Journal of Governance Innovation Volume 7. Number 1. Maret 2025 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. Pengembangan Potensi Desa Wisata Pasca Revitalisasi Sebagai Upaya Pemberdayaan Perekonomian Lokal: Studi Kasus Lembah Asri Serang Kabupaten Purbalingga Syifa Annisa Nurafifah1. Muchamad Zaeuri2 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta syifaannisa148@gmail. zaenuri@umy. Abstract Efforts to develop tourism potential through tourism awareness groups are carried out because they see the potential of Serang Village. In particular, the potential of natural tourism has not been maximized, and there are also potential crafts, arts and culinary that are still not well managed. In the context of developing tourism potential, there are several indicators to be able to realize the digitalization of tourist villages, including attraction, amenity, accessibility. The purpose of this research is to find out how efforts to develop tourism potential in Serang Village and the impacts caused after revitalization. The method used in this research is a qualitative analysis method using primary data sources. This research is a field research with a type of qualitative research that uses data collection techniques using observation, documentation and interviews and secondary from mass media news, journals, articles processed using Nvivo12 as a form of data visulization. The results showed that the development of tourism potential has been maximally utilized after revitalization starting from the development of attraction, accessibility, and amenity, where it has an impact on employment opportunities, ownership control and the economy which can be proven by an increase in village revenue, the level of tourist visits and a decrease in the unemployment rate in Serang Village. Keywords: Tourism Development. Agritourism, 3A Abstrak Upaya pengembangan potensi pariwisata melalui kelompok sadar wisata dilakukan karena melihat adanya potensi yang dimiliki Desa Serang. Khususnya potensi wisata alam yang belum dimanfaatkan secara maksimal, selain itu juga terdapat potensi kerajinan, kesenian dan kuliner yang masih belum dikelola dengan baik. Dalam konteks pengembangan potensi pariwisata terdapat beberapa indikator untuk bisa mewujudkan digitalisasi desa wisata diantaranya yaitu attracion, amenity, accesibility. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana upaya pengembangan potensi pariwisata di Desa Serang serta dampak yang ditimbulkan setelah dilakukan revitalisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis kualitatif dengan menggunakan sumber data primer Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif yang menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi serta wawancara dan sekunder dari berita media massa, jurnal, artikel yang diolah menggunakan Nvivo12 sebagai bentuk visulisasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan potensi wisata sudah dimanfaatkan secara maksimal pasca revitalisasi mulai dari pengembangan attraction, accesibility, dan amenity, dimana hal tersebut berdampak terhadap kesempatan kerja, kepemilikan kontrol dan ekonomi yang bisa dibuktikan dengan peningkatan PADes, tingkat kunjungan wisatawan dan menurunnya tingkat pengangguran di Desa Serang. Kata Kunci: Pengembangan Pariwisata. Agrowisata, 3A Journal of Governance Innovation Volume 7. Number 1. Maret 2025 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. Pendahuluan Pengembangan negara kepulauan, memiliki keanekaragaman yang luar biasa dari kesenian, budaya, bahkan alamnya. Dilihat dari salah satu solusi yang dapat memberikan memunculkan adanya potensi pariwisata yang kontribusi yang signifikan untuk pengembangan besar di Indonesia. Indonesia memiliki potensi masyarakat (KementerianPerekonomian,2. pariwisata yang besar karena begitu kaya dan Memanfaatkan potensi wisata secara konsisten akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pertumbuhan ekonomi sebuah negara adalah desa, meningkatkan ekonomi, mengurangi sektor pariwisata. Indonesia adalah salah satu pengangguran, dan menciptakan lebih banyak contoh negara yang menganggap pariwisata lapangan pekerjaan. Pariwisata di daerah sebagai bagian yang dapat meningkatkan pedesaan memiliki beragam pengembangan pertumbuhan ekonomi mereka (Wardhani et al. wisata baik wisata alam, budaya, edukasi. Selain itu. Indonesia terkenal karena kuliner, agrowisata. Keragaman pariwisata memiliki banyak wilayah yang sangat potensial. tersebut biasa dikenal dengan desa wisata. Oleh karena itu, pariwisata yang memanfaatkan Perkembangan desa wisata telah menjadi tren keunikan ini sangat penting untuk berkembang. dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah desa Dalam rangka meningkatkan pariwisata, setiap wisata di Indonesia terus bertambah dan daerah yang mempunyai potensi serta keunikan berkembang dengan signifikan setiap tahunnya. yang khas harus diberikan dorongan agar Jumlah desa wisata di Indonesia yang sudah mampu untuk dikembangkan. Pengembangan dimasukan dalam peraturan daerah sebanyak dari segi alam, pertanian, sosial, dan budaya bisa 734 desa (BPS, 2. dan persebaran desa wisata yang paling banyak berada di Jawa dan