JURNAL BASICEDU Volume 7 Nomor 5 Tahun 2023 Halaman 3265 - 3271 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Rasionalitas Pembelajaran Online Fisika Berbasis Pemodelan Alzahranitia Annida1A. Rudi Haryadi2 Pendidikan Fisika. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Indonesia1,2 E-mail: alzahranidaa@gmail. com1, rudiharyadi@untirta. Abstrak Pendidikan pada abad 21 kini telah memasuki era Revolusi Industri 4. 0, dimana pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi sangat diperlukan karena memerlukan kombinasi baru antara pemikiran tingkat tinggi dan keterampilan komunikasi yang kompleks. Salah satu perkembangan penting dalam pembelajaran fisika adalah pendekatan berbasis pemodelan, yang memanfaatkan simulasi dan model matematis untuk memahami konsep fisika. Bertujuan untuk memperjelas pentingnya potensi dari pembelajaran online fisika berbasis pemodelan sebagai sarana yang efektif dalam meningkatkan pendidikan fisika modern. Studi ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau Auresearch and developmentAy rancangan Borg and Gall yang diadaptasi dari Sugiyono. Prosedur penelitian pengembangan ini didasarkan pada model 4D. Temuan penelitian menghasilkan hasil pengembangan pendekatan metode belajar fisika berdasarkan budaya lokal telah berhasil memperkuat karakter peserta didik. Kevalidan model ini melibatkan rasional teori dan Rasional teori dianggap sangat valid oleh pihak yang mengesahkan karena mencakup berbagai aspek seperti esensi fisika, kepribadian dan pembentukan kepribadian, budaya lokal, konsep belajar, serta pandangan Muhammad Syafei dan Ki Hajar Dewantara mengenai pendidikan di Indonesia. Model pendekatan metode belajar fisika yang berdasarkan budaya lokal, yang telah dikembangkan dalam studi ini, mencapai standar tingkat validitas. Penilaian ini mencakup kedua aspek, yaitu landasan teori dan elemen pendekatan beserta instrumen pendukung, dan dinyatakan sebagai sangat valid oleh para ahli. Kata Kunci: Pendidikan. Fisika. Pemodelan. Abstract Education in the 21st century has now entered the era of Industrial Revolution 4. 0, where information and communication technology-based learning is very necessary because it requires a new combination of high-level thinking and complex communication skills. One important development in physics learning is a modeling-based approach, which utilizes simulations and mathematical models to understand physics concepts. Aims to clarify the potential importance of modeling-based online physics learning as an effective means of improving modern physics education. This study uses a research and development method or "research and development" design by Borg and Gall which was adapted from Sugiyono. This development research procedure is based on the 4D model. The research findings resulted in the development of a physics learning method approach based on local culture which has succeeded in strengthening the character of students. The validity of this model involves the rationale of the theory and its components. The theoretical rationale is considered very valid by those who ratify it because it covers various aspects such as the essence of physics, personality and personality formation, local culture, learning concepts, as well as the views of Muhammad Syafei and Ki Hajar Dewantara regarding education in Indonesia. The physics learning method approach model based on local culture, which has been developed in this study, reaches a standard level of validity. This assessment covers both aspects, namely the theoretical basis and approach elements along with supporting instruments, and is declared as very valid by experts. Keywords: Education. Physics. Modeling. Copyright . 2023 Alzahranitia Annida. Rudi Haryadi ACorresponding author : Email : alzahranidaa@gmail. