Keywords: Disruptive Innovation Disclosure. Financial Capital. Human Capital. Organizational Capital KORESPONDING AUTHOR Diota Prameswari Vijaya Universitas Pendidikan Ganesha. Indonesia Abstrak: Pengungkapan sukarela digunakan stakeholder sebagai bahan pertimbangan dalam membuat keputusan. Salah satu informasi yang terdapat dalam laporan tahunan suatu perusahaan adalah pengungkapan sukarela yaitu informasi tentang iInovasi disruptif sebagai sebuah produk, layanan atau bisnis model yang secara signifikan berhasil dimanfaatkan untuk mengubah permintaan dan kebutuhan pasar yang ada dan mengganggu mantan pemain kunci. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah modal keuangan, modal manusia, dan modal organisasi berpengaruh terhadap pengungkapan inovasi disruptif. Penelitian ini berfokus pada perusahaan sektor hotel, restoran, dan pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020 dan 2021. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal keuangan, modal manusia dan modal organisasi berpengaruh secara simultan terhadap pengungkapan inovasi disruptif perusahaan. Sementara itu, hanya modal manusia yang berpengaruh terhadap pengungkapan inovasi disruptif, sedangkan modal keuangan dan modal organisasi tidak berpengaruh terhadap pengungkapan inovasi disruptif pada perusahaan go public sektor hotel, restoran, dan pariwisata. EMAIL pv@undiksha. Kata Kunci: Pengungkapan Inovasi Disruptif. Modal Keuangan. Modal Manusia. Modal Organisasi INDEKS Google Scholar Cite: Vijaya. & Irwansyah. Pengungkapan Inovasi Disruptif Pada Perusahaan Sektor Hotel. Restoran dan Pariwisata di Indonesia. Tema (Jurnal Tera Ilmu Akuntans. Volume 25 No. 1, 31Ae37. DOI: https://doi. 21776/tema. Diota Prameswari Vijaya. Rudi Irwansyah TEMA Tera Ilmu Akuntansi PENDAHULUAN Inovasi adalah tindakan sistematis pengubahan sesuatu . roduk, ide, informasi, teknologi dan laian-lai. menjadi suatu sumber daya yang bernilai tinggi bagi target pasar (Khasanah & Sugiat, 2. Memasuki era revolusi industri 4. 0, inovasi yang dilakukan perusahaan beralih pada kolaborasi teknologi fiber dan teknologi otomatisasi. Teknologi telah mendorong berkembangnya masyarakat digital . igital societ. (Amajida, 2. Dalam dunia industri, hal ini berdampak signifikan pada kualitas kerja dan biaya produksi. Namun sesungguhnya, tidak hanya industri, seluruh lapisan masyarakat juga bisa mendapatkan manfaat umum dari sistem ini (Rizkinaswara, 2. Dalam dunia bisnis, mulai muncul istilah disruptif. Istilah tersebut dicetuskan oleh Clayton Christensen tahun 1997, sebagai cara untuk memikirkan perusahaan yang sukses tidak hanya memenuhi kebutuhan pelanggan saat ini, namun mengantisipasi kebutuhan mereka di masa depan. Inovasi disruptif adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan inovasi revolusioner, yang merupakan kebalikan dari inovasi evolusioner. Inovasi dikatakan sebagai hal yang mengganggu, jika inovasi tersebut membawa teknologi baru yang lebih murah dan memudahkan dibanding teknologi sebelumnya. Jika inovasi yang dilakukan tidak membuat pelaku industri lama terganggu atau di lain pihak secara tidak langsung mengganggu industri lain, maka inovasi tersebut tidak dapat dikatakan sebagai inovasi yang mengganggu atau inovasi disruptif (Schor, 2. Perusahaan perlu memberikan informasi tentang kegiatan perusahaan yang berkaitan dengan inovasi, produksi, pemasaran kegiatan sosial, dan dampaknya terhadap lingkungan. Pengungkapan aktivitas perusahaan bisa terkait dengan strategi menjaga keberlangsungan perusahaan (Suhardjanto et al. , 2. Keterbukaan informasi yang disajikan secara luas dan terintegrasi menunjukkan tata kelola perusahaan yang baik (Uyar & Kiliy, 2. Selain itu, pengungkapan informasi yang leng-kap dan luas mampu meningkatkan kinerja laporan Diota Prameswari Vijaya. Rudi Irwansyah Volume 25 Nomor 1 Tahun 2024 keuangan perusahaan dan keterbukaan informasi yang beragam dapat melengkapi kebutuhan informasi pihak eksternal tentang bisnis yang dijalankan. Fenomena inovasi disruptif di perhotelan dimulai dengan munculnya Virtual Hotel Operator (VHO), seperti Airy Rooms. RedDorz. Zen Rooms, dan Tinggal. Keberadaan VHO tidak menjadi