Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 DAMPAK PENGEMBANGAN AGROFORESTRI TERHADAP STRUKTUR VEGETASI TANAMAN DAN PENDAPATAN MASYARAKAT STUDY KASUS: KTH SERUMPUN JAYA KABUPATEN PESAWARAN. PROVINSI LAMPUNG Surnayanti*1. Machya Kartika Tsani2. Sugeng P Harianto3, dan Erlina Rufaidah4 Jurusan Kehutanan. Fakultas Pertanian. Universitas Lampung. Lampung. Indonesia. Jurusan Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Lampung. Lampung. Jalan Prof. Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No. Kota Bandar Lampung. Lampung 35141. E-Mail: surnayanti@fp. id (*Corresponding autho. 1,2,3 Submit: 11-02-2025 Revisi: 04-09-2025 Diterima: 02-10-2025 ABSTRAK Dampak Pengembangan Agroforestri Terhadap Struktur Vegetasi Tanaman dan Pendapatan Masyarakat Study Kasus: KTH Serumpun Jaya Kabupaten Pesawaran. Provinsi Lampung. Abstrak Agroforestri merupakan pemanfaatan lahan dan ruang untuk bercocok tanam dengan memadukan berbagai jenis tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian atau jenis lainnya. Sistem penanaman agroforestri bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan secara berkelanjutan yang berdampak positif terhadap kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan. Kelompok Tani Hutan (KTH) serumpun jaya merupakan salah satu KTH yang berada di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, pada kawasan ini masyarakat telah lama menanam tanaman dengan sistem agroforestri akan tetapi baru memiliki izi pengelolaan lahan pada tahun 2021, sehingga karagaman jenis tanaman di KTH Serumpun Jaya berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur vegetasi tanaman agroforestri dan nilai ekonomi tanaman agroforestri di KTH Serumpun Jaya Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan wawancara terhadap 31 orang pemilik lahan dan melalui observasi langsung dengan cara pembutan plot 20 x 20 m sebanyak 10 plot. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat enam belas jenis tanaman yang ditanam masyarakat KTH Serumpun Jaya, dua belas jenis tanaman yang mempunyai nilai ekonomi. Selain itu lahan agroforestri KTH Serumpun Jaya memilik tiga strata tajuk yaitu B. C dan D. Tanaman kakao dan durian yang paling banyak di tanam oleh masyarat, sehingga kedua jenis ini selain memiliki kerapatan yang paling banyak merupakan sumber pendapatan utama masyarakat KTH Serumpun Jaya. Kata kunci : Agroforestri. KTH Serumpun Jaya. Hutan Kemasyarakatan. Struktur Vegetasi. Pendapatan Masyarakat. ABSTRACT Impact of Agroforestry Development on Plant Vegetation Structure and Community Income Case Study: KTH Serumpun Jaya. Pesawaran Regency. Lampung Province The practice of using land and space for farming by fusing different kinds of forestry plants with agriculture plants or other kinds is known as By boosting revenue, the agroforestry planting system seeks to maximise land usage in a sustainable way, which benefits community welfare and forest sustainability. One of the KTHs in Pesawaran Regency. Lampung Province, is the Serumpun Jaya Forest Farmers Group. Although the community has been utilising an agroforestry method to plant plants in this area for a long time, they only received a land management authorisation in 2021. As a result, the Serumpun Jaya KTH has a variety of plant species that could boost the local economy. The purpose of this study is to examine the economic worth of agroforestry plants at KTH Serumpun Jaya. Pesawaran Regency. Lampung Province, as well as their vegetation structure. Thirty-one landowners were interviewed for this study, and ten 20 y 20 m plots were made for direct According to the study's findings, the residents of KTH Serumpun Jaya planted sixteen different kinds of plants, twelve of which were valuable economically. In addition, there are three canopy strataAiB. C, and DAion the KTH Serumpun Jaya agroforestry property. In