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Rasionalitas Pembelajaran Online Fisika Berbasis Pemodelan Ae Alzahranitia Annida. Rudi Haryadi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan usaha yang direncanakan untuk mempersiapkan individu dengan kemampuan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Tujuan utama pendidikan adalah mengoptimalkan potensi-potensi yang diharapkan agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga warga negara dapat berpikir dan bertindak sesuai dengan harapan dan aspirasi. Hal ini sesuai dengan pengertian yang terdapat dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 pasal 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyatakan bahwa pendidikan adalah tindakan yang disengaja dan direncanakan demi membuat lingkungan belajar dan proses pembelajaran yang memungkinkan peserta didik berpartisipasi mengembangkan berbagai potensi dalam diri mereka. Ini melibatkan aspek-aspek seperti keberlanjutan spiritual dan keagamaan, pengendalian diri, pengembangan kepribadian, perkembangan kecerdasan, pembentukan akhlak mulia, serta penguasaan keterampilan yang dibutuhkan untuk keberhasilan pribadi mereka, kontribusi pada masyarakat, kontribusi pada bangsa, dan kontribusi pada negara. Untuk menjalankan peran pembelajaran yang dinamis, inovatif, menghibur, dan bermakna, guru perlu menyusun materi pembelajaran yang mempertimbangkan karakteristik khusus peserta didik. Pendapat (Mulyasa, 2. sepaham dengan hal ini, bahwa perubahan dalam pendidikan diharapkan dapat menciptakan calon-calon penggerak masa depan yang bersifat sabar, kompeten, mandiri, kritis, rasional, cerdas, kreatif, dan siap menghadapi berbagai tantangan, dengan tetap bergantung pada kepercayaan kepada Sang Pencipta. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) berkembang dengan cepat. Sistem pendidikan saat ini menghadapi periode revolusi industri 4. 0 di abad ke-21. Pada era ini, pembelajaran memerlukan keterampilan baru yang melibatkan pemikiran tingkat tinggi dan kemampuan komunikasi yang kompleks. Oleh karena itu, pembelajaran yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi menjadi integral. Proses pembelajaran saat ini secara umum dilakukan melalui platform digital atau inovasi disruptif sebagai upaya untuk menanggulangi hambatan tersebut. Satu di antara solusi yang dapat diadopsi adalah menggunakan model pembelajaran edukasi yang sesuai untuk menghadapi revolusi industri 4. Jenis-jenis model pembelajaran mencakup PBL. Inquiry. Discovery Learning, dan Blended Learning. Model pembelajaran yang sesuai untuk menangani permasalahan tersebut adalah model pembelajaran Online. Pembelajaran online merujuk pada suatu metode pembelajaran yang tidak melibatkan pertemuan langsung antara guru dan siswa. Sistem pembelajaran online memiliki potensi peserta didik untuk mengakses informasi dengan fleksibilitas, tanpa adanya batasan waktu dan tempat. Tujuan utama pembelajaran daring adalah memberikan pelayanan pembelajaran yang bermutu melalui jaringan yang bersifat masif dan terbuka, sehingga dapat mencakup lebih banyak peserta didik dan mencapai ruang belajar yang lebih luas. Model pembelajaran ini merupakan metode belajar yang simpel dan efisien. Kelebihan dari model pembelajaran ini adalah kemampuannya untuk diterapkan di berbagai tempat dan waktu, terutama bagi peserta didik yang mengalami kesulitan dalam berinteraksi langsung dengan pendidik. Untuk mendukung penerapan model pembelajaran online ini, diperlukan penggunaan media. Media tersebut bertujuan untuk mempermudah berbagi materi dan sebagai wadah untuk berdiskusi. Salah satu media yang dianggap sesuai, praktis, dan telah banyak digunakan adalah Whatsapp. Pembelajaran online ini diyakini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan kolaboratif (Priansa, 2. Terhubung dengan uraian di atas, ini mengindikasikan terjadinya perubahan dalam ranah pendidikan saat ini. Mulai dari melaksanakan pembelajaran tatap muka, beralih bertransformasi menjadi daring memanfaatkan salah satu atau beberapa aplikasi online yang telah disebutkan. Bersamaan dengan hal itu, jika kita membicarakan mengenai pembelajaran, tidak dapat dipisahkan dari tiga unsur pokok yang terlibat di dalamnya, yaitu kurikulum, pendidik . uru atau dose. , dan peserta didik . iswa atau mahasisw. Tiga unsur ini berinteraksi secara saling berhubungan dan berperan dalam membentuk suatu proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan yang tepat dalam pemilihan atau penggunaan model pembelajaran. Keberhasilan suatu model pembelajaran sangat bergantung pada sasaran proses edukasi, keterpaduan dengan Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Rasionalitas Pembelajaran Online Fisika Berbasis Pemodelan Ae Alzahranitia Annida. Rudi Haryadi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. materi, keterampilan pendidik, pertumbuhan