Fika Fitrotin Karomah RELEVANSI PEMBELAJARAN DI MADRASAH NIZ{AMIYAH DENGAN PEMBELAJARAN PADA MASA SEKARANG Fika Fitrotin Karomah STAI Miftahul Ulum Sumenep Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap relevansi pembelajaran di Madrasah Niz. miyah dengan pembelajaran masa sekarang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis. Data dan informasi yang didapatkan dari berbagai referensi akan diolah, dianalisis dalam rangka untuk menemukan pembelajaran di Madrasah Niz. Sedangkan metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah contentanalysis. Teknik pengumpulan data dan informasi menggunakan metode dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Madrasah Niz. >miyah metode mengajarnya menggunakan metode ceramah, tanya jawab. Metode ini termasuk dari model pembelajaran Sedangkan metode lain yang digunakan di Madrasah Niz. >miyah ialah metode diskusi, koresponden jarak jauh, dan r. hlah ilmiah. Metode ini merupakan bagian dari model pembelajaran berbasis masalah dan kontekstual. Jadi model pembelajaran yang digunakan di Madrasah Niz. >miyah ialah model pembelajaran langsung, pembelajaran berbasis masalah, dan pembelajaran Sementara itu, terdapat relevansi antara pembelajaran di Madrasah Niz. miyah dengan pembelajaran pada masa sekarang. Metode hafalan dan pengulangan memiliki relevansi dengan metode sorogan dan muh. fadlah, metode ceramah memiliki relevansi dengan metode bandongan, serta metode h. laqah memiliki relevansi dengan metode diskusi (Muh. dlarah, bah. hul MasaAo>i. Keywords : Pembelajaran. Madrasah Niz. Masa Sekarang Kariman. Volume 07. Nomor 02. Desember 2019 | 205 Fika Fitrotin Karomah Pendahuluan Pada masa awal munculnya Madrasah tidak selalu dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menambah pusat-pusat pendidikan bagi masyarakat. Akan tetapi ada dua faktor yang memicu lahirnya Madrasah yaitu faktor yang meliputi eksternal dan Perkembangan politik menjadi salah satu faktor eksternal yang mendongkrak kebangkitan Madrasah1. Pada akhir abad ke-4 Hijriah, terjadi persaingan antara golongan Sunni dan Shiah. Para pengikut paham ShiAoa. yang berkembang di Cairo Mesir terus melakukan doktrin melalui lembaga pendidikan yang disebut Dar al-Ilm. Pendirian lembaga pendidikan yang direncanakan untuk menyebarluaskan paham ShiAoa. ternyata dijadikan tantangan oleh kelompok Sunni di Baghdad. Mereka juga tidak mau ketinggalan dengan ShiAoa. Pada abad ke-5 Hijriah. Kelompok Sunni mendirikan lembaga pendidikan yang disebut dengan Madrasah2. Konflik antara kelompok dalam islam terjadi pada abad ke-5 Hijriah pada saat Kerajaan Saljuk dipimpin oleh al-Kunduri yang menganut Madh. ab H}anafi dan pendukung MuAotazila. Salah satu kebijakannya adalah mengusir penganut AshAoariya. yang juga menganut Madh. ab ShafiAoi. Kemudian al-Kunduri digantikan oleh Ni. am al-Mulk (W. 485 H/ 1092 M). Ia penganut ShafiAoi dan AshAoari secara langsung berhadapan dengan penganut MuAotazila. ShiAoa. H}anbaliya. dan H}anafiya. Dinasti Saljuk setelah dikuasai oleh Ni. am al-Mulk yang notabene pengikut Sunni mempunyai lawan politik yang sangat jelas yaitu Dinasti Fa. di Mesir yang beraliran ShiAoa. Nidzam al-Mulk menyadari betul bahwa untuk melawan Fa. tidak cukup dengan serangan meliter, mengingat pengikut ShiAoa. yang semakin besar karena proses pendidikannya berkembang pesat, maka Ni. am al-Mulk kemudian mengikuti langkah Dinasti Fa. dan mendirikan pusat pendidikan yang diberi nama Madrasah. Madrasah inilah yang pada akhirnya dikenal dengan sebutan Madrasah Ni. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita semua untuk mengetahui pembelajaran di Madrasah Niz. miyah yang telah mencetak sarjana-sarjana muslim yang multi talenta, serta menghubungkan dengan pembelajaran pada masa sekarang untuk mencari titik temu diantara keduanya. Dengan penelitian ini diharapkan Ahmad Qurtubi. Pertumbuhan Madrasah pada Periode Awal Sebelum Lahirnya Madrasah Nidzamiyah, . Rajawali Pers, 2. , 48. Ibid, 49 Ibid 206 | Kariman. Volume 07. Nomor 02. Desember 2019 Fika Fitrotin Karomah pembaca mampu meneladani tradisi pembentukan intelektual muslim di Madrasah Niz. miyah dan mengembangkannya di masa sekarang. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini jika dilihat dari datanya, maka menggunakan penelitian kualitatif analisis deskriptif. Metodologi kualitatif adalah metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari perilaku yang diamati. Berdasarkan tempat atau latar penelitian, maka penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan atau library research. Menurut Mestika Zed, penelitian kepustakaan adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. 5 Dengan demikian, penelitian dilakukan dengan melakukan kajian pustaka terhadap pembelajaran di Madrasah Niz. >miyah. Berdasarkan sifat masalah kajian dalam penelitian ini, maka pendekatan yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini ialah menggunakan pendekatan historis. Penelitian historis ini ialah proses penelitiannya meliputi: pengumpulan dan penafsiran fenomena yang terjadi pada masa lampau untuk menemukan generalisasi yang berguna dalam rangka memahami, meramalkan, dan mengendalikan fenomenafenomena tertentu. Dengan demikian penelitian historis adalah penelitian terhadap peristiwaperistiwa yang telah berlalu, dan peristiwa tersebut telah direka ulang dengan menggunakan sumber primer sebagai bentuk bukti dan kesaksian sejarah dari pelaku sejarah yang berupa peninggalan-peninggalan bersejarah dan catatan dokumendokumen. Karena penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan, maka metode pengumpulan data yang dipergunakan adalah dokumentasi. 7 Dokumentasi yaitu mencari dan menggali data dari bahan-bahan bacaan atau pustaka yang berkaitan dengan pembelajaran di Madrasah Niz. >miyah. Data yang telah dikumpulkan dalam kegiatan penelitian ini selanjutnya dianalisis supaya bisa diambil kesimpulan atau Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2. , 4. Mestika Zed. Metode Penelitian Kepustakaan (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2. , 3. Iskandar. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Jakarta: Gaung Persada Press, 2. , 21. Ibid. , 231. Kariman. Volume 07. Nomor 02. Desember 2019 | 207 Fika Fitrotin Karomah Pembelajaran di Madrasah Niz. >miyah Madrasah Niz. >miyah{ dibangun sebagai pusat studi teologi khususnya untuk mempelajari ajaran madhhab ShafiAoe dan teologi AshAoa>riyah. Hal tersebut didasarkan atas tujuan didirikannya Madrasah Niz. >miyah dalam rangka untuk memperkuat kerajaan Turki Saljuk dan untuk menyebarkan madhhab yang berhaluan Ahlu al- Sunnah Wa al-JamaAoah. Di Madrasah ini al-QurAoan dan puisi Arab kuno menjadi sumber utama pengembangan dan pengkajian ilmu-ilmu Humaniora dan Sastra. Para pelajar tinggal di asrama-asrama yang telah disediakan oleh sekolah dan tidak sedikit dari mereka yang mendapatkan beasiswa. Madrasah Niz. >miyah{ ini merupakan satu-satunya lembaga pendidikan teologi yang diakui oleh negara. Pengajaran di Madrasah Niz{>amiyah berjalan dengan cara guru berdiri di depan kelas menyajikan materi-materi kuliah . eramah/ talqi. , sementara para siswa duduk mendengarkan di atas meja kecil yang telah disediakan. Kemudian dilanjutkan dengan dialog atau diskusi antara guru dengan murid mengenai materi yang telah disajikan dalam suasana semangat keilmuan yang tinggi. Selain itu, dalam proses perkuliahan seorang dosen ataupun guru besar berdiri di atas mimbar yang sedang menyampaikan materi perkuliahan. Sementara itu, para mahasiswa duduk dihadapannya sambil