Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pages 453-461 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Strategi Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Kreativitas Belajar Anak Usia 4-5 Tahun Yeti Nurhayati1. Umalihayati2. Yolanda Pahrul3 Info Artikel Abstract Keywords: Classroom Management. Creativity. Early Childhood Education. This study aims to describe classroom management strategies to enhance the learning creativity of 4-5-year-old children at RA Mutiara Kragilan. Serang Regency. The study used a descriptive qualitative approach, with the principal, two group A teachers, and 4-5-year-old students as subjects. Data were obtained through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the classroom management strategies implemented by teachers include flexible spatial planning, the allocation of activity corners . rt, reading, block. , the use of varied learning media, and the implementation of consistent routines. Teachers play an active role in creating a safe and enjoyable learning environment that encourages children to express themselves freely. Lesson planning is carried out by considering the individual needs of children and involving a collaborative approach between teachers. The obstacle of limited resources is overcome through teachers' creativity in utilizing simple materials. These findings align with the theories of Vygotsky and Piaget that children's creativity develops through social interaction, environmental support, and concrete and exploratory learning experiences. Kata kunci: Manajemen kelas. Kreativitas. PAUD. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi manajemen kelas dalam meningkatkan kreativitas belajar anak usia 4Ae5 tahun di RA Mutiara Kragilan Kabupaten Serang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, dua guru kelompok A, dan peserta didik usia 4Ae5 tahun. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen kelas yang diterapkan guru mencakup penataan ruang yang fleksibel, pembagian sudut aktivitas . eni, baca, balo. , penggunaan media pembelajaran variatif, serta penerapan rutinitas yang konsisten. Guru berperan aktif menciptakan suasana belajar yang aman, menyenangkan, dan mendorong anak berekspresi bebas. Perencanaan pembelajaran dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan individual anak dan melibatkan pendekatan kolaboratif antar guru. Hambatan berupa keterbatasan sarana diatasi melalui kreativitas guru dalam memanfaatkan bahan sederhana. Temuan ini sejalan dengan teori Vygotsky dan Piaget bahwa kreativitas anak berkembang melalui interaksi 1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Bina Bangsa. Serang. Indonesia Email : yetinurhayatinurhayati97@gmail. 2 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Bina Bangsa. Serang. Indonesia Email : umalihayati@gmail. 3 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Bina Bangsa. Serang. Indonesia Email : yolandafahrul@gmail. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 sosial, dukungan lingkungan, serta pengalaman belajar yang konkret dan Artikel Histori: Disubmit: Direvisi: Diterima: Dipublish: 13 Oktober 2025 01 November 2025 15 Desember 2025 15 Desember 2025 Cara Mensitasi Artikel: Nurhayati. Umalihayati. Pahrul Y. Strategi Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Kreativitas Belajar Anak Usia 4-5 Tahun. Jurnal Ar-Raihanah, 5 . , 453461, https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Korenpondensi Penulis: Yeti Nurhayati, yetinurhayatinurhayati97@gmail. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Pendidikan bagi kehidupan umat manusia merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi sepanjang hayat. Tanpa pendidikan mustahil suatu kelompok manusia dapat berkembang maju, sejahtera dan Bahagia (Haderani, 2. Seperti yang telah dijabarkan didalam Peraturan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi. Nomor 47 tahun 2023 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini. Jenjang Pendidikan Dasar. Jenjang Pendidikan Menengah adalah peraturan yang mengatur standar pengelolaan pendidikan di Indonesia. Dalam proses pendidikan, peserta didik tentunya adanya beberapa hal yang mempengaruhi seperti motivasi, kematangan, hubungan