I Ketut Dedi Agung Susanto Putra1. Desak Putu Sri Sulatri2 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2023 ANALISIS IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN IPA DALAM MERDEKA BELAJAR DI KELAS IV SD NEGERI 4 ABUAN I Ketut Dedi Agung Susanto Putra1. Desak Putu Sri Sulatri2 1,2Pendidikan Guru Sekolah Dasar. ITP Markandeya Bali Bangli. Indonesia agungdedi04@gmail. com1, desakputusrisulatri@gmail. Abstrak Studi ini menganalisis implementasi metode pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan konsep "Merdeka Belajar" di kelas IV SD Negeri 4 Abuan. Penelitian ini melibatkan 35 responden dari kalangan guru untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode pembelajaran IPA dan konsep "Merdeka Belajar" mencapai tingkat efektivitas sebesar 68,571%. Meskipun hasil ini cukup baik, terdapat kebutuhan untuk peningkatan terutama dalam penggunaan media pembelajaran daring dan keragaman sumber belajar. Studi ini juga menyoroti pentingnya pengembangan keterampilan sains melalui skema pembelajaran yang melibatkan diskusi, penelitian lapangan, dan pemanfaatan media pembelajaran. Konsep "Merdeka Belajar" memberikan kebebasan bagi guru untuk berinovasi tanpa terlalu terikat pada aturan administratif yang kaku. Diharapkan implementasi konsep ini dapat memberikan ruang yang lebih terstruktur bagi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, khususnya dalam mata pelajaran IPA yang kadang dianggap sulit. Studi ini menekankan perlunya pemahaman mendalam terhadap konsep "Merdeka Belajar" dan metode pembelajaran IPA untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SD Negeri 4 Abuan sambil menyoroti perlunya peningkatan dalam aspek-aspek tertentu guna memperbaiki efektivitas pembelajaran serta pemahaman siswa terhadap mata pelajaran IPA. Kata kunci : Pembelajaran IPA. Merdeka belajar. SDN 4 Abuan Abstract This study analyzes the implementation of Natural Sciences (Scienc. learning methods and the concept of "Freedom to Learn" in class IV of SD Negeri 4 Abuan. This research involved 35 respondents from among teachers to evaluate the effectiveness of learning. The research results showed that the implementation of the science learning method and the concept of "Freedom to Learn" reached an effectiveness level of 68. Although these results are quite good, there is a need for improvement, especially in the use of online learning media and the diversity of learning resources. This study also highlights the importance of developing science skills through learning schemes that involve discussions, field research and the use of learning media. The concept of "Freedom to Learn" gives teachers the freedom to innovate without being too bound by rigid administrative rules. It is hoped that the implementation of this concept can provide a more structured space for teachers in delivering learning material, especially in science subjects which are sometimes considered difficult. This study emphasizes the need for an in-depth understanding of the concept of "Freedom to Learn" and science learning methods to improve the quality of learning at SD Negeri 4 Abuan while highlighting the need for improvement in certain aspects to improve learning effectiveness and students' understanding of science subjects. Key words : Science learning. Merdeka learning. SDN 4 Abuan PENDAHULUAN Pendidikan merupakan landasan utama dalam pembentukan potensi dan keterampilan siswa untuk menghadapi tuntutan masa depan. Dalam konteks ini, implementasi metode Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Ketut Dedi Agung Susanto Putra1. Desak Putu Sri Sulatri2 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2023 pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan konsep "Merdeka Belajar" menjadi aspek kunci yang mempengaruhi proses belajar mengajar. Pembelajaran adalah interaksi antara siswa dan guru (Gurukka, 2. Pembelajaran berlangsung antar komponen yang berkaitan dengan isi tujuan pendidikan. Dalam proses pembelajaran terjadi interaksi antara guru dan siswa serta komunikasi timbal balik yang terjadi dalam situasi pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Ferdinandus & Desak, 2. Dalam proses pembelajaran diperlukan peningkatan mutu pendidikan yang merupakan faktor utama penentu keberhasilan pembangunan bangsa. Mutu pendidikan berarti lulusannya memiliki keterampilan yang cukup untuk memberikan kontribusi yang berarti bagi pembangunan. Kualitas pelatih, yang terutama ditentukan oleh proses dan hasil belajar mengajar. Agar siswa dapat belajar dengan baik maka pembelajaran harus semenarik mungkin, hal ini juga terjadi pada saat pembelajaran mata pelajaran IPA. Metode pengajaran adalah