peserta didik, dan potensi mereka dalam hal mengatur dan memanfaatkan segala materi pembelajaran. Dalam memilih model pembelajaran, seorang guru atau dosen perlu menyadari secara keseluruhan, model tersebut berperan sebagai landasan konseptual yang dapat dimanfaatkan sebagai sebuah panduan atau acuan dalam melaksanakan suatu metode pembelajaran (Rusman, 2. Oleh karena itu, metode pembelajaran dapat dianggap sebagai representasi dari proses belajar-mengajar, mulai dari awal hingga akhir, yang diimplementasikan dengan baik oleh seorang guru atau dosen. Selain itu, penting untuk mencatat bahwa roses pembelajaran harus bersifat terorganisir dan direncanakan dengan baik. Setiap model pembelajaran memerlukan pengelolaan tata cara dan suasana belajar yang spesifik, sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap model pembelajaran memiliki perbedaan dalam pengaturan sistem dan lingkungan belajar yang METODE Studi ini menggunakan metode pengembangan dan penelitian (D & R) dengan desain yang diadaptasi dari Borg dan Gall, sebagaimana dimodifikasi oleh (Sugiyono, 2. Proses pengembangan penelitian ini mengikuti pola 4-D, yang melibatkan empat tahapan: ". tahap pendefinisian, . tahap perencanaan, . tahap pengembangan, dan . tahap penyebaran" (Trianto, 2. Pendefinisian Dalam fasa definisi, peneliti menjalankan tiga langkah, yaitu evaluasi kurikulum, survei peserta didik, dan evaluasi bahan ajar. Evaluasi Kurikulum: Melibatkan evaluasi terhadap keterampilan yang tercantum dalam silabus Survei Peserta Didik: Ditekuni dengan menyebarkan kuesioner untuk menyelidiki karakteristik peserta didik, termasuk perkembangan intelektual, pengetahuan kelompok, dan individual. Evaluasi Bahan Ajar: Memiliki tujuan untuk menentukan desain rujukan belajar yang akan digunakan dalam penelitian. Perancangan Dalam fasa perancangan, bahan ajar proses belajar-mengajar dirancang sesuai dengan struktur yang diterangkan pada (Depdiknas, 2. dengan mengadopsi pendekatan Guided Discovery Learning sebagai Penentuan struktur bahan ajar disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan konteks pembelajaran fisika. Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam perancangan bahan ajar mencakup kelayakan isi materi, kejelasan bahasa dan gambar, presentasi, dan aspek kegrafikan. Alat pengumpulan data mencakup kuesioner penganalisisan awal pada tahap definisi, lembar keabsahan untuk dievaluasi oleh pakar fisika, serta lembar praktikabilitas yang akan dinilai oleh pendidik dan peserta didik. Pengembangan Tujuan dari tahap pengembangan adalah menciptakan bahan ajar proses belajar-mengajar yang memiliki validitas serta praktikal. Modul pembelajaran diuji validitas dan praktikalitasnya, dengan melibatkan pakar fisika dalam proses validasi. Validasi dilakukan berdasarkan aspek kevalidan konten, kejelasan bahasa dan gambar, presentasi, dan tata grafis. Hasil validasi pakar digunakan untuk merevisi rancangan awal modul. Instrumen penelitian terdiri dari Kuesioner validitas modul oleh ahli dan kuesioner praktikabilitas dari peserta didik dan pendidik. Proses analisis data terdiri dari dua langkah, yakni evaluasi validitas modul dan evaluasi praktikabilitas bahan ajar. Evaluasi validitas bahan ajar Modul dinilai validitasnya berdasarkan pada kuesioner yang diisi oleh tiga ahli. Melibatkan angket yang diisi oleh tiga pakar, dan hasilnya dinilai serta dianalisis berdasarkan kriteria validitas (Riduwan, 2. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Rasionalitas Pembelajaran Online Fisika Berbasis Pemodelan Ae Alzahranitia Annida. Rudi Haryadi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. nilai A Skor total Skor maksimum Kriteria untuk menilai validitas modul dapat ditemukan dalam Tabel 1, dan kriteria tersebut adalah: Tabel 1. Parameter Validitas Produk Presentase (%) Kelompok Tidak memenuhi kriteria Tidak mencukupi tingkat Mencukupi tingkat validitas Sesuai tingkat validitas Sangat sesuai tingkat Penentuan validitas dilakukan dengan merujuk pada standar penafsiran skor yang diperoleh. Pengelompokan tingkat validitas yang digunakan dalam studi ini adalah jika skornya berada dalam rentang 61-100%. Evaluasi praktikabilitas bahan ajar Menggunakan kriteria praktikabilitas untuk menilai bahan ajar dapat ditemukan dalam Tabel 2, dan kriteria tersebut adalah: Tabel 2. Parameter