Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Peran Mahasiswa Dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Lau Simomo Melalui Program Edukasi. Keagamaan dan Sosial Pada Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Naufal Akbar Batubara1. Zulfahmi Lubis2. Amira Mufidah Harahap3. Dian Mutiara Simamora4. Ika Puspita Sari5 1,2,3,4,5 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Indonesia Corresponding Author : naufalakbar1205@gmail. ABSTRACT The main objective of this study is to explore the role of university students in empowering the community of Lau Simomo Village through educational, religious, and social activities carried out during the Community Service Program (KKN). This research employed a descriptive qualitative approach with a field study method to provide a direct understanding of the conditions in the community. The data were obtained from both primary and secondary Primary data were collected from the residents of Lau Simomo Village. Karo Regency, while secondary data included documentation, personal notes, and related references. Data collection techniques consisted of interviews, observations, and documentation. The findings reveal that the KKN program brought positive outcomes for both the villagers and the students. In the educational field, tutoring in the village library encouraged childrenAos motivation to learn, enriched teaching variations at schools, and introduced entrepreneurial insights through the socialization of banana chips production. Anti-bullying counseling helped foster respect among children. In terms of religion, activities such as wirid. Friday sermons, and QurAoan recitation lessons strengthened the communityAos spiritual values. Socially, collective work, mango tree planting, and visiting non-Muslim residents during bereavement enhanced solidarity and tolerance. Overall, the KKN program provided tangible benefits for society while offering valuable experiences for students in community Keywords Real Work Lectures. Education. Religion and Social PENDAHULUAN Pendidikan pada hakikatnya merupakan proses pembentukan kedewasaan manusia yang dilakukan secara sistematis dan mandiri, sehingga melahirkan generasi penerus bangsa yang cakap serta mampu menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab. Tanggung jawab dalam hal ini bermakna kesanggupan untuk mengambil keputusan yang tepat sekaligus keberanian menerima konsekuensi dari keputusan tersebut. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 20 Ayat 2 (Novita Friska, dkk, 2. , ditegaskan Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 255-261 bahwa perguruan tinggi memiliki kewajiban dalam menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional, perguruan tinggi (Rr Isnaisa Nazlaliyah, dkk, 2. menjalankan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sebagaimana tercantum dalam UU No. 12 Tahun 2012 Pasal 1 Ayat Tri Dharma Perguruan Tinggi bukan sekadar kewajiban formal, melainkan juga kerangka dasar yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan wawasan, memperdalam pengetahuan, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa. Melalui pelaksanaannya, mahasiswa dapat tumbuh menjadi individu yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara. Salah satu wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Program ini ditujukan untuk membantu komunitas tertentu tanpa mengharapkan imbalan, sekaligus mempererat hubungan perguruan tinggi dengan masyarakat. Bentuk kegiatan yang paling umum adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN), yakni program pendidikan yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk hidup dan berbaur bersama masyarakat di luar kampus, sambil mengidentifikasi serta mencari solusi atas permasalahan pembangunan yang ada di lokasi tersebut. Pelaksanaan KKN tidak hanya dimaknai sebagai tuntutan akademis, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, kepemimpinan, serta keterampilan bekerja sama lintas disiplin. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan . gent of chang. yang menghadirkan inovasi, gagasan, dan solusi nyata bagi masyarakat. Hal ini menjadi penting mengingat masyarakat pedesaan masih dihadapkan pada berbagai persoalan, seperti keterbatasan sarana pendidikan, rendahnya literasi, kurangnya akses informasi, hingga kebutuhan pembinaan sosial dan keagamaan yang berkelanjutan. Salah satu lokasi pelaksanaan KKN adalah Desa Lau Simomo, sebuah desa dengan potensi sosial, budaya, dan keagamaan yang besar, namun juga menghadapi sejumlah tantangan. Permasalahan utama yang dihadapi mencakup keterbatasan pendidikan anak-anak, pembinaan generasi muda, serta penguatan nilai kebersamaan masyarakat. Kehadiran mahasiswa melalui program KKN menjadi peluang untuk membantu masyarakat mengatasi tantangan tersebut. Program KKN di Desa Lau Simomo diarahkan pada tiga fokus utama, yaitu edukasi, keagamaan, dan sosial. Menurut Loviga Denny Pratama, dkk . , edukasi dipahami