02 Desi , et al SCRENING SECARA DINI PENYAKIT CA. CERVIK MELALUI PEMERIKSAAN IVA TES MASA NEW NORMAL COVID-19 PADA WANITA USIA SUBUR DI PERUMAHAN GRAHAELOK PERSADA KEL. KENTEN KAB. BANYUASIN Desi Hariani1. Elvina Indah. SA. Era Mardia Sari3. Program Studi Di Kebidanan STIK Siti Khadijah Palembang. Jalan Demang Lebar Daun Kompek RSI Siti Khadijah Pakjo Palembang Email :desibidan84@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi lesi prekanker serviks dengan cara melakukan screning kanker serviks melalui pengetahuan, sikap dan pemeriksaan IVA Tes. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 85 orang wanita usia subur di Perumahan Graha Elok Persada Kel. Kenten Kab. Banyuasin, pada ibu ibu usia 20-50 tahun. Kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini perlu mendapat perhatian khusus terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat. Pemeriksaan inspeksi visual asam asetat (IVA) adalah metode untuk skrining kanker serviks yang tepat untuk mendetektsi kanker servik. Berdasarkan hasil uji chi square diketahui bahwa nilai pearson chi-square besar 000<0. 05 maka ada hubungan yang bermakna antara pemeriksaan IVA Tes Dengan Kejadian Kanker servik dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat. Kata kunci: skrining, pap smear. IVA, prevalensi lesi prekanker serviks. Abstract This study aims to determine the prevalence of cervical precancerous lesions by performing cervical cancer screening through knowledge, attitudes and the IVA test. Methods This study used a descriptive observational study with a cross sectional approach which was conducted on 85 women of childbearing age at Graha Elok Persada Housing Complex. Kel. Kenten Kab. Banyuasin, in mothers aged 20-50 years. The current condition of the Covid-19 pandemic needs special attention, especially in providing optimal health services to the community. The acetic acid visual inspection (IVA) examination is the right method for cervical cancer screening to detect cervical cancer. Based on the results of the chi square test, it is known that the Pearson chi-square value is 0. 000 <0. 05, so there is a significant relationship between the VIA test and the incidence of cervical cancer using univariate and bivariate analysis. Keywords: screening, pap smear. IVA, prevalence of cervical precancerous lesions. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Desi , et al PENDAHULUAN Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Kanker leher rahim merupakan penyakit keganasan yang terjadi pada leher rahim. Perjalanan penyakit ini didahului dengan kondisi lesi pra-kanker leher rahim yaitu adanya displasia/neoplasia intraepitel serviks (NIS). Penyakit kanker leher rahim sejak timbulnya displasia hingga timbulnya carsinoma insitu membutuhkan waktu bertahun-tahun. Penyakit ini meningkat dalam kejadian dan sebagai penyebab kematian tertinggi pada wanita usia subur di dunia, serta menjadi masalah kesehatan utama bagi perempuan di Indonesia. Dapat sembuh jika penyakit ini dideteksi pada stadium awal yaitu dalam tahap lesi pra-kanker (Suwiyoga, 2. Pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk mengurangi risiko terjadinya kanker serviks yaitu berperan aktif melaksanakan deteksi dini pada organ reproduksi wanita melalui pemeriksaan IVA. Pemeriksaan dilakukan mengikuti protokol mitigasi Covid-19. Pemberian edukasi yang tepat mengenai kanker serviks juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan motivasi masyarakat untuk melakukan deteksi dini kanker serviks. , dimana jumlah penduduk perempuan usia produktif cukup banyak dengan berbagai latar belakang sosio ekonomi yang beragam. Hal ini menyebabkan perbedaan tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini untuk mencegah kanker serviks Menurut World Health Organization (WHO) Kanker serviks adalah kanker ke-4 pada wanita dengan perkiraan 000 kasus baru pada tahun 2018 dan mewakili 6,6% dari semua kanker pada wanita di Sekitar 90% kematian akibat kanker serviks terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Tingkat kematian yang tinggi dari kanker serviks secara global dapat dikurangi melalui pendekatan komprehensif yang mencakup pencegahan, diagnosis dini, skrining yang efektif dan program pengobatan. Hasil laporan data Global Burden Cancer (Globoca. menyebutkan di tahun 2018, jumlah kasus baru kanker di Indonesia mencapai 809 kasus dan jumlah kasus kematian akibat kanker mencapai 207. dengan ini indonesia berada pada urutan ke 8 di Asia Tenggara, sedangkan di Asia pada urutan ke 23 pengidap kanker terbanyak. Dari total insiden kasus kanker yang ada di Indonesia, kanker serviks berada diurutan nomor dua setelah kanker payudara dengan jumlah kasus 9,3% atau sejumlah 32. 