faktor penggangu industri perhotelan, tetapi dengan adanya VHO meningkatkan kualitas produk, menciptakan lebih banyak nilai ditambahkan, harga kompetitif, dan dapat diakses dengan mudah untuk pembayaran dan sistem pemesanan (Wiastuti & Susilowardhani, 2. Penelitian ini berfokus pada pengungkapan inovasi disruptif pada perusahaan sektor Hotel. Restoran dan Pariwisata tahun 2020 dan 2021. Pemilihan objek penelitian ini dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan krisis di berbagai sektor, termasuk pariwisata yang memberikan efek domino bagi berbagai industri yang menopangnya, mulai dari transportasi akomodasai, hingga UMKM. Kondisi ini memunculkan fenomena staycation, yaitu liburan yang dilakukan di rumah atau dekat rumah, virtual tour bahkan work from hotel. Perubahan tren ini menuntut pelaku pariwisata memahami perilaku masyarakat dan adaptif untuk mencoba cara-cara baru dalam menyajikan pengalaman bagi pelanggan (Rizkinaswara, 2. Selain hotel dan pariwisata, fenomena konsep restoran juga berubah menjadi grab-andgo dan pemesanan melalui platform digital. Inovasi ini mampu menekan biaya karena restporan tidak memerlukan tempat yang luas dan mencari posisi outlet yang strategis, sehingga harga jual produknya bisa ditekan (Jauhary & Widayanti, 2. AuSumber Daya Perusahaan dan Keunggulan Kompetitif BerkelanjutanAy dipandang penting dalam munculnya pandangan berbasis sumber daya (Barney, 1. Pendekatan utama dari Resources Based Theory (RBV) adalah pemahaman tentang hubungan antara sumber daya, kapabilitas, keunggulan bersaing, dan profitabilitas khususnya dapat memahami mekanisme dengan mempertahan- TEMA Tera Ilmu Akuntansi kan keunggulan bersaing dari waktu ke waktu. Perspektif Resource Based View beranggapan bahwa sumber keunggulan bersaing berasal dari internal perusahaan. Teori RBV menjelaskan kerangka kerja manajerial yang digunakan untuk menentukan sumber daya strategis yang dapat dimanfaatkan perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (Barney. Sumber daya yang dimiliki perusahaan dan dapat dimanfaatkan sebagai keunggulan kompetititf, yaitu modal keuangan, modal manusia, dan modal organisasi (Nawaz. Ketiga faktor tersebut dapat mempengaruhi tingkat inovasi disruptif termasuk METODE PENELITIAN Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020 dan 2021. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor Restoran. Hotel dan Pariwisata sejumlah 48 perusahaan. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria: Perusahaan sektor hotel, restoran, dan pariwisata yang listing tahun 2020 Perusahaan mempublikasikan laporan keuangan dan laporan tahunannya di website BEI atau website Perusahaan. Data penelitian yang dibutuhkan terdapat pada laporan keuangan dan laporan tahunan Perusahaan. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu pengungkapan inovasi disrupsi perusahaan sektor hotel, restoran dan pariwisata di Indonesia. Pengungkapan inovasi disrupsi menyediakan informasi yang berkaitan dengan kegiatan internal perusahaan, pesaing, dan perubahan pasar saat ini dan masa depan sebagai dasar untuk membantu proses evaluasi startegi (Dixon et al. , 2. Pengukapan inovasi disrupsi diukur berdasarkan Indeks Pengungkapan Inovasi Distrupsi . engan bobo. yang telah disusun dalam penelitian sebelumnya (Supheni et al. , 2. Total skor pengungkapan inovasi disrupsi perusahaan dihitung dari jumlah item pengungkapan Inovasi Disrupsi berdasarkan indeks diatas dikalikan dengan bobot masing-masing item. Variabel bebas dalam penelitian ini terDiota Prameswari Vijaya. Rudi Irwansyah Volume 25 Nomor 1 Tahun 2024 diri atas modal keuangan, modal manusia, dan modal organisasi. Modal keuangan yaitu memberi kekuatan bisnis untuk membeli barang yang digunakan dalam menawarkan barang atau jasa lain. Dalam penelitian ini, modal keuangan diukur dengan modal yang digunakan dibagi dengan total aset (Nawaz. Modal manusia. Perusahaan yang memiliki rerata gaji yang tinngi umumnya memiliki kayawan dengan keterampilan dan kapasitas yang tinggi. Modal manusia diukur dengan dari biaya gaji dibagi dengan total karyawan (Nawaz, 2. Modal organisasi merupakan kekayaan yang dimiliki perusahaan