Praktikabilitas Presentase (%) Kelompok Tidak efisien Kurang memadai Sesuai Efisien Sangat efisien Klasifikasi tingkat praktikabilitas yang diterapkan dalam penelitian ini adalah apabila nilai berada dalam rentang 61-100%. HASIL DAN PEMBAHASAN Walaupun terdapat keterbatasan, studi ini berhasil menghasilkan hasil penelitian yang menunjukkan keberadaan metode belajar fisika berdasarkan budaya lokal yang dapat meningkatkan karakter peserta didik di tingkat SMP. Validitas model pembelajaran tersebut melibatkan dasar teori dan komponennya. Dasar teori dianggap sangat valid oleh para validator karena mencakup aspek-aspek seperti esensi fisika, kepribadian dan pembentukan kepribadian, budaya lokal, konsep belajar, serta pandangan Muhammad Syafei dan Ki Hajar Dewantara terkait pendidikan yang ada di Indonesia. Kelima sektor ini diperinci berdasarkan sejumlah referensi ilmiah, termasuk yang ditulis oleh (Ausubel, 1963. Bruner, 1978. Dewey, 1967. Gagne, 1977. Koes. Kuranto, 2012. Lickona, 2012. Mannahao, 2010. Mudyahardjo, 2012. Poedjiadi, 2010. Rahardjo, 2010. Rizal Darwis & Asna Usman Dilo, 2012. Schwartz, 2008. Shadiq, 2011. Stevenson, 2006. Zubaedi, 2. Unsur-unsur dalam kerangka pembelajaran ini melibatkan: . struktur pembelajaran, . infastruktur pendukung. prinsip respons. hasil pembelajaran. Kevalidan sintaks model ini diakui tinggi karena diadopsi dari struktur kerangka kerja ICARE. Kevalidan sistem sosial model ini dinilai tinggi karena sesuai dengan dinamika interaksi sosial yang berlaku di lingkungan setempat. Tingginya validitas prinsip reaksi model ini dapat dilihat dari interaksi antara pendidik dan peserta didik yang Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Rasionalitas Pembelajaran Online Fisika Berbasis Pemodelan Ae Alzahranitia Annida. Rudi Haryadi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. mencerminkan perilaku humanis. Prinsip ini dikenal dalam bahasa Bugis sebagai sipakatau. Tingginya validitas sistem pendukung model ini diakui karena kesesuaian dengan karakteristik peserta didik dan lingkungan mereka. Dampak pembelajaran yang diharapkan dari metode ini dinilai tinggi karena aspek-aspek kejujuran ilmiah yang diukur bersifat logis dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Kelancaran implementasi metode belajar ini dapat diamati melalui tiga elemen, yaitu: . manajemen pendekatan. Partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran. Penerapan metode ini dinilai berada pada tingkat "terlaksana secara menyeluruh," karena pendidik berhasil menyesuaikan diri dengan seluruh tahapan proses pembelajaran. Manajemen metode belajar ini dinilai sebagai "baik," karena pendidik mampu mengelola peserta didik, sumber belajar, waktu, dan atmosfer pembelajaran dengan efisien. Partisipasi peserta didik dalam metode belajar ini sesuai dengan "batasan waktu yang ideal," karena selama proses pembelajaran, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia, baik bagi pendidik maupun peserta Keberhasilan pendekatan proses belajar-mengajar ini tercermin dalam peningkatan tingkat kejujuran ilmiah peserta didik setiap kali pertemuan proses belajar-mengajar dilaksanakan. Peningkatan tersebut dapat disebabkan oleh kontribusi penting dari pendidik dan sumber belajar. Dalam model ini, pendidik secara konsisten menyampaikan informasi terkait konsekuensi baik dan buruk dari tingkat integritas ilmiah. Manfaat positif dapat dirasakan oleh individu yang menunjukkan tingkat integritas akademik yang tinggi, sementara dampak negatifnya akan dialami oleh individu dengan tingkat kejujuran ilmiah yang rendah. Dukungan dari sistem proses belajar-mengajar ini, terutama dalam buku siswa, memberikan banyak contoh perilaku ilmuwan fisika yang mencerminkan tingkat integritas ilmiah yang tinggi. (Prastowo, 2. Tentu saja menggunakan mode pembelajaran Blended Learning adalah hal yang tepat untuk abad Blended Learning adalah suatu bentuk model proses belajar-mengajar yang menggabungkan pembelajaran umum, di mana guru, dosen, dan peserta didik atau mahasiswa berinteraksi secara langsung, dengan pembelajaran daring yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Bentuk lain dari model Blended Learning juga dapat bersifat virtual, memungkinkan interaksi antara peserta didik, mahasiswa, guru, dan dosen tanpa harus berada di lokasi yang sama. Meskipun