addition to having the highest density, cocoa This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Dampak Pengembangan Agroforestri A Surnayanti et al. and durian are the primary sources of revenue for the residents of KTH Serumpun Jaya because they are primarily planted by the community. Key words : Community Forests. Vegetation Structure. Agroforestry. KTH Serumpun Jaya, and Community Income. PENDAHULUAN Agroforestri merupakan kombinasi komponen tanaman kehutanan, pertanian dan komponen lainnya. Di Indonesia agroforestri telah lama dikembangankan, dan hampir diseluruh daerah di Indonesia merepakan sistem agroforestri (Udawatta et al. , 2. Tujuan dari agroforestri adalah untuk mengoptimalkan hasil pada satu lahan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat akan tetapi tidak mengabaikan ekologi dan sosial masyarakat. (Terrasse et al. , 2. (Surnayanti. Santoso, et al. Di Indonesia sistem penanaman agroforestri telah banyak dilakukan oleh Penggunaan lahan dengan sistem agroforestri sebagian besar dilakukan di kawasan hutan dan biasanya sistem agroforestri dikawasan hutan dengan menggunakan sistem HKm (Hutan Kemsayarakata. HKm merupakan salah satu skema perhutanan sosial yang mengembangkan lahan hutan bersama masyarakat. Dalam UU Kehutanan Nomor 4 Tahun 2023 dalam perhutanan sosial pemerintah berinisiatif membuat program Hutan Kemasyarakatan (HK. HKm merupakan suatu program dimana masyarakat mendapatkan hak dalam mengelola lahan negara. Petani HKm dapat mengelola hutan negara dan mendapatkan manfaat Masyarakat yang awalnya mengelolalahan hutan secara ilegal, ditertib kandala suatu organisasi pengelolaan hutan berupakelompok tani hutan dan koperasi. Masyarakat dapat mengelola lahan hutan dengan jangka waktu tertentu (Sukardi et al. , 2. (Kaskoyo et al. , 2. Banyaknya lahan agroforestri yang dikembangkan dengan skema HKm. Salah satunya KTH (Kelompok Tani Huta. mengambangkan penanaman agroforestri dengan sistem HKm yaitu KTH Serumpun Jaya KPH pesawaran. Provinsi Lampung. KTH Serumpun Jaya sudah sejak lama mengembangkan penanaman dengan sistem agroforestri sehingga memiliki banyak jenis tanaman (Gambar . , akan pengelolaan baru tahun 2021. Selama ini telah banyak penelitian melihat struktur agroforestri pendapatan masyarakat (Surnayanti. Tsani, et al. , 2. (Santoso et al. , 2. (Mwase et al. , 2. (Tsani et , 2. akan tetapi blm ada yang dilakukan di KTH Serumpun Jaya sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat dapat pengembangan agroforestri masyarakat KTH Serumpun Jaya. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Gambar 1. Lahan Serumpun Jaya. METODA PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian ini dilakukan pada KTH Serumpun Jaya. KPH Pesawaran Register 20 yang terletak di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung (Gambar . di lakukan pada Mei - Juni 2024. Gambar 1. Peta KTH Serumpun Jaya. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Dampak Pengembangan Agroforestri A Surnayanti et al. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan menggunakan metode wawancara dan observasi kuesioner dengan tujuan mengetahui pemanfaatan tanaman agrofrestri di KTH Serumpun Jaya. Wawancara dilakukan kepada 31 pemilik lahan di KTH serumpun jaya. Observasi langsung dilakukan agar dapat diketahui struktur vegetasi tanaman di KTH Serumpun Jaya. Pada observasi pembuatan petak contoh dengan ukuran 20 x 20 m dan dapat dilihat pada (Gambar . Petak ukur dibuat Pemilihan 31 responden dilakukan secara sensus karena pemilik lahan di KTH Serumpun Jaya sebanyak 31 KK Gambar 2. Petak ukur. Keterangan: A 20 x 20 m = Untuk tanaman tingkat pohon yang diameternya untuk tingkat pohon Ou diamater 20 cm A 10 x 10 m = untuk tanaman pada fase tiang . iameter 10 Ae 20 c. A 5 x 5 m = untuk tanaman pada tingkat pancang . iameter O 10 c. A 2 x 2 m = untuk tanaman