dikembangkan dengan melibatkan peran aktif Bali yaitu 857 Desa. Sumatera 355 desa. Papua dari masyarakat. Atau dengan kata lain 74. Maluku 23 desa (InfoPublik, 2. Selain pengembangan masyarakat berdasarkan pada itu, peningkatan jumlah desa wisata di Jawa wisata alam dengan menyertakan Tengah dari hanya 229 menjadi 353 saat ini Indonesia merupakan Salah (Jubaedah & Fajarianto, 2. (Kompas, 2. mengembangkan desa agar menjadi Desa wisata menjadi salah satu wilayah pariwisata harus diselaraskan dengan terobosan bagi wisatawan yang ingin mencoba sumber daya manusia di daerah tersebut. hal-hal baru seperti seni dan keindahan alam. Upaya Journal of Governance Innovation Volume 7. Number 1. Maret 2025 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. Desa Wisata Serang berada di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalinga. Sebelum dikembangkan desa wisata. Desa Serang merupakan salah satu Zona merah kemiskinan, akan tetapi Desa Serang memiliki potensi alam yang melimpah sehingga bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata (Nasrulhak, 2. Sebelum adanya Desa Wisata Lembah Asri Serang, masyarakat lokal menggantungkan hidup mereka dengan sehari Ae hari bekerja sebagai petani. Untuk mengatasi kemiskinan yang terjadi di masyarakat, dan mengisi kas desa, pemerintah desa melakukan upaya dengan mengunjungi tokoh masyarakat yang tujuannya untuk mendengarkan aspirasi dan meminta perekonomian masyarakat. Salah satu caranya Pengembangan ekonomi lokal ini mampu menggerakan perekonomian masyarakat yang penggeraknya terdiri atas pemerintah desa dan pelaku usaha lokal maupun masyarakat sebagai aktor utama (Soedarso et al. , 2. Tabel 1 Jumlah wisatawan Lembah Asri Serang Tahun Jumlah Wisatawan Sumber: Dinporapar Kab. Purbalingga Dari tabel diatas menunjukkan adanya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata, dimana pada tahun 2019 mencapai 000 pengunjung, dan ditahun 2021 mengalami penurunan jumlah wisatawan yaitu 000 pengunjung, dan kembali mengalami peningkatan lagi di tahun 2022 yaitu mencapai 000 wisatawan. Peneliti mengambil kasus di Desa Serang, tercatat menurut (Dinkominfo, 2. BUMDes AuSerang Mandiri SejahteraAy Desa Serang mampu meraih pendapatan hampir 4 miliar. Dari data kunjungan wisata di tahun 2019 BUMDes Serang perekonomian masyarakat dan di tahun 2020 di targetkan mencapai angka 5 miliar. BUMDes serang menjadi salah satu BUMDes maju yang masyarakat Desa Serang dan Pemerintah Desa. Agro Wisata Lembah Asri Serang mulai dikembangkan pada tahun 2013, dana awal masyarakat serta bantuan dari Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat. Desa Wisata ini terus melakukan perkembangan wisatanya bahkan sempat dilakukan adanya revitalisasi yang bertujuan untuk mengembangkan wisata dikarenakan terjadi persaingan yang begitu Seiring berjalannya waktu antusias warga Desa Serang terus bertambah sehingga potensi Journal of Governance Innovation Volume 7. Number 1. Maret 2025 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. yang digali semakin mengalami peningkatan. seperti membuat wahana dan pengunjung bisa Beberapa proses revitalisasi sudah dilakukan mengunjungi playgorund, kolam renang, green house strawberry hidroponik, hutan wisata. pendapatan desa yang berasal dari sektor wisata Selain itu terdapat juga danau buatan, flying fox. Adanya ATV Bike. Proses revitalisasi tidak hanya sampai disitu, namun dilanjutkan dengan membangun Desa Wisata membuktikan bahwa memberikan multiplier serta menghidupkan kembali wahana effect bagi masyarakat desa serang terutama Dino Land. dalam menggerakan ekonomi. Peningkatan jumlah pengunjung membuat Agrowisata Desa Serang awalnya tidak masyarakat sekitar memiliki kesempatan untuk berada di Lembah Asri, seperti sekarang. meningkatkan pendapatan dengan melakukan Diawali tahun 2007 hingga 2009. Desa Serang kegiatan usaha seperti membuka warung makan, mulai mengelola tanah milik perhutani berupa hutan pinus yang dikelola dan dijadikan sebagai Dengan kegiatan tersebut menjadi salah satu perekonomian dalam bentuk usaha kecil yang Desa Serang menjadikannya proyek percontohan untuk Desa Labsite, atau program untuk mendorong dan Perubahan Desa Serang sebagai kawasan wisata Pemberdayaan menjadikannya sebagai salah satu destinasi yang Masyarakat Desa (PMD) ramai di kunjungi di Kabupaten Purbalingga. Yogyakarta (Wardhani et al. , 2. Dengan begitu pemerintah desa memiliki inisiatif untuk menciptakan BUMDes dengan memakai tanah kesempatan untuk memperoleh penghasilan kas desa dengan luas 1,3 hektar untuk tambahan dari adanya desa wisata. Selain itu pariwisata juga mmeiliki potensi membawa perubahan perilaku masyarakat, memudarnya nilai norma, pergeseran mata pencaharian dan Perawatan wisata, air bersih, pertanian dan pencemaran lingkungan (Fyka et al. , 2. peternakan, serta layanan keuangan adalah Dengan semua kegiatan yang dikelola BUMDes. Namun perubahan yang terjadi di masyarakat sebagai akibat perkembangan pariwisata, selain itu juga pariwisata yang dikembangkan makin luas Journal of Governance Innovation Volume 7. Number 1. Maret 2025 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. masyarakat seperti perkembangan ekonomi desa wisata Lembah