mereka mungkin berada di tempat yang berbeda, model ini memungkinkan mereka untuk berkomunikasi, bertanya, dan memberikan umpan balik satu sama lain secara langsung dalam waktu nyata. Blended Learning memberikan peluang untuk menggabungkan pembelajaran dari kelas konvensional dengan perpindahan ke pembelajaran daring, menciptakan suatu pendekatan pembelajaran yang melibatkan baik luring maupun pembelajaran daring. Blended Learning Blended Learning yaitu istilah yang terbentuk atas gabungan dua kata dalam bahasa Inggris, yakni "blended" yang artinya perpaduan, dan "learning" yang merujuk pada proses belajar-mengajar. Oleh karena itu, model pembelajaran Blended Learning dapat diartikan sebagai suatu pendekatan pembelajaran yang mencakup unsur campuran atau penggabungan antara pembelajaran tatap muka . dan pembelajaran daring. Blended Learning bisa dianggap sebagai pendekatan pembelajaran yang menggabungkan pemanfaatan teknologi internet dengan interaksi interaksi langsung di dalam kelas. Keunggulan dan Kelemahan Pendekatan Pembelajaran Blended Learning Beberapa pandangan mengenai keunggulan dan kelemahan dari model blended learning mencakup: Keunggulan Blended Learning: Peserta didik memiliki kebebasan untuk mandiri mempelajari isi yang disediakan secara daring. Dosen atau guru bersama peserta didik dapat melakukan diskusi di luar jadwal pertemuan luring. Kegiatan di luar waktu luring dapat dikelola dan dikontrol dengan efisien oleh pengajar. Pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien, terutama dalam hal pemberian tugas, umpan balik, dan evaluasi melalui media internet. Siswa atau mahasiswa memiliki kemampuan untuk berbagi file dengan sesama mereka. Pendidik dapat menambahkan materi tambahan sesuai dengan kebutuhan. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Rasionalitas Pembelajaran Online Fisika Berbasis Pemodelan Ae Alzahranitia Annida. Rudi Haryadi DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Kelemahan Blended Learning: Kebutuhan akan beragamnya media membuat model ini sulit diimplementasikan jika sarana dan prasarana tidak memadai. Tidak meratanya fasilitas yang dimiliki peserta didik dan mahasiswa, seperti komputer dan akses internet, dapat menghambat pembelajaran online. Rendahnya pengetahuan masyarakat terkait penggunaan teknologi menjadi kendala. Dosen dan guru memerlukan keterampilan khusus untuk mengelola pembelajaran melalui sistem Dosen dan guru perlu mengalokasikan waktu untuk mengembangkan serta mengelola sistem pembelajaran daring, termasuk menyusun materi, menyiapkan evaluasi, dan berinteraksi dengan forum peserta didik dan mahasiswa. Persiapan referensi digital sebagai panduan dan materi pelajaran terintegrasi dengan pembelajaran tatap muka perlu dilakukan oleh guru dan dosen. Dosen dan guru perlu menerapkan strategi pembelajaran yang efektif untuk memaksimalkan potensi blended learning. KESIMPULAN Dalam pembelajaran online fisika berbasis pemodelan terdapat beberapa keunggulan. Salah satu keunggulan pembelajaran online adalah aksesibilitas yang lebih luas. Mahasiswa dapat mengakses materi pembelajaran dari berbagai lokasi dan waktu yang berbeda. Walaupun pembelajaran online fisika berbasis pemodelan memiliki keunggulan, juga ada sebagian hambatan yang harus diselesaikan. Satu di antara hambatan pokok yaitu kualitas akses internet yang berbeda-beda di berbagai lokasi. Permasalahan yang banyak dihadapi pada pembelajaran online adalah lemahnya keterlibatan mahasiswa. Metode belajar Fisika berdasarkan budaya lokal yang dilakukan pengembangan dalam studi ini mencapai standar tingkat validitas, dengan semua aspek, termasuk landasan teori, komponen pendekatan, serta alat pendukung, dievaluasi sangat valid oleh para ahli. Di samping tingginya tingkat validitas, metode ini juga dianggap praktis karena berhasil memenuhi standar "terlaksana secara menyeluruh," di mana pendidik dapat efektif mengelola proses pembelajaran sesuai dengan metode ini. Metode ini juga terbukti efektif, mampu meningkatkan tingkat integritas ilmiah peserta didik, dan dapat diimplementasikan pada lingkungan lain yang memiliki ciri-ciri yang UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan banyak terima kasih atas pihak-pihak yang terlibat dalam penulisan artikel ilmiah ini, sehingga artikel ini dapat ditulis dengan baik. DAFTAR PUSTAKA