Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Bintang Untuk Setiap Rupiah: Budaya Menabung Seru di TK Aisyiyah 02 Pati Nahda Wahyunigrum1*. Nawang Oktaviani2. Nuqhty Faiziyah3. Ida Betanursanti4 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia Fakultas Sains dan Humaniora. Universitas Muhammadiyah Gombong. Indonesia INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Histori Artikel: Program pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-DIK) ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan menabung sejak usia dini kepada anak-anak TK Aisyiyah 02 Pati melalui program edukasi bertema AuBintang untuk Setiap RupiahAy. Literasi keuangan menjadi kompetensi esensial yang perlu dikenalkan kepada anak usia dini untuk membangun karakter finansial yang bijak dan bertanggung jawab di masa depan. Program ini dirancang dengan pendekatan edukasi yang menyenangkan dan interaktif melalui berbagai metode seperti penayangan video edukasi, pembuatan celengan dari bahan bekas, simulasi menabung, serta pemberian reward berupa stiker bintang. Program dilaksanakan selama dua pertemuan yang diikuti oleh 20 anak dengan tingkat partisipasi mencapai 100%. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anak tentang pentingnya menabung yang tercermin dari meningkatnya jumlah anak yang memiliki celengan dan mulai menyisihkan uang jajan untuk ditabung. Dukungan dari guru dan respon positif wali murid turut memperkuat keberhasilan program ini. Meskipun demikian, terdapat tantangan berupa keterbatasan waktu pelaksanaan dan kebutuhan akan pendampingan berkelanjutan oleh orang tua untuk menjaga kebiasaan menabung tetap konsisten. Dengan demikian, kolaborasi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci penting dalam menumbuhkan kebiasaan finansial positif sejak usia dini. Program ini diharapkan dapat menjadi model edukasi literasi keuangan yang efektif dan berkelanjutan di lembaga pendidikan anak usia dini lainnya. Submit: 28 April 2025 Revisi: 22 Juni 2025 Diterima: 24 Juni 2025 Publikasi: 29 Juni 2025 Periode Terbit: Juni 2025 Kata Kunci: edukasi finansial, literasi keuangan, penguatan karakter, simulasi menabung Corresponding Author: Nahda Wahyunigrum Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia Email: nahdawahyuningrum@gmail. Pendahuluan Literasi keuangan merupakan salah satu kemampuan esensial yang perlu diperkenalkan sejak usia dini sebagai upaya membentuk pola pikir yang bijak dalam pengelolaan keuangan Kemampuan ini tidak hanya berkaitan dengan keterampilan mengelola uang, tetapi juga mencakup aspek pengetahuan dan kecakapan dalam memahami konsep dasar keuangan, termasuk risiko dan pengambilan keputusan finansial yang efektif (Widodo & Ruhaena, 2018. Lahallo et al. , 2. Literasi keuangan yang baik diharapkan mampu membekali individu dengan kemampuan membuat keputusan finansial yang tepat, sehingga dapat menghindarkan mereka dari perilaku konsumtif yang berlebihan dan kesulitan ekonomi di masa depan. Namun demikian, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2024 menunjukkan bahwa indeks literasi Bintang Untuk Setiap Rupiah: Budaya Menabung Seru di TK Aisyiyah 02 Pati . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 keuangan penduduk Indonesia masih berada pada angka 65,4%, sementara indeks inklusi keuangan sebesar 75,02% (Departemen Literasi dan Keuangan OJK, 2. Data ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat Indonesia. Tingginya angka inklusi tidak diimbangi dengan tingkat literasi yang optimal, yang berarti sebagian besar masyarakat telah menggunakan produk dan layanan keuangan namun belum sepenuhnya memahami cara kerja serta risiko yang terkait. Kondisi ini menunjukkan bahwa literasi keuangan masih menjadi tantangan yang harus diatasi, terutama bagi generasi muda dan anak-anak yang merupakan calon penerus bangsa (Saraswati & Nugroho, 2. Literasi keuangan yang ditanamkan sejak usia dini diyakini menjadi salah satu solusi strategis