Asri Serang Kabupaten masyarakat sekitar, penghasilan masyarakat Purbalingga meningkatkan perekonomian lokal. pekerjaan yang semakin banyak, dan mampu meningkatkan pendapatan daerah. Desa Serang Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif karena dapat memberikan Menurut uraian di atas, peneliti menemukan gambaran yang lebih rinci tentang hubungan berkembang dengan baik. Tentu saja, semakin berkembangnya desa wisata ini, khususnya Penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami Lembah fenomena atau kejadian yang terjadi, baik itu wisatawan yang akan datang ke sana dan lebih masalah sosial, dengan membuat gambaran banyak uang yang dihasilkan untuk daerah yang lebih kompleks dengan menyajikan Peneliti ingin mempelajari lebih lanjut pandangan yang didapatkan melalui informan tentang pengembangan potensi desa wisata (Fadli. Lembah Asri Serang dalam meningkatkan memungkinkan kita untuk mempelajari lebih perekonomian lokal, serta dampak yang bisa lanjut tentang subjek yang diteliti. Tujuan dari Asri Serang, (Dr. Hasil Wahidmurni, gambaran yang lebih baik tentang kelompok, pengembangan ekonomi lokal yang bertujuan memberikan informasi, dan menjelaskan setiap untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat tahapan langkah yang relevan dengan fokus melalui pengorganisasian sumber daya yang penelitian (Huda, 2. Pembahasan Metode Penelitian Pengembangan Potensi Desa Wisata Penelitian ini dilakukan di kawasan Penelitian ini menggunakan teori Spillane Desa Wisata Lembah Asri di Desa Serang tepatnya berada di Kecamatan Karangreja, mengukur pengembangan desa wisata dengan 3 Kabupaten Purbalingga. Provinsi Jawa Tengah. unsur penting yaitu terdiri atas daya tarik Ruang lingkup penelitian ini yaitu partisipasi . , aksesibilitas . , dan amenitas . mengembangkan potensi wisata yang ada di Gambar 1 Analisis Word Cloud Terkait Desa Pengembangan Priwisata Desa Serang Serang, dampak yang ditimbulkan dari pengembangan Journal of Governance Innovation Volume 7. Number 1. Maret 2025 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. Sumber: Diolah oleh penulis menggunakan Sumber: Diolah oleh penulis dengan Nvivo Gambar 1 merupakan gambar word cloud hasil dari pengolahan data Nvivo 12. Dimana word cloud ini menjelaskan jumlah kata yang sering muncul di berita online. Gambar tersebut menunjukan kata - kata terpopular, kata "Desa Wisata" menjadi kata yang sering muncul dan sering disebutkan dalam berita online terkait pengembangan potensi Desa Wisata. Terdapat juga beberapa kata kunci sering muncul yang saling berkaitan seperti "wisatawan" dan "Serang". Aspek penting lainnya yang menjadi bagian dalam pengembangan potensi pariwisata atau desa wisata juga menjadi bentuk dari kata yang sering disebutkan dalam Word Cloud kemenparekraf, potensi, digitalisasi, pengelola. BUMDes pengembangan potensi desa wisata menjadi topik yang sering disebut dalam berita online dan menandakan bahwa hal tersebut sejalan dengan topik penelitian yang diambil. Grafik Indikator Pengembangan Potensi Desa Wisata Nvivo 12 . Dari grafik 1. 2 bisa kita lihat bahwa hasil temuan yang saling terkait dengan indikator pengembangan potensi desa wisata sebagai Terdapat enam indikator utama, dari indikator tersebut indikator amenitas menjadi indikator pengembangan potensi desa wisata. Amenitas disini merupakan properti pariwisata atau fasilitas sebagai bentuk layanan yang disediakan kepuasan dan menarik ketertarikan wisatawan. Kemudian indikator yang kedua terdapat attraction yang menjadi bagian yang banyak diimplementasikan pada pengembangan potensi desa wisata. Atraksi atau daya tarik menjadi indikator dalam pengembangan potensi desa wisata yang menjadi salah satu fokus utama dalam proses pengembangan potensi. Indikator accesibility, dan kepemilikan serta konrol ekonomi menjadi indikator yang masih belum pengembangan potensi desa wisata. Rendahnya nilai dari indikator tersebut mencuri perhatian Journal of Governance Innovation Volume 7. Number 1. Maret 2025 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. pengembangan potensi desa wisata namun Attraction lebih banyak attraction keindahan alam atau nature. Hal ini menunjukan bahwa terimpelementasi dengan baik. Begitu pula keindahan alam yang terdapat di Indonesia dengan indikator kepemilikan serta kontrol tepatnya Desa Serang merupakan destinasi ekonomi, indikator tersebut masih belum yang paling banyak diminati oleh wisatawan. Kemudian terdapat indikator atraksi budaya pengembangan potensi desa wisata lembah asri. lokal, hal tersebut menunjukan bahwa desa Daya Tarik (Attractio. wisata yang ada di Desa Serang Attraction merupakan salah satu komponen memiliki beberapa wisata budaya. Dan dalam pengembangan obyek wisata, karena indikator terkahir terdapat atraksi sejarah, semakin tinggi ketertarikan wisatawan terhadap wisata ini kurang mendapat perhatian dari suatu obyek wisata, maka akan semakin banyak wisatawan, dimana dari hasil olah data bisa Attraction atau atraksi yaitu daya tarik dilihat atraksi sejarah memiliki angka yang andalan daari sebuah obyek wisata dan saling cukup kecil. Dimana potensi obyek sejarah di terkait dengan apa yang dilihat, dirasakan. Desa Serang masih