menyimak, menulis materi perkuliahan dan mengajukan pertanyaan secara lisan. Setiap dosen memiliki dua asisten . uAoi. yang bertugas untuk mengulangi materi perkuliahan setelah jam kuliah selesai. Kedua asisten dosen tersebut menjelaskan kembali kepada mahasiswa yang kurang tanggap memahami materi kuliah. Dengan demikian, metode mengajar yang digunakan di Madrasah Niz{>amiyah ialah metode ceramah dan tanya jawab. Kedua metode ini merupakan bagian dari model pembelajaran langsung. Karena dalam penerapannya, seorang guru menyampaikan materi pelajaran kepada siswa yang disertai dengan presentasi. Setelah materi disampaikan oleh guru, maka kegiatan berikutnya ialah mengkonfirmasi hasil penyampaikan materi kepada siswa melalui kegiatan tanya jawab. Jenis kegiatan belajar inilah yang menjadi ciri khas dari pembelajaran langsung. Dari beberapa langkah-langkah kegiatan pelaksanaan dalam pembelajaran langsung hanya dua langkah yang dilakukan di Madrasah Niz. >miyah seperti: pertama, presentasi materi pelajaran yang menuntut siswa mendengarkan penjelasan dari guru Tim Penulis IAIN Syarif Hidayatullah. Ensiklopedi Islam Indonesia (Jakarta: Djambatan, 1. , 45. Philip. Hitti. History of The Arabs (London: The MacMillan Press Ltd. , 1. , 516. 208 | Kariman. Volume 07. Nomor 02. Desember 2019 Fika Fitrotin Karomah dan mencatat materi yang dianggap penting. Kedua, mengecek pemahaman siswa dan pemberian umpan balik. Meskipun demikian, kegiatan tersebut sudah mencerminkan kriteria dari model pembelajaran langsung. Di Madrasah Niz. >miyah{, ilmu hadith dijadikan sebagai landasan kurikulum. Metode pengajarannya lebih menekankan pada metode hafalan. 10Kemampuan menghafal selalu dikembangkan setinggi mungkin dengan syarat sumber-sumber yang dihafalkannya merupakan sumber-sumber yang dapat dipertanggung jawabkan keilmiahan dan keautentikannya. Selain menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan hafalan di lembaga pendidikan tinggi termasuk di Madrasah Niz. >miyah, terdapat pula metode h. laqah yang digunakan dalam proses perkuliahannya. Guru duduk di atas tikar yang dikelilingi oleh para mahasiswa. Guru memberikan materi kuliah kepada semua Jumlah mahasiswa yang mengikuti perkuliahan tergantung kepada guru yang mengajar. Apabila guru tersebut ulama besar yang memiliki kredibilitas intelektual baik, maka guru tersebut mengajar mahasiswa dengan jumlah yang cukup Namun sebaliknya, jika guru yang mengajar adalah ulama yang tidak terkenal dan tidak memiliki kredibilitas intelektual yang tinggi, maka hal tersebut menjadikan kuliah sepi dari mahasiswa. Pelajaran yang diajarkan di Madrasah ini lebih intens mengajarkan tentang pemahaman aliran sunni yang menganut paham AshAoari>ya>. Hal itu dilakukan karena salah satu motif pendirian Madrasah tersebut adalah melawan aliran shiAoa. yang berkembang di Dinasti Fat. miyah Mesir. Selain itu, pelajaran tentang keislaman terutama sha>riAoa. yang didalamnya terdapat ilmu fiqih juga diajarkan. Adapun metode pembelajaran yang digunakan di Perguruan Tinggi meliputi metode sebagai berikut:13 Metode ceramah . l-muh. >dlara. Guru menyampaikan materi kuliah kepada mahasiswa dengan diulang-ulang sehingga mahasiswa hafal terhadap materi yang disampaikannya. Metode ini terbagi menjadi dua cara: metode dikte . l-imlaA. , dan metode pengajuan kepada guru . l-qiraAoat Aoala al-shaikh aw al-ardl. Metode diskusi . l-muh. >d. Ibid. , 518. Iskandar Engku. Et al. Sejarah Pendidikan Islami (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. , 27. Akmansyah. Madrasah Nidzhamiyah (Jakarta: Rajawali Pers, 2. , 65. Engku. Sejarah, 27-28. Kariman. Volume 07. Nomor 02. Desember 2019 | 209 Fika Fitrotin Karomah Metode ini digunakan untuk menguji argumentasi yang diajukan sehingga dapat teruji. Metode ini menjadi salah satu pilar yang sangat penting dalam sistem Karena pengetahuan dapat dibangun atas dasar potensi dan pengalaman yang dimiliki oleh setiap mahasiswa. Jika diperhatikan dari kriteria diskusi yang digunakan di Madrasah Ni. a>miyah, maka kecenderungan penulis dapat menyimpulkan bahwa model pembelajaran yang digunakannya ialah model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran kontektual. Karena penekanan dari metode diskusi yang dimaksudkan di atas ialah untuk menguji argumentasi yang diajukan sehingga dapat diuji. Dengan demikian, kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran ini ialah: siswa mampu meneliti, mengemukakan pendapat, menerapkan pengetahuan dan pengalaman, memunculkan ide-ide cemerlang, membuat keputusan, mengorganisasikan ide-ide, dan membuat hubunganhubungan. Metode koresponden jarak jauh . l-taAoli>m al-mura>sila. Metode yang digunakan oleh mahasiswa yang menanyakan suatu masalah kepada guru yang jauh secara tertulis. Metode rih. ah ilmiah Metode ini dilakukan oleh mahasiswa baik secara pribadi maupun secara kelompok dengan cara mendatangi guru di rumahnya yang biasanya jaraknya jauh untuk melakukan diskusi tentang suatu topik tertentu. Sedangkan guru yang didatanginya ialah guru yang memiliki keahlian di bidangnya. Metode ini digunakan pada saat seorang guru yang sudah tidak lagi mengajar di Masjid maupun di Madrasah. Sedangkan pelajar membutuhkan ilmu pengetahuan dari mereka. Jadi, pelajar harus suka rela berdatangan ke rumahrumah para ulama dalam membahas topik permasalahan yang nantinya dikonsultasikan ke seorang guru. Metode mengajar yang digunakan di Madrasah Niz{>amiyah ialah pendiktean atau ceramah . l-imlaA. , dan metode pengajuan kepada guru atau tanya jawab . lqiraAoat Aoala al-shaikh aw al-ard. Kedua metode ini merupakan bagian dari model pembelajaran langsung. Karena dalam penerapannya, seorang guru menyampaikan materi pelajaran kepada siswa yang disertai dengan presentasi. Setelah materi 210 | Kariman. Volume 07. Nomor 02. Desember 2019 Fika Fitrotin Karomah disampaikan oleh guru, maka kegiatan berikutnya ialah mengkonfirmasi hasil penyampaikan materi kepada siswa melalui kegiatan tanya jawab. Jenis kegiatan belajar inilah yang menjadi ciri khas dari pembelajaran langsung. Dari beberapa langkah-langkah kegiatan pelaksanaan dalam pembelajaran langsung hanya dua langkah yang dilakukan di Madrasah Niz. >miyah seperti: pertama, presentasi materi pelajaran yang menuntut siswa mendengarkan penjelasan dari guru dan mencatat materi yang dianggap penting. Kedua, mengecek pemahaman siswa dan pemberian umpan balik. Meskipun demikian, kegiatan tersebut sudah mencerminkan kriteria dari model pembelajaran langsung. Selain menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, di Madrasah Niz. >miyah juga menerapkan metode diskusi. Metode ini digunakan untuk menguji argumentasi yang diajukan sehingga dapat teruji. Metode ini menjadi salah satu pilar yang sangat penting dalam sistem pembelajaran. Karena pengetahuan dapat dibangun atas dasar potensi dan pengalaman yang dimiliki oleh setiap mahasiswa. Jika diperhatikan dari kriteria diskusi yang digunakan di Madrasah Ni. a>miyah, maka model pembelajaran yang digunakannya ialah model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran kontekstual. Karena penekanan dari metode diskusi yang dimaksudkan di atas ialah untuk menguji argumentasi yang diajukan sehingga dapat diuji. Dalam pembelajaran ini kemampuan berpikir siswa sangat dioptimalkan melalui proses kerja kelompok yang sistematis, sehingga siswa dapat memberdayakan, mengasah, menguji, dan mengembangkan kemampuan berpikir secara Dengan demikian, kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran ini ialah: siswa mampu meneliti, mengemukakan pendapat, menerapkan pengetahuan dan pengalaman, memunculkan ide-ide cemerlang, membuat keputusan, mengorganisasikan ide-ide, dan membuat hubungan-hubungan. Model yang kedua ialah pembelajaran kontekstual. Hal tersebut dapat diperhatikan dari kegiatan yang dilaksanakannya dengan menitik beratkan pada persepsi pengetahuan dapat dibangun atas dasar potensi dan pengalaman yang dimiliki oleh setiap mahasiswa. Jadi, kemampuan dan pengalaman dasar yang dimiliki oleh mahasiswa menjadi titik awal dari proses pembelajaran. Pembelajaran pada masa sekarang Implikasi dari model pembelajaran langsung . irect instructio. dalam proses pembelajaran ternyata dirasakan kurangnya memberikan ruang gerak yang lebih bebas Kariman. Volume 07. Nomor 02. Desember 2019 | 211 Fika Fitrotin Karomah dan leluasa kepada siswa, terutama dalam menggali potensi siswa, sehingga siswa kurang dapat berkreasi, melakukan inovasi, dan melakukan eksplorasi untuk mengembangkan potensi dan kemampuannya sendiri. Model pembelajaran ini amat bersifat mekanistik-otomatis dalam menghubungkan antara guru dengan siswa, sehingga terkesan seperti kinerja mesin yang hanya dapat dioperasikan oleh penggunanya. Akibatnya siswa kurang mampu dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. Model pembelajaran langsung hanya cocok pada materi pelajaran yang muatan pengetahuannya bersifat deklaratif dan prosedural. Namun, metode ini tidak cocok untuk semua jenis materi pelajaran. Penggunaan model, metode, strategi, dan teknik mengajar perlu disesuaikan dengan jenis materi pelajaran serta tujuan akhir dari pembelajaran tersebut. Jadi, semua materi pelajaran membutuhkan model, metode, strategi, dan teknik mengajar yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristik dari materi pelajaran. Jika seorang guru memiliki kompetensi yang demikian, maka tidak akan dikhawatirkan lagi proses belajar mengajar akan berjalan dengan efektif dan efesien, serta memberikan kontribusi yang besar kepada siswa dalam memahami materi Peralihan pembelajaran yang berpusat pada guru menuju pembelajaran yang berpusat pada siswa memiliki tujuan untuk memadukan dan menyempurnakan modelmodel pembelajaran sebelumnya sebagai acuan pengembangan. Adapun tujuan lain dari penyempurnaan model pembelajaran ialah agar setiap peserta didik terbina seluruh potensinya, serta memiliki sikap percaya diri, kreatif, inovatif, kritis dan 14 Sehingga peserta didik mampu memiliki wawasan dalam ilmu pengetahuan yang luas, memiliki kecerdasan emosional, keterampilan, serta mampu bersaing di era globalisasi yang sudah menghantui kehidupan seluruh bangsa khususnya umat Islam. Adapun model pembelajaran yang diterapkan di dunia pendidikan pada masa sekarang ialah sebagai berikut : Problem Based Learning Pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu bentuk pembelajaran inovatif, karena dalam pembelajaran ini kemampuan berpikir siswa sangat dioptimalkan melalui proses kerja kelompok yang sistematis, sehingga siswa dapat memberdayakan, mengasah, menguji, dan mengembangkan kemampuan berpikir Abuddin Nata. Manajemen Pendidikan (Bogor: Kencana, 2. , 44. 212 | Kariman. Volume 07. Nomor 02. Desember 2019 Fika Fitrotin Karomah secara berkesinambungan. Dalam pembelajaran ini siswa diharapkan mampu memiliki beberapa kompetensi seperti: meneliti, mengemukakan pendapat, menerapkan pengetahuan dan pengalaman, memunculkan ide-ide cemerlang, membuat keputusan, mengorganisasikan ide-ide, dan membuat hubunganhubungan. Adapun langkah-langkah penerapan model pembelajaran berbasis masalah ialah sebagai berikut :16 . Guru memotivasi peserta didik untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Guru membantu peserta didik mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut . enetapkan topik, tugas, jadwal, dan lain-lai. Guru mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah. Guru membantu peserta didik dalam merencanakan, menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. Guru membantu peserta didik untuk melakukan refleksi, evaluasi terhadap eksperimen mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Project Based Learning Project based learning adalah model pembelajaran yang mengarahkan peserta didik pada prosedur kerja yang sistematis dan standar untuk membuat atau menyelesaikan suatu produk melalui proses produksi yang sesungguhnya. Singkatnya, model pembelajaran Project based learningialah pembelajaran yang didasari oleh dorongan penyelesaian masalah. Model pembelajaran berbasis proyek ini dapat dilakukan melalui aktivitas sebagai berikut:17 . Peserta didik memilih judul, nama produk, jasa yang telah disediakan oleh Rusman. Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru (Jakarta. Rajawali Pers, 2. , 229. Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel. BahanAjar Pendidikan Dan Latihan Profesi Guru (Surabaya: LPTK UIN Sunan Ampel, 2. , 93. Rusman. Pembelajaran, 94. Kariman. Volume 07. Nomor 02. Desember 2019 | 213 Fika Fitrotin Karomah . Peserta didik menyusun proposal dengan lay out sebagai berikut: latar belakang, keunggulan dan fungsi produk, sketsa atau gambar kerja, bahan, peralatan, dan jadwal pelaksanaan. Peserta didik melakukan proses belajar sesuai dengan proses produksi yang telah direncanakan. Proses ini menekankan pada pencapaian standar kompetensi yang dibuktikan dengan bukti belajar dan diorganisir dalam portofolio sebagai bahan Pada akhirnya peserta didik mengorganisasi bukti belajar sebagai portofolio dan menyusun laporan sesuai dengan pengalaman belajar yang Contextual Teaching Learning Pembelajaran kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang dapat membantu guru untuk mengaitkan antara materi pelajaran dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dipelajarinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga dan masyarakat. 18 Berangkat dari konsep ini, maka pembelajaran ini diharapkan memberikan hasil belajar yang lebih bermakna. Siswa didorong untuk memahami makna materi pelajaran, makna belajar, manfaat belajar, dan mengetahui cara mencapainya. Sehingga lambat laun mereka akan sadar bahwa apa yang mereka pelajari sangat berguna bagi kehidupan mereka. Model pembelajaran ini memandang bahwa belajar adalah kegiatan aktif, suatu proses pengumpulan sesuatu, dan peserta didik memiliki cara untuk mengerti Sedangkan bagi guru mengajar bukanlah proses memindahkan pengetahuan dari guru ke peserta didik belaka. Mengajar berarti berpartisipasi dengan peserta didik dalam membentuk pengetahuan, membuat makna, mempertanyakan kejelasan, bersikap kritis, dan mengadakan justifikasi. Guru hanya berperan sebagai mediator dan fasilitator. Komponen pembelajaran kontekstual meliputi: menjalin hubunganhubungan yang bermakna . aking meaningful connection. , mengerjakan pekerjaan yang berarti . oing significant wor. , melakukan proses belajar yang diatur sendiri . elf-regulated learnin. , mengadakan kolaborasi . , berpikir kritis dan kreatif . ritical and creative thinkin. , memberikan layanan secara individual . urturing high the individua. , mengupayakan pencapaian Sardiman. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: Rajawali Pers, 2. , 222. 214 | Kariman. Volume 07. Nomor 02. Desember 2019 Fika Fitrotin Karomah standar yang tinggi . eaching high standard. , dan menggunakan asesmen autentik . Discovery Learning Discovery learningadalah cara penyajian pelajaran yang banyak melibatkan peserta didik dalam rangka proses penemuan sesuatu yang menjadi target Atau dengan kata lain metode penemuan adalah proses mental yang dalam proses ini peserta didik mengasimilasi konsep dan prinsip-prinsip. Pembelajaran model discovery ini harus mencakup pengalaman-pengalaman belajar untuk menjamin peserta didik dapat mengembangkan proses belajar penemuan. Inquiry Learning Model pembelajaran ini diarahkan untuk membangun kemandirian peserta Oleh karena itu, model pembelajaran ini membutuhkan keterlibatan aktif peserta didik dalam pencarian ilmiah. Peserta didik diupayakan untuk bergairah dan fokus. 