Volume. 13 Nomor 1 Pebruari 2026 Gambaran Pengetahuan Tentang Pemeliharaan dan Kebersihan Gigi dan Mulut pada Siswa Kelas IV SDN 13 Sesetan Denpasar Selatan Tahun 2025 Ni Nyoman Dewi Supariani1 . Ni Wayan Arini2 . Asep Arifin Senjaya3 . Ni Made Sirat4 . Ni Kadek Rupini Yelia5 Koresponden email: dewisupariani66@gmail. 1,2,3 Dosen Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar Abstract Dental and oral health issues remain a significant concern in public health, especially among elementary school-aged children. This condition can affect their learning process and overall growth and development. This study aims to determine the level of knowledge and the condition of dental and oral hygiene among 49 fourth-grade students at SD Negeri 13 Sesetan. South Denpasar, in The method used is descriptive qualitative. Data were collected through a questionnaire consisting of 10 multiple-choice questions regarding dental and oral health knowledge, as well as direct examination using the Oral Hygiene IndexSimplified (OHI-S). The results showed that out of 49 students, 27 . %) had very good knowledge, 10 . %) good, 8 . %) fair, 3 . %) poor, and 1 . %) failed, with an average knowledge score of 76. Meanwhile, the level of dental and oral hygiene based on the OHI-S index indicated that 20 students . %) were in the good category, 20 . %) moderate, and 9 . %) poor, with an average score 91 . oderate categor. It can be concluded that good knowledge is not fully accompanied by optimal hygiene practices. Keywords: dental health knowledge. oral hygiene. elementary school students. Pendahuluan Kemenkes . alam Wijayanti, 2. mengatakan salah satu komponen utama dari unsur kesehatan yang secara umum adalah kesehatan tubuh terutama kesehatan gigi dan mulut 1. Data Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023, mengatakan proporsi masalah kesehatan gigi dan mulut sebesar 43,6% dari populasi Indonesia, sedangkan di Bali mencapai 31,6%, masalah kesehatan gigi dan mulut. Prevalensi anak yang mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia yang berdasarkan kelompok umur 10- 14 tahun sebesar 37,2%. Angka gangguan sehatnya masalah kesehatan gigi dan mulut di provinsi Bali mencapai, pada kelompok umur anak usia 10- 14 tahun sebesar 1,3%. Masyarakat Indonesia yang memiliki kebiasaan menjaga kebersihan kesehatan gigi dan mulut dengan cara menyikat gigi setiap hari mencapai 72,5% dan waktu menyikat gigi yang baik dan benar mencapai Volume. 13 Nomor 1 Pebruari 2026 6,2% sedangkan untuk di provinsi Bali yang memiliki kebiasaan menjaga kebersihan kesehatan gigi dan mulut dengan cara menyikat gigi setiap hari mencapai 77,4% dan waktu menyikat gigi yang baik dan benar mencapai 12,4% 2 . Penelitian yang dilakukan oleh Andini . , di SD N 15 Sesetan menunjukan bahwa sebagian besar siswa memiliki pemahaman yang baik mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, dengan 53,66% responden berada pada kategori sangat baik dan jumlah yang sama dalam kategori sedang. Sementara itu, kebersihan gigi dan mulut siswa berdasarkan pemeriksaan menggunakan indeks OHI-S menunjukan rata Ae rata sebesar 1,79 yang termasuk kategori sedang dan rata Ae rata responden dalam kategori buruk sebanyak 12,2 3. Beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya status kesehatan gigi dan mulut anak-anak di antaranya adalah rendahnya kesadaran menyikat gigi secara benar, kurangnya pengetahuan, serta minimnya perhatian dari orang tua (Rasiman. Kebiasaan mengonsumsi makanan manis, teknik menyikat gigi yang salah, dan tidak melakukan pemeriksaan gigi secara rutin juga memperparah kondisi Selain itu meskipun anak-anak sering menyikat gigi banyak yang memiliki plak karena pembersihan yang tidak tepat5 . Tujuan Gambaran Tingkat Pengetahuan Pemeliharaan dan Kebersihan Gigi dan Mulut Siswa Kelas IV SD N 13 Sesetan Denpasar Selatahn Tahun 2025. Metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggu nakan metode sur vei. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan suatu keadaan, kondisi, atau fenomena tertentu. Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IVA dan IVB yang berjumlah 49 orang. Hasil Karateristik subjek penelitian DOI: 10. 33992/jkg. Volume. 13 Nomor 1 Pebruari 2026 Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SD N 13 Sesetan Denpasar Selatan Tahun 2025 terdapat 49 siswa yang bersedia untuk dijadikan partisipan dan didapatkan data sebagai berikut: Laki - laki 19 Perempuian 30 Gambar 1. Karakteristik Jumlah Siswa Kelas IV SDN 13 Sasetan Berdasarkan Jenis Kelamin Gambar 1. menunjukkan bahwa karakteristik jumlah siswa kelas IV SD N 13 Sesetan berdasarkan jenis kelamin perempuan berwarna kuning dan siswa berjenis kelamin laki Ae laki berwarna biru. Hasil pengamatan terhadap subyek penelitian Penelitian ini hasil dari laporan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut masyarakat di SD N13 Sesetan Kecamatan Denpasar Selatan berdasarkan hasil pemeriksaan kartu status OHI-S dan hasil lembar soal. Berdasarkan hasil penelitian pada siswa kelas IV SD N 13 Sesetan Kecamatan Denpasar Selatan Tahun 2025 diperoleh hasil seperti dibawah ini: Distribusi frekuensi pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut IV di SD N 13 Sesetan Kecamatan Denpasar Selatan Tahun 2025. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Siswa Kelas IV di SD N 13 Sesetan Kecamatan Denpasar Selatan Tahun 2025. No. Kategori Sangat baik Baik 55,10 20,41 Cukup Kurang Gagal 16,33 6,12 2,04 Jumlah DOI: 10. 33992/jkg. Volume. 13 Nomor 1 Pebruari 2026 Tabel 1 menunjukkan bahwa distribusi frekuensi tingkat pengetahuan siswa tentang kebersihan gigi dan mulut paling banyak dengan kategori sangat baik dengan 27 siswa . ,10%) dan paling sedikit dengan kategori gagal yaitu 1 siswa ( 2,04%). Rata-rata pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut siswa kelas IV SD N 13 Sesetan adalah sebesar 76,7 termasuk dalam katagori baik. Distribusi frekuensi nilai kebersihan gigi dan mulut Siswa Kelas IV di SD N 13 Sesetan Kecamatan Denpasar Selatan Tahun 2025. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Kebersihan Gigi dan Mulut Siswa Kelas IV di SD N 13 Sesetan Kecamatan Denpasar Selatan Tahun 2025. No. OHI-S Sedang Buruk Jumlah Tabel 2 menunjukkan persentase kebersihan gigi dan mulut siswa kelas IV SD N 13 Sesetan Kecamatan Denpasar Selatan Tahun 2025 paling banyak dengan kriteria baik yaitu 20 orang . %) dan paling sedikit dengan kriteria buruk 9 . %). Rata-rata nilai kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) siswa kelas IV SD N 13 Sesetan Kecamatan Denpasar Selatan Tahun 2025 adalah sebesar 1,91 termasuk kedalam kategori sedang. Pembahasan Hasil penelitian tingkat pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut responden adalah kategori sangat baik: 27 orang . ,10%), kategori baik: 10 orang . ,41%), kategori cukup: delapan orang . ,33%), kategori kurang: tiga orang . ,12%), kategori gagal: satu orang . ,04%) dengan rata-rata tingkat pengetahuan siswa sebesar 76,7 termasuk kategori baik. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh karena siswa belum memahami cara memelihara kesehatan gigi dan mulut dengan benar. Hal ini dapat didukung oleh beberapa faktor, secara internal siswa yang memperoleh kategori sangat baik kemungkinan besar DOI: 10. 33992/jkg. Volume. 13 Nomor 1 Pebruari 2026 memiliki motivasi belajar yang baik serta pernah mengikuti kegiatan penyuluhan dan program menyikat gigi bersama. Faktor lingkungan sekolah termasuk guru dan akses informasi kesehatan turut membentuk pemahaman siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Sebaliknya, siswa yang masuk dalam kategori gagal umumnya di sebabkan oleh kurangnya pengetahuan dasar mengenai kesehatan gigi dan mulut. yang dapat terjadi karena kurangnya mengikuti penyuluhan. Hasil ini sesuai pendapat Notoatmodjo . , pengetahuan diperoleh melalui proses penginderaan dan sangat dipengaruhi oleh pendidikan, media informasi, serta lingkungan sekitar. Syah . , menyatakan nilai pengetahuan antara 70 hingga 79 termasuk dalam kategori baik, sehingga secara teoritis nilai 76,7 sudah sesuai dikategorikan sebagai baik. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum siswa telah memiliki pemahaman yang cukup baik meskipun masih perlu ditingkatkan agar mencapai kategori sangat baik. Hasil penelitian kebersihan gigi dan mulut siswa kelas IV SD N 13 Sesetan tahun 2025 menunjukkan bahwa sebanyak 20 siswa . %) dengan kategori baik, 20 siswa . %) dalam kategori sedang, dan sembilan siswa . %) dalam kategori buruk, dengan rata-rata sebesar 1,91 termasuk kategori sedang. Hal ini kemungkinan disebabkan siswa belum memahami cara menyikat gigi yang baik dan benar dan belum memiliki kebiasaan menyikat gigi secara rutin yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Faktor lain yang mendukung adalah pola konsumsi makanan, di mana siswa yang terbiasa mengonsumsi makanan yang manis-manis diluar sekolah. Hal ini sesuai dengan pendapat Kususmaningsih , al 2023 menyatakan bahwa menyikat gigi adalah proses membersihkan plak yang melekat pada gigi, biasanya dilakukan setelah sarapan pagi dan malam sebelum tidur. Tujuan menyikat gigi adalah untuk mencegah pertumbuhan bakteri, dan harus dilakukan minimal dua kali setiap hari untuk mencegah plak dan sisa makanan menumpuk dan melekat pada gigi. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang tingkat pengetahuan dan kebersihan gigi dan mulut siswa kelas IV di SDN 13 Sesetan Kecamatan Denpasar Selatan Tahun 2025 maka dapat disimpulkan sebagai berikut: DOI: 10. 33992/jkg. Volume. 13 Nomor 1 Pebruari 2026 Tingkat pengetahuan siswa tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut adalah kategori sangat baik 55,10%, kategori baik 20,41%, kategori cukup16,33%, kategori kurang 6,12%, kategori gagal 2,04%. dan rata Ae rata sebesar 76,7 dengan kategori baik. Kebersihan gigi dan mulut siswa kelas IV SD N 13 Sesetan dengan kategori baik 41%, kriteria buruk 18%, dan rata-rata sebesar 1,91 dengan kriteria sedang. Daftar Pustaka