belum banyak dan dilakukan oleh pengunjung didalam suatu Wisatawan lebih menyukai wisata berbentuk destinasi wisata. Atraksi menjadi komponen keindahan alam dan budaya lokal. atau elemen yang sangat penting untuk bisa menarik pengunjung untuk mendatangi destinasi Modal atraksi yang bisa menarik wisatawan terdiri dari . wisata alam, . atraksi Keberadaan atraksi menjadi salah satu tujuan wisatawan untuk mendatangi wisata tersebut. Gambar 2 Analisis Indikator Attraction Desa Serang Pokdarwis mengembangkan potensi wisata menjadi atraksi wisata agar memiliki perbedaan dan tidak monoton. Pengelola wisata harus selalu tanggap, dimana mereka mengerti dan selalu mengembangkan keberagaman atraksi wisata Sumber: Diolah oleh penulis dengan Nvivo Melalui olah data Nvivo 12 seperti pengimplementasian pengembangan potensi obyek wisata desa wisata dengan indikator Pokdarwis menggabungkan antara atraksi alam dengan atraksi budaya, penggabungan Journal of Governance Innovation Volume 7. Number 1. Maret 2025 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. kedua atraksi tersebut dilakukan dengan memadukan potensi wisata alam dan potensi Penggabungan tersebut bisa dilihat saat perjalanan menuju obyek wisata Lembah Asri Desa Serang, dimana wisatawan bisa menikmati keindahan alam mulai dari perkebunan teh sambil menghirup udara yang segar dan perkebunan AuDesa Serang ini merupakan mempunyai suhu udara yang dingin, kemudian berada di kawasan hutan yang hijau, dan memiliki tanaman unggulan yaitu buah strawberry. Sehingga kita membuat wisata berdasarkan keadaan dan potensi sekitaran hal tersebutAy (Wawancara dilakukan pada tanggal 10 Desember strawberry serta sayur Ae sayuran. Dalam Karena letak desa yang berada pada perjalanan menuju destinasi, selain itu juga pegunungan dengan kondisi udara yang sejuk bisa melihat beberapa makan bersejarah, serta asri maka yang menjadi andalan atau yaitu makanan dari pendahulu yang menjadi ciri khasnya yaitu berupa keindahan alam pembuka lokasi Lembah Asri Serang. Hal ini yang tidak semua tempat wisata mempunyai didukung dengan hasil wawancara dengan potensi tersebut. Namun kondisi yang bisa Ketua Pokdarwis Desa Serang. Bapak pengunjung rasakan sekarang ini merupakan Purwoko atau dikenal dengan Pak Pulung bentuk dari revitalisasi yang sudah dilakukan mengenai potensi atau daya tarik dari Lembah Asri. merupakan perbandingan kondisi sebelum Desa Serang, dan sesudah dilakukan revitalisasi pada AuMengenai Potensi serta daya tarik dari Desa Serang khususnya yang menjadi lokasi Desa Wisata Lembah Asri potensi utamanya yaitu karena alamnya yang berada di pegunungan serta iklim yang dimiliki. Iklim membedakan wilayah Desa Serang dengan desa lainnya. Sehingga dengan potensi tersebut kami modifikasi dan poles sedikit sehingga wisatawan betah dan nyaman saat berkunjung ke obyek wisataAy. (Wawancara dilakukan pada tanggal 10 Desember 2. Wawancara dengan Ketua Pokdarwis Desa Wisata Lembah Asri Serang juga sama hasilnya dengan wawancara dengan Kepala Desa Serang Bapak Sugito. indikator atraksi. Tabel 1 Perbandingan Revitalisasi Indikator Atraksi Sebelum Revitalisasi Sesudah Revitalisasi Potensi pemandangan alam Dilakukan area camping dan menambah spot foto yang menarik Atraksi kurang Melakukan terawat, dan banyak peningkatan yang rusak Journal of Governance Innovation Volume 7. Number 1. Maret 2025 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. Potensi petualangan belum beberapa fasilitas baik karena sudah terdapat perubahan zaman Mengembangkan seperti flying fox. Jeep digitalisasi tersebut untuk promosi, selain itu juga dilakukan upaya sadar wisata kepada masyarakat lebih tahu mengenai pariwisata. Amenity (Amenita. Fasilitas merupakan penunjang dari Promosi hanya Melakukan dilakukan melalui promosi dengan mulut ke mulut media digital berkembangnya pariwisata, fasilitas harus Tradisi dan budaya Membuat mulai padepokan seni dan tari di rumah memiliki rumah dorongan pertumbuhan dan akan mulai Terbatas pada wisata Beragam atraksi alam saja agrowisata, dan dekat dengan pasarnya. Fasilitas lebih dikatakan mendukung bukan memberikan berjalan disaat atraksi sudah berkembang Untuk menyediakan fasilitas yang bisa dirasakan oleh semua pengunjung. Fasilitas yang ada di Lembah Asri Serang dibuat untuk memenuhi kebutuhan pengunjung dari semua kategori Gambar 3 Analisis Indikator Amenitas Dari tabel diatas bisa kita lihat perbandingan dimana sebelum dilakukannya Lembah Asri Tentu berbeda seperti pada dulunya kondisi wisata Sumber: Diolah oleh penulis dengan Nvivo12 yang belum terkelola dengan baik, minimnya Hasil olah data menggunakan Nvivo promosi, kurangnya pengembangan potensi 12 pada gambar 3 menunjukkan bahwa yang ada di Desa Serang. Dan setelah fasilitas yang ada pada Desa Wisata Lembah dilakukan revitalisasi, keadaan menjadi lebih Asri Serang Journal of Governance Innovation Volume 7. Number 1. Maret 2025 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. Pengelola menyediakan fasilitas untuk menunjang Fasilitas tersebut yang sudah banyak diterapkan yaitu Sebelum Revitalisasi Terbatasnya terdapat rekreasi dan hiburan, dimana pengelola wisata sudah menyediakan banyak wahana yang bisa