peserta didik dengan guru, kemampuan verbal, rasa aman dan keterampilan guru dalam berkomunikasi atau berinteraksi dengan siswa menjadi faktor penting guru dalam proses pembelajaran (Suprihatin, 2. Pembelajaran yang optimal diperlukan manajemen kelas yang baik. Manajemen merupakan serangkaian aktivitas pengelolaan sumber daya dalam suatu organisasi oleh sumber daya manusia yang ada di dalam organisasi tersebut untuk mencapai tujuan organisasi (Sherly et al. , 2. Manajemen kelas merupakan segala yang dilakukan untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan serta dapat membantu memotivasi peserta didik dengan baik. Adanya penerapan manajemen kelas secara optimal dapat memperlancar proses belajar mengajar sehingga lebih efektif dan efisien. Pendidikan anak usia dini merupakan fase fundamental dalam pembentukan kepribadian, kemampuan berpikir, serta dasar kreativitas anak (Ayuningtyas et al. , 2. Pada usia 4Ae5 tahun, anak berada pada masa keemasan . olden ag. , di mana kemampuan kognitif, sosial, emosional, dan motorik berkembang pesat (Erviana et al. , 2. Dalam tahap ini, anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan kecenderungan untuk bereksplorasi terhadap lingkungan sekitar. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang mampu mengakomodasi potensi tersebut melalui pengelolaan kelas yang efektif dan berorientasi pada pengembangan kreativitas. Penerapan manajemen kelas dapat dilakukan dengan menata lingkungan kelas yang baik, memberikan penghargaan untuk siswa yang dapat menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, memberi motivasi untuk siswa lain, penataan ruang kelas dengan baik, dan juga sarana dan prasarana kelas yang memadai (Gunawan, 2. Manajemen kelas sangat berpengaruh pada kreativitas belajar siswa karena belajar adalah perubahan tingkah laku secara relatif permanen dan scara potensial. Manajemen kelas memiliki peranan penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, terarah, dan menyenangkan. Pengelolaan kelas yang baik tidak hanya berfokus pada pengaturan fisik ruang belajar, tetapi juga mencakup pengelolaan perilaku, interaksi sosial, serta pemilihan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini (Kamilah & Furnamasari, 2023. Mahmudah, 2. Guru sebagai fasilitator dituntut memiliki kemampuan manajerial yang mampu Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 mengatur kegiatan belajar agar anak dapat mengekspresikan ide, berimajinasi, dan berkreasi secara bebas namun tetap dalam batas yang positif dan terarah. Kreativitas belajar anak usia 4Ae5 tahun dapat tumbuh optimal apabila lingkungan kelas mendukung proses berpikir divergen dan eksploratif (Heldanita, 2. Namun, dalam kenyataannya, masih banyak guru yang menerapkan pola pembelajaran yang bersifat konvensional dan berpusat pada guru (Nurani & Hartati, 2. Anak-anak sering kali hanya mengikuti instruksi tanpa diberikan ruang untuk bereksperimen atau mengemukakan gagasan sendiri. Kondisi ini menyebabkan kreativitas anak kurang berkembang, padahal kreativitas merupakan aspek penting yang memengaruhi kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta kesiapan anak dalam menghadapi tantangan belajar di jenjang berikutnya. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pengembangan kreativitas anak masih menghadapi berbagai kendala. Banyak guru masih menggunakan pendekatan pembelajaran yang bersifat konvensional dan berpusat pada guru . eacher-centere. (Heldanita, 2. Dalam pendekatan ini, guru mendominasi proses pembelajaran, sedangkan anak cenderung menjadi pendengar atau pelaku pasif yang mengikuti instruksi. Model pembelajaran seperti ini mengekang potensi kreatif anak karena tidak memberi ruang bagi mereka untuk berpartisipasi aktif, bereksperimen, atau mengekspresikan perasaannya secara bebas (Nisa et al. , 2. Selain itu, keterbatasan dalam pengelolaan kelas dan sarana pembelajaran juga menjadi faktor penghambat (Erwinsyah, 2017. Warsono, 2. Ruang kelas yang tidak tertata secara fleksibel dan monoton dapat membatasi kesempatan anak untuk bergerak, bereksperimen, atau berinteraksi dengan teman sebaya (Wati & Trihantoyo, 2. Padahal, menurut teori konstruktivisme Piaget, anak belajar paling efektif melalui