sebagai proses penambahan pengetahuan dan keterampilan melalui pembelajaran yang Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 255-261 mendorong kemandirian serta menghadirkan ide-ide baru. Sedangkan Notoatmojo dalam Amelia Puspita, dkk . menjelaskan bahwa edukasi merupakan proses perubahan sikap dan perilaku individu maupun kelompok dalam upaya pendewasaan diri melalui sistem pembelajaran. Sementara itu. Poerwadarminta dalam Endang Handayani dan Zakia Zuzanti . mendefinisikan keagamaan sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan agama, yakni keyakinan kepada Tuhan beserta kewajiban yang mengiringinya. Adapun aspek sosial menurut KBBI (Renaldi, dkk, 2. berkaitan dengan kehidupan masyarakat serta interaksi yang terjadi di dalamnya. Dalam konteks KKN di Desa Lau Simomo, mahasiswa berperan pada tiga bidang tersebut. Pada aspek edukasi, mereka mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan literasi anak-anak. Pada aspek keagamaan, mahasiswa memperkuat aktivitas keagamaan desa yang mendorong terciptanya solidaritas Sedangkan pada aspek sosial, mahasiswa memfasilitasi partisipasi masyarakat melalui kegiatan kebersamaan, seperti gotong royong, festival anak, dan penyuluhan kesehatan. Dengan demikian. KKN menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat untuk mewujudkan pemberdayaan yang berkelanjutan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian lapangan . ield researc. dengan jenis deskriptif kualitatif. Sumber data primer berasal dari masyarakat Desa Lau Simomo. Kabupaten Karo, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi, catatan pribadi, serta literatur yang relevan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan untuk menggali informasi terkait bentuk-bentuk pemberdayaan masyarakat yang berlangsung di Desa Lau Simomo, dengan informan utama yaitu kepala desa dan warga setempat. Sementara itu, observasi dilakukan dengan cara mengamati secara langsung berbagai aktivitas yang ada, melibatkan pemusatan perhatian terhadap objek penelitian melalui pancaindra. Observasi ini mencakup aspek pendidikan, keagamaan, maupun kegiatan ekonomi masyarakat desa. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Lau Simomo berlangsung dengan penuh dinamika, sarat makna, dan meninggalkan kesan mendalam karena mencakup beragam kegiatan yang saling melengkapi, meliputi bidang edukasi, keagamaan, dan sosial. Setiap program disusun bukan sekadar untuk memenuhi tuntutan akademis, melainkan juga untuk memberi manfaat Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 255-261 langsung bagi masyarakat. Dalam aspek edukasi, mahasiswa berupaya menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan mutu pembelajaran anak-anak. Salah satu kegiatan utama adalah bimbingan belajar . yang dilaksanakan secara rutin di perpustakaan desa. Lokasi ini dipilih karena dinilai strategis dan kondusif untuk kegiatan belajar. Anak-anak, terutama yang masih duduk di bangku sekolah dasar, datang setiap sore membawa buku serta perlengkapan menulis. Kehadiran mahasiswa membuat perpustakaan yang biasanya sepi menjadi ramai dan hidup. Anak-anak tampak antusias karena memperoleh pengalaman belajar yang berbeda. Metode pembelajaran pun dibuat variatif melalui kuis, diskusi kelompok kecil, permainan edukatif, hingga membaca bersama, sehingga anak-anak belajar dengan suasana yang menyenangkan. Guru-guru di sekolah merasa terbantu karena sebagian siswa yang semula kurang aktif mulai menunjukkan peningkatan semangat belajar serta keberanian untuk bertanya. Selain bimbel, mahasiswa turut terlibat langsung dalam kegiatan mengajar di sekolah. Kesempatan ini memberikan pengalaman berharga bagi mereka untuk merasakan peran sebagai pendidik, mulai dari penyusunan materi, pengelolaan kelas, hingga menghadapi karakter siswa yang beragam. Kehadiran mahasiswa pun disambut hangat oleh guru karena membawa variasi dalam proses pembelajaran. Dalam bidang edukasi juga dilaksanakan sosialisasi UMKM dengan fokus pada pengolahan keripik pisang. Desa Lau Simomo yang dikenal memiliki hasil pisang melimpah sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Melihat potensi tersebut, mahasiswa mengajak ibu-ibu rumah tangga dan pemuda desa untuk mengolah pisang menjadi produk bernilai ekonomis lebih tinggi. Warga diajak langsung mempraktikkan proses pembuatan, mulai dari mengiris tipis, menggoreng hingga renyah, hingga menambahkan varian rasa seperti coklat dan tiramisu. Produk olahan ini langsung dicicipi bersama dan mendapat tanggapan positif. Bahkan muncul ide dari masyarakat untuk menjadikannya sebagai usaha kecil yang bisa dipasarkan di dalam maupun luar desa. Kegiatan ini memberi inspirasi bahwa bahan sederhana di sekitar dapat diolah menjadi peluang usaha kreatif. Masih dalam lingkup edukasi, mahasiswa juga menyelenggarakan penyuluhan mengenai bullying. Kegiatan ini dianggap penting karena fenomena perundungan sering kali kurang mendapat perhatian di desa. Dengan bahasa sederhana, mahasiswa