dikunjungi, sehingga pengunjung tidak merasakan bosan saat berwisata, kemudian dari segi fasilitas umum juga sudah terpenuhi. Fasilitas umum yang tersedia yaitu seperti toilet, mushola, gazebo, spot foto, penginapan, tempat parkir, dll. yang masih perlu ditingkatkan yaitu indikator Revitalisasi Mulai atau beragam akomodasi mulai dari homestay sederhana sampai cootage yang Terbatasnya toilet. Tersedia toilet umum tempat parkir, tempat yang bersih dan yang makin luas dan tersedia tempat untuk Minimnya akomodasi dan ketersediaan tempat makan Namun. Sesudah Revitalisasi Seperti warung Tersedia kuliner dari makanan tradisional sampai makanan modern amenitas merupakan fasilitas dan layanan yang melengkapi atraksi yang terdapat di obyek wisata. Bisa dilihat dari tabel 2 bahwa memperhatikan atraksi dan kenyamanan sebagai kunci keberlangsungan wisata. Peran sekarang ini dan tepatnya belum terjadi dan partisipasi semua pihak diperlukan untuk mencapai tujuan. Selain itu, evaluasi harus memprihatinkan dan masih sangat terbatas. Tujuan dari evaluasi ini adalah Dahulu sebelum dilakukan revitalisasi masih untuk mengetahui dan memperbaiki fasilitas sangat terbatas adanya penginapan, toilet saat ini agar sesuai dengan kebutuhan umum yang masih sedikit dan kotor, tempat Dan berikut merupakan tabel parkir yang sempit dan belum tersedia tempat perbandingan sebelum adanya revitalisasi Terkadang untuk mencari makanan dan sesudah dilakukan revitalisasi pada saat pengunjung ingin membeli makanan indikator amenitas: juga sangat terbatas. Keadaan berubah Tabel 2 Perbandingan Revitalisasi Indikator Amenitas setelah dilakukan revitalisasi yang dilakukan pemerintah desa dan pengelola wisata Journal of Governance Innovation Volume 7. Number 1. Maret 2025 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. munculnya cootage atau penginapan yang kemudahan untuk mencari makan karena indikator aksesibilitas di Desa Wisata Lembah Asri Serang. Gambar 4 Analisis Indikator Aksesibilitas warung makan dan restoran yang semakin Hal beberapa faktor seperti. dana yang tersedia untuk pengembangan amenitas sebelum kemudian saat sudah berkembang dan pengunjung semakin ramai membuat jenis fasilitasnya berbeda dengan sebelumnya, selain itu juga kualitas dan jenis amenitas dibangun dengan menyesuaikan kebutuhan Serta adanya kolaborasi dengan beberapa pihak seperti pemerintah, swasta yang mampu mempercepat pengembangan Aksesibilitas (Accesibilit. Aksesibilitas merupakan bentuk dari kemudahan bagi pengunjung untuk bisa mengakses daerah tujuan wisata yang termasuk dalam bagian penting mulai dari kondisi jalan, kemudahan sarana transportasi dari tempat pemberhentian menuju destinasi. Selain itu juga tersedianya akses informasi Sumber: Diolah oleh penulis dengan Nvivo 12 Hasil olah data menggunakan Nvivo 12 pada gambar 4 menunjukkan bahwa akses yang ada pada Desa Wisata Lembah Asri Serang juga sudah diterapkan dengan baik. Dimana pemerintah desa sudah memberikan akses yang mudah untuk pengunjung agar mendapatkan pengalaman yang menarik. Dari analisis indikator tersebut menunjukkan bahwa kemudahan akses untuk menuju ke destinasi sudah sangat optimal dan disusul dengan lokasinya yang mudah dan tida terlalu Namun indikator transportasi ke destinasi masih memerlukan perhatian khusus, karena angka presentase tersebut masih tergolong rendah tranasportasi ke wisata jika tidak membawa kendaraan pribadi. mulai dari petunjuk arah, informasi wisata Semakin berkembangnya destinasi yang lengkap mengenai obyek wisata. wisata, maka sudah seharusnya menuntut Berikut merupakan hasil olah data dari Journal of Governance Innovation Volume 7. Number 1. Maret 2025 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. infrastruktur jalan agar wisatawan yang itu, kondisi lembah asri sebelum dan sesudah Kemudahan akses juga merupakan salah satu faktor penting untuk bisa menarik wisatawan untuk berkunjung. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Qodriyatun, 2. Tabel 3 Perbandingan Revitalisasi Indikator Aksesibilitas Sebelum Revitalisasi Sesudah Revitalisasi Jalan masih rusak, sempit dan sedikit Sekarang menuju Kabupaten seperti Pemalang. Baturaden, serta memiliki petunjuk arah yang jelas. Lahan parkir yang sedikit serta kurang memiliki pengelola lahan parkir Tersedia parkir yang luas dengan baik, sudah tersedia pengelola Transportasi umum hampir tidak ada Tersedia angkutan menuju ke desa wisata dari arah Desa Sangkanayu Informasi terdapat di sekitar dan hanya kabar dari mulut ke mulut rusak, tidak aspal, dan sempit, dan lahan Sudah dengan fasilitasnya seperti peta, brosur serta akses internet bagi pengunjung. parkir yang tersedia sangat tidak terorganisir. Kondisi sebelum revitalisasi berbeda Ada juga jumlah transportasi umum yang dengan kondisi setelah revitalisasi, seperti mengembangkan destinasi maka terdapat beberapa komponen yang harus terpenuhi aksesibilitas seperti jalan raya, transportasi yang harus disediakan untuk membuat wisatawan yang berkunjung merasa nyaman. Desa Wisata Lembah Asri memiliki aksesibilitas yang cukup baik karena telah melakukan observasi. Pengunjung tidak perlu Akses termasuk jalan yang sudah diperbaiki menuju destinasi, lokasinya yang mudah