Peran Kelompok Tani Dalam Peningkatan Pendapatan Anggota Kelompok Pada Usahatani Jagung Di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara (The Role Of Farmer Groups In Increasing The Income Of Group Members In Corn Farming In Longalo Village North Bulango Distric. Lidya S. Bempa . Supriyo Imran . Ramlan Mustafa . Mahasiswa Program Studi Agribisnis UNG. Dosen Pengajar Program Studi Agribisnis UNG Agribisnis. Pertanian. Universitas Negeri Gorontalo. Moutong. Tilongkabila. Kabupaten Bone Bolango. Korespondensi : lidyabempa@gmail. ABSTRAK Kelompok tani sangat dibutuhkan peranannya dalam pemberdayaan masyarakat tani. Dengan adanya peran kelompok sebagai wadah belajar, wahana kerjasama, dan unit produksi diharapkan dapat meningkatkan pendapatan anggota. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran kelompok tani dalam peningkatkan pendapatan anggota kelompok pada usahatani jagung dan mengetahui pendapatan usahatani jagung di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 38 orang responden dari 242 populasi. Teknik pengambilan sampel secara acak (Simple Random Samplin. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran kelompok tani dalam peningkatan pendapatan anggota kelompok pada usahatani jagung sebagai wadah belajar, wahana kerjasama dan unit produksi berada pada kategori Berperan dengan rata-rata sebesar 78,35%. Pada pendapatan usahatani Jagung sebesar Rp. 972 dengan rata-rata petani 17. 052 dan Keuntungan yang diperoleh dari usahatani jagung di Desa Longalo senilai Rp 4,27 dengan demikian usahatani jagung yang dijalankan oleh anggota kelompok tani di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Kata kunci: peran kelompok tani. lidyabempa@gmail. ABSTRACT Farming groups play a very important role in empowering farming communities. With the group's role as a learning forum, collaboration vehicle, and production unit, it is hoped that it can increase members' income. The aim of this research is to determine the role of farmer groups in increasing the income of group members in corn farming and to determine the income of corn farming in Longalo Village. North Bulango District. The research method uses quantitative descriptive analysis with a sample of 38 respondents from a population of 242. Random sampling technique (Simple Random Samplin. The research results show that the role of farmer groups in increasing the income of group members in corn farming as a learning platform, collaboration vehicle and production unit is in the Role category with an average of 78. The income from corn farming is IDR 650,561,972 with an average of 17,120,052 farmers and the profit obtained from corn farming in Longalo Village is IDR 4. 27, so the corn farming run by members of the farmer group in Longalo Village. North Bulango District is profitable and worth the effort. Keywords: role of farmer groups. PENDAHULUAN Pembangunan pertanian dilakukan dengan mengembangkan sistem pertanian, untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Peningkatan kualitas tidak hanya meningkatkan produktivitas melainkan kemampuan para petani. Dalam hal ini perlu adanya kelembagaan petani atau pembentukan organisasi petani yang mampu merubah perilaku dan pola pikir petani ke arah yang lebih baik. Vol. No. 1 Maret 2024 Kelompok tani merupakan sekumpulan petani yang bekerja sama dalam mencapai tujuan yang sama dalam mengembangkan usahanya. Adapun peran kelompok tani yaitu sebagai wadah untuk belajar, memperkuat kerjasama antar kelompok tani dan anggotanya, serta menjadi unit produksi dalam mengembangkan produk usahanya. Kasdir . Pembentukan kelompok tani bertujuan untuk memecahkan dan mengatasi permasalahan petani. akan tetapi hal tersebut berbanding terbalik dengan pendapat masyarakat atau petani yang mengasumsikan bahwa kelompok tani tidak berpartisipasi dalam meningkatkan pendapatan petani. Menurut Mawarni, dkk . menyatakan bahwa pendapatan berupa uang merupakan penghasilan yang bersifat regular yang diterima sebagai balas jasa. pendapatan petani merupakan total