untuk meningkatkan kemampuan finansial masyarakat di masa depan. Menanamkan pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan kepada anak-anak akan menjadi fondasi penting bagi mereka untuk menjadi individu yang bijak secara finansial. Salah satu bentuk literasi keuangan yang dapat dikenalkan sejak dini adalah melalui kegiatan Menurut Wahyuti et al. dan Wardhani et al. , penanaman kebiasaan menabung hendaknya dimulai sejak anak berada di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat agar menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Menabung sendiri adalah salah satu bentuk pengelolaan keuangan yang bertujuan untuk mempersiapkan kebutuhan dana di masa yang akan datang (Yuliana et al. , 2. Dengan menabung, anak-anak tidak hanya belajar menyisihkan uang tetapi juga memahami nilai perencanaan keuangan yang bertanggung jawab. Kurnia et al. menegaskan bahwa mengenalkan konsep menabung kepada anak sejak usia dini akan membantu membangun fondasi pemahaman yang kuat tentang pengelolaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab di masa mendatang. Tidak hanya itu, kebiasaan menabung juga merupakan investasi awal dalam pendidikan finansial berkelanjutan, yang pada akhirnya akan membentuk karakter dan sikap positif dalam hal pengelolaan uang (Ilmu et al. , 2023. Hapsari & Iftayani, 2. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa membiasakan anak menabung sejak dini memiliki banyak manfaat, antara lain melatih anak untuk bertanggung jawab, mandiri, serta mampu mengendalikan perilaku konsumtif yang seringkali menjadi tantangan di era modern (Fitri & Genisa, 2. Selain itu, kebiasaan menabung juga membantu anak memahami nilai uang dan pentingnya perencanaan keuangan sebagai langkah awal dalam membangun kesejahteraan finansial di masa depan (Yuliana et al. , 2. Sayangnya, menanamkan kebiasaan menabung sejak usia dini seringkali kurangnya edukasi yang tepat, minimnya peran serta keluarga, hingga belum adanya program edukasi finansial di lembaga pendidikan anak usia dini. Kebiasaan menabung pada masa kanakkanak sangat penting, terlebih pada masa golden years yaitu usia 0-6 tahun, di mana anak mengalami perkembangan pesat baik secara kognitif, sosial, maupun emosional. Masa ini menjadi periode emas untuk menanamkan berbagai kebiasaan baik, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan sederhana. Namun, salah Bintang Untuk Setiap Rupiah: Budaya Menabung Seru di TK Aisyiyah 02 Pati . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 satu tantangan utama adalah bagaimana metode pengajaran yang efektif agar anak dapat memahami konsep menabung dengan cara yang sesuai dengan tingkat perkembangan usia Oleh karena itu, lembaga pendidikan seperti Taman Kanak-Kanak (TK) memiliki peran strategis sebagai tempat membangun fondasi awal dalam pengenalan literasi keuangan melalui kebiasaan menabung (Fitri et , 2022. Slamet, 2. Dalam konteks ini. TK Aisyiyah 02 Pati, yang berlokasi di Desa Pati Kidul, menjadi salah satu mitra dalam program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dosen melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-P). Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di TK Aisyiyah 02 Pati, diketahui bahwa sekolah ini belum memiliki program khusus terkait pengenalan konsep menabung kepada anak-anak. Wawancara yang dilakukan dengan guru dan pihak sekolah juga mengungkapkan bahwa sebagian besar anakanak di sekolah tersebut belum memiliki pemahaman maupun kebiasaan menabung sejak Hal ini menjadi latar belakang perlunya intervensi dalam bentuk edukasi keuangan yang dikemas dengan pendekatan yang menarik, interaktif, dan menyenangkan. Menjawab kebutuhan tersebut, melalui program pengabdian masyarakat, tim KKN-P menginisiasi kegiatan edukasi finansial bertajuk "Bintang untuk Setiap Rupiah: Edukasi Menabung Seru". Program ini dirancang dengan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini, yaitu melalui metode bermain sambil