dijangkau. Keadaan sebelumnya sebelum pemulihan destinasi Di mana semua akses sudah tersedia, kondisinya sangat berbeda dengan sekarang Di masa lalu, jalan menuju lokasi masih sangat terbatas dan hampir tidak ada. Selain Journal of Governance Innovation Volume 7. Number 1. Maret 2025 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. yang ditunjukkan dalam tabel 4 Sebelum terus meningkatkan jumlah pengunjung dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. informasi yang terbatas yang berdampak Dampak Perekonomian Dampak perekonomian lokal yang dapat dirasakan karena terciptanya Desa Selain itu, akses jalan masih sulit. Wisata Lembah Asri Serang, terdapat membuat pengunjung malas datang, dan beberapa indikator yaitu: masih terbatasnya transportasi umum untuk menuju tempat wisata. Namun, hal ini sudah Pendapatan Masyarakat Pendapatan Desa Serang sebelum diperbaiki dan pengunjung dapat dengan terbentuk obyek wisata yaitu berasal dari pertanian baik dari sayur Ae sayuran dan buah Tantangan yang dirasakan pengelola wisata khasnya yaitu strawberry yang dikelola oleh untuk meningkatkan aksesibilitas mulai dari masyarakat dan hasil yang di dapatkan juga biaya karena biaya yang dibutuhkan cukup tidak terlalu besar. Kegiatan desa wisata di besar, selain itu untuk memelihara fasilitas Desa Serang secara langsung dan tidak tersebut juga sulit, dan juga terbatasnya langsung berdampak terhadap pendapatan sumber daya manusia yang membantu dalam Untuk bisa melihat hal tersebut meningkatkan aksesibilitas. maka bisa dilihat melalui tingkat pendapatan Bentuk Sebelum adanya desa wisata di pengembangan dan pengelolaan desa wisata Desa Serang Pengunjung akan merasa nyaman dan Desa Serang yang menjadi mungkin menjadi tempat wisata yang lebih rumah mereka dan masyarakat yang sadar menarik lagi jika mudah diakses. Revitalisasi akan potensi yang dimiliki sehingga mereka kembangkan untuk menambah penghasilan memperbaiki kondisi jalan, menambahkan sehari Ae hari. Setelah potensi yang ada sudah dikembangkan perlahan tingkat pendapatan penunjuk arah untuk destinasi. Selain itu, penghasilan mereka juga kian naik. transportasi umum dan layanan pemandu Karena akses yang mudah, itu akan Journal of Governance Innovation Volume 7. Number 1. Maret 2025 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. Gambar 5 Analisis Indikator Pendapatan Masyarakat juga hampir selalu terisi. Ay (Wawancara, 10 Desember 2. Indikator digunakan sebagai tolak ukur sejauh mana revitalisasi desa wisata memberikan dampak Sumber: Diolah oleh penulis dengan Hasil olah data menggunakan Nvivo 12 pada gambar 5 menunjukkan bahwa mengalami kenaikan. Atau juga dapat Nvivo 12 dikembangkan desa wisata kian membaik dan berdampak terhadap pendapatan baik secara langsung maupun tidak langsung. Pendapatan masyarakat ini tidak hanya berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat saja, namun juga mendorong pertumbuhan perekonomian daerah. Pedapatan langsung berasal dari tiket masuk, penjualan produk lokal, dan penginapan. Hal tersebut di dukung dengan hasil wawancara dengan Bapak Setia Utama selaku direktur BUMDes AuSebelum dibentuk pariwisata di Desa Serang, kebanyakan petani, buruh dan pendapatannya pun tidak menentu. Dan fokus untuk sekarang yakni ada aspek yaitu peternakan, air bersih dan wisata namun yang berkembang baik yaitu di bidang wisata. Sekarang ini merasakan manfaat dari adanya Desa Wisata, yang punya usaha semakin ramai dan yang memiliki penginapan pengembangan wisata terhadap pendapatan Tentu sangat berbeda sebelum dilakukan revitalisasi terhadap obyek wisata dengan kondisi saat ini. Sebelum dilakukan revitalisasi, obyek wisata masih kurang mendapatkan perhatian, namun sekarang banyak yang mengetahui obyek wisata Lembah Asri Serang. Dan berikut merupakan dilakukan revitalisasi dengan kondisi yang sudah dilakukan revitalisasi obyek wisata. Tabel 4 Perbandingan Revitalisasi Indikator Pendapatan Masyarakat Sebelum Revitalisasi Sesudah Revitalisasi Sumber pendapatan Pendapatan pengelola UMKM, dan jasa Tingkat pendapatan Mengalami yang masih rendah, peningkatan secara penghasilan signifikan tidak menentu Journal of Governance Innovation Volume 7. Number 1. Maret 2025 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. Keterlibatan dalam masih terbatas hanya Kondisi sekarang sudah terlibat aktif kuliner, penjualan Revitalisasi Desa Wisata Lembah Asri tangan mereka secara langsung kepada ekonomi masyarakat. Dengan pengelolaan yang lebih baik, ekonomi masyarakat dapat Kesempatan Kerja Adanya kegiatan pariwisata Lembah Asri Serang yang menerapkan konsep membutuhkan partisipasi masyarakat Desa Serang. Untuk itu maka bisa dilihat dampak dari wisata yaitu terdapatnya kesempatan kerja baru bagi masyarakat Desa Serang. Masyarakat secara aktif menggali potensi mengembangkannya menjadi wisata. berkembang dan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan. Selain itu, terdapat perbedaan antara kondisi sebelum dan setelah Gambar 6 Analisis Indikator Kesempatan Kerja revitalisasi, seperti yang ditunjukkan dalam tabel 4 Sebelum ini, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan wisata kurang, tetapi sekarang ada. Pemasaran yang