469 kasus dengan rata-rata kematian 13,9 per 100. Di Indonesia, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2. prevalensi tumor/kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 4 per 1000 penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Prevalensi kanker tertinggi adalah di provinsi DI Yogyakarta 4,86 per 1000 penduduk. Untuk pencegahan dan pengendalian kanker di Indonesia, yaitu kanker payudara dan leher rahim, pemerintah telah melakukan berbagai upaya antara lain deteksi dini kanker leher rahim pada perempuan usia 30-50 tahun dengan menggunakan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Skrining bertujuan untuk mendeteksi perubahan prakanker, yang jika tidak diobati dapat menyebabkan kanker. Wanita yang ditemukan memiliki kelainan pada skrining perlu ditindak lanjuti, diagnosis dan pengobatan, untuk mencegah perkembangan kanker atau untuk mengobati kanker pada tahap awal. Faktor risiko terjadinya kanker leher rahim selain pernah terpapar IMS antara lain wanita yang berumur 30Ae50 tahun dan masih aktif berhubungan seksual, umur pertama kali berhubungan seksual, paritas, gizi, wanita perokok atau perokok pasif dan penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka waktu lama, diduga mempermudah terjadinya kanker leher rahim (Rasjidi, 2008. Delia. Andrijono, 2. Dalam upaya mengurangi hasil positif palsu pada temuan IVA, dapat digunakan dengan menggunakan penapisan dua tahap yaitu menggunakan metode IVA dan Pap smear untuk meminimalkan hasil positif palsu dan pernah dilakukanpenelitian oleh Abidin pada divisi Obstetri Ginekologi. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, yaitu dengan menggunakan tehnik IVA dan servikografi, dengan cara ini dikatakan efektif untuk menekan hasil positif palsu (Abidin, 2. Penelitian di luar negeri, dengan pemeriksaan menggunakan dua metode skrining menunjukkan efektivitas yang baik, daripada dilakukan dengan satu metode pemeriksaan saja. Dengan cara ini dapat dihindari kesalahan hasil pemeriksaan seperti penelitian Uzma Naz dan Sadia Hanif tahun 2013 di Pakistan menggunakan pemeriksaan IVA dan Pap smear dalam deteksi lesi pra-kanker leher rahim menyatakan ada kesesuaian yang kuat antara metode IVA dan Pap smear dalam deteksi lesi prakanker leher rahim (Naz, 2. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Desi , et al Sebagian besar wanita yang didiagnosis kanker leher rahim tidak melakukan skrinning test atau menindak lanjuti setelah ditemukan hasil yang abnormal, selain itu biaya untuk pemeriksaan dini kanker serviks tersebut tidak murah, sehingga keterlambatan pemeriksaanpun terjadi akibat kurangnya pengetahuan pada masyarakat tentang kanker serviks, sehingga kesadaran untuk melakukan deteksi dini kanker serviks tidak dilaksanakan (Hananta, 2. Metode IVA ini merupakan sebuah metode skrinning yang praktis dan murah, sehingga diharapkan temuan kanker serviks dapat diketahui secara dini (Rasjidi, 2. Penyebab yang menjadi kendala pada wanita dalam melakukan deteksi dini kanker serviks adalah keraguan akan pentingnya pemeriksaan, kurang pengetahuan, dan takut akan rasa sakit serta keengganan karena malu saat dilakukannya pemeriksaan (Maharsie & Indarwati, 2. Kesadaran yang rendah pada masyarakat tersebut HASIL PENELITIAN 1 Pengetahuan Responden Kanker Serviks Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan tentang Kanker Serviks pada masa new normal covid-19 Pengetahuan Frekuensi Persentase % . Baik Cukup Kurang Jumlah Berdasarkan Tabel 4. dapat diketahui bahwa dari 85 responden terdapat 11 responden . 9%) dengan pengetahuan yang kurang, 67 responden . 8%) dengan pengetahuan yang cukup dan 7 responden . 2%) dengan pengetahuan yang baik. 2 Sikap Responden tentang Kanker Serviks Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Sikap tentang Kanker Serviks pada masa new normal covid-19 Sikap Responden Frekuensi . Sangat Baik Baik Cukup Tidak Baik Sangat Tidak Baik Jumlah menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian kanker leher rahim di Indonesia. Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai AuScrening Penyakit Ca Cervik Melalui Pemeriksaan IVA Test Masa New Normal Covid-19 Pada Wanita Usia Subur di Perumahan Graha Elok Persada Kelurahan Kenten Kab Banyuasin Tahun 2021Ay. METODE PENELITIAN Desain penelitian menggunakan metode Survei Analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel Penelitian adalah Ibu-Ibu usia 20-50 tahun dilaksanakan Bulan Oktober Tahun 2021 di Perumahan Graha Elok Persada Kelurahan Kenten Kabupaten Banyuasin Dengan menggunakan analisa data Univariat dan BivariatHASIL PENELITIAN DANPEMBAHASAN Berdasarkan Tabel 4. diatas diketahui bahwa dari 85 responden terdapat 7 responden . 2%) dengan sikap yang sangat tidak baik, 19 responden . 4%) dengan sikap yang tidak baik, 24 responden . 2%) dengan sikap yang cukup, 28 responden . 9%) dengan sikap yang baik dan 7 responden . 2%) dengan sikap sangat baik. 3 Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pemeriksaan IVA Tes pada masa new normal covid-19 Pemeriksaan Frekuensi Persentase IVA- Tes Pernah Belum pernah Jumlah Berdasarkan Tabel 4. dapat diketahui bahwa dari 85 responden terdapat 11 responden . 9%) yang sudah pernah melakukan pemeriksaan IVA Tes dan 74 responden . yang belum pernah melakukan pemeriksaan IVA Tes. 4 Hubungan Pengetahuan tentang Kanker Serviks dengan Pemeriksaan IVA Tabel 4. Hasil Uji Bivariat Pengetahuan tentang Kanker Serviks dengan Pemeriksaan IVA pada masa new normal covid-19 Pengeta TES AeIVA Asymp. huan Pernah Belum Respon Perna Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Desi , et al PearsonChi-tentang kanker serviks terdapat 2 responden yang sudah melakukan pemeriksaan IVA dan 22 respon Square: Cukup den lainnya belum melakukan pemeriksaan IVA. 0,000 Kurang Diketahui dari 28 responden dengan sikap yang Total baik tentang kanker serviks terdapat 6 responden Berdasarkan hasil uji chi square, yang sudah melakukan pemeriksaan IVA dan 22 diketahui bahwa nilai pearson chi-squarese responden lainnya belum melakukan pemeriksaan 000<0. 05,maka IVA. Sedangkan dari 7 responden dengan sikap kesimpulan bahwa terdapat hubungan positif sangat baik terdapat 2 responden yang sudah signifikan antara pengetahuan tentang kanker melakukan pemeriksaan IVA dan 5 responden serviks dengan pemeriksaan IVA Tes. lainnya belum melakukan pemeriksaan IVA. Berdasarkan Tabel 4. PEMBAHASAN disimpulkan bahwa dari 7 responden dengan 1 Hubungan Pengetahuan pengetahuan yang baik tentang kanker serviks Kanker Serviks dengan Pemeriksaan terdapat 2 respon dan yang sudah melakukan IVA pemeriksaan IVA dan 5 responden lainnya Berdasarkan hasil penelitian menyatakan belum melakukan pemeriksaanIVA. Sedangkan bahwa dari 85 responden hanya 11 responden saja dari 67 responden dengan pengetahuan yang yang sudah pernah melakukan pemeriksaan cukup tentang kanker serviks terdapat 9 IVA,sedangkan 74 responden lainnya belum responden yang sudah melakukan pemeriksaan pernah melakukan pemeriksaan IVA. IVA dan 58 responden lainnya belum Dari 74 responden yang belum pernah melakukan pemeriksaan IVA. Dari 11 melakukan pemeriksaan IVA,alasan terbanyak responden dengan pengetahuan kurang belum adalah ketidaktahuan responden mengenai IVA dan ada yang pernah melakukan pemeriksaan IVA. kanker serviksyaitu sebanyak 21 responden dan Hubungan Sikap tentang Kanker Serviks berdasarkan wawancara langsung dengan responden dengan Pemeriksaan IVA hal ini dapat disebabkan karena penyuluhan dari Tabel 4. 1 Hasil Uji Bivariat Sikap tentang petugas kesehatan kepada perempuan di Perumahan Kanker Serviks Dengan Pemeriksaan IVA Graha Elok Persada Kelurahan Kenten belum pada masa new normal covid-19 merata sehingga masih banyak perempuan yang Sikap Iva Tota Asymp. belum tahu mengenai pemeriksaan IVA. -side. Alasan ketidaktahuan responden tersebut Pern Belum sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Brida ah pernah . yang menyatakan bahwa sebanyak 53% dari Pearson Sangat 100 orang yang belum melakukan pemeriksaan IVA ChiBaik dikarenakan tidak tahu mengenai kanker serviks dan Square: Baik metode deteksi dini dengan pemeriksaan IVA. Hasil 0,000 Cukup penelitian tersebut sesuai dengan adanya teori bahwa partisipasi seseorang dalam kesehatan Berdasarkan hasil uji chi-square, dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan. didapatkan bahwa nilai pearson chi-square Pada masa New Normal pandemi covid-19 00 > 0. 