Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK MOTORIK KASAR DENGAN MENGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL MANYIPET PADA SISWA LAKILAKI KELAS V DI SD NEGERI 7 BUKIT TUNGGAL Akhmad Syarif Universitas PGRI Palangka Raya Abstrak Permainan manyipet merupakan permainan tradisional yang ada di Indonesia. Namun permainan tradisional tersebut kini semakin terkikis keberadaannya sedikit demi sedikit khususnya di kota-kota mungkin untuk anak-anak sekarang ini banyak yang tidak mengenal permainan tradisional yang ada padahal permainan teradisional adalah permainan warisan nenek moyang rakyat Indonesia. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau seluruh anggota tubuh atau sebagai besar atau seluruh angota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pengaruh olahraga permaianan tradisional terhadap peningkatan gerak motorik kasar padas siswa Laki-Laki Sekolah Dasar Negeri 7 Bukit Tunggal. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian tindakan Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan kemampuan motorik kasar jumlah 20 anak. Rancangan penelitian mengacu pada model penelitian Kemmis & Mc. Taggart. Dikumpulkan melalui lembar observasi, dokumentasi dan pemberian tugas. Pra tindakan, aspek keseimbangan tubuh anak katagori BSB 10%. BSH 10%. MB 5%, 30% BB. Aspek kekuatan tubuh anak, katagori BSB 5%. BSH 15%. MB 20%, dan BB 30%. Aspek klelincahan tubuh anak, 10% BSB, 15% BSH. MB 1% dan BB 50%. Kata kunci : Permainan Tradisional. Manyipet. Gerak Motorik. Gerak Kasar PENDAHULUAN kalangan-kalangan Bermain merupakan sebuah kegiatan tertentu bahwa justru pada era globalisasi ini nilai-nilai Pada saat manusia berada dalam tradisonal anak perlu digali kembali, karena proses pembentukan diri dari kanak-kanak permainan baru menuju dewasa, tidak satu pun di antara menjauhkan anak-anak dari nilai didaktif individu manusia yang tidak mengenal seperti yang ada pada permainan tradisional permainan, salah satunya permainan yang dahulu yang disebut permainan tradisional 2008:. tanpa tersentuh modernisasi. Permainan memiliki permainan tradisional, permainan tradisional tiap daerah biasanya tidak sama tidak seperti permainan jaman modern enjadi perdebatan yang inten. , akan sekarang ini, seperti permainan teknologi (Sukirman Setiap dianggap semakin Dharmamulya. Indonesia MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK MOTORIK KASAR DENGAN MENGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL MANYIPET PADA SISWA LAKI-LAKI KELAS V DI SD NEGERI 7 BUKIT TUNGGAL Akhmad Syarif Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 yang rata-rata memiliki kesaman seperti apabila menyadari kesalahan yang diperbuat permainan . yang ada di computer akan dimaklumi teman-temannya. Disisi lain maupun handphone. Sulit diingkari bahwa tertanamkan dalam permainan tradisional. Indonesia tampaknya menghadapi masa para pelaku telah belajar mematuhi aturan anak-anak Kecenderungan yang tampak adalah bahwa Suatu dikenal oleh banyak anak-anak, karena memaafkan (Ajun Khamdani, 2010:. sudah sangat jarang dimainkan. Hanya Keterampilan anak senantiasa terasah, anak beberapa permainan tertentu yang masih terkondisi membuat permainan dari berbagai banyak dimainkan (Sukirman Dharmamulya, bahan yang telah persedia di sekitarnya, pemanfaatan bahan-bahan permainan selalu beranggapan bahwa mempelajari sesuatu di tidak lepas dari alam, hal ini melahirkan kelas non formal lebih berguna dari pada interaksi antara anak dengan lingkungan Padahal banyak hal yang dapat sedemikian dekatnya. Kebersamaan dengan alam merupakan bagian penting dari proses 2008:. Banyak tradisional, salah satunya alat-alat yang mudah didapat dan memungkinkan anak lingkungan hidupnya. Dengan demikian otot untuk mempermainkannya, saat itu untuk atau sensor anak untuk melepaskan ide kreatifnya. terasah pula, dipihak yang lain, proses Dalam permainan tersebut, jiwa anak akan kreatifitasnya merupakan tahap awal untuk terlihat secara utuh. Suasana