JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. Efektivitas Supervisi Klinis Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kinerja Guru Al-QurAoan Hadits di MTsN 5 Aceh Timur *Nurma1. Azhar2. Sri Rahmi3. 1,2,3 Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Banda Aceh. Aceh. Indonesia Email: dranurma@gmail. Abstract This study aims to analyze the effectiveness of clinical supervision conducted by the principal to improve the performance of Al-QurAoan Hadith subject teachers. qualitative descriptive approach was used with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The research subjects included the principal, vice principal for academic affairs, and two Al-QurAoan Hadith teachers. The findings indicate that clinical supervision was implemented in three main stages: planning, implementation, and evaluation. Planning was conducted systematically based on teacher needs. implementation involved classroom observation and reflective feedback. and evaluation revealed improvements in the teachers' competencies in planning, executing, and assessing learning. The study confirms that structured and collaborative clinical supervision significantly contributes to the improvement of Al-QurAoan Hadith teacher performance. This study contributes to the discourse on school-based instructional supervision, particularly within Islamic education settings. Keywords: Clinical Supervision. Madrasah Principal. Teacher Performance. AlQurAoan Hadith Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas supervisi klinis yang dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru mata pelajaran Al-QurAoan Hadits. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian mencakup kepala madrasah, wakil kepala bidang akademik, dan dua orang guru Al-QurAoan Hadits. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi klinis dilaksanakan melalui tiga tahap utama, yakni perencanaan, pelaksanaan, dan Perencanaan dilakukan secara sistematis berdasarkan kebutuhan guru. pelaksanaan berbasis observasi kelas dan umpan balik reflektif. serta evaluasi menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam merancang, melaksanakan, dan menilai pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa supervisi klinis yang terstruktur dan kolaboratif berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja guru Al-QurAoan Hadits di madrasah. Temuan ini relevan dijadikan sebagai model pembinaan guru berbasis kebutuhan individual, khususnya untuk mata pelajaran keagamaan di madrasah tsanawiyah, yang selama ini belum banyak dikaji dalam konteks supervisi klinis. Kata Kunci: Supervisi Klinis. Kepala Madrasah. Kinerja Guru. Al-QurAoan Hadits *** JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan instrumen strategis dalam membentuk karakter, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik agar mampu menghadapi tantangan global dan era digital (Tilaar, 2. Dalam konteks pendidikan formal, guru berperan sebagai ujung tombak yang menentukan kualitas proses dan hasil Di madrasah, peran ini menjadi semakin penting mengingat tantangan integrasi antara nilai-nilai Islam dan perkembangan pedagogik modern (Mulyasa, 2. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan kinerja guru menjadi keharusan dalam upaya peningkatan mutu madrasah secara berkelanjutan. Salah satu mata pelajaran inti dalam pendidikan Islam adalah Al-QurAoan Hadits. Mata pelajaran ini tidak hanya menyampaikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga menanamkan nilai moral dan spiritual yang membentuk akhlak peserta Namun demikian, kualitas pembelajaran Al-QurAoan Hadits sangat dipengaruhi oleh kompetensi profesional guru yang mengampunya. Upaya peningkatan kinerja guru tidak cukup hanya melalui pelatihan formal, tetapi juga membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan dan kontekstual, salah satunya melalui supervisi akademik oleh kepala madrasah. Kinerja guru menjadi indikator penting dalam pencapaian tujuan Pemerintah Indonesia telah menetapkan standar kompetensi guru melalui berbagai regulasi, seperti Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 dan Permendiknas No. 13 Tahun 2007. Namun, implementasi standar ini tidak serta merta menjamin mutu pembelajaran tanpa adanya pengawasan dan pembinaan yang Dalam konteks ini, supervisi pendidikan khususnya supervisi klinis muncul sebagai pendekatan yang lebih terarah dan dialogis dalam meningkatkan kinerja guru (Rahmi, 2. Supervisi klinis adalah bentuk pembinaan profesional yang menitikberatkan pada kebutuhan individual guru melalui siklus pertemuan awal, observasi kelas, dan umpan balik. Dibandingkan dengan pendekatan konvensional yang cenderung administratif, pendekatan klinis memberi ruang refleksi dan pengembangan diri bagi guru secara intensif (Pidarta, 1992. Glickman et al. , 2. Kepala madrasah memiliki peran strategis sebagai supervisor akademik untuk mendampingi guru meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan (Sagala, 2. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. Kerangka supervisi klinis yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada pendekatan Glickman et al. yang menekankan pembinaan partisipatif, terstruktur, dan reflektif. Supervisi jenis ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata guru dalam merancang dan mengevaluasi proses pembelajaran secara Sejumlah penelitian terdahulu telah menyoroti pentingnya supervisi kepala sekolah/madrasah dalam peningkatan mutu guru. Misalnya. Nasruddin menemukan bahwa supervisi kepala madrasah berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja guru PAI. Ridwan menunjukkan pentingnya keaktifan kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik agar pembinaan berjalan optimal. Namun, sebagian besar penelitian tersebut belum secara spesifik mengulas efektivitas supervisi klinis dalam konteks guru mata pelajaran Al-QurAoan Hadits, terutama pada tingkat madrasah tsanawiyah. Hingga saat ini, kajian tentang efektivitas supervisi klinis masih didominasi oleh studi umum lintas mata pelajaran atau jenjang pendidikan. Minimnya penelitian yang secara khusus mengkaji supervisi klinis terhadap guru Al-QurAoan Hadits di madrasah tsanawiyah menciptakan celah literatur yang perlu diisi. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk mengisi gap tersebut dengan menelaah efektivitas supervisi klinis yang dilakukan oleh kepala MTsN 5 Aceh Timur dalam meningkatkan kinerja guru Al-QurAoan Hadits. Penelitian ini menelaah secara mendalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi supervisi, serta dampaknya terhadap perubahan praktik pembelajaran guru. Kontribusi ilmiah dari penelitian ini terletak pada fokus spesifik terhadap supervisi klinis dalam mata pelajaran keagamaan pada tingkat madrasah, yang selama ini belum banyak diteliti. Selain itu, penelitian ini mengembangkan pemahaman teoritis tentang supervisi berbasis refleksi profesional dalam konteks pendidikan Islam. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan . ield researc. Pendekatan ini dipilih karena permasalahan yang dikaji bersifat kontekstual, kompleks, dan menuntut pemahaman mendalam terhadap proses dan dinamika supervisi klinis yang dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru Al-QurAoan Hadits (Sugiyono, 2. Peneliti terlibat secara langsung dalam pengumpulan dan interpretasi data melalui interaksi dengan informan kunci. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan di MTsN 5 Aceh Timur, sebuah lembaga pendidikan Islam tingkat tsanawiyah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur. Subjek penelitian ditentukan melalui purposive sampling, yaitu teknik penentuan informan berdasarkan pertimbangan tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian (Moleong, 2. Informan terdiri atas kepala madrasah, wakil kepala bidang akademik, serta dua guru mata pelajaran Al-QurAoan Hadits. Kriteria informan meliputi: memiliki pengalaman mengikuti proses supervisi klinis, terlibat langsung dalam kegiatan supervisi, dan bersedia memberikan data secara terbuka. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga metode utama, yaitu: Observasi Observasi dilakukan secara langsung terhadap proses pelaksanaan supervisi Peneliti menggunakan lembar observasi yang disusun berdasarkan teori Glickman et al. untuk mencatat aktivitas, strategi, dan respons guru. Teknik ini digunakan untuk memperoleh data tentang perilaku nyata dalam konteks alamiah tanpa perlakuan atau manipulasi (Arikunto, 2. Wawancara Wawancara dilakukan terhadap kepala madrasah, wakil kepala, dan guru Al-QurAoan Hadits. Wawancara dirancang untuk menggali persepsi, strategi, dan pengalaman terkait implementasi supervisi klinis. Pedoman wawancara digunakan agar tetap fokus, namun fleksibel mengikuti dinamika lapangan (Creswell, 2. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. Dokumentasi Dokumen yang dianalisis meliputi rencana supervisi, instrumen evaluasi, notulen pertemuan, dan laporan refleksi. Studi dokumentasi digunakan untuk memperkuat dan mengonfirmasi data dari observasi dan wawancara (Sutopo. Teknik Analisis Data Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman . , yang terdiri dari tiga langkah utama: Reduksi data: Proses pemilahan, penyaringan, dan penyederhanaan data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi sesuai dengan fokus kajian, seperti tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi supervisi. Penyajian data: Penyusunan data dalam bentuk narasi atau matriks untuk memudahkan pemahaman pola dan hubungan antar-temuan. Penarikan kesimpulan dan verifikasi: Proses sintesis dari temuan untuk menjawab rumusan masalah, yang dikonfirmasi kembali melalui teknik validasi data. Uji Keabsahan Data Untuk menjamin validitas temuan, digunakan teknik triangulasi (Denzin, 1. baik dari segi teknik maupun sumber data. Triangulasi teknik dilakukan dengan membandingkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan pernyataan kepala madrasah, guru, dan data administratif madrasah. Selain itu, dilakukan member checking, yaitu dengan menyerahkan hasil transkrip dan interpretasi data kepada informan untuk memperoleh konfirmasi kebenaran dan kesesuaian makna (Lincoln & Guba. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas supervisi klinis yang dilakukan oleh kepala MTsN 5 Aceh Timur dalam meningkatkan kinerja guru AlQurAoan Hadits. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi klinis mencakup tiga tahap utama: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, yang seluruhnya berjalan sistematis dan berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru. Perencanaan Supervisi Klinis Perencanaan dilakukan melalui diskusi awal antara kepala madrasah dan guru untuk mengidentifikasi kesulitan, seperti penyusunan RPP berbasis Kurikulum Merdeka dan pemilihan metode mengajar. Salah satu guru menyatakan: AuAwalnya saya kesulitan menyusun RPP karena belum memahami alur tujuan pembelajaran dan asesmen formatif. Tapi setelah diskusi dengan kepala madrasah, saya lebih paham dan dibimbing menyusun instrumen pembelajaran yang sesuai. Ay Pendekatan partisipatif ini menumbuhkan rasa tanggung jawab dan keterlibatan emosional guru dalam pengembangan diri. Glickman et al. menyebutkan bahwa fokus supervisi harus disepakati bersama. Temuan ini selaras dengan Wiles dan Bondi . yang menyatakan bahwa pendekatan humanistik dalam supervisi mampu mendorong pertumbuhan profesional yang berbasis relasi Temuan ini juga memperkuat hasil studi Dyah Retno Ismiarti et al. yang menekankan bahwa Supervisi partisipatif yang dilakukan oleh Kepala Sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan kinerja guru. Pelaksanaan Supervisi Klinis Supervisi dilakukan dalam dua siklus observasi kelas yang masing-masing diikuti oleh sesi umpan balik reflektif. Kepala madrasah menggunakan instrumen observasi yang telah disepakati untuk mencatat kekuatan dan area perbaikan guru. Pada siklus pertama, ditemukan bahwa guru masih dominan menggunakan metode ceramah dan belum memfasilitasi diskusi kelompok atau asesmen Namun setelah sesi umpan balik, pada siklus kedua guru mulai menerapkan metode diskusi, simulasi, dan menyiapkan rubrik penilaian. Guru menyatakan: JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. AuSetelah supervisi pertama dan mendapat masukan, saya mencoba menerapkan simulasi pembelajaran. Ternyata siswa lebih aktif dan suasana kelas jadi lebih Ay Temuan ini menunjukkan perubahan signifikan dalam praktik mengajar guru setelah melalui proses supervisi yang dialogis dan reflektif. Hal ini mendukung pendapat Sergiovanni & Starratt . , bahwa supervisi yang efektif harus pembelajarannya sendiri. Lebih lanjut. Sunardi dan Satori . juga menekankan bahwa supervisi klinis memberikan ruang aman bagi guru untuk mengevaluasi dan mengembangkan keterampilan pedagogis secara bertahap, karena prosesnya menekankan bimbingan, kolaborasi, dan pembinaan berkelanjutan. Dalam konteks ini, supervisi klinis yang dilakukan kepala madrasah tidak hanya bersifat teknis tetapi juga mendukung pembentukan budaya belajar profesional di lingkungan madrasah. Evaluasi dan