untuk meningkatkan efisiensi produksi dalam sebuah perusahaan. Modal organisasi diukur dari harga saham penutupan pada akhir tahun (Nawaz, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum melakukan analisis regresi berganda, maka penting untuk mengetahui apakah data telah lolos uji asumsi klasik. Berdasarkan tabel 1 dapat terlihat bahwa nilai tolerance masing-masing variabel memiliki nilai dibawah 1, sedangkan nilai VIF diatas 1, maka dapat disimpulkan bahwa variabel penelitian bebas dari multikolinearitas. Menurut (Nachrowi & Usman, 2. , dikatakan tidak ada autokorelasi apabila nilai DW diantara -2 dan 2, sehingga berdasarkan tabel 2 dapat disimpulkan bahwa data penelitian tidak terdapat autokorelasi. Berdasarkan uji normal p-p plot, diketahui bahwa data telah berdistribusi normal . Berdasarkan uji Glejser untuk menguji residual bebas dari heterokedasitas, maka nilai signifikansi dapat terlihat pada tabel 2 yang berasa diatas 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data penelitian bebas dari heteroskedasitas. Karena data pada variabel penelitian telah lolos uji asumsi klasik, maka selanjutkan dilakukan analisis untuk menguji hipotesis. Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui bahwa nilai adjusted R2 sebesar 0,242 yang berarti variabel pengungkapan inovasi disruptif dipengaruhi sebesar 24,2% oleh variabel modal keuangan, modal manusia, dan modal organisasi, sementara sisanya sebesar 75,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak ada dalam model persamaan. TEMA Tera Ilmu Akuntansi Volume 25 Nomor 1 Tahun 2024 Tabel 1 Uji Multikolinearitas Variabel Tolerance VIF Modal Keuangan 0,926 1,080 Modal Manusia 0,956 1,046 Modal Organisasi 0,952 1,051 Sumber: Olah Data SPSS . Tabel 2 Uji Autokorelasi dan Heteroskedastisitas Durbit- Watson 1,675 Sig Absolut Residual 0,650 Sumber: Olah Data SPSS . Tabel 3 Model Summary R Square 0,272 Adjusted R Square 0,242 Sumber: Olah Data SPSS . Tabel 4 Uji Hipotesis Signifikansi ANOVA 0,000 Modal Keuangan 0,745 Modal Manusia 0,000 Modal Organisasi 0,931 Sumber: Olah Data SPSS . Hipotesis pertama dalam penelitian ini yaitu modal keuangan berpengaruh terhadap pengungkapan inovasi disruptif. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap perusahaan go public sektor hotel, restoran dan pariwisata diketahui bahwa modal keuangan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan inovasi disruptif dengan nilai signifikansi > 0,05, yaitu 0,745. Hipotesis kedua dalam penelitian ini yaitu modal manusia berpengaruh terhadap pengungkapan inovasi disruptif. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap perusahaan go public sektor hotel, restoran dan pariwisata diketahui bahwa modal manusia berpengaruh terhadap pengungkapan inovasi disruptif dengan nilai signifikansi <0,05, yaitu 0,000. Diota Prameswari Vijaya. Rudi Irwansyah Hipotesis ketiga dalam penelitian ini yaitu modal organisasi berpengaruh terhadap pengungkapan inovasi disruptif. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap perusahaan go public sektor hotel, restoran dan pariwisata diketahui bahwa modal organisasi tidak berpengaruh terhadap pengungkapan inovasi disruptif dengan nilai signifikansi > 0,05, yaitu 0,931. Hipotesis keempat dalam penelitian ini yaitu modal keuangan, modal manusia, dan modal organisasi berpengaruh secara simultan terhadap pengungkapan inovasi disruptif. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap perusahaan go public sektor hotel, restoran dan pariwisata diketahui bahwa modal keuangan, modal manusia, dan modal orga- TEMA Tera Ilmu Akuntansi nisasi berpengaruh secara simultan terhadap pengungkapan inovasi disruptif dengan nilai signifikansi > 0,05, yaitu 0,000. Modal keuangan merupakan modal yang memiliki potensi yang lebih baik dalam melakukan berbagai kegiatan termasuk memberikan informasi . yang lebih baik kepada para stakeholder-nya (Simpson & Tamayo, 2. Perusahaan yang memiliki potensi sumber daya keuangan yang baik akan memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dengan stakeholder melalui pengungkapan informasinya, sehingga perusahaan membutuhkan sumber daya modal keuangan yang cukup dan memadai