pengalaman langsung dan interaksi dengan lingkungan fisik maupun sosialnya. Lingkungan belajar yang kaya akan rangsangan sensorik, media konkret, dan aktivitas bermain kreatif sangat penting untuk memfasilitasi perkembangan imajinasi dan kemampuan berpikir divergen anak (Mulyawan. Basrowi, et al. , 2. (Mulyawan. Kurniawati, et al. , 2. Kreativitas juga berkaitan erat dengan aspek sosial-emosional. Anak-anak yang mendapatkan dukungan positif dari guru dan lingkungan kelas yang aman secara emosional akan lebih percaya diri untuk mencoba hal-hal baru tanpa takut melakukan kesalahan. Guru berperan penting dalam menumbuhkan iklim kelas yang mendorong rasa ingin tahu, keberanian, dan apresiasi terhadap ideide anak. Begitu pula, penelitian tentang efektivitas iklim kelas menunjukkan bahwa suasana belajar yang nyaman, aman, dan interaktif . elajar sambil bermai. dapat meningkatkan kreativitas (Prestasi et al. , 2. Melalui pendekatan yang menghargai proses, bukan hanya hasil, anak akan belajar bahwa kesalahan adalah bagian dari pembelajaran dan kreativitas tumbuh dari proses mencoba, gagal, dan Lebih jauh, rendahnya kreativitas anak juga dapat disebabkan oleh persepsi guru yang masih memandang kreativitas sebagai hal tambahan, bukan sebagai bagian inti dari proses Guru cenderung fokus pada pencapaian target akademik, seperti kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, sementara aspek ekspresif dan imajinatif kurang mendapat perhatian. Padahal, penelitian oleh (Kusuma et al. , 2. menegaskan bahwa kreativitas merupakan dasar bagi semua bentuk pembelajaran bermakna, karena mendorong anak berpikir kritis, menemukan solusi, dan menyesuaikan diri dengan perubahan. Oleh karena itu, guru perlu menerapkan strategi manajemen kelas yang mendukung terciptanya pembelajaran kreatif . Pengelolaan ruang belajar yang dinamis, penggunaan media pembelajaran yang beragam, serta penerapan metode bermain yang eksploratif seperti bermain peran, seni rupa, eksperimen sederhana, dan kegiatan proyek merupakan langkah efektif untuk menumbuhkan kreativitas anak (Haeriyah et al. , n. Suminah et al. , 2. Lingkungan kelas yang menghargai Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 keberagaman ide dan mendorong partisipasi aktif akan melahirkan anak-anak yang percaya diri, mandiri, dan kreatif dalam berpikir maupun bertindak. Dengan demikian, strategi manajemen kelas perlu dirancang sedemikian rupa agar mendukung terciptanya pembelajaran aktif, kreatif, dan inovatif. Guru perlu mampu mengatur ruang, waktu, aktivitas, serta hubungan sosial di kelas secara seimbang sehingga anak dapat belajar melalui pengalaman langsung dan eksplorasi bebas. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diketahui strategi manajemen kelas yang efektif dalam meningkatkan kreativitas belajar anak usia 4Ae5 tahun, serta menjadi acuan bagi pendidik dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih inspiratif di lingkungan pendidikan anak usia dini. METODE Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang mana peneliti melakukan penelitian dengan menyelidiki dan mengkaji serta memaparkan kembali sesuai dengan fakta-fakta yang ditemukan peneliti di lapangan. Metode penelitian kualitatif adalah suatu penelitian dengan cara mengumpulkan data di lapangan dan menganalisis serta menarik kesimpulan dari data yang diperoleh tersebut (Abdussamad, 2. Peneitian kualitatif juga menekankan pada proses analisis. Landasan teori bermanfaat sebagai gambaran umum yang terurai dalam latar belakang masalah untuk mengungkapkan bahwa sesungguhnya terdapat suatu masalah yang patut diteliti di suatu wilayah tertentu. Dengan pendekatan ini, diharapkan peserta didik dapat tumbuh tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam dimensi spiritual yang mendalam, yang akan membentuk karakter dan sikap mereka dalam kehidupan sehari-hari (Muliawan, 2. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah RA Mutiara Kragilan. Dua orang Guru Kelas kelompok usia 4Ae5 tahun. Anak-anak usia 4Ae5 tahun di RA Mutiara Kragilan. Proses penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan yang saling berkesinambungan. Tahap awal diawali dengan observasi pendahuluan untuk memahami konteks lingkungan dan kegiatan pembelajaran yang berlangsung di sekolah. Setelah itu, peneliti melaksanakan tahap pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, serta pengumpulan dokumentasi pendukung berupa catatan kegiatan dan foto-foto pembelajaran. Selanjutnya, peneliti melakukan analisis terhadap seluruh data yang terkumpul dan menyusunnya dalam bentuk deskripsi naratif yang menggambarkan realitas secara apa adanya. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif Miles dan Huberman . yang terdiri atas tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Pada tahap reduksi data, peneliti menyeleksi dan memusatkan perhatian pada data-data yang relevan dengan fokus penelitian. Tahap penyajian data dilakukan dengan menyusun hasil observasi dan wawancara ke dalam bentuk uraian naratif yang memudahkan dalam melihat pola-pola hubungan yang muncul di lapangan. Selanjutnya, peneliti melakukan penarikan kesimpulan dan verifikasi dengan menafsirkan makna dari data yang telah tersaji untuk memperoleh temuan yang valid dan mendalam. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan informasi dari kepala sekolah, guru, dan anak didik, sementara triangulasi metode dilakukan dengan menggabungkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Melalui penerapan teknik ini, data yang diperoleh menjadi lebih akurat dan dapat dipercaya HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini difokuskan pada strategi guru dalam mengelola kelas untuk meningkatkan kreativitas belajar anak di kelompok A RA Mutiara Kragilan Kabupaten Serang. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi kegiatan belajar mengajar, dan dokumentasi pendukung. Temuan Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi manajemen kelas melalui tiga tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kreativitas peserta didik. Strategi Manajemen Kelas untuk Mendorong Kreativitas Peserta Didik Guru memahami manajemen kelas sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan kondusif bagi pengembangan potensi anak. Strategi yang diterapkan meliputi penataan ruang kelas yang fleksibel, penggunaan media pembelajaran yang beragam, serta penerapan komunikasi positif untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi belajar anak. Guru menyiapkan berbagai sudut aktivitas seperti sudut baca, sudut balok, dan sudut seni untuk menstimulasi kreativitas anak dalam berekspresi. Dalam kegiatan sehari-hari, guru memanfaatkan media seperti alat peraga, lagu anak, dan permainan edukatif untuk menjaga keterlibatan anak. Pujian dan penghargaan sederhana diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi aktif anak. Tantangan utama yang dihadapi guru adalah keterbatasan alat dan bahan pembelajaran, namun hal ini diatasi melalui pemanfaatan bahan daur ulang dan kolaborasi antar guru dalam berbagi ide kreatif. Dukungan dari kepala sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan strategi ini. Perencanaan Pembelajaran untuk Meningkatkan Kreativitas Guru menyusun rencana pembelajaran yang sistematis dengan memperhatikan perbedaan karakter dan kebutuhan anak. Di awal tahun ajaran, guru melakukan penilaian diagnostik untuk memahami latar belakang sosial-ekonomi dan kemampuan masing-masing peserta didik. Berdasarkan hasil tersebut, guru mengelompokkan anak dalam aktivitas sesuai kebutuhan dan minat mereka. Pendekatan ini menciptakan suasana belajar yang inklusif dan partisipatif. Guru juga merancang kegiatan pembelajaran berbasis proyek dan permainan edukatif, seperti kegiatan menggambar, melukis, serta permainan peran. Strategi ini terbukti mampu meningkatkan keterlibatan dan kreativitas anak, karena setiap peserta didik memiliki kesempatan untuk mengekspresikan diri melalui aktivitas yang mereka sukai. Pelaksanaan Pembelajaran untuk Mendorong Kreativitas Pada tahap pelaksanaan, guru menata ruang kelas secara dinamis sesuai dengan tema Misalnya, pada pembelajaran berhitung, tempat duduk diatur melingkar agar anak dapat berinteraksi dan berdiskusi. Pengelolaan waktu dilakukan secara terencana dengan menggunakan jadwal kegiatan yang terstruktur. Guru juga mengadakan kegiatan kelompok dan permainan kolaboratif untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kerja