keceriaan yang mengasah daya cipta dan imajinasi anak akan semakin (Dinalisa, 2011:. Keterampilan motorik Hal menumbukan kehidupan masyarakat dalam berbeda pula dalam menyesuaikan sosial dan suasana rukun (Ajun Khamdani, 2010:. pribadi anak. Sebagai contoh, keterampilan Kerukunan itu dibangun secara bersamaAe sama, dalam arti demi menjaga permainan peraturan-peraturan sendiri yang disepakat bersama, apa bila ada mendapatkan penerimaan sosial Elizabeth B. yang melanggar akan diberikan sangsi dan Hurlock . Karena tidak mungkin MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK MOTORIK KASAR DENGAN MENGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL MANYIPET PADA SISWA LAKI-LAKI KELAS V DI SD NEGERI 7 BUKIT TUNGGAL Akhmad Syarif Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 mendapatkan keterampilan motorik secara dengan hakekat keberadaan dan kebutuhan serempak, anak akan memusatkan perhatian untuk mempelajari keterampilan yang akan Yanuar Kiram 1992:. Bermaian salah satu cara agar kemampuan gerak anak semakin penyesuaian pada saat itu. Kegiatan olahraga baik, dengan gerak otot-otot besar pada anak anak sering tidak disadari, dikarenakan semakin kuat dan begitu pula gerakan pada melakukan gerakanAegerakan olahraga dalam kegiatan bermain. Dimana kegiatan bermain Setiap kegiatan yag diarahkan yang melibatkan aspek keterampilan fisik pada suatu tujuan akhir selain kesenangan . hysical skil. maupun motorik kasar . ross merupakan suatu permainan tujuan hanya motoric skil. cenderung mirip dengan untuk kesenangan agar anak bersemangan kegiatan olahraga. Kegiatan bermain anak- anak pada umur 5 tahun keatas sedang merupakan salah satu aktivitas fisik, dengan berada pada masa Golden Age yaitu masa bergerak kemampuan motorik kasar pada dimana pisikomotorik anak sangat peka diri anak akan selalu terasah dan menjadi lebih bisa menjadi lebih baik. Golden Age yang penuh Tinjauan Teoritis Gerak Motorik (Phil. Permainan kesempatan terbaik bagi anak tersebut. Gerakan motorik adalah suatu istilah Menurut John W. Santrock . Audi yang digunakan untuk menggambarkan usia 5 tahun, anak semakin menyukai perilaku gerakan yang dilakukan oleh tubuh Pengendalian motorik biasanya berusia 4 tahun. Bukanlah hal yang biasa digunakan dalam bidang ilmu psikologi, bagi anak usia 5 tahun yang percaya diri fisiologi, neurofisiologi maupun olahraga. untuk melakukan adegan yang menakutkan Keterampilan motorik dasar . undamental memanjat suatu obyek. Anak berlari cepat dan menyenangi balapan satu sama lain dan perkembangan motorik anak Sekolah Dasar orang tuaAy. Gerak merupakan suatu yang dan meliputi pola lokomotor seperti jalan, ditampilkan oleh menusia secara nyata dan skiping, penguasaan bola seperti melempar. Namun belakangi gerak yang ditampilkan dalam . suatu perbuatan yang nyata dalam suatu keterampilan motorik dasar dikembangkan unjuk kerja, sangat beraneka ragam sesuai pada masa anak sebelum sekolah, dan pada MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK MOTORIK KASAR DENGAN MENGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL MANYIPET PADA SISWA LAKI-LAKI KELAS V DI SD NEGERI 7 BUKIT TUNGGAL Akhmad Syarif Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 masa Sekolah Dasar, ini akan menjadi bekal untuk mengkatagorikan tipe-tipe gerak. Namun gerak yang efisien bersifat umum dan menggambarkan secara umum mengenai selanjutnya akan dipergunakan sebagai perkembangan gerak. Gerak secara khusus dasar untuk perkembangan kemampuan dikontrol oleh otot-otot besar. Otot tersebut motorik yang lebih luas, yang semua ini ukurannya relatif besar, contohnya otot merupakan satu bagian integral prestasi paha dan otot betis. Otot-otot tersebut motorik bagi anak dalam segala umur dan seperti berjalan, lari, dan loncat. Gerak Dalam variasinya, adaptasi, dan kombinasinya terhadap titik acuan. Titik acuan sendiri didefinisikan sebagai titik awal atau titik dasar, dan lebih lanjut sifat serta ariasi atau tempat pengamat. Gerak