penerimaan usahayang dikembangkan dan dikurangi dengan jumlah atau total biaya yang dikeluarkan. Pendapatan dapat mempengaruhi kelangsungan suatu usaha, semakin banyak pendapatan atau penghasilan yang dimiliki, maka semakin besar pula kemampuan untuk membiayai semua pengeluaran dan aktivitas yang Kabupaten Bone Bolango adalah salah satu daerah yang berada di Provinsi Gorontalo dengan angka kemiskinan pada tahun 2020 dengan persentase sebanyak 15,81 dan mengalami kenaikan menjadi 16,30 pada tahun 2021 (Badan Pusat Statistik, 2. Kondisi tersebut harus menjadi perhatian pemerintah untuk lebih meningkatkan produksi di sektor pertanian untuk menekan angka kemiskinan yang ada di wilayah Bone Bolango. Salah satu desa yang terdapat di Kabupaten Bone Bolango Kecamatan Bulango Utara yang memiliki potensi jagung yaitu Desa Longalo. Hal ini dapat dilihat jumlah penduduknya yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani baik petani jagung, cabai, dan aren. Jagung merupakan komoditi yang menjadi sumber penghasilan petani Di Desa Longalo. Hasil produksi dan luas panen jagung di Desa Longalo dalam empat tahun terakhir dapat dilihat pada table 1 berikut ini. Tabel 1. Data Luas Panen Dan Hasil Produksi Jagung Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara Meskipun hasil produksi jagung Di Desa Longalo meningkat dari tahun 2019-2022, tetapi masih banyak petani yang pendapatannya tidak sesuai dengan apa yang dilakukan dan dikerjakan petani, selain itu petani yang ada di desa tersebut mengalami beberapa permasalahan dalam menjalankan usahanya antara lain akses jalan menuju lahan perkebunan yang kurang baik, kegagalan panen karena hama penyakit dan menjalankan usaha tani dengan pola yang sudah berlangsung secara turun temurun serta petani kurang optimal dalam mengikuti pertemuan kelompok yang diadakan oleh petani di Desa Longalo masih bergantung pada tengkulak dimana para petani memiliki ketergantungan harga yang ditentukan oleh tengkulak atau Sehingga hal tersebut mempengaruhi pendapatan petani Lidya S. Bempa . Supriyo Imran . Ramlan Mustafa . : Peran Kelompok Tani Dalam Peningkatan Pendapatan Anggota Kelompok jagung. Berdasarkan uraian tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang peran kelompok tani dalam peningkatan pendapatan anggota kelompok pada usahatani jagung Di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran kelompok tani dalam peningkatan pendapatan anggota kelompok pada usahatani jagung Di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara dan mengetahui pendapatan usahatani jagung Di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan terhitung mulai bulan Agustus hingga September 2023 dari persiapan sampai dengan penyusunan hasil penelitian. penelitian ini akan dilakukan di Desa Longalo. Kecamatan Bulango Utara. Kabupaten Bone Bolango. Dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut sebagian besar petani yang tergabung dalam suatu organisasi kelompok tani dengan komoditi usaha yang djalankan adalah usaha tani jagung. Jenis dan Sumber Data Jenis metode penelitian yang terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer pada penelitian ini didapatkan dari hasil wawancara dengan petani jagung dan menggunakan daftar pertanyaan atau pengisian kuisioner. Data sekunder pada penelitian ini diperoleh dari sumber lain seperti instansi. Kantor Desa, dan Badan Pusat Statistik (BPS) serta Badan Penyuluh Pertanian (BPP) kemudian diolah dan disajikan baik dalam bentuk laporan penelitian maupun jurnal. Metode Pengambilan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah petani jagung Di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara Kabupaten Bone Bolango dengan jumlah populasi sebanyak 242 orang petani jagung. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode acak sederhana (Simple Random Samplin. Penarikan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan rumus Slovin maka diperoleh jumlah sampel sebanyak 37 orang petani jagung dengan toleransi kesalahan sebanyak 15% dari total populasi yang berjumlah 242. Teknik Analisis Data Analisis data yang digunakan untuk mengetahui peran kelompok tani dalam peningkatan pendapatan anggota kelompok Di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara yaitu menggunakan skala Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial Riduwan . responden akan diminta melengkapi dan menjawab serangkaian pertanyaan atau pernyataan yang disebut sebagai variabel penelitian, variabel diubah menjadi indikator dan indikator tersebut yang digunakan untuk menyusun instrument dalam bentuk Pernyataan dan jawaban instrument disusun dengan mengunakan kata-kata: Sangat Setuju (SS) = 5 Setuju (S) Kurang Setuju (KS) = 3 Tidak Setuju (ST) = 2 Sangat Tidak Setuju (STS) = 1 Jawaban dari responden tersebut dianalisis dengan menggunakan rumus perhitungan skor skala likert, menggunakan rumus . Vol. No. 1 Maret 2024 sebagai berikut. Interpretasi Skor TS = Re x SL Keterangan: TS = Total skor Re = Responden SL = Skor likert yang dipilih X = ST x OcR Y = SR x OcR Keterangan : ST = Skor tertinggi likert SR = Skor terendah likert OcR = Jumlah Responden Keterangan : = Indeks(%) TS = Total skor Keterangan : I = Interval LT = Skor likert tertinggi Berdasarkan interval maka diperoleh kategori peran kelompok tani yaitu interval jarak dari terendah 0% sampai dengan tertinggi 100% Angka 0% - 19,99% = Sangat tidak Angka 20% - 39,99% =Tidak berperan Angka 40% - 59,99% = Kurang berperan Angka 60% - 79,99% = Berperan Angka 80% - 100% = Sangat Berperan Analisis data yang digunakan untuk mengetahui pendapatan petani jagung di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara, yaitu menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. menggunakan rumus sebagai berikut: Pd = TR Ae TC Keterangan : Pd = Pendapatan usahatani TR = Penerimaan usahatani TC = Biaya Usahatani jagung HASIL DAN PEMBAHASAN Identitas Responden atau Sampel Responden dalam penelitian ini adalah petani jagung di Desa Longalo yang melakukan kegiatan usaha tani Adapun identitas atau karakteristik responden petani jagung di Desa Longalo yakni meliputi umur responden, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, pengalaman berusahatani. Luas Lahan dan status kepemilikan lahan. Tabel 2. Umur Responden di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara Berdasarkan Tabel 2. dapat menujukan bahwa sebagian besar petani berada pada umur yang produktif yakni berumur 16-59 dengan jumlah 35 orang atau 92,1%, dan petani yang sudah tidak produktif yaitu pada umur 60 tahun dengan jumlah 3 orang atau 7,89. Dari data umur yang diambil dan diperoleh melalui penelitian dilapangan, maka dapat disimpulkan bahwa pada umumnya petani dan anggota kelompok tani di Desa Longalo rata-rata berada Lidya S. Bempa . Supriyo Imran . Ramlan Mustafa . : Peran Kelompok Tani Dalam Peningkatan Pendapatan Anggota Kelompok diusia yang produktif karena pada usia tersebut petani memiliki kemampuan yang sangat baik, tidak hanya kemampuan fisik melainkan juga kemampuan dalam berfikir, bertindak, dan mengelola kegiatan usahataninya. Hal ini sesuai dengan pendapat Falangi dkk . Tabel 3. Tingkat pendidikan Responden di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara Berdasarkan Tabel 3. menunjukan bahwa tingkat pendidikan responden pada jenjang SD yang berjumlah 32 orang dengan persentase sebesar 84%, jenjang pendidikan SMA berjumlah 4 orang dengan persentase 11%, dan jenjang pendidikan yang lebih sedikit adalah jenjang pendidikan SMP dengan jumlah 2 orang dengan persentase 5%. Jadi disimpulkan bahwa tingkat pendidikan anggota kelompok di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara lebih banyak yang berpendidikan SD. Selain itu tingkat pendidikan dapat berpengaruh pada pola piker dan penerapan inovasi terbaru dalam pertanian, hal ini sesaui dengan penelitian Falangi . yang berpendapat bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang maka semakin banyak ilmu pengetahuan dan wawasan yang dimiliki. Tabel 4. Pengalaman Berusahatani Jagung Responden di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara Berdasarkan Tabel 4. menujukan bahwa lebih banyak reponden memiliki pengalaman yang lebih dari 20 tahun yaitu berjumlah 20 orang dengan persentase sebesar 52%, responden dengan pengalaman berusahatani 10-20 tahun berjumlah 12 persentase sebesar 32% dan responden yang paling sedikit yaitu responden pengalaman berusahatani kurang dari 10 tahun yang berjumlah 6 orang atau persentase sebesar 16%. Dengan perolehan data anggota kelompok tani tersebut maka dapat dinilai bahwa petani ditempat penelitian mempunyai ilmu pengetahuan dan pengalaman yang cukup dalam berusahatani jagung, hal tersebut sesuai dengan pendapat dari Ashari . yang menyatakan bahwa semakin lama responden berusahatani maka semakin semakin banyak pengalaman dan keterampilan yang didapat terutama dalam berusahatani jagung. Vol. No. 1 Maret 2024 Tabel 5. Jumlah Tanggungan Keluarga Responden di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara Berdasarkan Tabel 5. bahwa responden yang memiliki tanggungan keluarga terbanyak adalah yang tanggungan keluarga 1 sampai 3 orang dengan jumlah responden sebanyak 20 orang dengan persentase sebesar 53%, dan yang tanggungan 4 sampai 5 berjumlah 18 orang responden dengan nilai persentase sebesar 47%. Menurut Ashari . semakin banyak anggota keluarga yang ditanggung oleh setiap petani maka semakin banyak pula biaya kebutuhan akan konsumsi yang Tabel 6. Luas Lahan Responden di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara Berdasarkan Tabel 6. menunjukan bahwa luas lahan yang lebih banyak diusahakan anggota kelompok tani rata-rata seluas 2 hektar yang berjumlah 28 orang dengan persentase sebesar 73,7%, 1 hektar berjumlah 6 orang atau 15. 8%, 1,5 hektar berjumlah 2 orang atau 5,3% dan yang memiliki luas lahan 4 hektar berjumlah 2 orang atau 5,3%. Dari hasil wawancara lahan milik anggota kelompok sebagian terkonsentrasi pada satu tempat dan sebagian lagi terbagi menjadi beberapa Sesaui dengan penelitian Ashari . , besarnya luas lahan yang dimiliki oleh petani dapat mempengaruhi produksi jagung. Tabel 7. Status Penguasaan Lahan di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara. Lidya S. Bempa . Supriyo Imran . Ramlan Mustafa . : Peran Kelompok Tani Dalam Peningkatan Pendapatan Anggota Kelompok Berdasarkan data Tabel 7. menunjukan bahwa status penguasaan lahan 100% milik petani, dan sewa atau penggarap 0%. Sehingga disimpulkan bahwa status penguasaan lahan anggota kelompok tani rata-rata adalah milik sendiri dengan jumlah 38 orang responden atau persentase 100%. Menurut penelitian Umpul . status penguasaan lahan dilihat atas dasar penguasaan lahan, besar kecilnya penguasaan lahan berhubungan dengan pendapatan petani. Kepemilikan dan penguasaan tersebut menjadi faktor utama dalam produksi usahatani. Peran Kelompok Tani Terhadap Peningkatan Pendapatan Anggota Kelompok Peranan kelompok tani merupakan wahana belajar dan media komunikasi bagi para petani dalam meningkatkan produktivitas serta adopsi pengembangan teknologi pertanian, sehingga mampu mengembangkan usaha tani yang lebih menguntungkan Effendy dan Apriani . Peran Kelompok tani memiliki 3 indikator yaitu sebagai wadah belajar, wahana kerja sama dan unit produksi. Adapun indikator dan keterangan atau kategori peran kelompok tani dapat dilihat pada Tabel 8. berikut ini. Tabel 8. Rekapitualisasi Peran Kelompok Tani Berdasarkan Tabel 8. bahwa dari ketiga indikator peran kelompok tani sudah berperan. Peran kelompok tani sebagai wadah belajar mendapat skor paling tinggi yaitu 80,84% dengan kategori sangat berperan, hal ini dikarenakan kelompok tani pada indikator tersebut telah memaksimalkan perananya dengan memberikan pembelajaran yang baik atau sesuai dengan harapan dan tujuan yang dinginkan oleh anggota kelompok. hal ini sesuai dengan pendapat Palar . yang menyatakan bahwa kelompok tani merupakan wadah belajar anggotanya untuk meningkatkan wawasan pengetahuan keterampilan dan sikap serta mampu mengembangkan kemandirian dalam usahatani sehingga hal tersebut dapat meningkatkan produktivitas serta bertambahnya Peran kelompok tani sebagai wahana kerja sama mendapat skor 77,47% dengan kategori berperan hal tersebut disebabkan adanya kerja sama dan partisipasi yang baik antara kelompok dan anggota dalam melakukan kegiatan atau kepentingan Hal ini sesuai dengan pernyataan Mawarni dkk . yang menyatakan kelompok tani memiliki peranan yang baik dalam meningkatkan pendapatan dengan melalui kerjasama. Indikator selanjuynya yaitu peran kelompok tani sebagai unit produksi mendapat skor 76,73% dengan kategori yang sama yaitu berperan. Peranan kelompok tani dalam unit produksi memberikan keringanan kepada anggota kelompok tani, karena . Vol. No. 1 Maret 2024 setiap anggota yang tergabung dan rutin mengikuti pertemuan dalam kelompok tani mendapat kartu tani yang mempermudah anggota memperoleh sarana produksi dengan harga yang lebih Selain itu pemerintah juga menyalurkan beberapa bantuan berupa benih, pupuk, dan alsinta, yang bertujuan untuk meringankan pengeluaran biaya sarana produksi artinya biaya yang dikeluarkan tidak teralu banyak dan penerimaan usahatanipun lebih meningkat sehingga usahatani akan memperoleh keutungan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Hasan . yang menyatakan bahwa kelompok tani dalam indikator unit produksi mengarahkan anggota-anggota kelompok tani mempunyai kemampuan untuk menentukan mengembangkan produksi yang menguntungkan. Peranan kelompok tani dari ketiga indikator ini sangat berpengaruh dalam peningkatan pendapatan anggota kelompok tani, dengan peranan wadah belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi. Pendapatan Usahatani Jagung Pendapatan didefinisikan sebagai sisa dari pengurangan antara penerimaan dengan biaya yang dikeluarkan Menurut Nani dkk, . Dalam hal ini pendapatan yang dimaksud adalah Pendapatan yang diterima oleh responden yaitu hasil pengurangan dari penerimaan usahatani dengan biaya Pendapatan diperoleh apabila penerimaan usahatani lebih tinggi dari pada biaya usahatani yang dikeluarkan. Adapun pendapatan petani dalam usahatani jagung yang dapat dilihat pada Table 9. berikut ini. Tabel 9. Pendapatan Usahatani Jagung Responden di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara Berdasarkan Tabel 9. dapat dilihat bahwa penerimaan usahatani lebih besar dibandingkan biaya Dengan nilai penerimaan sebesar Rp. 00 atau rata-rata/ha 665 dan biaya usahatani sebesar Rp. 028 dengan rata-rata/ha 111 Dari hasil pendapatan yang diperoleh maka disimpulkan bahwa anggota petani mendapatkan keuntungan dari hasil usahatani jagung yang dilakukan. Hal ini disebabkan oleh biaya usahatani yang lebih rendah dibandingkan penerimaan. hal ini menunjukan bahwa usahatani jagung yang dijalankan oleh anggota kelompok tani di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara menguntungkan dan layak untuk Dalam penelitian (Ikbal. Pendapatan yang diterima oleh responden yaitu hasil pengurangan dari penerimaan usahatani dengan biaya Pendapatan diperoleh apabila penerimaan usahatani lebih tinggi dari pada biaya usahatani yang dikeluarkan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka dapat disimpulkan beberapa hal mengenai peran dan pendapatan kelompok tani yaitu: Peran kelompok tani dalam 3 indikator yaitu pada indikator pertama sebesar 80,84% dan berada pada kategori sangat berperan dalam artian berperan Lidya S. Bempa . Supriyo Imran . Ramlan Mustafa . : Peran Kelompok Tani Dalam Peningkatan Pendapatan Anggota Kelompok sangat baik sebagai wadah belajar untuk para anggota kelompok tani selanjutnya pada indikator kedua sebesar 77,47% dan berada pada kategori berperan atau baik dalam berperan sebagai wahana kerja sama, kemudian pada indikator yang ketiga yaitu sebesar 76,73% berada pada kategori Pendapatan usahatani jagung Di Desa Longalo Kecamatan Bulango Utara dalam sekali pemanenan sebesar Rp. 972 dengan penerimaan sebesar Rp. 000 dan biaya usahatani 028 rata-rata pendapatan petani sebesar Rp. 052 dengan penerimaan rata-rata 22. dan total rata-rata biaya usahatani sebesar Rp. DAFTAR PUSTAKA