belajar. Salah satu strategi yang digunakan adalah sistem reward berupa pemberian bintang bagi setiap anak yang berhasil menabung. Pemberian reward dalam e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. bentuk simbolik seperti bintang dapat memotivasi anak untuk terus berpartisipasi dan merasa dihargai atas perilaku baik yang mereka lakukan (Hasibuan, n. Sasaran dari kegiatan ini adalah anakanak TK Aisyiyah 02 Pati yang berusia 4 hingga 6 tahun. Usia ini dipilih karena termasuk dalam fase krusial perkembangan anak di mana berbagai kebiasaan dan karakter mulai Melalui program edukasi ini, anakanak diajak untuk memahami pentingnya menabung dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia mereka, seperti melalui permainan, cerita bergambar, lagu, serta Harapannya, melalui pendekatan ini anak-anak dapat menyerap konsep dasar pengelolaan uang, memiliki kesadaran untuk menabung, serta mampu membentuk perilaku finansial yang Selain itu, keterlibatan guru dan orang tua juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan program ini. Oleh karena itu, dalam implementasinya, kegiatan edukasi ini tidak hanya berfokus pada anak-anak, tetapi juga memberikan pemahaman kepada guru dan orang tua tentang pentingnya membimbing anak dalam membiasakan diri menabung di lingkungan sekolah maupun di rumah. Dengan demikian, edukasi keuangan yang diberikan tidak berhenti di sekolah, tetapi dapat terus berlanjut di lingkungan keluarga. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan dan menumbuhkan kebiasaan menabung pada anak usia dini dengan metode yang menyenangkan dan Selain itu, diharapkan program ini dapat meningkatkan pemahaman anak mengenai konsep dasar keuangan, membangun karakter Bintang Untuk Setiap Rupiah: Budaya Menabung Seru di TK Aisyiyah 02 Pati . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 bertanggung jawab dalam mengelola uang, serta menumbuhkan sikap hemat dan perencanaan masa depan sejak usia dini. Ke depannya, diharapkan kebiasaan baik ini akan terus terbawa hingga mereka dewasa, sehingga menjadi individu yang bijak dalam mengatur keuangan pribadi serta mampu menghadapi tantangan finansial yang semakin kompleks. Dengan adanya program pengabdian masyarakat ini, diharapkan TK Aisyiyah 02 Pati dapat mengadopsi program edukasi menabung sebagai bagian dari kurikulum penguatan karakter anak. Selain itu, program ini juga diharapkan menjadi percontohan bagi lembaga pendidikan anak usia dini lainnya untuk menerapkan edukasi literasi keuangan secara terstruktur dan berkelanjutan. yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan utama yang dirancang untuk memastikan ketercapaian sasaran program. Adapun tahapan tersebut dijelaskan secara rinci sebagai berikut: Metode Pelaksanaan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-DIK) ini dilaksanakan di TK Aisyiyah 02 Pati, yang berlokasi di Desa Pati Kidul. Kecamatan Pati. Kabupaten Pati. Program ini dirancang untuk memberikan edukasi literasi keuangan dasar kepada anak-anak usia dini melalui pendekatan yang menyenangkan dan Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah "Bintang untuk Setiap Rupiah: Edukasi Menabung Cara Menyenangkan". Seluruh rangkaian kegiatan disusun secara sistematis dan bertahap guna memastikan tujuan utama edukasi finansial kepada anak dapat tercapai dengan efektif dan Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan observasi dan pelatihan edukatif, yang dirancang khusus untuk menanamkan nilai-nilai menabung dengan cara Perencanaan Persiapan Pelaksanaan Evaluasi Observasi Inventarisasi Bernyanyi Tingkat Koordinasi Pengadaan Penayangan Antusiasme Simulasi Simulasi Respon Pihak Terkait Celengan Reward Keberlanjutan Program Stiker Bintang Dokumentasi Gambar 1. Metode Pelaksanaan Perencanaan Tahapan awal diawali dengan melakukan observasi langsung di TK Aisyiyah 02 Pati untuk mengidentifikasi kondisi awal terkait kebiasaan menabung pada anak-anak. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui apakah anak-anak sudah mengenal konsep menabung atau memiliki kebiasaan menyisihkan uang mereka. Selain itu, dilakukan koordinasi dengan pihak sekolah guna mendapatkan dukungan sekaligus menentukan fokus program. Hasil diskusi dengan guru dan kepala sekolah menetapkan bahwa tema program yang akan dilaksanakan adalah "Bintang untuk Setiap Rupiah: Edukasi Menabung dengan Cara Menyenangkan". Dalam tahap ini juga dibahas materi edukasi yang relevan dengan usia peserta, target jumlah anak yang terlibat, teknis pelaksanaan, serta waktu dan lokasi kegiatan. Persiapan Tahap persiapan mencakup proses inventarisasi kebutuhan dan perlengkapan yang diperlukan dalam mendukung kelancaran Beberapa perlengkapan yang Bintang Untuk Setiap Rupiah: Budaya Menabung Seru di TK Aisyiyah 02 Pati . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 disiapkan antara lain celengan sederhana, stiker bintang sebagai reward, serta media pendukung seperti video edukatif interaktif yang menjelaskan pentingnya menabung. Video edukasi dikemas secara menarik agar sesuai dengan karakter anak-anak TK yang cenderung mudah bosan. Selain itu, disusun juga sesi simulasi menabung, agar anak-anak dapat langsung mempraktikkan cara menyisihkan uangnya dalam bentuk yang nyata. Sistem reward berupa pemberian stiker bintang disiapkan sebagai strategi untuk meningkatkan motivasi anak dalam menabung, sebagaimana menurut Hasibuan . ) bahwa penghargaan simbolik dapat memperkuat perilaku positif pada anak. Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan, kegiatan dimulai dengan pembukaan yang ramah dan Anak-anak diajak untuk bernyanyi bersama guna menciptakan suasana yang hangat sebelum memasuki sesi inti. Selanjutnya, ditayangkan video edukasi tentang konsep dasar menabung, yang disampaikan dengan bahasa sederhana dan visual menarik. Setelah itu, anak-anak mengikuti simulasi menabung, di mana masing-masing diberikan celengan dan uang mainan untuk dipraktikkan. Setiap anak yang berhasil menabung diberikan stiker bintang sebagai bentuk apresiasi, yang berfungsi memperkuat motivasi mereka dalam berperilaku positif terkait keuangan. Kegiatan ini ditutup dengan ucapan terima kasih dari pihak sekolah serta dokumentasi berupa foto bersama, sebagai bagian dari laporan kegiatan. Evaluasi Setelah kegiatan selesai, dilakukan tahap evaluasi untuk menilai tingkat keberhasilan Berdasarkan pengamatan dan masukan dari guru serta wali murid, diketahui bahwa program ini mendapat respons sangat positif. Anak-anak terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan mulai menunjukkan e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. perubahan perilaku dengan mulai menyisihkan sebagian uang jajannya untuk ditabung di Metode interaktif yang digunakan terbukti efektif dalam menarik minat anak serta menanamkan nilai menabung sejak dini. Meskipun demikian, terdapat tantangan berupa keterbatasan waktu pelaksanaan serta perlunya pendampingan berkelanjutan dari orang tua untuk memastikan kebiasaan menabung terus terbentuk dalam jangka panjang. Dengan diterapkan dalam program pengabdian masyarakat ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga membangun pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak usia dini. Hal ini sejalan dengan pentingnya pendekatan edukasi yang adaptif dan partisipatif dalam membentuk karakter serta kebiasaan finansial yang positif sejak usia dini (Fitri et al. , 2022. Hasibuan, n. Slamet. Hasil Pelaksanaan dan Pembahasan Sebagai bagian dari pelaksanaan Program Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-DIK), tim pelaksana telah berhasil merealisasikan program edukasi literasi keuangan bertajuk "Bintang untuk Setiap Rupiah" di TK Aisyiyah 02 Pati. Program ini dirancang dengan tujuan utama untuk menanamkan kebiasaan menabung sejak dini kepada anak-anak usia taman kanakkanak melalui pendekatan yang menyenangkan, kreatif, dan interaktif. Literasi keuangan pada anak usia dini merupakan aspek penting dalam membentuk pola pikir dan perilaku finansial yang sehat di masa depan, sebagaimana telah dikemukakan dalam berbagai literatur (Widodo & Ruhaena, 2018. Lahallo et al. , 2. Oleh karena itu, pelaksanaan program ini menjadi langkah awal yang signifikan dalam memberikan pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan kepada anak-anak. Bintang Untuk Setiap Rupiah: Budaya Menabung Seru di TK Aisyiyah 02 Pati . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 Kegiatan ini dilaksanakan selama dua kali pertemuan pada tanggal 3-4 Februari 2025, dan diikuti oleh seluruh peserta didik di TK Aisyiyah 02 Pati, dengan total 20 anak dalam satu kelas. Tingkat partisipasi mencapai 100%, yang menunjukkan adanya antusiasme tinggi dari anak-anak untuk mengikuti seluruh rangkaian Salah satu aspek yang menarik dari penyelenggaraan sesi ice breaking di awal Sesi ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang santai dan menyenangkan, sekaligus membangun kedekatan antara fasilitator dan anak-anak sebelum memulai kegiatan inti. Berdasarkan pengamatan selama sesi ice breaking, tercatat bahwa sekitar 90% anak-anak berpartisipasi aktif, baik dalam bentuk bernyanyi, bergerak bersama, maupun menjawab pertanyaan yang diajukan fasilitator. Tingginya partisipasi ini mencerminkan bahwa pendekatan yang menyenangkan menjadi strategi efektif dalam menarik perhatian anak usia dini. Dalam tahapan utama program, digunakan berbagai metode interaktif untuk menyampaikan materi literasi keuangan, salah satunya melalui penayangan video edukasi tentang menabung. Video edukasi menjadi salah satu media pembelajaran yang efektif dalam membantu anak-anak usia dini lebih berkonsentrasi dan tertarik pada materi yang disampaikan. Sejalan dengan temuan Hartati & Siregar . , penggunaan video dalam pembelajaran terbukti mampu meningkatkan perhatian dan minat anak, sehingga pemahaman terhadap materi yang diajarkan pun menjadi lebih optimal. TK Aisyiyah 02 Pati, anak-anak diajak menonton video edukasi yang secara sederhana menjelaskan konsep menabung dan manfaat yang dapat diperoleh dari kebiasaan tersebut. Setelah sesi penayangan video, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama untuk mengeksplorasi pemahaman anak mengenai manfaat menabung, seperti dapat membeli mainan yang diinginkan atau memiliki uang simpanan untuk keperluan di masa mendatang. Gambar 1. Penayangan video edukasi menabung Selain itu, program ini juga menghasilkan produk kreatif berupa celengan yang dirancang dan dibuat oleh anak-anak sendiri. Proses pembuatan celengan ini dilakukan dengan memanfaatkan bahan bekas seperti botol plastik dan dihias menggunakan kertas origami berwarna-warni. Anak-anak kebebasan untuk memilih bentuk celengan, di antaranya berupa pesawat dan kereta api, sesuai dengan imajinasi dan kreativitas masingmasing. Kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk memperkenalkan konsep menabung, tetapi juga untuk melatih keterampilan motorik halus serta daya imajinasi anak (Himawan et al. Program ini membuktikan bahwa membuat celengan dari bahan bekas dapat memberikan pengetahuan praktis dan menjadi media yang efektif untuk meningkatkan kreativitas anak (Prastyadewi et al. , 2. Bintang Untuk Setiap Rupiah: Budaya Menabung Seru di TK Aisyiyah 02 Pati . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 Gambar 2. Hasil membuat kelengan Setelah anak-anak memiliki celengan hasil karya mereka sendiri, dilanjutkan dengan kegiatan simulasi menabung di sekolah. Dalam simulasi ini, anak-anak diajak untuk mempraktikkan cara menyisihkan sebagian uang jajan mereka ke dalam celengan. Fasilitator memberikan contoh langsung dengan menggunakan uang mainan dan menunjukkan bagaimana uang yang ditabung akan terus bertambah jika dilakukan secara rutin. Proses ini bertujuan untuk memberikan pemahaman konkret kepada anak bahwa menabung adalah aktivitas yang membawa manfaat dalam jangka panjang (Andayanie et al. , 