manusia terjadi adaptasinya diatur oleh kebutuhan olahraga dalam berbagai bentuk misalnya berlari . erubahan tempa. , membusungkan dada Pengendalian motorik mempelajari postur . erubahan volum. , menekuk siku dan berjongkok . erubahan sika. Gerak dan Terdapat berbagai jenis gerakan motorik: fenomena yang penuh misteri. Pengertian . Gerak penuh misteri dapat diterjemahkan sebagai merangkai, melukis, berjinjit . Gerak . Gerak refleks keterampilan olahraga dengan berbagai penjelasan yang lebih kongkrit. Gerak adalah suatu yang ditampilkan oleh menusia secara nyata dan dapat diamati. Namun mengayunkan tangan. Gerak Kasar ditampilkan dalam suatu perbuatan yang Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang nyata dalam suatu unjuk kerja, sangat menggunakan otot-otot besar atau seluruh beraneka ragam sesuai dengan hakekat anggota tubuh atau sebagai besar atau keberadaan dan kebutuhan manusia yang seluruh angota tubuh yang dipengaruhi penuh perbedaan (Phil. Yanuar Kiram oleh kematangan anak itu sendiri (Siti 1992:. Menurut Keogh dalam Amung Aisyah, dkk, 2007:4. Istilah gerak kasar MaAomun dan Yudha M. Saputra . dan gerak halus secara umum digunakan yang menjelaskan bahwa perkembangan MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK MOTORIK KASAR DENGAN MENGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL MANYIPET PADA SISWA LAKI-LAKI KELAS V DI SD NEGERI 7 BUKIT TUNGGAL Akhmad Syarif Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 gerak dapat didefinisikan sebagai perubahan Khamdani, 2010:. Sedangkan menurut kompetensi atau kemampuan gerak dari pendapat lain menyebutkan bahwa yang mulai masa bayi . sampai masa disebut olahraga tradisional harus memiliki . dua persyaratan AutradisionalAy baik dalam memiliki tradisi kemampuan gerak dan aspek perilaku yang yang sudah berkembang selama beberapa generasi, maupun dalam arti sesuatu yang perkembangan gerak dan perkembangan terkait dengan tradisi budaya suatu bangsa secara lebih luas (Bambang Laksono, dkk, yaitu AuolahragaAy dan kemampuan dan perilaku manusia. Siswa yang memiliki kemampuan motorik tinggi. Manyipet (Manyumpi. dapat melakukan kegiatan latihan dengan Perkataan Manyipet dalam bahasa Dayak Ngaju jika diterjemahkan kedalam Bahasa kesulitan untuk mengantisipasi gerakan. Indonesia berarti menyumpit. Dari nama Sehingga tidak banyak kesulitan yang siswa tersebut dapat diketahui bahwa kegiatan utama permainan ini adalah menyumpit. Sebaliknya yang berkemampuan motorik yakni suatu kepandaian membidikkan anak rendah, akan mengalami hambatan dalam sumpitan . ke suatu sasaran dengan mengembangkan gerak-gerak yang sulit. menggunakan sebuah sumpitan. Permaianan Dengan demikian siswa yang memiliki mentumpit sebagai suatu permainan guna melatih keterampilan biasanya dilakukan memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi dari siswa yang memiliki motorik rendah. Latar Belakang sosial budaya Permainan Tradisional Sumpitan adalah alat berburu dan alat Permainan perang yang dipunyai oleh orang dayak dari berkembang sejak zaman nenek moyang. masa ke masa. Dalam lambang daerah Permainan ini berasal dari permainan rakyat kalimantan tengah juga disisipkan gambar yang dilestarikan secara turun-temurun. sebuah sumpitan. Karna kedudukan yang Setiap wilayah di Indonesia memiliki penting dari sumpitan dalam kehidupan beragam permainan tradisional. Permainan orang-orang dayak zaman dulu. Mandau, tradisional berkembang dari permainan rakyat yang timbul pada tiap-tiap etnis dan seperangkat peralatan perang yang selalu dibawa para pendekar dayak kemanapun Indonesia (Ajun MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK MOTORIK KASAR DENGAN MENGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL MANYIPET PADA SISWA LAKI-LAKI KELAS V DI SD NEGERI 7 BUKIT TUNGGAL Akhmad Syarif Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 mereka pergi. Sumpitan merupakan senjata yang tipis. Karna sumpitn berubah bentuk, anak sumpitan juga berubah bentuk. Kini