tidak monoton dan infrastruktur tersedia untuk mendukung Sumber: Diolah oleh Penulis dengan keberlanjutan pengembangan wisata. Contoh Nvivo 12 . pendapatan masyarakat adalah ketika orangorang menyewakan rumah mereka sebagai bermunculan warung makan, kafe yang dikelola oleh orang-orang lokal, dan menjual produk lokal di mana orang-orang lokal dapat menjual hasil pertanian mereka dan kerajinan Hasil olah data menggunakan Nvivo 12 pariwisata memang berdampak terhadap kesempatan kerja. Dimana dari hasil tersebut bisa dilihat terdiri dari beberapa parameter dan menunjukkan bahwa munculnya jenis lapangan pekerjaan baru, kemudian disusul dengan keterlibatan dari masyarakat lokal dan yang terahir kesempatan kerja tersebut juga memiliki kualitas yang lebih baik. Journal of Governance Innovation Volume 7. Number 1. Maret 2025 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. Pengembangan pariwisata di Desa Serang mengurangi angka pengangguran di Desa Serang. Adanya pembangunan pariwisata kesempatan untuk membuat usaha untuk bisa Indikator kesempatan kerja bermanfaat untuk mengukur seberapa besar dampak yang ditimbulkan dari revitalisasi desa wisata kebanyakan di sektor Jenis pekerjaan Sekarang beralih hanya petani, buruh menjadi pemandu wisata. Keterampilan yang Berkembang hanya keterapilan sebatas pertanian pelanggan dan terhadap penciptaan lapangan pekerjaan baru Salah satu hasil dari revitalisasi Desa dan tingkat pendapatan masyarakat. Atau Wisata Lembah Asri adalah munculnya dalam artian seberapa banyak peluang kerja pekerjaan baru yang akan meningkatkan yang ada bagi masyarakat setelah dilakukan kesejahteraan masyarakat. Jika dilihat dari perbandingan di tabel 5 akan melihat pengembangan pariwisata. Maka dari itu berikut merupakan tabel yang menunjukkan perbandingan kondisi saat belum dilakukan sebagai petani dan tidak ada lapangan kerja yang tersedia. Selain itu, karena kurangnya Tabel 5 Perbandingan Revitalisasi Indikator Kesempatan Kerja Sebelum Revitalisasi Sesudah Revitalisasi Jumlah Lapangan Mengalami Kerja yang masih perubahan dan dan kebanyakan dala sektor wisata Sebelum Namun, setelah revitalisasi pekerjaan meningkat dan jenis pekerjaannya mengalami perubahan. Di Lembah Asri, ada peningkatan kesempatan kerja di sektor wisata, dengan pekerjaan seperti pemandu kuliner, dan pekerjaan di bidang jasa seperti Journal of Governance Innovation Volume 7. Number 1. Maret 2025 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. penyewaan jeep, laundry, dan lainnya. Tidak Hasil olah data menggunakan Nvivo diragukan lagi, keberhasilan revitalisasi 12 pada gambar 7 menunjukkan bahwa dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti kepemilikan serta kontrol ekonomi yang ada skala pengembangan wisata yang semakin pada Desa Wisata Lembah Asri Serang sudah diterapkan dengan optimal. Bisa kita lihat banyak lapangan pekerjaan. jenis wisata yang pembagian hasil sudah dilakukan dengan adil pekerjaan yang diperlukan. dan keterlibatan dan mengenai kepemilikan aset juga sudah masyarakat dalam pengelolaan wisata. terkontrol dengan baik. Pemerintah desa Kepemilikan dan Kontrol Ekonomi Desa wisata Lembah Asri Serang bersama dengan pengelola wisata sudah memperhitungkan mengenai pembagian hasil memiliki aset atau berinvestasi. Dan untuk menjalankan aktifitas wisatanya, hal tersebut bisa melihat indikator kepemilikan dan ditandai dengan keterlibatan masyarakat kontrol ekonomi bisa dilihat dari usaha yang yang turut serta dalam kegiatan desa wisata dimiliki oleh masyarakat. mulai dari awal hingga terbentuk seperti Saat melakukan observasi, peneliti juga sekarang ini. Dalam pelibatan masyarakat disetiap proses pembangunannya, maka bertanggung jawab atas kegiatan pariwisata masyarakat memiliki atau berhak secara Desa Wisata Lembah Asri Serang, seperti langsung dalam pengelolaannya. Selain itu pemilik homestay, pemilik usaha kuliner, juga masyarakat ikut dalam kegiatan bagi pemandu wisata, petugas parkir, dan lainnya, hasil sebagai bentuk kontrol dan transparansi menunjukkan bahwa pemerintah desa dan Gambar 7Analisis Indikator Kepemilikan pengelola selalu melibatkan warga asli dalam dan Kontrol Ekonomi menjalankan kegiatan pariwisata. Adanya orang-orang Desa Serang. Ini indikator kepemilan dan kontrol ekonomi yaitu untuk mengetahui seberapa besar manfaat ekonomi yang bisa dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Dan tentunya Sumber: Diolah Oleh Penulis dengan Nvivo sangat berbeda dengan kondisi sebelumnya 12 . sebelum adanya revitalisasi wisata, dan Journal of Governance Innovation Volume 7. Number 1. Maret 2025 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. kondisi sebelum revitalisasi dan sesudah Di Lembah Asri Serang, kepemilikan dilakukan revitalisasi. Tabel 6 Perbandingan Revitalisasi Indikator Kepemilikan dan Kontrol Ekonomi dan kendali ekonomi telah meningkat, seperti yang ditunjukkan dalam tabel 3. Sebagai contoh. BUMDes telah didirikan untuk Sebelum Revitalisasi Sesudah Revitalisasi mengelola aset wisata bersama masyarakat Kepemilikan aset yang sebagain besar kelompok kecil Tersedia upaya yang dilakukan BUMDes musyawarah desa setiap bulan diadakan Dalam pengambilan keputusan berasal