05, maka dapat diambil terjadi gangguan pelayanan kesehatan salah satunya kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan pelayanan kesahatan wanita usia usia subur. positif signifikan antara sikap tentang kanker Pelayanan pemeriksaan IVA Tes pada masa new serviks dengan pemeriksaan IVA. normal pandemi covid 19 merujuk pada juknis pelayanan kesehatan ibu,dimana petugas kesehatan Kemudian pada tabel IV. membuat perencanaan dalam pelayanan untuk diketahui bahwa dari 7 responden dengan sikap yang sangat tidak baik tentang kanker serviks IVA Tes di terdapat 1 responden yang sudah melakukan Kelurahan Talang pemeriksaan IVA dan 6 responden lainnya Keramat Kenten Kab. Banyuasin disebabkan oleh belum melakukan pemeriksaan IVA. Diketahui adanya pembatasan aktifitas masyarakat selama dari 19 responden dengan sikap yang tidak baik masa pandemi covid-19 dan adanya peta zonasi tentang kanker serviks belum ada yang pernah untuk wilayah terdampak covid-19. melakukan pemeriksaan IVA. Diketahui dari Alasan lain yang dikemukakan oleh 24 responden dengan sikap yang cukup baik Baik Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Desi , et al responden pada penelitan ini adalah tidak adanya keluhan, takut terhadap hasil pemeriksaan, malas, malu, merasa tes IVA tidak cukup mengijinkan,dan sudah melakukan pemeriksaan Pap Smear. 2 Hubungan Sikap tentang Kanker Serviks dengan Pemeriksaan IVA Hasil analisis tabulasi silang . ross ta. diketahui dari 7 responden dengan sikap sangat baik, 2 diantaranya sudah IVA. Sedangkan dari 7 responden dengan sikap sangat tidak baik, 1 diantaranya sudah pernah melakukan pemeriksaan IVA. Sehingga terlihat bahwa responden dengan sikap sangat baik memiliki jumlah responden yang lebih banyak dalam melakukan pemeriksaan IVAdibandingkan responden dengan sikap sangat tidak baik. Namun pada hasil uji analisis menggunakan Chi-square diperoleh nilai ExactSig. -side. sebesar 0,00. Nilai tersebut lebih besar dari nilai . sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua pada penelitian ini ditolak karena tidak ada hubungan sikap perempuan tentang kanker serviks dengan pemeriksaan IVA di Perumahan graha elok persada talang keramat kenten Kab Banyuasin. Ada hubungan antara sikap tentang kanker serviks dengan pemeriksaan IVA dapat disebabkan oleh beberapa hal. Notoatmodjo menyatakan bahwa sikap dapat berubah-ubah karena sikap dapat dipelajari dan menyesuaikan dengan keadaan atau syarat tertentu seperti peraturan atau adat istiadat setempat, peran penting,mediamassa,dukungan dari orang sekitar dan juga faktor dari dalam diri pengalaman pribadi. Maka sikap positif pada seseorang tidak menentukan suatu tindakan nyata akan terwujud. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Mustika . yang menyimpulkan bahwa tidak adahubungan yang signifikan antara sikap wanita usia subur dengan perilaku melakukan pemeriksaan IVA di Kota baru wilayah kerja Puskesmas Gondokusuman II. Begitu juga hasil yang sama dengan penelitian Anita. di Puskesmas MlatiI yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara sikap ibu tentang kanker serviks dengan pemeriksaan IVA Tes Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa perempuan dengan sikap sangat baik tentang kanker serviks belum tentu memiliki keinginan untuk melakukan pemeriksaan IVA KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Perumahan Graha Elok Persada Kelurahan Kenten Kabupaten Banyuasin pada bulan Oktober sampai dengan Juli dengan judul Screning ca-cervik pemeriksaan IVA tes masa New Normal Covid19 pada wanita usia subur di perumahan graha elok persada kelurahan kenten banyuasin tahun 2021 di dapatkan hasil penelitian sebagai Ada hubungan antara pengetahuan dengan Pemeriksaan IVA Tes terhadap kejadian Ca. Cervik di Perumahan Graha Elok Persada Kelurahan Kenten Kabupaten Banyuasin tahun 2021 Ada hubungan antara sikap dengan Pemeriksaan IVA Tes terhadap kejadian Ca. Cervik di Perumahan Graha Elok Persada Kelurahan Kenten Kabupaten Banyuasin tahun 2021 SARAN Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Bagi STIK Siti Khadijah Diharapkan dapat meningkatkan dan melakukan pelayanan kesehatan seperti penyuluhan mengenai ca. cervik untuk mendeteksi dan mencegah kejadian cervik terhadap ibi-ibu khususnya pada wanita usia subur Bagi Peneliti Selanjutnya Diharapkan peneliti dapat memiliki variabel lain yang belum diteliti dan mencakup penelitian yang luas dengan metode penelitian yang berbeda terutama berhubungan dengan kejadian prematuritas sehingga penelitian ini dapat terus Desi , et al DAFTAR PUSTAKA