mempunyai kemampuan serang jarak jauh, anak sumpitan dibuat dari tanah liat yang yaitu bebrapa puluh meter dan dapat lembek dibentuk berupa bola-bola kecil. dilancarkan tanpa mengeluarkan bunyi. Jadi Sasaranpun berubah yakni binatang kecil serangan sumpitan merupakan serangan yang terdapat dipantai sungai-sungai besar jarak jauh yang tak berbunyi. Senjata sumpitan juga mempunyai racun yang Deskripsi permaianan disebut ipu pada ujung anak sumpitan yang Permainan menyumpit ini biasanya dapat disebut damek. Kadar racun ipu amat tinggi dilakukan sendirian dan dapat dilakukan dan mampu membunuh dalam temppo bersama-sama dalam bentuk pertandingan. beberapa detik atau beberapa menit saja. Dan jika dimainkan dengan pertandingan Latar maka jumlah peserta tergantung kepada Belakang jumlah peminatnya. Pemain biasanya laki- Yang menjadi latar belakang perkembangan laki berusia antara 9-15 tahun. Kalau dan pertumbuhan permainan menyumpit ini pertandingan dengn sumpitan biasanya adalah tuntutan kehidupan sehari-hari baik pesertanya laki-laki dewasa. untuk kepentingan berburu atau berperang. Peralatan permainan dan kepandaian menyumpit Peralatan pokok permaianan ini adalah ditempa hingga tercapai suatu tingkat sebuah sumpitan serta beberapa buah anak Lapangan Setelah orang dayak mengenal senjata api, menuntut pengadaan secara khusus karna sumpuitan muli terdesak. Orang mulai alam terbuka merupakan lapangan bermain berlih ke senjata api. Sumpitan kemudian digunakan hanya untuk berburu burung atau Cara permaianan binatang kecil lainnya. Kemudian sumpitan . Setiap jarang diperoleh dan sumpitan menjadi barang antik. Sejalan dengan itu, anak-anak mengembangkan jenis sumpitan baru, yaitu . abalien/uli. yang merupakan sebuah yang dibuat dari buluh yang bernama silinder yang berlubang ditengahnya Buluh ini hanya mempunyi garis sehingga menjadi sebuah pipa. Panjang tengah hanya beberapa centi meter dan kira-kira 2 meter. Pada ujung sumpitan mempunyai ruas yang anjang serta buku terdapat mata tombak. Manfaat mata Sumpitan MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK MOTORIK KASAR DENGAN MENGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL MANYIPET PADA SISWA LAKI-LAKI KELAS V DI SD NEGERI 7 BUKIT TUNGGAL Akhmad Syarif Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 . Permaian ini bukanlah permaian yang Anak sumpitan hanya dibuat rumit, tahapannya hanya dua, yaitu dari bambu yang diraut halus dan salah tahap persiapan dan pertandingan. Sebegitu Pada membentuk kerucut. Setelah permaianan ini hanya lebih banyak bersifat masing-masing memperagakan keterampilan. Jadi hanya pemain lalu bersama-sama mencari sebutan juara atau jago itulah yang menjadi sasaran yang dianggap baik. Dalam hal kebanggaan setiap pemenang. ini sasaran yang sengaja disiapkan seperti pada perlombaan memanah tidak ada. Jarak antara penyumpit dan sasaran juga tidak terdapat ketentuan pasti/baku. Jarak tingkat kemahiran para pemain atau Semakain mahir maka jarak sasaran akan semakin kecil dan jauh. Kadang-kadang tidak sama, misalnya kalau para pemain maka mereka pergi ketempat yang banyak burung berkumpul, lalu disitu membagi giliran, seorang penyumpit Kadang mereka juga bersepakat untuk menyumpit satu ekor burung, dan yang berhasil menjatuhkan maka dia yang jadi pemenangnya. Pada anak-anak dengan sumpitan dengan bulu tamiang, sasaran mereka adalah binatang melata amphibia yang disebut tempakul. Anak sumpitannya dari tanah liat. Penentuan juara sama seperti diatas. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian tindakan Melalui penelitian tindakan kelas. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini mempunyai tahapan yang bersiklus. Rancangan penelitian ini mengacu pada modifikasi diagram yang dikembangkan Kemmis dan Mc Taggart. Populasi Teknik Pengambilan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Laki-Laki yang berjumlah 20 orang, kelas lima Sekolah Dasar Negeri 7 Bukit Tunggal. Suharsimi Arikunto . keseluruhan subjek penelitian. Penelitian ini pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, mengingat jumlah populasi sebanyak 20 siswa Laki-Laki kelas lima maka sampel dalam penelitian ini adalah MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK MOTORIK KASAR DENGAN MENGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL MANYIPET PADA SISWA LAKI-LAKI KELAS V DI SD NEGERI 7 BUKIT TUNGGAL Akhmad Syarif Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 semua populasi. melihat dan medengarkan yang diikuti Teknik Pengumpulan Data Faktor penting dalam penelitian yang Berdasarkan Jenis data yang dibutuhkan observasi pra tindakan belum semua anak tergantung dari tujuan penelitian itu sendiri. memiliki kemampuan motorik kasar. Jenis data dalam penelitian ini di bagi dua Pra Tindakan bagian, yaitu data yang dapat di ukur secara langsung dan data yang tidak dapat di ukur secara langsung. Seperti dikemukakan oleh Sutrisno Hadi . , menyatakan jenis data yang dapat diukur dan dihitung secara langsung adalah data kuantitatif, sedangkan data yang tidak dapat dihitung secara langsung termasuk jenis data kualitatif. Data yang diambil dari hasil tes pengaruh olahraga tradisional manyipet terhadap peningkatan kemampuan gerak motorik Dari katagori Berkembang Sangat Baik, 2 anak . %), 2 anak . %) katagori Berkembang Teknik Analisis Data Metode analisa data adalah dengan cara yang digunakan adalah mengolah data dari Sesuai Harapan. Mulai Berkembang 1 anak . %), dan 16 anak . %) katagori Belum Berkembang. Aspek hasil pengumpulan data. kekuatan tubuh, 1 anak . %) katagori Berkembang Sangat Baik, 3 anak . %) HASIL PENELITIAN Banyak teori yang mendasari bahwa Berkembang Sesuai Harapan, kemampuan motorik kasar termasuk dalam Mulai Berkembang 4 anak . %), dan 12 kemampuan dasar anak perlu di tingkatkan. %) Belum Berkembang. Aspek Salah satunya. Menurut Suryani Suryani kelincahan tubuh, 2 anak . %) katagori . Berkembang Sangat Baik, 3 anak . %) AuMetode demonstrasi adalah suatu strategi kegiatan Berkembang pengembangan dengan cara memberikan Berkembang 5 anak . %), dan katagori Belum Berkembang 10 anak . %). Sesuai Harapan. Mulai MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK MOTORIK KASAR DENGAN MENGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL MANYIPET PADA SISWA LAKI-LAKI KELAS V DI SD NEGERI 7 BUKIT TUNGGAL Akhmad Syarif Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 Tindakan Siklus I Tindakan Siklus II Berdasarkan hasil tindakan siklus I dari 20 anak yang menjadi subyek penelitian, aspek keseimbangan tubuh anak, 3 anak . %) katagori Berkembang Sangat Baik, 5 anak . %) Berkembang Sesuai Harapan, katagori Mulai Berkembang 2 anak . %) dan Belum Berkembang 10 anak . %). Aspek kelkuatan tubuh anak, 4 anak . %) Berkembang Sangat Baik. Berkembang Sesuai Harapan 5 anak . %). Mulai Berkembang 4 anak . %), dan katagori Belum Berkembang 7 anak . %). Aspek kelincahan tubuh anak. 4 anak . %) katagori Berkembang Sangat Baik, 7 anak Berkembang Sesuai Harapan, katagori Mulai Berkembang 4 anak . %), dan katagori Belum Berkembang 5 anak . %). Tindakan dibandingkan dengan siklus I dari 20 anak yang menjadi subyek penelitian, aspek keseimbangan tubuh anak, 4 anak . %) katagori Berkembang Sangat Baik, 9 anak Berkembang Sesuai Harapan, katagori Mulai Berkembang 4 anak . %), dan Belum Berkembang 3 anak . %). Aspek kekuatan tubh anak, 5 anak . %) katagori Berkembang Sangat Baik. Berkembang Sesuai Harapan 8 anak . %), katagori Mulai Berkembang 4 anak . %). Belum Berkembang 3 anak . %). Aspek kelincahan tubuh anak, 5 anak . %) katagori Berkembang Sangat Baik, 8 anak Berkembang Sesuai Harapan, katagori Mulai Berkembang 41 anak . %), dan katagori Belum Berkembang 3 anak . %). MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK MOTORIK KASAR DENGAN MENGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL MANYIPET PADA SISWA LAKI-LAKI KELAS V DI SD NEGERI 7 BUKIT TUNGGAL Akhmad Syarif Jurnal MERETAS Desember 2018. Volume 5 Nomor 2 PENUTUP Saran