pada tingkat semai Data yang diperoleh dianalisis dengan menghitung untuk menghitung INP berdasarkan Indriyanto (Indriyanto, 2. Kerapatan (K) Rumus Kerapatan (K) Kerapatan (K) = KOei= jumlah individu suatu jenis luas petak contoh jumlah individu untuk spesies keOei luas seluruh petak ukur kerapatan spesies keOei KR Oe i = kerapatan seluruh spesies x 100% . This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Frekuensi (F) Rumus Kerapatan (F) Jumlah Kuadrat pada jenis ditemukan Frekuensi (F) = Jumlah Petak Ukur FOei= jumlah petak ukur ditemukan suatu spesies FR Oe i = jumlah seluruh petak ukur frekuensi suatu spesies keOei frekuensi seluruh spesies x 100% . Dominansi (D) Rumus Dominansi (D) Dominansi = Kerapatan dari suatu jenis X nilai rata rata dominansi jenis itu Jumlah bidang dasar dari suatu jenis Dominansi Relatif(%) Jumlah bidang dasar dari semua jenis x 100% Indeks Nilai Penting Rumus Indeks Nilai Penting (INP) A Untuk tingkat pohon dan tiang menggunakan rumus: INP = RKi Rfi Rci Untuk tingkat semai dan pancang menggunakan rumus: INP = Rki Rfi Keterangan: INP : Indeks Nilai Penting RKi : Kerapatan Relatif RFi : Kerapatan Relatif RCi : Penutupan Relatif HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Agroforestri adalah kombinasi tanaman kehutanan dan pertanian teradap enam belas jenis tanaman (Tabel . KTH serumpn jaya. Jenis tanaman pada KTH Serumpun Jaya terdiri dari tanaman Kehutanan. Tanaman MPTS, tanaman Pertanian dan Tanaman Kehutanan. Yang termasuk dalam kategori tanaman MPTS adalah Jengkol. Durian. Alpukat. Matoa. Kedondong. Cengkeh. Pinang dan Duku. Kemudian tanaman perkebunan adalah tanaman Kopi dan kakao sedangkan tanaman pertanian adalah kapulaga. Sedangkan untuk tanaman berkayu adalah Jabon. Bayur. Waru, dan Dadap Bogor. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Dampak Pengembangan Agroforestri A Surnayanti et al. Tabel 1. Tanaman agroforestri pada KTH Serumpun Jaya. Nama Lokal Nama Ilmiah Jumlah Jengkol Archidendron 9,49 11,23596 6,49 27,22 Durian Durio 23,36 11,23596 12,27 46,86 Kakao Theobroma cacao 21,90 11,23596 0,83 33,96 Pala Myristica fragrans 2,92 4,494382 1,30 8,72 Kapulaga Ammomum cardamomum 9,49 11,23596 0,07 20,80 Kopi Coffea 3,65 5,617978 0,25 9,52 Pinang Areca catechu 5,11 7,865169 0,00 12,98 Waru Hibiscus tiliaceus 0,73 1,123596 0,12 1,97 Alpukat Persea americana 2,92 4,494382 4,38 11,79 Matoa Pometia pinnata 1,46 2,247191 5,33 9,04 Kedondong Spondias dulcis 0,73 1,123596 3,77 5,62 Cengkeh Syzygium aromaticum 7,30 11,23596 2,35 20,89 Duku Lansium parasiticum 5,11 7,865169 1,65 14,62 Dadap Bogor Erythrina lithosperma 4,38 6,741573 0,02 11,14 Bayur Pterospermum 0,73 1,123596 17,14 19,00 Jabon Neolamarckia cadamba 0,73 1,123596 44,03 45,88 Total Berdasarkan Tabel 1 Kerapatan jenis tanaman yang memiliki nilai kerapatan relatif tertinggi yaitu Durian dengan kerapatan relatif 23,36 sedangkan kerapatan relatif terendah ialah Waru. Bayu dan Jabon memiliki nilai yang sama yaitu 0,1. Hal ini dikarenakan masyarakat KTH Serumpun Jaya lebih senang memilih tanaman MPTS untuk di tanam. Hal ini serupa dengan beberapa penelitian agroforestri di lampung bahwa jenis tanaman yang paling banyak di tanam oleh masyarakat adalah jenis tanaman MPTS (Tsani et al. , 2. (Asmarahman et al. Frekuesni relatif bertujuan untuk menegetahui jumlah tamanan yang muncul pada suatu lahan. Berdasarkan tertinggi pada lahan milik masyarakat KTH Serumpun Jaya adalah tanaman Jengkol. Durian. Kakao. Kapulaga dan Cengkeh dengan nilai 11,23596. Jenis tanaman MPTS yang paling banyak di temukan KTH Serumpun Jaya yaitu tanaman jengkol, durian dan cengkeh. Pemilihan jenis ini karena ini merupakan jenis yang banyak memberikan manfaat selama ini, hal ini sejalan dengan beberapa INP penelitian (Suyanto et al. , 2. (Dadi, 2. yang mengatakan bahwa tanaman yang di tanam di lahan HKm adalah