Med-Com Empowerment Journal Vol. 1 No. Agustus 2024. Hal. 5 - 11 Edukasi Seputar Pap Smear Melalui Media Audiovisual Pap Smear Education Through Audiovisual Media Rina Purnamasari1*. Diana Handaria2. Muhammad Vieraldo Berly Arlindyo3 Bagian Ilmu Biomedik. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang Mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang *Rina Purnamasari Email: rina@unimus. RiwayatArtikel: Dikirim: 5 Juni 2024 Diterima: 6 Agustus 2024 Diterbitkan: 27 Agustus 2024 Abstrak Latar Belakang: Pap smear merupakan salah satu jenis pemeriksaan skrining dalam deteksi dini kanker serviks yang efektif, sederhana dan murah. Rendahnya cakupan deteksi dini kanker serviks seperti pap smear sejalan dengan estimasi WHO tahun 2018, bahwa hanya 5% wanita di negara- negara berkembang, termasuk Indonesia yang mendapat pelayanan pap smear, sedangkan dinegara-negara maju, hampir 70% wanita melaksanakan pemeriksaan pap smear. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan metode sosialisasi video edukasi selama 5 hari yakni antara tanggal 10 s. d 15 Juli 2023, melalui channel youtube dengan alamat https://youtu. be/Nn4FCPS_G6k yang melibatkan 133 pemirsa. Sosialisasi video dilakukan secara online melalui penyebarluasan melalui sarana media social baik Instagram, whatsapp group, telegram dan facebook untuk meningkatkan pemirsa yang diawali dengan pre-test, dilanjutkan dengan menyaksikan video edukasi pengetahuan tentang papsmear. Selanjutnya responden mengisi posttest. Hasil: terdapat perbedaan rerata nilai rerata antara pretes dan posttest. Kesimpulan: Pemberian penyuluhan dengan media audiovisual dapat meningkatkan pengetahuan ibu mengenai Pap smear Kata kunci: Kanker servix, pap smear, wanita usia subur. Abstract Background: Pap smear is a type of screening examination for early detection of cervical cancer that is effective, simple and cheap. The low coverage of early detection of cervical cancer such as pap smears is in line with WHO estimates in 2018, that only 5% of women in developing countries, including Indonesia, receive pap smear services, while in developed countries, almost 70% of women undergo pap smear Method: This community service activity uses the method of socializing educational videos for 5 days, namely between 10 to 15 July 2023, via the YouTube channel with the address https://youtu. be/Nn4FCPS_G6k which involves 133 viewers. Video socialization was carried out online through dissemination via social media, including Instagram. WhatsApp groups. Telegram and Facebook Med-Com Empowerment Journal Vol. 1 No. Agustus 2024. Hal. 5 Ae 11 to increase the audience, starting with a pre-test, followed by watching educational videos about pap Next, respondents filled out the post-test. Results: there is a difference in the mean scores between the pretest and posttest. Conclusion: Providing education using audiovisual media can increase mothers' knowledge about Pap smears Keywords: Cervical cancer, pap smear, women of childbearing age Pendahuluan Pap smear merupakan salah satu jenis pemeriksaan skrining dalam deteksi dini kanker serviks yang efektif, sederhana dan murah. Pap Smear dilakukan dengan merupakan suatu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari leher rahim dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop. Pap Smear merupakan tes yang aman dan murah dan telah dipakai bertahun tahun lamanya untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim (Febrianti et al. , 2. Selain itu pap smear juga bermanfaat sebagai evaluasi sitohormonal, mendiagnosis peradangan, identifikasi organisme penyebab peradangan dan juga dapat mendiagnosis kelainan pra kanker leher rahim ataupun kanker leher rahim dini dan lanjut (Mansyarif & Farah, 2. Selain itu pap smear juga bermanfaat sebagai evaluasi sitohormonal, mendiagnosis peradangan, identifikasi