Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol. 4 No. 1 (Juni 2. ISSN: 2809-0616 . edia onlin. PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SEDERHANA BAGI PENGURUS TAAoMIR MASJID BAITURRAHMAN DESA SIDOSARI Sajaroti Alim Salsabila. Novidhoh Kahar. Dinda Ufiq SarimanahA. Ade Gunawan. Ria Anisatus Sholihah. Hendri Hermawan Adinugraha Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. UIN K. Abdurrahman Wahid. Pekalongan. Indonesia Email: dinda. sarimanah@mhs. DOI: https://doi. org/10. 46880/methabdi. Vol4No1. ABSTRACT The Financial Management of Baiturrahaman Mosque is currently managed by the Ta'mir Masjid, which then hands over its responsibility to the Mosque Treasurer. Each division can submit to the treasurer directly if there is a need, or each division can make purchases in advance before being claimed to the treasurer. However, this financial management system is considered less effective and not transparent. This training is important considering that so far the Ta'mir management has not recorded and compiled financial reports, even though transparent and accountable financial management is important in managing public funds. This training aims to enable Ta'mir mosques to make simple financial reports for monthly money management. The training uses lectures, tutorials, discussions, and evaluation methods to equip Ta'mir administrators with knowledge and skills regarding basic accounting, recording transactions, and making simple financial reports. The service was held at the Baiturrahman Mosque. Sidosari Village on May 22, 2024, at 15. 30 WIB by 2 The results of the training received positive responses from the participants, which showed that the participants understood the training material presented, followed by questions and answers about the problems of mosque financial management and solutions to the problems faced. This activity emphasizes the need for continuous education and assistance to foster good financial governance practices in religious institution. Keyword: Training. Mosque Financial Management. Preparation of Financial Statements. Ta'mir Masjid. ABSTRAK Pengelolaan Keuangan Masjid Baiturrahaman saat ini dikelola oleh Ta'mir Masjid, yang kemudian menyerahkan tanggung jawabnya kepada Bendahara Masjid. Setiap divisi dapat mengajukan ke bendahara secara langsung jika ada kebutuhan, atau setiap divisi dapat melakukan pembelian terlebih dahulu sebelum diklaim ke bendahara. Namun, sistem pengelolaan keuangan ini dinilai kurang efektif dan tidak transparan. Pelatihan ini penting dilakukan mengingat selama ini pengurus Ta'mir belum melakukan pencatatan dan menyusun laporan keuangan, padahal pengelolaan keuangan secara transparan dan akuntabel menjadi penting dalam mengelola dana publik. Pelatihan ini bertujuan agar ta'mir masjid dapat membuat laporan keuangan sederhana untuk pengelolaan uang bulanan. Pelatihan mengenakan metode ceramah, tutorial, diskusi, dan evaluasi untuk membekali pengurus Ta'mir dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai akuntansi dasar, pencatatan transaksi, dan pembuatan laporan keuangan sederhana. Pengabdian di selenggarakan di Masjid Baiturrahman Desa Sidosari tanggal 22 Mei 2024, pukul 15. 30 WIB oleh 2 peserta. Hasil dari pelatihan mendapat tanggapan positif dari peserta, yang menunjukkan bahwa peserta faham tentang materi pelatihan yang disampaikan, dilanjutkan dengan tanya jawab tentang permasalahan pengelolaan keuangan masjid serta solusi atas permasalahan yang dihadapi. Kegiatan ini menegaskan perlunya edukasi dan pendampingan berkelanjutan untuk menumbuhkan praktik tata kelola keuangan yang baik di lembaga keagamaan. Halaman 69 Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol. 4 No. 1 (Juni 2. ISSN: 2809-0616 . edia onlin. Kata Kunci: Pelatihan. Pengelolaan Keuangan Masjid. Penyusunan Laporan Keuangan. TaAomir Masjid. PENDAHULUAN Pengabdian kepada masyarakat (PKM) dapat diartikan sebagai respon civitas akademika terhadap kebutuhan, tantangan, atau permasalahan yang dihadapi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung (Amna et al. , 2. PKM dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti pelatihan dan edukasi kepada masyarakat tentang berbagai topik, seperti peningkatan kesadaran tentang akuntansi keuangan. Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 45 tahun 2011 tentang Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba, organisasi nirlaba menyusun laporan keuangan dan menyajikannya kepada pengguna laporan. Sebagai organisasi nirlaba, masjid hendaknya menyusun laporan keuangan yang meliputi laporan posisi keuangan, laporan kegiatan, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan (Prawiranegara & Toto, 2. Pengelolaan keuangan yang baik tentunya harus diterapkan di masjid, karena masjid merupakan tempat berkumpulnya dana dari masyarakat. TaAomir masjid adalah suatu organisasi yang menaungi segala kegiatan yang berkaitan dengan masjid, baik dalam membangun, memelihara, maupun mensejahterakan, termasuk upaya pembinaan pemuda muslim di sekitarnya. TaAomir masjid harus berusaha untuk menyediakan ruang khusus bagi generasi muda muslim sebagai wadah aktivitas mereka di dalam masjid. Masjid Baiturrahman merupakan tempat ibadah umat Islam yang terletak di desa Sidosari. Masjid ini berfungsi sebagai pusat keagamaan dan sosial bagi komunitas muslim setempat. Selain untuk salat lima waktu, masjid ini juga dimanfaatkan untuk salat Jumat, kajian agama, pendidikan, dan berbagai kegiatan masyarakat lainnya. Sebagai sebuah masjid. Masjid Baiturrahman mempunyai peranan penting dalam membina dan mempererat silaturahmi serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam di Desa Sidosari. Laporan keuangan merupakan langkah terakhir dalam proses akuntansi yang berperan penting dalam menentukan dan mengevaluasi kinerja suatu perusahaan atau organisasi (Qolbi et al. , 2. Dasar akuntansi adalah aspek-aspek mendasar yang berkaitan dengan penerapan disiplin ilmu, biasanya meliputi persamaan, penjurnalan, penyusunan neraca, dan penyajian laporan Tujuan akhirnya adalah membuat laporan kondisi keuangan sebagai dasar Laporan keuangan suatu organisasi mempunyai manfaat sehingga diperlukan suatu ukuran standar untuk mengatur penyusunan laporan tersebut. Organisasi nirlaba juga memerlukan laporan keuangan untuk menilai kegiatan organisasi selama periode tertentu dan kemampuannya dalam memberikan pelayanan, penyaluran dana, dan kegiatan sosial lainnya kepada pihak yang membutuhkan . Dalam dunia bisnis, kita juga diharapkan mampu membuat laporan keuangan (Febriani et , 2. Laporan keuangan juga disiapkan dalam suatu administrasi, seperti dalam mengelola renovasi masjid dalam memelihara catatan Namun diakui masih terdapat kekurangan literatur mengenai praktik akuntansi pada organisasi nirlaba, termasuk lembaga Begitu pula dengan praktik akuntansi di masjid, belum banyak pembahasan mengenai hal tersebut. Meskipun masjid dianggap sebagai entitas akuntansi, namun mereka mengandalkan dana masyarakat dalam bentuk sumbangan, sedekah, atau bantuan sosial lainnya dari Kurangnya pencatatan dan pelaporan keuangan oleh banyak komite pengelola masjid menunjukkan kurangnya pemahaman mengenai pentingnya praktik-praktik ini. Meskipun pencatatan dan penyusunan laporan keuangan sangatlah penting, namun penting bagi taAomir masjid untuk memahami kinerja, arus kas, dan posisi keuangan, serta perhitungan pajak dan fasilitasi kerja sama keuangan ketika mencari tambahan modal melalui pinjaman dari lembaga keuangan (FuAoaida et al. , 2. Pelatihan ini penting untuk dilaksanakan karena dalam Halaman 70 Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol. 4 No. 1 (Juni 2. kehidupan sehari-hari, baik disengaja maupun tidak disengaja, kita sering menggunakan ilmu