jenis MPTS yang bisa dimanfaatkan hasilnya selain kayu. Selain itu tanaman kakao merupakan tanaman yang banyak ditanam oleh masyarakat KTH Serumpun jaya. Hal ini dikarenakan pada lahan HKm masyarakat menkonversi lahan hutan menjadi lahan pertanian atau lahan perkebunan akan tetapi dengan seiring waktu adanya kewajiban masyarakat untuk menanam tanaman berkayu (Niether et al. , 2. (Jagoret et al. , 2. Sehingga menyebabkan banyaknya tanaman kakao pada KTH Serumpun Jaya. Tanaman kapulaga merupakan yang memiliki frekuensi tanaman yang paling Hal ini dikarenakan tanaman kapula merupakan salah satu produk andalan di KTH Serumpun Jaya hal ini dikarenakan tanaman kapulaga bisa bertahan pada naungan tanaman yang memiliki (Matber et al. (Morizon et al. , 2. INP tanaman tertinggi pada lahan masyarakat KTH Serumpun Jaya adalah tanaman Duriang dengan nilai INP sebesar This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. 46,86 hal ini dikarenakan tanaman durian merupakan jenis tanaman yang ada sejak dulu dan merupakan salah satu peoduk andalan agroforestry di lampung (Noven & Fahrurozi, 2. (Insusanty et al. (Tsani et al. , 2. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Stratum tanaman hutan digolongkan menjadi 5 stratum. Penggolongan stratum berdasarkan tinggi pohon dengan tujuan untuk mengklasifikasi jenis tanaman. Jumlah stratum pada KTH Serumpun Jaya di sajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Stratum jenis tanaman pada KTH Serumpun Jaya. Nama Lokal Jengkol Durian Kakao Pala Kapulaga Kopi Pinang Waru Alpukat Matoa Kedondong Cengkeh Duku Dadap Bogor Bayur Jabon Total Nama Ilmiah Archidendron Durio Theobroma cacao Myristica fragrans Ammomum cardamomum Coffea Areca catechu Hibiscus tiliaceus Persea americana Pometia pinnata Spondias dulcis Syzygium aromaticum Lansium parasiticum Erythrina lithosperma Pterospermum Neolamarckia cadamba Jumlah Tinggi Pohon 8 - 22 2,5-2,3 5,6 -9 2,5-3,5 0,7-2,3 5,5 -7,3 12,5-14 0,24-24 16,5-21 Stratum B dan C B dan D Keterangan: Stratum A ialah lapisan paling teratas yang terdapat pada pohon-pohon yang memiliki tinggi totalnya lebih dari 30 m. Stratum B terdapat pada pohon-pohon yang tingginya 20 m Ae 30 m. Stratum C terdapat pada pohon-pohon yang tingginya 4 m Ae 20 m. Stratum D terdapat pada tumbuhan dengan tinggi 1 m Ae 4 m. Stratum E merupakan tajuk paling bawah yang terbentuk dari spesies-spesies tumbuhan penutup tanah yang memiliki tinggi kurang dari 1 m. Berdasarkan Tabel 2 terdapata 3 stratum (B,C,D) tanaman yang memiliki stratum tertinggi ialah Jabon dengan tingkat stratum paling atas adalah tanaman durian, bayur dan jabon tanaman yan pada stratum atas adalah tanaman menerima sinar matahari secara langsung (Dan et al. , 2. Sedangkan tanaman yang memiliki stratum tengah adalah Jengkol. Pala. Alpukat. Matao. Kedondong. Cengkeh. Duku, dan Dadap Bogor pada KTH serumpun jaya tanaman ini merupakan tanaman yang baru ditanaman sehingga stratum tanaman masih lebih rendah. Tanaman yang memiliki stratum paling bawah adalah Kakao. Kapulaga. Kopi. Pinang dan Waru. Secara keseluruhan hutan alam memiliki 5 stratum dan pada KTH Serumpun jaya sudah memiliki 3 stratum ini menunjukan bahwa komponen agroforestri pada KTH Serumpun jaya telah terjadi lama. Lahan agroforestri yang ada pada KTH serumpun kepemilikannya dari beberapa generasi, lahan agroforestri yang ada di indonesia hampir semuanya sama memiliki (Santoso 2. (Rahman et al. , 2. (Duffy et al. Famili tumbuhan merupakan keluarga dalam pengklasifikasian ilmiah. Famili merupakan suatu tingkatan diantara ordo This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Dampak Pengembangan Agroforestri A Surnayanti et al. dan genus. Penggolongan Famili jenis tanaman pada KTH Serumpun Jaya di sajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Keanekaragaman jenis tanaman agroforestri pada KTH Serumpun