organisme penyebab peradangan dan juga dapat mendiagnosis kelainan pra kanker leher rahim ataupun kanker leher rahim dini dan lanjut (Nawangwulan, 2. Rendahnya cakupan deteksi dini kanker serviks seperti pap smear sejalan dengan estimasi WHO tahun 2018, bahwa hanya 5% wanita di negara- negara berkembang, termasuk Indonesia yang mendapat pelayanan pap smear, sedangkan dinegara-negara maju, hampir 70% wanita melaksanakan pemeriksaan pap smear (Ranah dan Padang, 2. Adapun salah satu masalah dalam pemeriksaan pap smear sebagai alat diagnosa dini kanker serviks adalah para wanita Indonesia yang sering enggan diperiksa karena ketidaktahuan, rasa malu, rasa takut dan tidak merasakan perlu melakukanp pap smear karena tidak mengerti pentingnya pap smear. Hal ini umumnya disebabkan karena masih rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan penduduk Indonesia mengenai pemeriksaan pap smear (Haryani, 2. Ketidaktahuan atau rendahnya pengetahuan tentang pencegahan kanker serviks melalui pap smear, dapat menyebabkan tidak terdeteksinya secara dini kanker serviks (Kusumaningrum et al. , 2. Dan apabila seorang wanita memiliki pengetahuan yang luas maka akan menimbulkan kepercayaan terhadap pemeriksaan Pap smear. Sikap merupakan reaksi atau respon positif dan negatif, apa bila seseorang memiliki sikap positif maka mereka mau melakukan pemeriksaan Pap smear tetapi apabila seseorang bersikap negatif maka biasanya mereka tidak mau tau tentang pentingnya pemeriksaan Pap smear (Wahyu & Oktia, 2. Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammdiyah Semarang mengemban tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan Al Islam Kemuhammadiyahan. Fakultas Med-Com Empowerment Journal Vol. 1 No. Agustus 2024. Hal. 5 Ae 11 Kedokteran memiliki program pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan Visi dan Misi Fakultas. Dalam program ini, kami melaksanakan kegiatan pengabdian dengan judul kegiatan AuEdukasi Masyarakat Berbasis Video Mengenai Pap SmearAy. Melalui pengabdian masyarakat diharapkan dosen dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang dimiliki yang secara langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan metode sosialisasi video edukasi selama 5 hari yakni antara tanggal 10 s. d 15 Juli 2023, melalui channel youtube dengan alamat https://youtu. be/Nn4FCPS_G6k yang melibatkan 133 pemirsa. Sosialisasi video dilakukan secara online melalui penyebarluasan melalui sarana media social baik Instagram, whatsapp group, telegram dan facebook untuk meningkatkan pemirsa yang diawali dengan pre-test, dilanjutkan dengan menyaksikan vide edukasi pengetahuan tentang papsmear. Selanjutnya responden mengisi post-test. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum menyaksikan video, pemirsa melakukan pengisian pretes yang telah disediakan yang isinya 10 pertanyaan seputar pemeriksaanp pap smear, melanjutkan dengan menyaksikan video tentang edukasi pap smear dan diakhiri dengan pengisian posttes dengan pertanyaan yang sama dengan pretes untuk mengidentifikasi kemanfaatan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Video edukasi berisi pemaparan tentang pengertian pemeriksaan pap smear, cara pemeriksaan pap smear, kapan dilakukan pap smear, manfaat pap smear dan diunggah di channel youtube Fakultas Kedokteran UNIMUS official seperti yang tampak pada gambar 1 & 2. Gambar 1. Video edukasi tentang pap smear yang diunggah di channel youtube Fakultas Kedokteran UNIMUS official Med-Com Empowerment Journal Vol. 1 No. Agustus 2024. Hal. 5 Ae 11 Gambar 2. Bagian video yang berisi tentang prosedur pemeriksaan pap smear Sosialisasi video edukasi ini dinilai cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pap smear. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah edukasi. Sebanyak 133 pemirsa mengikuti pretes dan posttes. Nilai rerata pretes adalah 60 sedangkan nilai rerata posttest adalah 90. nilai rata-rata Pretest Posttest Grafik 1. Rerata nilai pretest dan posttest Med-Com Empowerment Journal Vol. 1 No. Agustus 2024. Hal. 5 Ae 11 Kanker serviks sering tidak menimbulkan gejala dan sulit terdeteksi pada stadium awal dan umumnya baru terdeteksi ketika sudah stadium lanjut. Pada stadium lanjut pengobatan lebih sulit dan membutuhkan biaya tidak sedikit. Tindakan preventif dengan promosi kesehatan dan penanganan dini terhadap penyakit kanker serviks sangat penting. Edukasi dapat dilakukan terhadap wanita yang telah menikah terutama wanita dengan usia 18 tahun ke atas, karena angka kejadian kanker serviks relatif tinggi pada wanita yang telah melakukan aktivitas seksual (Yohrin, dan Agnes, 2. Dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, kanker serviks sebetulnya paling mudah dicegah dan dideteksi. Maka dari itu skrining kesehatan deteksi dini kanker serviks sangat penting dilakukan untuk tindakan pencegahan. Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan metode deteksi dini yang cukup efektif salah satunya dengan pemeriksaan pap smear secara berkala, sehingga kondisi leher rahim dapat dipantau dan kanker serviks dapat terdeteksi secara dini (Situmorang et al. , 2. Wanita Usia Subur (WUS) merupakan sasaran dari pemeriksaan papsmear tetapi hal tersebut tidak diimbangi dengan kesadaran WUS untuk melakukan papsmear. Data Nasional menunjukan bahwa cakupan penapisan kanker serviks di Indonesia dengan pap smear dan IVA masih sangat rendah . ekitar 5 %), padahal cakupan penapisan yang efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan angka kematian karena kanker serviks adalah 85 % (Wahyu & Oktia, 2. Dalam hal ini, peran petugas kesehatan dalam memberikan edukasi terhadap pencegahan kanker serviks perlu di tingkatkan. Upaya meningkatkan pemahaman WUS terhadap pentingnya deteksi dini kanker serviks agar timbul kesadaran dan kemauan WUS dan mendorong motivasi secara internal untuk melakukan deteksi dini kanker serviks. Faktorfaktor yang berpengaruh terhadap perilaku WUS melakukan deteksi dini kanker serviks antara lain pengetahuan, sikap, pendidikan, pekerjaan dan adanya dukungan suami. Oleh karena itu, jika petugas kesehatan melakukan edukasi hendaknya memperhatikan karakteristik WUS tersebut agar intervensi dapat efektif (Fadhillah & Indita, 2. Berbagai metode dapat digunakan dalam memberi informasi kesehatan diantaranya menggunakan media audiovisual, mengingat media audiovisual lebih menarik perhatian, menghemat waktu dan dapat juga diputar berulang kali, sering digunakan karena dinilai efektif untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat dibandingkan pendidikan kesehatan tanpa media atau hanya dengan media ceramah. Dengan upaya komunikasi informasi dan edukasi diharapkan pengetahuan WUS mengenai Papsmear akan meningkat dan WUS termotivasi untuk mau melakukan pap smear. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang melaporkan membuktikan bahwa dengan pemberian edukasi melalui audiovisual dapat meningkatkan motivasi WUS untuk melakukan deteksi dini kanker serviks (Iasminiantari et al. , 2. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan menggunakan media leaflet, tidak efektif meningkatkan motivasi dalam perilaku pemeriksaan Pap smear (Kumala et al. , 2. Med-Com Empowerment Journal Vol. 1 No. Agustus 2024. Hal. 5 Ae 11 KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat melalui sosialisasi video edukasi bertema pemeriksaan papsmear pada wanita dalam rangka upaya pencegahan kanker servix memberikan peningkatan pengetahuan untuk pemirsanya dilihat dari perbedaan nilai pretest dan Pendidikan kesehatan melalui pesan yang diwujudkan dalam bentuk gambar dan video dinilai praktis dan cukup efektif sebagai sarana penyebarluasan informasi. DAFTAR PUSTAKA