akuntansi, terutama akuntansi dasar dan laporan keuangan sederhana. Sistem pelaporan keuangan sederhana biasanya berfokus pada proses pencatatan keuangan, termasuk pendapatan dan pengeluaran (Fatmawati et al. , 2. TUJUAN DAN MANFAAT Pelatihan ini bertujuan agar pengurus masjid dapat membuat laporan keuangan sederhana mengenai pengelolaan uang bulanan. Kedepannya, pengurus masjid bisa mengenakan laporan keuangan sebagai dasar penilaian dan pertimbangan keuangannya. Dengan memberikan pelatihan pencatatan laporan keuangan, pengurus masjid diajarkan cara mencatat laporan keuangan Sehingga renovasi masjid dapat dikelola secara lebih bijak dengan mengatur, mengelompokkan, dan memilah-milah uang untuk memenuhi kebutuhan dan mendahulukan kepentingan dibandingkan keinginan. Laporan keuangan ini diharapkan dapat membantu dalam mengevaluasi catatan-catatan sebelumnya yang dilakukan oleh salah satu wali dan dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan untuk mengembangkan organisasi masjid. Solusi yang diusulkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memberikan edukasi pencatatan laporan keuangan sederhana kepada pengurus masjid di desa Sidosari, memberikan pelatihan pencatatan laporan keuangan, dan meningkatkan kesadaran pengurus masjid tentang praktik METODE PELAKSANAAN Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode pelatihan (Fatmawati et al. , 2. Metode pelatihan ini melibatkan pelatihan dasar pencatatan laporan Model pelatihan sangat bergantung pada kondisi . arga belajar, tujuan siswa, dan pelatih atau tuto. (Nada et al. , 2. Penulis juga membagikan bahan yang harus disiapkan untuk masing-masing kelompok, seperti buku, kertas polio, dan peralatan yang harus dibawa, seperti tinta, kalkulator, dan pulpen. Pelatihan ini diadakan pada tanggal 22 Mei 2024 pukul 15. ISSN: 2809-0616 . edia onlin. WIB di masjid Baiturrahman, dan diikuti oleh 2 peserta di Desa Sidosari. Pelatihan ini akan menggunakan rencana metode seperti ceramah, tutorial, diskusi, dan evaluasi. Langkah pertama, adalah memberikan penjelasan langsung tentang materi laporan keuangan kepada ta'mir masjid melalui ceramah. Tujuan dari ceramah ini adalah supaya ta'mir masjid memiliki ketrampilan mencatat laporan keuangan secara sederhana. Langkah kedua adalah menerapkan metode tutorial, di mana tim pengabdian memberikan contoh dan secara langsung mendampingi ta'mir masjid dalam mempraktikkan pencatatan laporan Langkah ketiga adalah mengenakan metode diskusi, di mana tim pengabdian menyediakan waktu kepada ta'mir masjid untuk berdiskusi tentang masalah dan kesulitan mereka yang berkaitan dengan pencatatan laporan Dalam metode diskusi, juga ada tanya jawab tentang bagaimana kehidupan sehari-hari ta'mir masjid berkaitan dengan pencatatan laporan Langkah keempat adalah menggunakan metode evaluasi, di mana tim pengabdian memberikan beberapa pertanyaan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada tahap ini, tim pengabdian memulai dengan melakukan survei di lokasi pengabdian. Masjid Baiturrahman Desa Sidosari, untuk mengetahui kondisi dan persyaratan terkait pengelolaan keuangan masjid. Berkomunikasi dengan pengurus takmir masjid tentang waktu pelaksanaan, jumlah peserta, dan persyaratan pengabdian lainnya. membuat materi pelatihan tentang pengelolaan keuangan dan pelaporan dana ta'mir masjid, termasuk pemahaman dasar akuntansi, pencatatan sederhana, dan studi kasus. Preparasi keperluan pelatihan tambahan, seperti alat tulis, spidol, kertas, dan kertas. Beberapa cara digunakan untuk melaksanakan pelatihan, misalnya: Metode membahas konsep dasar akuntansi dan pentingnya membuat laporan keuangan. Tujuannya adalah agar pengurus ta'mir masjid memiliki pemahaman yang baik sebelum praktik langsung. Halaman 71 Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol. 4 No. 1 (Juni 2. Metode tutorial, tim pengabdian membantu pengurus ta'mir masjid dengan