Jaya. Nama Lokal Nama Ilmiah Family Jengkol Archidendron Fabaceae Durian Durio Malvaceae Kakao Theobroma cacao Malvaceae Pala Myristica fragrans Myristicaceae Kapulaga Ammomum cardamomum Zingiberaceae Kopi Coffea Rubiaceae Pinang Areca catechu Aracaceae Waru Hibiscus tiliaceus Malvaceae Alpukat Persea americana Lauraceae Matoa Pometia pinnata Sapindaceae Kedondong Spondias dulcis Anacardiaceae Cengkeh Syzygium aromaticum Myristicaceae Duku Lansium parasiticum Meliaceae Dadap Bogor Erythrina lithosperma Fabaceae Bayur Pterospermum Malvaceae Jabon Neolamarckia cadamba Rubiaceae Berdasarkan Tabel 3 pada KTH Serumpun Jaya terdapat teradapat delapan Famili tanaman (Fabaceae. Malvaceae. Myristicaceae. Zingiberaceae. Rubiaceae. Aracaceae. Lauraceae. Anacardiacea. Famili terbanyak adalah Melvaceae yang terdiri dari tanaman durian, kakao waru dan bayur, hal ini sejalan dengan beberapa penelitian bahwa Famili Malvaceae merupakan jenis tanaman yang banyak di tanam oleh masyarakat di berbagai negara karena jenis Famili ini merupakan jenis yang biasanya digunakan sebagai sumber pangan, sumber makanan ternak dan sebagai jenis tanaman obat (Islam, 2. e Oliveira et al. , 2. Pemanfaat diharapkan dapat meningkatankan nilai ekonomi masyarakat. Nilai ekonomi merupakan salah satu tolak ukur untuk mengetahui kesejahteraan masyarakat (Kay et al. , 2. (Viswanath & Lubina. Pada lahan agroforestri banyak produk yang dihasilkan akan tetapi tidak dijual oleh masyrakat hal ini dikarenakan produk yang memiliki nilai jual akan tetapi tidak dijual dikarenakan banyak faktor salah satunya jumlah produk yang masih sedikit sehingga hanya memenuhi kebutuhan keluarga saja. Nilai ekonomi pada tanaman agroforestri pada KTH Serumpun Jaya di sajikan pada Tabel 4. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Tabel 4. Nilai ekonomi tanaman agroforestri pada KTH Serumpun Jaya. Nama Lokal Jengkol Durian Kakao Pala Kapulaga Kopi Pinang Waru Alpukat Matoa Kedondong Cengkeh Duku Dadap Bogor Bayur Jabon Nama Ilmiah Archidendron Durio Theobroma Myristica Ammomum Coffea Areca catechu Hibiscus Persea Pometia Spondias Syzygium Lansium Erythrina Pterospermum Neolamarckia Berdasarkan Tabel 4. Tanaman yang memiliki manfaat nilai ekonomi adalah tanaman jengkol, durian pala, kakao, kapulaga, kopi, pinang alpukat, matoa, kedondong cengkeh dan duku. Pemilihan menghasilkan buah dikarenakan tanaman ini menguntungkan secara finansial bagi masyarakat, hal ini juga sejalan dengan beberapa penelitian bahwa pemilihan jenis dikarenakan jenis yang menguntungkan (Febryano, 2. (Puspasari et al. , 2. Tetapi ada tanaman yang memiliki nilai ekonomi tetapi belum dijual misalnya seperti tanaman kedondong. Hal ini dikarenakan jenis tanaman ini sedikit sehingga buah yang dihasilkan oleh KTH Serumpun Jaya hanya untuk konsumsi Berdasarkan fungsi ekonomi tanaman yang memiliki harga tertinggi Pemanfaatan Buah Buah Buah Harga 000/kg 000/empong 000/kg Buah 000/kg Bunga Buah Buah 000/kg kering 000/kg basah 000/kg 000/kg Buah Buah Buah Bunga 000/kg Buah yaitu tanaman kakao dan harga komoditas panaman pada KTH Serumpun Jaya mengikuti harga jual international yang Akan tetapi tanaman yang tidak memiliki nilai ekonomi memiliki fungsi pelindung mata angin dan sebagai fungsi konservasi lainnya (Mwase et al. , 2. (Lepcha & Devi, 2. (Isaac & Borden. KESIMPULAN Terdapat 16 jenis tanaman yang ditanam di lahan agroforestri ini, dengan 12 di antaranya memiliki nilai ekonomi yang berkontribusi pada pendapatan Tanaman yang paling banyak ditanam adalah kakao dan durian, yang juga menjadi sumber pendapatan utama bagi masyarakat setempat. Agroforestri di KTH Serumpun Jaya telah menciptakan tiga strata tajuk (B. D), yang This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Dampak Pengembangan Agroforestri A menunjukkan tingkat perkembangan vegetasi yang baik dan beragam. DAFTAR PUSTAKA