sama antar peserta didik. Ketika terjadi konflik atau gangguan kelas, guru menerapkan pendekatan dialogis untuk menyelesaikannya secara konstruktif. Penggunaan media berbasis proyek, seni, permainan, dan eksplorasi lingkungan terbukti efektif dalam merangsang kreativitas anak. Anak-anak dapat menggambar, bermain peran, serta mengeksplorasi lingkungan sekitar untuk mengembangkan imajinasi dan kemampuan berpikir kritis. Tabel 1. Model Strategi Manajemen Kelas untuk Mendorong Kreativitas Anak di RA Mutiara Kragilan Tahap Kegiatan Perencanaan Pelaksanaan Strategi yang Diterapkan Penilaian diagnostik, pembagian kelompok sesuai minat dan Penataan ruang fleksibel, media variatif, permainan edukatif, pujian Tujuan Utama Dampak terhadap Kreativitas Anak Menyusun pembelajaran yang adaptif Anak lebih fokus dan termotivasi untuk belajar Menciptakan suasana belajar menyenangkan Anak berani berekspresi dan berpartisipasi aktif Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Evaluasi Observasi perilaku dan hasil karya anak, refleksi bersama guru dan anak Menilai perkembangan kreativitas anak Tahap Kegiatan Strategi yang Diterapkan Tujuan Utama Anak memahami kelebihan dan kekurangannya, serta lebih reflektif Dampak terhadap Kreativitas Anak Pembahasan Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi manajemen kelas yang diterapkan guru di RA Mutiara Kragilan berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendorong kreativitas anak usia dini. Hasil ini sejalan dengan teori socio-cultural development Vygotsky . , yang menyatakan bahwa kreativitas anak berkembang melalui interaksi sosial dan dukungan lingkungan yang memadai. Guru berperan sebagai scaffolder yang membantu anak mencapai zone of proximal development (ZPD) mereka. Penelitian ini memperkuat hasil temuan (Elia, 2. yang menegaskan bahwa penataan ruang dan penggunaan media pembelajaran kreatif mampu meningkatkan minat belajar anak usia dini. Namun, temuan ini juga memperluas konteks dengan menunjukkan pentingnya kolaborasi antar guru dan dukungan kepala sekolah dalam mengatasi keterbatasan sumber daya. Hasil ini berbeda dengan penelitian Kamilah & Furnamasari . , yang lebih menekankan aspek disiplin belajar dibandingkan aspek kreativitas dalam manajemen kelas. Selain itu, temuan ini juga sejalan dengan hasil penelitian (Saputra & Della Saputri, 2. yang menyebutkan bahwa iklim kelas yang positif, rasa aman, dan hubungan sosial yang baik berkontribusi signifikan terhadap meningkatnya keberanian anak dalam mengekspresikan ide dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar. Hal ini tampak jelas dalam temuan lapangan ketika anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi dan rasa percaya diri selama beraktivitas. Media pembelajaran berbasis proyek yang susuai dengan pembelajaran dengan minat dan bakat mereka dan juga pembelajaran berbasis seni dengan metode pembelajaran ini, peserta didik dapat mengembangkan kreativitasnya, seperti menggambar, melukis atau membuat kolase. dan juga menggunakan metode berbasis permainan, sebagai media untuk mengembangkan kreativitas peserta didik seperti permainan konstruksi atau bermainan peran seperti polisi, dokter dan lain sebagainya. Dan penggunaan metode berbasis eksplorasi. Dengan ini peserta didik mudah mengeksplorasi lingkungan sekitar dan kretiviatas mereka. Peserta didik dapat mengembangkan kemampuan kreatif mereka dan menjadi lebih diri dalam mengeskpresikan diri. Menurut Piaget, anak pada tahap praoperasional . sia 2Ae7 tahu. belajar paling baik melalui aktivitas konkret dan bermain simbolik. Ketika guru memberikan kesempatan kepada anak untuk menggambar, melukis, atau bermain peran seperti menjadi dokter atau polisi, anak tidak hanya berlatih keterampilan motoric (Ibda, 2. , tetapi juga mengembangkan kemampuan imajinatif dan pemecahan masalah. Hasil ini didukung oleh penelitian (Mea, 2. yang menyatakan bahwa kreativitas guru dalam mengelola kelas berkontribusi langsung terhadap meningkatnya kemampuan berpikir divergen anak. Dari sisi teoretis, penelitian ini memperkuat konsep bahwa manajemen kelas tidak hanya berfokus pada pengendalian perilaku, tetapi juga pada penciptaan ruang yang mendukung pertumbuhan kognitif dan afektif anak. Sedangkan secara praktis, hasil penelitian memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan PAUD di Indonesia, terutama dalam membangun model pengelolaan kelas yang berpusat pada anak . hild-centered classroom managemen. Model ini dapat dijadikan acuan oleh pendidik PAUD dalam merancang pembelajaran yang lebih kreatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap karakteristik peserta didik. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai strategi manajemen kelas dalam meningkatkan kreativitas peserta didik usia 4Ae5 tahun di RA Mutiara Kragilan Kabupaten Serang, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pembelajaran yang kreatif dan efektif sangat bergantung pada kemampuan guru dalam mengelola kelas secara terencana, terstruktur, dan fleksibel. Guru tidak hanya berfokus pada penataan ruang fisik, tetapi juga mampu mengatur aktivitas, memilih media yang bervariasi, mengelola waktu dengan efektif, serta membangun komunikasi yang positif dengan anak. Pengelolaan kelas yang demikian menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendorong anak untuk berekspresi Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 secara bebas melalui berbagai kegiatan di sudut baca, seni, dan balok. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing anak menemukan ide, menyelesaikan masalah, dan berkolaborasi dengan teman Dukungan kepala sekolah, rekan guru, serta partisipasi aktif orang tua turut memperkuat keberhasilan strategi manajemen kelas yang kreatif dan berorientasi pada pengembangan potensi Secara teoretis, hasil penelitian ini memperkaya pemahaman tentang konsep manajemen kelas pada pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen kelas tidak hanya berfungsi untuk menjaga ketertiban dan disiplin, tetapi juga sebagai sarana penting untuk menumbuhkan kreativitas, rasa percaya diri, dan kemandirian anak. Temuan ini mempertegas relevansi teori perkembangan Vygotsky tentang pentingnya lingkungan sosial dan dukungan guru dalam mengoptimalkan potensi belajar anak melalui interaksi yang bermakna. Dengan demikian, strategi manajemen kelas yang fleksibel dan berpusat pada anak terbukti mampu mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak usia dini secara seimbang. Dari sisi praktis, penelitian ini memberikan panduan yang dapat diterapkan oleh guru PAUD dan lembaga pendidikan anak usia dini dalam mengelola pembelajaran yang kreatif. Guru diharapkan mampu merancang kegiatan yang adaptif terhadap kebutuhan dan karakteristik anak, menggunakan media pembelajaran sederhana namun inovatif, serta menciptakan suasana belajar yang memberi ruang bagi anak untuk bereksplorasi. Lingkungan kelas yang mendukung, pengaturan waktu yang terencana, serta komunikasi yang terbuka antara guru dan orang tua akan memperkuat terbentuknya iklim belajar yang positif. Pendekatan ini dapat dijadikan model pembelajaran yang inspiratif bagi lembaga PAUD lain dalam mengembangkan kreativitas dan semangat belajar anak. Namun demikian, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Subjek penelitian yang hanya melibatkan satu lembaga pendidikan membuat hasilnya belum dapat digeneralisasikan secara luas. Selain itu, fokus penelitian yang terbatas pada kelompok usia 4Ae5 tahun belum mampu menggambarkan perbedaan strategi manajemen kelas pada jenjang usia lainnya. Pengumpulan data yang masih dominan melalui observasi dan wawancara juga menjadi keterbatasan dalam memperkuat temuan secara kuantitatif. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan lebih banyak lembaga PAUD dengan latar belakang yang beragam serta menggunakan pendekatan gabungan antara kualitatif dan kuantitatif agar hasil penelitian lebih komprehensif. Penelitian di masa mendatang juga dapat memperluas fokus kajian dengan mengaitkan manajemen kelas terhadap faktor lain seperti motivasi belajar, disiplin positif, atau interaksi sosial anak. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa manajemen kelas yang efektif dan kreatif berperan penting dalam membentuk lingkungan belajar yang kondusif serta menumbuhkan potensi kreatif anak usia dini. Melalui perencanaan yang matang, pelaksanaan yang fleksibel, dan kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua, anak-anak dapat berkembang menjadi individu yang mandiri, percaya diri, serta memiliki semangat belajar yang tinggi. Strategi manajemen kelas yang demikian menjadi fondasi penting bagi pengembangan karakter dan kesiapan anak menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. DAFTAR KEPUSTAKAAN Abdussamad. Metode penelitian kualitatif (P. Rapanna . 1st ed. CV. Syakir Media Press. Ayuningtyas. Mulyawan. , & Syahidah. Persepsi Orang Tua dalam Pengenalan Numerasi Secara Digital dan Konfensional Pada Anak Usia Dini di Lingkungan Keluarga. Jurnal Inovasi Dan Teknologi Pendidikan, 3. Elia. Implementasi Manajemen Kelas yang Kreatif dalam Pengembangan Minat Belajar Anak Usia Dini. Journal on Teacher Education, 4, 217Ae230. Erviana. Kasanah. Sari. Munawir. Mahendra. Munawaroh. Maulidia. Fajrinur. Mulyawan. , & Mulyani. Perkembangan Anak Usia Dini: Kunci untuk Orang Tua dan Pendidik. Penerbit Mifandi Mandiri Digital , 1. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Erwinsyah. Manajemen kelas dalam meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar. TADBIR: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5. , 87Ae105. Gunawan. Manajemen Kelas Teori dan Aplikasinya. Rajawali Pers. Haderani. Tinjauan Filosofis Tentang Fungsi Pendidikan Dalam Hidup Manusia. Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 7. Haeriyah. Laili. , & Mulyawan. Meninjau Kemandirian Anak Usia Dini melalui Gaya Pengasuhan Demokratis di PAUD As-SaAoadah Kota Cilegon. Asian Journal of Early Childhood and Elementary Education, 2. Heldanita. Pengembangan Kreativitas Melalui Eksplorasi. Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, 3. , 53Ae64. Ibda. Perkembangan Kognitif: https://doi. org/10. 22373/JI. V3I1. Teori Jean Piaget. Intelektualita, 3. Kamilah. , & Furnamasari. Peran manajemen pengelolaan kelas terhadap minat beajar matematika siswa sekolah dasar. Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan Dan Bahasa , 2. , 1Ae Kusuma. Boeriswati. , & Supena. Peran Guru dalam Meningkatkan Berpikir Kritis Anak Usia Dini. Aulad: Journal on Early Childhood, 6. , 413Ae420. Mahmudah. Pengelolaan kelas: Upaya mengukur keberhasilan proses pembelajaran. Jurnal Kependidikan, 6. , 53Ae70. Mea. Peningkatan efektivitas pembelajaran melalui kreativitas dan inovasi guru dalam menciptakan kelas yang dinamis. Inculco Journal of Christian Education, 4. , 252Ae275. Muliawan. Mengembangkan Imajinasi dan Kreativitas Anak. Yogyakarta: Gava Media. Mulyawan. Basrowi. Kurniawati. , & Sari. Overview of Fine Motor Skills in Early Childhood. ICoCSE Proceedings, 1. Mulyawan. Kurniawati. , & Sari. Pengembangan Buku Bertekstur dalam Menstimulus Motorik Halus Anak. , 749Ae756. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Nisa. Tinofa. Noptario. , & Abdullah. Transisi Pembelajaran Teacher Centered Menuju Student Centered: Penguatan Literasi Teknologi Siswa Sekolah Dasar. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 9. , 1453Ae1460. Nurani. , & Hartati. Memacu kreativitas melalui bermain. Bumi Aksara. Prestasi. Siswa. Sd. Keliat. Selatan. Saputra. Saputri. Della. Islam. Raden. Palembang. , & Selatan. EFEKTIVITAS MANAJEMEN IKLIM KELAS DALAM. Saputra. , & Della Saputri. Efektivitas manajemen iklim kelas dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SD Negeri 06 Lubuk Keliat. Sumatera Selatan. An-Nadzir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2. , 60Ae71. Sherly. Nurmiyanti. Yanto. Firmadani. Safrul. Nuramila. Sonia. Lasmonon. Halip. Hartono. NaAoim. Lestari. Kristina. , & Ruly Nadian Sari. Manajemen Pendidikan Tinjauan Teori Dan Praktis (Vol. Issue . Widina Bhakti Persada Bandung. Suminah. Sari. , & Mulyawan. The Effect of Lego Educational Games on Socio460 Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Emotional Development of Early Childhood At Rifa PAUD Cilegon City. ICoCSE Proceedings, 1. Suprihatin. Upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan Ekonomi UM Metro, 3. , 73Ae82. Warsono. Pengelolaan kelas dalam meningkatkan belajar siswa. Manajer Pendidikan, 10. Wati. , & Trihantoyo. Strategi pengelolaan kelas unggulan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. JDMP (Jurnal Dinamika Manajemen Pendidika. , 5. , 46Ae57.