praktik pencatatan laporan keuangan secara langsung setelah materi Pengurus dididik tentang cara mencatat pemasukan dan pengeluaran dana serta membuat laporan keuangan sederhana, seperti laporan posisi keuangan dan laporan aktivitas. Metode diskusi tim pengabdian, pengurus ta'mir masjid memiliki kesempatan untuk berbicara, mengajukan pertanyaan, dan membahas masalah yang dihadapi terkait pencatatan keuangan dalam kegiatan sehari-hari. Untuk menjamin bahwa peserta pelatihan memahami pelatihan dengan baik, sesi ini sangat penting. Metode evaluasi melibatkan pertanyaan dan studi kasus untuk mengukur tingkat pemahaman peserta tentang materi pelatihan. Selain itu, peserta diminta untuk belajar membuat laporan keuangan sederhana secara mandiri berdasarkan studi kasus yang diberikan. Pelaksanaan pelatihan dimulai dengan pengenalan narasumber, pelaksanaan pelatihan dilanjutkan dengan penjelasan tujuan dan agenda pelatihan untuk memastikan bahwa semua pengurus masjid yang hadir memahami tujuan yang akan dicapai. Selain itu, agenda dan tujuan pelatihan dijelaskan secara rinci, sehingga peserta memahami apa yang akan dicapai selama Materi dimulai dengan kuliah dasar Sumber-sumber ini memberikan penjelasan tentang konsep-konsep dasar akuntansi serta istilah-istilah penting dan prinsip-prinsip akuntansi dasar. Pengetahuan ini sangat penting karena membangun fondasi yang kuat untuk memastikan bahwa keuangan masjid diurus dengan cara yang jelas dan akuntabel. Keuangan masjid dibahas dalam sesi kedua. Penganggaran dan perencanaan keuangan, serta pengelolaan pemasukan dan pengeluaran, termasuk dalam materi yang disampaikan. Pengelolaan pemasukan dan pengeluaran memeriksa secara menyeluruh setiap transaksi keuangan, termasuk donasi jamaah dan biaya untuk operasional masjid. Penganggaran dan perencanaan keuangan membantu pengurus masjid merencanakan alokasi dana untuk berbagai kegiatan dan kebutuhan. Oleh karena itu, diharapkan pengurus masjid dapat membuat ISSN: 2809-0616 . edia onlin. anggaran yang masuk akal dan mengelola dana masjid dengan lebih baik. Sesi ketiga membahas pelaporan keuangan setelah pemahaman dasar akuntansi dan manajemen keuangan. Sesi ini mengajarkan peserta bagaimana membuat laporan keuangan, termasuk laporan kas dan anggaran, serta pelaporan dan audit internal. Laporan keuangan yang baik harus akurat dan transparan tentang keuangan masjid untuk jamaah dan pihak terkait Audit internal adalah komponen penting untuk memastikan bahwa pengelolaan keuangan dilakukan sesuai dengan protokol. Setelah setiap sesi materi, sesi diskusi dan tanya jawab diadakan untuk meningkatkan pemahaman peserta. Selama sesi ini, peserta memiliki peluang untuk mengajukan pertanyaan secara langsung kepada narasumber dan membahas masalah dan solusi yang mereka temui dalam pengelolaan keuangan masjid. Peserta juga dapat berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan keuangan di diskusi ini. Latihan praktik adalah komponen penting dari proses pelatihan. Latihan praktik membantu peserta memahami bagaimana membuat laporan keuangan yang sesuai dan mengenakan alat bantu yang tepat. Gambar 1. Laporan Keuangan Masjid Sebelum Adanya Pelatihan Halaman 72 Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol. 4 No. 1 (Juni 2. ISSN: 2809-0616 . edia onlin. Berikut Kesesuaian antara pelatihan dan harapan Tidak kesesuaian antara materi dan kebutuhan Gambar 2. Penyampaian Materi dan Diskusi Tahap akhir dari kegiatan pengabdian ini adalah menilai pengaruh dari pengabdian yang telah dilaksanakan oleh tim pengabdian. Evaluasi dilakukan dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan terkait laporan keuangan, memberikan pelatihan pembuatan laporan keuangan oleh masing-masing individu, dan mengisi kuosioner oleh taAomir masjid agar kami dapat mengetahui seberapa dalam pemahaman mereka terhadap materi yang telah tim pengabdian sampaikan mengenai pengelolaan laporan keuangan Berdasarkan dilaksanakan, ditemukan bahwa sebagian besar peserta pelatihan telah memahami penyusunan laporan keuangan sederhana. Akan tetapi, masih terdapat beberapa peserta yang belum menguasai materi yang disampaikan. Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi tim pengabdian untuk memperbaiki pelaksanaan pelatihan. Hasil dari kegiatan pelatihan mencakup: Sesi tanya jawab dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman peserta pelatihan. Tes praktik yaitu dilakukan dengan cara peserta langsung berlatih membuat laporan Peserta mampu menyusun laporan keuangan sesuai prosedur sistem akuntansi, sehingga kinerja taAomir masjid dapat berjalan lebih Kegiatan pengabdian ini diterima dengan baik oleh taAomir masjid di Desa Sidosari. Tidak Kejelasan penyampaian Tidak Kepuasan terhadap Tidak Kecukupan durasi Tidak Kepuasan terhadap Tidak Gambar 3. Hasil Kuisioner Halaman 73 Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol. 4 No. 1 (Juni 2. Pelaksanaan pelatihan pencatatan laporan keuangan sederhana yang dilakukan di Masjid Baiturrohman dapat dianggap berhasil. Ini dapat dilihat dari angka persentase kuosioner, yakni: Pelatihan berjalan sesuai dengan harapan Berdasarkan hasil kuosioner yang disebar. Persentase kesesuaian antara pelatihan dan harapan taAomir masjid menampilkan angka Materi pelatihan disampaikan sesuai dengan kebutuhan, mengingat pentingnya pengelolaan keuangan masjid. Tim pengabdian menyajikan materi yang sesuai dan tidak memberatkan taAomir masjid dengan materi. Hal ini terlihat dari hasil psentase yang mencapai100%. Materi disampaikan dengan ringkas dan jelas untuk memudahkan pemahaman mereka. Seperti yang terlihat pada point sebelumnya, materi yang disajikan telah sesuai dengan Karena itu, tim pengabdian berupaya untuk menyampaikannya dengan bahasa yang jelas dan mudah di mengerti oleh taAomir masjid yang mungkin tidak memiliki latar belakang dalam bidang akuntansi. Di poin ini juga mencapai persentase 100%, sama seperti sebelumnya. Kegiatan pelatihan ini dinilai menarik dengan persentase 100%. Durasi yang disediakan mencapai 60% dari Sebanyak 40% sisanya dari peserta pelatihan membutuhkan waktu tambahan untuk memperdalam pemahaman tentang pencatatan laporan keuangan sederhana. Mayoritas peserta merasa puas dengan pelatihan ini sebanyak 85%. Ini berarti terdapat sekitar 15% dari taAomir masjid yang merasa belum puas. KESIMPULAN Pengurus masjid yang tidak memiliki latar belakang Pendidikan dalam bidang akuntansi, mengalami ketidakjelasan secara rinci tentang tanggung jawab pengelolaan keuangan masjid. Kegiatan pengabdian masyarakat telah dilakukan, dan hasil pelatihan pengelolaan keuangan masjid yang dilaksanakan di Masjid Baiturrahman Desa SidosariAeKesesi dapat berjalan dengan baik dan memperoleh respon positif dari peserta. Kegiatan ISSN: 2809-0616 . edia onlin. ini dihadiri oleh 2 peserta pengelola keuangan masjid, dan peserta memberikan respon yang sangat baik terkait kegiatan ini karena mereka merasakan manfaatnya dan dampak positif dari kegiatan ini, terutama dalam meningkatkan pengetahuan tentang penyusnan laporan keuangan Ini memungkinkan mereka mengelola keuangan masjid secara jelas dan sistematis. Untuk mengatasi masalah dalam pengelolaan keuangan masjid, disarankan agar dalam waktu mendatang, para pendidik akuntansi terutama yang berfokus pada akuntansi Islam, secara proaktif menyelenggarakan pelatihan mengenai pengelolaan keuangan masjid modern termasuk pengendalian internal, pengelolaan keuangan, penyusunan, dan publikasi laporan keuangan masjid serta program-program atau kegiatan masjid melalui alat bantu atau aplikasi yang Pelatihan dan pendampingan sebaiknya dilakukan di beberapa masjid secara bertahap supaya lebih efektif. Hal ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan taAomir masjid dalam mengelola keuangan masjid. DAFTAR PUSTAKA