menjelaskan apa itu bullying, bentukbentuknya baik fisik, verbal, maupun non-verbal, serta dampak buruk yang ditimbulkan bagi korban. Agar lebih interaktif, mahasiswa mengajak anak-anak melakukan permainan peran sederhana sehingga mereka mampu membedakan perilaku yang termasuk bullying dan yang bukan. Melalui kegiatan ini, anak- Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 255-261 anak dan remaja mulai menyadari pentingnya menjaga hubungan pertemanan tanpa menyakiti satu sama lain. Pada bidang keagamaan, mahasiswa ikut berpartisipasi dalam kegiatan wirid rutin yang diadakan masyarakat desa. Kehadiran mereka membuat suasana semakin hidup, bahkan sering diminta membacakan yasin, tahlil, tahtim, dan doa bersama. Pengalaman ini melatih mahasiswa untuk menyampaikan pesan keagamaan dengan bahasa sederhana namun tetap Selain itu, mahasiswa juga diberi kesempatan menyampaikan khutbah Jumat di masjid desa. Tema-tema yang dibawakan sederhana, namun mendapat respons positif dari jamaah. Kehadiran mereka tidak hanya memperkaya wawasan religius masyarakat, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam berdakwah. Lebih jauh, mahasiswa turut mendampingi anak-anak dalam kegiatan mengaji, baik yang masih belajar Iqra maupun yang sudah lancar membaca Al-QurAoan. Dengan penuh kesabaran, mahasiswa membimbing mereka sehingga suasana belajar menjadi lebih santai. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini tidak hanya menambah kemampuan baca Al-QurAoan anak-anak, tetapi juga mempererat ikatan emosional antara mahasiswa dengan masyarakat desa. Adapun dalam bidang sosial, mahasiswa terjun langsung bersama masyarakat dalam kegiatan gotong royong massal membersihkan jalan, parit, dan lingkungan desa. Aktivitas ini menumbuhkan rasa kebersamaan, di mana mahasiswa tidak sekadar hadir sebagai tamu, tetapi ikut bekerja keras bersama Kebersamaan semakin terasa karena mereka saling bercengkerama selama bekerja. Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan program penanaman bibit pohon mangga di lokasi-lokasi strategis desa. Pohon mangga dipilih karena selain bermanfaat sebagai penghijauan, juga memberi hasil jangka panjang berupa buah yang bisa dinikmati masyarakat. Kegiatan ini mendapat sambutan positif karena menambah keindahan sekaligus manfaat ekonomi di masa depan. Namun, pengalaman yang paling berkesan adalah saat mahasiswa menghadiri acara duka . warga non-Muslim. Walaupun mayoritas mahasiswa beragama Islam, mereka tetap hadir di jambur atau losd untuk menyampaikan belasungkawa. Kehadiran ini menunjukkan penghormatan dan toleransi yang tulus antarumat beragama. Warga pun merasa terhormat atas sikap mahasiswa yang membaur tanpa membeda-bedakan latar belakang. Dari pengalaman ini, mahasiswa belajar bahwa toleransi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya sebatas teori. Secara keseluruhan, kegiatan KKN di Desa Lau Simomo memberikan banyak pembelajaran berharga. Anak-anak menjadi lebih bersemangat dalam belajar, masyarakat mulai melihat potensi usaha kreatif dari hasil pertanian Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 255-261 lokal, dan kesadaran akan bahaya bullying semakin meningkat. Kegiatan keagamaan memperkuat semangat religius sekaligus mempererat ukhuwah, sedangkan kegiatan sosial menumbuhkan rasa kepedulian lingkungan dan Semua kegiatan ini membuktikan bahwa KKN bukan hanya menjalankan program kerja, melainkan sarana membangun kedekatan, memperkuat persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan. Mahasiswa dan masyarakat saling belajar satu sama lain, menjadikan pengalaman ini sebagai kenangan berharga yang akan membekas, baik bagi mahasiswa maupun warga Desa Lau Simomo. KESIMPULAN Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Lau Simomo memberikan dampak positif yang signifikan, baik dalam bidang edukasi, keagamaan, maupun sosial. Program edukasi melalui bimbingan belajar, kegiatan mengajar di sekolah, serta penyuluhan UMKM dan bullying berhasil meningkatkan semangat belajar anak-anak sekaligus memperluas wawasan masyarakat tentang potensi ekonomi lokal. Di bidang keagamaan, keterlibatan mahasiswa dalam wirid, khutbah Jumat, dan kegiatan mengaji memperkuat nilai religius masyarakat serta memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam Sementara itu, kegiatan sosial seperti gotong royong, penanaman pohon, dan kehadiran saat melayat warga non-Muslim mencerminkan tumbuhnya rasa kebersamaan, kepedulian lingkungan, dan sikap toleransi antarumat beragama. Secara keseluruhan, kegiatan KKN ini tidak hanya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran sosial, emosional, dan intelektual bagi mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah. Dengan demikian. KKN di Desa Lau Simomo merupakan wujud konkret pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, sekaligus meninggalkan kesan mendalam dan jejak positif yang diharapkan terus berlanjut meskipun program telah selesai. DAFTAR PUSTAKA