satu kesatuan yang utuh dari penerapan metode, strategi, teknik, model dan taktik pengajaran. Oleh karena itu, guru harus mampu menguasai berbagai metode pengajaran yang disesuaikan dengan karakteristik dan gaya belajar siswa. Terutama saat mempelajari mata pelajaran IPA. Tujuannya agar siswa memahami konsepkonsep IPA, membangkitkan rasa ingin tahunya tentang berbagai peristiwa yang berkaitan dengan lingkungan alam, mengembangkan keterampilan proses sehingga dapat memecahkan masalah dan mampu membentuk opini, sikap, nilai dan kemampuan menerapkan konsep IPA, dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari (Ristiani Sabat et al. , 2018. Saputra et al. , 2018. Sulfemi, 2. Pembelajaran IPA bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, tetapi juga tentang proses penemuan yang mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif di dalamnya. Ada beberapa hal yang dapat digunakan guru untuk menjadikan pembelajaran IPA lebih menyenangkan dan tidak monoton, antara lain penggunaan bahan ajar, media, metode dan model pembelajaran (Sundari, 2. Model pembelajaran IPA yang cocok untuk anak sekolah dasar adalah model pembelajaran yang menyesuaikan situasi belajar siswa dengan situasi kehidupan nyata masyarakat (Pradnyana, 2. Siswa diberi kesempatan untuk menggunakan alat dan media pembelajaran di lingkungannya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini dirancang bagi siswa untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang alam dan untuk mengembangkan kemampuan berpikir, bekerja dan bertindak secara ilmiah. Keterampilan proses IPA yang diajarkan kepada anak usia Sekolah Dasar harus dimodifikasi dan disederhanakan sesuai dengan tingkat perkembangan kognitifnya. Proses pembelajaran dan perkembangan siswa sekolah dasar melihat apa yang dipelajarinya secara utuh, integral dan melalui proses manipulatif. Guru harus mempertimbangkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya dalam pelaksanaan pendidikan IPA di sekolah dasar. Pembelajaran IPA dimulai dengan memperhatikan pemahaman/ pengetahuan awal siswa terhadap mata pelajaran yang dipelajari. Selain itu, kegiatan pembelajaran direncanakan melalui berbagai kegiatan alam. Pengalaman nyata dengan alam ini dapat dilakukan dengan alat pendidikan di ruang kelas atau laboratorium, atau di luar Untuk mempertimbangkan hal ini, perlu dibahas metode pengajaran khusus yang biasanya digunakan dalam pendidikan IPA, khususnya di Sekolah Dasar. Sekolah Dasar Negeri memiliki peran sentral dalam pembentukan dasar pendidikan anak-anak. Salah satu elemen penting dalam konteks ini adalah pengembangan metode pembelajaran yang efektif dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas IV. Berdasarkan perkembangan kurikulum dan pendidikan, konsep "Merdeka Belajar" telah menjadi fokus utama dalam memperkuat kemandirian siswa dalam proses pembelajaran. Negeri 4 Abuan memiliki komitmen untuk menyelaraskan metode pembelajaran IPA dengan filosofi "Merdeka Belajar" guna memastikan bahwa siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan masa depan. Oleh karena itu, sebuah analisis mendalam tentang implementasi Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Ketut Dedi Agung Susanto Putra1. Desak Putu Sri Sulatri2 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2023 metode pembelajaran IPA dan penerapan konsep "Merdeka Belajar" di kelas IV menjadi penting untuk mengevaluasi dampaknya terhadap proses belajar-mengajar serta pengalaman belajar siswa di lingkungan pendidikan ini. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini akan mengungkap efektivitas dan potensi perbaikan dalam implementasi metode pembelajaran dan konsep "Merdeka Belajar" di SD Negeri 4 Abuan. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur sebagai metode Pendekatan kualitatif memberikan fokus pada pengamatan yang mendalam serta analisis terhadap subjek yang menjadi tujuan penelitian. Sementara itu, studi literatur adalah sebuah pendekatan untuk menjelaskan suatu masalah dengan mencari sumber-sumber kajian yang relevan seperti jurnal dan buku yang terkait dengan kurikulum "Merdeka Belajar" dan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) (Hikmawati, 2. Oleh karena itu, peneliti bertujuan untuk secara deskriptif mengamati konsep pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dalam kurikulum "Merdeka Belajar". Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengidentifikasi dan menganalisis literatur yang telah ditinjau sebelumnya (Harahap, 2. Sumber data utama diperoleh dari jurnal internasional dan jurnal nasional, dengan pedoman pada kebijakan kurikulum "Merdeka Belajar" dan pembelajaran IPA, juga dengan merujuk pada bahan bacaan di internet yang kemudian dianalisis dan ditarik kesimpulannya. Dengan demikian, korelasi antara teori dan data fakta menjadi saling terkait, sebab kurikulum "Merdeka Belajar" dan pembelajaran IPA memiliki kesamaan, yaitu menekankan pada kemampuan berpikir peserta didik, di mana peran guru hanyalah sebagai pengarah dalam proses pembelajaran dan fokus pada materi yang krusial. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian dilaksanakan di SD negeri 4 Abuan dengan responden 35 orang. Penelitian dilakukan dengan memberikan angket kepada guru melalui melalui google form berisi 26 Untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan pembelajaran IPA secara daring dan merdeka belajar maka hasil analisis setiap butir pertanyaan diambil rata Aerata pernyataan yang bersifat positif dan dikonversi pada kriteria keefektifan yang telah ditentukan. Terdapat penafsiran dan pengambilan keputusan tentang hasil analisis data terhadap penelitian dapat yang dikonversi dengan menggunakan kriteria sebagai berikut : Tabel 1. Kualifikasi Kriteria Keefektifan Nomor Kriteria Kualifikasi 80 % - 100 % Sangat Baik 60 % - 79 % Cukup Baik 50 % - 59 % Kurang Baik < 49% Tidak Baik Berdasarkan konversi keefektifan pelaksanaan pembelajaran IPA dan merdeka belajar di Sekolah Dasar Negeri 4 Abuan diperoleh hitung rata-rata setiap indikator untuk dianalisis berdasarkan kualifikasi keefektifan. Analisa hasil pengisian angket pelaksanaan pembelajaran IPA dan merdeka belajar di sekolah dasar sajikan dalam diagram berikut. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Ketut Dedi Agung Susanto Putra1. Desak Putu Sri Sulatri2 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2023 Gambar 1. Hasil Pengisian Angket Pelaksanaan Pembelajaran IPA dan Merdeka Belajar di Sekolah Dasar 4 Abuan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan melakukan pengisian kuisioner/ angket melalui google form maka didapatkan hasil pelaksanaan pembelajaran IPA dan merdeka belajar di SD Negeri 4 Abuan cukup baik dengan presentase 68,571%. Setelah dianalisis lebih dalam guru dalam merencanakan pembelajaran IPA di SD cukup baik hal ini berkaitan dengan kesiapan guru mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran, guru mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran yang berbeda antara pembelajaran luring dengan daring. Guru dalam melaksanakan pembelajaran daring IPA di SD cukup baik, 80% guru menggunakan media atau alat peraga dalam pelaksanaan pembelajaran IPA secara daring, media yang digunakan adalah google classroom, zoom, google meet dan video conference lainnya. Dalam pelaksanaan pembelajaran IPA secara daring 55% guru mengirimkan materi pembelajaran secara lengkap melalui aplikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran. Sumber belajar dalam pelaksanaan pembelajaran IPA daring di SD tidak hanya menggunakan buku paket, sebanyak 62,5% guru menggunakan youtube, dan sumber belajar lainnya dari internet. Dalam prosespembelajaran tidak pernah lepas dari evalusi. Evalusi pembelajaran yang dilakukan secara daring hanya dilakukan oleh 22,5 %, lainnya melakukan evaluasi secara langsung/ luring Sekitar 80% guru melakukan evaluasi selama proses pembelajaran daring. Evaluasi pembelajaran dilakukan dengan menggunkan instrumen tes pilihan ganda, esai, uji petik kerja dan produk. Pembelajaran IPA adalah salah satu pembelajaran yang secara langsung memiliki materi yang berkembang sesuai fakta dan ilmiah dengan mengikuti perkembangan (Mohd Elmagzoub. Hal ini tentunya memaksa pembelajaran IPA memiliki perkembangan dan perluasan pengembangan pada tujuan pembelajaran, maka timbullah sebuah teori terkait keterampilan sains terkhusus pembelajaran IPA, konsep ketarampilan ini dibuat dengan sebuah skema pembelajaran kelompok, diskusi dan penelitian lapangan, selain itu guru dituntun untuk mampu membuat media pembelajaran dalam membantu tercapaianya tujuan pembelajaran dengan Konsep ini lah yang menuntut guru agara mampu, dan mampu untuk meningkatkan kinerja serta pedagogik yang utama profesionalitas seorang guru (Garsinia et al. , 2. Hal ini ditunjukkan dengan segudang tugas guru, dari arahan membentuk adiministrasi dari pra mengajar sampai evaluasi yang dituntut untuk guru mampu menyelesaikan sesuai dengan prosedur yang ad , sehingga guru ruang gerak untuk berinovasi memiliki halangan. Dengan tujuan pembelajaran IPA yang tentunya memiliki segudang ranah penelitian yang cukup komplit, dan materi pembelajaran IPA yang harus diserderhanakan sesuai kemampuan anak, maka secara tidak langsung pemnbelajaran IPA harus memiliki konsep pembelajaran yang mampu menjawab hal itu, maka setelah diberlakukan kurikulum merdeka belajar secara konsep mampu menjawab beberapa hal yang menjadi topic permasalahan pada pembelajaran IPA. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Ketut Dedi Agung Susanto Putra1. Desak Putu Sri Sulatri2 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2023 Dalam kurikulum merdeka belajar dengan konsep yang menjelaskan keberfungsian guru dengan administrasi mengajar dengan inovasi guru tanpa diatur dalam prosedur yang mengharuskan guru melakukan banyak hal, dirasa guru bisa mengeksporasi seluruh kreatifitas guru tanpa merasa harus melakukan tuntutan yang membebankan guru. Hal ini tentu lebih memudahkan guru dari berbagai sisi. Diharapkan nantinya guru dapat melakuikan aktifitas pembelajaran secara terstruktur dan baik, terutama pada pembelajaran IPA yang memang sangat penting dan dianggap oleh beberapa peserta didik sebagai mata pelajaran yang sulit untuk dimengerti secara materi yang ada disisi ini lah guru harus mampu mempermudahkan SIMPULAN Hasil analisis implementasi metode pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan konsep "Merdeka Belajar" di kelas IV SD Negeri 4 Abuan menunjukkan pencapaian efektivitas sebesar 68,571%. Meskipun telah menunjukkan tingkat yang cukup baik, terdapat ruang untuk perbaikan, khususnya dalam penggunaan media pembelajaran daring serta sumber belajar yang lebih bervariasi. Penelitian juga menyoroti pengembangan keterampilan sains melalui berbagai skema pembelajaran yang melibatkan diskusi, penelitian lapangan, dan pemanfaatan media Konsep "Merdeka Belajar" memberikan keleluasaan bagi guru dalam berinovasi tanpa terlalu terpaku pada aturan administratif yang kaku, sehingga diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih terstruktur bagi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, terutama dalam mata pelajaran IPA yang dianggap sulit oleh sebagian siswa. Kesimpulannya, penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam terkait implementasi konsep "Merdeka Belajar" dan metode pembelajaran IPA untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SD Negeri 4 Abuan, sambil menekankan perlunya upaya terusmenerus dalam meningkatkan aspek-aspek tertentu guna memperbaiki efektivitas pembelajaran serta pemahaman siswa terhadap mata pelajaran IPA. DAFTAR RUJUKAN Garsinia. Kusumawati. , & Wahyuni. Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Menggunakan Software Powtoon pada Materi SPLDV. Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM), 3. , 44. https://doi. org/10. 26740/jrpipm. Imania and S. Bariah. AuRancangan pengembangan instrumen penilaian pembelajaran berbasis daring,Ay J. Petik, vol. 5, no. 1, pp. 31Ae47, 2019, [Onlin. Available: https://journal. id/index. php/petik/article/view/445 Mohd Elmagzoub. For effective use of multimedia in education, teachers must develop their own educational multimedia applications. Turkish Online Journal of Educational Technology, 14. , 62Ae68. Purnama. , & Asto B. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Menggunakan Software Articulate Storyline Pada Mata Pelajaran Teknik Elektronika Dasar Kelas X TEI 1 Di SMK Negeri 2 Probolinggo. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, 3. , 275Ae279. Gurukkal. AuWill covid-19 turn higher education into another mode?,Ay High. Educ. Futur. 89Ae96, [Onlin. Available: https://journals. com/doi/10. 1177/2347631120931606 Ristiani Sabat. Malaikosa. , & Sabat. Efektivitas Media AudioVisual Berbasis Example Non Example terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi. Teori. Penelitian. Dan Pengembangan, 3. , 504Ae https://doi. org/http://dx. org/10. 17977/jptpp. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Ketut Dedi Agung Susanto Putra1. Desak Putu Sri Sulatri2 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2023 Saputra. Joyoatmojo. , & Harini. The implementation of project-based learning model and audio media Visual can increase studentsAo activities. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 5. , 166Ae174. https://doi. org/10. 18415/ijmmu. Sole. Ferdinandus Bele dan Desak Made Anggraeni. AuInovasi Pembelajaran Elektronik dan Tantangan Guru Abad 21Ay. Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: ESaintika. Volume 2. Nomor 1, . Sulfemi. Model Pembelajaran Kooperatif Mind Mapping Berbantu Audio Visual Dalam Meningkatkan Minat. Motivasi Dan Hasil Belajar IPS. Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesi. , 4. , 13. https://doi. org/10. 26737/jpipsi. Sundari. et al. Pengaruh Poc dan Ab Mix Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakchoy (Brassica Chinensis L. ) dengan Sistem Hidroponik. Magrobis Journal, 16. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka