Journal of Sustainability Business Research Vol 6 No. 1 Mar 2025 ISSN : 2746 Ae 8607 Pengaruh Motivasi dan Kedisiplinan terhadap Kinerja Karyawan PT. Nusa Dua Surabaya Elkana Andre Saputrycu 1 . Drs. Suharyantycu 2 Universitas PGRI Adi Buana Surabayyca 1. Email: elkanaandresaputro@gmail. coyco1 , suhariyanto@unipasby. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana motivasi dan kedisiplin kerja mempengaruhi kinerja karyawan di PT Nusa Dua Surabaya. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 40 responden dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan kedisiplin kerja secara parsial dan simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan di PT Nusa Dua Surabaya. Hal ini didukung oleh hasil uji simultan (Uji F) dan uji parsial (Uji . , yang menunjukkan signifikansi dari kedua variabel bebas, sesuai dengan hipotesis. Secara parsial motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dan kedisiplinan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh simultan antara motivasi dan kedisiplin kerja terhadap kinerja karyawan di PT Nusa Dua Surabaya. Kata Kunci: Motivasi. Kedisiplinan. Kinerja Karyawan ABSTRACT This research aims to evaluate how motivation and work discipline affect employee performance at PT Nusa Dua Surabaya. Data were collected through distributing questionnaires to 40 respondents using a quantitative descriptive approach. Data analysis was conducted using multiple linear regression analysis. The results of the study indicate that motivation and work discipline partially and simultaneously influence employee performance at PT Nusa Dua Surabaya. This is supported by the results of simultaneous testing (F tes. and partial testing . , which show the significance of both independent variables, in line with the hypothesis. Partially, motivation has a positive effect on employee performance, and discipline has a positive effect on employee performance. The conclusion of this study is the simultaneous influence of motivation and work discipline on employee performance at PT Nusa Dua Surabaya. Keywords: Motivation. Discipline. Employee Performance PENDAHULUAN Dalam lingkungan ke rja yang kompe titif dan dinamis, kunci ke be rhasilan pe rusahaan tidak hanya te rle tak pada infrastruktur yang kuat atau strate gi bisnis yang te pat, te tapi juga pada kemampuan karyawan untuk me mpe rtahankan tingkat kine rja yang optimal. Dalam upaya untuk me ncapai tujuan ini, faktor-faktor se pe rti motivasi dan ke disiplinan me mainkan pe ran yang sangat pe nting. Motivasi yang tinggi me ndorong karyawan untuk me ncapai hasil te rbaik, se me ntara kedisiplinan me mastikan bahwa me re ka me njaga konsiste nsi dan ke te patan dalam me lakukan tugas-tugas me re ka. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 6 No. 1 Mar 2025 ISSN : 2746 Ae 8607 Pe ne litian te lah me nunjukkan bahwa motivasi dan ke disiplinan saling te rkait dan be rdampak signifikan pada kine rja karyawan. Namun, me skipun banyak pe ne litian te lah dilakukan te ntang masingmasing faktor ini se cara te rpisah, pe mahaman yang me ndalam te ntang bagaimana motivasi dan ke disiplinan saling me mpe ngaruhi dan bagaimana ke duanya se cara be rsama-sama me me ngaruhi kine rja karyawan masih me njadi titik fokus yang be lum se pe nuhnya dije lajahi. Dalam konte ks ini, pe ne litian ini be rtujuan untuk me nge ksplorasi hubungan antara motivasi dan ke disiplinan te rhadap kine rja karyawan. De ngan me mahami hubungan ini se cara le bih me ndalam, diharapkan dapat me mbe rikan wawasan yang be rharga bagi pe rusahaan dalam me ngembangkan strate gi untuk me ningkatkan kine rja karyawan dan me mpe rtahankan ke unggulan kompe titif me re ka di pasar yang se makin ke tat. METODE PENELITIAN Popula si pe ne litia n ini se luruh ka rya wa n PT Nusa Dua Surabaya denga n jumla h sa mpe l ya ng dipa ka i a da la h se luruh ka rya wa n ya ng be rjumla h 40 ka rya wa n/ re sponde n. Pe ne litia n ini me ma ka i te knik non-proba bility de nga n te knik sa mpe l je nuh ya itu se luru jumla h popula si 40 re sponden. Jumla h 40 re sponde n dise ba r de nga n me ngguna ka n kue sione r ya ng ha silnya a ka n di a na lisis me ngguna ka n progra m spss ve rsi 25. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Instrument Penelitian Hasil Uji Validitas Hasil uji validitas menunjukan bahwa semua item pernyataan mempunyai nilai r hitung > dari r tabel atau sig < 0,03, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan sudah valid. Hasil Uji Reliabilitas Menunjukan bahwa, nilai koefisien reliabilitas cronbachAos alpha pada variabel motivasi (X . sebesar 0,757, kedisiplinan (X. sebesar 0,750, dan kinerja karyawan (Y) sebesar 0,749. Dari hasil di atas menunjukan bahwa hasilnilai reliabilitas cronbachAos alpha lebih dari 0,06. Maka dapat disimpulkan bahwa kuesioner yang digunakan dalam penelitian sudah reliabel, sehingga item pernyataan dalam kuesioner layak digunakan dan dilanjutkan analisis data. Hasil Uji Asumsi Klasik Hasil Uji Normalitas Tes normalitas dimanfaatkan guna mengetes variabel independen, variabel dependen, maupun keduanya pada suatu model regresi mempunyai distribusi normal maupun tidak. Nilai Sig Monte Carlo ditentukan berdasarkan temuan tes normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov . -taile. dengan hasil 0,200 > 0,05. Artinya data bisa ditentukan berdistribusi normal dan memenuhi syarat analisis. Hasil Uji Multikolinearitas Dapat diketahui bahwa, nilai VIF untuk motivasi (X. sebesar 3,769, kedisiplinan (X. sebesar 3,769,. Masing-masing variabel mempunyai nilai (VIF<10,. Dapat disimpulkan bahwa regresi berganda terbebas dari gangguan multikolinearitas. Hasil Uji Heteroskedastisitas Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 6 No. 1 Mar 2025 ISSN : 2746 Ae 8607 Tes heteroskedastisitas dimanfaatkan dalam mengetes apakah varians maupun residual observasi yang dilaksanakan sama terhadap observasi lain di dalam model regresi. Model regresi yang baik harus bebas heteroskedastisitas. Apabila tidak terdapat pola yang jelas serta titik-titik di atas serta di bawah angka 0 berdistribusi atas sumbu Y, artinya model regresi bisa disebut tidak heteroskedastis. Temuan tes heteroskedastisitas bisa diamati melalui gambar berikut: Gambar 1. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumbe r: Lampiran Output SPSS Data Di olah Tahun 2024 Pada gambar tersebut dapat diketahui bahwa, titik-titik menyebar secara baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. maka dapat dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. Hasil Uji Autokorelasi Guna menentukan apakah autokorelasi ada, bisa melakukannya menggunakan nilai DurbinWatson yang memiliki indikator seperti di bawah ini: Apabila 0 < d < dL, maknanya terdapat autokorelasi positif. Apabila 4 Ae dL < d < 4, maknanya terdapat autokorelasi negatif. Apabila du < d < 4-du artinya tidak ada autokorelasi. Tabel 1 Hasil Uji Autokorelasi Durbin-Watson Sumber: Lampiran Output SPSS Data diolah tahun 2024 Dapat diketahui nilai DW (DurbinWatso. 965, sedangkan nilai du pada table 1,649 dalam menentukan nilai dapat dilihat sebagai berikut : >du 2,374 > 1,6589 Berdasarkan perhitungan tersebut, diketahui bahwa nilai Durbin-Watson 1,965 lebih besar dari nilai du 1,649 dan lebih kecil dari 4-du sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini tidak terdapat Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 6 No. 1 Mar 2025 ISSN : 2746 Ae 8607 Hasil Analisis Linear Berganda Tabel 2 Hasil Analisis Linear Berganda Coefficients Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Sig. 2,801 ,000 Std. Error Beta (Constan. 4,772 Motivasi ,265 ,110 ,529 2,418 ,000 Kedisiplinan ,139 ,142 ,214 0,980 ,000 Sumber: Lampiran Output SPSS Data diolah tahun 2024 Y = 1X1 2X2 e Y= 12,575 0,094 X1 0,210 X2 e Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut: Nilai koefisien konstanta sebesar 13,369, artinya apabila variabel motivasi (X. , kedisiplinan (X. , nilainya 0 maka nilai kinerja karyawan 13,369 Nilai koefisien beta variabel motivasi (X. sebesar 0,265, artinya bahwa setiap penambahan satu-satuan motivasi (X. akan mengakibatkan meningkatnya nilai kinerja karyawan (Y) sebesarnya 0,265 Nilai koefisien beta variabel kedisiplinan (X. sebesar 0,139, artinya bahwa setiap penambahan satu-satuan kedisiplinan (X. akan mengakibatkan meningkatnya nilai kinerja karywan(Y) sebesarnya 0,139 Hasil Uji Hipotesis Uji t Uji t adalah uji yang dimanfaatkan untuk memahami dampak tiap variabel independen atas variabel Peingujiiain iinii diilaikukain deingain meimbaindiingkain niilai signifikasi dengan niilai ailphai . Tabel 4 Hasil Uji t Parsial Model Sig. Kesimpulan (Constan. 13,369 ,000 Motivasi 2,801 ,000 Berpengaruh Kedisiplinan 2,418 ,000 Berpengaruh Sumber: Lampiran Output SPSS Data diolah tahun 2024 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 6 No. 1 Mar 2025 ISSN : 2746 Ae 8607 Berdasarkan hasil tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa: Nilai t hitung variabel motivasi (X. sebesar 2,801 > nilai t tabel yaitu 0,680 dan nilai sig. yaitu 0,000 < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, artinya variabel motivasi (X . berpengaruh terhadap variable kinerja karyawan (Y). Nilai t hitung variabel kedisiplinan (X2 ) sebesar 2,418 > nilai t tabel yaitu 0,680 dan nilai sig. 0,000 < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, artinya Variabel kedisiplinan (X. berpengaruh terhadap variable kinerja karyawan (Y). Uji F Uji F merupakan pengujian yang dimanfaatkan guna menunjukkan adanya dampak variabel independen secara bersamaan . atas variabel dependen. Peingujiian iinii diilakukan deingan meimbandiingkan nilai signifikasi dengan nilai alpha . Tabel 5 Hasil Uji F Simultan Model Sig. Regression 19,964 ,000b Sumber: Lampiran Output SPSS Data diolah tahun 2024 Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai f hitung sebesar 19,964 > nilai f tabel yaitu 23 dan nilai sig. yaitu 0,000 < 0,05 maka H 0 ditolak dan Ha diterima, artinya variabel motivasi dan kedisiplinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. PEMBAHASAN Pengaruh Motivasi (X. terhadap Kineja Karyawan (Y) Hasil pengujian hipotesis 1 menggunakan uji-t. Diperoleh nilai t-hitung variabel motivasi sebesar 2,801 dengan nilai signifikan sebesar 0,000. Dimana nilai signifikan 0,000 < 0,05. Dari hasil distribusi frekuensi dalam variabel motivasi dinyatakan bahwa responden yaitu karyawan pada perusahaan PT. Nusa Dua Indonesia Surabaya 49% menjawab setuju hal ini diartikan bahwa, karyawan PT. Nusa Dua Indonesia Surabaya membutuhkan motivasi yang diberikan langsung oleh pemimpin agar para karyawan tersebut berkerja dengan giat dan semangat. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh ( Ekhan, 2. , bahwa ada pengaruh positif dan signifikan motivasi terhadap kinerja. Motivasi kerja pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kepemimpinan, lingkungan kerja dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Pengaruh Kedisiplinan (X. terhadap Kinerja Karyawan Hasil pengujian hipotesis 2 menggunakan uji-t. Diperol eh nilai t-hitung variabel Kompensasi sebesar 12,225 dengan nilai signifikan sebesar 0,000. Dimana nilai signifikan 0,000 < 0,05. Dari hasil distribusi frekuensi dalam variabel Kedisiplinan dinyatakan bahwa responden yaitu karyawan pada perusahaan PT. Nusa Dua Indonesia Surabaya 49% menjawab setuju hal ini diartikan bahwa kedisiplinan merupakan faktor penting dalam kinerja karyawan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian(Widiastini. N M AD, 2. , bahwa yang diperoleh menunjukkan adanya pengaruh yang nyata dan signifikan variabel kompensasi terhadap kinerja karyawan di CV Rizki Abadi. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 6 No. 1 Mar 2025 ISSN : 2746 Ae 8607 Pengaruh Motivasi (X. Kedisiplinan (X. , terhadap Kinerja Karyawan (Y). Hasil pengujian hipotesis 3 menggunakan uji-F. Diperoleh nilai f-hitung variabel kepemimpinan, kompensasi dan lingkungan kerja sebesar 19,964 dengan nilai signifikan sebesar 0,000. Dimana nilai signifikan 0,000< 0,05. Dari hasil distribusi frekuensi dalam variabel kinerja karyawan dinyatakan bahwa responden yaitu karyawan pada perusahaan PT. Nusa Dua Indonesia Surabaya 58% menjawab setuju hal ini diartikan bahwa motivasi dan kedisiplinan karyawan PT. Nusa Dua Indonesia Surabaya membutuhkan berpengaruh simultan terhadap kinerja karyawan. Dapat disimpulkan bahwa variable motivasi dan kedisiplinan secara bersama-sama perpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dikarenakan ketiga variabel tersebut memiliki peran penting bagi sumber daya manusia perusahaan SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab IV mengenai pengaruh motivasi dan kedisiplinan terhadap kinerja karyawan pada PT. Nusa Dua Surabaya maka dapat diambil beberapa simpulan sebagai berikut: Motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan PT Nusa Dua Surabaya Kedisiplinan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan PT. Nusa Dua Surabaya. Secara simultan motivasi dan kedisiplinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Nusa Dua Indonesia Surabaya. DAFTAR PUSTAKA