dari pihak luar seperti pemerintah desa dan investor Untuk sekarang masyarakat lebih melalui kegiatan dilakukan setiap satu bulan Pembagian keuntungan yang tidak terdistribusi secara merata Sudah tersedia mekanisme yang secara lebih adil Keterlibatan Masyarakat masyarakat masih sudah sangat terbatas pengelolaan dan Pokdarwis untuk membahas perkembangan wisata dan proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, keterlibatan masyarakatnya juga tidak terbatas seperti sebelumnya, dan keuntungan juga di distribusikan secara Maka dari itu revitalisasi Desa Wisata Lembah Asri Serang sudah membawa perubahan dan menjadi destinasi wisata yang Sebelum kondisinya mungkin tida seperti sekarang, namun saat ini sudah memiliki fasilitas yang lengkap, akses menuju obyek wisata semakin mudah dan makin beragam pilihan wahana atau aktivitas wisata yang bisa dirasakan oleh meningkatkan jumlah wisatawan. Dengan kunjungan wisatawan yang meningkat akan berdapak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat yang nantinya akan membawa kepada kesejahteraan masyarakat, selain itu juga lapangan pekerjaan semakin beragam Journal of Governance Innovation Volume 7. Number 1. Maret 2025 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. pengangguran di Desa Serang. Namun juga Asri. Pengelola juga bekerjasma dengan pihak terkait dalam pengembangan potensi semakin banya pesaing dari obyek wisata pemerintah, pengusaha bahkan masyarakat Dengan adanya kerjasama antara pengelola wisata dengan masyarakat Desa Kesimpulan Setelah Pengembangan Potensi Desa Wisata Pasca Revitalisasi Sebagai Upaya Pemberdayaan Perekonomian Lokal: Studi Kasus Lembah Asri Serang Kabupaten Purbalingga dan pembahasan yang sudah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka Serang Lembah Asri Serang. Selain itu jika kita lihat melalui indikatornya, maka bisa diambil kesimpulan sebagai Pengembangan Desa Wisata Atraksi Potensi Pariwisata kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Desa wisata Lembah Asri Revitalisasi Desa Wisata Lembah Asri Serang mempunyai daya tarik serta Serang sudah membawa perubahan positif dan meningkatkan perekonomian lokal serta keindahan alam Lembah Asri seperti pembangunan daerah. Berbagai fasilitas wisata baru, pengembangan infrastruktur, dioptimalkan menjadi daya tarik wisata yang unik. tergalinya sumber promosi yang selalu dilakukan yang sudah daya alam serta budaya secara maksimal bisa kita lihat dengan Dan hal ini merupakan faktor adanya pelayanan homestay yang utama dalam meningkatkan daya tarik menggunakan rumah warga selain itu wisatawan serta munculnya adanya potensi juga terdapat Padepokan sanggar seni baru untuk dikembangkan. dan budaya. Dan hal tersebut tidak Pengelola wisata sudah melakukan banyak dijumpai dan didapatkan di obyek wisata lainnya. Amenitas Ketersediaan fasilitas umum sarana aksesibilitas, pengembangan amenitas dan upaya untuk mempromosikan Lembah Journal of Governance Innovation Volume 7. Number 1. Maret 2025 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. pariwisata di Desa Wisata Lembah revitalisasi, masyarakat Serang selalu Asri dilibatkan dalam kegiatan wisata dan Serang revitalisasi sudah sangat baik dimana pemberdayaan yang sudah disediakan dan ikut serta dalam kepengurusan pengelola wisata. Masyarakat Desa makan, tempat parkir, wahana yang Serang terlibat aktif dalam berbagai seru dan lainnya. Hal yang menjadi sektor, seperti pengelolaan homestay, tantangan yaitu bagaimana untuk usaha kuliner, kerajinan tangan, dan menjaga fasilitas tersebut agar tetap penyediaan jasa wisata. Aktivitas ini baik, karena berada di wilayah pegunungan jadi rentan untuk rusak. kesejahteraan ekonomi masyarakat. Aksesibilitas Ae Kesempatan Kerja Akses menuju obyek wisata Dengan pengelolaan wisata Desa Wisata Lembah Asri Serang secara langsung, masyarakat Desa saat ini sudah sangat mudah. Jalan Serang yang sudah dilakukan pelebaran dan kesempatan kerja baru bagi mereka diaspal, selain itu juga terdapat yang sebelumnya masih menganggur penerangan jalan. Jaringan internet juga sudah baik tidak seperti dahulu Pengembangan Desa Wisata Lembah yang tidak bisa mengakses internet. Asri sudah berdampak positif pada Sekarang sudah tersedia wifi gratis di sekitar lokasi masyarakat dan penciptaan lapangan Lembah memastikan bahwa pengembangan pariwisata di Desa Serang, tepatnya Wisata kerja baru. Namun, tetap perlu Dampak Perekonomian Pendapatan Masyarakat Dengan Asri Serang masyarakat sudah merasakan dampak wisata memberikan manfaat yang sama kepada seluruh masyarakat. Kepemilikan dan Kontrol Ekonomi Pengembangan Desa Wisata Lembah Asri Serang sudah membawa pendapatan mereka. Hal tersebut perubahan signifikan pada struktur disebabkan karena setelah dilakukan kepemilikan dan kontrol ekonomi Journal of Governance Innovation Volume 7. Number 1. Maret 2025 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. Sebelumnya,perekonomi dengan adanya pengembangan wisata sudah terjadi peralihan menuju sektor Unit kegiatan yang sudah dibentuk seperti pengelolaan sanggar tari, homestay, kepemanduan, dan Masyarakat Desa Serang. Dan sitem bagi hasil dengan pengelola dan distribusikan secara adil. Daftar Pustaka