untuk melakukan berbagai kegiatan bisnis (Uzzi, 1. Dalam penelitian ini, modal keuangan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan inovasi disruptif pada perusahaan go public sektor hotel, restoran dan pariwisata. Dalam hal ini mengindikasikan bahwa modal dan aset yang dimiliki perusahaan tidak mampu mempengaruhi perusahaan mengungkapkan inovasi disruptifnya. Kegiatan pembaharuan . oleh para pengusaha akan menimbulkan efisiensi (Oakey, 2. Dari efisiensi tersebut akan menyebabkan turunnya harga produk secara Turunnya harga produk akan meningkatkan konsumsi masyarakat dan akan meningkatkan pendapatan perusahaan pula. Dengan kata lain, pengungkapan inovasi disruptif mungkin tidak dipengaruhi oleh faktor lainnya selain jumlah modal and aset perusahaan. Modal keuangan memungkinkan perusahaan untuk menggunakan berbagai sumber daya manusia dan sumber daya organisasi untuk menciptakan value creation dan sustainability perusahaan. Modal manusia yang dimiliki perusahaan berupa kecerdasan individu yang terutama terdiri atas pengetahuan yang tidak terbatas pada pembelajaran, kemampuan, sikap, keterampilan dan pengalaman. Kemampuan seseorang tersebut dimanfaatkan perusahaan untuk menciptakan nilai bagi perusahaan (Edvinsson & Sullivan, 1. Modal manusia inilah yang menjadi kunci utama perusahaan untuk menciptakan kemajuan yang bersifat invatif dan kreatif. Untuk mengetahui sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan, maka manajemen perusahaan sebaiknya meDiota Prameswari Vijaya. Rudi Irwansyah Volume 25 Nomor 1 Tahun 2024 miliki informasi yang akurat dan terpercaya atas sumber daya manusia untuk membentuk pilihan administrasi yang produktif dan mendorong pengembangan (Mariz-Pyrez et , 2. Semakin besar sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan, maka semakin berpengaruh pada pengungkapan inovasi Hal ini sejalan dengan hasil penelitian ini yang menemukan bahwa pengungkapan inovasi disruptif dipengaruhi oleh modal manusia. Modal manusia meliputi kepiawaian, keahlian dan kapabilitas yang merupakan pusat kreativitas dan inovasi. Kecerdasan manusia adalah ini dari proses penciptaan nilai. Oleh karena itu, sumber daya manusia berpengaruh terhadap inovasi disruptif. Modal organisasi dalam perusahaan dapat berupa gabungan antara aset berwujud dan tidak berwujud. Organisasi menggunakan sumber daya ini untuk mengubah ide tak berwujud menjadi produk nyata atau jasa (Nawaz, 2. Perusahaan yang memiliki sumber daya organisasi yang baik akan tercermin dari tingginya harga saham. Peran modal organisasi ini penting dalam proses inovasi disruptif. Jadi sumber daya organisasi berkontribusi kepada inovasi disruptif yang mengarah juga ke nilai perusahaan yang lebih tinggi. Hal tersebut tidak sejalan dengan hasil penelitian ini yang menemukan hasil bahwa modal organisasi tidak berpengaruh terhadap pengungkapan inovasi disruptif. Modal organisasi yang tercermin dalam harga saham belum mampu menilai pengungkapan inovasi disruptif yang dilakukan perusahaan. Hal ini karena, modal organisasi dapat didefinisikan dengan potensi apapun yang dimiliki oleh perusahaan baik dalam bentuk berwujud atau tidak berwujud (Suhardjanto et al. , 2. Sumber daya organisisai yang berkontribusi kepada inovasi disruptif nantinya akan mengarah ke nilai perusahaan yang lebih tinggi. Dengan kata lain, terdapat faktor lain dalam modal organisasi yang berpengaruh ke pengungkapan inovasi KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal keuangan, modal ma35 TEMA Tera Ilmu Akuntansi nusia, dan modal organisasi terhadap pengungkapan inovasi disruptif pada perusahaan sektor hotel, restoran dan pariwisata selama tahun 2020 dan 2021. Sampel pada penelitian ini berjumlah 76 pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa modal keuangan, modal manusia, dan modal organisasi berpengaruh secara simultan terhadap pengungkapan inovasi disruptif. Sementara itu, hanya modal manusia yang berpengaruh terhadap pengungkapan inovasi disruptif, sedangkan modal keuangan dan modal organisasi tidak berpengaruh terhadap pengungkapan inovasi disruptif pada perusahaan go public sektor hotel, restoran, dan pariwisata. REFERENCES