21 Pembelajaran ini memiliki tujuan untuk membantu peserta didik mengembangkan keterampilan intelektual yang terkait dengan penalaran, sehingga peserta didik mampu merumuskan masalah, mengembangkan konsep dan hipotesis, serta menguji untuk mencari jawaban. Model pembelajaran discovery-inquiry memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan model pembelajaran discovery-inquiry, antara lain:22 . Strategi pengajaran menjadi berubah dari yang bersifat penyajian informasi oleh guru kepada siswa sebagai penerima informasi. Membantu siswa dalam menggunakan ingatan dan dalam rangka transfer kepada situasi-situasi proses belajar yang baru. Mendorong siswa untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri. Memungkinkan siswa belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar, serta tidak hanya menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber Kekurangan model pembelajaran discovery-inquiry, antara lain: Rusman. Pembelajaran, 192. LPTK. BahanAjar, 96. Ibid. Ibid. , 97-98. Kariman. Volume 07. Nomor 02. Desember 2019 | 215 Fika Fitrotin Karomah . Memerlukan perubahan kebiasaan cara belajar siswa yang menerima informasi dari guru apa adanya ke arah membiasakan belajar mandiri dan berkelompok dengan mencari dan mengolah informasi sendiri. Guru dituntut mengubah kebiasaan mengajar yang umumnya sebagai pemberi informasi menjadi fasilitator, motivator, dan pembimbing siswa dalam belajar. Memberikan kebebasan pada siswa dalam belajar. Akan tetapi tidak berarti menjamin bahwa siswa belajar dengan tekun, penuh aktivitas, dan terarah. Dalam kondisi siswa banyak . elas besa. dan guru terbatas, agaknya model pembelajaran ini sulit terlaksana dengan baik. Relevansi Pembelajaran di Madrasah Ni. a>miyah dengan Pembelajaran Pada Masa Sekarang Terdapat hubungan dalam penerapan pembelajaran di Madrasah Niz. >miyah dengan pembelajaran pada masa sekarang, terutama pada pelaksanaan metode diskusi. Metode diskusi ini memiliki keterkaitan dengan pembelajaran pada masa sekarang. Karena metode diskusi lebih menitik beratkan pada keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Kemudian pada tahap perkembangannya, metode diskusi mendapatkan ruang tersendiri yang menjadi identitas pada setiap pembelajaran pada masa sekarang. Jika ditelusuri pembelajaran yang berkembang pada masa sekarang dengan metode diskusi memiliki keterkaitan dalam hal pelaksanaan pembelajarannya yang sama-sama mengoptimalkan peran siswa dalam melakukan aktivitas pembelajaran. Meskipun terdapat perbedaan istilah dan pelaksanaan antara proses pembelajaran di madrasah Niz. miyah dengan pembelajaran pada masa sekarang, namun hal tersebut tidak mengurangi esensi dari metode diskusi di madrasah Niz. miyah dan model pembelajaran berbasis masalah, kontekstual, project based learning, discovery, dan inkuiry. Karena dalam pelaksanaannya sama-sama menempatkan guru sebagai fasilitator dan siswa sebagai subjek pembelajaran. Jadi, disinilah letak hubungan antara pembelajaran di Madrasah Niz. >miyah dengan pembelajaran pada masa sekarang. Pembelajaran di Madrasah Niz. >miyah memiliki relevansi dengan pembelajaran pada masa sekarang terutama pembelajaran yang terdapat di berbagai Pondok Pesantren. Adapun bentuk relevansinya ialah sama-sama menggunakan pendekatan pembelajaran behavioristik yang lebih menekankan pada pemahaman perindividu dengan menjadikan metode menghafal dan pengulangan sebagai peletakan 216 | Kariman. Volume 07. Nomor 02. Desember 2019 Fika Fitrotin Karomah dasar-dasar konseptual yang pada akhirnya para peserta didik mampu mengembangkan konsep dasar teori yang dihafalkannya. Adapun metode yang digunakannya dalam pembelajaran di Pesantren itu sendiri ialah metode sorogan. Metode ini merupakan bentuk belajar mengajar dimana seorang kyai menghadapi seorang santri secara individual dengan menyodorkan kitab yang akan dikaji. Kemudian santri membaca kitab tersebut dan kyai akan menjelaskan maksudnya dan memperbaiki kesalahan bacaan pada santri. Atau sebaliknya kyai membacakan bagian dari kitab itu, dan santrinya disuruh mengulangi bacaan di bawah bimbingan kyai sampai santri telah benar-benar menguasai materi pelajaran dengan 23 Metode ini identik dengan metode mengajar yang digunakan di Madrasah Niz. >miyah. Sedangkan metode kedua yang digunakan oleh pesantren ialah metode Metode ini menggunakan sistem ceramah atau talqin, dimana kyai membacakan, memberi makna, dan menjelaskan konten dari kitab tersebut dihadapan sejumlah santri dan menjelaskan isi dan maksudnya. Sedangkan santri mencatat makna dan penjelasan yang mereka simak dari kyai. Metode ini memiliki relevansi dengan pembelajaran yang digunakan di Madrasah Niz. >miyah. Sementara proyeksi pengembangan pembelajaran di pesantren ialah menggunakan metode diskusi . hul masa>Aoi. , dimana para santri duduk secara bekelompok atau mengelilingi kyai atau ustad senior sebagai pemandu dan pemimpin jalannya diskusi. Hal ini sangat memungkinkan munculnya pertukaran ide-ide yang berbeda dari masing-masing santri yang pada akhirnya dapat diambil sebuah keputusan final dengan mengklarifikasi dari beberapa gagasan oleh seorang kyai atau Selain itu pula masih terdapat metode pembelajaran lain yang berkembang di pesantren sebagai proyeksi pengembangan pembelajaran di Madrasah Niz. >miyah seperti muh. miyah hanya terfokus pada metode ceramah Pada masa itu juga menerapkan metode diskusi meskipun tekniknya berbeda dengan sekarang, koresponden jarak jauh, serta rih. ah ilmiah yang sebagian besar masih belum terlaksana pada pembelajaran pada masa sekarang utamanya di berbagai pondok pesantren. Kesimpulan Samsul Nizar. Sejarah Sosial & Dinamika Intelektual, (Jakarta: Kencana, 2. , 93. Kariman. Volume 07. Nomor 02. Desember 2019 | 217 Fika Fitrotin Karomah Madrasah Niz. >miyah sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi atau Perguruan Tinggi pada masa Bani AoAbba>siyah. Di madrasah ini hanya mengajarkan materi keagamaan khususnya bidang fiqih dan teologi berhaluan sunni. Adapun metode pembelajaran yang digunakan di madrasah ini ialah metode ceramah, hafalan dan tanya jawab. Metode tersebut merupakan bagian dari model pembelajaran langsung. Selain itu pula, di Madrasah ini menggunakan metode diskusi . l-muh. >d. , metode koresponden jarak jauh . l-taAoli>m al-mura>sila. , metode rih. ah ilmiah. Ketiga metode ini memiliki letak persamaan yaitu sama-sama menitik beratkan pada konstruksi aktif siswa dalam proses pembelajarannya. Ketiga metode ini hanya berbeda pada tahap pelaksanaannya. Namun, secara esensial memiliki satu Jadi, model pembelajaran yang digunakan di Madrasah Niz. >miyah ialah model pembelajaran langsung, pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran Pada pelaksanaan pembelajaran di Madrasah Niz. >miyah ternyata memiliki keterkaitan dengan pembelajaran pada masa sekarang terutama pembelajaran yang terjadi diberbagai pondok pesantren. Metode hafalan dan pengulangan memiliki relevansi dengan metode sorogan dan muh. h, metode ceramah memiliki relevansi dengan metode bandongan, serta metode h. laqah memiliki relevansi dengan metode diskusi . dlarah, bah. hulmasaAo>i. DAFTAR PUSTAKA