Dampak Supervisi Klinis Evaluasi dilakukan melalui penilaian langsung terhadap perubahan kinerja guru setelah dilakukan siklus supervisi. Kepala madrasah melakukan observasi lanjutan untuk menilai apakah kelemahan-kelemahan yang sebelumnya ditemukan sudah diatasi. Misalnya, guru yang sebelumnya belum mampu menyusun modul ajar, setelah supervisi telah memiliki modul yang lengkap dan sesuai dengan Peningkatan kinerja guru ditunjukkan pada tiga ranah utama: . kemampuan menyusun rencana pembelajaran, . kemampuan melaksanakan pembelajaran sesuai prinsip pedagogis, dan . kemampuan mengevaluasi hasil belajar siswa. Temuan ini menguatkan pendapat Sagala . bahwa supervisi yang terstruktur dan reflektif mampu membina profesionalisme guru secara Hal ini juga sejalan dengan model pembinaan guru yang dikembangkan oleh Sergiovanni & Starratt . , yang menekankan pentingnya proses evaluasi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga sebagai sarana reflektif untuk mendorong transformasi pedagogis. Lebih lanjut, hasil ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Solin . di SD Negeri 1 Penanggalan, yang menunjukkan bahwa supervisi individual JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. dengan pendekatan kolaboratif secara nyata meningkatkan kinerja guru kelas IV. V, dan VI, khususnya dalam hal perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Supervisi yang dilaksanakan secara intensif dan berbasis kemitraan mendorong guru untuk lebih terbuka terhadap evaluasi diri dan lebih aktif dalam memperbaiki praktik pembelajarannya. Temuan ini memperkuat pendapat Sagala . bahwa supervisi klinis yang efektif mampu membina profesionalisme guru secara Namun demikian, hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa keberhasilan supervisi tidak terjadi secara seragam. Terdapat beberapa guru yang membutuhkan waktu lebih lama dalam menyesuaikan diri dengan pendekatan supervisi klinis. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas supervisi juga sangat dipengaruhi oleh kesiapan individu guru, motivasi internal, serta dukungan budaya profesional di lingkungan Pembahasan dan Implikasi Temuan penelitian ini mengonfirmasi bahwa supervisi klinis tidak hanya menjadi instrumen pengawasan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran profesional guru. Kepala madrasah yang bertindak sebagai fasilitator, bukan penilai semata, berhasil menciptakan hubungan profesional yang dialogis. Ini sesuai dengan pendekatan humanistik dalam supervisi yang menekankan empati, kolaborasi, dan pertumbuhan profesional (Wiles & Bondi, 2. Implikasi praktisnya, kepala madrasah perlu diberi pelatihan supervisi klinis berbasis konteks madrasah. Secara ilmiah, penelitian ini menawarkan kontribusi baru dengan mengaitkan pendekatan klinis terhadap guru mata pelajaran keagamaan, yang selama ini kurang menjadi perhatian dalam studi supervisi Model yang diterapkan di MTsN 5 Aceh Timur berpotensi direplikasi sebagai best practice dalam pengembangan guru Al-QurAoan Hadits di madrasah negeri lainnya. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di MTsN 5 Aceh Timur, dapat disimpulkan bahwa supervisi klinis yang dilakukan oleh kepala madrasah terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja guru Al-QurAoan Hadits, terutama pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Supervisi dilakukan secara sistematis, partisipatif, dan berbasis kebutuhan nyata guru, serta memberikan ruang dialogis melalui siklus observasi dan umpan balik reflektif. Evaluasi hasil supervisi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan guru merancang perangkat ajar, menerapkan strategi pembelajaran aktif, dan melakukan asesmen Secara teoretis, temuan penelitian ini menguatkan relevansi supervisi klinis berbasis refleksi sebagai model pembinaan profesional guru pendidikan agama Islam. Secara empiris, penelitian ini mengisi gap dalam kajian praktik supervisi klinis pada guru mata pelajaran keagamaan di madrasah, yang sebelumnya masih Implikasi praktisnya, model supervisi ini dapat direkomendasikan untuk diadopsi oleh madrasah lain sebagai upaya strategis dalam pengembangan profesionalisme guru keagamaan. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah subjek yang relatif kecil, sehingga disarankan untuk dilakukan studi lanjutan dengan cakupan lebih luas dan ragam metode yang berbeda. *** DAFTAR PUSTAKA