2. Pendekatan praktik langsung ini sejalan dengan teori pembelajaran sosial, di mana anak-anak akan cenderung meniru perilaku positif yang dicontohkan oleh orang dewasa di sekitarnya (Anisah, 2. Dalam pelaksanaan simulasi, dijelaskan pula konsep sederhana tentang bagaimana uang yang dikumpulkan sedikit demi sedikit akan menjadi banyak, dan dapat digunakan untuk membeli barang yang diinginkan tanpa harus meminta uang tambahan kepada orang tua. Kegiatan ini dikemas dengan cara yang menyenangkan agar anak tidak merasa terbebani dan lebih mudah memahami konsep pengelolaan uang. Setiap kali anak berhasil menabung dalam simulasi tersebut, mereka diberikan reward berupa stiker bintang sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk terus e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Penggunaan sistem reward ini sesuai dengan pendekatan behavioristik yang menyatakan bahwa pemberian penguatan positif dapat memperkuat kebiasaan baik pada anak (Hasibuan, n. Melalui serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, terlihat adanya peningkatan pemahaman anak mengenai pentingnya Anak-anak mulai menunjukkan kebiasaan menyisihkan uang jajan, baik di sekolah maupun di rumah, yang menjadi indikator awal keberhasilan program. Selain itu, keterlibatan guru dan orang tua juga berperan penting dalam mendorong keberlanjutan kebiasaan menabung yang telah ditanamkan melalui program ini. Oleh karena itu, penting untuk terus melakukan pendampingan dan penguatan kebiasaan menabung, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga, agar nilai-nilai literasi keuangan dapat tertanam secara lebih kuat sejak usia dini. Gambar 3. Simulasi Menabung Sebagai bagian dari upaya menanamkan kebiasaan menabung sejak usia dini, salah satu strategi yang diterapkan dalam program edukasi literasi keuangan bertajuk "Bintang untuk Setiap Bintang Untuk Setiap Rupiah: Budaya Menabung Seru di TK Aisyiyah 02 Pati . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Rupiah" di TK Aisyiyah 02 Pati adalah pemberian tantangan kepada anak-anak dalam bentuk pengumpulan bintang. Setiap anak diberikan tantangan untuk mendapatkan stiker bintang setiap kali mereka berhasil menyisihkan uang untuk ditabung. Strategi ini dirancang untuk menumbuhkan motivasi intrinsik anak agar lebih bersemangat dalam menabung. Selain itu, dengan adanya sistem reward seperti pemberian bintang, anak-anak merasa bahwa usaha mereka dalam menyisihkan uang diapresiasi dan dihargai oleh guru maupun fasilitator program (Zakaria et al. , 2. Hal ini penting karena anak usia dini cenderung membutuhkan penguatan positif untuk membentuk kebiasaan baru. Menurut Andyani et al . Tantangan dalam bentuk pengumpulan bintang juga penghargaan atas kerja keras kepada anak. Mereka diajak memahami bahwa semakin sering mereka menabung, semakin banyak bintang yang bisa mereka kumpulkan. Secara tidak langsung, anak-anak mulai belajar tentang hubungan antara usaha yang konsisten dengan hasil yang diperoleh. Pendekatan ini selaras dengan teori pembelajaran behavioristik yang menekankan pentingnya reinforcement dalam membentuk perilaku baru pada anak usia dini (Hasibuan, n. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 Gambar 4. Pemberian Stiker Bintang Keberhasilan program edukasi menabung ini dapat ditinjau dari berbagai aspek yang diamati selama proses pelaksanaan hingga pasca Salah satu indikator keberhasilan adalah peningkatan jumlah anak yang memiliki kebiasaan menabung setelah mengikuti program Data kuantitatif yang mendukung keberhasilan tersebut dapat dilihat pada Tabel 1 Tabel 1. Keberhasilan Kegiatan Edukasi Menabung Kelas Jumlah 17 19 20 14 18 17 21 24 Partisipa Sebelum 12 14 12 10 7 9 13 8 Simulasi Sesudah 17 18 17 14 16 15 21 19 Simulasi Data ini menunjukkan bahwa sebelum program dilaksanakan, sebagian besar peserta didik di kelas-kelas tersebut belum memiliki kebiasaan menabung maupun memiliki celengan pribadi. Ketika fasilitator mengajukan anak-anak kepemilikan celengan dan kebiasaan menabung, hanya sebagian kecil yang mengaku memiliki celengan di rumah. Namun setelah dilakukan Bintang Untuk Setiap Rupiah: Budaya Menabung Seru di TK Aisyiyah 02 Pati . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 simulasi menabung yang menjadi bagian dari program ini, terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah anak yang mulai memiliki celengan dan mulai menyisihkan uang jajan mereka untuk ditabung. Selain data kuantitatif, keberhasilan program juga terlihat dari hasil wawancara dengan wali murid dan guru. Berdasarkan wawancara, mayoritas wali murid memberikan respon yang sangat positif terhadap pelaksanaan program ini. Mereka menyampaikan bahwa setelah mengikuti kegiatan edukasi menabung, anak-anak mereka mulai memiliki kesadaran untuk menyisihkan sebagian dari uang jajannya dan memasukkannya ke dalam celengan yang telah mereka buat. Bahkan beberapa orang tua mengaku bahwa anak mereka mulai meminta untuk dibelikan celengan baru di rumah agar bisa melanjutkan kebiasaan menabung. Hal ini menunjukkan adanya transfer nilai dari program ke lingkungan keluarga, yang menjadi indikasi penting bahwa program tidak hanya berdampak di sekolah tetapi juga di rumah. Pihak sekolah juga memberikan dukungan yang kuat terhadap program ini. Antusiasme guru dan kepala sekolah terlihat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Mereka memberikan pelayanan penuh selama proses kegiatan berlangsung, termasuk membantu menyiapkan fasilitas yang diperlukan dan turut serta dalam mendampingi anak-anak saat kegiatan simulasi dan pembuatan celengan. Komitmen keberlangsungan program juga tercermin dari kesiapan mereka untuk memberikan bantuan jika terdapat kendala teknis di lapangan. Penggunaan berbagai media pembelajaran yang variatif seperti video edukasi, praktik pembuatan celengan dari bahan bekas, dan simulasi menabung secara langsung, terbukti efektif dalam menarik perhatian anak-anak dan sepanjang kegiatan berlangsung (Adhantoro et , 2. Multimedia menjadi alat bantu yang mampu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. dan psikomotorik dalam proses pembelajaran anak usia dini. Program ini juga memperlihatkan bahwa kombinasi antara edukasi dan kreativitas, seperti dalam kegiatan menghias celengan, dapat memperkuat pemahaman anak tentang pentingnya menabung (Prastyadewi et al. Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari output jangka pendek berupa peningkatan jumlah anak yang menabung, tetapi juga dari pembentukan fondasi karakter keuangan yang bertanggung jawab. Hal ini penting mengingat nilai-nilai yang ditanamkan sejak usia dini berpotensi melekat dan membentuk kebiasaan anak dalam jangka Dengan demikian, program ini menjadi pondasi dalam membudayakan kebiasaan finansial positif yang tidak hanya bermanfaat saat ini, tetapi juga ketika anak-anak memasuki usia dewasa. Selain berbagai keberhasilan tersebut, program ini juga menghadapi beberapa Salah satunya adalah keterbatasan waktu pelaksanaan yang relatif singkat, mengingat program ini dilaksanakan dalam kurun waktu dua pertemuan saja. Padahal, untuk membentuk kebiasaan baru pada anak, dibutuhkan pendampingan yang konsisten dan Selain itu, keterlibatan orang tua juga menjadi faktor kunci dalam keberlanjutan kebiasaan menabung yang telah mulai dibentuk melalui program ini. Tanpa adanya bimbingan dan pengawasan dari orang tua di rumah, kebiasaan yang sudah mulai terbentuk di sekolah berisiko mengalami penurunan atau bahkan hilang seiring berjalannya waktu (Halim et al. , 2. Oleh karena itu, dalam pengembangan program di masa mendatang, diperlukan strategi yang lebih sistematis untuk mengintegrasikan peran orang tua dan sekolah secara simultan. Misalnya dengan menyediakan buku catatan menabung yang bisa dipantau oleh guru dan orang tua, atau dengan membuat program lanjutan yang melibatkan sesi edukasi bagi Bintang Untuk Setiap Rupiah: Budaya Menabung Seru di TK Aisyiyah 02 Pati . e-ISSN 2716-0327 doi: 10. 23917/bkkndik. Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 orang tua terkait pentingnya menabung sejak Dengan begitu, anak-anak mendapatkan dukungan yang konsisten baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Secara umum, program ini memperkuat pemahaman bahwa menabung sejak usia dini tidak hanya membantu anak dalam mengelola uang mereka untuk kebutuhan masa depan, tetapi juga membentuk kebiasaan positif yang berkelanjutan hingga dewasa. Kebiasaan menabung dapat mengajarkan anak tentang cara mengatur keuangan, membangun disiplin diri, berhemat, mengambil keputusan keuangan yang bijaksana, serta melatih kesabaran dalam mencapai tujuan (Yuliana et al. , 2. Kebiasaan ini sangat relevan dengan kebutuhan masa depan anak-anak yang akan menghadapi kondisi finansial yang semakin kompleks. Di sisi lain, edukasi tentang menabung pada usia dini merupakan bagian integral dalam membentuk pola pikir dan perilaku keuangan yang bertanggung jawab. Anak-anak yang sejak kecil telah dikenalkan pada konsep pengelolaan keuangan memiliki peluang lebih besar untuk menjadi individu yang siap menghadapi tantangan finansial di masa depan (Natalia et al. Program yang telah dilaksanakan di TK Aisyiyah 02 Pati ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan edukasi yang tepat, anakanak dapat belajar mengelola uang secara sederhana namun efektif. Ini sejalan dengan program-program lain yang menunjukkan bahwa menabung pada usia muda berkontribusi signifikan terhadap pembentukan ketahanan finansial di masa dewasa (Wea et al. , 2. Dengan demikian, keberhasilan program edukasi menabung ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan pendidikan finansial yang kreatif dan partisipatif efektif diterapkan di lembaga pendidikan anak usia dini. Untuk memperkuat dampaknya, diperlukan kerjasama berkelanjutan antara sekolah dan keluarga dalam membentuk budaya menabung sebagai bagian dari penguatan karakter anak. Diharapkan ke depan, program-program serupa dapat dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas dan durasi yang lebih panjang, sehingga membentuk generasi yang lebih bijak dalam mengelola keuangan dan memiliki kesiapan finansial yang lebih baik untuk menghadapi masa depan. Simpulan Program edukasi literasi keuangan bertajuk "Bintang untuk Setiap Rupiah" yang dilaksanakan di TK Aisyiyah 02 Pati melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKNDIK) telah berhasil menanamkan kebiasaan menabung sejak usia dini kepada anak-anak TK. Melalui pendekatan yang menyenangkan, interaktif, dan kreatif seperti penayangan video edukasi, pembuatan celengan dari bahan bekas, simulasi menabung, serta sistem reward berupa meningkatkan pemahaman anak-anak tentang pentingnya menabung. Penerapan metode edukasi yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini terbukti efektif membangun kesadaran keterampilan sosial, motorik, dan kedisiplinan anak dalam mengelola uang. Keberhasilan program ini tercermin dari meningkatnya jumlah anak yang memiliki celengan dan mulai rutin menabung setelah mengikuti kegiatan. Respon positif dari guru dan wali murid juga menunjukkan bahwa program ini relevan dan memberikan dampak nyata bagi peserta didik. Meski demikian, keberhasilan ini masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan waktu pelaksanaan dan perlunya pendampingan berkelanjutan dari orang tua untuk menjaga keberlangsungan kebiasaan menabung di Oleh karena itu, kolaborasi antara lembaga pendidikan dan keluarga sangat mempertahankan kebiasaan finansial positif yang telah ditanamkan. Literasi keuangan yang diperkenalkan sejak usia dini melalui programprogram edukatif seperti ini diharapkan dapat membentuk karakter anak yang bertanggung Bintang Untuk Setiap Rupiah: Budaya Menabung Seru di TK Aisyiyah 02 Pati . Buletin KKN Pendidikan. Vol. No. Juni 2025 jawab secara finansial, disiplin, serta siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. Daftar Pustaka